Senin, 20 Mei 2013

Bulletin Minggu

“HARI RAYA PENTAKOSTA” 


 Mei  2013


Saudara-saudara, gereja mula-mula bisa bertumbuh dengan baik karena mereka sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Walaupun banyak tekanan dari orang-orang Yahudi, bahkan sekalipun mereka mengalami penganiayaan karena menerima Injil keselamatan, mereka tetap bersukacita dan tidak takut menghadapi ancaman. Baik rasul-rasul maupun jemaat-jemaat sama-sama sudah diperlengkapi dengan kuasa Roh Kudus. Mereka bisa beribadah dengan baik bahkan bisa melayani walau harus mengalami berbagai-bagai tekanan. Kisah Para Rasul 1 : 4 - 5 mereka sungguh-sungguh melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Yesus supaya jangan meninggalkan Yerusalem sebelum dibabtis dengan Roh Kudus. Sebab ketika tiba hari Pentakosta mereka semua penuh dengan Roh Kudus lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu untuk mengatakannya. 

Ketika orang-orang Yahudi yang tinggal di Yesusalem melihat apa yang terjadi itu mereka berkerumun dan menjadi heran sebab mereka mendengar rasul-rasul berkata-kata dalam bahasa mereka. Mereka semua tercengang-cengang dan termangu-mangu sehingga ada diantara mereka yang menganggap rasul-rasul itu sedang mabuk oleh anggur (Kisah Para Rasul 2 : 1 - 13). Apa yang telah dinubuatkan dalam kitab perjanjian lama telah digenapi, Roh Kudus telah dicurahkan kepada setiap orang yang mau melakukan segala perintah Tuhan. Roh Kudus itu adalah jaminan yang diberikan Tuhan sebagai penolong dan penghibur dalam segala hal. Lukas 24 : 44 - 49 Tuhan Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya inti dari pemberitaan Injil itu sendiri adalah berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa. 

Berita ini harus disampaikan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem kemudian kepada semua bangsa di dunia ini. Tujuannya supaya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa itu bisa diterima semua orang dan semua bangsa. Sebab tanpa pertobatan dan tanpa pengampunan dosa tidak ada seorangpun yang bisa berkenan kepada Tuhan. Karena itu Tuhan Yesus berpesan murid-murid itu tinggal di Yerusalem sampai mereka diperlengkapi dengan kekusaan dari tempat tinggi, itulah Roh Kudus. Tidak ada seorang pun manusia yang bisa bertobat atau mengalami tanda keubahan hidup kalau tanpa Roh Kudus. Dan tidak mungkin terjadi pengampunan dosa kalau seseorang itu tidak bertobat dulu. Karena itu baik berita tentang pertobatan maupun pengampunan dosa ini sejalan. Setiap orang yang sudah menerima Roh Kudus maka Roh itu akan membawa orang tersebut kepada pertobatan, sadar akan segala dosa dan perbuatannya yang salah di mata Tuhan. Dan kalau seseorang itu sudah sadar dan bertobat dari segala kesalahannya, maka terjadilah pengampunan. Segala dosa dan pelanggarannya akan diampuni Tuhan bahkan akan dibawa kepada seluruh kehendak Tuhan. Karena itu kalau setiap orang telah menyadari bahwa dosanya telah diampuni, merekalah yang bisa mengasihi Tuhan dengan baik. Kalau pengampunan telah terjadi, maka pengampunan dosa itu akan menimbulkan kasih kepada orang yang telah memberikan pengampunan tersebut. 

Dengan demikian setiap orang yang telah menerima pengampunan dosa dari Tuhan, maka merekalah yang bisa mengasihi Tuhan dengan baik dan benar. 
                     MARIA = seorang yang selama ini terkenal sebagai perempuan berdosa setelah menerima pengampunan dosa, rela memberikan dan mempersembahkan minyak narwastu murni yang mahal harganya. Maria rela memberikan yang terbaik dan termahal dari yang dia punya untuk membasuh kaki Tuhan Yesus. Hal ini diperbuatnya untuk menunjukkan betapa ia mengasihi Yesus setelah menyadari bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah diampuni. Jadi pengampunan dosa itu menimbulkan kasih kepada Yesus yang telah memberikan pengampunan kepadanya. 
                 Zakheus = seorang pemungut cukai mau memberikan setengah dari haryanya setelah ia menyadari bahwa keselamatan telah terjadi atas dirinya. Setelah Zakheus tahu bahwa ia telah menerima pengampunan dari Tuhan Yesus, ia rela melepaskan hartanya untuk melayani Tuhan Yesus. Bahkan ia juga rela mengembalikan empat kali lipat kepada orang-orang yang pernah ditipunya. Jadi Zakheus itu benar-benar rela melepaskan hartanya demi untuk melayani Yesus walaupun ia sendiri harus menderita dan menjadi orang miskin. Baik Maria maupun Zakheus rela melepaskan apa yang mereka miliki dan rela menjadi orang miskin karena telah menerima pengampunan dosa. Mereka membuat pengampunan dosa itu sebagai seauatu yang lebih berharga dari harta duniawi. 

