Selasa, 01 November 2011

Buletin Otober 2011

" TETAP DALAM TUJUAN TUHAN"


Minggu, 02 - 10 - 11

Maleakhi 4 : 1 = model orang-orang yang tidak siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kaliny:

1. ORANG-ORANG GEGABAH, yaitu orang-orang yang sembarangan/sembrono cara hidupnya, tidak serius beribadah atau melayani Tuhan, yang mudah lemah, mudah tersinggung, mudah terpengaruh dengan perkataan orang lain dan tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan.
Orang-orang seperti ini, kalau Tuhan Yesus datang kembali akan tertinggal dan tidak akan masuk ke dalam kehidupan yang kekal selama-lamanya. Nasibnya akan sama seperti "kelima gadis bodoh" yang juga menantikan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki sorga tetapi tertinggal dan akhirnya pintu ditutup. Walaupun lima gadis bodoh ini mencoba mengetok pintu, tetapi pintu tidak dibukakan baginya dan lima gadis bodoh ini tidak dikenal oleh Tuhan.

2. ORANG-ORANG FASIK, yaitu orang-orang yang tidak mau mengalami tanda pembaharuan, yang tidak mau memperhatikan firman Tuhan tetapi selalu berbuat yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Orang-orang fasik ini menunjuk kepada kehidupan orang Kristen yang tidak hidup dalam kebenaran.

Khusus kitab Wahyu pasal 1 s/d pasal 19 berlangsung selama tujuh (7) tahun, dapat kita bagi menjadi dua (2) bagian, yaitu:

1. Wahyu pasal 1 s/d pasal 12 = berlangsung selama 3 1/2 tahun.
2. Wahyu pasal 13 - s/d pasal 19 = berlangsung selama 3 1/2 tahun.

Dan khusus Wahyu pasal 1 s/d pasal 12 juga kita bisa bagi beberapa bagian:
1. Wahyu pasal 1 s/d pasal 7 = berbicara gereja Tuhan "disatukan" baik Israel dengan kafir disatukan menjadi "satu di dalam tubuh Kristus"
2. Wahyu pasal 8 s/d pasal 12 = berbicara gereja Tuhan itu bagaikan "seorang perempuan" yang sedang hamil, yang mengalami berbagai-bagai penderitaan seperti seorang perempuan yang sedang hamil selam sembilan (9) bulan.
3. Wahyu pasal 12 = terbentuknya gereja Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan Keristus yang melahirkan Anak laki-laki, sebagai wujud terjadinya persekutuan yang erat antara Kristus sebagai Suami dengan gereja-Nya sebagai tubuh-Nya.

Namun kalau kita lihat dalam Wahyu pasal 8 s/d pasal 12 gereja Tuhan itu sedang diperhadapkan kepada masa-masa yang sulit, gereja Tuhan itu diijinkan mengalami berbagai-bagai penderitaan bagaikan seorang perempuan yang sedang mengandung selama sembilan bulanm. Kalau seorang perempuan mengandung biasanya mulai bulan yang pertama sampai bulan yang kelima mengalami masa-masa yang sakit, misalnya mengidam atau menginginkan sesuatu untuk dimakan, dll. Firman Tuhan juga menegaskan bahwa gereja Tuhan itu diijinkan mengalami berbagai-bagai masalah, tetapi bukan untuk membunuh tetapi hanya sebagai proses pembentukan gereja Tuhan itu supaya terbentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus.
Tetapi kalau kepada orang-orang yang selalu berbuat fasik, mereka akan mengalami musibah juga bukan untuk membunuh tetapi untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking yang menyengat manusia. Dan walaupun manusia lain itu mengalami begitu hebatnya penderitaan, mereka tidak juga mau bertobat dari perbuatan tangan mereka, mereka tidak mau berhenti menyembah roh-roh jahat, berhala-berhala dari emas, perak dan tembaga, batu, kayu yang tidak dapat berjalan atau melihat atau berjalan/wahyu 9 : 20 - 21. Inilah orang-orang gegabah yang tidak memperhatikan firman Tuhan atau yang tidak tinggal dalam tujuan Tuhan.
Tetapi khusus bagi gereja Tuhan yang tetap tinggal dalam tujuan Tuhan akan berhasil dibentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, kedatangan Tuhan itu tidak akan mendatangkan malapetaka tetapi suatu pesta/Wahyu 19 : 6 - 9. Sebab kalau Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan datang sebagai Raja di atas segala raja yang akan menikah dengan mempelai perempuan-Nya yang telah siap sedia. Di dalamnya ada SUKACITA DAN SORAK SORAI untuk memuliakan Tuhan. Pesta kawin Anak Domba itu memang pesta yang sangat meriah, di dunia ini tidak pernah ada pesta semeriah pesta kawin Anak Domba tersebut.

Karena itu baik sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita semua harus tetap tinggal dalam tujuan Tuhan, setiap benih firman Tuhan yang kita dengar harus bertumbuh dengan baik, dan kita harus mempunyai hati yang baik supaya benih firman itu bisa bertumbuh. Setiap orang yang hatinya terbuka untuk mendengarkan firman Tuhan dan yang mau memeliharanya, maka ia akan berbahagia/Lukas 11 : 27 - 28. Mengapa? sebab benih firman itu akan bertumbuh dan akan bertumbuh terus sehingga menimbulkan iman, harap dan kasih kepada Tuhan. Maka sekalipun harus diperhadapkan kepada berbagai-bagai persoalan, kita akan tetap kuat dan akan tetap berdiri di atas firman Tuhan.

Matius psl 13 Tuhan Yesus menjelaskan ada empat jenis hati manusia:
- Tanah di pinggir jalan: memang mendengar firman tetapi burung-burung dengan segera mengambil benih tersebut sehingga tidak sempat bertumbuh dengan baik. Ini berbicara kehidupan orang Kristen yang mendengar firman Tuhana tetapi firman itu tidak sempat singgah/tinggal di dalam hidupnya sebab dengan segera pengertiannya akan firman Tuhan diambil oleh Iblis.
- Tanah berbatu-batu: sudah mendengar dan firman Tuhan itu sudah sempat bertumbuh tetapi bertahan hanya sebentar saja, sebab di dalam tanah itu ada batu-batu yang menghalangi pertumbuhan benih, akarnya tidak dapat menembus ke dalam tanah. Maka ketika panas terik matahari benih itu segera layu dan akhirnya mati. Ini berbicara kehidupan orang-orang Kristen yang selalu mengeraskan hati terhadap firman Tuhan, walau ia suka mendengarkan firman Tuhan tetapi kalau hatinya keras, maka firman itu tidak akan bisa bertumbuh dengan baik. Jadi sikap yang benar adalah mendengar dan membuka hati dengan sikap membuang segala sifat-sifat yang keras.
- Tanah yang bersemak duri: juga sudah mendengar dan menerima firman Tuhan, bahkan benih itu juga sudah sempat bertumbuh dan hendak berbuah. Tetapi karena ada semak duri, maka semak duri itu menghimpit pertumbuhan benih tersebut, dihimpit sampai akhirnya mati sehingga tidak sempat berbuah-buah. Ini berbicara kepada kehidupan orang-orang Kristen yang suka mendengar firman Tuhan, tetapi hatinya dihimpit oleh tipu daya kekayaan, imannya terhimpit oleh tipu muslihat Iblis. Maka sekalipun benih firman Tuhan itu sudah sempat bertumbuh, tetapi tidak sempat berbuah-buah sebab terhimpit.
- Tanah yang baik: Mendengar firman Tuhan dengan baik dan disertai dengan sikap yang baik pula. Setalah mendengarkan firman Tuhan, ia membuka hatinya dengan selebar-lebarnya dan membuang segala sikap dan perbuatan yang bertentangan dengan firman Tuhan. Maka benih firman itupun dapatlah bertumbuh dengan baik sampai menghasilkan buah-buah yang baik pula, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat dan ada pula yang sampai menghasilkan seratus kali lipat. Luar biasa hasilnya bukan?

Untuk mencapai tujuan yang semaksimal mungkin: kita harus memperhatikan firman Tuhan dengan baik-baik. Ibrani 12 : 6 firman Tuhan menjelaskan bahwa setiap orang yang "diakui sebagai anak" yang dikasihi oleh Allah: DITEGOR, DIHAJAR, DISESAH= sebagai konsekwensi disiplin Tuhan bagi orang yang diakui sebagai anak. Sebenarnya Tuhan tahu bahwa apabila seseorang itu ditegor, dihajar atau disesah, yang paling sering menjadi masalah adalah hati. Maka dalam Wahyu 3 : 19 firman Tuhan menegaskan kepada kita, kalau kita sedang ditegor, dihajar atau disesah, sikap yang harus kita miliki ialah: relakanlah hatimu dan bertobatlah. Artinya: terima didikan itu dengan baik sebagai cara atau sarana untuk memperbaharui kita supaya layak dan berkenan kepada ALlah. Apapun yang dilakukan Tuhan kepada kita tujuannya adalah untuk mendatangkan kebaikan supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan Tuhan. Haleluya.....!!!


"TETAP TINGGAL DALAM TUJUAN TUHAN."


Minggu, 09 - 10 - 11


Yang dikatakan tinggal di dalam Tuhan itu ada tiga (3) golongan, yaitu: YANG DIPANGGIL, YANG DIPILIH DAN YANG TETAP SETIA.
Dalam mempersiapkan diri untuk hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya: gereja Tuhan yang hidup diakhir zaman ini akan diperhadapkan kepada masa-masa yang paling sukar atau yang paling pahit, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Firman Tuhan dalam Daniel 12 : 1 menjelaskan bahwa akan ada suatu waktu kesesakan yang besar seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai kepada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Pada waktu itu dunia memang sedang diperhadapkan kepada masa-masa yang paling sukar dengan kejadian-kejadian yagn mengerikan yang akan menimpa dunia ini, seperti krisis ekonomi global, krisis pangan atau makanan, krisis politik, belum lagi kalau dunia ini mengalami goncangan demi goncangan.
Hal ini juga bisa kita lihat dalam Wahyu muali pasal 6 s/d pasal 11, yaitu sejak meterai demi meterai dibukakan sampai kepada peniupan ketujuh sangkakala. Pada saat ketujuh meterai dibuka dunia ini sudah mengalami begitu besar goncangan demi goncangan, kemudian ditambah lagi dengan peniupan ketujuh sangkakala, dan pada puncaknya ketika ketujuh cawan murka ditumpahkan ke atas bumi. Akan terjadi hujan es dan api bercampur darah dan sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon akan terbakar dan akan hangus. Setiap manusia yang tidak memakai meterai dari ALlah akan mengalami semua itu dan disiksa seperti siksaan kalajengking yang menyengat manusia.
Walaupun pada saat itu orang-orang akan mencoba mencari maut (=ingin mati) tetapi mereka tidak menemukannya sebab maut itu lari dari mereka. Mengapa bisa demikian? karena semua ini sengaja Tuhan ijinkan hanya untuk menyiksa orang-orang yang tidak tetap tinggal dalam tujuan Tuhan, yaitu orang-orang yang tidak setia mengikuti Tuhan baik dalam beribadah, dalam melayani Tuhan, dalam mengembalikan milik Tuhan, dll.

Wahyu pasal 8 s/d pasal 9 khusus kepada gereja Tuhan yang mau dipersiapkan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, masa-masa kesesakan itu digambarkan seperti seorang perempuan yang sedang mengandung selama sembilan bulan. Pada masa ini gereja Tuhan yang tetap berada dalam tujuan Tuhan akan mengalami masa-masa yang paling sulit/sakit, sama seperti seorang perempuan yang sedang hamil pasti mengalami berbagai-bagai penderitaan sampai kepada proses bersalinnya. Sebab pada masa ini Tuhan akan mengijinkan sangkakala demi sangkakala ditiup dan malapetaka-malapetaka yang dahsyat akan menimpa seluruh bumi. Hanya gereja Tuhan yang tetap dalam tujuan Tuhan saja yang dijamin selamat, dan tidak akan mengalami kematian sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.
Karena itu kita semua perlu mengetahui bahwa Iblis juga akan membuat tanda yang besar di langit, Iblis selalu ingin mengimbangi perbuatan-perbuatan Tuhan, Iblis ingin membuat tanda seperti yang dibuat oleh ALlah. Maka kalau kita lihat dalam Wahyu psl 12 ada dua (2) tanda besar yang sama-sama terjadi di langit, tetapi kedua tanda ini sangat berbeda.
- Wahyu 12 : 1 - 2 tanda pertama: di langit seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang ada di atas kepalanya.
Inilah penampilan gereja Tuhan yang berhasil dibentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus: seluruh hidupnya diselubungi oleh ALlah. Inilah gereja Tuhan dalam Wahyu psl 8 yang mengalami proses mengandung. Memang gereja Tuhan yang berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus itu pada puncaknya akan mengalami proses kesakitan seperti seorang perempuan yang mengandung dan dalam penderitaannya hendak melahirkan berteriak kesakitan tetapi ia bisa melahirkan anak laki-laki dengan selamat.

