Selasa, 10 November 2009

Buletin Nopember 2009

“LEBIH DARI PEMENANG”

Minggu, 01 Nopember 2009

Saudara-saudara, pada minggu yang lalu kita sudah melihat arti kata “setia” sama dengan “menang”, walaupun ada tantangan, penderitaan maupun pencobaan, tetapi tetap setia mengikuti Tuhan dan tetap tekun melakukan firman-Nya. Inilah yang disebut pemenang!
Yosua 1 : 5 kepada Yosua, Tuhan memberi suatu kepastian tentang kemenangan jika tetap tekun melakukan firman Tuhan. Sebagai seorang pemim-pin bangsa Israel , Tuhan tahu apa yang paling di-butuhkan oleh Yosua sebelum membawa bangsa Israel memasuki tanah Kanaan. Tuhan Allah lebih dahulu memantapkan hati Yosua bahwa tidak akan ada seorang pun yang dapat bertahan menghadapi Yosua seumur hidupnya. Kalau Tuhan mau mem-bangun seorang hamba Tuhan, seorang pemimpin rohani, Ia lebih dahulu memantapkan hati supaya yakin akan penyertaan Tuhan. Demikian juga sebagai jemaat Tuhan, hati kita juga perlu dimantap kan supaya bisa meyakini penyertaan Tuhan.
Yohanes 10 : 27 - 28 yang mendapat jaminan tidak dapat dirampas/direbut dari tangan Tuhan adalah “DOMBA”, berbicara jemaat yang hidup dalam ibadah dan penggembalaan yang benar.
Sikap domba:
- mendengar suara Tuhan = menekuni firman Tuhan.
- setia mengikut Tuhan = setia melakukan firman Tuhan.
Dalam penggembalaan yang benar, kita akan menemukan gambar Kristus sebagai Gembala. Dan sebagai Gembala yang baik :
Yesus telah memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya yang tekun melakukan firmanTuhan.
Jadi dalam penggebalaan yang benar, akan kita temukan gambar Tuhan Yesus yang tampil lewat gambar seorang pemimpin atau gembala jemaat yang hidup dalam terang firman Tuhan. Tuhan yang membangun kita dengan firman-Nya supaya bisa seperti domba tunduk dalam penggembalaan dan tekun melakukan firman Tuhan. Puncaknya firman Tuhan itu akan menyatakan gambar hidup kita yang sebenarnya baik dihadapan Tuhan maupun dihadapan sesama. Supaya ini bisa terwujud, maka sebagai:
- pemimpin yang baik, ia harus hidup dan melayani sesuai dengan firman Tuhan.
- suami yang baik, ia harus dapat mengasihi istrinya dan menjadi teladan yang baik di
di dalam rumahtangganya sendiri.
- istri yang baik, ia harus dapat mengatur rumah tangganya dan patuh kepada suaminya.

Mengerti kehendak Tuhan itu sangat indah.
Yosua 1 : 1 - 3 untuk membangun diri supaya bisa mengerti kehendak Allah, Tuhan membangun kita lewat firman-Nya. Pada dasarnya, Yosua itu hanya seorang hamba/abdi Musa. Tetapi setelah Musa mati, Tuhan memanggil Yosua untuk menggantikan Musa sebagai pemimpin untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan. Maka Tuhan Allah membangun Yosua lewat mendidiknya sejak ia masih menjadi seorang abdi Musa supaya berhasil mempunyai ketetapan hati.
Sejak dari awal, Yosua itu adalah seorang yang taat kepada Musa dan kepada Tuhan, ia juga adalah seorang yang tekun melakukan firman Tuhan sejak masa mudanya. Tetapi sekalipun Yosua itu sudah taat sejak ia masih menjadi seorang pembantu, Tuhan juga masih mendidik sampai Yosua itu benar-benar bisa menjadi orang yang dipercayai.
Maka dalam Yosua 1 : 3 kepada Yosua, Allah memberikan suatu pernyataan yang luar bisa tentang kemenangan. Bahwa setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakinya, akan diberikan Allah kepadanya. Ini adalah janji Allah yang juga akan dinyatakan kepada kita, baik sebagai jemaat maupun sebagai hamba-hamba Tuhan. Tuhan Allah akan menyatakan penyertaan-Nya kepada kita ke mana pun kita melangkah. Kalau kepada Yosua, Allah mau memberikan pernyataan yang begitu luar biasa, maka kepada kita pun Allah akan menyatakannya juga.
Hanya syratnya: kita harus bergerak maju, tetap tekun melakukan segala perintah Allah ke mana pun kita melangkah.
Sebab jika Yosua tidak mau bergerak, jika ia puas hanya di tempatnya saja, walaupun Tuhan sudah berjanji bahwa setiap tempat yang akan diinjak kakinya akan menjadi miliknya, kalau tidak bergerak mengikuti kehendak Tuhan, maka ia tidak akan berhak memiliki tanah yang telah dijanjikan.
Arti kata “setiap tempat yang akan diinjak kaki”= ada aktivitas, ada pergerakan ke depan tidak berhenti tetapi melangkah terus sampai kepada akhirnya, berhasil mencapai tujuan.
Maka tidak heran dalam Ulangan 4 : 5 Musa memanggil bangsa Israel dan berkata supaya mereka mengingat segala ketetapan dan peraturan yang telah diajarkan oleh Musa kepada mereka. Ayat 6 = jika mereka melakukan segala ketetapan dan perintah Tuhan itu dengan setia, maka firman itu akan menjadi kebijaksanaan dan akal budi, bangsa-bangsa lain pun akan mengakui bahwa mereka adalah bangsa yang bijaksana dan berakal budi.
Demikian juga jika kita setia melakukan segala perintah dan ketetapan Tuhan dalam firman-Nya, maka firman itu akan membuat kita menjadi orang yang bijaksana dan berakal budi. Sebagaimana bangsa Israel diakui oleh bangsa-bangsa lain, demikian juga orang lain akan mengakui kita seba –gai orang yang bijaksana dan yang berakal budi. Orang yang bijaksana dan yang berakal budi itu pandangannya selalu mengarah ke depan, tidak terpengaruh oleh masa lalunya, tidak terpengaruh dengan penderitaannya, tidak terpengaruh dengan penyakitnya, tetapi terus berjalan mengikut Tuhan dan tekun melakukan firman Tuhan. Kepada LOT dan keluarganya, diperintahkan supaya berlari ke atas gunung dan supaya jangan menoleh ke belakang. Tetapi mereka tidak setia melakukan apa yang diperintahkan oleh malaikat Tuhan, istri Lot karena tidak mampu melepaskan diri dari perkara yang duniawi, menoleh ke belakang. Akibatnya: ia menjadi tiang garam.
Kalau masih memandang ke belakang berarti hatinya masih terikat dengan perkara-perkaran yang duniawi (harta), orang yang seperti ini tidak mungkin pandangannya bisa mengarah ke depan. Dan kalau tidak bisa memandang ke depan Amsal 29 : 18a firman Tuhan bekata: “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat.” Wahyu = ada kaitannya dengan perkara-perkara yang akan datang, yang masih di depan dan yang akan terjadi. Jadi setiap orang yang tidak setia melakukan firman Tuhan, ia akan menjadi liar, tidak ada yang mengarahkannya untuk berbuat baik, dan pandangannya tidak mungkin bisa mengarah ke depan untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.
Setelah Allah memberikan suatu pernyataan yang begitu luar biasa kepada Yosua, yaitu janji tentang kemenangan, sebelum Yosua mengalami kemenangan tersebut, ada perintah Allah yang harus diperhatikan, yaitu:
- kuatkan/teguhkan hati.
- jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri.
- jangan melupakan perkataan kitab Taurat
= selalu menekuni firman Tuhan.
Hasilnya: Matius 7 : 24 - 25 orang yang bijaksana itu tahu di mana ia harus mendirikan rumahnya, yaitu di atas dasar batu. Maka sekalipun hujan dan banjir datang dan angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh, sebab sudah didirikan di atas dasar yang benar. Orang yang bijaksana itu punya sikap mendengar dan melakukan firman Tuhan = tekun melakukan firman Tuhan. Karena ia bijaksana, maka pandangannya bisa mengarah ke depan sehingga ia tahu di mana ia harus membangun rumahnya. Sebagai jemaat Tuhan yang hidup diakhir zaman ini, jika kita mau menekuni firman Tuhan dan memiliki sikap seperti Yosua, maka kita juga pasti bisa mempunyai pandangan yang mengarah ke depan, yang membuat kita menjadi orang yang bijaksana dan berakal budi, tahan terhadap segala pencobaan maupun penderitaan. Mendengar dan melakukan firman Tuhan harus menjadi sikap kita. H A L E L U Y A ...!!!



“LEBIH DARI PEMENANG”

Minggu, 08 Nopember 2009

Saudara-saudara, janji kemenangan yang diberikan Tuhan itu tidak tanggung-tanggung, tidak hanya satu hari, tidak hanya satu minggu, tidak hanya satu bulan, tidak hanya satu tahun, dst, tetapi sampai selama-lamanya, sampai Tuhan Yesus datang kembali. Sebab sedikit saja kita menyimpang dari kebenaran, maka kita sendiri akan menanggung akibatnya: tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga.
Yosua 1 : 3, 5 kepada Yosua dan kepada seluruh bangsa Israel, Allah telah memberikan pernyataan yang sangat luar biasa tentang kemenangan atas semua musuh-musuh mereka.
Ayat 3 = janji Allah untuk memberikan tempat = janji tentang kememangan atas semua
musuh mereka.
Ayat 5 = janji Allah, bahwa Allah tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan
umat-Nya.
Yang disebut “pemenang” bukan hanya sekedar menang begitu saja, mungkin karena sudah diberkati, sudah disembuhkan, sudah diberi jodoh, sudah mendapat pekerjaan, maka disebut sudah menang. Semua ini memang sudah baik. Tetapi belum cukup, sebab yang disebut dengan pemenang itu adalah: ia harus bisa lebih dari orang-orang yang menang.
Saudara-saudara, sebenarnya kalau dilihat dari segi kemampuan kita sendiri, disebut menang saja sudah syukur, sudah luar biasa. Tetapi firman Tuhan menekankan bahwa sebagai jemaat Tuhan maupun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita harus bisa lebih dari orang-orang yang menang. Jadi lewat firman Tuhan, kita juga bisa menerima pernyataan dari Tuhan yang sangat luar biasa seperti yang telah diberikan kepada Yosua. Pernyataan Allah yang luar biasa kepada kita: kita bisa menjadi pemenang lebih dari orang-orang yang menang.
Roma 8 : 34 - 37 firman Tuhan menjelaskan kepada kita tentang keadaan umat Tuhan yang lebih dari orang-orang yang telah menang. Kuncinya: kita harus mengalami kuasa kematian dan kebangkitan. Dalam ayat ini dijelaskan Kristus Yesus telah bangkit dan duduk di sebelah kanan Allah dan menjadi “PEMBELA” bagi kita. Ini berbicara tentang kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, sebab jika Kristus tidak mati dan bangkit, maka keselamatan itu tidak mungkin bisa kita miliki. Tetapi karena Kristus Yesus telah mati dan bangkit, maka Ia sendiri yang tampil sebagai Pembela bagi kita untuk menyertai dan untuk memberi kekuatan. Jika Kristus Yesus sudah menjadi Pembela bagi kita, maka:
- tidak akan ada yang bisa melawan kita
- tidak akan ada yang bisa menggugat
- tidak akan ada yang bisa menghukum
- tidak akan ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus.
Baik penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya atau pedang, dan sekalipun selalu berada dalam bahaya maut sepanjang hari dan dianggap sebagai domba-domba sembelihan, namun tidak akan ada yang bisa memisahkan kita dari Kristus. Justru sebaliknya dalam semuanya itu kita bisa menjadi pemenang lebih dari orang-orang yang menang.
Pada zaman akhir ini, masih banyak dari kalangan orang Kristen belum mengalami proses kematian dan kebangkitan seperti yang telah dialami oleh Tuhan Yesus Kristus. Mereka enggan menekuni firman Tuhan dan tidak sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan. Akibatnya mereka tidak mengerti apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup mereka. Sebenarnya yang disebut mengalami proses mati dan bangkit bersama dengan Kristus adalah “mengalami proses kelahiran baru”, ada sikap membuang segala perbuatan-perbuatan yang lama supaya dapat mengenakan sifat-sifat yang baru, yaitu sifat Kristus. Sebab jika kita sudah mati terhadap dosa dan mengenakan sifat Kristus, barulah kita disebut sebagai manusia baru, yang telah diciptakan menjadi manusia baru.
Mengapa kita harus mengalami proses kelahiran baru?
Firman Tuhan dalam Kejadian 3 menjelaskan sebagai akibat setelah manusia jatuh ke dalam dosa:
1. Kehilangan kemuliaan Allah.
2. Diusir dari taman Eden.
3. Tanah menjadi terkutuk.
Kemudian dijelaskan lagi dalam Roma 3 : 23; 6 : 23 akibat dosa bukan hanya kehilangan kemuliaan Allah, tetapi manusia itu sesungguhnya sedang berada di dalam maut. Maka bagi gereja Tuhan, berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus ini harus menjadi berita yang paling utama supaya jemaat-jemaat itu bisa mengerti keadaan/posisinya dihadapan Tuhan. Fokus pemberitaan jangan hanya tentang kekayaan, kesembuhan ataupun perkara-perkara yang duniawi, sebab semua ini tidak bisa membawa kepada keselamatan. Keselamatan itu mutlak pemberian Tuhan, anugrah Tuhan yang harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dengan cara melakukan segala perintah ALlah.
Saudara-saudara, sebelum bangsa Israel merebut kota Yeriko, sebelum mengalahkan rajanya dan rakyatnya, dalam Yosua 5 : 13 Yosua melihat ke atas dan melihat “seorang laki-laki” berdiri di depan nya dengan pedang terhunus ditangan. Kemudian Yosua bertanya: “Kawankah engkau atau lawan?” Laki-laki yang berdiri di hadapan Yosua itu adalah menunjuk kepada pribadi Yesus Kristus yang datang kepada Yosua untuk menunjukkan penyertaan-Nya kepada bangsa Israel. Tuhan Allah sengaja menyatakan diri-Nya sebab sebentar lagi umat Israel akan diperhadapkan dengan kota Yeriko yang tertutup rapat dengan tembok yang tinggi-tinggi.
Ketika Yosua bertanya: “Kawankah engkau atau lawan?” bagi kita ini merupakan suatu koreksi, jika kita sedang berhadapan dengan pribadi Allah, kita harus tahu di mana posisi kita, lawankah kita atau musuh Allah? Maka kalau terjadi suatu koreksi, kita harus tahu mengambil posisi yang benar, yaitu harus menjadi kawan/sahabat Tuhan. Sebab jika menjadi lawan atau musuh Tuhan, maka kemenangan itu tidak mungkin bisa diperoleh, sebaliknya akan mengalami malapetaka. Tetapi jika kita sudah menjadi kawan, maka Tuhan akan memberikan kemenangan yang gilang gemilang, Tuhan akan memberikan penyertaan-Nya dalam setiap waktu. Walaupun dunia ini bagaikan kota Yeriko yang tertutup, segala sesuatu serba sulit, banyak tantangan dan penderitaan, tetapi jika Tuhan sudah bersama dengan kita maka kemenangan itu pasti akan kita peroleh. Tuhan Yesus akan tampil dengan kuasa-Nya untuk memberi kemenangan kepada kita semua.
Yosua 5 : 14 - 15 setelah Yosua mengoreksi diri, Yosua diperintahkan supaya melepaskan kasut sebab tempat itu adalah kudus. Ini berbicara : ada sikap menanggalkan cara-cara/sifat-sifat yang lama.
Inilah hasilnya jika kita mau mengoreksi diri: kita akan dibawa kepada pengudusan hidup. Sebab selama manusia itu masih tetap mengenakan cara-cara hidup yang lama, maka Tuhan tidak akan menyertai sebab dosa itu merupakan kejijikan bagi Tuhan. Walaupun Yosua dan orang-orang Israel itu orang-orang yang gagah perkasa, tetapi Tuhan memberi kemenangan bukan dengan cara mereka sendiri tetapi dengan cara Tuhan sendiri. Yaitu dengan cara menguduskan diri. Demikian juga supaya kita bisa mengalami kemenangan demi kemenangan, kita harus disucikan baik oleh darah Kristus maupun oleh firman Tuhan.
Setelah selesai mengoreksi diri, dalam Yosua 6 : 2 barulah Tuhan berjanji untuk memberikan kemenangan kepada bangsa Israel, bahwa Yerikho beserta dengan rajanya dan rakyatnya akan diserahkan.
Yosua 6 : 3 = cara yang diberikan Tuhan kepada Yosua supaya Yerikho bisa dikalahkan: selama enam hari semua prajurit mengedari/menglilingi kota itu sekali saja, tujuh orang imam membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut, dan pada hari yang ketujuh mereka harus mengelilingi kota itu tujuh kali. Dan sikap selanjutnya mereka harus bersorak dengan nyaring, artinya ada sukacita karena Tuhan, bersorak itu tanda kemenangan. Maka sekalipun Yerikho itu kota tertutup pasti dapat dihancurkan dengan cara Allah. Demikian juga walaupun saudara sedang dalam masalah, dalam penderitaan, tetapi dengan sukacita yang dari Allah pasti menang. Bukti penyertaan Allah dalam hidup kita: dalam penderitaan pun kita bisa mengalami kemenangan demi kemenangan. Haleluya..!



“LEBIH DARI PEMENANG”

Minggu, 15 Nopember 2009


Wahyu 21 : 7, firman Tuhan mengatakan “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh sumuanya ini,” yang dimaksud dengan “semuanya ini” menunjuk kepada:
- Yerusalem Baru = sorga
- Menjadi mempelai perempuan Kristus.
Mengapa harus menang?
Firman Tuhan sudah mengatakan bahwa langit yang pertama dan bumi yang pertama ini akan berlalu dan laut pun tidak ada lagi, jadi dunia ini hanyalah tempat yang sementara. Kemudian dalam 2 Petrus 3 : 7 juga telah dikatakan bahwa langit bumi yang lama ini sengaja disimpan untuk disediakan menjadi tempat penghakiman bagi orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang tidak menjadi pemenang. Nasib langit dan bumi yang pertama akan lenyap oleh gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api (ayat 10).
2 Petrus 3 : 11 = menjadi peringatan kepada kita yang hidup diakhir zaman, maka sebagai jemaat Tuhan kita harus hidup saleh dan suci supaya bisa disebut sebagai pemenang. 1 Korintus 15 : 19 jika menaruh pengharapan pada Kristus jangan hanya dalam hidup ini saja, maksudnya hidup ini bukan hanya untuk makan dan minum saja, sebab kalau hanya untuk makan dan minum saja maka akan menjadi orang-orang yang paling malang dari antara manusia.
Percaya kepada Kristus tidak salah, berpengharapan kepada Kristus juga tidak salah, tetapi yang salah adalah kalau berpengharapan hanya supaya diberkati, supaya disembuhkan, supaya diberi jodoh, supaya diberi pekerjaan, dll. Orang yang berpengharapan kepada Kristus harus ditandai dengan ketekunannya dalam melakukan firman Tuhan.
Maka tidak heran, Tuhan Yesus sudah lebih dahulu mengatakan bahwa hanya sedikit saja yang bisa masuk ke dalam sorga. Ini adalah pernyataan langsung dari Tuhan Yesus.
Mengapa hanya sedikit saja yang berhasil?
Dalam Matius 7 : 13 - 14 Tuhan Yesus menjelaskan kepada kita bahwa pintu untuk masuk ke dalam hidup itu sesak (=sempit), inilah yang membuat sehingga sedikit saja yang bisa masuk ke dalamnya. Supaya masuk, kita harus berjuang walaupun harus dengan pengorbanan yang sangat besar. Sebaliknya lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan dan banyak orang yang masuk melaluinya sebab tidak perlu lagi perjuangan.
Saudara-saudara, sorga itu nilainya sangat mahal, bukan murahan, karena itu orang-orang yang bisa masuk ke dalamnya juga adalah orang-orang yang sudah bernilai tinggi. Maksudnya orang-orang yang sungguh-sungguh mengikut Tuhan, yang mau berjuang melakukan firman Tuhan walaupun mungkin sedang berada dalam berbagai-bagai penderitaan. Justru jika kita bisa setia mengikut Tuhan dan bisa menang walau sedang dalam penderitaan yang berat membuat nilai kita menjadi berharga di mata Tuhan. Inilah yang disebut sebagai pemenang.
Inilah bukti kasih Kristus bagi kita: IA telah mati di atas kayu salib, berjuang untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Dalam Efesus 5 : 22 - 23 kasih Kristus itu disejajarkan dengan kasih seorang suami terhadap istrinya, Kristus telah membuktikan kasih-Nya dengan cara menyerahkan diri-Nya dan mati di atas kayu salib untuk dosa-dosa kita.
Demikian juga dalam 1 Yohanes 4 : 10 firman Tuhan menjelaskan kepada kita kasih Allah yang sesungguh nya: IA telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Kalau kita lihat dari ayat ini, tanpa kita minta pun Allah sudah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, tanpa kita minta pun Kristus sudah mati di kayu salib dan memberikan nyawa-Nya bagi kita.
Jadi jika Allah telah menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar, langkah selanjutnya dari pihak kita: “tunduk” kepada Tuhan seperti istri tunduk kepada suami dalam segala hal. Gereja yang menang itu nampak dari sikapnya, ada ketundukan dalam melakukan firman Tuhan dan selalu setia beribadah kepada Tuhan.
Ibrani 5 : 8 - 9 Tuhan Yesus Kristus sebagai teladan yang sempurna telah membuktikan ketaatan-Nya dan ketundukan-Nya sebagai Anak, yaitu taat sampai mati di atas kayu salib. Dan karena ketaatan-Nya itulah maka Kristus menjadi “pokok keselamatan bagi semua orang” yang mau percaya kepada-Nya. POKOK = patokan/teladan. Maka setiap orang yang disebut Kristen harus membuat Kristus sebagai pokok keselamatan baginya.
Saudara-saudara sebenarnya Tuhan itu tahu bahwa kita tidak mungkin bisa melakukan seperti yang telah dilakukan Tuhan kepada kita. Hanya ini yang diminta Tuhan, kita harus punya sikap “tunduk” kepada Tuhan sama seperti istri tunduk kepada suaminya. Bahkan Tuhan itu juga tahu bahwa sebenarnya kalau hanya dari diri kita saja tidak mungkin bisa tunduk kepada Tuhan, untuk itu Tuhan telah mengutus Roh Kudus-Nya sebagai Penolong dan Penghibur. Roh Kudus ini adalah sarana yang diberikan Tuhan untuk menyertai dan untuk memberikan kekuatan supaya kita mampu hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus itulah yang memampukan supaya kita bisa tunduk kepada Allah dan melakukan firman-Nya.
Dalam Wahyu pasal 2 & 3 supaya kita bisa mengalami kemenangan bersama dengan Kristus ada tujuh langkah yang harus kita miliki, yang diwakili oleh kutujuh jemaat. Dimulai dari jemaat di Efesus, jemaat di Smirna, jemaat di Pergamus, jemaat di Tiatira, jemaat di Sardis, jemaat di Filadelfia yang terakhir kepada jemaat di Laodikia. Kepada ketujuh jemaat itu firman Tuhan selalu mengatakan: “Barangsiapa menang”, bagi kita ini sangat mengandung arti yang sangat besar. Maka dalam mengikut Tuhan, langkah pertama itu sangat menentukan dalam perjalanan untuk langkah selanjutnya sampai kelangkah yang ketujuh: menjadi mempelai perempuan Kristus. Langkah yang pertama kepada jemaat di Efesus, firman Tuhan mengatakan: “Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus.” Ini berbicara janji untuk masuk ke dalam sorga bagi orang-orang yang telah menang, yaitu yang telah membasuh jubahnya (=yang telah menyucikan hidupnya) akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan yang ada di dalam sorga.
Syaratnya: jangan meninggalkan kasih yang mula-mula.
Yang disebut kasih mula-mula itu adalah sejak kita mengalami tanda pertobatan atau tanda kelahiran baru. Praktek kasih mula-mula: mau mengikut dan melayani Tuhan walau pun harus menderita. Kita bisa bertobat, bisa mengalami pengampunan dosa & diperdamaikan dengan Allah bahkan sampai mengalami tanda kelahiran baru, sepenuhnya adalah pekerjaan Kristus. Sebaliknya praktek meninggalkan kasih yang mula-mula: kembali kepada hidup yang lama sehingga tidak mau lagi mengikut Tuhan maupun melayani Tuhan. Jika meninggalkan kasih mula-mula, firman Tuhan mengatakan kejatuhannya sangat dalam, jika tidak mau bertobat maka tidak akan berhak memperoleh hak atas pohon kehidupan.
Kalau kita lihat dalam Lukas 23 : 33 - 43 yang ada di sekitar salib Yesus ada banyak orang, seperti orang banyak, prajurid-prajurid, orang yang di sebelah kanan dan yang di sebelah kiri salib Yesus. Tetapi dari semua itu yang berhak masuk ke Firdaus adalah “orang yang di sebelah kanan” sebab ia punya sikap yang baik, yaitu sadar akan kesalahannya dan mau mengaku Yesus sebagai Raja. Mengaku Yesus sebagai “Raja” sama dengan mengaku Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Maka orang yang di sebelah kanan Tuhan Yesus itu menjadi orang yang istimewa dari semua orang yang ada di sekitar salib Yesus. Orang yang di sebelah kanan Tuhan Yesus ini menggambarkan kehidupan yang telah mengalami kemenangan, walaupun mengalami banyak pencobaan dan penderitaan tetapi tetap sabar dan tetap berpengharapan kepada Yesus. Puncaknya mampu mengaku bahwa Yesus adalah Mempelai Pria Sorga. HALELUYA ...!!