Maka Tuhan Yesus pun benar-benar menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang telah diselamatkan dan telah dibebaskan dari segala dosa mereka. Sehingga pengampunan itu benar-benar bisa menimbulkan kasih, Maria dan Zakheus bisa mengasihi Yesus dengan tepat dan benar. Roma 5 : 6 - 8 Allah telah menunjukkan kasih-Nya kepada kita ketika kita masih berdosa. Kristus Yesus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang telah ditentukan Allah sehingga sekarang kita telah menerima pengampunan dosa. Tuhan Allah telah membuktikan kasih-Nya kepada kita dan telah memperdamaikan kita dengan Allah oleh kematian Yesus Kristus di kayu salib. Karena itu patutlah kita bersyukur dan berterimakasih karena telah ada orang yang rela mati untuk dosa-dosa kita. Bagi kita sekarang, berita tentang keselamatan dan pengampunan dosa itu jauh lebih penting dan lebih berharga dari segala harta yang ada di dalam dunia ini. Karena itu kita semua membutuhkan Roh Kudus yang bertugas untuk menyadarkan kita dari dosa supaya kita bisa bertobat dengan benar dan mengalami tanda keubahan hidup. Roh Kudus itulah yang akan membawa kita kepada pertobatan yang benar sehingga terjadilah pengampunan dosa. Sebab kalau kita sudah bertobat dan menerima pengampunan dosa maka kita akan layak dihadapan Tuhan. Roh Kudus itu akan bekerja membawa kita kepada kekudusan hidup, akan disucikan dari hari ke hari sampai benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan. 

Tuhan mau memberikan Roh Kudus-Nya hanya kepada orang-orang yang mau mendengar dan melakukan firman Tuhan. Tuhan tidak akan memberikan Roh Kudus kepada orang-orang yang duduk santai, tidak akan memberikan kepada orang-orang yang tidak mau beribadah dan melayani Tuhan. Karena itu kalau Yesus naik ke sorga untuk menunjuk kan bahwa dibalik tempat kita yang sementara ini ada tempat yang paling indah, yaitu sorga. Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi semua orang yang berkenan kepada-Nya. Yohanes 14 : 1 - 3 sebelum Yesus ditagkap dan disalibkan, Tuhan Yesus mengingatkan murid-murid-Nya supaya jangan gelisah hatinya. Walau secara jasmani murid-murid patut gelisah tetapi Yesus lebih dahulu menguatkan murid-murid-Nya supaya jangan takut. Tujuan dari semua itu supaya murid-murid jangan hanya melihat apa yang dilihat mata tetapi supaya melihat apa yang sedang dikerjakan oleh Yesus. Memang tempat itu belum kelihatan dengan mata jasmani namun kita harus percaya bahwa sorga itu nyata dan benar-benar ada. Karena itu kita semua sangat membutuhkan Roh Kudus sebagai penolong dan penghibur supaya kita bisa melewati masa-masa yang sulit ini dengan kemenangan yang dari Tuhan. Karena Yesus hidup maka kita pun akan hidup dan Roh-Nya akan memimpin kita kepada kebenaran.

Senin, 13 Mei 2013

Bulletin Kamis

KITAB FILIPI 
 Bible Study, Mei 2013

 Lahirnya jemaat di Filipi : 
- karena ada seorang permpuan bernama Lidia yang sangat mengasihi Tuhan, bukan hanya membuka 
   hatinya tetapi yang juga membuka rumahnya. 
- karena ada seorang gadis yang mengalami kelepasan sehingga tersebar kesemua orang 
- karena ada seorang kepala penjara di Filipi yang mau bertobat, mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat sehingga ia dan seisi rumahnya diselamatkan. Walaupun mereka harus mengalami berbagai-bagai penderitaan tetapi mereka tetap percaya dan tetap setia mengikuti kebenaran. 

Bersukacita dalam penderitaan ada empat (4) poin penting yang akan kita dapatkan, yaitu :
1. Kita mengerti bahwa penderitaan itu bisa membuat kita berhenti berbuat dosa. 1 Petrus 4 : 1 - 2 karena Kristus telah menderita penderitaan badani, maka kita juga harus mempersenjatai diri dengan pikiran yang demikian. Maksudnya kalau karena kebenaran kita harus mau menanggung penderitaan apapun bentuknya. Sebab setiap orang yang menderita penderitaan badani maka penderitaan itu akan membuat kita berhenti berbuat dosa. Dengan demikian maka waktu yang sisa ini, maksudnya pada zaman akhir ini kita akan pergunakan bukan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Inilah yang membuat maka penderitaan itu bisa membuat kita berhenti berbuat dosa. 

2. Penderitaan itu membuat kita belajar menjadi taat. Ibrani 5 : 8 Yesus sendiri sebagai Anak telah belajar menjadi taat dari apa yg telah diderita- Nya untuk menunjukkan bahwa penderitaan itu bukanlah sesuatu yang menakutkan apalagi membahayakan hidup. Bagi kita penderitaan itu merupakan sebagai alat atau jalan untuk melatih supaya kita belajar menjadi taat sebagai anak-anak Tuhan. Kalau Yesus sendiri seba- gai Anak mau belajar menjadi taat dari apa yang harus diderita-Nya, maka kita juga harus mau belajar taat dari apa yang harus kita alami. 