- Wahyu 12 : 3 - 4 tanda yang kedua juga dilangit tempatnya tetapi disebut tanda yang lain seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Inilah penampilan iblis yang sesungguhnya, yang akan menampilkan dirinya dengan cara meniru-niru tanda yang diadakan Tuhan. Kalau mempelai perempuan Kristus itu memiliki mahkota, maka iblis juga akan menampilkan mempelainya dengan memakai mahkota. Tetapi mempelai iblis itu tidak bertahan sampai selama-lamanya.
Iblis yang tampil seperti seekor naga yang merah padam itu tidak senang dengan tampilnya mempelai perempuan Kristus, maka naga itu berdiri di depan perempuan yang hendak melahirkan itu untuk menelan anaknya segera sesudah perempuan itu melahirkan. Pada saat itulah Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki sorga akan menunjukkan pembelaan-Nya dan dengan segera memberokan pertolongan kepada mempelai perempuan-Nya, sehingga perempuan itu lari ke padang gurun tempat yang telah disediakan ALlah untuk memeliharanya seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Kedua tanda ini sama-sama di langit dan juga sama-sama memakai mahkota. Dan kedua tanda ini berbicara puncak terbentuknya gereja Tuhan menjadi mempelai perempuan Kristus (=bagi gereja Tuhan yang tetap tinggal dalam tujuan Tuhan) dan juga terbentuknya mempelai perempuan Iblis (=bagi yang tidak tinggal dalam tujuan Tuhan). Iblis membuat tanda di langit tujuannya untuk menandingi pekerjaan Tuhan. Maka pada masa ini Iblis akan bekerja dengan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menyeret orang-orang percaya yang tidak mau tinggal dalam tujuan Tuhan, tetapi gereja Tuhan yang tetap tinggal dalam tujuan Tuhan, imannya tidak tergoyahkan, imannya semakin bertumbuk ke arah Kristus sebagai Kepala. Yang berhasil diseret oleh ekor ular naga tersebut: sepertiga dari bintang-bintang dan akan melemparkannya ke bumi. Iblis akan menampilkan kemarahannya/kegeramannya dengan cara menyeret orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berada dalam tujuan Tuhan, yang tidak sungguh-sungguh beribadah dan melayani Tuhan. Walaupun mereka memang percaya kepada Tuhan, bahkan walaupun mereka masih beribadah atau melayani Tuhan, tetapi kalau tidak berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus: akan masuk ke dalam aniaya antikristus selama 3 1/2 tahun.
Maka kalaupun Tuhan sengaja mendatangkan malapetaka-malapetaka, tetapi malapetaka-malapetaka itu akan ditujukan hanya kepada orang-orang yang tidak memiliki tanda darah sebagai bukti/tanda kepemilikin Kristus. Setiap orang yagn tidak memiliki tanda darah akan diserahkan ke tangan antikristus.
Yesaya 13 : 6 - 9 menjelaskan tentang keadaan yang akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya: Tuhan akan datang dengan kebengisan, dengan geram dan murka yang menyala-nyala untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan orang-orang yang berdosa kepada ALlah. Iblis tahu akan kedatangan hari Tuhan itu, ia juga tahu bahawa ia akan dibinasakan di dalam api neraka selama-lamanya, maka iblis akan bekerja dengan segala kemampuannya untuk membuat ribut/kacau, semua bangsa akan dibuatnya menjadi kacau.
Untuk itulah sebagai jemaat Tuhan, kita semua harus tetap tinggal dalam rujuan Tuhan, yaitu tetap dalam rencana Tuhan dalam penyelamatan yang dikerjakan-Nya di dalam Yesus Kristus. Kita semua harus tetap tinggal dengan setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar dan kita harus setia mengikuti gerek firman pengajaran. Sebab kalau kita tetap tinggal dalam rencana Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan menjamin kita selamat dari serangan iblis tersebut, dan Tuhan akan melindungi kita dalam pondok-Nya dan dalam naungan kepak sayap-Nya yang sanggp melindungi kita. Dan setiap orang yagn tetap tinggal dalam tujuan Tuhan pasti disertai Tuhan, pasti dibela Tuhan dan pasti diberkati Tuhan walau ditangah-tengah masa-masa yang sukar. Gereja Tuhan yang telah berada dalam tujuan Tuhan itu akan dibentuk dari hari ke hari sampai berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Yang diampuni dosanya, yang dikuduskan dan yang disempurnakan. Haleluya......!!!

Selasa, 06 September 2011

Buletin - September

“TETAP HIDUP DALAM TUJUAN TUHAN”


Minggu, 04 - Septembers 2011


Tujuan yang benar itu merupakan sebuah kekuatan untuk memperoleh hidup yang kekal, yaitu hidup bersama dengan Kristus dalam kerajaan-Nya yabg kekal. Kalau kita tetap hidup dalam tujuan Tuhan, maka kita akan mendapat:

- kekuatan untuk mencari Tuhan dengan benar
- kekuatan untuk melakukan firman-Nya de ngan taat dan setia
- kekuatan untuk mengenal pribadi Kristus sebagai Mempelai Laki-laki sorga.


Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kalau kita mencari Tuhan tujuannya bukan hanya supaya seluruh keperluan kita terpenuhi, kalau melayani Tuhan tujuannya bukan hanya sekedar profesi saja, tetapi lebih dari pada itu supaya kita semua berhasil memperoleh hidup yang kekal di dalam kerajaan sorga yang kekal sifatnya.
Tetapi yang menjadi masalah besar bahkan yang menjadi tragedi terbesar adalah kalau manusia itu hidup tanpa Tuhan dan tanpa tujuan yang benar. Orang yang mengaku percaya kepada Yesus tetapi kalau hidupnya tidak berada dalam tujuan Tuhan, sia-sia saja kepercayaannya kepada Tuhan sebab akan dilemparkan ke dalam api neraka untuk disiksa selama-lamanya. Maka tidak heran kalau pada zaman akhir ini banyak orang Kristen yang hidupnya tidak berada dalam tujuan Tuhan, mereka lebih fokus kepada perkara-perkara yang lahiriah seperti halnya lebih mengejar kekayaan atau kehormatan, bahkan mereka lebih mengutamakan perkara yang lahiriah sehingga tidak ada waktu lagi untuk beribadah.
Tetapi ada pula yang mau keluar dari tujuan Tuhan karena kemiskinan atau kesusahannya, membuat penderitaan itu menjadi alasan untuk tidak beribadah dan tidak mau melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Inilah yang membuat sehingga di atas tadi telah disebut bahwa tragedi yang terbesar adalah apabila orang tidak lagi berada dalam tujuan Tuhan yang benar. Tragedi terbesar bukan karena manusia itu berada dalam penderitaan atau pencobaan, bukan karena kemiskinan atau kesusahan, tetapi apabila seseorang itu tidak berada dalam tujuan Tuhan yang benar.

Kalau tidak berada dalam tujuan Tuhan berarti:
- ia di luar Tuhan
- ia di luar keselamatan

Filipi 3 : 13 - 14 yang harus kita lakukan supaya kita bisa tetap berada dalam tujuan Tuhan: kita harus mau meninggalkan apa yang ada di belakang, yaitu berhenti berbuat dosa dan sekarang kita harus mau menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Sebab kalau kita sudah melupakan apa yang di belakang maka dengan sendirinya kita akan bisa mengarahkan diri kepada apa yang ada dihadapan kita dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah. Inilah yang membuat sehingga dikatakan bahwa tujuan yang benar itu merupakan sarana yang tepat untuk memperoleh hidup yang kekal. Sebab dengan tujuan yang benar maka ada kekuatan, ada semangat untuk mengarah kan diri kepada apa yang ada di hadapan kita.
ABRAHAM adalah contoh orang yang tetap berada dalam rencana Tuhan sehingga firman Tuhan mengangkat kembali tentang kehidupan Abraham ini sebagai contoh bagi gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini. Kalau firman Tuhan mengangkat kembali kehidupan tentang Abraham ini ada maksud dan tujuannya, yaitu supaya kita juga tetap berada dalam tujuan Tuhan yang sebenarnya. Karena Abraham tetap dalam tujuan Tuhan maka Abraham itu berhak mendapatkan pelayanan dari Melkisedek, Imam Allah Yang Maha Tinggi.
Kejadian 14 : 17 - 20 setelah Abraham kembali dari peperangan mengalahkan Kedorlaomer, raja negeri Sodom mencoba menyongsong dia. Tetapi Melkisedek, raja Salem, imam Allah Yang Maha Tinggi datang kepada Abraham dengan membawa roti dan anggur dan memberkati dia, lalu Abraham memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. Awal mula persembahan persepuluhan tidak berasal dari hukum Taurat melainkan dari perasaan iman dan kasih yang lahir karena merasakan pelayanan Tuhan Allah sebagai Imam Besar. Karena Abraham sudah merasa kan berkat pelayanan dari Melkisedek, maka iapun memberikan persembahan persepuluhan.
MELKISEDEK disebut Raja Salem = Raja Kebenaran = Raja Damai Sejahtera = Imam Allah Yang Maha Tinggi. Maka kalau lihat kebenaran firman Tuhan konsep pelayanan Melkisedek ini sama dengan konsep pelayanan Kristus di kayu salib.
Kalau kita lihat pelayanan Melkisedek ini memang sepertinya bertentangan. Mengapa?
Sebab disatu sisi sebagai Raja Kebenaran, Ia harus menghukum dosa untuk menegakkan keadilan, tetapi disisi yang lain sebagai Raja Damai Sejahtera, Ia harus menyediakan keselamatan. Inilah yang disebut pelayanan salib: Ia harus menghukum dosa tetapi juga menyediakan keselamatan.
Sedangkan sebagai Imam Allah Yang Maha Tinggi, Ia menyediakan hubungan yang baik sehingga hubungan kita dengan Allah yang selama ini terputus dipulihkan kembali. Sebagai Imam Allah Yang Maha Tinggi, pelayanan Melkisedek bekerja untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah.
Ibrani 7 : 1 - 10 pelayanan Melkisedek menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Demikian juga Tuhan kita, Yesus Kristus telah ditetap kan menjadi imam, berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku ini Musa tidak pernah mengatakan suatu apa pun tentang imam-imam. Jadi pelayanan Kristus adalah wujud pelayanan Melkisedek, demikian juga pelayanan Melkisedek itu merupakan jelmaan Kristus dari Anak Allah menjadi Anak Manusia yang bertugas untuk melayani umat Allah.
Kalau Kristus itu adalah penjelmaan dari Anak Allah menjadi Anak Manusia, tetapi bagi kita supaya berhasil bersama-sama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya yang besar, kita harus mengalami tanda pembaharuan dari anak manusia menjadi anak-anak Allah Yang Maha Tinggi. Kita harus diubah menjadi serupa dan segambar dengan Allah dengan cara: lahir dari benih ilahi, yaitu firman Tuhan.
Setiap orang yang sudah lahir dari benih firman Tuhan, ia akan menjadi serupa dengan Allah, menjadi satu sifat dengan Allah dan akan diubahkan sampai menjadi sempurna. Hal yang perlu kita perhatikan: dalam satu ladang biasanya ditanam benih yang baik, tetapi musuh menanamkan benih yang tidak baik sehingga dalam satu ladang itu terdapat dua jenis benih: gandum & lalang. Gandum menunjuk kepada kehidupan anak-anak Tuhan yang tetap berada dalam tujuan Tuhan, sedangkan lalang itu menunjuk kehidupan yang tidak lagi berada dalam tujuan Tuhan.
Karena itu firman Tuhan dalam Mazmur 85 : 11 menjelaskan bahwa kasih dan setia akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Saat kapan hal ini bisa terjadi? saat bertemu dalam salib Kristus. Jadi kalau kita ingin melihat kebenaran itu menjadi nyata, kalau ingin merasakan damai sejahtera dan hubungan dengan Tuhan dipulihkan: kita harus menerima pelayanan Melkisedek dan tetap memandang kepada salib Kristus. Maka Tuhan akan menyatakan kebenaran dan akan memberikan damai sejahtera-Nya.

Buletin

Buletin - September

Rabu, 03 Agustus 2011

Buleting - Agustus 2011

“TINGGAL DALAM KEMURAHAN TUHAN”


Puji Tuhan! Pada minggu yang lalu kita sudah melihat firman Tuhan kesiapan sebagai mempelai perempuan Kristus harus tetap memper-hatikan firman Tuhan dan tetap dalam pimpinan Roh Kudus. Tidak ada seorangpun bisa berkenan kepada Tuhan apalagi menjadi mempelai perempuan kalau tidak mau memperhatikan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh serta melakukannya dengan taat dan setia.
Karena itu kesiapan gereja Tuhan dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki sorga: kita harus tetap tinggal di dalam kemurahan Tuhan yang ditandai dengan sikap tetap setia mengikut Tuhan dalam beribadah maupun melayani Tuhan. Roma 11 : 22 firman Tuhan menekankan ada dua (2) hal yang harus kita perhatikan dengan baik-baik, yaitu: kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya.