Minggu, 04 Oktober 2009

Bulletin Oktober 2009

“TANDA DARAH”


minggu 4 Oktober 2009


Saudara-saudara, dahulu kita tidak mengenal dan tidak dikenal Allah, dahulu kita tidak layak disebut umat Allah dan tidak layak menerima janji-janji Allah. Kita disebut orang kafir, yang tidak layak menerima kerajaan Allah. Firman Tuhan yang mengatakan demikian dalam Efesus 2 : 11 - 12 “Karena itu ingat lah - sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia." Tetapi syukur kepada Allah, oleh karena kasih-Nya dan kemurahan-Nya yang begitu besar, Ia telah berkenan mengangkat kita untuk menjadi umat-Nya yaitu oleh “darah Kristus” yang telah mati di atas kayu salib. Oleh kematian Kristus di kayu salib, kita telah beroleh kesempatan untuk dipersekutukan dengan Allah sebab dosa-dosa kita telah ditebus. Firman Tuhan dalam Efesus 1 : 7 mengatakan: “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaaan kasih karunia-Nya.” Jadi jelas oleh darah Kristus, kita telah beroleh penebusan dan pengampunan dari segala dosa-dosa kita. Kuncinya: terima darah Yesus dan hargai korban Kristus yang telah mati untuk menebus dosa-dosa kita. Oleh darah Kristus, kita akan dibebaskan dari 2 (dua) hal, yaitu:
1). 1 Petrus 1 : 18 - 19 dibebaskan dari “kutuk dosa.”
2). Galatia 3 : 13 ditebus dari “kutuk hukum Taurat.”
Ibrani 5 : 8 -9 firman Tuhan menjelaskan sebelum Yesus menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang, Ia telah menunjukkan sikap yang baik, yaitu “Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritanya.” Ketaatan inilah yang membuat sehingga Kristus itu disebut menjadi “pokok keselamatan” bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Jadi dari ayat ini dapat kita ketahui bahwa Kristus menjadi pokok keselamatan tidak kepada semua orang, tetapi hanya kepada mereka yang taat sama seperti Kristus, artinya yang taat beribadah, taat berkorban, taat melakukan segala kehendak Allah dalam firman-Nya. Saudara-saudara, firman Tuhan dalam Galatia 3 : 11 mengatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan dihadapan Allah karena melakukan hukum Taurat, baik orang Israel apalagi orang kafir. Galatia 3 : 10 justru mengatakan: Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat berada di bawah kutuk. Untuk itulah Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, yaitu lewat kematian-Nya di atas kayu salib (ayat 13). Bagi kita gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini kematian Kristus di kayu salib mengandung arti yang sangat besar bagi kita, bukan hanya untuk mengampuni kita dari dosa dan pelanggaran, tetapi terlebih dari pada itu kematian Kristus di kayu salib adalah juga untuk menebus kita dari cara hidup yang sia-sia yang telah kita warisi dari nenek moyang, termasuk dari adat istiadat/tradisi-tradisi.Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap hati-hati supaya jangan sampai ada orang yang menggagalkan iman kita terhadap Yesus Kristus. Sebab dalam Kolose 2 : 16 - 17 firman Tuhan mengingatkan supaya jangan kita biarkan orang menghukum kita mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat, sebab semua ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. Jadi hukum Taurat itu adalah bayangan dari apa yang akan datang sampai Kristus mati di kayu salib untuk menebus kita dari kutuk hukum Taurat. Roma 7 : 14 sebenarnya hukum Taurat itu sifatnya memang rohani, tetapi kalau tidak dapat melakukan hukum Taurat dengan baik, maka sebaliknya akan terjual di bawah kuasa dosa.
Sifat orang yang melakukan hukum Taurat :
- suka melihat kesalahan orang lain
- suka menyimpan kesalahan orang lain
- suka menghakimi orang lain
Contoh : Lukas 7 : 36 - 40.
Dalam ayat ini diceritakan : Ada seorang Farisi (=yang hidup menurut hukum taurat, demikian juga dalam beribadah maupun melayani juga menurut hukum Taurat) mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya, lalu Yesus datang ke rumah orang Farisi itu lalu duduk makan. Kemudian di kota itu juga ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika Yesus sedang makan di rumah orang Farisi tersebut, orang Farisi itu tidak dapat menunjukkan sikap yang baik, ia tidak sujud di bawah kaki Tuhan Yesus untuk menyembah, ia tidak merendahkan diri di hadapan Tuhan Yesus. Tetapi yang dilakukan justru sebaliknya:
- dalam hati ia menghakimi perempuan berdosa
- ia menganggap diri lebih benar dari orang lain
- ia menganggap Yesus tidak tahu dan tidak mengenal siapa perempuan itu.
Dimata Tuhan, sikap seperti ini adalah salah. Mengapa orang Farisi tersebut mempunyai sikap yang demikian? Jawabannya adalah: karena ia melakukan segala sesuatu hanya menurut hukum Taurat, sehingga ia tidak dapat melakukan dengan tulus ikhlas, ia memang mengundang Yesus tetapi bukan untuk menunjukkan kasihnya kepada Yesus.Setelah perempuan berdosa itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, ia datang dengan sikap yang baik dan benar.
- membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi
- sambil menangis mendekat ke kaki Yesus
- membasahi kaki Yesus dengan air matanya
- menyekanya dengan rambutnya
- mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi
*Orang Farisi itu mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya, tetapi yang mendapat pengampunan dosa adalah perempuan berdosa.
**Orang Farisi itu mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya, tetapi yang berhasil mendapat berkat adalah perempuan berdosa.
Galatia 1 : 12 Paulus dahulu sebelum diangkat menjadi rasul, dalam agama Yahudi pekerjaannya adalah: tanpa batas menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya, sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyang. Tetapi setelah Paulus dipanggil dan dipilih menjadi rasul, dan setelah Allah menyatakan diri-Nya kepada Paulus, yang dikerjakan adalah: *memberitakan Kristus di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, **tidak meminta pertimbangan kepada manusia. Inilah bukti betapa besar kuasa korban/darah Kristus yang sanggup mengubah hidup manusia dan menjadikannya menjadi berguna bagi pekerjaan Allah. Efesus 2 : 14 firman Tuhan mengatakan Kristus telah merobohkan tembok pemisah, yaitu perseteruan. Tujuannya: untuk mempersatukan semua orang, baik orang Israel maupun orang kafir dengan Allah di sorga. Efesus 2 : 15 kematian Kristus di kayu salib telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Sekalipun pada awalnya keadaan orang kafir itu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel, tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa Allah dan tanpa pengharapan (ayat 11 - 12), tetapi oleh “darah Kristus” kita yang dahulu “jauh” sekarang sudah menjadi “dekat” (ayat 17). Bahkan oleh kuasa darah Kristus, sekarang kita telah beroleh jalan masuk kepada Bapa sehingga kita bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sudah menjadi anggota-anggota keluarga Allah, jemaat Allah. HALELUYA...!!



"TANDA DARAH"


Minggu - 11 Oktober 2009

Saudara-saudara, perjuangan kita pada akhir zaman ini bukan hanya dalam hal kebutuhan jasmani saja, seperti dalam hal makanan dan minuman, tetapi kita sedang berjuang supaya berhasil menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan yang benar-benar bebas dari kuasa iblis. Sama seperti bangsa Israel ketika mereka masih di Mesir, karena Firaun memaksa mereka bekerja keras, mereka berjuang dengan cara berseru kepada Tuhan supaya bebas dari tangan Firaun. Dan memang Tuhan mendengarkan mereka dan melepaskan mereka dari tangan Firaun dan membawa mereka ke tanah Kanaan. Tetapi perjuangan mereka tidak cukup sampai di situ saja, selama dalam perjalanan di padang gurun mereka juga harus berjuang untuk mengalahkan segala keinginan dan segala sungut-sungut mereka baik kepada Musa maupun kepada Allah.
Kalau kita lihat generasi yang dipimpin oleh Musa, yang berumur dua puluh tahun ke atas, hampir semua ditewaskan di padang gurun, hanya Kaleb dan Yosua saja yang sampai ke tanah Kanaan. Dalam Bilangan 32 : 11 - 12 firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang Israel yang telah berjalan dari Mesir menuju tanah Kanaan, tidak akan melihat tanah Kanaan. Penyebabnya: Akibatnya Firman Tuhan menyebut mereka sebagai karena mereka tidak mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Mereka disebut sebagai “angkatan yang berbuat jahat” (ayat 13).
Apa kejahatan mereka?
Dalam 1 Korintus 10 : 1 - 10 firman Tuhan menjelaskan kepada kita ada beberapa hal kejahatan bangsa Israel yang membuat sehingga banyak di antara mereka yang ditewaskan di tengah jalan, yaitu:
- menyembah berhala
- melakukan percabulan
- mencobai Tuhan dan
- bersungut-sungut.
Khusus ayat 6 & 11 firman Tuhan mengingatkan semua itu telah terjadi menimpa bangsa Israel, tujuannya adalah: “Untuk memperingatkan” supaya kita jangan sampai menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat dan supaya kita jangan meniru sikap dan perbuatan yang telah mereka lakukan.
Inilah generasi lama yang dipimpin oleh Musa, generasi yang tidak mengalami tanda pembaharuan, mereka memang sudah keluar dari Mesir dan sedang berada dalam perjalanan menuju tanah Kanaan, tetapi sayang mereka tidak masuk ke tanah Kanaan sebab di tengah jalan mereka dibinasakan oleh Allah. Hanya Kaleb dan Yosua saja yang sampai ke tanah Kanaan, selebihnya adalah mereka yang lahir di tengah jalan. Inilah yang disebut generasi yang telah mengalami tanda pembaharuan, generasi yang berada dalam pimpinan Yosua.
Sebagai jemaat Tuhan yang sudah ditebus dengan darah yang mahal, yaitu dengan darah Kristus, setelah kita diselamatkan atau dilepaskan dari kutuk dosa sikap selanjutnya yang harus kita miliki adalah: “mengikut Tuhan dengan sepenuh hati” artinya setia beribadah dan melakukan segala perintah Allah. Untuk itu kita juga harus mengalami tanda pembaharuan, harus ada kerelaan meninggalkan/membuang segala cara-cara hidup yang lama, termasuk dari cara hidup yang sia-sia yang telah kita warisi dari nenek moyang termasuk dari tradisi-tradisi atau adat istiadat dari nenek moyang. Sebab jika masih terikat dengan tradisi-tradisi atau adat istiadat dari nenek moyang, itu berarti ia sedang ditawan dan percuma saja ia beribadah kepada Tuhan (Kosose 2 : 8; Matius 15 : 1 - 20). Tuhan Yesus menyebut setiap orang yang masih terikat dengan adat istiadat sebagai "orang munafik" (ayat 7), dan adat istiadat ini bukan Tuhan yang menanamkannya melainkan nenek moyang. Kedatangan Tuhan Yesus Kristus sudah dekat, supaya kita berhasil menyambut Dia sebagai Mempelai Pria Sorga, tidak ada jalan lain selain mengikut Kristus dengan sepenuh hati serta melakukan perintah-Nya dengan taat dan setia.
Saudara-saudara, perjalanan kita sekarang harus sama seperti perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, sudah dekat ke tanah Kanaan, tinggal menyeberangi sungai Yordan saja kemudian berperang untuk menghalau bangsa-bangsa yang tinggal di tanah Kanaan tersebut. Maka supaya kita berhasil masuk ke dalam sorga sikap yang harus kita miliki juga harus sama seperti sikap generasi bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, yaitu “memiliki semangat yang berkobar-kobar.” Inilah yang dimaksud mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Itu sebabnya kalau kita lihat generasi dalam pimpinan Yosua, merekalah yang berhasil masuk ke tanah Kanaan sebab mereka semua sudah memiliki tanda pembaharuan dan sudah mempunyai semangat yang berkobar-kobar.
Pada zaman akhir ini banyak gereja yang lebih menonjolkan pemberitaan tantang berkat-berkat jasmani kepada jemaat-jemaat sehingga tanpa sadar mereka telah menutup-nutupi berita tentang keselamatan yang diperoleh dengan tanda pembaharuan. Maka tidak heran kalau berita tentang kekudusan dan kesempurnaan ini tidak begitu dibuka secara gamblang, sebaliknya mereka memberitakan dongeng-dongeng untuk menyenangkan telinga. Sebagai jemaat Tuhan, kita jangan mau terlena dengan pemberitaan yang tidak sesuai dengan firman kebenaran, sebab bisa mengakibatkan iman tidak bertumbuh dengan baik dan gagal masuk ke dalam sorga.
Lihat bencana-bencana yang telah terjadi di mana-mana, kita jangan tutup mata sebab ini merupakan peringatan dari Tuhan supaya kita lebih sungguh-sungguh mengikut Tuhan baik dalam beribadah maupun dalam melakukan firman Tuhan. Dan bencana ini akan semakin dahsyat terjadi untuk menghukum dunia maupun orang-orang yang tidak bertobat.

Yesaya 40 : 27 ada dua (2) sikap yang perlu kita buang yaitu:
- jangan merasa tersembunyi dari Tuhan
- jangan merasa tidak diperhatikan Tuhan
Kita harus tetap ingat, Tuhan itu adalah Allah yang kekal yang telah menciptakan bumi dari ujung ke ujung dan tidak terduga pengertian-Nya. Jika kita mau sungguh-sungguh mengikut Tuhan dan melakukan segala perintah-Nya dengan taat dan setia, maka Tuhan akan :
- memberi kekuatan kepada yang lemah
- menambah semangat kepada yang tidak berdaya.
Setiap orang yang mau mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh, ia seumpama “rajawali” yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, sehingga sekalipun berlari tetapi tidak menjadi lesu dan berjalan tetapi tidak menjadi lelah (Yesaya 40 : 31).

Keistimewaan rajawali:

1. Membuat sarangnya di tempat yang tinggi, di puncak bukit batu yang sulit didatangi (Ayub 39 : 30 - 33). Dan dari puncak bukit itulah rajawali itu mengintai mencari mangsa baik untuk dirinya sendiri maupun untuk anak-anaknya. Makanannya pun istimewa, yaitu "tubuh" dan "darah." Tubuh dan darah ini menunjuk kepada tubuh dan darah Kristus yang kita terima setiap kali dalam perjamuan Kudus. Lewat tubuh dan darah Kristus inilah kita semakin dikuatkan, diteguhkan supaya tidak menjadi lesu dan tidak menjadi lelah seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya.

2. Hidupnya sudah terlatih, Ulangan 32 : 11 induk rajawali menggoyangbalikkan isi sarangnya dan melayang-layang di atas anak-anaknya, tujuannya adalah untuk melatih anak-anaknya supaya bisa terbang dengan baik. Ini juga menunjuk penampilan Tuhan kepada umat-Nya, Ia melatih kita dengan berbagai-bagai pencobaan supaya kita kuat dan Ia juga mendukung kita di atas sayap rajawali. Jadi rajawali itu adalah menunjuk kepada pribadi Allah sendiri yang mau melatih kita dan mendukung kita dengan kekuatan firman dan Roh Kudus-Nya.

Sesuai dengan firman Tuhan dalam Efesus 5 : 25, untuk membuktikan kasih Allah kepada manusia, Yesus Kristus telah menyerahkan diri-Nya dan mati di atas kayu salib. Oleh darah Kristus, kita telah ditebus dari kutuk dosa dan dibebaskan untuk memperoleh keselamatan. Karena itu semua orang sangat membutuhkan darah Kristus, baik orang benar, orang baik, besar atau kecil, kaya atau miskin, semua membutuhkan korban Kristus. Sebab tanpa korban Kristus tidak mungkin terjadi pengampunan dan keselamatan itu akan jauh dari hidup kita. Karena itu sebagai umat yang percaya kepada Tuhan supaya keselamatan itu menjadi milik kita, kita harus mempunyai sikap yang benar, yaitu: ada kerelaan meninggalkan/menanggalkan cara hidup yang lama dan harus mau mengalami tanda pembaharuan.
Wahyu 12 : 14 puncak rencana Tuhan bagi gereja-Nya adalah untuk menjadikannya menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang dikuduskan dan disempurnakan. Maka gereja Tuhan yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, kepadanya diberikan kedua sayap burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, tempat yang telah disediakan oleh Tuhan untuk memelihara mempelai perempuan itu baik dari tangan iblis maupun dari tangan antikris. Jaminan pemeliharaan itu ditujukan hanya kepada mempelai perempuan Kristus. HALELUYA....!!!




“PEMIMPIN YANG DIPILIH TUHAN”

Minggu - 18 Oktober 2009


Saudara-saudara, pada Buletin minggu yang lalu, kita sudah melihat bagaimana nasib generasi bangsa Israel yang dipimpin oleh Musa bahwa semua ditewaskan selama dalam perjalanan di padang gurun. Penyebabnya: karena mengikut Tuhan tidak dengan sepenuh hati/tidak sungguh-sungguh. Kecuali Kaleb dan Yosua, karena mereka mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, merekalah yang dibawa masuk ke tanah Kanaan. Kalau tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, jangankan untuk masuk ke dalam sorga, melihat sajapun tidak diijinkan Tuhan. Sebab kekristenan itu bukan hanya sekedar agama saja, tetapi harus tahu apa tujuan dan kemana sasaran kepengikutan kepada Tuhan. Generasi bangsa Israel dalam pimpinan Yosua supaya bisa masuk ke tanah Kanaan, mereka harus menyeberangi sungai Yordan yang menjadi batas akhir untuk memasuki tanah Kanaan. Untuk menye-berangi sungai Yordan ini tidak gampang, sebab arus nya sangat deras apalagi pada musim menuai. Sebab khusus pada musim menuai air sungai Yordan ini meluap sampai ke tepi, jadi kalau tanpa pertolongan Tuhan arus sungai Yordan ini bisa menghanyutkan orang sampai ke laut mati.
Saudara-saudara, perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua ini merupakan gambaran perjalanan gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini. Sebelum Tuhan membawa gereja-Nya masuk ke dalam sorga, kita juga punya satu musuh yang bisa menghanyutkan, yaitu arus duniawi. Sekarang kita juga sedang diperhadapkan dengan derasnya arus duniawi sama seperti sungai Yordan bisa menghanyutkan banyak orang. Arus duniawi ini bukan hanya menghanyutkan kalangan jemaat-jemaat, tetapi hamba-hamba Tuhan pun banyak yang terseret oleh derasnya arus dunia ini, yang menjebak untuk berbuat dosa. Dan tidak perlu heran kalau pada zaman akhir ini sepertinya dosa itu sudah sangat-sangat sulit dibendung sebab sudah mempengaruhi cara hidup manusia. Dosa itu masuk bukan hanya di kalangan tertentu tetapi sudah kepada semua golongan, baik jemaat mau pun hamba Tuhan, baik orang kaya maupun orang miskin, baik orang besar maupun kecil, dosa yang ditimbulkan oleh arus duniawi ini sudah masuk ke mana-mana.
Maka untuk menangkal supaya dosa yang ditimbulkan arus duniawi ini jangan menguasai semua orang, Tuhan punya cara yang indah, yaitu firman Tuhan harus dikumandangkan, pertama-tama kepada para nabi/para hamba-hamba Tuhan untuk disampaikan kepada jemaat-jemaat. Sejak dalam kitab Perjanjian Lama, untuk berbicara dengan bangsa Israel, Tuhan selalu memakai para pemimpin baik pada zaman Musa, pada zaman nabi Yeremia, pada zaman nabi Yesaya sampai kepada zaman sekarang ini. Tujuannya: untuk memberitakan firman Tuhan kepada umat Allah. Maka sekalipun arus sungai Yordan itu sangat deras tetapi harus tetap dilewati, bangsa Israel tidak boleh berhenti sampai di situ saja apalagi mundur. Yosua 3 : 14 - 17 supaya bangsa Israel bisa melewati sungai Yordan, Tuhan Allah berfirman kepada Yosua supaya imam-imam pengangkat tabut perjanjian berjalan di depan. Dan ketika para imam pengangkat tabut perjanjian itu mencelupkan kakinya ke dalam air sungai Yordan, maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan sehingga bangsa Israel dapat menyeberangi sungai Yordan di tanah yang kering.
“Imam pengangkat tabut perjanjian” = menunjuk hamba-hamba Tuhan yang menjunjung tinggi firman pengajaran, sedangkan “kaki” itu berbicara pendirian. Maka imam pengangkat tabut perjanjian yang mencelupkan kakinya ke dalam air = adalah berbicara tentang pendirian seorang pemimpin terhadap firman pengajaran. Maka sebagai seorang pemimpin, baik sebagai pemimpin jemaat maupun pemimpin dalam keluarga, harus mempunyai pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran. Supaya sekalipun arus duniawi ini sangat deras dan dosa semakin memuncak, tetapi kita harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti apalagi mundur. Sebab seberapapun derasnya arus dunia ini, kita pasti dapat kalahkan dengan kuasa firman pengajaran. Syaratnya: miliki pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan. Sekalipun arus dunia ini begitu deras, kalau kita sudah punya pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan, kita bagaikan berjalan di tanah yang kering, tidak akan hanyut dengan arus dunia ini. Maka sebagai seorang hamba Tuhan maupun sebagai jemaat harus punya pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan.
Cara Tuhan memimpin/menyelamatkan jemaat dari derasnya arus dunia = Tuhan memilih hamba-hamba Tuhan yang sudah punya pendirian, yang sudah punya komitmen terhadap firman pengajaran. Inilah model hamba Tuhan yang dapat menyeberangkan jemaat dari derasnya arus duniawi. Maka jelas hamba Tuhan yang sudah punya pendirian terhadap firman pengajaran sangat berbeda dengan hamba Tuhan yang masih terikat dengan arus duniawi, seperti adat istiadat. Sebab salah satu arus duniawi yang banyak menghanyutkan baik hamba-hamba Tuhan maupun jemaat adalah ajaran turun temurun nenek moyang. Itulah adat istiadat/tradisi-tradisi yang masuk ke dalam gereja dan merusak iman atau pendirian seseorang terhadap firman Tuhan. Kalau Saudara benar-benar rindu masuk ke dalam kerajaan sorga, Saudara harus sudah terlepas dari adat istiadat tersebut.
Saudara-saudara, dalam Yesaya 40 : 31 firman Tuhan menunjukkan bagaimana cara Tuhan menye-lamatkan umat-Nya:
- bagaikan rajawali yang naik terbang.
Tuhan Allah mengangkat rajawali menjadi contoh sebab rajawali itu memang bisa terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya, menaruh sarangnya di tempat yang tinggi yang sulit dijangkau dan makanannya pun istimewa, yaitu tubuh dan darah. Tubuh dan darah ini menunjuk kepada tubuh dan darah Kristus yang kita terima setiap kali dalam perjamuan kudus. Jadi perjamuan kudus merupakan sarana yang diberikan Tuhan supaya kita mampu terbang seperti rajawali.
- berlari tetapi tidak menjadi lesu, berjalan tetapi tidak menjadi lelah
Artinya tetap ada semangat, ada gairah yang berkobar-kobar supaya bisa melarikan diri dari murka Allah yang akan datang. Mazmur 55 : 5 - 9 pemazmur menjelaskan hatinya gelisah sebab kengerian maut telah menimpa. Supaya luput: harus terbang dan berlari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Wahyu 12 : 6 padang gurun itu adalah tempat yang disediakan Tuhan untuk memelihara gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai. Kesanalah kita akan dilarikan, tentunya dengan kekuatan sayap burung rajawali, yaitu firman dan Roh Kudus. Maka supaya bisa lari dan terbang, milikilah semangat yang berkobar-kobar oleh dorongan firman pengajaran dan milikilah semangat mempelai sebab gairah mempelai inilah yang paling besar dari gairah yang lain.
Lukas 3 : 7 orang-orang Yahudi adalah orang yang sangat bertekun dalam hal agama, tetapi tidak bertekun dalam melakukan firman Tuhan, mereka menganggap bisa melepaskan diri dari murka yang akan datang. Maka Yohanes pembabtis menyebut mereka sebagai “keturunan ular beludak” dan sebagai "orang munafik." Dari kitab Lukas psl 3 ini dapat kita ambil pelajaran, supaya kita dapat melarikan diri dari murka Allah yang akan datang, maka kita harus:
- menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan (ayat 8).
- tidak hanya memikirkan untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain/menjadi berkat (ayat 10 - 11).
- jangan mempersulit orang lain, tetapi kita harus belajar jujur, sopan dan teratur.