3. Penderitaan itu membuat kita serupa dengan Kristus. Filipi 3 : 10 - 11 apa yang dikehendaki rasul Paulus juga harus menjadi kehendak kita, kita hrs mengenal Kristus dalam persekutuan penderitaan-Nya, dalam kematian dan kebangkitan- Nya supaya kita akhirnya menjadi serupa dengan Kristus. 

4. Menderita supaya orang lain juga diselamatkan oleh Tuhan. 1 Petrus 3 : 18; Kolose 1 : 24 rasul Paulus juga rela menderita karena orang lain demi pemberi- taan Injil supaya orang lain diselamatkan. Sebab penderitaan yang kita alami itu adalah jg untuk menggenapkan dalam daging kita apa yang kurang dalam penderitaan Kristus.

Bulletin Minggu

“HARI RAYA PENTAKOSTA”

 Mei  2013


 Saudara-saudara, semua orang membutuh kan Roh Kudus. Baik jemaat-jemaat maupun hamba-hamba Tuhan yang melayani sama-sama membutuhkan Roh Kudus. Sebab kalau tanpa Roh Kudus tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan segala tabiat atau keinginan daagingnya, tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan segala pengaruh-pengaruh yang duniawi apalagi mengalah kan segala tipu daya Iblis. Bahkan kalau tanpa Roh Kudus tidak ada seorangpun yang bisa memahami kebenaran dengan benar, sulit diajak mengerti akan firman Tuhan. Dan tanpa Roh Kudus tidak ada seorangpun yang bisa beribadah dan melayani Tuhan dengan baik dan benar. 

Kalau beribadah tanpa Roh Kudus, melayani tanpa Roh Kudus, semua tidak berguna dan tidak berkenan kepada Tuhan. Dan yang lebih parah lagi kalau tanpa Roh Kudus, orang-orang akan mencocokkan ayat-ayat firman Tuhan menurut perasaan atau kehendaknya sendiri. Mereka akan memakai akalnya untuk menafsirkan ayat-ayat firman Tuhan sehingga sulit diajak menjadi rohani. Maka tidak heran kalau pada akhir zaman ini banyak orang menciptakan pemahaman-pemahanan yang tidak berdasarkan kebenaran, banyak orang bertheologia tentang Tuhan tetapi tidak akan bisa memahaminya dengan baik. Bahkan akan menyimpang dan akan semakin jauh dari kebenaran yang sesungguhnya. Walau mereka berusaha mengenal kebenaran, bahkan sekalipun mereka ingin menjadi orang yang rohani tetapi tidak akan berhasil, semua sia-sia saja. 

Oleh sebab itu 1 Yohanes 5 : 6 Tuhan mau memasukkan Roh Kudus-Nya ke dalam hati supaya kita dapat memahami tentang kebenaran. Yesus yang telah datang sebagai manusia dengan air dan darah telah disaksikan oleh Roh Kudus. Dikatakan Roh yang memberi kesaksian karena Roh adalah kebenaran. Maksudnya : Roh Kudus itulah yang akan membawa dan menuntun kita kepada kebenaran supaya kita bisa hidup sesuai dengan kebenaran. Karena itu kalau orang selalu berusaha mempertahankan keinginan diri sendiri dan mempertahankan pemahaman sendiri maka Roh Kudus tidak akan diberikan. Saudara-saudara dalam kitab Perjanjian Lama firman Tuhan telah menubuatkan tentang kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Yaitu ketika bangsa Israel merayakan hari raya buah bungaran, yaitu ketika mereka membawa hasil sulung. 

Apa yang dilakukan bangsa Israel ini adalah gambaran atau bayangan akan kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati sebagai yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati. Dan yang membangkitkan Yesus adalah Roh-Nya sendiri. Itu sebabnya bagi kita, Roh Kudus itu sangat berguna sebab sangat berperanan penting untuk membawa kita kepada seluruh kebenaran. Karena Roh adalah kebenaran, maka Roh itu jugalah yang kita butuhkan untuk membawa kita kepada seluruh kebenaran. Sebab kalau Tuhan Yesus datang kembali kali yang kedua. 

Ia akan melihat apakah di dalam hati kita sudah ada Roh Kudus-Nya. Kalau Tuhan Yesus melihat tidak ada Roh Kudus-Nya di dalam hati manusia, maka sudah pasti tidak akan berkenan kepada Tuhan dan tidak akan diijinkan masuk ke dalam kerajaan sorga. Efesus 1 : 13 - 14 firman Tuhan menjelaskan kepada kita setelah mendengarkan firman kebenaran yaitu Injil keselamatan, Roh Kudus itu sangat penting peranannya bagi kita : - memeteraikan kita dengan Roh Kudus sebagai tanda milik Kristus
                -Roh Kudus itu menjadi jaminan bagian kita sampai berhasil memperoleh seluruhnya yaitu 
                  beroleh  hidup yang kekal. 