Tuhan akan menunjukkan kekerasan-Nya kepada orang-orang yang telah jatuh, yaitu kepada orang-orang yang tidak mau beribadah dan yang tidak mau melakukan firman Tuhan. Ibrani 6 : 4 - 6 menjelaskan orang-orang yang jatuh itu adalah mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus dan yang mengecap firman yang baik namun murtad lagi, orang-orang yang seperti ini tidak mungkin bisa dibaharui lagi. Kepada merekalah Allah akan menunjukkan kekerasan-Nya. Manusia yang tidak tinggal di dalam Tuhan tidak beda dengan ranting-ranting yang telah dipotong dan tinggal menunggu di bakar di dalam api.
Itu sebabnya dalam Yohanes 15 : 1 Tuhan Yesus menjelaskan setiap orang yang tetap tinggal di dalam kemurahan Tuhan itu digambarkan seperti ranting yang tetap melekat pada pokok. Yesus adalah pokok anggur yang benar, jemaat - jemaat yang tetap dalam kemurahan itu rantingnya sedangkan pengusahanya adalah Bapa sendiri. Maka setiap orang yang tetap tinggal dalam kemurahan Tuhan itu pasti dibela, dipelihara, diberkati, diberi kesembuhan, selalu dihirburkan dan segala masalah pasti akan diselesaikan oleh Tuhan. Bagi setiap orang yang tetap dalam kemurahan Tuhan pasti mendapat perhatian khusus dari Tuhan Yesus Kristus, Mempelai Laki-laki Sorga. Karena itu perlu kita sadari kalau kita bisa di dalam kemurahan Tuhan, itu terjadi karena Tuhan sendiri yang telah memasukkan kita ke dalam diri-Nya.

Mazmur 91 : 1 - 5 setiap orang yang tetap dalam kemurahan Tuhan:
- ia berada dalam lindungan Allah, ia sedang bermalam dalam naungan Allah yang maha kuasa. Mengapa? sebab Ia yang akan melepaskan kita dari jerat penangkap burung bahkan dari penyakit sampar.
- kita tidak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap atau terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
Sebaliknya kalau tidak berada dalam kemurahan Tuhan, ia tidak akan mendapat pemeliharaan dan akan mengalami semua hal di atas.
Ranting-ranting yang berbuah itu menunjuk kepada orang-orang yang tetap tinggal dalam kemurahan Tuhan, yaitu orang-orang yang selalu menghargai kasih karunia Tuhan.

Tiga (3) poin tentang kasih karunia Tuhan:
1. kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan
2. kasih karunia Tuhan yang mempergunakan
3. kasih karunia Tuhan yang memelihara

Karena itu supaya kita bisa tetap tinggal di dalam kemurahan Tuhan ada hal yang harus kita lakukan, yaitu jangan mengeraskan hati pada saat mendengarkan firman Tuhan. Sebab kalau tetap mengeraskan hati maka Tuhan akan lebih hebat lagi mengeraskan hatinya sampai masuk ke dalam api neraka.
Inilah persoalan besar yang sering terjadi di tengah-tengah kehidupan umat Tuhan, terlebih dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Mazmur 95 : 7b - 9 firman Tuhan menjelaskan keadaan orang Israel seperti di Meriba dan di padang gurun yang sering mengeraskan hati pada waktu mendengarkan firman Tuhan. Selama empat puluh tahun di perjalanan mereka sudah melihat perbuatan tangan Tuhan yang luar biasa tetapi mereka masih juga menguji Tuhan. Sehingga Tuhan sendiri berkata tentang mereka: “Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku.”
Akibatnya: mereka takkan masuk ke tempat perhentian Tuhan.

Demikian juga dalam Ibrani 3 : 7, 15; 4 : 7 firman Tuhan ini diulang kembali untuk memperingatkan gereja Tuhan di akhir zaman ini supaya jangan meniru sikap bangsa Israel tersebut. Dari sini dapat kita lihat Tuhan itu sangat benci dengan orang-orang yang suka mengeraskan hatinya, Tuhan itu tidak akan berkenan kepada orang-orang yang tidak memperhatikan firman Tuhan. Ibrani 3 : 12 menghimbau supaya kita tetap waspada, maksudnya supaya diantara kita jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Maksudnya ialah supaya kita mau memperhatikan firman Tuhan dan jangan mengeraskan hati ketika ditegur Allah.
Matius 19 : 7 - 8 ketika orang Farisi bertanya kepada Yesus apakah diperbolehkan menceraikan istrinya dengan alasan apa saja, Tuhan Yesus menjelaskan apa yang telah dipersatukan tidak boleh diceraikan. Lalu Yesus menjelaskan lagi kepada mereka apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai ketika orang menceraikan istrinya, penyebabnya: karena ketegaran hati orang Israel itu sendirilah maka Musa mengijinkan mereka menceraikan istrinya, padahal sejak semula tidaklah demikian. Jadi kalau ada orang Kristen mau menceraikan istrinya berarti ia sedang mengeraskan hatinya dan tidak segan-segan melanggar perintah Tuhan.

Markus 6 : 52 firman Tuhan juga menjelaskan baik orang banyak maupun murid-murid belum juga mengerti tentang mujizat besar yang telah diadakan Yesus, mereka semua hanya tercengang-cengang dan bingung. Padahal dari lima roti dan dua ikan saja Tuhan Yesus mengadakan mujizat yang besar sehingga lima ribu orang bisa makan dengan kenyang, bahkan sampai ada sisanya dua belas bakul penuh. Kemudian setelah Yesus berjalan di atas air dan menenangkan angin, mereka belum juga mengerti tentang peristiwa-peristiwa tersebut. Penyebabnya juga sama, yaitu karena hati mereka tetap degil (=keras hati).
Jadi dari contoh-contoh di atas dapat kita ketahui bahwa kekerasan hati itu membuat orang tidak mengerti kehendak Tuhan, tidak bisa melihat perbuatan Tuhan yang begitu ajaib, dan tidak mengetahui apa rencana Tuhan dalam hidupnya.

Karena itu sebagai jemaat Tuhan mari kita belajar dari contoh-contoh di atas, jangan mengeraskan hati ketika mendengarkan firman Tuhan dan jangan menolak ketika ada teguran dari firman Tuhan. Ingat firman Tuhan dalam Yeremia 29 : 11 - 14 rancangan Tuhan dalam hidup kita bukanlah rancangan kecelakaan, tetapi rancangan damai sejahtera, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan, yaitu tentang janji-janji Allah bagi setiap orang yang mengasihi-Nya dan yang mau beribadah dengan sungguh-sungguh (Keluaran 23 : 25 - 27).
Kalau kita tetap dalam kemurahan Allah dan memperhatikan firman-Nya:
- ketika kita berseru dan datang untuk berdoa, Tuhan akan mendengarkan doa kita.
- ketika kita mencari dan menanyakan Tuhan, kita akan menemukan-Nya.


Bahkan Tuhan juga akan memulihkan keadaan kita dan akan mengumpulkan kita bersama-sama dengan Dia di dalam kemuliaan-Nya yang besar, di Sorga. Jadi kalau Tuhan mau memasukkan kita dalam kemurahan-Nya, berarti Ia sedang bekerja untuk membawa kita masuk ke dalam rencana-Nya yang begitu besar dan mulia. Kemurahan Tuhan itu akan membawa kita lebih dekat dengan pribadi-Nya. Haleluya.....!!!




“TINGGAL DALAM KEMURAHAN TUHAN”


Minggu, 07 Agustus


Cara yang benar menghargai kemurahan Tuhan: tetap tinggal dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, dengarkan firman Tuhan dengan sikap yang baik dan jangan mengeraskan hati terhadap firman Tuhan. Roma 11 : 22 kalau kita tetap dalam kemurahan Tuhan maka Tuhan juga akan menunjukka kemurahan-Nya, yaitu Ia akan membela dan memelihara hidup kita, Ia sendiri yang menjamin masa depan kita.
Sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita harus mewaspadai persoalan yang sering membuat banyak rumah tangga hancur, yang membuat orang undur dari Tuhan dan tidak mengerti akan kehendak Tuhan adalah karena kekerasan hati. Sama seperti bangsa Israel yang mengeraskan hati dalam perjalanan di padang gurun membuat mereka tidak mengerti kehendak Tuhan dan tidak bisa merasakan kemurahan Tuhan yang telah menuntun mereka. Mereka justru mencobai Tuhan dan membuat allah yang lain sebagai sesembahan, ini terjadi karena mereka mengeraskan hati. Demikian juga pada zaman akhir ini persoalan kekerasan hati ini akan muncul kembali kalau tidak diwaspadai. Akan banyak orang tidak menghargai ibadah, tidak memberi telinga untuk mendengarkan firman Tuhan dan selalu mengeraskan hati apabila dosanya dikoreksi. Inilah yang membuat sehingga rohaninya tidak bisa bertumbuh dengan baik, pengenalannya kepada Kristus tidak jelas dan selalu berbantah dengan firman Tuhan. Kalau tetap seperti ini maka Tuhan tidak akan menunjukkan kemurahan-Nya.

Firman Tuhan dalam Wahyu 11 : 1 - 3 menjelaskan kepada kita yang diukur dengan tongkat pengukur adalah Bait Suci Allah dan mezbah dan orang-orang yang beribadah di dalamnya, tetapi pelataran (=halaman) Bait Suci yang di sebelah luar dikecualikan dan tidak turut diukur karena telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan akan menginjak-injak Kota Suci itu selama empat puluh dua bulan lamanya (= 3 ½ tahun).
Bait Suci = menunjuk pribadi kita sendiri sebagai bait Allah dan tempat Roh Kudus (1 Korintus 3 : 16). Mezbah = bukan hanya berbicara mezbah doa tetapi yang dengan sungguh-sungguh memiliki doa dan penyembahan yang hidup. Orang-orang yang seperti inilah yang masuk ke dalam ukuran Tuhan, dengan kata lain menjadi orang yang berkenan kepada Allah. Mengapa? sebab mereka mau tetap tinggal dalam kemurahan Tuhan.

Orang-orang yang masuk dalam ukuran Tuhan: masuk ke dalam kerajaan sorga.

Tetapi Pelataran tidak termasuk yang diukur melainkan dikecualikan karena akan diberikan kepada antikristus dan menganiaya mereka selama 3 ½ tahun. Pelataran ini menunjuk kepada orang-orang yang sudah percaya kepada Tuhan, sudah bertobat dari cara hidup yang lama, sudah dibabtis dengan air, tetapi tidak masuk ke dalam ukuran Tuhan. Mengapa? karena sikapnya yang tidak mau tinggal dalam kemurahan Tuhan membuat rohaninya tidak bertumbuh menjadi dewasa. Akan masuk ke dalam aniaya antikristus 3 ½ tahun.
Kalau kita lihat dalam skema Tabernakel, yang dimaksud Bait Suci Allah dan Mezbah itu letaknya di Ruangan Suci, yang dipagari dengan tiang-tiang Tabernakel dan yang ditudungi dengan empat tudung. Sehingga kalau kita lihat Bait Suci Allah itu benar-benar terlindungi baik dari bawah, dari samping maupun dari atas. Makanya setiap orang yang sudah masuk ke dalam ukuran Tuhan, yaitu yang sudah menjadi bait Allah yang kudus, mereka berhak mendapatkan pembelaan, pemeliharaan dan perlindungan dari Tuhan secara permanen. Tuhan tidak akan mengijinkan bangsa-bangsa yang lain menginjak-injak mereka, tidak akan diserahkan ke tangan antikristus.
Sedangkan Pelataran/Halaman itu letaknya masih di luar, memang sudah ada pagar tenda disekelilingnya tetapi tidak ada tudung yang menudungi dari atas. Ini menunjuk kepada kehidupan orang-orang Kristen yang belum berada dalam perlindungan Allah sehingga tidak mendapat kemurahan. Sementara kalau kita lihat pada zaman akhir ini musuh rohani yang paling berat itu berasal dari atas, yaitu roh-roh jahat di udara. Efesus 6 : 12 menjelaskan peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini dan melawan roh-roh jahat di udara. Maka kalau tidak masuk ke dalam Bait Allah, jelas tidak ada perlindungan dari Tuhan, tidak akan ada kuasa untuk melawan roh-roh jahat tersebut, maka ia pasti akan dikalahkan. Kalau tetap di Halaman berarti imannya tidak bertumbuh dan ia tidak akan bisa tinggal dalam kemurahan Tuhan.
Perlu kita ketahui sikap yang paling ditentang oleh Tuhan adalah kesombongan atau kecongkakan. Yakobus 4 : 6 firman Tuhan mengatakan: “Allah menentang orang-orang yang congkak (=sombong), tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Dikatakan congkak atau sombong karena merasa mampu hidup tanpa Tuhan, merasa ibadah dan penggembalaan itu tidak ada gunanya dan tidak membuka hati untuk mendengarkan firman Tuhan. Di mata Tuhan, orang-orang yang tidak berada dalam ibadah dan penggembalaan itu adalah orang yang congkak.
Maka dalam Ibrani 10 : 23 - 25 firman Tuhan menghimbau supaya kita “teguh berpegang pada pengharapan” dan saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan yang baik. Sebab kalau kita sudah berpegang teguh pada pengharapan maka dengan sendirinya kita sedang berada dalam kemurahan Tuhan dan pengharapan itu akan mendorong kita dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Walaupun banyak orang selalu membiasakan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, tetapi kita justru semakin giat melakukannya menjelang hati Tuhan yang mendekat, bisa saling mendorong dan saling menasihati.