“PEMIMPIN YANG DIPILIH TUHAN”

Minggu - 25 Oktober 2009

Arti menang = taat dan setia sampai kepada akhirnya. Supaya bisa menang, merupakan suatu perjuangan, sebab yang disebut taat dan setia tidak cukup hanya satu tahun saja, sepuluh tahun, dua puluh tahun, dst, tetapi harus sampai kepada akhirnya. Maka dalam mengikut Tuhan: Tidak ada kata berhenti atau mundur, tetapi bergerak maju sampai kepada akhirnya, menang! Pada hari-hari yang lalu, kita sudah melihat salah satu kelebihan “rajawali”: makanannya daging dan penghisap darah, itu sebabnya rajawali ini bisa naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Bagi kita sekarang, ini mengandung arti yang sangat besar, rajawali itu menunjuk kepada pribadi Allah dan kita adalah anak-anak-Nya. Maka sebagai anak-anak Tuhan atau sebagai jemaat Tuhan, supaya kita bisa naik terbang seperti burung rajawali makanan kita juga harus sama, yaitu daging/tubuh dan darah. Daging dan darah ini menunjuk kepada tubuh dan darah Yesus yang dapat kita terima setiap kali dalam Perjamuan Kudus. Maka bagi kita Perjamuan Kudus itu sangat besar fungsinya, kita dipersekutukan dengan Kristus oleh tubuh dan darah-Nya. Tetapi untuk melakukan Perjamuan Kudus ini tidak sembarangan dan tidak kepada semua orang.

- Perjamuan Kudus tidak boleh dibawa pulang untuk diberikan kepada keluarga atau saudara-saudara yang sedang berara di rumah, terlebih tidak boleh dijadikan sebagai jimat.
- Perjamuan Kudus tidak boleh diberikan kepada anak-anak, sebab pada dasarnya anak-anak itu belum tahu apa arti korban Kristus.
-Untuk melaksanakan Perjamuan Kudus tidak boleh main lempar untuk diperebutkan, tetapi harus dengan penuh hormat.

Dalam 1 Korintus 11 : 23 - 32 firman Tuhan menjelaskan bagaimana proses dalam melaksanakan Perjamuan Kudus, makan tubuh Kristus dan minum darah Kristus menjadi peringatan akan Kristus. Artinya kita mengingat akan korban Kristus yang telah mati di atas kayu salib untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Itu sebabnya setiap kali kita makan tubuh dan minum darah Kristus, kita memberitakan kematian Kristus sampai Ia datang. Maka barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum darah Kristus, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Maka jelas Perjamuan Kudus itu dilakukan tidak sembarangan dan tidak kepada semua orang. Syaratnya: harus bisa menguji diri sendiri.
Saudara-saudara, dalam mengikut Tuhan harus tahu ke mana tujuannya supaya bisa dengan sungguh-sungguh, sebab kalau tanpa tujuan yang jelas, pasti tidak serius, mudah lemah. Tujuan kita adalah supaya masuk ke dalam sorga. Pada hari-hari yang lalu, sudah beberapa kali kita melihat tentang perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, tidak ada yang pasif, tidak ada yang bersungut-sungut, tetapi dengan semangat semua bergerak maju sebab tanah Kanaan sudah dekat. Yosua 3 : 3 Yosua memberi perintah kepada seluruh bangsa Israel supaya semua berangkat dari tempat masing-masing dan mengikuti imam-imam pengangakat Tabut Perjanjian, tidak boleh tinggal. Tetapi syaratnya supaya bisa mengikuti imam-imam pengangkat Tabut Perjanjian: harus menguduskan diri.
Ada dua (2) hal penting tugas yang diberikan Allah kepada Yosua:
1. Untuk membawa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan.
2. Berperang untuk mengalahkan bangsa-bangsa yang diam di tanah Kanaan.
Untuk menyeberangi sungai Yordan, Allah memberi perintah supaya Yosua memerintahkan imam pengangkat Tabut Perjanjian berjalan di depan. Bagi umat Tuhan, arus sungai Yordan ini tidak begitu jadi masalah sebab Tuhan sanggup membuat sungai Yordan menjadi kering sehingga mereka dapat berjalan di tanah yang kering. Dan memang benar, setelah imam-imam pengangkat Tabut Perjanjian berjalan di depan dan mencelupkan kakinya ke dalam sungai Yordan, maka berhentilah air itu mengalir.
Arus sungai Yordan = arus duniawi/kenajisan.
= pengajaran palsu.
Kedua hal ini harus kita perhatikan dengan baik-baik supaya jangan sampai hanyut, baik oleh arus duniawi maupun oleh pengajaran-pengajaran palsu. Dalam Ibrani 2 : 1 firman Tuhan mengingatkan supaya jangan hanyut dibawa arus harus lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar. Maka sebagai hamba Tuhan harus punya pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan, harus menjunjung tinggi firman pengajaran supaya ada modal untuk disampaikan kepada jemaat. Demikian juga sebagai jemaat Tuhan, harus punya pendirian yang teguh akan firman Tuhan supaya jangan hanyut oleh arus duniawi dan oleh pengajaran palsu.
Matius 24 : 4 ketika Tuhan Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya tentang akhir zaman, salah satu yang paling ditekankan adalah tentang adanya pengajaran palsu yang menyesatkan dengan memakai nama Yesus. Ayat 5 = praktek pengajaran palsu itu memakai nama Yesus bahkan mereka juga mengaku sebagai Mesias. Mengapa mereka memakai nama Yesus? tujuannya untuk menyesatkan supaya banyak orang salah arah dalam mengikut Tuhan. Praktek penyesatan ini juga bisa masuk lewat “dukun/paranormal” yang bisa menyembuhkan dan yang selalu menekankan supaya berdoa lebih dahulu.
Dukun/paranormal, walaupun nampaknya baik, bisa menyembuhkan orang, nampaknya bisa memberi jalan keluar, tetapi tetap saja prakteknya bertentangan dengan firman Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sudah seharusnya kita berpegang teguh terhadap firman pengajaran supaya jangan mencoba mencari pertolongan kepada dukun.
Maka sebelum bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan, ada dua (2) hal yang harus mereka persiapkan, yaitu:
1. Yosua 1 : 10 - 11 para pengatur pasukan supaya mempersiapkan “bekal” sebagai persiapan dalam memasuki tanah Kanaan sebab dalam tiga hari mereka akan menyeberangi sungai Yordan. BEKAL = menunjuk firman Tuhan, TIGA HARI = mengalami proses kematian dan kebangkitan. Orang Kristen yang rindu masuk sorga harus punya bekal, yaitu firman Tuhan, tidak ada jalannya bisa masuk ke dalam sorga kalau di dalam seseorang itu tidak ada firman Tuhan. Maka sebagai hamba-hamba Tuhan supaya berhasil membawa jemaatnya masuk ke dalam sorga, ia juga harus punya modal, yaitu firman Tuhan. Firman Tuhan inilah yang akan membawa supaya kita mampu mengalami proses kematian dan kebangkitan, sama seperti Yesus telah mati dan bangkit mengalahkan maut demikian juga kita akan bangkit untuk memperoleh kemenangan.
2. Yosua 1 : 12 - 18 harus mempersiapkan senjata, dengan kata lain mempersenjatai diri supaya punya kekuatan mengalahkan musuh. Walaupun orang Ruben, orang Gad dan suku Manasye yang setengah itu sudah memperoleh warisan dan banyak ternak, tetapi mereka juga harus tetap menyeberangi sungai Yordan di depan saudara-saudara mereka dengan “bersenjata” untuk menolong suku yang lainnya. Ini berbicara tidak ada lagi ikatan dengan perkara-perkara yang duniawi, baik dengan harta maupun dengan ikatan batin. Ternak = harta, anak-anak = ikatan batin.
Maka sebagai jemaat Tuhan, walaupun sudah diberkati, sudah diberi keamanan, diberi kesembuhan dan kesehatan, sudah diberi keturunan, dll, tetapi kita juga harus tetap mempersenjatai diri dengan firman Tuhan. Efesus 6 : 10 - 20 supaya kita bisa kuat di dalam Tuhan dan supaya kita bisa mengadakan perlawanan pada hari-hari yang jahat ini, kita harus mengambil seluruh “perlengkapan senjata Allah” dan semua ini kita temukan hanya di dalam firman pengajaran-Nya.

Senin, 07 September 2009

Buletin September 2009


“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu, 06 September 2009


Puji Tuhan! Kita patut bersyukur kepada Tuhan kita, Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorga yang masih memberikan waktu dan kesempatan bagi kita untuk menikmati firman pengajaran-Nya. Betapa besar rahasia firman Tuhan yang telah dibukakan kepada kita, khususnya dalam tema: “Kristus telah mengasihi jemaat”. Sebagai Suami, atau sebagai Mempelai Pria sorga, Ia telah membuktikan kasih-Nya kepada jemaat dengan cara menyerahkan nyawa-Nya sendiri sebagai korban untuk menebus kita dari dosa dan maut. Ia rindu menjadikan kita menjadi istri-Nya, yg layak dan berkenan dihadapan diri-Nya. Dan tidak cukup sampai disitu saja, Ia juga telah memberikan dan membukakan firman-Nya sebagai sarana untuk membentuk dan mempersiapkan kita sampai benar-benar segambar dengan Kristus. Karena Ia adalah kudus, maka kita juga harus kudus.
Saudara-saudara, disebut “LAKI-LAKI” = karena diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1 : 27). Disebut “PEREMPUAN” = karena diambil dari laki-laki (Kejadian 2 : 23). Karena itu khusus dalam pernikahan, ada empat (4) hal penting yang penting kita ketahui supaya nikah/ keluarga kita dapat berjalan dengan baik, yaitu:
1. Pernikahan itu adalah “Perjanjian Ilahi” atau “perjanjian kudus”.
Maleakhi 2 : 14 - 15 firman Tuhan membuat suatu ketegasan bahwa pernikahan itu disaksikan sendiri oleh Allah. Disebut perjanjian ilahi = karena Tuhan Allah sendiri turut serta menjadi saksi utama. Maka dalam pernikahan yang benar tidak boleh ada kebohongan atau kepalsuan, sebagai suami harus jujur kepada istri, demikian juga sebagai istri harus jujur kepada suaminya, kedua-duanya tidak boleh menyimpan sesuatu.
= karena nikah itu akan dibawa kepada nikah yang kudus, bahkan puncaknya akan menyatu dengan Kristus sebagai Kepala segala sesuatu. Khusus dalam nikah/keluarga, Tuhan punya rencana yang begitu indah dan mulia, mau menyatukan nikah itu dengan Kristus sebagai Kepala, Dialah yang turut bekerja untuk menda-tangkan kebaikan kepada kita.
Kejadian psl 6 = inilah model nikah atau keluarga yang sudah rusak, tidak lagi berada dalam kebenaran firman Tuhan. Dalam pasal ini dapat kita lihat yang rusak bukan hanya pribadi-pribadi, tetapi juga sudah mencakup nikah/keluarga. Dikatakan tidak menyesuaikan diri = karena mengambil siapa saja yang disukai, termasuk mereka yang sudah disebut anak-anak Allah pun juga mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Akibatnya: lahirlah orang-orang raksasa, orang-orang yang gagah perkasa, orang-orang kenamaan. Kalau badannya besar, maka nafsunya juga pasti besar. Karena itu, setiap nikah/keluarga yang tidak mau menyesuaikan diri dengan firman Tuhan, akan melahirkan keturunan yang jahat, tetapi jika nikah itu sudah menyesuaikan diri dengan firman Tuhan, akan menghasilkan keturunan Ilahi. HALELUYA!
2. Pernikahan itu harus menghayati kesatuan dan kebersamaan.
Menghayati = mengutamakan atau menjunjung tinggi. Kalau nikah itu sudah mengutamakan atau menjunjung tinggi kebersamaan, barulah nikah itu bisa dikatakan menjadi satu daging yang tidak terpisah kan lagi oleh apapun. Matius 19 : 5 - 6, firman Tuhan berkata: “Sebab itu laki-laki akan mening-galkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.” Kalau sudah menjadi “satu daging” suami istri itu bukan lagi dua, melainkan satu. Namun sebelum hal ini terwujud, nikah itu harus disatukan lebih dahulu di dalam satu roh, artinya satu di dalam Tuhan, satu penggembalaan, satu tujuan. Kalau sudah satu Roh, apabila laki-laki dan perempuan menjadi satu daging, maka di dalam nikah itu tidak akan terjadi lagi konflik atau percekcokan, apalagi yang namanya perceraian. Efesus 4 : 3 - 6 firman Tuhan menjelaskan tentang kesatuan di dalam Tuhan, dimulai dari satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu babtisan dan satu Allah. Contoh: ADAM, setelah dibentuk dari tanah, kemudian Allah menghembuskan roh supaya hidup. Andaikata Allah tidak menghembuskan Roh-Nya, maka Adam itu tidak akan pernah menjadi manusia yang hidup, akan tetap sebagai patung yang tidak bernafas. Efesus 2 : 1 - 2 = dahulu kita memang sudah mati karena dosa dan pelanggaran. Maka supaya bisa hidup, harus mau mengalami proses kelahiran baru, diciptakan menjadi manusia baru, supaya menjadi manusia yang hidup.
Satu Roh = prakteknya : hidup dalam ibadah.
Satu Jiwa : prakteknya ada kejujuran dan komunikasi yang baik.
Satu tubuh : ada kemesraan, ada sex yang benar.
Kemesraan dan sex yang tidak diawali dengan kesatuan Roh dan satu jiwa, maka rumah tangga itu akan hancur oleh hawa nafsunya sendiri. Tetapi kalau sudah diawali dengan kesatuan Roh, barulah nikah itu bisa satu arah, satu tujuan, sehingga suami istri aman dan tenteram, tidak ada konflik.
3. Pernikahan itu adalah masing-masing mengemban tanggung jawab, suami ada
tanggung jawabnya, istri jug ada tanggung jawabnya.
Efesus 5 : 22 - 31 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bagaimana tanggung jawab suami terhadap istrinya dan tanggung jawab istri terhadap suaminya.
Tanggung jawab suami =
- mengasihi istrinya sama seperti tubuhnya sendiri dengan cara menyerahkan dirinya sendiri, untuk bertanggung jawab kepada istrinya.
- mengasuh dan merawat istrinya seperti Kristus terhadap jemaat.
Cara suami membuktikan tanggung jawabnya: meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya.
Tanggung jawab istri =
- tunduk kepada suami dalam segala sesuatu, ketundukannya sama seperti kepada Tuhan dan menganggap suami itu adalah kepala keluarga. Bukti istri tunduk kepada suaminya, ia menghormati suami nya dan selalu mendukung supaya suaminya bisa maju, dalam pekerjaan, maupun dalam pelayanan.

4. Pernikahan itu adalah tempat mewarisi berkat Allah
1 Petrus 3 : 7 suami harus hidup bijaksana dengan istrinya dan menghormati istri sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan. Inilah yang dimaksud bahwa pernikahan itu adalah tempat Allah mencurahkan berkat-Nya. Amsal 10 : 22 firman Tuhan berkata: “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” Artinya kalau rumah tangga itu sudah sesuai dengan kehendak Tuhan, maka Tuhan sendiri turut campur tangan untuk memberkati dan tidak membiarkan nikah itu masuk ke dalam kesusahan. Maka kalau ada nikah/keluarga yang mengalami kesusahan, harus mau memperhatikan firman Tuhan, masing-masing harus mengoreksi diri sendiri supaya Tuhan memberikan perhatian-Nya. Mazmur 37 : 23 - 25, Tuhan sendiri yang menetapkan langkah-langkah orang yang berkenan kepada-Nya. Dan khusus dalam ayat 25 :
- orang benar tidak pernah ditinggalkan Tuhan.
- anak cucunya tidak akan meminta-minta.
Kunci dari semua itu, kita harus hidup sesuai dengan firman Tuhan, harus tetap setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, dan senantiasa hidup di dalam doa dan penyembahan. Kristus telah membukti kan kasih-Nya kepada kita, maka kitapun harus bisa membuktikan bahwa kita mengasihi Allah dengan cara melakukan segala perintah-Nya. HALELUYA....!!!!


“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu - 13 September 2009


Puji Tuhan .....!!!
Berulang-ulang telah kita lihat bagaimana kasih Allah yang begitu besar mengangkat bangsa Israel menjadi umat Allah. Tuhan Allah mengangkat Hosea untuk menggam-barkan kasih Allah, yang mengangkat derajat bangsa Israel dimata Tuhan. Keluarga Hosea ini juga menjadi gambaran betapa besarnya kasih Allah yang mengangkat derajat kita supaya layak disebut menjadi umat kepunyaan Allah sendiri. Betapa kuatnya kasih Allah mengangkat kita, lewat kematian Kristus di kayu salib sebagai korban untuk memperdamaikan kita dengan Allah, dan untuk mengangkat kita dari dosa dan maut, tidak ada kasih sebesar ini selain kasih Kristus.
Saudara-saudara, sebelum bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, Allah memaksa Firaun dengan sepuluh tulah supaya mau membiarkan bangsa Israel pergi ke tanah Kanaan. Kesepuluh tulah itu diturunkan Allah untuk menghukum Mesir, tidak ada satu tulahpun yang menimpa bangsa Israel. Jadi bangsa Israel telah melihat perbuatan tangan Tuhan yang begitu besar untuk memberikan kelepasan kepada mereka. Tetapi sayang, kalau kita lihat dalam perjalanan bangsa Israel di padang gurun, mereka tidak menun-jukkan sikap dan perbuatan yang baik, sebaliknya mereka justru terjebak kepada penyembahan berhala yang sangat ditentang Tuhan. Tidak cukup sampai disitu saja, setelah mereka sampai ke tanah Kanaan, mereka tidak sungguh-sungguh beribadah, melainkan memberontak dan membelakangi Allah.
Akibatnya mereka diijinkan Allah dibuang ke Babel dan diperbudak di sana selama tujuh puluh tahun. Dan berlanjut terus sampai kepada zaman nabi Maleakhi, nabi terakhir dalam kitab Perjanjian Lama, bangsa Israel masih tetap saja mengeraskan hati dan tidak mau datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kurang lebih selama empat ratus tahun Allah tidak berfirman kepada bangsa Israel sampai kepada kelahiran Tuhan Yesus, yaitu firman yang menjadi manusia (=daging). Walaupun firman itu telah menjadi manusia di dalam diri Yesus, bangsa Israel tetap saja tidak mau datang kepada Yesus, mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, justru mereka menganggap Yesus itu adalah seorang penyesat dan kerasukan setan. Puncak penolakan bangsa Israel terhadap Yesus, mereka menyalibkan Tuhan Yesus di atas bukit Golgota dan mensejajarkan Yesus dengan penjahat.
Syukur kepada Allah, penolakan bangsa Israel terhadap Yesus menjadi berkat yang besar bagi kita, gereja Tuhan dari bangsa kafir. Sebab lewat kematian Yesus di kayu salib, maka terbukalah jalan keselamatan bagi kita, kita telah diperdamaikan dengan Allah oleh korban Kristus.
Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Roma 9 : 30 - 33
- Bangsa Israel, sungguhpun mereka mencoba mengejar hukum yang mendatangkan kebenaran, tetapi mereka tidak sampai kepada hukum itu sebab mereka mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan.
Akibatnya: bangsa Israel tersandung pada batu sandungan, yang menunjuk kepada pribadi Yesus sebagai batu penjuru.
- Bangsa-bangsa lain (=bangsa kafir), yang tidak mengejar kebenaran telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. Maksud nya: orang kafirpun kalau mau percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, akan hidup dalam kebenaran dan akan berbuahkan iman. Iman inilah yang akan membawa kita kepada pengenalan akan Yesus, dapat mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, puncaknya kita akan mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria yang akan datang kembali.
Wahyu 11 : 19 = kepada rasul Yohanes, Tuhan Allah memperlihatkan “Tabut Perjanjian”. Dan seperti yang sudah kita ketahui bahwa pelajaran tentang “Tabut Perjanjian” itu berbicara tentang: Kristus sebagai mempelai laki-laki menyatu dengan gereja yang sudah sempurna, yang menjadi mempelai perempuan-Nya.
Tabut itu letaknya di Ruangan Maha Suci = berbicara tentang kesempurnaan Kristus sebagai Mempelai laki-laki dan kesempurnaan gereja yang menjadi mempelai perempuan.
Maksudnya: gereja yang bisa menjadi mempelai perempuan Kristus adalah gereja yang mau menguduskan diri dari hari kehari sampai sempurna supaya sama seperti Kristus, setelah itu barulah gereja Tuhan itu boleh bersanding dengan Kristus.
Untuk itu, perlu kita ketahui menurut terang tabernakel, yang disebut “anak-anak Allah” itu terdiri dari tiga (3) tingkatan, yaitu:
1. Anak-anak Allah tingkat Halaman, sudah percaya, sudah bertobat, sudah dibabtis dengan air dan dengan Roh Kudus (Halaman). Anak-anak Allah tingkat halaman ini akan masuk ke dalam aniaya antikris dan akan diinjak-injak selama 3 ½ tahun. Wahyu 11 : 1 - 2 pelataran = halaman ini tidak perlu diukur sebab sudah ditentukan untuk diberikan kepada bangsa-bangsa lain, yaitu kepada antikris untuk dianiaya selama empat puluh dua bulan = 3 ½ tahun.
2. Anak-anak Allah tingkat Ruangan Suci, memang sudah berada di Ruangan suci tetapi belum terjamin masuk ke dalam sorga, sebab belum masuk ke dalam kesempurnaan. Dalam Wahyu 13 : 5 - 7, firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang kuduspun, yaitu orang-orang kudus yang tidak menjadi sempurna akan dikalahkan oleh antikris. Kepada binatang yang keluar dari dalam laut (=antikristus) itu akan diberikan kuasa dan diperkenankan untuk berperang melawan dan mengalahkan orang-orang kudus tersebut. Anak-anak Allah tingkat Halaman dan Ruangan Suci bisa masuk ke dalam sorga, dengan syarat: harus mati di dalam Tuhan. Kalau masih hidup pada kedatangan Tuhan yang kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga, mereka akan dikalahkan oleh antikris dan akan dianiaya selama 3 1/2 tahun.
3. Anak-anak Allah tingkat Ruangan Maha Suci, inilah anak-anak Allah yang sudah terjamin masuk ke dalam sorga, akan menang, tidak akan dikalahkan lagi oleh antikris bahkan oleh setan sekalipun. Puncak kemenangan Gereja Tuhan yang sudah sempurna itu akan diangkat menjadi mempelai perempuan Kristus. Matius 5 : 48, Tuhan Yesus sudah membuat suatu aturan dan tolak ukur, yaitu : kita harus sempurna, sama seperti Bapa di sorga adalah sempurna. Ayat ini tidak boleh ditawar-tawar lagi sebab sudah menjadi keputusan langsung dari Tuhan Yesus.
Wahyu 12 : 13 - 14 gereja Tuhan yang jadi mempelai itu digambarkan seperti seorang perempuan yang melahirkan Anak laki-laki dan kepadanya akan diberi kan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari mata ular itu selama satu masa, dua masa dan setengah masa = 3 ½ tahun.
Sebagai jemaat Tuhan, kita harus meneladani sikap rasul Paulus, mencoba mengejar kesempurnaan kalau-kalau ia dapat menangkapnya. Kita dapat melihatnya dalam Filipi 3 : 12, sikap dalam mengejar kesempurnaan :
- melupakan apa yang telah dibelakang, artinya jangan kembali kepada hidup yang lama tetapi terus memandang kepada kesempurnaan.
- mengarahkan diri kepada apa yang dihadapan, artinya terus menerus memperhatikan dan melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.
- berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, artinya harus lebih giat beribadah dan melakukan seluruh kehendak Tuhan. Panggilan sorgawi itu berbicara puncak dari segala rencana Tuhan menjadikan kita menjadi mempelai perempuan.
Karena itu, supaya kita bisa mengejar kesempurnaan tersebut, kita harus memiliki iman yang sejajar dengan perbuatan, memiliki pengharapan yang sejajar dengan kekudusan dan memiliki kasih yang sejajar dengan kesempurnaan. 1 Yohanes 3 : 3, bukti menaruh pengharapan kepada Kristus, harus menyucikan diri sama seperti Kristus adalah suci. Jadi kesucian kita itu harus sama seperti sucinya Kristus. Haleluya....!!!