Jadi kalau Roh Kudus dicurahkan, kalau Tuhan mengaruniakan bahasa Roh, tentu ada tujuannya, yaitu untuk memuliakan nama Tuhan supaya kita bisa memuji-muji nama Tuhan dengan tepat dan benar. Kisah Para Rasul 2 : 1 - 11 Tuhan Allah mencurahkan Roh Kudus-Nya keatas rasul-rasul dan orang-orang yang percaya kepada Yesus sehingga mereka dapat berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka. Ketika hari Pentakosta tiba, semua orang percaya termasuk rasul-rasul berkumpul di satu tempat untuk menantikan janji Bapa bahwa mereka akan dibabtis dengan Roh Kudus. Maka ketika Roh Kudus itu dicurahkan, turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Ini adalah penggenapan di mana Roh Kudus dicurahkan ke atas orang-orang percaya dan memenuhi mereka supaya bisa berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 

Tujuan utamanya: supaya Tuhan mengendalikan rasul-rasul sehingga bisa memuliakan Tuhan dengan mulut, bisa mengeluarkan kata-kata yang indah. Bahkan juga supaya rasul-rasul bisa dipakai oleh Tuhan menjadi saksi untuk memberitakan Injil tentang keselamatan dengan berani kepada semua bangsa, suku dan bahasa di seluruh bumi. Roh Kudus itulah nantinya yang memberi keberanian sehingga rasul-rasul mampu memberitakan Injil tentang keselamatan ini kepada semua bangsa. Saudara-saudara, sering sekali mulut ini salah dalam berbicara bahkan cenderung terjebak ke dalam kebohongan. Karena itu Roh Kudus sangat berperanan penting menguasai hati dan pikiran supaya jangan sampai salah dalam berkata-kata. Karena itu dalam Yohanes 14 : 15 - 17 Yesus mengatakan kepada setiap orang yang mengasihi Tuhan dan yang mau menuruti segala perintah-Nya, Yesus sendiri yang akan meminta kepada Bapa supaya Bapa memberikan seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran. Roh Kebenaran itu bertugas untuk menyertai kita sampai selama-lamanya, memberi kekuatan dan menuntun kita kepada seluruh kebenaran. 

Dunia memang tidak menerima dan tidak mengenal Roh Kebenaran sebab baik hati dan pikiran mereka telah ditutupi oleh kegelapan. Bagi orang-orang yang tidak mengasihi Tuhan, ia tidak akan mampu menuruti segala perintah Tuhan sebab Roh Kudus tidak ada pada mereka. Tetapi kalau Tuhan sudah memberikan Roh Kudus-Nya maka Roh Kudus itulah yang akan menuntun kita dan yang akan memampukan kita untuk melakukan seluruh kehendak Allah. Karena kita mengasihi Tuhan dan mau melakukan segala perintah-Nya, maka Roh Kudus itu menyertai dan akan diam di dalam hidup kita. Yesaya 61 : 1 - 3 Yesus sendiri sebagai Tuhan yang telah datang ke dalam dunia sebagai manusia, Roh Tuhan Allah ada pada-Nya karena Tuhan Allah telah mengurapi-Nya. Kalau tanpa Roh Kudus tidak mungkin Yesus bisa menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, tidak mungkin Yesus bisa memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan atau kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. 

Kalau tanpa pengurapan dari Roh Kudus, Yesus pun tidak akan mungkin bisa mengalahkan Iblis dan tidak akan bisa mengadakan mujizat-mujizat. Tetapi karena Yesus telah diurapi oleh Allah dengan Roh-Nya yang tidak terbatas, maka Yesus mampu mengadakan mujizat-mujizat, Yesus memberitakan Injil tentang keselamatan kepada banyak orang. Karena itu kalau Yesus sendiri yang adalah Tuhan dipenuhi dan diurapi dengan Roh Kudus apalagi kita yang hanya manusia yang terbatas ini harus lebih merindukan supaya Tuhan memenuhi dan mengurapi kita dengan Roh Kudus-Nya. Roh Kudus itulah sebagai jamiman kekuatan kita supaya menang.

Minggu, 05 Mei 2013

Bulletin Bible Study

KITAB FILIPI 



Kamis, Mei 2013


Kita bisa bersukacita dalam penderitaan sebab kita sadar bahwa Tuhan sedang membentuk dan memperlengkapi kita, supaya kita layak disebut jemaat yang berkenan kepada Tuhan. Sebab tujuan penderitaan itu adalah untuk melatih diri kita sendiri supaya menang dan mam- pu melawan segala tipu daya si Iblis, mampu mengalahkan segala pengaruh-pengaruh yang duniawi dan juga mengalahkan segala tabiat daging. 

Termasuk segala bentuk sandungan yang sering sekali mau melemahkan iman bahkan yang membuat banyak orang meninggalkan Tu- han dan ibadah. Wahyu 12 : 1 - 2 perempuan yang berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ini adalah penampilan gereja Tuhan yang telah berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang dikuduskan dan disempurnakan menjadi sama seperti Kristus. 

Gereja Tuhan yg jadi mempelai itu berhasil ditempa dengan berbagai-bagai penderitaan yang berat, walau menderita namun tetap setia mengikut Tuhan dan taat melakukan segala perintah Tuhan. Gereja yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus itu bukan tanpa masalah, tidak lepas dari yang namanya pederitaan, tetapi karena tetap taat dan setia maka lewat penderitaan itulah di- tempa dan diperlengkapi dari hari ke hari sampai menjadi sempurna. Sebagaimana Tuhan Yesus Kristus telah melewati berbagai-bagai penderitaan dan menang, demikianlah juga gereja yg hidup diakhir zaman ini harus melewati berbagai-bagai penderitaan. 