Ibrani 10 : 29 praktek kesombongan:
- menginjak-injak Anak Domba = tidak bisa mempercayai Kristus dengan benar
- menganggap najis darah perjanjian = tidak menghargai korban Kristus
- menghina Roh Kasih Karunia = menghina Roh Kudus dan pekerjaan-Nya.

Saudara-saudara, kalau lihat latar belakang mengapa Allah melepaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir: karena di Mesir mereka tidak bisa beribadah kepada Allah, mereka selalu dipaksa bekerja dengan keras membangun Pitom dan Raamses. Memang selama di Mesir bangsa Israel bisa berkembang menjadi banyak dan bisa diberkati, tetapi ada yang tidak bisa mereka lakukan yaitu beribadah. Maka dalam Keluaran 3 : 12 Allah mengutus Musa ke Mesir untuk membawa bangsa Israel ke luar dari Mesir dengan tujuan supaya mereka bisa beribadah kepada Allah dengan benar, tanpa intimidasi dari orang Mesir dan tanpa perbudakan. Tuhan mau supaya mereka benar-benar bebas beribadah dan membawa korban persembahan untuk dipersembahkan kepada Allah.
Demikian juga dalam Roma 12 : 1 - 2 firman Tuhan juga menerangkan kepada kita bagaimana beribadah yang benar, yaitu ”mempersembahkan tubuh.” Setiap orang yang tetap dalam kemurahan Allah tahu mempersem-bahkan tubuhnya sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Firman Tuhan menegaskan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada adalah sebagai ibadah yang sejati. Dikatakan hidup karena di dalamnya ada Roh Allah, yaitu Roh Kudus yang memberi kehidupan sehingga rohani kita bisa bertumbuh dengan baik sampai mengenal Kristus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.



“TINGGAL DALAM KEMURAHAN TUHAN”


Minggu, 14 - Agustus '11


Saudara-saudara, taman Eden yang pertama telah hilang kemuliaannya setelah manusia pertama itu jatuh ke dalam dosa, bahkan dosa itu juga membuat manusia itu kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23). Akibat dosa itu membuat manusia kehilangan pemeliharaan dan perlindungan dari Allah.
Untuk itulah firman Tuhan menghimbau supaya kita semua tinggal di dalam kemurahan Tuhan, tinggal di dalam kasih karunia Allah. Orang yang hidup dalam kemurahan Tuhan itu akan seperti ranting yang tetap melekat pada pokok anggur: tetap dibela, dipelihara, kalau sakit pasti diberi kesembuhan, dan terlindungi dari segala malapetaka. Dan yang lebih lagi dengan tinggal dalam kemurahan Tuhan: kita akan dapat bertahan sampai Tuhan Yesus datang kembali.
Devenisi tinggal dalam kemurahan Tuhan bukan hanya sekedar berada dalam ibadah saja, bukan hanya sekedar disebut sebagai orang Kristen saja, tetapi benar-benar tinggal dalam firman Tuhan dan firman Tuhan tinggal dalam hidup kita. Maksudnya kita harus menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan dengan taat dan setia.

Demikian juga devenisi dari kasih karunia Tuhan bukan hanya sekedar menerima berkat-berkat dari Tuhan, misalnya kesembuhan mujizat, dll, tetapi mendapatkan jaminan keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Maka kalau kita lihat dalam firman Tuhan, devenisi kasih karunia Tuhan adalah: “Ada kuasa yang diberikan Tuhan supaya kita dapat menanggung beban yang berat.” Yang dimaksud beban yang berat itu bukan hanya karena seseorang itu sedang menderita sakit penyakit ataupun kekuarangan dalam hal makanan, melainkan beban yang diakibatkan oleh dosa.
Dunia sekarang yang sedang kita tempati ini sudah semakin sukar dan semakin berat tekanan yang dialami oleh anak-anak Tuhan. Dan beban yang paling berat itu adalah beban yang diakibatkan oleh dosa, sebab sekecil apapun dosa itu maka dosa itu akan menjadi beban yang harus dipikul/ ditanggung. Tidak ada dosa yang bebas dari maut, sekalipun dosa itu nampaknya sepele tetapi dosa itu akan mengikat dan akan membawa orang itu ke dalam maut. Bahkan pada zaman akhir ini dosa itu akan semakin nyata dan kebanyakan orang tidak segan-segan lagi melakukan hal-hal yang lebih buruk.
Yang dimaksud dengan dosa bukan hanya dosa yang sudah dilakukan, demikian juga dosa yang menjadi beban bukan hanya dosa yang telah dilakukan saja misalnya percabulan, perzinahan, pencurian, keserakahan, kemabukan, dll, tetapi setiap dosa yang belum dilakukanpun akan menjadi beban yang berat. Misalnya dosa dalam pikiran yaitu dosa yang sedang diangan-angankan, walau belum dilakukan tetapi sudah menjadi dosa. Misalnya saja: percabulan, pikiran najis atau rencana-rencana jahat yang tersimpan dalam pikiran, ini juga sudah menjadi dosa dan menjadi beban yang berat.
Untuk itulah Tuhan menghimbau supaya kita tetap tinggal dalam kemurahan Tuhan, kita harus tetap melekat kepada Tuhan sama seperti ranting yang tetap melekat pada pokoknya. Setelah kita diselamatkan, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah : kita harus tetap setia berada dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Jika kita sudah tinggal dalam kemurahan Tuhan maka kita juga pasti akan mendapatkan kasih karunia dari Tuhan, yaitu Ia akan memberi kuasa yang besar supaya kita dapat menanggung beban yang berat tersebut. Kasih karunia Tuhan itu sanggup memulihkan dan mengangkat kita dari maut dan akan membawa kita masuk ke dalam rencana-Nya yang besar dan mulia. Yaitu menjadikan kita sebagai mempelai perempuan Kristus, yang dikuduskan dan disempurnakan.

Kita bisa melihat contoh orang-orang yang berhasil mendapatkan kasih karunia Tuhan:

1. Rasul Paulus, 1 Korintus 15 : 10 sebagai rasul Kristus, Paulus sadar hanya oleh kasih karunia Tuhan saja ia ada sebagaimana ada sekarang, dan lewat kasih karunia itu juga Tuhan selalu menyertai hidupnya sampai berhasil menjadi rasul Kristus yang bekerja keras untuk memberitakan Injil tentang keselamatan. Kasih karunia yang dianugerahkan kepada Paulus itu tidak menjadi sia-sia, justu mengandung kuasa yang besar yang mengubah hidupnya dari seorang penganiaya jemaat menjadi seorang rasul Kristus.

2. NUH, juga menjadi orang yang berhasil mendapat kasih karunia di mata Tuhan di tengah-tengah keadaan manusia yang penuh dengan dosa. Kejadian 6 : 1 - 7 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bagaimana keadaan manusia pada zaman Nuh, manusia sudah rusak karena dosa: kejahatan manusia besar di bumi dan kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Tetapi di tengah-tengah keadaan dunia yang penuh dengan dosa itulah Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan sehingga ia diselamatkan. Nuh berhasil mendapat kasih karunia di mata Tuhan karena Nuh itu adalah seorang yang benar, tidak bercela di antara orang-orang sezamannya dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

3. Abraham, juga mendapat kasih karunia dari Tuhan dan Allah menjadikan Abraham sebagai bapa orang beriman. Abraham berhasil disebut sebagai bapa orang beriman karena ia tetap tinggal dalam kemurahan Tuhan, imannya tidak menjadi lemah walaupun umurnya sudah tua.
Roma 4 : 17 - 21 firman Tuhan menjelaskan kepada kita tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukan Abraham ketika imannya sedang digoncang. Terhadap firman Tuhan dan terhadap janji-janji Allah, Abraham tidak pernah ragu. Ketika imannya sedang diuji Abraham percaya bahwa Allah sanggup menghidup kan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Bahkan sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa.
Berbeda dengan Sarah, karena ia tidak berpegang kepada firman Tuhan maka ia juga tidak percaya kepada janji-janji Allah. Maka ia pun memberikan Hagar pembantunya kepada Abraham supaya dihampiri. Sarah melakukan ini dengan harapan supaya ia cepat-cepat mempunyai anak, tetapi Sarah tidak sadar bahwa perbuatannya ini sudah menyimpang dari kebenaran. Maka sekalipun Hagar melahirkan, anak yang dilahirkan ini menjadi masalah besar di kemudian hari, mendatangkan cela dan penderitaan yang berat. Demikianlah setiap istri yang tidak percaya kepada firman Tuhan akan menjadi beban dalam rumah tangganya dan bisa saja menjadi batu sandungan bagi suaminya sendiri.
Maka sebagai jemaat dan sebagai hamba Tuhan, kita semua harus tetap tinggal dalam kemurahan Tuhan supaya kita juga mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Walaupun dunia ini sedang gelap karena dosa bahkan sekalipun keadaan manusia sudah sama seperti pada zaman Nuh, tetapi jemaat yang mendapat kasih karunia di mata Tuhan pasti mendapat kekuatan supaya dapat menanggung beban yang berat. Ditengah-tengah kegelapan dosa, Tuhan akan menganugerahkan kuasa yang besar supaya kita tidak terpengaruh bahkan tidak terbawa arus. Sebaliknya kita akan hidup dalam iman sama seperti Abraham yang hidup dalam iman, dan kita juga bisa mempercayai setiap janji Tuhan dalam firman-Nya.
Karena itu supaya kita semua berhak mendapat kasih karunia Tuhan, ada sikap dan perbuatan yang harus kita lakukan, yaitu kita harus mengasihi Tuhan dan melakukan firman-Nya dengan taat dan setia, sampai Tuhan Yesus datang kembali. Mengasihi Tuhan tidak hanya lewat mulut saja, tetapi sampai berhasil melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Selasa, 14 Juni 2011

Buletin Minggu - Juni 2011

“YESUS TERANGKAT KE SORGA”


Minggu - 12 Juni 2011


Saudara-saudara, di dunia ini banyak nikah atau keluarga yang hancur karena kehilangan kasih, suami tidak lagi mengasihi istri dengan baik demikian sebaliknya istri tidak lagi mengasihi suaminya dengan benar. Fakta telah menunjukkan bahwa apa yang dibangun oleh manusia tanpa didasari dengan firman Tuhan selalu diakhiri dengan kekecewaan. Nikah banyak yang diakhiri dengan perceraian, banyak orang rela berbuat jahat demi untuk memuaskan hawa nafsunya. Jadi apapun yang dibangun manusia kalau tidak didasari dengan firman Tuhan, maka semua akan diakhiri dengan kekecewaan.

Untuk itulah Tuhan Yesus membuat kegerakan baru, yaitu kegerakan yang digerakkan atau yang dikerjakan sepenuhnya oleh Roh Kudus. Yesus sangat tahu bahwa Roh Kudus itu sangat dibutuhkan oleh semua orang, sebagai Penghibur dan sebagai Penolong yang memberi kekuatan baru. Sebab Yesus telah melihat bahwa murid-murid-Nya sendiri telah gagal percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus. Petrus, murid yang terkenal vokal dan pemberani tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit, apalagi Tomas yang percaya kalau sudah melihat lebih dulu, bahkan Yakobus sendiri saudara kandung dari Tuhan Yesus juga tidak percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus. Maka setelah Yesus bangkit, Ia tahu akan kebutuhan murid-murid-Nya, maka selama empat puluha hari Ia menampakkan diri-Nya dengan maksud: supaya murid-murid itu percaya bahwa Yesus telah bangkit dan supaya murid-murid itu juga dipulihkan kepengikutannya.

Untuk itulah sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga, Ia memberi perintah dan melarang murid-murid-Nya supaya jangan meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ untuk menantikan janji Bapa, yaitu tentang babtisan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1 : 1 - 5). Tuhan Yesus menunggu waktu yang tepat kapan Roh Kudus itu akan dicurahkan ke atas murid-murid-Nya.
Dan waktu yang telah ditentukan Tuhan Yesus supaya Roh Kudus dicurahkan adalah “sepuluh hari” setelah Yesus terangkat ke sorga. Ini sekaligus untuk menggenapi bahwa “hari Pentakosta” itu tepatnya pada hari yang kelimapuluh setelah Yesus bangkit dari antara orang mati.
HARI PENTAKOSTA adalah hari di mana Roh Kudus dicurahkan ke atas murid-murid, hari yang telah ditentukan sendiri oleh Allah setelah semua murid-murid itu dipulihkan. Mengapa harus demikian? sebab tidak mungkin Allah mencurahkan Roh Kudus-Nya kalau kepercayaan nya belum sepenuhnya kepada Allah. Orang yang bimbang, orang yang selalu kuatir atau orang yang belum percaya sepenuhnya kepada firman Tuhan, tidak akan dipenuhi oleh Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 1 : 12 - 14 menjelaskan kepada kita setelah Yesus naik ke sorga, murid-murid itu kembali ke Yerusalem untuk melakukan perintah Tuhan Yesus (ayat 4), mereka pergi ke Yerusalem untuk menantikan janji Bapa tentang pencurahan Roh Kudus, mereka pergi Ke Yerusalem tanpa dibarengi dengan sungut-sungut atau perbantahan.
Dan setelah murid-murid itu kembali ke Yerusalem, mereka naik ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka semua, baik rasul-rasul maupun perempuan-perempuan dan dengan saudara-saudara Yesus, bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, tidak ada lagi penonjolan diri, tidak ada lagi ego, tidak ada lagi keragu-raguan. Yang selama ini murid-murid sering sekali kurang percaya, juga sering terjadi kesalahpahaman, penonjolan diri, mempersalahkan yang lain, menganggap diri lebih benar atau lebih besar, tetapi sekarang mereka semua telah bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama untuk menantikan janji Bapa. Inilah yang dikerjakan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati, Ia mempergunakan waktu yang empat puluh hari itu untuk memulihkan semua murid-murid itu. Dan setelah Yesus terangkat ke sorga, diantara murid-murid itu barulah terjadi kesatuan dan kesungguh-sungguhan. Mereka semua telah percaya kepada semua perkataan Yesus tentang pekerjaan-Nya selama Ia bersama-sama dengan mereka.