“T A N D A D A R A H”

20 September 2009
















Salam Sejahtera dari Tuhan kita, Yesus Kristus, Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga. Kita patut bersyukur kepada Tuhan, yang selalu berkenan memberikan firman-Nya kepada kita, yaitu firman yang selalu dibukakan rahasianya. Sehingga lewat firman Tuhan yang telah dibukakan rahasianya itu, maka kita semakin dibawa kepada pengenalan yang benar akan pribadi Allah, di dalam Kristus Yesus, Dialah Mempelai Pria Sorga yang segera akan datang kembali menjemput mempelai perempuan-Nya. Saudara-saudara, dalam firman Tuhan dapat kita lihat gereja yang menang itu adalah gereja yang sudah mempunyai tanda.
Dalam Wahyu 12 : 1 = gereja yang sudah punya tanda itu diumpamakan bagaikan seorang perempuan yang berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Gereja yang jadi mempelai perempuan itu mempunyai tanda yang besar, bukan tanda yang kecil. Ini menunjuk rencana Tuhan di dalam hidup kita, rencana yang besar bukan rencana yang kecil, karena itu jangan sampai ada orang yang menganggap keselamatan itu perkara yang kecil. Apalagi untuk menjadikan kita sebagai mempelai perempuan, ini bukan perkara yang kecil, jangan sampai ada orang yang menganggap remeh akan Firman Pengajaran Mempelai yang Alkitabiah.
Berselubungkan matahari = hidup sepenuhnya dikuasai dan ditutup bungkus oleh Allah Bapa.
Bulan di bawah kaki = Punya pendirian yang benar di atas dasar kebenaran, atau dengan kata lain sudah berdiri di atas korban/darah Kristus Bermahkotakan dari dua belas bintang = pikirannya sudah dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus.
Inilah model gereja Tuhan yang akan mengalami kemenangan demi kemenangan bersama dengan Kristus, menang terhadap pekerjaan iblis/setan, menang mengalahkan dunia dan menang terhadap keinginan atau tabiat daging. Kalau gereja Tuhan itu tidak menang bersama dengan Kristus, maka akan mengalami tanda yang lain. Sebab dalam ayat 3 dikatakan ada juga tanda yang lain dilangit sebagai tandingan gereja yang telah menjadi sempurna, bahkan tanda yang lain ini akan mencoba menjatuhkan gereja Tuhan yang telah menjadi mempelai perempuan Kristus. Tanda yang lain di langit itu adalah “seekor naga merah padam” yang besar, berkepala tujuh, dan bertanduk sepuluh, dan diatas kepalanya ada tujuh mahkota. Tanda yang lain ini adalah tandingan bagi gereja Tuhan yang telah menjadi sempurna. Cara kerja setan/iblis = pertama-tama menggoda atau merayu dengan kelicikannya, dengan maksud supaya jatuh ke dalam dosa. Kemudian ia juga mendakwa kita siang dan malam di hadapan Allah, segala perbuatan kita selalu dilaporkan kepada Allah, apalagi kalau kita berdosa (Wahyu 12 : 10). Karena itu kalau orang-orang Kristen jaman sekarang tidak punya pendirian yang kuat terhadap kebenaran, dan kalau dalam hidupnya tidak ada tanda darah Kristus, maka dengan mudah akan jatuh baik oleh angin-angin pengajaran maupun oleh hawa nafsunya sendiri.Jadi segala dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang pernah kita lakukan, akan dilaporkan oleh setan/iblis bukan hanya kepada manusia saja, tetapi juga langsung kepada Allah, di sorga, iblis akan mendakwa kita siang dan malam dihadapan Allah. Wahyu 12 : 4 = ekor ular naga yang merah padam itu menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.
Bintang-bintang itu menunjuk anak-anak Tuhan yang sudah kudus tetapi sayang tidak sampai kepada kesempurnaan. Bintang-bintang ini sama seperti yang dikatakan dalam Wahyu 13 : 7, antikristus diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka.
Jika demikian halnya, bagaimanakah caranya supaya kita bisa menang baik terhadap dakwaan maupun pekerjaan iblis? Supaya kita bisa menang terhadap dakwaan iblis, caranya kita harus memiliki tanda darah anak domba, yaitu oleh “darah Yesus Kristus.”
Karena itu, jika Yesus Kristus telah mati untuk kita dan telah memberikan darah-Nya sebagai tanda dalam hidup kita, akan ada berkat-berkat rohani yang akan kita peroleh dari Tuhan, yaitu: Roma 8 : 31 - 39 - tidak ada yang dapat melawan kita
- tidak ada yang dapat menggugat kita
- tidak ada yang menghukum kita
- tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus.
Jika Kristus sudah dipihak kita, kita mempunyai keyakinan iman, sehingga baik penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya atau pedang, tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus, sebab tanda darah itu kuat dan lebih kuat dari maut sekalipun. Jaminannya Roma 8 : 32 = oleh karena Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua. Oleh kuasa darah Kristus yang telah mati dan yang telah bangkit itu, Ia telah memberikan tanda dalam hidup kita supaya kita menang terhadap iblis dan pekerjaannya. Yehezkiel 9, firman Tuhan menjelaskan kepada kita bagaimana bagaimana kekuatan tanda yang diberikan Allah kepada umat-Nya. Tanda yang diberikan Tuhan adalah “huruf T”, yang menunjuk kepada salib Kristus, atau darah Kristus yang telah tercurah di atas kayu salib untuk kita semua.Dalam Yehezkiel psl 9 ini dijelaskan: ada enam orang laki-laki dengan alat pemusnah di tangannya, mendapat perintah langsung dari Allah untuk menjalankan hukuman atas kota Yerusalem. Namun demikian, ada satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu “alat penulis”. Pekerjaannya : untuk menuliskan tanda “huruf T” pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di Yerusalem. Dan semua orang yang sudah di tandai dengan “huruf T” itu tidak akan masuk ke dalam malapetaka, bahkan disinggungpun tidak boleh. Tetapi semua orang yang tidak ditandai dengan “huruf T”, Tuhan sendiri yang memberi perintah supaya diikuti dari belakang dan memukulnya sampai mati, kepada mereka tidak ada lagi rasa sayang dan belas kasihan. Baik orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, akan dibunuh dan dimusnah kan oleh keenam orang yang memegang alat pemukul masing-masing ditangannya. Tuhan Allah sengaja mengijinkan lebih banyak yang merusak daripada memperbaiki, lebih banyak orang yang menyesatkan daripada pemberita kebenaran. Maksud semuanya ini adalah supaya kita, sebagai jemaat Tuhan, sudah seharusnya memiliki tanda, yaitu darah Kristus, darah yang memberi kemenangan terhadap iblis/setan.
KUASA DARAH ANAK DOMBA / KORBAN KRISTUS 5 P :
1Yohanes 2 : 1 - 2 firman Tuhan menjelaskan fungsi darah Yesus, jika kita berbuat dosa, maka kita telah mempunyai Pengantara pada Bapa, Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita. Bukan berarti Tuhan setuju kita berbuat dosa, Ia tetap benci pada dosa kita, hanya jika ada yang sempat berbuat dosa, sudah ada darah Kristus sebagai Pengantara untuk memperdamaikan kita kembali dengan Bapa. Inilah bukti betapa kuatnya darah Kristus Yesus itu untuk membenarkan dan membetulkan hidup kita.

Minggu, 09 Agustus 2009

Bulletin Agustus 2009




“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”


Minggu 2 Agustus 09


Menjadi Orang Pilihan Allah

Fungsi penebusan yang dikerjakan oleh korban Kristus yang mati di kayu salib:
- menebus kita dari dosa
- menebus kita dari cara-cara hidup yang sia -sia yang kita warisi dari nenek moyang. Kristus menebus kita bukan hanya dari dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang telah kita perbuat sendiri, tetapi kita juga harus ditebus dari cara hidup yang sia-sia, yang selama ini telah kita warisi dari nenek moyang kita. 1 Petrus 1 : 18 - 19 bukti kuasa penebusan yang dikerjakan oleh darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan yang tak bercacat, kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang telah kita warisi dari nenek moyang. Tujuannya: supaya kita layak disebut sebagai jemaat yang dikasihi Tuhan. 2 Korintus 5 : 17 = jemaat itu disebut ciptaan yang baru setelah ditebus dari dosa dan dari cara hidup yang sia-sia, sudah meninggalkan cara hidup yang lama. Setiap orang yang sudah mengalami penebusan lewat korban Kristus, inilah yang dapat disebut “hidup di dalam Kristus” sebab ia sudah menjadi ciptaan baru. Sama seperti yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 5 : 24 = pindah dari dalam maut kepada hidup (=keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib). Syaratnya: “dengar” dan “lakukan” firman Tuhan. Setiap orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan, maka ia akan mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum. Kuncinya: asal kita mau mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia. Matius 24 : 37 - 42 firman Tuhan telah menubuatkan betapa kuatnya cara hidup yang sia-sia itu mengikat hidup manusia sehingga tidak taat kepada kebenaran. Pada zaman akhir ini akan terjadi lagi seperti yang pernah terjadi pada zaman Nuh. Perbuatan yang paling menonjol pada zaman Nuh adalah: manusia terseret kepada perbuatan-perbuatan yang merusak diri sendiri bahkan merusak rumah tangga/keluarga. - Kejadian 6 : 2 = anak-anak Allah (=keturunan dari Set) sembarangan mengambil istri dari anak-anak perempuan, siapa saja yang disukai mereka. Ini berbicara rumah tangga yang hancur karena tidak memperhatikan firman Tuhan.
- Kejadian 6 : 5 = kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata, ini berbicara pribadi-pribadi yang rusak juga karena tidak memperhatikan firman Tuhan.
Akibatnya: semua manusia pada zaman Nuh dibinasakan bersama-sama dengan binatang-binatang dengan air bah. Hanya Nuh, istri Nuh anak-anak dan menantu-menantunya saja yang selamat. Apa yang terjadi pada zaman Nuh ini, akan terjadi kembali pada zaman akhir menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Matius 24 : 37 = Tuhan Yesus berkata: “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Jadi ini merupakan nubuatan firman Tuhan bahwa apa yang pernah terjadi pada zaman Nuh akan terulang kembali pada zaman akhir ini. Akan banyak pribadi-pribadi yang hancur karena perbuatannya sendiri, bahkan keluarga-keluarga yang hancur karena tidak memperhatikan firman Tuhan. Walaupun mereka sudah disebut sebagai “anak-anak Allah” (Kejadian 6 : 2) tetapi mereka masih juga melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Seperti: sembarang bergaul, sembarangan mengambil istri, perbuatan mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Apa yang telah terjadi pada zaman Nuh ini, menjadi peringatan kepada kita sekarang, walaupun sudah disebut “anak Allah” tetapi masih juga memungkinkan jatuh ke dalam dosa dan kejahatan. Maka supaya kita tidak sampai terjebak ke dalam dosa dan kejahatan, ada satu sikap yang harus kita ketahui, yaitu:
“Jangan sembarangan bergaul dengan orang-orang yang tidak hidup di dalam kebenaran.” Sebab dalam 1 Korintus 15 : 33 firman Tuhan menjelaskan bahwa pergaulan yang buruk itu dapat merusakkan apa yang baik. Artinya: segala sesuatu yang baik, yang telah kita lakukan kepada Tuhan, seperti berdoa, memuji Tuhan, berkorban, semua itu bisa menjadi tidak berkenan kepada Tuhan kalau kita sembarangan saja bergaul. Roma 5 : 8 = bukti kasih Allah kepada kita : Kristus telah mati untuk kita , ketika kita masih berdosa. Oleh darah-Nya sendiri, Ia telah membenarkan kita supaya diselamatkan dari murka Allah yang akan datang menimpa seluruh dunia ini. Puncak rencana Tuhan dalam penebusan-Nya adalah: supaya kita layak disebut sebagai jemaat pilihan yang berkenan kepada Allah. Sebab khusus kepada jemaat yang sudah menjadi pilihan Allah, Tuhan telah menyediakan segala berkat di sorga. 2 Petrus 1 : 10 = kita ditebus, tujuannya supaya “panggilan” dan “pilihan” kita makin teguh. Sebab jika panggilan dan pilihan kita sudah teguh, maka kita tidak akan pernah tersandung lagi. Puncaknya kepada kita akan dikaruniakan “hak penuh” untuk memasuki kerajaan kekal, yaitu sorga (ayat 11). Keistimewaan org pilihan Tuhan:
- segala dosa-dosa diampuni Allah - Efesus 1 : 6 - 7
- mendapatkan firman Tuhan - Efesus 1 : 13
- dimeteraikan dengan Roh Kudus - Efesus 1 : 14.
Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, selama di padang gurun ada dua (2) hal yang membuat mereka gugur:
1. ULAR, sifatnya mematikan
2. KALAJENGKING, sifatnya menyiksa
Mazmur 58 : 2 - 6 = orang-orang fasik dan orang-orang jahat itu sudah menyimpang dari sejak dari kandungan, disejajarkan dengan bisa ular atau seperti ular tedung. Mazmur 140 : 2 - 5, Daud berdoa kepada Tuhan supaya dijauhkan/diluputkan dari pada manusia jahat yang suka melakukan kekerasan atau yang selalu merancang kejahatan dalam hatinya. Pekerjaan orang fasik/cara kerja ular : manghasut-hasut perlawanan, baik kepada sesama jemaat, kepada Tuhan maupun kepada penggembalaan. Contoh dalam Perjanjian Baru, Matius 3 : 7 orang Farisi dan orang Saduki disejajarkan dengan ular beludak, karena mereka mendengar firman Tuhan tetapi tidak melakukannya. Sebenarnya orang Farisi itu adalah orang yang sangat suka beribadah, bahkan mereka sudah melayani di bait Allah. Tetapi sayang, mata rohani mereka tertutup terhadap kebenaran. Salah satu pekerjaan mereka: suka menghasut-hasut orang banyak supaya jangan percaya kepada Yesus dan supaya jangan menjadi murid Yesus. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap mempertahankan supaya panggilan dan pilihan kita makin teguh, supaya jangan sampai dihasut oleh mereka yang suka menghasut kebenaran. Sifat ular kalau sudah mematok orang, maka orang itu akan segera mati kalau tidak segera ditolong. Wahyu 9 : 3 - 10 kalajengking diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, tetapi hanya untuk menyiksa atau menyakiti mereka. Yehezkiel 2 : 3 - 7 kalajengking itu menunjuk sifat pemberontakan yang selalu melawan kebenaran. Karena itu, sekalipun kita tinggal di tengah-tengah orang yang suka memberon-tak, tetaplah tinggal di dalam kebenaran, tetap setia beribadah dalam penggembalaan yang benar, yang di dalamnya ada firman pengajaran yang sanggup menguatkan dan meneguhkan panggilan dan pilihan kita. Walaupun banyak orang yang ingin menghasut-hasut supaya kita jangan melakukan firman Tuhan, tetapi jika kita tetap berada di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka panggilan dan pilihan kita itu akan semakin teguh, kita tidak akan pernah bisa tersandung oleh apapun. Haleluya....!!



“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu 9 Agustus 09


*** Menjadi orang-orang pilihan Allah.


Sebagaimana telah kita lihat pada minggu-minggu yang lalu, yang disebut jemaat Tuhan itu ditandai dengan tiga (3) hal, yaitu:
Sudah ditebus dengan darah Kristus,
dibangun di atas dasar kebenaran
dan yang dipilih supaya dipisahkan menjadi milik Kristus.
Dan khusus bagi orang-orang yang sudah dipilih, perjuangan Tuhan sangat besar supaya orang-orang pilihan itu tidak gugur imannya.
Kita bisa menjadi jemaat yang berarti dan berguna bagi Allah apabila kita sudah dijadikan menjadi orang-orang pilihan Allah. 1 Petrus 2 : 9 - 10, yang diakui sebagai jemaat Tuhan adalah mereka yang telah dipilih, yaitu kita yang sudah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Memang pada awalnya yang diakui sebagai jemaat Allah adalah bangsa Israel. Tetapi setelah Kristus mati di atas kayu salib, Ia telah menebus kita dari dosa dan dari maut supaya kita juga layak disebut sebagai umat kepunyaan Allah, sebagai jemaat Tuhan. Maka tergenapilah sudah apa yang telah dikatakan firman Tuhan dalam 1 Petrus 2 : 10 kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir : yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya yang dahulu tidak dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan Mazmur
2 : 74 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan telah memperoleh umat-Nya sejak zaman purbakala dengan cara menebus supaya menjadi milik kepunyaan Tuhan sendiri.Puncak rencana Tuhan dalam hidup kita, setelah kita dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, Ia mau menjadikan kita sebagai jemaat, kepunyaan Tuhan sendiri. Untuk mewujud kan rencana ini, Tuhan mau mencengkram kita dengan kekuatan-Nya, dalam kuasa firman dan Roh Kudus-Nya. Yesaya 31 : 4 firman Tuhan menjelaskan kepada kita penampilan Tuhan itu bagaikan “seekor singa muda” yang menggeram untuk mempertahankan mangsanya, ia tidak terkejut dan tidak mau mengalah terhadap keributan musuh. Demikian juga dalam Wahyu 10 : 1 - 4 penampilan Tuhan dalam pembukaan rahasia firman ada seruan dengan suara yang nyaring sama seperti “singa yang mengaum” Demikianlah penampilan dan pekerjaan Tuhan untuk mempertahankan gunung Sion, yaitu gereja yang mau dibentuk menjadi mempelai perempuan Kristus. Untuk mempertahankan kita supaya tetap tinggal di dalam terang firman pengajaran, Tuhan akan membukaan rahasia firman-Nya. Bagaikan suara singa yang mengaum, demikianlah suara Tuhan dalam kuasa pembukaan rahasia firman-Nya. Firman Tuhan inilah yang mencengkram hidup kita supaya tetap tinggal di dalam kebenaran. Jika Tuhan Yesus tampil bagaikan “singa yang mengaum” di dalam diri kita akan ada rasa takut :
- takut untuk berbuat dosa.
- takut kalau tidak beribadah.
- kalau sempat terlanjur berbuat dosa, di dalam hati ada rasa takut sehingga bertobat kembali. Dan setiap orang yang sudah dicengkram oleh firman Tuhan:
- dapat beribadah dengan, setia sopan dan teratur sehingga dapat memuliakan Allah.
- dapat melayani dengan penuh rasa hormat & takut, sehingga hal-hal yang merusak iman tidak masuk ke dalam ibadah & pelayanan. Roma 7 : 4 yang disebut sebagai jemaat Tuhan adalah mereka yang sudah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, artinya tidak lagi di bawah kutuk hukum Taurat. Inilah orang-orang pilihan Allah (Roma 1 : 6) yang telah ditebus supaya menjadi milik orang lain, yaitu Kristus, supaya kita berbuah bagi Allah. Yohanes 3 : 29 Yohanes pembabtis memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Mempelai laki-laki, yang empunya mempelai perempuan. ESTER berhasil menjadi istri raja Ahasyweros karena berhasil dipilih dari antara semua perempuan. Untuk mempersiapkan Ester, selama 12 bulan ia harus berada di bawah pengawasan untuk membuat wangi-wangian supaya benar-benar cantik dipemandangan raja. Demikian juga supaya kita berhasil menjadi istri Tuhan (=menjadi mempelai perempuan Kristus), kita harus dikuduskan terus menerus oleh kuasa firman dan Roh Kudus sampai tidak bercacat dan tidak bercela lagi di hadapan Tuhan.
- Ester itu memang sudah dari awalnya cantik, tetapi sekalipun demikian, supaya ia berhasil dipilih menjadi istri raja Ahasyweros, ia juga harus berada di bawah pengawasan.
- Kita memang sudah kudus sebab sudah ditebus dengan darah Kristus, tetapi masih harus dilanjutkan lagi dengan cara menerima firman pengajaran, yang sanggup menyucikan hidup kita dari segala cacat cela. Yohanes 15 : 1 - 2 yang sudah berbuahpun harus dibersihkan lagi supaya lebih banyak berbuah. Ini sepenuhnya pekerjaan Kristus dalam kuasa firman dan Roh Kudus-Nya yang menyucikan kita dari hari ke hari, dikuduskan terus menerus sampai sempurna, sama seperti Kristus. Untuk itulah Tuhan Yesus tampil bagaikan singa yang mengaum untuk mempertahankan gereja-Nya yang sudah di tebus dengan darah-Nya yang mahal.Demi terbentuknya gereja menjadi mempelai perempuan Kristus, yang kudus dan sempurna, Ia akan mempertahankan kita dengan mempertaruhkan nyawa-Nya sendiri, bagaikan singa yang menggeram untuk mempertahankan mangsanya. Mangsa-Nya itu adalah kita sendiri, gereja yang sudah ditebus dengan darah-Nya sendiri. Yesaya 5 : 1 - 2 bangsa Israel adalah tanam-tanaman Tuhan, bagaikan pokok anggur pilihan. Tuhan menantikan buah anggur yang baik, tetapi sebaliknya yang dihasilkan adalah buah anggur yang asam. ayat 7 - Tuhan menantikan keadilan, tetapi yang ada adalah kelaliman.
- Tuhan menatikan kebenaran, tetapi yang ada adalah keonaran. Dari ayat firman Tuhan ini dapat kita lihat buah yang dinantikan Tuhan dari umat-Nya adalah KEADILAN & KEBENARAN, karena Yesus itu adalah adil dan benar adanya, maka Ia juga rindu supaya jemaat-Nya itu berbuahkan keadilan dan kebenaran. Maka dalam ayat 5 - 6 dapat kita lihat sebagai akibat karena bangsa Israel tidak tidak berhasil menghasilkan buah keadilan dan kebenaran.
1. Tuhan sendiri akan “menebang pagar durinya” sehingga kebun itu dilanda habis, artinya: tidak ada lagi perlindungan dari Tuhan.
2. Tuhan akan “melanda temboknya”, sehingga kebun itu diinjak-injak, artinya: akan masuk ke dalam aniaya antikristus.
3. Akan “ditumbuhi semak duri”, artinya hidupnya akan dihimpit kekuatiran dan ketakutan.
4. “Tidak dirantingi dan tidak disiangi”, artinya: hidupnya tidak lagi mengalami penyucian dan tidak lagi berada dalam pimpinan Tuhan.
Matius 12 : 43 - 45 apabila roh jahat keluar dari manusia, roh itu masih memungkinkan kembali lagi kepadanya. Walaupun sudah bersih tersapu (=sudah disucikan dari dosa) dan rapi teratur (=sudah sempat diatur oleh Tuhan/sudah sempat masuk ke dalam pelayanan), tetapi roh itu masih bisa masuk lagi, bahkan dengan tujuh roh lain yang labih jahat daipadanya, sehingga keadaanya lebih buruk dari semula. Hidup manusia yang kosong dengan firman Tuhan, walaupun ia sudah sempat bertobat, sudah beribadah dan mendengar firman Tuhan, tetapi kalau firman itu tidak berbuah, maka keadaanya akan lebih buruk dari yang sebelumnya.