Kita harus mengingat bahwa penderitaan itu bukanlah akhir dari segala-galanya, penderitaan itu bukanlah suatu siksaan tetapi alat atau cara Tuhan untuk membentuk kita. Kisah Para Rasul 16 : 25 sikap yang harus kita lakukan ketika sedang dalam penderitaan : 
 - kita harus berdoa, maksudnya menyampaikan kepada Tuhan apa yang sedang kita alami 
    dan percaya bahwa Tuhan pasti akan menjawabnya. 
 - kita harus menyanyikan puji-pujian kepada Allah, maksudnya kita harus bisa memuji Tuhan walaupun sedang mengalami berbagai-bagai penderitaan. Filipi 4 : 6 justru ketika sedang berada dalam pencobaanlah maka kita harus menyatakan segala keinginan kita kepada Allah dalam doa dan permohonan yg disertai dengan ucapan syukur untuk memuliakan Allah. 

Karena rasul Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian ke- pada Allah maka terjadilah gempa bumi yang hebat sehingga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Maksudnya kalau kita mau berdoa dan memuji-muji nama Tuhan maka segala ikatan dosa dan maut akan dilepaskan, Tuhan akan melakukan perkara yang besar untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Jadi penderitaan itu bukanlah suatu siksaan tetapi merupakan jalan Tuhan untuk membawa kita mengerti kehendak Tuhan.

Bulletin Minggu

“Hari raya pentakosta” 

Minggu, Mei 2013

Puji Tuhan! 

Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus yang selalu melimpahkan kasih dan penyertaan-Nya, yang selalu memberkati kita dengan segala kemurahan-Nya. Kalau kita sudah mendapatkan berkat rohani maka berkat jasmani pasti akan diberikan Tuhan juga kepada kita semua. Saudara-saudara, sejak beberapa minggu yang lalu kita sudah melihat firman Tuhan tentang kuasa kematian dan kebangkitan Kristus. Kematian dan kebangkitan Kristus itu sungguh-sungguh mendatangkan berkat yang sangat besar buat kita. 

Kita harus mengetahui bahwa kita bisa diterima di hadapan Bapa karena Yesus telah datang sebagai manusia. Ketika Yesus masih berada di sorga, Ia bukanlah manusia sebab seluruh ketuhanan itu ada di dalam diri-Nya sendiri. Tetapi setelah Ia datang ke dalam dunia ini, Yesus disebut Anak Manusia. Itu sebabnya manusia tidak bisa masuk ke dalam Bapa kalau tidak melalui Yesus, Yesus itu adalah manusia ilahi yang ditentukan Bapa untuk membawa kita kepada-Nya. Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati merupakan penggenapan Hari Raya Buah Bungaran yang selalu dirayakan oleh orang Israel setiap tahunnya. 

Tetapi khusus dalam Imamat 23 : 15 - 22 sudah merupakan suatu peraturan bagi bangsa Israel merayakan hari raya tujuh minggu, dan sesudah sabat yang ketujuh harus dihitung lima puluh hari. Orang Israel harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada Tuhan, mereka harus membawa dua buah roti unjukan dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik dan yang dibakar sesudah dicampur dengan ragi sebagai hulu hasil bagi Tuhan. Untuk merayakan hari raya tujuh minggu ini tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat. Ini menunjukkan hari raya yang ketiga setelah hari raya buah bungaran. Hari raya ini merupakan suatu pesta yang berurusan dengan ragi, bahwa kita sebagai umat Tuhan harus menerima babtisan Roh Kudus. Sebab memang hanya oleh pertolongan Roh Kuduslah kita bisa mengatasi segala bentuk dosa yang merusak kehidupan kita. 

Berbicara tentang ragi bukan hanya berbicara tentang dosa, tetapi juga tentang ragi keburukan dan juga pengajaran-pengajaran palsu. Namun kalau kita lihat dalam ayat tersebut, sepertinya Tuhan memberikan perintah bahwa ragipun harus dibawa atau ditunjukkan kepada Tuhan. Roh Kudus adalah penolong yang diberikan Tuhan kepada kita untuk menyelesaikan segala bentuk dosa, karakter-karakter yang buruk bahkan untuk menunjukkan pengajaran-pengajaran yang palsu sehingga kita bisa terhindar. Karena memang hanya Roh Kuduslah yang bisa menyelesaikan segala bentuk dosa yang tidak kita sadari. 1 Yohanes 5 : 6 firman Tuhan menyatakan dengan jelas Rohlah yang memberi kesaksian bahwa Roh adalah kebenaran. Yaitu kebenaran yang menyatakan kepada kita bahwa oleh pertolongan Roh Kuduslah kita dapat menyelesai kan dosa, yang membuang segala sifat atau karakter dan untuk menyelasaikan pengajaran yang sesat. 