Tujuan Tuhan Yesus naik ke sorga: supaya janji Bapa digenapi, yaitu supaya Roh Kudus dicurahkan ke atas semua orang yang percaya dengan sungguh-sungguh dan kepada orang-orang yang mau mengikuti segala perintah-Nya.

Roma 8 : 1 firman Tuhan mengatakan: tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Mengapa? sebab Roh Kudus telah memerdekakan kita dalam Kristus baik dari hukum dosa maupun dari hukum maut. Perlu kita ketahui bahwa tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan dirinya sendiri dari dosa pikiran, dosa dalam hati, dosa percabulan, dll, sebab dosa itu sifatnya mengikat sampai mendatangkan maut. Tetapi jika kita sudah dipenuhi oleh Roh Kudus, maka Roh Kudus itu sendiri yang akan memerdekakan kita dan melepaskan kita dari ikatan dosa.
KAIN = contoh orang yang diperingatkan oleh Allah supaya ia jangan sampai jatuh ke dalam dosa. Ketika hatinya masih panas dan mukanya muram, Allah sudah berfirman supaya dosa itu jangan sampai berkuasa atas dirinya (Kejadian 4 : 6 - 7). Tetapi Kain tidak memperhatikan firman Allah, ia tidak mau tahu bahwa dosa itu mengintip di depan pintu, ia tetap dalam rencanya membunuh adiknya.

Sifat orang berdosa:
- hatinya panas, ia tidak bisa menguasai hatinya sendiri, suka menyimpan dosa, suka menyimpan kesalahan orang lain, sehingga timbul dendam. Kain, karena hatinya panas maka timbul keinginan dalam hatinya untuk membunuh adiknya sendiri. Ibrani 12 : 15 sikap yang harus kita lakukan supaya jangan sampai tumbuh akar yang pahit (= hati panas karena menyimpan dosa): jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Artinya: jangan menjauhkan diri dari ibadah dan penggembalaan yang benar, tetapi tetaplah perhatikan firman Tuhan dan lakukan dengan sungguh-sungguh maka firman Tuhan akan memberi kekuatan dan akan membuang segala sifat yang bertentangan dengan kehendak Allah.

- mukanya muram, akibat kalau hati tetap panas maka akan nampak dari muka atau wajah yang muram, wajah yang tidak berseri-seri sebab tidak sanggup lagi melihat orang yang bersalah kepadanya.

Karena itu Tuhan tahu apa yang paling kita butuhkan, Ia mau mencurahkan Roh Kudus-Nya supaya Roh Kudus itu memerdekakan kita baik dari kutuk dosa maupun dari kutuk maut (Roma 8 : 2). Roh Kudus itu punya peranan penting dalam perjalanan kerohanian kita: Roh Kudus itu mau memberikan kuasa yang besar supaya kita mampu menolak segala bentuk dosa yang ditawarkan iblis. Roma 8 : 13 setelah kita dimerdekakan oleh Roh Kudus maka oleh Roh itu kita akan mematikan segala perbuatan tubuh yang berdosa, kita akan dijadikan sebagai anak-anak Allah, yang dipimpin oleh Roh Allah (ayat 14).

Karena itu kalau Roh Kudus sudah dicurahkan ke dalam hidup kita, maka ada tiga (3) hal yang akan dikerjakan oleh Roh Kudus itu dalam hidup kita:
1. Roh Kudus itu akan melepaskan kita dari perbudakan dosa (Roma 8 : 14 - 15).
2. Roh Kudus itu akan menjadikan kita sebagai anak-anak Allah yang telah dimeteraikan oleh
Roh Kudus (Efesus 1 : 13 - 14)
3. Roh Kudus itu akan menyatukan kita, yang satu dengan yang lain menjadi satu di dalam tubuh Kristus (1 Korintus 12 : 13).

Kalau kita sudah dipimpin Roh Kudus, maka kita tidak lagi menerima roh perbudakan yang membuat takut melainkan Roh Kudus itu akan memberi kekuatan supaya kita bisa melakukan seluruh kehendak Allah.



“PEKERJAAN ROH KUDUS”


Minggu - 19 Juni 2011


Saudara-saudara, Roh Kudus itu berkuasa melepaskan kita dari perbudakan dosa, melepaskan kita dari hukum dosa maupun dari hukum maut. Bahkan Roh Kudus itu juga berperanan penting untuk menjadikan kita sebagai anak-anak Allah, untuk menyatukan kita dengan Kristus. Sebagai jemaat Tuhan, tidak cukup kalau hanya percaya saja, tidak cukup hanya diselamatkan saja, tetapi Tuhan Allah juga mau menyatukan kita dengan diri-Nya, yaitu menjadi tubuh Kristus yang telah dikuduskan dan disempurnakan. Kesiapan gereja Tuhan diakhir zaman ini tidak cukup hanya percaya begitu saja, tetapi kita harus berhasil menjadi jemaat yang tidak bernoda dan tidak bercela.

Yang dimaksud "TIDAK BERCELA" adalah: tidak lagi terdapat kesalahan dalam dirinya, tidak ada noda, tetapi seluruh hidupnya benar-benar sudah dikuasai dan dipimpin sepenuhnya oleh Roh Kudus.

Maka dari itu tanpa Roh Kudus, tidak ada kemerdekaan dari dosa maupun dari maut, tanpa Roh Kudus tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan dirinya dari perbudakan dosa. 2 Korintus 3 : 17 firman Tuhan mengatakan bahwa dengan tegas: Tuhan itu adalah Roh, dan di mana ada Roh Tuhan maka di situ akan ada kemerdekaan. Kalau kita sudah dimerdekakan dari dosa, maka seluruh hidup kita akan dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus yang membawa kita menjadi milik kepunyaan Tuhan sendiri.
Sebaliknya setiap orang yang tidak dipenuhi Roh Kudus, ia belum dimerdekakan dari dosa dan dari maut, dosa masih menjadi tuan dalam hidupnya, sebab dosa itu akan memperbudak hidupnya sehingga tidak ada hari tanpa berbuat dosa.

Karena itu perlu kita ketahui, bahwa semua hari raya yang dikerjakan atau yang dirayakan oleh bangsa Israel adalah bayangan dari apa yang akan dikerjakan oleh Yesus. Mulai dari: hari raya Paskah, hari raya Roti tidak beragi, hari raya buah bungaran, Hari raya tujuh minggu yang dirayakan tepatnya pada hari yang kelima puluh, hari raya peniupan sangkakala, hari raya pendamaian dan hari raya pondok daun/pengumpulan segala hasil, semua ini menunjuk kepada pekerjaan Kristus ketika Ia menjadi manusia (Kolose 2 : 16). Semua hari raya ini telah di genapi satu persatu dan yang belum digenapi hanyalah hari raya pondok daun. Hari Raya Pondok Daun ini berbicara hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga. Sama seperti hari raya pondok daun semua hasil dikumpulkan dan dibawa ke dalam lumbung, demikian juga ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya Ia akan mengumpulkan semua orang percaya, yaitu yang hidupnya sesuai dengan firman Tuhan dan yang berkenan kepada-Nya. Khususnya Ia akan datang sebagai Mempelai Pria Sorga untuk mengangkat gereja-Nya yang telah siap sedia, dikumpulkan untuk masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba.
Karena itu kalau kita lihat firman Tuhan khususnya dalam 1 Korintus 10 : 1 - 13 perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan merupakan contoh perjalanan gereja Tuhan di akhir zaman menuju sorga. Firman Tuhan mengangkat Israel itu sebagai suatu peringatan untuk memperingatkan kita.

Karena itu kalau kita lihat perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan:
- kalau Saudara ingin berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga, rindu berhasil bertemu muka dengan muka dengan Kristus sudah ada contoh yang patut kita teladani, yaitu Kaleb dan Yosua: tetap setia mengikuti firman Allah dan melakukan segala perintah-Nya dengan taat. Firman Tuhan sudah menunjukkan apa yang harus kita kerjakan dan lakukan dalam mengikuti perjalanan menuju sorga.
- demikian juga kalau Saudara tidak mau berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga, firman Tuhan juga sudah menunjukkan contoh-contoh yang gagal masuk ke tanah Kanaan. Orang-orang yang tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga adalah mereka yang selalu menginginkan hal-hal yang jahat, yang menjadi penyembah-penyembah berhala, yang melakukan percabulan, yang mencobai Tuhan Allah dan yang suka bersungut-sungut. Semua hal-hal jahat yang telah dilakukan oleh bangsa Israel ini harus kita jauhkan dari hidup kita, jangan sampai meniru cara hidup mereka.
Saudara-saudara, kalau kita lihat Imamat 23 : 15 - 18 firman Tuhan menjelaskan: pada hari raya tujuh minggu tepatnya sesudah Sabat yang ketujuh sesudah dihitung lima puluh hari mereka harus mempersembahkan korban sajian yang baru. Korban sajian yang baru ini menunjuk kepada hidup yang sudah mengalami tanda pembaharuan. Hidup yang sudah dibaharui inilah yang bisa dipersembahkan kepada Allah sebagai persembahan yang bisa menyenang kan hati Tuhan. Sebab jika hidup kita sudah dibaharui, maka Tuhan akan memelihara hidup kita, Ia akan peduli akan segala kebutuhan kita, bahkan Ia juga akan selalu siap sedia ketika kita perlukan. Hidup yang sudah dibaharui ini akan menyenangkan hati Tuhan, tahu mengucap syukur dan mau melayani Tuhan dengan setia.
Imamat 23 : 17 membawa dua buah roti unjukan yang dibuat dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik dan yang dibakar sesudah dicampur dengan ragi sebagai hulu hasil bagi Tuhan. Dua buah roti unjukan menunjuk kepada orang Israel dan orang kafir, yang sama-sama dibakar untuk dipersembahkan kepada Allah, baik orang Israel maupun orang kafir bisa menjadi umat Allah.
Kalau kita lihat firman Tuhan, biasanya Tuhan Allah tidak suka dengan yang namanya ragi, setiap ragi itu biasanya harus disingkirkan dan tidak boleh dicampur dengan roti sajian. Misalnya dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 kalau kita rindu menjadi adonan yang baru, maka firman Tuhan memerintahkan supaya kita membuang ragi yang lama dan ragi keburukan yaitu segala bentuk kejahatan. Tetapi khusus pada hari raya kelima puluh, roti itu boleh dicampur dengan ragi. Maka dua buah roti unjukan yang telah dicampur dengan ragi itu selanjutnya harus dibakar.
Ini menunjuk kepada Hari Pentakosta yaitu hari yang kelimah puluh, hari di mana Roh Kudus dicurahkan ke atas orang-orang yang percaya kepada Yesus. Pada hari Pentakosta, yaitu saat Roh Kudus dicurahkan segala sifat dan karakter, segala dosa itu dibakar oleh Roh Kudus supaya kita layak menjadi adonan yang baru bagi Allah. Dua roti unjukan yang telah dicampur dengan ragi itu dibakar, ini menunjuk segala dosa itu telah dibakar oleh Roh Kudus, segala sifat dan karakter yang tidak berkenan kepada Allah itu akan dimatikan oleh Roh Kudus. Setelah semua dosa itu dibakar oleh Roh Kudus barulah kita bisa layak disebut sebagai umat Allah, kita menjadi orang-orang yang berkenan kepada Allah.
Saat kapan orang Israel dan orang kafir itu disatukan menjadi satu dalam tubuh Kristus? yaitu saat Yesus mati di kayu salib, sebab lewat kematian Yesus Kristus sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dan oleh kematian Yesus Kristus di kayu salib Ia telah mencipta kan kita baik orang Israel maupun orang kafir menjadi satu manusia baru di dalam Kristus sehingga terjadilah damai sejahtera (Efesus 2 : 15). Artinya tidak ada lagi perbedaan, tidak ada lagi batasan.
Efesus 2 : 17 - 19 firman Tuhan sudah menjelaskan bahwa kedatangan Tuhan Yesus yang pertama adalah untuk memberitakan damai sejahtera baik kepada mereka yang jauh (=orang kafir) maupun kepada mereka yang dekat (=orang Israel). Sebab oleh Kristus Yesus kedua belah pihak telah menjadi satu Roh supaya sama-sama beroleh jalan masuk kepada Bapa, bahkan akan disatukan menjadi satu di dalam tubuh Kristus. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 12 : 13 - 14 menjelaskan kita semua, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka bisa menjadi satu setelah dibabtis menjadi satu tubuh. Jadi Roh Kudus itu berperanan untuk menyatukan kita dalam Kristus. Jadi setiap orang yang hidupnya sudah dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus, ia akan menjadi milik ALlah, ia akan disebut sebagai anak-anak Allah dan yang akan dipersiapkan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Haleluya....!