“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu 16 Agustus 2009


= BERBUAHKAN KEBENARAN =

Hosea 1 : 1 - 9 perbuatan yang telah dilakukan bangsa Israel pada zaman nabi Hosea : mereka telah berdosa kepada Allah dengan cara bersundal hebat dan membelakangi Tuhan. Maka Tuhan Allah mengangkat keluarga Hosea sebagai contoh untuk menggambarkankan keadaan bangsa Israel yang tidak setia lagi kepada Tuhan. Berfirmanlah Tuhan kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan” (ayat 2). Maka Hosea mengambil Gomer binti Diblaim dan mengawininya, kemudian perempuan itu melahirkan anak-anak persundalan, yang menggambarkan kehidupan bangsa Israel yang sesungguhnya di hadapan Tuhan.
YIZREEL : hutang darah
LO-RUHAMA : tidak disayang lagi : tidak diampuni lagi dosanya
LO -AMI : bukan umat Allah
Demikianlah keadaan bangsa Israel di hadapan Tuhan yang sebenarnya, mereka penuh dengan hutang darah, mereka tidak lagi disayangi oleh Tuhan dan tidak diakui lagi sebagai umat Allah. Jika keadaan bangsa Israel yang sudah sedemikian bobroknya dihadapan Tuhan, dengan apakah mereka diangkat kembali supaya layak disebut sebagai umat Allah? Caranya: Kristus tampil sebagai Suami, atau sebagai Mempelai Pria sorga, untuk mengangkat segala kelemahan, segala dosa dan pelanggaran mereka.Hosea mau mengawini Gomer binti Diblaim, perempuan sundal, adalah gambaran pribadi Allah sendiri yang mau mengambil orang-orang berdosa dan menjadikannya sebagai istri Tuhan. Kristus telah mati di atas kayu salib sebagai jalan untuk menebus kita, yang selama ini telah berhutang karena dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita. Sebenarnya oleh karena dosa dan pelanggaran tersebut, kita telah berhutang darah kepada Allah, tidak disayangi dan tidak layak disebut sebagai umat Allah, tetapi oleh kematian Kristus di kayu salib, Ia telah mengambil kita dan mau menjadikan kita sebagai istri-Nya. Sebenarnya kalau dilihat dari dosa-dosa dan pelanggaran yang telah kita perbuat, betapa bobrok nya hidup ini di mata Tuhan, tidak layak dimata Tuhan. Tetapi syukur kepada Allah, Ia telah memberikan diri-Nya sendiri menjadi korban, seperti Hosea yang mengambil Gomer binti Diblaim menjadi istrinya, demikianlah Tuhan telah menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai korban untuk mengangkat hidup kita supaya layak disebut menjadi umat kepunyaan Allah, yang disayangi Allah. Jadi Hosea itu adalah gambaran pribadi Allah, yang mengambil dan mengangkat baik orang Israel maupun orang kafir, untuk dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus. Matius 19 : 5 “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Ayat ini menjadi bukti tentang pengorbanan Kristus sebagai Suami, ......telah berkorban menyerahkan diri-Nya untuk menyatu dengan Istri-Nya, yaitu gereja yang jadi mempelai perempuan-Nya. Arti menyerahkan diri-Nya: bukan hanya sekedar memberikan nyawa, bukan hanya sekedar memberikan berkat, tetapi mencakup seluruh hidup, termasuk nyawa, tenaga dan waktu. Karena itu kalau Tuhan Allah mau mengangkat kita menjadi mempelai-Nya, tentu ada yang diingin kan Tuhan dari hidup kita, yaitu: supaya kita menghasilkan “buah kebenaran” dan “keadilan.” Maka supaya kita bisa menghasilkan buah kebenaran dan keadilan, jalan satu-satunya: kita harus tetap tinggal di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Yohanes 15 : 1 - 2 tinggal di dalam Tuhan itu bagaikan ranting yang tetap pada pokok, Kristus adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantinganya. Atau bagaikan pelita yang ditempatkan pada cabang-cabang, yang seluruh nya ditopang oleh pokok. Itu sebabnya untuk membuat pelita, membutuhkan waktu, tenaga, pikiran, dan kesabaran yang besar. Supaya kita bisa menjadi pelita, Tuhan juga begitu sabar membentuk kita dari hari demi hari sampai berhasil menghasilkan buah kebenaran dan keadilan. 2 Petrus 3 : 9 bukti kesabaran Tuhan, Ia menghendaki supaya jangan ada seorangpun yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Bagi kita, kesabaran Tuhan itu adalah suatu kesempatan yang baik untuk mengubah hidup kita supaya berkenan kepada Tuhan. Tetapi bagi orang yang tidak mengenal Tuhan dengan benar, mereka menganggap kesabaran Tuhan merupakan suatu kelalaian saja. Saudara-saudara, yang disebut hubungan yang benar dengan Tuhan adalah hubungan karena mendengar dan melakukan firman Tuhan. Karena itu jangan menjadi orang Kristen yang “sentimentil” bisa memuji Tuhan dengan suara yang bagus, bisa mengucapkan kata-kata yang indah dalam penyembahan, tetapi dalam prakteknya ia jauh dari kebenaran, hidupnya tidak sesuai dengan apa yang keluar dari mulutnya. Jadi yang disebut orang Kristen yang sentimentil adalah lain dimulut lain dalam praktek hidupnya sehari-hari. Matius 7 : 21 - 23 :
- banyak orang berhasil berseru kepada Tuhan: “Tuhan, Tuhan” tetapi tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga.
- banyak orang berhasil melayani Tuhan dengan karunia yang besar, seperti bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat, tetapi tidak berhasil dikenal oleh Tuhan. Mereka ditolak dan tidak dikenal oleh Tuhan penyebabnya: karena tidak menjadi pelaku firman.
Karena itu supaya kita bisa menghasilkan buah kebenaran, ada dua (2) sikap yang harus kita miliki:
1. Memperhatikan dan mempergunakan waktu yang singkat (Ibrani 12 : 9 - 10).
Prakteknya: - bersedia dididik, kita harus taat kepada Bapa segala roh yang mau mendidik kita supaya bijaksana. mengerti arti didikan, sebab jika kita dididik tentu ada tujuannya, yaitu
untuk mendatangkan kebaikan. Jika kita sudah bersedia dididik dan mengerti arti didikan tersebut, maka kita akan menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai sejahtera (ayat 11).
2. Ada kerelaan untuk memberi (2 Korintus 9 : 9 - 10).
Sebagaimana Kristus rela membagi-bagikan dan memberi kepada orang miskin, demikian juga di dalam diri kita harus ada kerelaan untuk memberi dan membagi-bagikan kepada orang lain. Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaran. Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, tetapi orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. MENABUR itu sama dengan memberi kepada Tuhan, berarti di dalam dirinya ada sikap untuk melakukan kebenaran. Tetapi ingat, memberi kalau tidak didasari dengan kebenaran,tidak akan menghasilkan kebenaran. Sebagai contoh: ada orang memberi/mengembalikan milik Tuhan (=perpuluhan) dengan tujuan supaya cepat diberkati Tuhan, supaya cepat dapat pekerjaan, supaya cepat sembuh, supaya cepat dapat jodoh, dll, ini adalah sikap yang salah, tidak sesuai dengan kebenaran. Mengembalikan milik Tuhan itu harus karena didasari oleh kebenaran, ada sikap kerelaan untuk memberi supaya Tuhan benar-benar berkenan dalam hidup kita.

Kamis, 11 Juni 2009

Bulletin minggu Juni 2009


“HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH”

minggu 7 juni 09


HARI KE-50 = HARI PENTAKOSTA yaitu sejak Yesus bangkit dari antara orang mati sampai kepada pencurahan Roh Kudus. Kisah Para Rasul 1 : 6 - 11 menjelaskan proses terangkatnya Yesus ke sorga yang disaksikan oleh murid-murid dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Tuhan Yesus memang telah terangkat ke sorga dan meninggalkan murid-murid, tetapi Ia akan datang kembali dengan cara yang sama. Namun sebelum Tuhan Yesus terangkat ke sorga, Ia melarang murid-murid-Nya meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ untuk menantikan janji Bapa bahwa tidak lama lagi mereka akan dibabtis dengan Roh Kudus (ayat 4 & 5). Babtisan Roh Kudus itu merupakan Janji Bapa yang harus digenapi di dalam hidup setiap orang supaya memiliki kuasa. Mengapa Tuhan Yesus melarang murid-murid meninggalkan Yerusalem? Sebab pada saat itu Roh Kudus belum dicurahkan dan murid-muridpun belum dibabtis apalagi dipenuhi oleh Roh Kudus. Itu sebabnya dengan tegas Tuhan Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya supaya jangan meninggalkan Yerusalem sebelum mereka dibabtis dengan Roh Kudus. Supaya dibabtis dengan Roh Kudus dan supaya dipenuhi Roh Kudus, harus ada sikap: sabar menunggu sampai Tuhan memberikan.Saudara-saudara, ada tiga (3) hal yang perlu kita perhatikan mengapa kita harus dibabtis dan dipenuhi dengan Roh Kudus, yaitu:
1. Kisah Para Rasul 1 : 8 = supaya kita benar-benar memiliki kuasa yang berasal dari Allah.Kalau kita sudah dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus, maka kita akan memiliki kuasa, yaitu kuasa untuk mengalahkan dosa, kuasa untuk mengalah kan setan dan kuasa untuk mengalahkan tabiat-tabiat daging. Sebaliknya kalau tidak dibabtis dan kalau tidak penuh dengan Roh Kudus, maka tidak akan memiliki kuasa. Dan kalau tidak memiliki kuasa dari Allah, maka seseorang itu akan tetap diperbudak oleh dosa, ia akan kalah terhadap setan dan terhadap tabiat-tabiat dagingnya sendiri. Galatia 5 : 16 - 18 alasan mengapa kita harus dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus adalah: supaya kita tidak lagi menuruti keinginan daging. Dalam ayat ini diterangkan bahwa keinginan daging itu berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. Kalau manusia itu selalu menuruti keinginan dagingnya, maka hidupnya akan kacau, gampang tersinggung kepada orang lain, gampang lemah, rela meninggalkan Tuhan hanya karena perkara yang kecil. Mengapa demikian? Sebab di dalam hidupnya tidak ada kuasa yang memberi kekuatan, tidak ada Roh Kudus yang sanggup memberikan penghiburan.Tetapi jika kita sudah dibabtis dan penuh dengan Roh Kudus, barulah kita memiliki kuasa dan kita pun akan menuruti keinginan Roh. Maka hidup kita pun akan aman, kuat dan tidak mudah tersinggung, dan tidak akan meninggalkan Tuhan walaupun sedang dalam penderitaan atau pencobaan. Kalau kita sudah dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus, tidak ada ceritanya keinginan Roh kalah terhadap keinginan daging, keinginan Roh lah yang menang. Mengapa Roh Kudus itu selalu menang? Efesus 6 : 17 sebab Roh Kudus itu mempunyai pedang/ senjata yang kuat dan ampuh, yaitu : FIRMAN TUHAN. Karena itu kalau kita lihat dalam Efesus 6 : 10 - 20, firman Tuhan menekankan supaya kita kuat di dalam Tuhan, yaitu kuat di dalam kekuatan kuasa-Nya, dan kekuatan kuasa Allah itu ada pada Firman Tuhan dan Roh Kudus-Nya. Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, melawan roh-roh jahat di udara. Supaya kita dapat mengadakan perlawanan, tidak ada jalan lain kecuali kita harus penuh dengan Roh Kudus supaya kita juga mempunyai pedang Roh yaitu Firman Tuhan.Saudara-saudara, sebelum manusia itu bertobat, hanya ada satu keinginan di dalam dirinya, yaitu keinginan daging. Dan sebelum manusia itu diciptakan menjadi manusia baru, perbuatannya yang paling menonjol adalah selalu ingin berbuat yang jahat, selalu mementingkan diri sendiri. Tetapi setelah mengalami proses pembaharuan, terlebih setelah dibabtis dengan roh Kudus, barulah di dalam manusia itu selain keinginan yang jahat, di dalam dirinya juga sudah ada keinginan untuk berbuat baik. Disinilah perlu kita ketahui, segala tabiat daging bisa dikalahkan, segala sifat dan karakter bisa diubah, hanya apabila kita sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Walaupun tabiat daging itu selalu menggoda, walaupun iblis selalu mencobai, tetapi oleh Roh Kudus kita dapat mengalahkannya. Sebab jika kita sudah dibabtis dan penuh dengan Roh Kudus, maka roh yang ada pada kita lebih besar kuasanya.
2. Kisah Para Rasul 2 : 5 - 11 = SUPAYA KITA DAPAT MEMULIAKAN ALLAH. Pada hari Pentakosta, ketika murid-murid berkumpul di satu tempat, tiba-tiba dari langit turunlah suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah itu. Semua murid-murid yang berkumpul itu penuh dengan Roh Kudus, sehingga mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahsa lain, seperti yang diberikan oleh Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul psl 2 : 9 - 11 ini dapat kita lihat, Tuhan Allah dapat memakai banyak bahasa untuk memuliakan Allah. Ketika murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus berkerumunlah orang banyak, mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Padahal rasul-rasul itu adalah orang-orang Galilea yang tidak mungkin bisa berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Pamfilia, Mesir, Libia, Kirene, Roma, Yahudi, Kreta dan Arab (sebanyak 17 bahasa). Termasuk di dalamnya bahasa Arab, Tuhan juga memakai bahasa Arab untuk memuliakan Allah. Ini membuktikan Allah itu adalah Allah yang mengerti dan mengetahui semua bangsa di dunia ini. Karena itu jemaat-jemaat dan hamba-hamba Tuhan, kalau ada pengajaran yang datang kepadamu untuk mengganti nama Allah dari dalam Alkitab, saudara tidak perlu ragu tentang nama Allah. Ingat Allah juga memakai bahasa Arab untuk memuliakan nama-Nya. Hanya perlu kita perhatikan, Allah yang kita muliakan itu adalah: Bapa yang ada di dalam Yesus dan Yesus yang ada di dalam Bapa (Lihat Yohanes 14 : 8 - 11, 17 : 20 - 23). Artinya adalah : Yesus dan Bapa adalah satu.
3. Efesus 4 : 30 = SUPAYA KITA DIMETERAIKAN. Meterai itu suatu jaminan yang kuat, sebagai tanda bahwa kita adalah milik Allah. Jadi Roh Kudus itu diberikan supaya kita dimeteraikan menjadi milik kepunyaan Allah. Kalau kita tidak dimeteraikan Roh Kudus menjadi milik Allah, keselamatan itu masih bisa hilang. Ada tiga (3) hal yang membuat keselamatan itu bisa hilang, yaitu :
* Kalau tidak berbuah, Yohanes 15 : 2, 6 menjelaskan setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong, ia akan dibuang keluar dan menjadi kering dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
** Kalau memakai cap antikris, Wahyu 14 : 9 - 10 setiap orang yang menerima tanda pada tangan dan pada dahi akan menyembah binatang dan patung, mereka akan minum dari anggur murka Allah.
*** Kalau mengubah firman Tuhan, Wahyu 22 : 19 - 20 menjelaskan menambah dan mengurang firman Tuhan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.



“HIDUP DI DALAM TERANG ALLAH”

Minggu 14 juni 09

Ada dua (2) yang diterima Musa di atas gunung Sinai, yaitu:
Dua Loh Batu dan Petunjuk untuk membangun Tabernakel.
Tuhan Allah berfirman kepada Musa di atas gunung Sinai, tujuan nya supaya bangsa Israel tidak tersesat selama dalam perjalanan. Tuhan tahu bahwa bangsa Israel itu akan berjalan di padang gurun selama empat puluh tahun, maka Tuhan mau memperlengkapi mereka dengan firman Tuhan sebagai modal supaya mereka kuat. Sekalipun demikian, bangsa Israel masih banyak yang sesat, diantara mereka banyak yang mati karena tidak mau memperhatikan firman Tuhan. Padahal sejak mereka keluar dari Mesir, Tuhan Allah sudah banyak melakukan perbuatan-perbuatan besar dan mujizat supaya Firaun melepaskan mereka dari perbudakan. Mazmur 103 : 7 = Tuhan sudah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada bangsa Israel. Tetapi dalam Mazmur 106 : 7 bangsa Israel tidak mengerti perbuatan-perbuatan Tuhan yang begitu ajaib, tidak mengingat besarnya kasih setia Tuhan, melainkan memberontak terhadap Allah. Mazmur 106 : 13 - 14 sifat bangsa Israel :
- Sebentar percaya kepada firman dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, tetapi setelah itu segera pula mereka melupakan perbuatan-perbuatan tangan Tuhan dan tidak menantikan nasehat Tuhan. Penyebabnya : selama di padang gurun mereka dirangsang oleh nafsu mereka sendiri dan sering mencobai Tuhan. Akibatnya Tuhan mendatangkan penyakit paru-paru kepada mereka.Mazmur 95 : 10 - 11 selama empat puluh tahun Tuhan jemu terhadap bangsa Israel sebab mereka adalah suatu bangsa yang sesat hati dan tidak mengenal jalan Tuhan. Akhirnya : Tuhan sendiri yang bersumpah dalam murka-Nya: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian Tuhan.” Sifat bangsa Israel ini juga masuk ke dalam gereja Tuhan yang diakhir zaman ini. Memang masih beribadah kepada Tuhan, masih memuji Tuhan dengan sorak-sorai yang besar bahkan masih mendengar firman Tuhan, tetapi sayang secepat itu pula melupakan firman Tuhan. Kalau tetap seperti ini tidak mungkin bisa masuk ke dalam kerajaan Sorga. Kunci supaya kita dibela dan dipelihara Tuhan: “Ikuti gerak firman Tuhan, lakukan dengan taat dan setia” Sebab kalau kita sudah mengikuti gerak firman Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan memperha-tikan dan mencukupkan segala kebutuhan kita. Sama seperti kepada bangsa Israel, pada waktu di padang gurun, tidak ada seorangpun di antara mereka yang kekurangan. Sebab pada waktu pagi hari, Tuhan sudah memberikan Manna sebagai kebutuhan mereka. Hanya syaratnya : pada pagi hari harus bangun untuk mengumpulkan Manna, sebab apabila terlambat maka Manna itu tidak ada lagi. Dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan, Tuhan mengangkat Musa sebagai gembala untuk memimpin mereka. Dan setelah Musa mati, kemudian dilanjutkan oleh Yosua.Bilangan 27 : 15 - 17 Tuhan Allah, roh dari segala makhluk mengangkat seorang untuk mengepalai bangsa Israel keluar masuk, supaya mereka jangan seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Jalan Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya adalah lewat jalur penggembalaan. Ester berhasil menjadi ratu karena ia juga berada dalam penga-wasan. Walaupun ia cantik, tetapi kalau seandai-nya ia tidak masuk ke dalam pengawasan Hegai, Ester tidak akan pernah menjadi ratu. Yesaya 62 : 3 - 4 gereja Tuhan yang sudah berada di dalam penggembalaan yang benar, tidak disebut lagi: “yang ditinggalkan suami” “yang sunyi”, tetapi akan dinamai “yang berkenan kepada Tuhan” puncaknya akan disebut “yang bersuami.” Inilah gereja yang sudah jadi istri Tuhan, yang dikudus kan dan disempurnakan menjadi mempelai perempuan Kristus. Roma 11 : 33 - 36 firman Tuhan menjelaskan betapa dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah. Tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan tak terselami jalan-jalan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan tidak ada yang dapat mengetahui pikiran Tuhan dan tidak ada seorangpun manusia yang pernah menjadi penasehat Tuhan. Intinya: segala sesuatu adalah dari Tuhan dan oleh Dia dan kepada Dia.Untuk itulah Tuhan mengutus dan mencurahkan Roh Kudus-Nya, sebab Roh Kudus itulah yang akan memberi kekuatan bahkan kuasa. Kisah Para Rasul 4 : 31 ketika Roh Kudus dicurahkan, goyanglah tempat mereka berkumpul dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus. Hasil setelah penuh dengan Roh Kudus:
- rasul-rasul yang dahulu takut, sekarang dapat memberitakan firman Tuhan dengan berani (ayat 31).
- jemaat-jemaat berkumpul dengan sehati dan sejiwa dan tidak seorangpun berkata, bahwa sesuatu adalah kepunyaan sendiri tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan bersama (ayat 32).
- rasul-rasul memberi kesaksian kebangkitan Tuhan Yesus dengan kuasa yang besar dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (ayat 34). Khusus Efesus pasal 5 & 6 dapat kita bagi menjadi dua (2) bagian:
1. Efesus 5 : 1 - 21 = berbicara tentang cara hidup sebagai anak-anak terang firman Tuhan.
2. Efesus 5 : 22 - psl 6 = berbicara tentang cara hidup nikah atau keluarga yang berjalan dalam terang firman Tuhan. Yesaya 2 : 5 firman Tuhan menghimbau supaya umat Tuhan itu berjalan dalam terang firman Tuhan dan yang dimaksud dengan hidup di dalam terang firman itu adalah hidup di dalam firman pengajaran dan firman pengajaran itu sendiri keluar dari Sion.
Maka kalau jemaat-jemaat dan keluarga-keluarga itu sudah hidup di dalam terang firman pengajaran, hasilnya:
- menjadi penurut-penurut Allah
- hidup di dalam kasih- mempersembahkan persembahan dankorban yang harum bagi Allah. Efesus 5 : 3 - 4 beberapa hal yang tidak boleh disebut :
- percabulan
- rupa-rupa kecemaran
- keserakahan
- perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono Hal-hal tersebut tidak pantas untuk disebut sebab jika disebut justru akan mendatangkan masalah dalam hidup kita. Sebaliknya yang pantas keluar dari mulut kita adalah ucapan syukur, bersyukur karena firman pengajaran telah diberikan kepada kita.Hidup di dalam kasih itu indah demikian juga hidup di dalam firman pengajaran itu sangat indah. Sebab lewat firman pengajaran ini mata rohani dicelikkan untuk mengenal Kristus bukan hanya sebagai Juruselamat saja, tetapi kita juga dapat mengenal Kristus sebagai Suami atau sebagai Mempelai Pria Sorga. Karena itu sudah sepatutnya kita menghargai firman pengajaran yang besar dan mulia ini. Jangan seperti contoh-contoh dalam Alkitab, sudah mengalami mujizat yang besar tetapi tidak dilanjutkan dengan menghargai perbuatan Tuhan tersebut. Misalnya: *sepuluh orang kusta, mereka semua disembuhkan, tetapi mengapa hanya seorang saja yang datang kepada Tuhan? **Bartimeus dapat melihat, tetapi tidak berlanjut karena tidak dicatat dlm Alkitab.