Hal ini juga telah dikatakan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke sorga. Yohanes 15 : 7 - 11 Yesus sendiri yang mengatakan adalah lebih berguna jika Yesus pergi (= naik ke sorga) supaya Penghibur itu datang. Sebab kalau Yesus sudah naik ke sorga maka Yesus akan mengutus Roh Kudus kepada kita semua. Fungsi Roh Kudus itu adalah untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Roh Kudus itu punya peranan yang sangat penting untuk menyelesaikan segala persoalan akan dosa, yang digambarkan bagaikan ragi-ragi. Namun kalau kita lihat banyak orang tidak sadar bahwa sekarang ini adalah akhir zaman, kesempatan untuk bertobat sudah semakin dekat dan hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya sudah semakin dekat. Tanpa Roh Kudus sangat sulit orang dibawa kepada kebenaran, sangat sulit mengerti kehendak Tuhan. Dan tanpa Roh Kudus tidak mungkin seseorang bisa berkenan kepada Tuhan. 

Orang yang seperti ini menganggap jauh dari Tuhan suatu kesombongan, mereka menganggap tidak memerlukan Tuhan dan merasa tidak berguna kalau beribadah kepada Tuhan. Tetapi setelah Yesus naik ke sorga, Ia mencurahkan Roh Kudus-Nya untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Supaya nyata bahwa manusia bisa insaf akan dosa hanya karena pertolongan dari Roh Kudus. Kemudian Roh Kudus berperanan menginsafkan dunia akan kebenaran. Tanpa Roh Kudus tidak ada seorang pun yang bisa mengerti akan kebenaran. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menyangka kalau sudah menyelidiki kitab suci maka mereka akan mengenal kebenaran. Justru sebaliknya pengetahuan yang ada pada mereka tidak mampu mengungkap rahasia tentang kedatangan Yesus sebagai manusia. Intelektual yang ada pada mereka itu tidak dapat membawa mereka kepada kebenaran yang sesungguhnya. 2 Korintus 4 : 3 akibatnya rahasia tentang keselamatan tertutup bagi mereka yang akan binasa. Penyebanya karena mereka tidak dipenuhi dengan Roh Kudus. 

Selanjutnya Roh Kudus itu juga berperanan menginsafkan dunia akan penghakiman, baik orang berdosa dan orang benar sama-sama akan dihakimi. Hanya bedanya, kalau orang-orang berdosa akan dihakimi untuk menerima hukuman tetapi orang-orang benar kalau masuk kepengadilan tujuannya untuk menerima upah. Jadi pengadilan bukan hanya untuk menentukan hukuman tetapi juga untuk menentukan upah bagi seseorang. Dipengadilan akan ditentukan seseorang itu salah atau benar. Kalau salah maka akan menerima hukuman, tetapi kalau tidak ditemukan kesalahannya akan menerima upah dan memperoleh hidup yang kekal. 2 Tesalonika 1 : 5 - 6 kesaksian yang tidak pernah bisa merubah upah kita adalah penghakiman Allah. Sebab kalau Allah menghakimi pasti dengan adil, dan tidak akan pernah salah. 

Penghakiman atau pengadilan Tuhan itu akan menentukan apakah kita layak menjadi warga kerajaan Allah. Apa bukti kita disebut layak menjadi warga kerajaan Allah? sudah memiliki kesaksian bahwa kita sudah ikut menderita karena kerajaan Allah. Saudara-saudara, jangan mengira yang diukur Tuhan hanya kekudusan saja, jangan mengira yang dilihat Tuhan hanya ibadah dan pelayanan saja, tetapi Tuhan juga melihat apakah kita mau menderita karena kerajaan Allah. Gereja Tuhan tidak pernah bisa lepas dari yang namanya penderitaan sebab mengikut Tuhan harus mau memikul salib. Tetapi menderita di sini bukanlah karena dosa tetapi karena mau menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. 

Jadi kalau Tuhan memberikan Roh Kudus tujuannya adalah : supaya kita bisa mengatasi persoalan dosa, mengatasi persoalan ragi-ragi keburukan dan ujian-ujian. Jangan mengira Roh Kudus itu diberikan hanya kepada orang-orang kudus atau orang-orang yang menjadi sempurna. Tidak! Justru karena Tuhan tahu kita punya kelemahan maka Ia mau memberikan Roh Kudus-Nya untuk memantapkan kita supaya bisa bertobat dengan benar. Tuhan memberikan Roh Penghibur karena Tuhan tahu manusia itu tidak punya kekuatan untuk menyelesaikan segala masalahnya. Oleh sebab itu ada hari raya yang tidak boleh ada ragi di dalamnya, tetapi khusus hari raya yang ketiga ini Tuhan mengijinkan ragi itu dicampur dengan roti. Hari raya ini menunjukkan pekerjaan Tuhan yang mengutus Roh Kudus-Nya untuk memenuhi hidup kita. Sebab dengan adanya kuasa Roh Kudus yang memenuhi kita maka kita bisa diterima di hadapan Allah setelah segala dosa kita diselesaikan atau diampuni oleh Tuhan.

Senin, 22 April 2013

Bulletin Biblle Study

KITAB FILIPI 



Kamis, April 2013



Kitab Filipi hanya terdiri dari empat (4) pasal saja namun demikian mengandung arti yg sangat besar dan banyak rahasia firman Tuhan yang bisa kita gali di dalamnya. Dan kitab Filipi ini juga merupakan kitab yang menekankan supaya jemaat-jemaat itu tetap hidup da- lam sukacita yang besar. 

Sekalipun jemaat di Filipi ini bertumbuh di tengah-tengah penga- niayaan yang begitu hebat namun rohani mereka bisa bertumbuh dengan baik dan penge- nalan mereka kepada Kristus bisa berkembang. Karena itu dalam keempat pasal yang ada dalam kitab Filipi ini terdapat empat jenis sukacita : 
- Psl 1 = sukacita dalam penderitaan
- Psl 2 = sukacita karena mau melayani Tuhan 
- Psl 3 = sukaita karena percaya kepada Tuhan dan firman-Nya 
- Psl 4 = sukacita karena berkat-berkat yang dianugerahkan Tuhan 

Karena kalau Tuhan memanggil kita semua tentu ada maksud dan tujuan Tuhan yang ha- rus kita pahami yaitu untuk menerima janji-janji Tuhan tentang keselamatan dan hidup kekal dalam Kristus Yesus. Dan bukan hanya itu saja, kalau Tuhan memanggil kita ada yang harus kita lakukan: kita harus mau menjadi berkat kepada orang lain, kita harus mau digu- nakan sebagai alat ditangan Tuhan (melayani) dan kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri saja tetapi juga untuk Tuhan dan orang lain. 

Kisah Para Rasul 16 : 13 - 34 latar belakang lahirnya jemaat di Filipi : 
 - ada seorang perempuan yang bernama Lidia yang sangat mengasihi Tuhan 
 - ada seorang hamba perempuan yang mengalami kelepaan 
 - ada seorang kepala penjara di Filipi yang bertobat dan menerima Yesus Sekalipun jemaat di Filipi ini bertumbuh di tengah-tengah penderitaan dan penganiayaan yang begitu berat, namun mereka bisa menerima Injil keselamatan dengan iman dan mau menanggung penderitaan itu dengan sukacita. 

Bersukacita dalam penderitaan itu ada empat (4) poin berkatnya : 
1. Kita bisa mengerti bahwa penderitaan itu bisa membuat orang berhenti dari 
    berbuat dosa  1 Petrus 4 : 1 - 2 dengan kata lain mau mengejar kekudusan. 
2. Penderitaan itu bisa membuat kita belajar menjadi taat kepada Tuhan 
   - Ibrani 5 : 8 3. Penderitaan itu berfungsi untuk mempersekutukan kita dengan 
      Kristus dalam kematian dalam penderitaan dan kebangkitan-Nya 
   - Filipi 3 : 10 4. Kita mampu dan mau menderita karena orang lain supaya orang lain itu 
      menerima Injil dan diselamatkan oleh Allah 
   - 1 Petrus 3 : 18, Kolose 1 : 24.

Bulletin Minggu

“MENGENAL YESUS KRISTUS DALAM KUASA KEBANGKITAN-NYA"


Minggu, April 2013

 Saudara-saudara apa yang dirindukan rasul Paulus juga harus menjadi kerinduan kita bersama. 
Filipi 3 : 10 - 11 kita harus menghendaki mengenal Kristus dalam persekutuan dengan penderitaan, dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya. Sebab kalau kita sudah mengenal Dia dalam penderitaan dan kematian-Nya maka kita akan menjadi serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya. Dan kalau kita sudah sama dengan Kristus dalam kematian-Nya, kita juga akan sama dengan kebangkitan-Nya. Jadi tujuan mengapa kita harus mengenal Kristus dalam penderitaan, dalam kematian dan kebangkitan-Nya adalah supaya kita beroleh kebangkitan. 

Jadi tujuan mengikut Kristus itu sangat jelas, tidak buram dan tidak perlu diragukan. Tujuannya: kita akan menjadi sama seperti Kristus. Pada dasarnya Paulus tidak pernah berusaha mengenal Yesus, sebab ia adalah seorang penganiaya jemaat dan seorang yang sangat tekun dalam menjalankan agama Yahudi. Bahkan selama ini tidak pernah ada pertanyaan dalam benaknya: “Mengapa banyak orang menjadi percaya dan menjadi pengikut Kristus?” Maka tidak heran Paulus menjadi seorang yang suka menganiaya orang-orang yang percaya kepada Yesus bahkan tidak segan-segan membunuh mereka. Karena Paulus itu seorang yang sangat tekun menjalankan agama Yahudi dan dalam mentaati hukum Taurat tidak bercela, inilah yang membutakan mata rohaninya, membutakan pengenalannya akan Kristus sehingga ia menjadi seorang penganiaya jemaat. 

Kalau ada orang bertanya: “mengapa kita juga harus mengenal kuasa kematian dan kebangkitan Kristus?” Matius 27 : 52 - 53 sebab ketika Tuhan Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga ada satu peristiwa besar yang terjadi, yaitu kuburan-kuburan terbuka dan orang-orang kudus yang telah meninggal bangkit, mereka keluar dari kubur dan masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Peristiwa ini merupakan kejadian yang paling besar, suatu peristiwa yang bisa terjadi hanya karena kuasa kebangkitan Tuhan Yesus. Jadi kematian dan kebangkitan Kristus itu benar-benar berkuasa dan menjadi berkat kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Maka tidak heran setelah Paulus mengenal Yesus yang menjadi kerinduannya yang paling besar adalah mengenal Kristus dalam penderitaan, dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Sebab rasul Paulus sendiri sudah merasakan kuasa Kristus yang nyata mengubah hidupnya. 

Dari seorang penganiaya jemaat sekarang menjadi pengikut Kristus, dari seorang yang tekun menjalankan agama Yahudi sekarang menjadi pemberita Injil kebenaran. Tujuan dari pengenalan akan Kristus adalah supaya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. “Mengenal” dari bahasa Yunani disebut “ginasko” yang artinya: suatu hubungan pribadi yang sangat erat, yang datang atau terjadi karena hubungan yang erat dengan pribadi Yesus Kristus. Jadi walaupun selama ini Paulus tidak pernah berusaha mengenal Yesus Kristus, tetapi Yesus sendirilah .... .... yang datang menyatakan diri kepada Paulus. Yesus sendirilah yang memilih Paulus untuk dijadikan sebagai rasul untuk memberitakan Injil tentang keselamatan kepada banyak bangsa. 

Dan setelah rasul Paulus berhasil mengenal Kristus dalam penderitaan-Nya, dalam kematian-Nya dan dalam kebangkitan-Nya, rasul Paulus membuat pengenalan akan Kristus itu lebih utama dari semuanya. Setelah Paulus mengenal Kristus dengan tepat dan benar ia menganggap segala sesuatu menjadi kerugian karena pengenalan akan Kristus Yesus itu lebih mulia dari pada semuanya. Apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya, sekarang dianggap rugi karena Kristus. Dan oleh karena pengenalan itulah maka rasul Paulus rela melepas kan semuanya itu dan menganggapnya hanya sampah saja. Sekalipun dahulu Paulus ketika dalam mentaati hukum Taurat tidak bercacat, tetapi sekarang setelah berada dalam Kristus bukan lagi karena kebenarannya sendiri karena mentaati hukum Taurat. Melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang telah dianugerahkan Allah kepada Paulus berdasarkan kepercayaan. Karena itu supaya kita juga bisa mengenal kuasa kematian dan kebangkitan Kristus,
 Filipi 3 : 1b - 3 ada hal-hal yang harus kita perhatikan, yaitu :
 - hati-hatilah terhadap anjing-anjing 
 - hati-hati terhadap pekerja-pekerja yang jahat
- hati-hati terhadap penyunat-penyunat palsu 

Mengapa rasul Paulus begitu menekankan supaya kita hati-hati? sebab ketiga hal tersebut di atas merupakan penghalang bagi seseorang untuk mengenal Kristus. Rasul Paulus sangat mengerti ketiga hal tersebut lebih mengutamakan pengenalan yang lahiriah, bukan yang rohani. Baik anjing-anjing, baik pekerja-pekerja jahat maupun penyunat-penyunat palsu, sama-sama punya sifat mengajak orang supaya jauh dari pengenalan yang benar akan Kristus. Itu sebabnya rasul Paulus menasihatkan supaya jemaat di Filipi hati-hati, supaya tidak terseret kepada ajaran-ajaran paslu yang mengajak orang supaya jangan memperhatikan hal-hal yang rohani. Pekerjaan Iblis itu memang harus diwaspadai dengan sungguh-sungguh sebab ia akan memakai orang-orang tertentu untuk menjerat orang percaya. Keadaan Paulus sebelum mengenal Kristus dengan benar: disunat pada hari kedelapan, bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, dari golongan Farisi, penganiaya jemaat, dalam mentaati hukum Taurat tidak bercela. Tetapi setelah Paulus mengenal Kristus, apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya, sekarang dianggap rugi. Mengapa? karena rasul Paulus telah membuat pengenalan akan Yesus Kristus itu lebih mulia, dan lebih mengutamakan perkara yang rohani dari perkara lahiriah, dan lebih mengejar kebanggaan sebagai milik Kristus dari pada sekedar jabatan atau kedudukan. 

Demikian juga sebagai jemaat maupun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita harus hati-hati terhadap ajaran-ajaran yang palsu. Ajaran yang palsu itu sifatnya tidak mengutamakan perkara yang rohani tetapi perkara yang lahiriah, tidak mengajak orang supaya mengenal kuasa kematian dan kebangkitan Kristus tetapi hanya sekedar percaya begitu saja. Kita harus mengejar pengenalan akan Kristus lebih utama dari kebanggaan pribadi. Dengan demikian maka Allah akan menganugerahkan kebenaran, tetapi bukan kebenaran diri sendiri melainkan kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Inilah yang telah dianugerahkan Allah kepada Paulus. Karena itu kitapun harus berusaha dengan sungguh-sungguh supaya kita bisa mengenal Kristus baik dalam penderitaan-Nya, dalam kematian-Nya, dalam kebangkitan-Nya. Dan kalau kita sudah berhasil mengenal Kristus dengan tepat dan benar maka kita juga akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus supaya ditempatkan sebagai jemaat yang kudus dan tidak bercacat cela. 

Dengan demikian genaplah apa yang dikatakan firman Tuhan Filipi 3 : 3  
- kitalah orang-orang bersunat
- yang beribadah oleh Roh Allah 
- yang bermegah dalam Kristus Yesus 
- tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah 
Efesus 1 : 9 - 10 Tuhan telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan di dalam Kristus sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu baik yang di sorga maupun yang di bumi. Dan yang akan dipersatu kan itu adalah gereja Tuhan yang telah mengenal Kristus dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus akan menyatakan diri-Nya kepada kita.