“PEKERJAAN ROH KUDUS”


Minggu - 26 Juni 2011


Saudara-saudara, tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan dirinya dari hukum dosa maupun dari hukum maut, tidak ada seorang pun yang bisa mengubah cara hidupnya dari sifat dan karakternya yang lama, tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan dirinya dari ikatan adat istiadat atau tradisi-tradisi nenek moyang. Agama apapun di dunia ini, bahkan agama yang terbaik sekalipun tidak akan mampu mengubah cara hidup manusia dan tidak ada yang mampu melepaskan dirinya dari ikatan dosa ataupun maut. Sekalipun adat istiadat itu baik tetapi tetap saja tidak ada kuasanya melepaskan manusia dari dosa-dosanya. Justru sebaliknya adat istiadat itu akan membawa orang jauh dari kebenaran firman Tuhan sebab mereka yang memelihara adat istiadat itu akan lebih mementingkan adatnya dari pada firman Tuhan.

Karena itu firman Tuhan dalam Galatia 5 : 19 - 21 dengan tegas mengatakan bahwa setiap orang yang tetap hidup menurut daging, tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah, dengan kata lain tidak layak masuk ke dalam kerajaan sorga.

Mengapa firman Tuhan begitu tegas kepada jemaat di Galatia ini?
sebab jemaat di Galatia ini adalah jemaat dengan latar belakang kafir, yaitu orang-orang yang mempunyai latar belakang yang tidak benar, selalu menuruti keinginan dagingnya, seperti: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan dan pesta pora.

Semua perbuatan daging ini sangat bertentangan dengan kehendak Allah, membuat manusia tidak berkenan kepada Allah.

Untuk itulah Allah mau mencurahkan Roh Kudus-Nya sebab Ia tahu bahwa tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan manusia dari kutuk dosa maupun dari kutuk maut. Tetapi Allah mencurah kan Roh Kudus-Nya tidak kepada semua orang dan tidak kepada sembarang orang, Roh Kudus itu dicurahkan hanya ke atas orang-orang yang telah percaya kepada Yesus dan yang mau bertekun dengan sehati dalam doa.
Galatia 5 : 16 - 17 firman Tuhan menghimbau supaya kita hidup oleh Roh Kudus, sebab jika kita sudah hidup menurut Roh maka kita tidak lagi menuruti keinginan daging. Jika kita sudah hidup oleh Roh maka Roh itu akan memberi kekuatan bahkan kuasa supaya kita bisa mengalahkan segala keinginan daging. Bahkan jika kita sudah hidup menurut Roh maka kita tidak hidup lagi di bawah hukum Taurat. Walaupun keinginan daging itu selalu berlawanan dengan keinginan Roh, Roh Kudus itu akan memberi kekuatan supaya kita menang terhadap keinginan daging kita.

Perempuan Samaria, contoh orang yang telah dibebaskan dari segala ikatan kuasa dosa. Dalam Yohanes 4 : 23 kepada perempuan Samaria itu Yesus mengatakan bahwa penyembahan yang benar dan yang dikehendaki Allah adalah yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, yaitu penyembahan yang diurapi oleh Roh Kudus.
Penyembahan itu tidak boleh rutinitas saja, tidak boleh hanya kebiasaan saja, sebab kalau menyembah Bapa hanya kebiasaan saja maka penyembahan itu tidak akan bisa menyenangkan hati Allah. Penyembahan yang benar harus disertai dengan sikap hidup yang benar, yaitu hidup yang sudah mengalami tanda pembaharuan.
Maka Yesus mengoreksi penyembahan perempuan Samaria yang selalu datang ke atas gunung. Mengapa Yesus mengoreksi penyembahan perempuan Samaria tersebut?
sebab penyembahannya tidak di dasari dengan kebenaran. Menyembah Allah di atas gunung adalah penyembahan yang rutinitas saja sebab ia menyembah yang tidak dikenalnya. Jadi kalau ada orang menyembah hanya sebagai rutinitas saja, maka penyembahannya tidak akan berkenan kepada Allah.
Yohanes 4 : 24 firman Tuhan menjelaskan: Allah itu adalah Roh, jadi setiap orang yang ingin menyembah Allah dengan benar harus menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran.
Itu sebabnya pada hari Pentakosta, Allah mencurah kan Roh Kudus-Nya ke atas orang-orang percaya setelah mereka semua bertekun bersama-sama dalam doa. Kisah Para Rasul 2 : 5 - 13 menceritakan pada saat Roh Kudus dicurahkan, pada saat itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa. Mereka ini adalah orang-orang Yahudi yang saleh, yang dengan sengaja datang ke Yerusalem setiap tahun untuk merayakan Hari Raya Pentakosta. Setelah mereka bertekun bersama-sama dalam doa, tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras memenuhi seluruh rumah, tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Pada saat itulah Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka sebagai tanda babtisan Roh Kudus yang pertama. Ketika Roh Kudus itu dicurahkan, murid-murid itupun bisa berkata-kata dalam bahasa-bahasa mereka, padahal mereka adalah orang-orang biasa, bukan orang terpelajar, pekerjaannyapun hanya sebagai penjala ikan saja. Tetapi setelah Roh Kudus itu dicurahkan ke atas mereka, maka Roh Kudus itu bekerja dengan dahsyat sehingga mereka semua bisa berkata-kata dalam bahasa-bahasa yang baru.
Roh Kudus itu bekerja mengubah cara hidup rasul-rasul, dari orang biasa menjadi orang yang luar biasa, dari penjala ikan menjadi orang yang berani memberitakan Injil tentang keselamatan. Roh Kudus itu bekerja dengan luar biasa mengubah cara hidup mereka, bahkan Roh Kudus itu juga bekerja dengan dahsyat memakai mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa yang baru. Sehingga banyak orang tercengang-cengang menyaksikan perbuatan Allah yang sangat luar biasa dan sangat ajaib.
Demikian juga jika kita sudah dibabtis dan dipenuhi dengan Roh Kudus, Roh Kudus itu akan bekerja di dalam hidup kita untuk mengubah sikap ataupun cara-cara hidup supaya berkenan kepada Allah. Roma 8 : 14 jika kita dipimpin Roh Kudus maka kita akan disebut sebagai anak-anak Allah yang telah dimerdekakan dari hukum dosa maupun dari hukum maut. Roh Kudus itu diberikan supaya kita tidak menjadi takut lagi, kita akan menjadi jemaat yang hidup dalam kebenaran, yang taat dan dengar-dengaran akan firman Tuhan.
Takut = suatu sikap yang dimiliki oleh orang-orang yang tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus, suatu sikap yang sering sekali membuat orang sehingga tidak percaya kepada firman Tuhan maupun kepada Tuhan sendiri. Memang dalam 2 Korintus 3 : 1 - 5 firman Tuhan sudah menjelaskan bahwa pada hari-hari terakhir akan terjadi masa yang sukar, masa yang membuat manusia lebih mencintai dirinya sendiri dari pada mencintai kebenaran, tidak mau menjadi hamba kebenaran tetapi menjadi hamba uang. Bahkan akibat masa yang sukar itu akan membuat manusia tidak tahu berterimakasih kepada Allah dan tidak lagi mempedulikan agama. Secara lahiriah mereka memang masih beribadah kepada Allah, masih memuji Tuhan, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya artinya tidak percaya lagi kepada Tuhan maupun kepada firman-Nya. Kalau orang sudah tidak lagi percaya kepada firman Tuhan, maka sebesar apapun janji Allah mereka tidak percaya lagi. Maka dengan tegas firman Tuhan mengatakan: “Jauhilah mereka itu!”
Mengapa firman Tuhan berkata demikian? sebab perbuatan-perbuatan seperti inilah yang membuat manusia menjadi takut bahkan menjadi sulit percaya kepada firman Tuhan. Tetapi setiap orang yang hidup oleh Roh, maka Roh itu akan memberi kekuatan bahkan kuasa untuk mengalahkan segala ketakutan.

Senin, 02 Mei 2011

M e i 2011

“KEMATIAN & KEBANGKITAN KRISTUS”


Minggu - 01 Mei 2011



Puji Tuhan!

Kita patut bersyukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, Ia yang telah bangkit mengalahkan maut supaya kita beroleh kehidupan yang lebih baik. Kematian dan kebangkitan-Nya menjadi berkat yang paling besar bagi dunia. Kuasa kematian dan kebangkitan Yesus itu sejalan untuk menyelamatkan kita dari dosa dan maut.

Hari ini kita mengingat kembali akan hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari antara orang mati. Hari Minggu adalah hari kemenangan bagi kita semua, sebab Yesus bangkit tepatnya pada hari pertama minggu itu. Setelah Yesus dijatuhi hukuman mati di atas kayu salib, Ia mati dan dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit kembali.
Kolose 2 : 16 - 17 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa mengenai makanan, minumam, hari raya, bulan baru ataupun sabad adalah menggambarkan Kristus, yaitu untuk menyatakan pekerjaan Kristus. Hari raya yang dirayakan dalam perjanjian Lama adalah bayangan dari pekerjaan Kristus dalam tanda kematian-Nya di kayu salib. Untuk itulah Kristus harus mati di kayu salib supaya rahasia-rahasia yang ada di dalam Perjanjian Lama itu dibukakan. Kolose 1 : 26 Kristuslah yang bisa membukakan segala rahasia firman Tuhan yang telah dinubuatkan dalam perjanjian Lama tersebut, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan. Dan rahasia firman Tuhan ini dibukakan khusus hanya kepada orang-orang kudus saja, yaitu yang sudah mengalami tanda korban Kristus.

Imamat 23 : 4 - 8 Firman Tuhan telah menubuatkan tentang kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati. Setelah merayakan Paskah, selanjutnya hari raya yang harus dirayakan adalah Hari Raya Roti Tidak Beragi. Maksudnya setelah makan korban Paskah selanjutnya yang harus dikonsumsi adalah roti yang tidak beragi, tujuh hari lamanya harus makan roti yang tidak beragi kemudian pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus dan tidak boleh melakukan sesuatu pekerjaan berat.

PASKAH = adalah berbicara hari kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib.
Sedangkan Hari Raya Roti Tidak Beragi = menunjuk kepada Hari Kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati. Kristus itu adalah roti yang tidak beragi, roti yang bisa memberi kuasa yang besar bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Yohanes 6 : 50 - 51 Yesus mengatakan: “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga” ROTI yang dimaksud adalah daging-Nya sendiri yang diberikan untuk hidup dunia sebagai korban penebus dosa dan sebagai korban untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Maka setiap orang yang memakannya akan hidup selama-lamanya.
Tetapi bagi kita sekarang, yang dimaksud dengan ROTI HIDUP itu ialah firman Tuhan yang sanggup memberi kehidupan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya, Yesus itu adalah firman Allah yang telah menjadi manusia untuk mewujudkan semua rencana-Nya. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengkonsumsi firman.
Sekarang ini, gereja Tuhan sudah seharusnya berada dalam suasana pesta, yaitu menikmati firman Tuhan sebagai roti yang bisa memberi kehidupan. Hal ini bisa kita lihat dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 setelah kita menerima korban Paskah firman Tuhan menghimbau: “Marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.”
Berpesta yang dimaksud adalah menikmati firman Tuhan yang bisa memberi sukacita yang besar. Sebab setelah kita menerima korban Kristus yang telah menebus dan memperdamaikan dengan Allah, kita harus hidup dalam firman Tuhan. Yang harus kita lakukan: membuang ragi yang lama, yaitu segala sikap dan perbuatan yang buruk maupun segala bentuk kejahatan.

Mengapa harus demikian?
Sebab ragi itu adalah berbicara pekerjaan dosa yang bisa merusak hidup manusia. Ragi yang lama dan ragi keburukan ini menjadi penghalang bagi seseorang untuk menerima korban Paskah. Dan kalau tetap hidup dengan ragi yang lama, firman Tuhan tidak akan bisa tinggal di dalam hidupnya. Maka Firman Tuhan dalam 1 Korintus 15 : 26 - 27 menjelaskan bahwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk menantang dan membinasakan maut, supaya oleh kebangkitan-Nya kita beroleh persekutuan dalam kebangkitan Kristus.
Keluaran 12 : 16 - 20 kita bisa melihat pelaksanaan perayaan Paskah yang pertama itu dilanjutkan dengan merayakan hari raya roti yang tidak beragi. Selama tujuh hari tidak boleh ada ragi di dalam rumah, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel. Inilah yang dimaksud dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 tadi, supaya bisa berpesta dan menjadi adonan yang baru kita harus membuang ragi yang lama, yaitu ragi keburukan dan kejahatan. Orang Kristen yang benar tidak cukup hanya menerima korban Paskah saja, kita juga harus mengkonsumsi firman Tuhan, menerima firman Tuhan dengan hati yang tulus dan bersih. Sebab kalau tidak mau menerima firman Tuhan maka korban Paskah itu tidak ada artinya, kalau tidak menerima firman Tuhan, tidak akan bisa menghargai korban Kristus yang telah mati sebagai korban penghapus dosa.
Saudara-saudara, kalau gereja Tuhan itu tidak mau meninggalkan cara hidup yang lama, tidak mungkin bisa masuk ke dalam suasana pesta. Atau dengan kata lain: tidak mungkin mengalami kuasa kebangkitan Kristus. Sebab suasana pesta bisa dialami kalau gereja Tuhan itu punya cara hidup yang benar dan berkenan kepada Tuhan.