HIDUP DI DALAM ALLAH


Minggu 21 Juni 2009


Mazmur 43 : 1 - 3 = pemazmur meminta supaya terang dan kesetiaan Tuhan datang dalam hidupnya. Fungsinya: untuk menuntun dan mem-bawa ke gunung Tuhan yang kudus dan ke tempat kediaman Tuhan. Memang ada ayat firman Tuhan yang mengatakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” (Efesus 2 : 8), tetapi keselamatan itu didapat bukan begitu saja. Setelah mendengar ayat ini, banyak orang Kristen menjadi tidak serius beribadah, tidak serius mendengar firman Tuhan apalagi untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Sebab setelah mereka mengetahui ayat firman Tuhan tersebut, mereka menyangka keselamatan itu sudah pasti walaupun tidak melakukan firman Tuhan. Padahal firman Tuhan dalam Filipi 2 : 12 dengan tegas mengatakan bahwa keselamatan itu harus dikerjakan dengan takut dan gentar. 1 Korintus 3 : 10 berbicara tentang kelanjutan yang harus dilakukan setelah menerima keselamatan, yaitu kita harus memiliki dasar atau pondasi yang kokoh. Sebab dalam ayat ini dijelaskan, gereja Tuhan itu diumpamakan seperti bangunan, setelah memiliki dasar bangunan itu harus dilanjutkan terus sampai selesai dibangun dan siap untuk ditempati. Dalam membangun tidak boleh berhenti walaupun hanya sebentar saja, tetapi harus terus dikerjakan walaupun banyak yang harus dihadapi. Demikian juga dalam mengikut Tuhan, harus ada kerelaan melakukan seluruh kehendak Allah walaupun banyak cobaan. 1 Petrus 2 : 1 - 5 dalam hal membangun ada hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu: kita harus mempunyai sifat/karakter seperti anak yang baru lahir. Bayi yang baru lahir tidak tahu berbuat apa-apa selain menangis supaya mendapatkan apa yang diperlukan. Bayi yang baru lahir itu tidak tahu berbuat jahat, tidak tahu melakukan hal-hal yang bertentangan kehendak Tuhan, di dalam dirinya hanya ada satu keinginan yaitu untuk mendapatkan air susu yang murni.Bayi yang baru lahir = berbicara mengalami proses kelahiran baru, hidup yang sudah mengalami tanda pembaharuan. Jika kita sudah sama seperti bayi yang baru lahir, maka ada tiga (3) kebaikan Tuhan yang akan kita alami, yaitu:
1. Hidup kita akan mengalami tanda pembaharuan, diubah menjadi manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah. Maka supaya kita bisa mengalami proses kelahiran baru, ada yang harus kita kerjakan, yaitu: membuang segala bentuk kejahatan, kemunafikan, kedengkian dan fitnah, setelah itu barulah akan ada keinginan mendapatkan air susu yang murni, yaitu firman pengajaran yang murni. Dan setelah kita mengalami proses kelahiran baru, maka kita akan bertumbuh dan beroleh keselamatan.Supaya bertumbuh, tidak perlu meniru cara-cara yang duniawi, jangan mengadopsi cara-cara ibadah yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Memuji Tuhan dengan sorak-sorai itu memang bagus, tetapi tidak perlu dengan cara yang dibuat-buat.
2. Kecap kebaikan Tuhan (ayat 3), Jika sudah mengalami proses kelahiran baru, selalu ingin akan air susu yang murni, barulah kita dapat bertumbuh dengan baik dan beroleh keselamatan. Supaya kita dapat mengecap kebaikan Tuhan, langkah yang harus kita lakukan adalah: “Datang kepada Tuhan, batu yang hidup” DATANG = datang beribadah kepada Tuhan, datang untuk melayani Tuhan, datang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Jangan puas kalau hanya sebagai jemaat biasa saja, tetapi harus datang untuk melayani Tuhan. Yang sudah melayani, jangan puas kalau hanya sebagai penerima tamu, jangan puas hanya sebagai singer, sebagai pemain musik, dll, tetapi harus datang mendekatkan diri kepada Tuhan supaya diberi kesempatan untuk melayani lebih dari yang sudah kita perbuat sekarang. Kalau kita datang kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan memberikan lebih dari yang sudah kita terima saat ini.
Yesaya 46 : 3 - 4 = perbuatan Tuhan setelah kita datang kepada Tuhan:
- sampai masa tua/sampai masa putih rambut, Tuhan menggendong.
- Tuhan mau menanggung kita terus
- Tuhan mau memikul dan menyelamatkan kita
3. Mau dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani (ayat 5).
Artinya: = kita harus mau tergabung dalam satu fellowship/persekutuan untuk membangun kita menjadi tubuh Kristus yang kudus dan yang sempurna. = kita harus tetap memiliki persekutuan yang erat baik dengan Kristus maupun dengan sesama jemaat dan sesama hamba-hamba Tuhan. Yohanes 15 : 2, 5 = persekutan yang benar itu digambarkan seperti pokok anggur dengan ranting-ranting, Kristuslah pokok dan kita ranting-rantingnya. Setiap orang yang tidak tinngal di dalam Tuhan (=yang tidak memiliki persekutuan), ia akan dibuang keluar seperti ranting yang tidak berbuah dan menjadi kering, kemudian dikumpul kan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu di bakar. Kering karena tidak melekat pada pokok.Fungsi persekutuan = supaya berbuah banyak.Jadi jika kita sudah melekat seperti ranting pada pokok (=sudah memiliki persekutuan dengan Kristus), maka kita akan disucikan sama seperti ranting yang sudah berbuah dibersihkan supaya lebih banyak berbuah. Baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai jemaat, kalau tidak ada persekutuan dengan Tuhan akan menjadi kering (=kering rohani), dan akan kembali kepada hidup yang lama. Karena itu kita harus selalu mengingat bahwa di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. ) Ada dua bentuk kejahatan yang perlu kita ketahui, yaitu:
1. Kejahatan kepada sesama manusia.
2. Kejahatan kepada Tuhan Allah.
Contoh bentuk kejahatan kepada sesama seperti: mencuri, membunuh, merampok, berzinah dengan istri/suami orang, dll. Roma 1 : 24 - 27 penyimpangan sex itu terjadi karena ada kekerasan yang tersimpan di dalam hati. Inilah yang membuat sehingga Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan. Bentuk penyimpangan sex: *Istri menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar (=lesbian), **Suami-suami menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar (gay). Bentuk kejahatan kepada Tuhan: tidak setia beribadah, tidak setia melakukan firman Tuhan, tidak setia melayani, tidak setia dalam penggembalaan. Terikat kepada adat istiadat atau tradisi-tradisi dari nenek moyang juga termasuk kejahatan kepada Tuhan, sebab sudah menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Disebut kejahatan kepada Tuhan karena tidak melakukan firman Tuhan, tidak menyakini firman Tuhan melainkan lebih mempercayai ajaran nenek moyang. Hosea 4 : 6 firman Tuhan menjelaskan penyebab umat Tuhan binasa: *karena tidak mengenal Allah, dan **karena melupakan firman pengajaran. Sebagai akibat karena menolak pengenalan itu, maka Tuhan menolak mereka menjadi imam, dan sebagai akibat kalau melupakan firman pengajaran, maka Tuhan juga akan melupakan keturunan kita. Hidup tanpa firman pengajaran membuat seseorang tidak memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan, bahkan mereka juga tidak akan mampu membedakan mana yang benar dengan yang tidak benar.
\

“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

minggu 28 juni 2009



Dalam Perjanjian Lama Ulangan 23 : 1 - 3, ada tiga (3) jenis yang tidak boleh masuk menjadi jemaat Allah, yaitu:
-Yang hancur buah pelirnya atau yang ter-
potong kemaluannya = yang cacat (ayat 1)
-Anak haram, yang tidak jelas siapa bapaknya (ayat 2)
- Amon dan Moab, yang tidak mengasihisaudaranya (ayat 3)
Sedangkan dalam Perjanjian Baru, yang bisa disebut sebagai jemaat Tuhan :
1. yang sudah ditebus dengan darah Kristus, 1 Petrus 1 : 18 - 19 ditebus dari cara hidup yang sia-sia, bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan emas dan perak, tetapi dengan darah Kristus, supaya Kristus hidup di dalam kita (Galatia 2 : 20).
2. yang sudah dibangun di atas dasar kebenaran, Matius 16 : 18 Yesus membangun jemaat di atas “batu karang” dan batu karang itu ialah Kristus. Jemaat yang sudah dibangun di atas dasar kebenaran tidak akan dikuasai oleh maut. Dalam Perjanjian Baru dijelaskan bahwa dengan matinya Kristus sebagai manusia, Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala ketentuannya. Karena itu dalam 1 Korintus 3 : 10 - 17, Tuhan akan menguji dengan api, yang tidak tahan akan terbakar dan akan menderita kerugian. Tetapi yang tahan api, ia akan tetap bertahan dan mengalami kemenangan. Yang tahan terhadap api itu adalah mereka yang sudah disebut “kepunyaan Tuhan” (Yesaya 43 : 1 - 2), itulah gereja yang menjadi mempelai perempuan Kristus. Suratan Yohanes berintikan tentang kasih:
- Suratan Yohanes yang pertama = kasih secara umum yang ditandai dengan kebenaran, yang di dalamnya tidak ada kegelapan karena dosa.
- Suratan Yohanes yang kedua = kasih secara khusus yang ditujukan kepada keluarga atau jemaat secara keseluruhan, juga didasari dengan kebenaran yang tinggal di dalam hati supaya benar-benar dapat saling mengasihi.
- Suratan Yohanes yang ketiga = kasih secara pribadi, juga didasari dengan kebenaran dan yang berpusat kepada kebenaran. Jadi inti kasih itu adalah supaya jemaat-jemaat, keluarga-keluarga maupun pribadi-pribadi hidup di dalam kebenaran dan supaya terwujud apa yang sering kita sebut “FILADELFIA” yang artinya jemaat yang hidup di dalam kasih persaudaraan. 1 Yohanes 1 : 9 - 10 = yang disebut lahir dari Allah lahir dari benih ilahi, inilah yang tidak dapat berbuat dosa lagi. Tetapi yang tidak lahir dari Allah, ia akan disebut anak-anak iblis sebab di dalamnya tidak ada kebenaran. Dari kedua ayat ini nyata kita lihat perbedaan antara anak-anak Allah dengan mereka yang disebut anak-anak iblis, yang dapat membedakannya adalah kebenaran. KAIN disebut berasal dari sijahat karena memang segala perbuatannya adalah jahat, membunuh adik nya sendiri. Karena Kain berasal dari sijahat, maka arah perjalannya dan semua keturunannya mati di-binasakan pada saat Allah menghukum dunia dengan air bah, tidak ada seorangpun yang selamat. 3. Yang sudah dipilih, 1 Petrus 2 : 9 kita disebut bangsa yang terpilih, setelah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Kepada orang-orang pilihan, perjuangan Tuhan sangat besar, bukti perjuangan Tuhan itu adalah “mempersingkat waktunya” (Matius 24 : 22) sebab kalau waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat. Khusus karena orang-orang pilihan, waktu kedatangan Tuhan akan dipersingkat. 1 Korintus 7 : 29 firman Tuhan juga menekankan: “Waktu telah singkat”, karena itu ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:
- yang punya istri seolah-olah tidak punya istri.
- yang menangis seolah-olah tidak menangis.
- yang bergembira seolah-olah tidak bergembira.
- yang membeli seolah-olah tidak memiliki.
Mengapa firman Tuhan menekankan demikian? Maksud dan tujuannya adalah:
1. Supaya kita hidup tanpa kekuatiran
(ayat 32a). Ini hal yang sangat penting kita ketahui, sebab kalau masih tetap kuatir, ia sama dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sama dengan sikap orang kafir. Supaya jangan kuatir: serahkan diri kepada Tuhan sebab Dialah yang memelihara hidup kita. Maksudnya: masuklah ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, yang di dalamnya ada firman pengajaran. Sebab khusus kepada setiap orang yang sudah tergembala dengan baik, Tuhan sendiri yang berjanji, “ada jaminan pemeliharaan.” Lukas 12 : 31, kalau kita sungguh-sungguh mencari kerajaan sorga, maka semua itu akan ditambahkan kepada kita. “Ditambahkan” artinya: ada kepuasan dalam mengikut Tuhan, ada jaminan segala kebutuhan kita akan dipenuhi, tidak akan kekurangan.
2. Supaya kita dapat memusatkan
perhatian kepada Tuhan (ayat 32b). Supaya Tuhan berkenan kepada kita dan supaya kita dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus, maka kita harus dapat memusatkan perhatian kepada Tuhan, yaitu kepada perkara-perkara yang rohani dengan cara melakukan segala perintah Allah. Jemaat yang memusatkan perha-tiannya kepada Tuhan, tidak mudah lemah.Sebab tidak mungkin orang bisa berkenan kepada Tuhan kalau ia sendiri tidak mau melakukan segala perintah Tuhan. Maka tidak heran dalam Matius 22 : 14, Tuhan Yesus berkata: banyak orang yang dipanggil tetapi hanya sedikit saja yang dipilih. Mengapa bisa seperti itu? tentu karena ia tidak mau mSupaya emusatkan perhatiannya kepada Tuhan.
3. Supaya kita dapat melayani Tuhan tanpa gangguan (ayat 35).
Jika firman Tuhan mengajarkan kepada kita supaya seolah-olah tidak punya istri, seolah-olah tidak menangis, seolah-olah tidak bergembira dan seolah-olah tidak memiliki, maksudnya bukan untuk menghalangi dalam kebebasan kita, tetapi sebaliknya supaya kita dapat melakukan apa yang benar dan baik, bahkan supaya kita dapat melayani Tuhan tanpa ada gangguan dari manapun. Maka kalau kita lihat firman Tuhan dalam 1 Timotius 3 : 14 - 15 yang disebut “keluarga Allah” itu adalah jemaat yang sudah hidup di dalam kebenaran atau yang sudah lahir dari kebenaran. Inilah jemaat yang bisa menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran di dalam penggembalaan. Wujud keluarga Allah itu sangat luas pengertiannya. Yang disebut keluarga Allah bukan hanya dimulut saja, tidak segampang mulut berkata: “kita adalah keluarga Allah” kalau hanya di mulut saja mengatakan kita adalah keluarga Allah tetapi berbeda dalam perbuatannya, itu namanya munafik. Tetapi sebagai keluarga Allah harus mampu menunjukkan prakteknya dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat yang sudah disebut “tiang penopang” dan “dasar kebenaran” bisa menjadi berkat kepada banyak orang, saling memperhatikan dan tidak suka menyinggung perasaan sesamanya. Kalau bertemu dengan sesama jemaat Tuhan, sikapnya dapat merendahkan diri dihadapan jemaat yang lain, tidak menganggap diri lebih hebat, lebih kaya dari pada yang lain, dan tidak suka mencari hormat. Jadi kalau sudah disebut keluarga Allah, di dalamnya ada sikap dan perbuatan yang baik, seperti:
- ada sikap saling tolong menolong, saling memperhatikan satu dengan yang lain, menganggap kepentingan bersama lebih penting dari pada kepentingan pribadi.
- ada sikap saling membangun, tidak menjelek jelekkan orang lain demi kepentingannya.

Minggu, 03 Mei 2009

Buletin Mei 2009

Minggu I Mei 2009

KUASA PENEBUSAN DARAH KRISTUS

Penyebab Elimelekh pergi ke Moab : karena di Betlehem sedang terjadi kelaparan. Mereka mencoba mencari jalan keluar dari kesukaran, tetapi sebaliknya yang terjadi justru Elimelekh mati dan kedua anaknya, yaitu Kilyon dan Mahlon juga mati. LAPAR = karena ada sesuatu yang kurang/ yang tidak tercukupi, tidak ada kepuasan lagi. Untung Naomi dan Rut cepat-cepat pulang kembali ke Betlehem setelah ia mendengar bahwa di Betlehem Tuhan telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. Setelah Naomi dan Rut sampai ke Betlehem, pekerjaan Rut adalah memungut jelai-jelai dan membawanya pulang kepada Naomi, mertuanya. Memungut jelai = merupakan sikap yang benar dalam penggembalaan, supaya kita berhasil mendapatkan firman Tuhan, kita harus mempunyai sikap yang baik: ada sikap mendengar dengan baik dan mengisi hidup dengan firman Tuhan. Sebab kalau firman itu sudah tinggal di dalam hidup kita, maka firman itu akan menjadi firman iman, artinya firman yang menimbulkan iman. Kalau di dalam seseorang tidak ada firman Tuhan, maka tidak mungkin imannya bertumbuh. Jadi kita harus membuat firman itu menjadi firman iman. Saudara-saudara, beribadah kepada Tuhan bukan hanya untuk mencari perkara-perkara yang lahiriah saja, tetapi harus lebih mengutamakan perkara rohani. Karena itu kalau beribadah harus karena didorong oleh Roh Kudus supaya dapat menghargai perkara-perkara yang rohani.Lukas 10 : 38 - 42 = Maria dan Marta perbedaannya terletak pada telinga. Marta sibuk bekerja menyediakan makanan, sedangkan Maria mengambil sikap yang terbaik, yaitu duduk mendengar segala perkataan Yesus. Karena Maria berhasil mengambil sikap yang terbaik, maka Yesus sangat memuji Maria, berbeda dengan Marta yang akhirnya jatuh kedalam dosa persungut-sungutan. Kalau ibadah dan penggembalaan itu sudah ditandai/didasari dengan tanda pendamaian, maka di dalamnya pasti ada kasih, yang seorang dapat mengasihi yang lain, tidak saling menjelek-jelekkan. Sebab kalau kita lihat firman Tuhan dalam Keluaran 12 : 19 - 20, yang diakui sebagai jemaah adalah mereka yang telah mengadakan Paskah, yang telah dipersekutukan dengan Tuhan lewat korban Paskah. Demikian juga dalam Efesus 5 : 25, yang dikasihi Tuhan adalah mereka yang sudah disebut sebagai jemaat. Maka siapapun kita, baik pendeta, pelayan-pelayan, baik orang awam, dihadapan Tuhan kita semua adalah jemaat. Filipi 3 : 1b - 3 dalam ibadah dan penggembalaan supaya kita dapat menjaga kebenaran yang sejati, ada beberapa hal yang kita perhatikan, yaitu: anjing-anjing, pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu. Ini adalah pekerjaan iblis yang memakai manusia untuk melemahkan dan menggugurkan iman banyak orang. Untuk itulah ibadah itu harus didasari oleh korban Kristus, yang beribadah oleh Roh Allah dan yang tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.1 Korintus 15 : 53 - 54 menjelaskan: = yang dapat binasa harus mengenakan yang tidak dapat binasa. = yang dapat mati harus mengenakan yang tidak dapat mati. Yang dapat binasa dan yang dapat mati ini menunjuk kepada tubuh alamiah/jasmaniah, yang lemah dan mudah hancur sama dengan tubuh yang hina (Filipi 3 : 20 - 21). Tetapi sekalipun demikian, kalau tubuh yang dapat binasa dan yang dapat mati ini sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati, maka mautpun dapat ditelan dalam kemenangan. Kuncinya: kita harus termasuk kewargaan di dalam sorga, maka Tuhan akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Maka sebagai jemaat Tuhan, kita harus memperhatikan bahwa selain tubuh yang jasmani ini masih ada tubuh yang rohani, tubuh yang akan diberikan Tuhan kepada setiap orang yang sudah mengalami tanda kelahiran baru. Sebab apabila kita sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati, barulah kita dapat mengalami kemenangan demi kemenangan, sebab maut telah dikalahkan dalam kemenangan. Sebaliknya kalau masih tetap mengenakan yang dapat binasa dan yang dapat mati, maka ia akan mengalami kekalahan demi kekalahan. Proses supaya kita dapat mengenakan/memakai yang tidak dapat binasa atau yang tidak dapat mati, kita harus masuk ke dalam ibadah dan penggem-balaan yang benar. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap setia beribadah dan digembalakan dalam penggembalaan yang benar. Sebab di dalam penggembalaan yang benar, kita akan mendapatkan firman pengajaran yang telah dibukakan rahasianya, firman yang dapat memberi pengertian yang benar. Sama seperti Naomi, setelah mengalami kematian dan penderitaan yang begitu besar, ia kembali ke Betlehem bersama Rut menantunya, dan mengalami penebusan.
Kalau kita sudah masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, ada dua (2) berkat yang akan kita peroleh, yaitu:
I. KITA DIPERHATIKAN TUHAN.
Rut 2 : 8 = Boas sangat memperhatikan Rut, orang Moab yang sibuk memungut jelai dan seketikapun ia tidak berhenti. Rut mendapat perhatian dari Boas karena Rut sudah berada di ladang Boas memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai di belakang penyabit-penyabit. LADANG itu berbicara ibadah dan penggembalaan, sarana yang dipakai Tuhan untuk memperhatikan jemaat. Bukti perhatian Boas kepada Rut, Boas berkata:
1. Tidak usah pergi memungut jelai ke ladang lain = artinya tetaplah berada di dalam penggembalaan yang benar, di dalam persekutuan yang benar dengan Allah.
2. Tidak usah engkau pergi dari sini = artinya jangan coba-coba tinggalkan ibadah dan penggem-balaan yang benar, yang di dalamnya sudah ada firman pengajaran. Sebab kalau sudah tinggal di dalam firman pengajaran, maka Tuhan akan memberikan perhatian secara khusus untuk membela, memelihara bahkan mempersiapkan kita menjadi sidang mempelai perempuan yang kudus dan sempurna.
3. Tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan = artinya adakan/ikatkan diri dalam persekutuan baik bukan hanya kepada Tuhan saja, tetapi juga dengan hamba Tuhan (gembala sidang), dengan pelayan-pelayan Tuhan maupun dengan jemaat-jemaat.
II. KITA DIBELA DAN DIPELIHARA.
Rut 2 : 9 = Rut sangat dibela oleh Boas dijamin tidak diganggu oleh pengerja-pengerja lelaki dan jika haus Rut boleh pergi ke tempayan-tempayan dan minum air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu. Ini membuk-tikan pembelaan dan pemeliharaan Tuhan di dalam hidup setiap orang yang sudah disebut sebagai jemaat. Tuhan menjamin keamanannya, tidak ada yang dapat mengganggu hidupnya, kemudian segala kebutuhan hidupnya dijamin, Tuhan sendiri yang akan menyedia-kan lewat kuasa-Nya yang bekerja di dalam hidup kita. Mazmur 23 : 1 - 3 membuktikan pembelaan dan peme-liharaan Tuhan di dalam diri jemaat-jemaat yang sudah disebut sebagai domba. Kalau kita sudah berada di dalam penggembalaan yang benar: *dijamin tidak keku-rangan jasmani maupun rohani sebab Tuhan membaringkan kita di padang yang berumput hijau, **dijamin ada ketena-ngan sebab Tuhan yang membimbing kita ke air yang tenang.


Minggu II Mei 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

Sebagaimana telah kita lihat pada minggu-minggu yang lalu, kelanjutan Hari Raya Paskah adalah merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi. Keluaran 12 : 19 selama tujuh hari tidak boleh ada ragi di dalam rumah, sebab apabila ada ragi orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel. Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, barulah mereka disebut/diakui sebagai jemaah Tuhan. Umat yang sudah mengalami tanda penebusan lewat Paskah akan digelari sebagai jemaah Tuhan, baik dari Israel asli maupun dari latar belakang kafir. Jadi berbicara tentang merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi adalah menjaga hidup supaya tetap kudus, dengan kuasa firman pengajaran yang murni. Untuk itulah Tuhan Allah memberi perintah, suatu etetapan yang harus dilakukan supaya merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi, tujuannya adalah supaya kita belajar melakukan firman Tuhan, belajar taat kepada perintah Tuhan.
1 Korintus 15 : 7 - 8 ada beberapa ragi yang harus dibuang supaya dapat berpesta, yaitu: ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan. RAGI YANG LAMA itu menunjuk = pengajaran-pengajaran yang lama, seperti adat istiadat/tradisi-tradisi dari nenek moyang. Sebab supaya dapat berpesta dengan baik, yaitu dengan kemurnian dan kebenaran lebih dahulu kita harus membuang ragi-ragi tersebut di atas. Sebab kalau ragi-ragi tersebut masih ada, kita tidak dapat berpesta dengan baik dan kita tidak dapat menikmati suasana sukacita yang besar, yang dikerja-kan Allah hanya kepada mereka yang kudus.Kalau kita lihat firman Tuhan dalam Imamat 20 : 7 - 8; Bilangan 15 : 40, Tuhan Allah menguduskan hidup kita karena ketaatan dan karena mau berpegang pada ketetapan-ketetapan Tuhan. Demikian juga dalam 1 Petrus 1 : 22 buah ketaatan itu adalah hidup kita dikuduskan. Artinya: supaya kita dapat hidup kudus sesuai dengan kehendak Allah, kita harus dengan taat melakukan segala perintah Tuhan, taat dan dengar-dengaran akan firman pengajaran. Dan praktek hidup orang yang sudah taat kepada firman Tuhan adalah: dapat mengamalkan kasih persaudaraan dengan tulus iklas, inilah yang sering kita sebut dengan kasih FILADELFIA.
Yeremia 3 : 9 - 10 Tuhan itu paling benci dengan yang namanya kepura-puraan, kepura-puraan itu disejajarkan dengan orang berzinah. Tuhan mengharapkan bangsa Israel dan Yehuda itu supaya menjadi mempelai Tuhan, tetapi mereka tidak mau. Mereka memang masih datang dan beribadah kepada Tuhan tetapi tidak dengan tulus iklas melainkan dengan kepura-puraan. Mereka masih datang beribadah kepada Allah dan mempersembahkan korban kepada Allah tetapi masih tetap mencemarkan diri dengan menyembah batu dan kayu. Sebagai jemaat Tuhan, kita tidak bisa beribadah kepada Allah dan kepada berhala, harus menentukan mengikut Tuhan atau mengikut berhala. Kalau mau mengikut Tuhan dengan benar, maka jauhkan sikap kepura-puraan, datang kepada Allah dengan hati yang tulus iklas.Saudara-saudara, setelah Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati, Ia telah mengalahkan maut. Itu sebabnya kuasa kebangkitan Kristus itu jauh lebih tinggi dari segala pemerintah, penguasa, kekuasaan dan kerajaan. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Efesus 1 : 19 - 23, firman Tuhan menjelaskan kepada kita betapa hebat kuasa Allah yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut. Kuasa kebangkitan Kristus itu bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang, yaitu sampai ke sorga. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengalami kuasa kebangkitan Kristus di dalam hidup kita pribadi-pribadi. Tujuannya: supaya kuasa Allah juga dinyatakan kepada kita semua sama seperti yang telah dikerja-kan Allah kepada jemaat di Filadelfia. Jemaat di Filadelfia bisa mengalami kemenangan demi kemenangan bersama dengan Allah karena jemaat di Filadelfia ini adalah jemaat yang “memurit firman Tuhan” dan “tidak menyangkal nama Tuhan”. Karena itu kalau kita lihat Wahyu 3 : 7 - 12 sama seperti kepada jemaat di Filadelfia akan ada 3 (tiga) hal yang akan diperhadapkan Allah kepada dunia, yaitu:
1. MENGHADAPI PINTU YANG TERTUTUP/ ayat 8.
Diluar Tuhan ada banyak masalah atau persoalan yang tidak dapat diatasi oleh siapapun, seperti halnya penyakit sampar, aids/hiv yang belum ada obatnya, masalah krisis global yang telah membuat pusing banyak pakar-pakar dunia. Tetapi khusus kepada jemaat di Filadelfia, Tuhan berjanji akan membuka pintu yang tidak dapat ditutup oleh siapapun. Artinya: Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada setiap orang supaya dapat menyele-saikan masalah/persoalan, Tuhan selalu akan memberikan jalan keluar dalam segala perkara. Kuncinya: milikilah sikap seperti jemaat di Filadelfia yang selalu menuruti firman Tuhan dan yang tidak menyangkal nama Tuhan. Sebab kalau Tuhan yang membuka pintu, maka tidak akan ada - yang dapat menutup, demikian sebaliknya jika Tuhan yang menutup pintu maka tidak akan ada seorangpun yang dapat membuka. PINTU = berbicara tentang pribadi Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan bagi setiap orang. Yohanes 10 : 9 ketika Yesus berkata: “Akulah pintu”, Ia sedang membuka dan memberikan jalan keselamatan kepada semua orang dan menawar kan jalan keluar dari segala masalah, supaya setiap orang yang percaya kepada Kristus akan selamat.
2. MENGHADAPI JEMAAH IBLIS/ ayat 9.
Sejak dalam Perjanjian Lama, orang Yahudilah yang pertama-tama menyembah Allah yang benar, yang dimulai sejak Abraham, Ishak, Yakub dan sampai kepada Israel. Jemaah iblis ini juga beribadah kepada Allah, menyebut dirinya sebagai orang Yahudi, tetapi sebenarnya mereka berdusta. Jadi yang dimaksud dengan jemaah iblis ini adalah mereka yang mengaku beribadah kepada Allah yang hidup dan menyembah Allah, tetapi pekerjaannya adalah berdusta dan mem-bunuh sama seperti yang dilakukan oleh iblis sebagai bapa pendusta. Kita harus tetap hati-hati terhadap jemaah iblis ini, sebab sekarang ini banyak orang yang mengaku menyembah Allah dan yang selalu beribadah kepada Allah, tetapi sayang pekerjaan mereka suka membunuh. Mereka menganggap kalau membunuh orang seolah-olah berbuat bakti kepada Allah, mereka tidak sadar membunuh itu adalah pekerjaan iblis. Hanya gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai perempuan Kristuslah yang dapat selamat dari jemaah iblis ini, sebab Tuhan sendiri yang akan membela dan memelihara sampai kepada kedatangan-Nya.
3. MENGHADAPI PENCOBAAN/ ayat 10.
Pada zaman akhir ini, pencobaan yang kita hadapi itu bukan pencobaan yang kecil tetapi sudah pencobaan yang besar dan sudah menimpa seluruh dunia. Dan kalau pencobaan ini sudah datang, tidak ada seorang pun yang dapat melepaskan diri kecuali oleh kuasa Allah. Ayat 11 = kalau ketiga hal tersebut sudah terjadi, maka Tuhan akan datang segera, sikap yang harus kita miliki: “Peganglah apa yang ada padamu”, artinya lakukan firman Tuhan dengan setia dan dengan setia melakukan seluruh perintah Allah. Yang kita lakukan itu harus yang nyata, yaitu ajaran yang sehat bagaikan harta yang indah dan yang tidak ternilai harganya.


Minggu ke-III Mei 2009

KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

5 berita kabar baik tentang Kristus :
1. Tentang kelahiran Tuhan Yesus.
2. Tentang kamatian Kristus di kayu salib.
3. Tentang kebangkitan Kristus.
4. Tentang Kenaikan Kristus.
5. Tentang kedatangan-Nya yang kedua kali.
Jika kita sudah mati bersama dengan Kristus, maka kita juga akan bangkit bersama dengan Kristus. Sebaliknya jika kita tidak mati bersama dengan Kristus, maka kita juga tidak akan bangkit bersama dengan Kristus dan Kristus tidak akan pernah hidup di dalam hidup kita. Penyebabnya adalah karena manusia lama kita ini adalah manusia yang telah terkutuk oleh karena dosa dan pelanggaran kita. Jadi satu-satunya jalan supaya kita layak diberkati dan supaya Kristus hidup di dalam kita adalah manusia lama kita ini harus mengalami proses kematian supaya dosa-dosa itu hilang kuasanya. 2 Korintus 5 : 17 menjelaskan supaya kita bisa disebut sebagai manusia baru: kita harus hidup di dalam Kristus. Tanpa mengalami proses kematian bersama dengan Kristus, manusia lama kita ini sedang berada dalam bayang-bayang maut, sedang terancam masuk ke dalam neraka. Tetapi jika kita sudah mengalami proses kematian bersama dengan Kristus, maka kita akan menjadi manusia/ciptaan baru. Kemudian dalam Kolose 3 : 10 supaya kita dapat mengenakan manusia baru kita harus terus menerus diperbaharui dari hari ke hari untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang gambar Khaliknya.Keluaran 12 : 16 - 20 Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel setelah merayakan Paskah harus dilanjutkan dengan merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi. Ini berbicara tentang ketaatan dalam melakukan segala perintah Tuhan, taat melakukan firman pengajaran yang murni. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengkonsumsi firman pengajaran yang murni, yaitu firman yang tidak bercampur dengan ajaran-ajaran/doktrin manusia. Sebab pada zaman sekarang ini, ada banyak orang yang sudah terhenti imannya, tidak bertumbuh lagi imannya disebabkan karena salah mengkonsumsi firman yang didengarnya. Sebab yang dipraktekkan bukan lagi firman Tuhan tetapi ajaran-ajaran nenek moyang/tradisi-tradisi atau dokrtin-doktrin gereja. Wahyu 3 : 8 firman Tuhan mengakui bahwa kekuatan jemaat di Filadelfia itu sebenarnya tidak seberapa, tetapi mereka adalah jemaat yang menuruti firman Tuhan dan yang tidak menyangkal nama Tuhan. Saudara-saudara, kalau kita lihat Roma 5 : 1 - 2 hasil pembenaran setelah kita menerima korban Kristus, kita akan hidup dengan Allah dalam damai sejahtera (ayat 1), kita akan beroleh jalan masuk ke dalam kerajaan sorga oleh iman (ayat 2a) dan kita mempunyai pengharapan akan kemuliaan Allah sebagai mempelai perempuan Kristus (ayat 2b). Sebaliknya setiap orang yang masih tetap hidup di dalam, sesungguhnya ia sedang bermusuhan dengan Allah dan belum berdamai dengan Allah.Kalau kita perhatikan firman Tuhan dalam Lukas psl 12 ada 5 (lima) tabiat/keinginan daging yang harus kita matikan, yaitu:
1. Ayat 1 - 3 = KEMUNAFIKAN atau KEPURA-PURAAN.
Yang dimaksud dengan pura-pura/munafik adalah tidak sesuai apa yang di luar dengan apa yang di dalam. Itu sebabnya terhadap orang Farisi, Tuhan Yesus sangat tegas memberikan teguran sebab mereka adalah orang munafik, apa yang mereka perbuat tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Sekalipun demikian, kemunafikan itu pada akhirnya akan terbongkar juga. Yesus sendiri yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibukakan dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Satu-satunya yang dapat membongkar kemunafikan adalah firman pengajaran, yang tegas dan tajam menusuk hati setiap orang. Karena itu kalau saat ini Tuhan membongkar kemunafikan, itu tandanya Tuhan sangat mengasihi kita sebab Tuhan mau supaya apa yang di dalam itu sesuai dengan apa yang ke luar demikian sebaliknya apa yang keluar itu harus sesuai dengan apa yang ada di dalam. Kalau sekarang ini Tuhan membongkar segala dosa dan pelanggaran kita, merupakan kesempatan supaya kita dapat bertobat. Tetapi apabila setelah Tuhan datang, Ia membuka dosa-dosa kita itu namanya hukuman. Jadi marilah kita beribadah dan melayani Tuhan dengan tulus iklas jangan dalam kemunafikan dan jangan pura-pura.
2. Ayat 4 - 12 = RASA TAKUT.
Apa yang ditakutkan oleh manusia?
Biasanya manusia itu takut kalau kebutuhannya tidak tercukupi, kalau ia sedang sakit apalagi kalau ia sudah dekat kepada kematian. Mengapa manusia itu takut ?
Kejadian 3 : 10 manusia itu takut karena disebabkan oleh dosa. Dan biasanya kalau manusia itu sudah jatuh ke dalam dosa, ia akan menutupi dosanya dengan dusta sehingga dosanya bertambah-tambah. Jadi supaya jangan takut: bereskan dosa, akui semua pelanggaranmu maka Tuhan akan mengampuni segala dosa-dosamu.Sebagai jemaat Tuhan, kita tidak perlu takut. Apalagi kalau kita sudah menerima dan hidup di dalam firman pengajaran, firman itu akan memberikan kekuatan dan meneguhkan supaya kita tetap percaya kepada Allah. Yesus sendiri telah berkata janganlah takut, Yesus sendiri akan menunjukkan kepada kita siapa yang harus kita takuti. Satu-satunya yang harus kita takuti ialah Tuhan.
3. Ayat 13 - 21 = KETAMAKAN/
KEINGINAN AKAN MAMMON.
Khusus dalam hal ketamakan dengan tegas Tuhan Yesus memberi peringatan supaya kita tetap berjaga-jaga dan waspada. Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada hartanya dan harta itu tidak dapat menyelamat kan orang dari murka Allah. Justru sebaliknya harta itulah yang sering membawa orang keluar dari rencana Tuhan dan hidup di dalam dosa.
4. Ayat 22 - 34 = KEKUATIRAN.
Kekuatiran adalah tanda ketidak percayaan kepada firman Tuhan maka tidak heran orang yang masih kuatir disejajarkan dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Karena itu Yesus berkata: “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.” Untuk mengingatkan orang yang suka kuatir, Yesus mengatakana supaya memandang burung-burung gagak dan memperhatikan bunga bakung. Ayat 32 = walaupun kita adalah kawanan kecil, kita tidak perlu takut sebab Bapa di sorga telah berkenan memberikan kerajaan Allah. Filipi 4 : 19 firman Tuhan mengatakan kelau kita percaya kepada firman Tuhan, maka Allah akan memenuhi segala keperlua/kebutuhan kita menurut kakayaan dan kemuliaan-Nya.
5. Ayat 35 - 46 = BERJAGA-JAGA/KELALAIAN.
Sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap berjaga-jaga seperti seorang hamba yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera pintu dibuka. Ini merupakan peringatan dari Tuhan supaya kita jangan sampai lalai tetapi berjaga-jaga dan apabila Ia datang, maka kita akan di bawa masuk ke dalam kerjaan sorga.



Minggu ke - IV Mei 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

Puncak rencana Tuhan: supaya gereja Tuhan itu segambar dan serupa dengan Allah dalam kemuliaan-Nya. Dan puncak kesempurnaan gereja Tuhan itu sendiri ialah menjadi mempelai perempuan Kristus, yang akan diangkat hidup-hidup pada kedatangan-Nya yang kedua kali. Maka kalau kita lihat khususnya dalam kitab Perjanjian Lama, ada dua (2) kitab yang sangat menonjol yang berbicara tentang mempelai, yaitu KITAB ESTER dan KITAB RUT. KITAB ESTER = adalah kitab yang menceritakan bagaimana bangsa Israel diterima Tuhan menjadi istri-Nya, Ester gambaran umat Tuhan yang berasal dari bangsa Israel yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Sedangkan KITAB RUT = adalah kitab yang menceritakan bagaimana gereja Tuhan yang berasal dari bangsa Kafir diterima menajadi istri Tuhan, Rut adalah gambaran gereja Tuhan dari bangsa Kafir yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Maka kalau kita lihat kitab Ester, supaya umat Allah itu berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, ada beberapa syarat yang harus dimiliki, yaitu:
1). Harus cantik-cantik, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya (Ester 2 : 1 - 2). Dalam Amsal 31 : 29 - 31 yang disebut perempuan cantik/elok adalah mereka yang memiliki rasa takut akan Tuhan. Walaupun parasnya cantik, tetapi kalau tidak takut akan Tuhan kecantikan itu adalah bohong. Kemudian dalam Amsal 8 : 13 yang disebut takut akan Tuhan itu adalah membenci kejahatan, kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat dan mulut yang penuh dengan tipu muslihat.
2). Harus mau dikumpulkan di benteng Susan, balai perempuan (Ester 2 : 3 - 4). Sebelum Ester dipilih menjadi ratu, ia dan anak-anak dara yang lain harus dikumpulkan dan menempatkan mereka di benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai untuk memberikan wangi-wangian kepada mereka. Saudara-saudara, bagi kita sekarang, gembala itu adalah pengawas yang dipercayakan Tuhan untuk mengawasi seluruh hidup kita, baik dalam nikah/keluarga, dalam pekerjaan, dalam usaha, dalam ibadah maupun dalam pelayanan. Dalam rumah tangga ada dua (2) hal penting yang harus dijauhkan, yaitu persundalan dan pertengkaran, sebab kedua hal ini sering membuat rumah tangga hancur. Persundalan itu adalah dosa yang terjadi karena adanya ketidakpuasan, atau keinginan yang tidak terpuaskan. Demikian juga pertengkaran/ perselisihan adalah dosa, yang timbul karena hawa nafsu yang saling berjuang di dalam tubuh (Yakobus 4 : 1 - 2).
3). Harus taat dan dengar-dengaran (Ester 2 : 15). Setelah Ester berada dalam pengawasan Hegai, ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, penjaga para perempuan. Ini adalah sikap yang baik, taat dan dengar-dengaran akan suara pemimpin. Praktek jemaat yang mau digembalakan: taat dan dengar-dengaran kepada suara penggembalaan, tidak mau mendengar yang lain kecuali kepada suara kebenaran, yaitu firman Tuhan. Dalam Kidung Agung 4 : 1, 7, 12 = kecantikan gereja yang sudah jadi mempelai perempuan itu bagaikan “KEBUN TERTUTUP”, yang artinya tertutup kepada yang lain, yang di luar kebenaran tetapi terbuka hanya kepada kebenaran, yaitu firman pengajaran yang mampu membawa kita kepada Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Maka kalau kita lihat, Ester 2 : 2 = untuk mempersiapkan Ester supaya berhasil menjadi mempelai, membutuhkan waktu sebagai sarana untuk mendandani hidupnya supaya indah di pemandangan raja. 6 bulan untuk memakai minyak Mur dan 6 bulan untuk memakai minyak kasai. Angka ini menunjuk kepada ke 66 kitab, yang digabung menjadi satu yang disebut Alkitab. Jadi yang sanggup menjadikan kita menjadi mempelai perempuan Kristus adalah sepenuhnya pekerjaan firman pengajaran, firman yang sanggup mengubahkan hidup kita supaya indah dipemandangan Tuhan. Dari semua gadis-gadis yang cantik-cantik tersebut, yang sudah dipersiapkan dibawah pengawasan Hegai, hanya Ester yang paling elok, yang dapat memikat hati raja. Penyebabnya adalah karena Ester tidak mau mengarahkan diri kepada yang lain kecuali hanya kepada perkataan yang diterimanya lewat pengawasnya. Jadi Ester itu adalah orang yang benar-benar taat dan dengar-dengaran kepada suara penggembalaan. Demikian juga, supaya kita berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, kita juga harus taat dan dengar-dengaran hanya kepada firman pengajaran, jangan terpikat kepada yang lain, yang di luar kebenaran.
4). Harus memiliki penyerahan diri secara total (Ester 4 : 14 - 17). Pada saat Haman bermaksud memunahkan seluruh orang Yahudi, Ester dan dayang-dayangnya mengambil sikap yang baik, yaitu merendahkan diri dihadapan Tuhan dengan berpuasa selama tiga hari. Bahkan ia sendiri mau mempertaruhkan nyawanya demi untuk membela bangsanya. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memohon kemurahan hati raja. Demikian juga kita harus menyerahkan diri secara sepenuh kepada Kristus supaya Ia berkenan akan hidup kita dan membela kita dalam segala perkara. Sedangkan dari bangsa Kafir, supaya bisa diterima Kristus menjadi istri-Nya, ada syarat utama yang harus ditinggalkan, yaitu : HARUS MENING-GALKAN SIFAT-SIFAT KEKAFIRAN. Mengapa harus demikian? Karena kalau tidak mengalami penebusan, bangsa kafir itu tidak akan pernah layak disebut umat Tuhan. Untuk merubah kutuk menjadi berkat, besar harga yang harus dibayar oleh Yesus. Galatia 3 : 13 untuk melepaskan kita dari kutuk dosa, Kristus telah mati di kayu salib sebagai korban penebus dosa, tujuannya untuk menebus kita dari kutuk dosa dan untuk melepaskan kita dari sifat-sifat kekafiran. Karena itu kalau kedua orang disisi Tuhan Yesus, mereka disalibkan karena dosa dan pelanggaran mereka sendiri, sedangkan Tuhan Yesus bukan karena dosa-Nya tetapi untuk menanggung kutuk yang seharusnya diperuntukkan kepada kita.
Kolose 2 : 8 =praktek hidup orang yang masih terikat dengan sifat kekafiran: hidupnya masih ditawan oleh filsafat-filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dari nenek moyang dan menurut roh-roh dunia. Tetapi syukur kepada Allah, dalam 1 Petrus 1 : 18 = kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang, yaitu dari adat istiadat atau tradisi-tradisi yang sangat bertentangan dengan firman Tuhan. Pada dasarnya selama ini yang kita warisi adalah warisan dari nenek moyang yang jauh dari kebenaran. Sebab kalau kita lihat dalam Roma 3 : 1 - 2, firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa sebenarnya firman Tuhan itu pertama-tama diperca-yakan oleh Allah bukan kepada bangsa kafir, tetapi kepada bangsa Israel, yang disebut orang Yahudi. Jadi kalau kepada kita sekarang telah dipercayakan firman Tuhan, ini adalah kasih karunia Allah yang terjadi karena penebusan dalam darah Kristus, yang telah mati sebagai korban pendamaian. Rut berhasil mengalami penebusan dan berhasil menjadi istri Boas karena Rut mau meninggalkan Moab, ia rela mening-galkan sifat-sifat kekafirannya selama ini. Sedangkan Orpa, ia memang sempat mengikut Naomi tetapi tidak sampai ke Betlehem. Orpa adalah gambaran orang Kristen yang sudah sempat mengikut Tuhan, tetapi mundur dan pulang kembali ke pada hidup yang lama. Orpa ini juga adalah gambaran orang Kristen yang tidak mau lepas dari noda kekafiran, beribadah tetapi masih terikat dengan adat tradisi tradisi nenek moyang.



Minggu V Mei 2009

“HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH”

Sebagaimana telah kita lihat bersama, bahwa puncak rencana Tuhan bagi gereja-Nya adalah: supaya gereja-Nya itu segambar dan serupa dengan Allah, sempurna sama seperti Bapa adalah sempurna adanya. Inilah gereja yang disebut sebagai mempelai perempuan Kristus, yang telah dikuduskan dan disempurnakan supaya sama seperti Kristus, Mempelai Pria Sorga.
Di bawah ini ada beberapa nama yang sudah terangkat ke sorga, yaitu:
1). HENOHK /Kejadian 5 : 21 - 24.
2). ELIA /2 Raja-raja 2 : 11.
3). MUSA /Ulangan 34 : 5 - 6, Yudas 1 : 9.
4). TUHAN YESUS /Kisah Rasul 1 : 9
Selain Henokh, Elia, Musa dan Tuhan Yesus, masih ada satu lagi yang akan terangkat ke sorga dengan hidup-hidup, yaitu gereja Tuhan yang sudah disempurnakan yang disebut sebagai mempelai perempuan Kristus. Saudara-saudara, kalau kita lihat dalam Alkitab agenda atau rencana Tuhan dalam penyelamatan begitu indah dan teratur dengan begitu rapinya. Dimulai dari dari kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke sorga dan juga tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, semua begitu indah tersusun dengan rapi. Mengapa dalam Alkitab dicatat bahwa ada orang-orang yang telah naik ke sorga? Tujuannya adalah: untuk menunjukkan dan meyakinkan bahwa sorga itu ada dan nyata, tidak perlu diragukan lagi. Karena itu supaya kita bisa masuk ke sorga, ada beberapa syarat yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. Kita harus bergaul dengan Allah yang ditandai dengan adanya penyembahan yang benar. Henokh terangkat ke sorga karena ia telah berhasil bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun. Angka 300 = Bahtera Nuh panjangnya 300 hasta menunjuk kepada suatu pergaulan yang erat dengan Allah, taat dan dengar-dengaran akan perintah Allah. Pada zaman Henokh belum ada kelimpahan firman Tuhan, belum mengalami kepenuhan Roh Kudus, sangat jauh berbeda dengan keadaan gereja pada zaman sekarang ini, yang sudah mendengar dan menerima firman pengajaran dan juga sudah mengalami pencurahan Roh Kudus. Tetapi sekalipun demikian, Henokh telah berhasil hidup bergaul dengan Allah dan telah dicatat dalam Alkitab bahwa ia telah diangkat oleh Allah ke sorga untuk mengingatkan supaya kita juga hidup bergaul dengan Allah. Kemudian dalam Hakim-hakim 7 : 5 - 6 angka 300 ini juga menunjuk kesetiaan, sebanyak 300 orang menghirup air dengan membawa tangannya ke mulutnya. Ini berbicara sikap yang tidak ada rasa bosan dalam mencari firman Tuhan tetapi dengan setia datang kepada Tuhan. Sehingga yang ketiga ratus orang inilah yang di bawa ke medan peperangan untuk merebut kemenangan. Demikian juga kalau kita rindu diangkat hidup-hidup, kita harus tetap setia, taat dan dengar-dengaran akan firman pengajaran supaya kita dibentuk menjadi mempelai perempuan Kristus. 2. Kita harus bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus, dipenuhi dan dikuasai oleh Roh Kudus. Di mana saja kita berada, dalam suasana atau dalam keadaan apapun, hati kita harus tetap berpaut kepada Allah dan kita harus tetap bergaul dengan Allah. Tanda keubahan, yang diubah menjadi manusia baru menjadi syarat supaya kita bisa hidup bergaul dengan Allah. Elia memang pernah putus asa, punya keterbatasan dalam menghadapi masalah, tetapi karena ia sudah bergaul dengan Allah dan Roh Allah memberi kemampuan kepadanya, maka Elia dianggap layak untuk diangkat ke sorga. Roma 8 : 15 - 16 semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah dan oleh roh Allah itu kita menjadi tidak takut lagi. Kemudian dalam Yohanes 14 : 16 - 17 Yesus mencoba menerangkan kepada murid-murid-Nya tentang tugas atau fungsi Roh Kudus di dalam hidup kita, yaitu untuk menyertai kita selama-lamanya. Roh Kudus itu adalah Penolong yang diutus sendiri oleh Allah untuk menyertai kita sampai selama-lamanya. Mengapa Yesus harus mengutus roh Kudus ? Sebab Yesus tahu keterbatasan murid-murid-Nya, demikian juga Ia tahu tentang keterbatasan gereja yang hidup diakhir zaman ini, itu sebabnya sebelum Yesus terangkat ke sorga, Ia telah berjanji untuk mengutus Penolong yang lain untuk menolong dalam segala keterbatasan kita. Yohanes 14 : 26 nama lain dari Roh Kudus adalah Penghibur, yang diutus Bapa untuk mengajarkan segala sesuatu dan untuk mengingatkan kita akan firman Tuhan. Kemudian dalam Yohanes 16 : 8 - 11 pekerjaan lain dari Roh Kudus itu adalah untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan akan penghakiman. Jadi tanpa Roh Kudus, tidak mungkin seseorang itu bisa sadar akan dosa nya, tidak mungkin bisa mengasihi kebenaran dan juga tidak mungkin bisa lolos dari penghakiman yang akan menimpa dunia ini. Jadi Roh bagi kita, Roh Kudus itu akan bekerja supaya kita dapat menyelesaikan segala kekuarangan/keterbatasan, bahkan untuk membereskan segala dosa kita. Sebab kalau kita lihat dalam 2 Korintus 4 : 7 tanpa Roh Kudus, keadaan manusia itu tidak jauh beda dengan bejana tanah liat yang mudah pecah.Tetapi kalau kita sudah bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus, maka Tuhan akan memberi kekuatan yang luar biasa. 2 Korintus 4 : 8 kalau Roh Kudus sudah menguasai hidup kita: *dalam segala hal ditindas, namun tidak terjepit, **habis akal, namun tidak putus asa, ***dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, ****dihempaskan, namun tidak binasa. Paulus sebagai rasul Kristus, juga pernah berkata sebenarnya ia ingin melakukan apa yang baik dan benar, tetapi sebaliknya yang dilakukan justru yang jahat. Karena itu baik sebagai jemaat-jemaat, sebagai pelayan-pelayan maupun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita semua harus bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus. Kita harus tetap dipenuhi Roh Kudus dan tetap berada dalam kekuasaan-Nya. Syaratnya: jangan mendukakan Roh Kudus (Efesus 4 : 30) sebab Roh Kudus itu akan memeteraikan kita sebagai milik Allah bahkan Allah telah memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita (2 Korintus 1 : 21 - 22). Jadi tanpa Roh Kudus, tidak mungkin kita bisa berkenan kepada Allah.
3. Kita harus bergaul dengan Allah dalam kuasa firman-Nya. Ketika Allah menyatakan segala kehendak-Nya di tengah-tengah umat-Nya dan memberikan petunjuk untuk membangun Tabernakel, Musa ketika di atas gunung tahan berpuasa selama 40 hari 40 malam. Jadi Musa diangkat karena ia telah menerima hukum Taurat dan petunjuk untuk membangun Tabernakel. Itu sebabnya setelah Musa mati di tanah Moab, ia dikuburkan oleh Allah dan tidak ada seorangpun yang tahu sampai hari ini (Ulangan 34 : 5 - 6). Kemudian dalam Yudas 1 : 9 malaikat Tuhan datang dan merampas mayat Musa dan dibawa ke sorga. Setiap orang yang berpengharapan kepada Kristus, ia harus menyucikan diri sama seperti Kristus yang adalah suci (1 Yohanes 3 : 2 - 3). Yohanes 17 : 17 = jalan Tuhan menyucikan hidup kita, terima firman Tuhan dan hidup setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Kemudian Kolose 1 : 28 = jalan Tuhan menyempurnakan hidup kita, terima firman pengajaran, mau dinasehati, mau diajari dalam segala hikmat untuk memimpin kita kepada kesempur naan dalam Kristus. Bagi kita sekarang pengharapan yang tertinggi adalah menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga.

Kamis, 02 April 2009

Buletin April 2009

Minggu II April 2009

KUASA KORBAN KRISTUS DALAM PASKAH

PASKAH : berbicara tentang korban Kristus yang telah mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian untuk dosa-dosa manusia. Maka sejak dalam kitab Perjanjian Lama, Tuhan Allah sudah memerintahkan supaya bangsa Israel mera-yakan PASKAH dan membuat PASKAH itu menjadi permulaan segala bulan, menjadi bulan pertama tiap-tiap tahun. Dan sasaran PASKAH itu pertama-tama dan terutama ialah kepada tiap-tiap keluarga/rumah tangga, supaya rumah tangga itu diperdamaikan dengan Allah dan supaya di dalam nya ada kasih persaudaraan, yang seorang dapat mengasihi yang lain (Keluaran psl 12). Bagi kita korban Kristus itu adalah: sumber keselamatan yang dapat mengangkat kita menjadi imam, raja dan umat pilihan Allah. Keluaran 19 : 5 & 6 keseluruhan suku Israel diangkat menjadi imam, tetapi dalam Keluaran 32 : 26 - 29, setelah bangsa Israel jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala, maka yang diangkat menjadi imam tidak lagi semua suku Israel, tetapi hanya suku Lewi, sebab suku Lewi lah yang mau berpaut kepada Allah. Pada saat itu, bangsa Israel bukan hanya terjebak kepada penyem-bahan berhala saja, tetapi juga sudah terjebak kepada ibadah buatan tangan sendiri, mereka sudah mendiri kan kebenaran sendiri. Untuk itulah Kristus harus mati di atas kayu salib supaya kita diperdamaikan kembali dengan Allah. Karena manusia itu sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, maka jalan satu-satunya kita harus menerima korban PASKAH.Mengapa kita harus merayakan PASKAH?
1. Karena lewat PASKAH, orang kafir beroleh kesempatan dipersekutukan dan diperdamaikan dengan Allah. Firman Tuhan dalam Roma 3 : 23 - 24 menjelaskan kepada kita: sebenarnya semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Tetapi oleh kasih karunia Allah, kita telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kalau tidak mengalami penebusan lewat PASKAH, dimata Tuhan sebenarnya keadaan manusia itu tidak beda dengan “Bangkai-bangkai”. Bangsa kafir yang belum mengalami korban PASKAH atau yang belum menerima korban Kristus, mereka hanya seperti bangkai-bangkai manusia yang sudah mati, dimata Tuhan tidak berguna (Yesaya 34 : 3; 66 : 24). Bangkai-bangkai itu adalah lambang pemberon-takan bangsa bangsa yang memberontak dan yang tidak mengenal Allah. Roma 5 : 6 - 11 = orang kafir diperdamaikan dengan Allah dan menerima keselamatan yang dari Allah setelah menerima korban Kristus, itulah PASKAH. Sebab Kristus telah mati ketika kita masih berdosa supaya kita dibenarkan oleh darah-Nya. Jadi bangsa kafir itu telah diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Kristus di atas kayu salib, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah supaya kita mempunyai hidup dan supaya kita diselamatkan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati.2. Karena lewat PASKAH: kita diangkat menjadi IMAM, RAJA dan UMAT PILIHAN ALLAH. Orang kafir itu sebenarnya tidak punya hak untuk disebut sebagai imam, raja dan tidak layak disebut sebagai umat pilihan Allah sebab pada dasarnya bangsa Israel lah yang telah diangkat oleh Allah menjadi suatu kerajaan imam (lihat Keluaran 19 : 5 - 6). Tetapi karena kasih karunia Allah oleh korban Kristus, bangsa-bangsa kafir telah beroleh kesempatan diperdamaikan dan di persekutukan dengan Allah. 1 Petrus 2 : 9 - 10 firman Tuhan menjelaskan kepada kita: bahwa oleh darah Kristus, kita telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib. Tujuannya: “supaya kita layak disebut menjadi bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.” Jadi hanya lewat korban PASKAH saja semua bangsa termasuk bangsa kafir telah beroleh penebusan dalam darah Kristus sebagai korban penebus dosa, kita telah diberi kesempatan supaya menjadi kerajaan imam yang dipakai untuk melayani Allah. Kita bisa melihat dalam Wahyu 1 : 4 - 6 = oleh darah Kristus, kita telah dilepaskan dari dosa untuk menjadikan kita suatu kerajaan dan imam-imam bagi Allah. Bagi Tuhan, jemaat-jemaat yang sudah percaya itu bisa menjadi tidak berarti kalau tidak mau diangkat menjadi imam untuk melayani Allah. Karena itu kalau saudara rindu disebut menjadi harta kesayangan Tuhan, maka saudara harus mau melayani Tuhan. Sebab kalau kita lihat dalam Yohanes 12 : 26, kepada setiap orang yang mau melayani Tuhan, ia dihormati Bapa. Yang disebut melayani Tuhan, bukan hanya karena ia seorang pendeta atau pelayan-pelayan di gereja, jemaat-jemaatpun bisa melayani Tuhan walaupun mungkin pelayanan itu hanya pelayanan yang kecil. Syarat supaya kita bisa melayani Tuhan: kita harus tetap setia mengikut Tuhan supaya di mana Tuhan berada, disitu juga kita berada. Karena itu sebagai imam atau pelayan Tuhan, ada dua (2) hal yang perlu kita perhatikan, yaitu: “Kita harus tetap setia & kita harus bisa dipercaya oleh Tuhan.” Kita bisa dipercaya kalau kita tetap setia melakukan firman.Maka kalau kita lihat dalam Yesaya 43 : 1 - 2 = kalau kita sudah menjadi umat kepunyaan Allah, berkatnya:
- Menyeberang melalui sungai-sungai, tetapi tidak akan hanyut oleh air.
- Berjalan melalui api, tetapi tidak akan di hanguskan oleh nyala api.
Artinya: Tuhan tidak akan mengijinkan kita masuk ke dalam malapetaka-malapetaka yang akan datang menimpa dunia ini dan juga kita tidak akan masuk ke dalam aniaya antikristus.
3. Karena lewat PASKAH: kita diangkat menjadi mempelai perempuan Kristus.
Hosea 2 : 18 - 19 = puncak rencana Tuhan bagi setiap umat-Nya adalah untuk menjadikan umat-Nya itu menjadi Istri-Nya untuk selama-lamanya dalam keadilan dan kebenaran dalam kasih setia dan kasih sayang. Demikian juga dalam Yesaya 54 : 5 firman Tuhan mengatakan: Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Tuhan semesta alam nama-Nya. Kalau puncak rencana Tuhan bagi umat-Nya Israel ialah untuk menjadikan mereka menjadi istri Tuhan, demikian juga kepada kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, puncak rencana Tuhan bagi kita juga adalah untuk menjadikan kita sebagai istri-Nya, yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus yang kudus dan yang sempurna. RUT adalah contoh atau gambaran gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Memang Rut itu adalah orang kafir, dari Moab, tetapi karena ia setia mengikut Naomi, mertuanya sampai ke Betlehem, maka Rut mendapat kesempatan menjadi istri Boas. Rut adalah gambaran gereja Tuhan yang setia kepada Tuhan, yang mau melakukan apapun yang diperintahkan Naomi kepadanya. Maka tidak heran kalau Rut berhasil menjadi istri Boas, demikian juga gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir asal mau melakukan firman Tuhan dan setia melayani Tuhan, maka ia juga beroleh kesempatan untuk dijadikan sebagai istri Tuhan. Jadi bagi kita, PASKAH itu besar artinya, patut kita hargai dan rayakan setiap tahun. Demikian juga kuasa korban Kristus, yang telah mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian bagi dunia, harus tetap kita junjung tinggi. Dialah sumber keselamatan kita, yang mengangkat kita menjadi imam dan raja, bahkan yang membuat kita menjadi pelayan-pelayan Tuhan.


Minggu III April 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

PASKAH = adalah tanda kelepasan dari dosa dan maut, kita telah dibebaskan oleh darah Kristus. Bagi kita Paskah itu merupakan tanda kelepasan yang dikerjakan sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus yang tidak pernah ada batasnya bagi hidup manusia, juga untuk mengatasi segala krisis yang terjadi di tengah-tengah dunia ini.
KEBANGKITAN TUHAN YESUS = menjadi bukti kuasa Allah yang tidak terbatas untuk memberikan kehidupan dan kemenangan bagi setiap orang yang telah mengalami korban Paskah. Kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati juga menjadi tempat perlindungan bagi semua orang yang berharap kepada-Nya. Maka bagi kita sekarang Kebangkitan Tuhan Yesus merupakan hari kemenangan, sebab hari kebangkitan Tuhan Yesus itu menjadi hari untuk beribadah. Lukas 24 : 1 - 2 Yesus bangkit pada “hari pertama minggu itu” menunjuk hari Minggu, hari yang kita pakai untuk beribadah kepada Tuhan. Jadi latar belakang mengapa kita beribadah pada hari Minggu bukan pada hari Sabat atau hari Sabtu adalah karena Yesus bangkit pada hari pertama minggu itu, dan sebagai hari pertama minggu itu ialah hari Minggu. Saudara-saudara dalam Keluaran 36 : 8 - 38 kalau kita lihat ada 4 (empat) tudung Tabernakel, yaitu:
- Kulit domba jantan dicelup merah ( tidak ada ukuran).
- Kulit Lumba-lumba (tidak ada ukuran)
- Kulit Lumba-lumba (tidak ada ukuran)
- Kulit Bulu Kambing (ada ukuran)
Setiap Tudung Tabernakel yang tidak ada ukurannya ini melambangkan kasih Allah yang tidak terukur dan tidak terbatas yang telah diberikan kepada semua orang. Kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus tidak hanya kepada sekelompok orang, tetapi kepada semua orang, semua bangsa. Kuncinya: kita harus menerima korban Kristus dan alami kuasa kebangkitan-Nya yang memberi kehidupan. Dalam Yohanes 6 : 1 - 15 dapat kita lihat memang kuasa Allah itu tidak terbatas untuk memberikan pertolongan bagi semua orang yang mau mengikut Yesus.
= Tuhan Yesus membuktikan kasih-Nya yang tidak terbatas itu dengan memberi makan lima ribu orang walau pada saat itu yang ada hanya lima roti dan dua ikan, mereka semua kenyang makan bahkan masih ada sisanya. Membuktikan Tuhan Yesus memperhatikan umat-Nya dengan tidak terbatas.
= Bagi murid-murid memberi makan lima ribu orang adalah merupakan masalah besar karena saat itu disekitar mereka tidak ada perse-diaan roti yang cukup bahkan sekalipun ada yang menjual makanan, tetapi tidak cukup uang untuk membeli makanan. Tetapi karena kuasa Tuhan itu tidak terbatas, apa yang tidak mungkin bagi murid-murid dapat dilakukan oleh Yesus.
Maka dalam 1 Korintus 15 : 1 - 5 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa hari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah sesuai dengan kitab suci artinya sesuai dengan firman Tuhan.Ayat 3 & 4 = berita yang sangat penting itu adalah berita tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, Kristus telah mati karena dosa-dosa kita. Berbicara tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus ini sangat erat kaitannya dengan babtisan. Karena itu menurut firman Tuhan orang yang paling sia-sia hidupnya adalah mereka yang percaya kepada Yesus tetapi tidak mau memberi diri dibabtis. Sebab dalam Roma 6 : 3 babtisan itu adalah “tanda kematian”, setiap orang yang telah dibabtis dalam Kristus, berarti ia telah dibabtis dalam kematian-Nya. Ayat 4 = kalau kita sudah dibabtis dalam babtisan kematian berarti kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Kristus dalam babtisan kematian supaya kita hidup dalam hidup yang baru. Inilah kehidupan yang sudah mengala-mi tanda kebangkitan, menjadi baru di dalam Kristus. 1 Korintus 10 : 1 - 5 untuk menjadi pengikut Musa, bangsa Israel telah dibabtis dalam awan dan dalam laut. Artinya mereka telah mengalami tanda kematian dan kebangkitan bersama dengan Kristus. Tetapi sekalipun mereka telah melewati laut Kolsom, di padang gurun banyak diantara mereka yang mati karena ditewaskan oleh Allah. Penyebabnya karena mereka melakukan percabulan, mencobai Tuhan dan bersungut-sungut kepada Allah. Khusus dalam Bilangan 11 : 31 - 35 ketika Allah memberikan daging kepada bangsa Israel, bangkitlah murka Tuhan terhadap mereka dan Tuhan memukul mereka dengan suatu tulah yang sangat besar selagi daging burung puyuh itu masih di mulut mereka. Penyebabnya adalah karena mereka telah di rasuk oleh nafsu rakus. Jadi kalau kita sudah mengalami tanda kematian dan kebangkitan Kristus dalam babtisan kematian, maka kita juga harus menjauhkan diri dari nafsu rakus, jangan lagi menuruti hawa nafsu yang membawa kepada kematian. Filipi 3 : 10 - 11 kita harus meneladani rasul Paulus menghendaki pengenalan akan Kristus dalam kuasa kebangkitan-Nya, persekutuan dalam penderitaan-Nya, supaya kita juga serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya. Sebab kalau kita sudah serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya maka kita akan beroleh kebangkitan dari kematian.Pengenalan yang benar tentang kematian dan kebangkitan Kristus, membuat kita dapat melepaskan semua perkara-perkara yang duniawi bahkan kita juga dapat menganggapnya sampah. Pengenalan akan Kristus inilah yang membuat sehingga Paulus berkata: “Berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” (ayat 9). Jadi kepercayaan kepada kebenaran itulah yang membuat sehingga kita dapat mengenal Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Tanpa kebenaran firman Tuhan, tidak ada seorangpun yang dapat mengenal Kristus. Ayub menyadari bahwa Allah benar-benar hidup dan berkuasa, maka Ayub mencabut segala perkataannya yang selama ini mencoba membenarkan diri sendiri. Ayub itu memang adalah seorang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Tetapi pada akhirnya, Ayub mencabut segala perkataannya itu karena ia sadar bahwa hanya Kristuslah yang benar. Memang sudah menjadi kelemahan bagi orang yang saleh selalu membenarkan diri atau menganggap diri lebih benar dari pada orang lain. Ayub 42 : 5 - 6 setelah Ayub sadar kalau selama ini ia percaya kepada Tuhan hanya karena kata orang, sekarang setelah ia mengenal Allah dan setelah matanya sendiri memandang Tuhan, maka ia mencabut segala perkataannya dan dengan menyesali semua perkataannya. Maka Tuhan memu-lihkan keadaan Ayub dan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Demikian juga dosa orang Kristen zaman sekarang sering sekali merasa diri benar, merasa diri sudah suci, merasa tidak seperti orang lain. Kita manusia sangat memerlukan penyucian dari Tuhan, berbeda dengan Yesus, sebab Yesus adalah firman yang menjadi manusia jadi Ia tidak perlu disucikan, tetapi kita harus disucikan. Yeremia 15 : 16 = jika kita sudah bertemu dengan perkataan-perkataan Tuhan, yaitu menikmati firman Tuhan, maka firman itu akan menjadi kegirangan dan menjadi kesukaan hati kita. Firman Tuhan itulah yang dapat membawa kita kepada pengenalan yang benar akan Kristus Yesus sebagai Kepala dari segala sesuatu. 1 Korintus 11 : 3 Kristus kepala dari tiap laki-laki, menunjuk kepada posisi Kristus sebagai Kepala dari segala sesuatu, menjadi pusat kehidupan kita.

Minggu IV April 2009

“KUASA PENEBUSAN DARAH KRISTUS”

Sebagaimana telah kita lihat bersama PASKAH menunjukkan kepada kita betapa hebat kuasa Allah yang telah melepaskan manusia dari dosa dan maut. 1 Korintus 15 : 26 membuktikan Yesus sebagai korban paskah telah menantang maut dan maut itu telah dikalahkan di bawah kaki Kristus. Dan karena maut telah ditaklukkan di bawah kaki Kristus, maka Allah menjadi semua di dalam semua.
Mengapa kita harus mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus?Jawabannya: supaya kita mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati. 1 Korintus 15 : 53 - 54 menjelaskan = yang dapat binasa harus mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati harus mengenakan yang tidak dapat mati. Sebab kalau kita sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati ini, barulah kita dapat menantang maut atau mengalah kan maut sama seperti Kristus, sebab Kristus itu tidak dapat binasa oleh apapun. MAUT = berbicara tentang kematian, suatu perkara yang sangat ditakuti oleh manusia. Tetapi jika kita telah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati ini, maka sekalipun tubuh mengalami kematian jasmani tetapi tidak disebut mati, tetapi istirahat. Hanya orang-orang yang di luar Tuhan saja kalau mengalami kematian disebut mati, tetapi orang yang di dalam Tuhan disebut hanya istirahat saja. Saudara-saudara, dalam kitab Rut telah digambarkan tentang kehidupan yang mengalami kematian.Yaitu keluarga Elimelekh, pada saat terjadi kelaparan pergi ke Moab meninggalkan Betlehem. Karena mereka mencoba mencari jalan keluar dengan pergi ke Moab, maka ada tiga (3) kematian yang dialami Naomi, yaitu:
- Kematian Elimelekh
- Kematian Mahlon
- Kematian Kilyon
Ini menunjuk tiga kematian yang akan dialami oleh setiap orang yang meninggalkan Tuhan, yaitu:
- kematian jasmani
- kematian rohani
- kematian di dalam api neraka.
Tetapi untung Naomi cepat-cepat sadar dan segera pulang kembali ke Betlehem bersama dengan Rut, menantunya. Sebab lewat ketaatan Rut dalam melakukan segala perkataan Naomi, akhirnya mereka mengalami penebusan. Sejak Naomi dan Rut sampai ke Betlehem, mereka sudah mulai menunjukkan perbuatan yang baik, terutama Rut yang selalu setia melakukan segala perintah Naomi. Maka segala kebutuhan mereka selalu tercukupi, tanah milik Elimelekh dibebus kembali dan Rut berhasil menjadi istri Boas. Ada tiga (3) yang hal yang ditebus, yaitu: orang-orangnya, rumahnya dan juga tanah atau ladangnya. Demikian juga kerinduan Tuhan, Ia mau bukan hanya untuk menebus kita saja, tetapi Ia juga ingin memberkati kita dalam segala hal. Roma 7 : 4 puncak kerinduan Tuhan adalah supaya kita dapat menghasilkan buah-buah yang baik dan berkenan kepada Tuhan.Kalau saudara rindu diberkati Tuhan, langkah pertama yang harus dilakukan ialah: lebih mengu-tamakan mencari Tuhan, mencari kebenaran. Hal ini sudah dikatakan oleh Yesus, ketika Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6 : 33). Sebab kalau kita lebih dahulu mencari Kerajaan Allah serta kebenarnnya, maka Tuhan akan memberkati kita dan mencukupkan seluruh kebutuhan kita. Imamat 25 : 23 - 28 berbicara tentang “penebusan tanah”, tanah itu adalah milik Tuhan, maka harus diberi kesempatan untuk menebusnya kembali Kemudian Imamat 25 : 29 - 34 berbicara tentang “penebusan rumah”. Penebusan ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Kitab Rut psl 4 yang dialami oleh Naomi dan Rut, baik ladang dan segala miliknya ditebus oleh Boas. Sebenarnya masih ada penebus lain yang bisa menebus Rut selain dari Boas, tetapi penebus itu tidak mau menebus Rut, yang mereka tebus hanya tanah milik Elimelekh. Maka Boas tampil menjadi penebus, yang ditebus bukan hanya tanah milik Elimelek saja tetapi juga Rut, orang Moab. BOAS adalah gambaran Kristus, satu-satunya yang sanggup menebus kita dari segala dosa hanyalah Kristus, dan hanya Dia sajalah yang sanggup menjadikan kita menjadi mempelai perempuan Kristus yang kudus dan sempurna. Saudara-saudara, ada dua (2) fungsi mengapa manusia itu harus mengalami penebusan, yaitu:
1. Untuk MENGEMBALIKAN apa yang telah hilang atau terjual.
Ketika manusia pertama diciptakan oleh Allah di taman Eden, pada dasarnya kemuliaan Allah menutupi mereka, walaupun mereka telanjang tetapi mereka tidak malu sebab ada kemuliaan Allah yang menutupi mereka. Tetapi setelah mereka jatuh ke dalam dosa, kemuliaan itu telah hilang dan mereka harus diusir dari taman Eden. Firman Tuhan dalam Roma 3 : 23 mengatakan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Inilah yang menjadi kerinduan Tuhan dalam hidup kita, Ia mau mengembalikan kita kepada kemuliaan-Nya yang semula, yang pernah diberikan kepada manusia.Maka tidak heran kalau kitab Rut itu adalah berbicara tentang kuasa penebusan Kristus dalam penggemba-laan yan di dalamnya ada firman Tuhan. Walaupun Rut itu adalah orang kafir, tetapi karena ia setia mengikuti Naomi sampai ke Betlehem dan taat melakukan segala apa yang diperintahkan Naomi kepadanya, Rut beroleh penebusan dan menjadi istri Boas. Setelah mengalami tanda penebusan, hasilnya mengalami tanda kebangkitan. Naomi yang dahulu sempat berkata: “Jangan sebut aku Naomi, tetapi sebut saja aku Mara” sekarang telah mengalami tanda kebangkitan, hidupnya dipulihkan kembali dan segala kepunyaan-nya yang dahulu baik rumahnya ladang atau tanah-nya telah beroleh penebusan kembali. Kisah Rasul 4 : 4 = kuasa pemberitaan Injil tentang kematian dan kebangkitan Kristus: banyak orang menjadi percaya dan jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Dan kalau kita lihat perkembangan setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, mulai dari sebelas murid meningkat menjadi seratus dua puluh (Kisah Rasul 1 : 15) = meningkat menjadi tiga ribu orang (Kisah Rasul 2 : 41) = meningkat menjadi lima ribu orang (Kisah Rasul 4 : 4) dan puncaknya tidak terhitung nyaknya.
2. Untuk MENGEMBALIKAN damai sejahtera.
Damai sejahtera itu bersumber hanya dari Allah saja, damai sejahtera yang sangat diperlukan oleh semua orang. Yohanes 20 : 19 - 23 setelah Yesus bangkit dari antara orang mati Ia menampakkan diri-Nya kepada murid-murid di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci, Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Yesus tahu setelah Ia mati, murid-murid-Nya telah kehilangan damai sejahtera, itu sebabnya setelah Ia bangkit, Ia tahu apa yang paling dibutuhkan murid-murid, yaitu damai sejahtera. Yesus mau supaya murid-murid jangan tetap di dalam kebimbangan tetapi supaya mereka memiliki pengharapan bahwa di dalam kematian dan kebangki-tan ada kuasa, yang sanggup mengatasi segala masalah. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap hidup di dalam kebenaran supaya kita juga dapat menikmati kuasa kematian dan kebangkitan. Yaitu kuasa yang sanggup mengembalikan apa yang telah hilang dari dalam hidup kita, baik kemuliaan maupun damai sejahtera yang sangat berguna bagi kita.