Proses kematian Tuhan Yesus: kaki dan tangan-Nya di paku, kepala-Nya dimahkotai dengan duri sehingga mengeluarkan darah, kemudian setelah Ia mati, lambung-Nya ditikam sehingga mengeluarkan air.

Kalau darah-Nya yang mengalir baik lewat kepala, kaki dan tangan-Nya itu untuk menebus bangsa Israel sebagai bangsa pilihan. Darah-Nya yang menetes untuk menunjukkan kasih-Nya kepada bangsa Israel. Sedangkan air yang keluar dari lambung-Nya itu untuk gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir. Air yang keluar dari lambung Yesus itu berfungsi untuk melahirkan gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir supaya sama-sama dikuduskan dan dibentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus.

1 Yohanes 5 : 6 - 10 firman Tuhan menjelaskan:
- di sorga ada tiga kesaksian: Bapa, Firman dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu.
- di bumi, juga ada tiga kesaksian: Roh, air dan darah, dan ketiganya juga adalah satu.

Gereja Tuhan supaya diakui sebagai umat Tuhan yang layak disebut sebagai umat kepunyaan Allah dan masuk ke dalam kerajaan sorga harus memiliki tiga tanda, yaitu Roh, air dan darah. Tiga tanda inilah menunjukkan kepada Allah bahwa kita adalah umat-Nya yang telah ditebus.
Artinya:
- kita harus hidup dalam pimpinan/dalam kuasa Roh Kudus,
- kita harus hidup dalam kebenaran firman Tuhan
- kita harus tetap menjunjung tinggi korban Kristus.

Maka Paulus sebagai rasul Kritus, yang dikehendaki ialah mengenal kuasa kebangkitan Kristus dan persekutuan dalam penderitaan-Nya. Keyakinan rasul Paulus: ia akan menjadi serupa dengan Kristus dan akan beroleh kebangkitan dari antara orang mati (Filipi 3 : 10 - 11). Apa yang menjadi kerinduan Paulus ini juga harus menjadi kerinduan kita supaya kita juga menjadi serupa dengan Kristus dan layak beroleh kebangkitan.



“KEMATIAN & KEBANGKITAN KRISTUS”


Minggu - 08 Mei 2011


Sebagaimana telah kita lihat pada Minggu yang lalu sebelum keluar dari Mesir, terlebih dahulu bangsa Israel harus mengadakan Paskah sebagai langkah untuk menghukum Mesir dengan tulah kesepuluh, yaitu kematian anak sulung. Paskah bagi bangsa Israel sebagai tanda awal kelepasan dari perbudakan Mesir untuk selanjutnya dibawa ke tanah Kanaan, tanah yang telah dijanjikan Allah kepada mereka. Sebaliknya bagi bangsa Mesir lewat Paskah mereka dihukum dengan tulah yang begitu hebat, semua mengalami kematian anak sulung sehingga tidak ada alasan lagi untuk menahan bangsa Israel di Mesir. Oleh Paskah yang pertama itu bangsa Israel berjalan keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan sebagai tanah perjanjian.
Dan setelah mengadakan Paskah, pada hari yang kelima belas setelah Paskah bangsa Israel mengada kan “Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi” bagi Tuhan. Imamat 23 : 6 - 8; Keluaran 12 : 17 firman Tuhan membuat suatu ketetapan untuk selama-lamanya: Paskah dan Hari Raya makan roti yang tidak beragi harus dirayakan turun temurun. Korban Paskah itu akan berguna kalau dilanjutkan dengan makan roti yang tidak beragi, tetapi sebaliknya kalau Paskah itu tidak dilanjutkan dengan makan roti yang tidak beragi maka korban Paskah itu tidak akan ada gunanya. Maka bangsa Israel tidak akan pernah bisa keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan.
Lamanya memakan roti yang tidak beragi: tujuh hari.

Angka “tujuh hari” = menunjuk perjalanan gereja “setiap hari” harus memelihara kesucian hidup.
Angka tujuh ini juga menunjuk perjalanan gereja Tuhan menuju kekudusan dan kesempurnaan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus.

Maka sebagai jemaat Tuhan setelah menerima korban Kristus sebagai korban Paskah, selanjutnya kita harus mengkonsumsi firman Tuhan, yaitu membuat firman Tuhan itu sebagai kebutuhan supaya rohani kita hirup. Inilah yang dimaksud dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 kita berpesta bukan dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yg tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. Setelah menerima korban Kristus, kita dihimbau supaya berpesta, tetapi pesta yang dimaksud adalah menerima firman Tuhan, berpesta untuk menikmati kasih Kristus yang rela mati di kayu salib. Kematian-Nya adalah untuk menebus dan memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga. Maka segala ragi keburukan, ragi kejahatan harus dibuang dari hidup kita.

Filipi 3 : 10 - 11 kerinduan Paulus setelah mengenal Kristus:
- mengenal kuasa kebangkitan Kristus
- mengenal persekutuan dalam penderitaan-Nya
- supaya beroleh kebangkitan
Maka setelah rasul Paulus berhasil mengenal Kristus dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya, Paulus rela melepaskan semua kebanggaan nya, kepintarannya, kehebatannya, dan ia juga menganggap semua yang ada di dalam dunia ini sebagai sampah. Ia membuat pengenalan akan Kristus lebih utama dari semua yang ada di dunia.

1 Korintus 15 : 23 dalam kuasa kematian dan kebangkitan Kristus urutannya:
1. KRISTUS sebagai buah sulung, yang telah mati tetapi yang pertama bangkit dari antara orang mati untuk mengalahkan maut.
2. Setiap ORANG YANG PERCAYA, yaitu yang telah mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus menjadi milik Kristus pada waktu kedatangan-Nya yang kedua kali.

Inilah yang telah dikatakan Yesus sebelum Ia mati di kayu salib: “sebab Yesus hidup maka kita pun akan hidup” yaitu hidup oleh iman di dalam darah Kristus dan di dalam kuasa kebangkitan-Nya.
Yang disebut sebagai orang Kristen yang benar setelah menerima korban Kristus ada tanda yang akan dimiliki, yaitu:
- ada penderitaan Kristus yang akan kita alami tetapi bukan karena dosa
dan bukan pula karena kesalahan kita, melainkan karena melakukan
kebenaran firman Tuhan.

Menahan diri supaya tidak terlanjur berbuat dosa pasti ada penderitaan yang akan dialami, sebab biasanya bagi daging dosa itu enak tetapi setelah menerima firman Tuhan keinginan daging itu harus dimatikan, jadi benar-benar mengalami penderitaan.
- mengalami kuasa kebangkitan, yaitu diberi kuasa supaya mampu hidup
dalam kebenaran.

Sama seperti Kristus telah bangkit dan mengalahkan maut demikian juga jika kita sudah mengalami kuasa kebangkitan Kristus, maka kita juga akan memiliki kuasa supaya mampu mengalahkan dosa dan segala pekerjaan iblis.
Sama seperti yang telah dikatakan oleh Yesus dalam Matius 11 : 29 - 30 datang kepada Yesus Kristus akan diberi “kuk atau beban” tetapi kuk yang diberi Tuhan ini enak, kita pasti bisa melakukannya, kita pasti bisa menanggungnya. Mengapa? sebab Yesus pemberi kuk itu akan memberi kelegaan, Ia yang memberi kuk tetapi Ia juga akan memberi kelegaan.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, tidak ada alasan bagi kita untuk menolak penderitaan, tidak ada alasan tidak mampu menanggung kuk yang diberi Tuhan. Kalau kita mau melakukan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka kita pasti bisa menanggungnya dengan baik sebab Kristus Yesus tidak akan tinggal diam, Ia akan memberi kekuatan.
Saudara-saudara, nubuat tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus sudah dikatakan oleh Yesus sendiri, baik kepada murid-murid-Nya, kepada orang banyak maupun kepada orang-orang Farisi ataupun ahli-ahli Taurat. Yaitu ketika Yesus mengatakan: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali” (Yohanes 2 : 19).
Yesus sendiri telah memberitahukan proses tentang kematian dan kebangkitan-Nya, Ia mati tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit kembali. Jadi ketika Yesus mengatakan demikian, sebenarnya Ia telah memberi tahukan pekerjaan yang akan dilakukan-Nya dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus mati tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit kembali adalah sebagai kegenapan firman Tuhan demi terbangunnya Bait Allah yang kudus, yaitu tubuh Kristus. Maka sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap mengingat bahwa kematian Kristus di kayu salib adalah untuk mengerjakan penebusan dan untuk mengadakan pendamaian kepada Allah. Supaya kita yang dahulu telah berdosa diberi tanda kelepasan, supaya kita yang dahulu berada di dalam maut diberi kehidupan di dalam Kristus.
Dunia memang tidak bisa mengerti kuasa kematian dan kebangkitan Kristus tersebut, sama seperti orang-orang Yahudi menantang Yesus dan meminta tanda, demikianlah setiap orang yang tidak hidup dalam kebenaran tidak akan mengerti akan pekerjaan Kristus ini. Mereka menganggap pemberitaan tentang kematian Yesus itu hanya sebagai cerita biasa saja, bahkan menganggap kebangkitan Yesus itu hanya sebagai dongeng saja. Kalau tetap tidak mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, maka sudah jelas mereka tidak akan pernah terbentuk menjadi tubuh Kristus.
Bagi kita, kematian dan kebangkitan Kristus itu membawa berkat yang sangat besar, yaitu kita diberi kesempatan dibangun menjadi “Bait Allah yang Kudus” yaitu menjadi tubuh Kristus. Karena itu kita harus mau diperbaharui dari hari ke hari, diperbaharui di dalam hati dan pikiran, jauhkan sikap seperti orang-orang Yahudi yang tidak percaya akan kuasa kematian dan kebangkitan kristus. Yesaya 61 : 6 yang hidup dalam kebenaran akan disebut sebagai imam-imam Tuhan dan pelayan-pelayan Tuhan yang akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa. Haleluya.....!!!



“KEMATIAN & KEBANGKITAN KRISTUS”


Minggu - 22 Mei 2011


Saudara-saudara, yang dijamin masuk ke dalam kerajaan sorga adalah domba, yaitu yang tergembala dengan baik dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Tanda sebagai domba: mendengar suara penggem-balaan dan mengikuti gembala.
Sebagai jemaat Tuhan, kita semua harus mengetahui bahwa hanya Yesus Kristus saja yang bisa melepas kan manusia dari maut, dan hanya Yesus saja yang bisa mengampuni manusia dari dosa. Hal ini sudah dikatakan firman Tuhan dalam Mazmur 49 : 8 - 9 “Tidak seorang pun yang dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya.”
Artinya: sebanyak apapun harta yang kita berikan bahkan seandainya seisi dunia ini bisa kita berikan kepada Tuhan, itu semua tidak membebaskan kita dari maut ataupun mengampuni segala dosa kita.
Kita bisa melihat apa yang telah terjadi setrelah Adam dan istrinya jatuh ke dalam dosa, setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa mereka menjadi telanjang sehingga mereka mencoba menutupi ketelanjangan itu dengan menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. (Kejadian 3).

Menyemat daun pohon ara = usaha manusia untuk menutupi ketelanjangannya.

Tetapi usaha mereka itu tetap tidak berguna dan sia-sia saja sebab kenyataannya mereka takut mendengar bunyi langkah Tuhan Allah yang berjalan-jalan dalam taman itu dan mereka pun menyembunyikan diri. Walaupun mereka telah berhasil menyemat daun pohon ara dan membuat cawat tetapi di mata Allah mereka tetap saja telanjang.
Ini membuktikan bahwa segala yang dilakukan manusia untuk menutupi dosa atau pelanggaran nya dari hadapan Tuhan, tetap tidak berhasil. Apapun yang dilakukan manusia tidak bisa menutupi dosanya, bahkan apapun yang dimiliki tidak bisa dibuat sebagai tebusan nyawanya.

Kejadian 3 : 8 akibat dosa: mereka menjadi telanjang dan takut bertemu dengan Allah, dosa itu membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23). Maka untuk menutupi ketelanjangan itu, Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang. Ini adalah usaha Allah untuk menutupi dosa dan pelanggaran manusia, Allah mau supaya manusia itu kembali mempunyai hubungan dan komunikasi dengan Allah. Untuk itulah Allah sendiri yang telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3 : 16).

Filipi 2 : 6 - 8
harga yang bibayar Yesus untuk menyelamatkan manusia yang berdosa:
- mengosongkan diri-Nya sendiri
- mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia
- merendahkan diri dan taat sampai mati

JALAN SALIB = ada kerelaan menanggung banyak penderitaan dan menyangkal diri supaya bisa mengikuti kehendak Allah. Yang dilakukan Tuhan Yesus untuk mengerjakan keselamatan itu sungguh besar dan luar biasa. Lukas 9 : 23 syarat mengikut Yesus: harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya setiap hari.
Jadi setiap orang yang mau mengikut Yesus dengan benar, ia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya sendiri setiap hari, setelah itu barulah boleh mengikut Yesus dari belakang.
Matius 26 : 38 - 39 bukti Yesus menyangkal diri-Nya:
- Ia mau menanggung penderitaan yang berat itu walaupun harus mati di kayu salib
- Ia mau menaklukkan kehendak-Nya sendiri untuk melakukan kehendak Bapa.


Dan setelah Yesus menaklukkan kehendak-Nya kepada Bapa, Ia sanggup menanggung semua penderitaan itu, walau Ia diejek, dihina, dipukul, ditinju dan disalibkan di atas kayu salib, Yesus taat sampai mati. Dengan rela Yesus mau menanggung semua penderitaan demi untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan pelanggarannya.
1 Korintus 15 : 3 firman Tuhan menjelaskan bahwa kematian Yesus di kayu salib itu sesuai dengan kitab suci. Kristus telah mati di kayu salib karena dosa-dosa kita, Ia telah dikuburkan dan telah dibangkit kan pada hari yang ketiga sesuai dengan kitab suci. Inilah pekerjaan yang dilakukan Kristus untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
Murid-murid: setelah Yesus mati, mereka semua tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Padahal sebelum Yesus mati, sebanyak empat kali Yesus telah memberitahukan tentang kematian-Nya bahwa Ia akan ditangkap dan akan mati, tetapi pada hari yang ketiga Ia akan bangkit pula. Inipun tidak dipercayai mereka.
Dari pengalaman Tuhan Yesus tersebut di atas dapat kita lihat: orang yang paling tenang adalah orang yang telah berhasil menaklukkan kehendaknya kepada kehendak Allah untuk melakukan seluruh kebenaran Allah. Sebaliknya kalau tidak berhasil menaklukkan kehendaknya kepada kehendak Allah, maka ia adalah orang yang paling rugi dan hidupnya pasti tidak akan tenang.
1 Korintus 15 : 21 - 22 maut datang karena satu orang manusia dan semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam. Tetapi oleh kematian Kristus di kayu salib: kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia, yaitu Yesus, dan kita juga akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Artinya: kalau percaya akan kematian dan kebangkitan Yesus akan beroleh kemurahan Allah.

Mengapa manusia yang berdosa itu bisa beroleh kebangkitan dari antara orang mati?
Karena yang dikerjakan Yesus pada waktu Ia mati adalah untuk mengalahkan maut. MAUT itu adalah musuh yang terakhir, maka kematian Yesus Kristus itu adalah untuk menantang maut dan mengalahkannya. Maut dikalahkan maka kita pun beroleh hidup di dalam Kristus, dosa-dosa kita diampuni dan pelanggaran-pelanggaran kita pun tidak diperhitung kan lagi.
Karena itu supaya kita bisa mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, ada dua (2) hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

1. jangan menjadi jemaat yang bodoh.
Galatia 3 : 1 jemaat di Galatia dikatakan “orang-orang Galatia yang bodoh” karena mereka telah terpesona/ terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi. Padahal berita tentang Yesus Kristus yang telah disalibkan itu telah dilukiskan/dijelaskan dengan terang di depan mereka tetapi mereka tidak percaya kepada pemberitaan tersebut. Demikian juga setiap orang yang tidak percaya kepada pemberitaan tentang kematian Yesus Kristus atau yang tidak menghargai korban Kristus, akan disebut sebagai jemaat yang bodoh. Pada akhirnya orang Kristen yang seperti ini bisa saja dimulai dengan Roh tetapi pada akhirnya akan diakhiri dengan daging.

2. jangan lamban dalam hal mendengar firman
Ibrani 5 : 11 - 14 firman Tuhan memberikan peringatan yang begitu tegas supaya jangan sampai murtad atau meninggalkan kebenaran: jangan lamban dalam hal mendengar. Sebab jika lamban dalah hal mendengar kan firman Tuhan maka rohaninya akan sulit bertumbuh dan akan tetap sebagai anak kecil. Walaupun sudah lama menjadi orang Kristen bahkan sekalipun sudah melayani di gereja, tetapi kalau lamban dalam mendengarkan firman Tuhan, ia akan tetap bayi rohani atau anak kecil. Makanannyapun masih tetap susu bukan makanan keras, dan yang lebih parah lagi orang yang seperti ini tidak akan bisa memahami ajaran tentang kebenaran dan tidak terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
Karena itu firman Tuhan dalam Ibrani 6 : 12 menasihat kan supaya kita jangan menjadi lamban, tetapi kita harus menjadi penurut-penurut Allah oleh iman maka kita akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.
Hidup itu indah kalau dijalani bersama dengan Yesus Kristus, menuruti perintah-Nya dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya. Pasti kita akan dibela dan dipeliara sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua kali. Walau dunia ini mengalami masa-masa yang sangat sukar tetapi anak-anak Tuhan, yagn sudah menyerahkan seluruh hidupnya kepada Yesus Kristus akan mendapat jaminan pemeliahraan sampai Ia datang kembali. Karena itu jadilah sebagai anak-anak terang yang hidup dalam kebenaran firman Tuhan dan yang berbyahkan keadilan, kebenara dan kesetiaan.


“PELAJARAN TENTANG POHON ARA”


Minggu - 29 Mei 2011


Saudara-saudara, menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali akan datang masa-masa yang sukar, akan ada siksaan yang berat seperti yang belum pernah terjadi dan mesias-mesias palsu akan muncul. Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali peperangan akan semakin besar, kelaparan dan gempa bumi juga akan semakin dahsat. Apa yang menimpa dunia ini memang sudah dinubuatkan oleh firman Tuhan sejak zaman nabi Daniel bahwa sampai akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan seperti yang telah ditetapkan sendiri oleh Tuhan Allah. Antikristus akan membuat perjanjian menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Dan pada pertengahan tujuh masa itu antikristus akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan (Daniel 9 : 26 - 27).

Matius 24 : 20 karena keadaan dunia yang sudah semakin sukar dan mengerikan ini, sebagai jemaat Tuhan ada hal yang harus kita lakukan, yaitu: kita harus tetap berdoa:
- supaya jangan jatuh pada musim dingin
- supaya jangan jatuh pada hari sabat


Kita perlu berdoa demikian supaya jangan sampai jatuh pada saat-saat yang tidak diinginkan oleh Tuhan. Sebab jika jatuh pada musim dingin dan pada hari sabat maka sudah terlalu sulit untuk memulih kannya kembali, tidak ada waktu untuk diperbaiki lagi dari semua kesalahannya. Setiap orang yang tidak hidup dalam kebenaran, ia akan mengalami kematian selama-lamanya di dalam api yang kekal.
Saudara-saudara, untuk mengetahui tanda-tanda tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, ada satu pelajaran penting yang perlu kita perhatikan dengan baik-baik, yaitu pelajaran tentang pohon ara. Matius 24 : 32 - 34; Lukas 21 : 29 - 33 Tuhan Yesus memberikan satu pelajaran dari perumpamaan tentang “pohon ara” atau “pohon apa saja” Tuhan Yesus berkata: “Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.”
POHON ARA = menunjuk bangsa Israeln (Hosea 9 : 10), sedangkan POHON YANG LAIN itu menunjuk bangsa kafir, yaitu bangsa yang dahulu tidak termasuk umat Allah tetapi yang beroleh kemurahan untuk disebut sebagai umat kepunyaan Allah sendiri. Apabila pohon-pohon itu sudah mulai melembut dan mulai bertunas, berarti kedatangan Tuhan Yesus Kristus tidak lama lagi.
Mulai melembut = artinya bangsa Israel mulai menyadari keadaannya, hati mereka mulai terbuka untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Mulai bertunas
= artinya sejak bangsa Israel merdeka tahun 1948 terbentuk menjadi satu negara yang diakui dunia. Mulai bertunas ini juga berarti ada satu tanda keubahan karena terjadinya kegerakan rohani yang besar. Sejak bangsa Israel terbentuk menjadi satu negara yang merdeka, sejak saat itu mereka sudah mulai menyadari keadaan mereka yang sebenarnya. Setelah mereka terserak-serak keberbagai negara, dalam diri mereka ada kerinduan yang besar untuk berkumpul.
Jadi kalau kita lihat dalam Matius 24 : 32 - 34 dan Lukas 21 : 29 - 33 ini baik bangsa Israel maupun bangsa-bangsa kafir sama-sama akan mengalami kebangunan rohani yang besar menjelang kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Pada saat dunia ini mengalami ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, Tuhan Yesus berkata: “Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” artinya kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat, sudah diambang pintu kita harus bangun dan memandang Yesus.
Kebangunan rohani itu akan terjadi di tengah-tengah dunia yang semakin sukar/sulit, dan kebanyakan orang sudah semakin dingin kasihnya. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus memperhatikan firman Tuhan dengan baik-baik dan hidup dalam ibadah dan penggembalaan yang benar supaya apabila masa-masa sukar itu telah datang, keadaan rohani kita tidak dingin. Pelajaran tentang pohon ara ini harus kita mengerti dengan benar. Mengapa? sebab yang diijinkan Tuhan untuk menyaksikan penggenapan-penggenapan firman Tuhan setelah Israel terbentuk menjadi satu negara hanya satu angkatan saja, tidak lebih. Yesus berkata: “Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.”
Yang dimaksud dengan “angkatan ini” adalah angkatan yang telah menyaksikan kemerdekaan Israel menjadi satu negara, itulah angkatan akhir zaman, yaitu angkatan kita sekarang ini. Maka kalau mendengar berita tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, jangan tutup telinga dan jangan tidak mau tahu, apalagi jangan sampai menganggap kedatangan Tuhan Yesus itu hanya cerita isapan jempol saja.
Yang harus kita lakukan sekarang:
- perhatikan firman Tuhan dengan baik
- hiduplah dalam ibadah dan penggembalaan yang benar
- pergunakan waktu yang ada untuk hidup dalam kebenaran firman Tuhan

Efesus 3 : 16 - 17 sebagai jemaat Tuhan, supaya kita bisa menjadi jemaat yang kuat dan teguh ada hal yang penting kita perhatikan yaitu: Kristus harus diam di dalam hati kita. Caranya: kita harus berakar serta berdasar di dalam kasih. Kita tidak boleh mundur dan meninggalkan kasih karunia Allah yang besar.
Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat dekat bahkan tidak akan ditangguhkan lagi, karena itu jangan sampai melepaskan kepercayaanmu kepada Yesus. Seharus nya kita sudah berakar serta berdasar di dalam Kristus supaya kita dapat memahami betapa lebarnya dan panjanganya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus yang rela mati di kayu salib untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Kita harus dapat mengenal kasih Allah itu sekalipun melampaui segala pengetahuan dan kita harus dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah maka Ia akan menganggap kita layak dihadapan-Nya.
Ibrani 10 : 36 - 39 firman Tuhan menegaskan waktu kedatangan Tuhan Yesus itu tinggal sedikit lagi saja, karena itu jangan sampai ada orang yang mengundur kan diri lagi baik dari ibadah maupun dari pelayanan. Sebab kalau mengundurkan diri: Allah tidak akan berkenan kepadanya dan ia akan binasa selama-lamanya di dalam api neraka.

Sebagai orang percaya yang benar diakhir zaman ini yang paling kita butuhkan ketekunan supaya sesudah kita melakukan kehendak Allah, kita memperoleh segala yang telah dijanjikan Allah. Ketekunan kita:
- tekun dalam mendengarkan firman
- tekun dalam beribadah dan melayani
- tekun dalam melakukan firman Tuhan
- tekun menantikan kedatangan Tuhan Yesus sampai Ia datang kembali

HIZKIA adalah contoh orang yang berhasil mendapat kasih dari Allah, penyakitnya disembuhkan dan umur nya diperpanjang selama lima belas tahun lagi. Mengapa? karena Hizkia itu adalah orang yang menghargai kasih Allah, ia mau merendahkan diri dan berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Karena itu Allah mendengar doanya dan melihat air matanya dan memperpanjang hidupnya lima belas tahun lagi bahkan Allah juga memberi keamanan kepadanya (Yesaya 38 : 1 - 8 ).
1 Korintus 15 : 10
orang yang hidup dalam kasih karunia Allah:
1. tahu menghargai kasih karunia Allah
2. tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah
3. bekerja lebih keras melayani Tuhan
Sebaliknya orang-orang yang tidak menghargai kasih karunia Allah: ia akan kekurangan hikmat, kekurangan pengetahuan dan akan menjadi miskin secara rohani. Orang yang demikian tidak akan mungkin bisa mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan.