Selasa, 01 November 2011

Buletin Otober 2011

" TETAP DALAM TUJUAN TUHAN"


Minggu, 02 - 10 - 11

Maleakhi 4 : 1 = model orang-orang yang tidak siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kaliny:

1. ORANG-ORANG GEGABAH, yaitu orang-orang yang sembarangan/sembrono cara hidupnya, tidak serius beribadah atau melayani Tuhan, yang mudah lemah, mudah tersinggung, mudah terpengaruh dengan perkataan orang lain dan tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan.
Orang-orang seperti ini, kalau Tuhan Yesus datang kembali akan tertinggal dan tidak akan masuk ke dalam kehidupan yang kekal selama-lamanya. Nasibnya akan sama seperti "kelima gadis bodoh" yang juga menantikan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki sorga tetapi tertinggal dan akhirnya pintu ditutup. Walaupun lima gadis bodoh ini mencoba mengetok pintu, tetapi pintu tidak dibukakan baginya dan lima gadis bodoh ini tidak dikenal oleh Tuhan.

2. ORANG-ORANG FASIK, yaitu orang-orang yang tidak mau mengalami tanda pembaharuan, yang tidak mau memperhatikan firman Tuhan tetapi selalu berbuat yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Orang-orang fasik ini menunjuk kepada kehidupan orang Kristen yang tidak hidup dalam kebenaran.

Khusus kitab Wahyu pasal 1 s/d pasal 19 berlangsung selama tujuh (7) tahun, dapat kita bagi menjadi dua (2) bagian, yaitu:

1. Wahyu pasal 1 s/d pasal 12 = berlangsung selama 3 1/2 tahun.
2. Wahyu pasal 13 - s/d pasal 19 = berlangsung selama 3 1/2 tahun.

Dan khusus Wahyu pasal 1 s/d pasal 12 juga kita bisa bagi beberapa bagian:
1. Wahyu pasal 1 s/d pasal 7 = berbicara gereja Tuhan "disatukan" baik Israel dengan kafir disatukan menjadi "satu di dalam tubuh Kristus"
2. Wahyu pasal 8 s/d pasal 12 = berbicara gereja Tuhan itu bagaikan "seorang perempuan" yang sedang hamil, yang mengalami berbagai-bagai penderitaan seperti seorang perempuan yang sedang hamil selam sembilan (9) bulan.
3. Wahyu pasal 12 = terbentuknya gereja Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan Keristus yang melahirkan Anak laki-laki, sebagai wujud terjadinya persekutuan yang erat antara Kristus sebagai Suami dengan gereja-Nya sebagai tubuh-Nya.

Namun kalau kita lihat dalam Wahyu pasal 8 s/d pasal 12 gereja Tuhan itu sedang diperhadapkan kepada masa-masa yang sulit, gereja Tuhan itu diijinkan mengalami berbagai-bagai penderitaan bagaikan seorang perempuan yang sedang mengandung selama sembilan bulanm. Kalau seorang perempuan mengandung biasanya mulai bulan yang pertama sampai bulan yang kelima mengalami masa-masa yang sakit, misalnya mengidam atau menginginkan sesuatu untuk dimakan, dll. Firman Tuhan juga menegaskan bahwa gereja Tuhan itu diijinkan mengalami berbagai-bagai masalah, tetapi bukan untuk membunuh tetapi hanya sebagai proses pembentukan gereja Tuhan itu supaya terbentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus.
Tetapi kalau kepada orang-orang yang selalu berbuat fasik, mereka akan mengalami musibah juga bukan untuk membunuh tetapi untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking yang menyengat manusia. Dan walaupun manusia lain itu mengalami begitu hebatnya penderitaan, mereka tidak juga mau bertobat dari perbuatan tangan mereka, mereka tidak mau berhenti menyembah roh-roh jahat, berhala-berhala dari emas, perak dan tembaga, batu, kayu yang tidak dapat berjalan atau melihat atau berjalan/wahyu 9 : 20 - 21. Inilah orang-orang gegabah yang tidak memperhatikan firman Tuhan atau yang tidak tinggal dalam tujuan Tuhan.
Tetapi khusus bagi gereja Tuhan yang tetap tinggal dalam tujuan Tuhan akan berhasil dibentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, kedatangan Tuhan itu tidak akan mendatangkan malapetaka tetapi suatu pesta/Wahyu 19 : 6 - 9. Sebab kalau Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan datang sebagai Raja di atas segala raja yang akan menikah dengan mempelai perempuan-Nya yang telah siap sedia. Di dalamnya ada SUKACITA DAN SORAK SORAI untuk memuliakan Tuhan. Pesta kawin Anak Domba itu memang pesta yang sangat meriah, di dunia ini tidak pernah ada pesta semeriah pesta kawin Anak Domba tersebut.

Karena itu baik sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita semua harus tetap tinggal dalam tujuan Tuhan, setiap benih firman Tuhan yang kita dengar harus bertumbuh dengan baik, dan kita harus mempunyai hati yang baik supaya benih firman itu bisa bertumbuh. Setiap orang yang hatinya terbuka untuk mendengarkan firman Tuhan dan yang mau memeliharanya, maka ia akan berbahagia/Lukas 11 : 27 - 28. Mengapa? sebab benih firman itu akan bertumbuh dan akan bertumbuh terus sehingga menimbulkan iman, harap dan kasih kepada Tuhan. Maka sekalipun harus diperhadapkan kepada berbagai-bagai persoalan, kita akan tetap kuat dan akan tetap berdiri di atas firman Tuhan.

Matius psl 13 Tuhan Yesus menjelaskan ada empat jenis hati manusia:
- Tanah di pinggir jalan: memang mendengar firman tetapi burung-burung dengan segera mengambil benih tersebut sehingga tidak sempat bertumbuh dengan baik. Ini berbicara kehidupan orang Kristen yang mendengar firman Tuhana tetapi firman itu tidak sempat singgah/tinggal di dalam hidupnya sebab dengan segera pengertiannya akan firman Tuhan diambil oleh Iblis.
- Tanah berbatu-batu: sudah mendengar dan firman Tuhan itu sudah sempat bertumbuh tetapi bertahan hanya sebentar saja, sebab di dalam tanah itu ada batu-batu yang menghalangi pertumbuhan benih, akarnya tidak dapat menembus ke dalam tanah. Maka ketika panas terik matahari benih itu segera layu dan akhirnya mati. Ini berbicara kehidupan orang-orang Kristen yang selalu mengeraskan hati terhadap firman Tuhan, walau ia suka mendengarkan firman Tuhan tetapi kalau hatinya keras, maka firman itu tidak akan bisa bertumbuh dengan baik. Jadi sikap yang benar adalah mendengar dan membuka hati dengan sikap membuang segala sifat-sifat yang keras.
- Tanah yang bersemak duri: juga sudah mendengar dan menerima firman Tuhan, bahkan benih itu juga sudah sempat bertumbuh dan hendak berbuah. Tetapi karena ada semak duri, maka semak duri itu menghimpit pertumbuhan benih tersebut, dihimpit sampai akhirnya mati sehingga tidak sempat berbuah-buah. Ini berbicara kepada kehidupan orang-orang Kristen yang suka mendengar firman Tuhan, tetapi hatinya dihimpit oleh tipu daya kekayaan, imannya terhimpit oleh tipu muslihat Iblis. Maka sekalipun benih firman Tuhan itu sudah sempat bertumbuh, tetapi tidak sempat berbuah-buah sebab terhimpit.
- Tanah yang baik: Mendengar firman Tuhan dengan baik dan disertai dengan sikap yang baik pula. Setalah mendengarkan firman Tuhan, ia membuka hatinya dengan selebar-lebarnya dan membuang segala sikap dan perbuatan yang bertentangan dengan firman Tuhan. Maka benih firman itupun dapatlah bertumbuh dengan baik sampai menghasilkan buah-buah yang baik pula, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat dan ada pula yang sampai menghasilkan seratus kali lipat. Luar biasa hasilnya bukan?

Untuk mencapai tujuan yang semaksimal mungkin: kita harus memperhatikan firman Tuhan dengan baik-baik. Ibrani 12 : 6 firman Tuhan menjelaskan bahwa setiap orang yang "diakui sebagai anak" yang dikasihi oleh Allah: DITEGOR, DIHAJAR, DISESAH= sebagai konsekwensi disiplin Tuhan bagi orang yang diakui sebagai anak. Sebenarnya Tuhan tahu bahwa apabila seseorang itu ditegor, dihajar atau disesah, yang paling sering menjadi masalah adalah hati. Maka dalam Wahyu 3 : 19 firman Tuhan menegaskan kepada kita, kalau kita sedang ditegor, dihajar atau disesah, sikap yang harus kita miliki ialah: relakanlah hatimu dan bertobatlah. Artinya: terima didikan itu dengan baik sebagai cara atau sarana untuk memperbaharui kita supaya layak dan berkenan kepada ALlah. Apapun yang dilakukan Tuhan kepada kita tujuannya adalah untuk mendatangkan kebaikan supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan Tuhan. Haleluya.....!!!


"TETAP TINGGAL DALAM TUJUAN TUHAN."


Minggu, 09 - 10 - 11


Yang dikatakan tinggal di dalam Tuhan itu ada tiga (3) golongan, yaitu: YANG DIPANGGIL, YANG DIPILIH DAN YANG TETAP SETIA.
Dalam mempersiapkan diri untuk hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya: gereja Tuhan yang hidup diakhir zaman ini akan diperhadapkan kepada masa-masa yang paling sukar atau yang paling pahit, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Firman Tuhan dalam Daniel 12 : 1 menjelaskan bahwa akan ada suatu waktu kesesakan yang besar seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai kepada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Pada waktu itu dunia memang sedang diperhadapkan kepada masa-masa yang paling sukar dengan kejadian-kejadian yagn mengerikan yang akan menimpa dunia ini, seperti krisis ekonomi global, krisis pangan atau makanan, krisis politik, belum lagi kalau dunia ini mengalami goncangan demi goncangan.
Hal ini juga bisa kita lihat dalam Wahyu muali pasal 6 s/d pasal 11, yaitu sejak meterai demi meterai dibukakan sampai kepada peniupan ketujuh sangkakala. Pada saat ketujuh meterai dibuka dunia ini sudah mengalami begitu besar goncangan demi goncangan, kemudian ditambah lagi dengan peniupan ketujuh sangkakala, dan pada puncaknya ketika ketujuh cawan murka ditumpahkan ke atas bumi. Akan terjadi hujan es dan api bercampur darah dan sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon akan terbakar dan akan hangus. Setiap manusia yang tidak memakai meterai dari ALlah akan mengalami semua itu dan disiksa seperti siksaan kalajengking yang menyengat manusia.
Walaupun pada saat itu orang-orang akan mencoba mencari maut (=ingin mati) tetapi mereka tidak menemukannya sebab maut itu lari dari mereka. Mengapa bisa demikian? karena semua ini sengaja Tuhan ijinkan hanya untuk menyiksa orang-orang yang tidak tetap tinggal dalam tujuan Tuhan, yaitu orang-orang yang tidak setia mengikuti Tuhan baik dalam beribadah, dalam melayani Tuhan, dalam mengembalikan milik Tuhan, dll.

Wahyu pasal 8 s/d pasal 9 khusus kepada gereja Tuhan yang mau dipersiapkan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, masa-masa kesesakan itu digambarkan seperti seorang perempuan yang sedang mengandung selama sembilan bulan. Pada masa ini gereja Tuhan yang tetap berada dalam tujuan Tuhan akan mengalami masa-masa yang paling sulit/sakit, sama seperti seorang perempuan yang sedang hamil pasti mengalami berbagai-bagai penderitaan sampai kepada proses bersalinnya. Sebab pada masa ini Tuhan akan mengijinkan sangkakala demi sangkakala ditiup dan malapetaka-malapetaka yang dahsyat akan menimpa seluruh bumi. Hanya gereja Tuhan yang tetap dalam tujuan Tuhan saja yang dijamin selamat, dan tidak akan mengalami kematian sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.
Karena itu kita semua perlu mengetahui bahwa Iblis juga akan membuat tanda yang besar di langit, Iblis selalu ingin mengimbangi perbuatan-perbuatan Tuhan, Iblis ingin membuat tanda seperti yang dibuat oleh ALlah. Maka kalau kita lihat dalam Wahyu psl 12 ada dua (2) tanda besar yang sama-sama terjadi di langit, tetapi kedua tanda ini sangat berbeda.
- Wahyu 12 : 1 - 2 tanda pertama: di langit seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang ada di atas kepalanya.
Inilah penampilan gereja Tuhan yang berhasil dibentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus: seluruh hidupnya diselubungi oleh ALlah. Inilah gereja Tuhan dalam Wahyu psl 8 yang mengalami proses mengandung. Memang gereja Tuhan yang berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus itu pada puncaknya akan mengalami proses kesakitan seperti seorang perempuan yang mengandung dan dalam penderitaannya hendak melahirkan berteriak kesakitan tetapi ia bisa melahirkan anak laki-laki dengan selamat.

- Wahyu 12 : 3 - 4 tanda yang kedua juga dilangit tempatnya tetapi disebut tanda yang lain seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Inilah penampilan iblis yang sesungguhnya, yang akan menampilkan dirinya dengan cara meniru-niru tanda yang diadakan Tuhan. Kalau mempelai perempuan Kristus itu memiliki mahkota, maka iblis juga akan menampilkan mempelainya dengan memakai mahkota. Tetapi mempelai iblis itu tidak bertahan sampai selama-lamanya.
Iblis yang tampil seperti seekor naga yang merah padam itu tidak senang dengan tampilnya mempelai perempuan Kristus, maka naga itu berdiri di depan perempuan yang hendak melahirkan itu untuk menelan anaknya segera sesudah perempuan itu melahirkan. Pada saat itulah Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki sorga akan menunjukkan pembelaan-Nya dan dengan segera memberokan pertolongan kepada mempelai perempuan-Nya, sehingga perempuan itu lari ke padang gurun tempat yang telah disediakan ALlah untuk memeliharanya seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Kedua tanda ini sama-sama di langit dan juga sama-sama memakai mahkota. Dan kedua tanda ini berbicara puncak terbentuknya gereja Tuhan menjadi mempelai perempuan Kristus (=bagi gereja Tuhan yang tetap tinggal dalam tujuan Tuhan) dan juga terbentuknya mempelai perempuan Iblis (=bagi yang tidak tinggal dalam tujuan Tuhan). Iblis membuat tanda di langit tujuannya untuk menandingi pekerjaan Tuhan. Maka pada masa ini Iblis akan bekerja dengan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menyeret orang-orang percaya yang tidak mau tinggal dalam tujuan Tuhan, tetapi gereja Tuhan yang tetap tinggal dalam tujuan Tuhan, imannya tidak tergoyahkan, imannya semakin bertumbuk ke arah Kristus sebagai Kepala. Yang berhasil diseret oleh ekor ular naga tersebut: sepertiga dari bintang-bintang dan akan melemparkannya ke bumi. Iblis akan menampilkan kemarahannya/kegeramannya dengan cara menyeret orang-orang yang tidak sungguh-sungguh berada dalam tujuan Tuhan, yang tidak sungguh-sungguh beribadah dan melayani Tuhan. Walaupun mereka memang percaya kepada Tuhan, bahkan walaupun mereka masih beribadah atau melayani Tuhan, tetapi kalau tidak berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus: akan masuk ke dalam aniaya antikristus selama 3 1/2 tahun.
Maka kalaupun Tuhan sengaja mendatangkan malapetaka-malapetaka, tetapi malapetaka-malapetaka itu akan ditujukan hanya kepada orang-orang yang tidak memiliki tanda darah sebagai bukti/tanda kepemilikin Kristus. Setiap orang yagn tidak memiliki tanda darah akan diserahkan ke tangan antikristus.
Yesaya 13 : 6 - 9 menjelaskan tentang keadaan yang akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya: Tuhan akan datang dengan kebengisan, dengan geram dan murka yang menyala-nyala untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan orang-orang yang berdosa kepada ALlah. Iblis tahu akan kedatangan hari Tuhan itu, ia juga tahu bahawa ia akan dibinasakan di dalam api neraka selama-lamanya, maka iblis akan bekerja dengan segala kemampuannya untuk membuat ribut/kacau, semua bangsa akan dibuatnya menjadi kacau.
Untuk itulah sebagai jemaat Tuhan, kita semua harus tetap tinggal dalam rujuan Tuhan, yaitu tetap dalam rencana Tuhan dalam penyelamatan yang dikerjakan-Nya di dalam Yesus Kristus. Kita semua harus tetap tinggal dengan setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar dan kita harus setia mengikuti gerek firman pengajaran. Sebab kalau kita tetap tinggal dalam rencana Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan menjamin kita selamat dari serangan iblis tersebut, dan Tuhan akan melindungi kita dalam pondok-Nya dan dalam naungan kepak sayap-Nya yang sanggp melindungi kita. Dan setiap orang yagn tetap tinggal dalam tujuan Tuhan pasti disertai Tuhan, pasti dibela Tuhan dan pasti diberkati Tuhan walau ditangah-tengah masa-masa yang sukar. Gereja Tuhan yang telah berada dalam tujuan Tuhan itu akan dibentuk dari hari ke hari sampai berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Yang diampuni dosanya, yang dikuduskan dan yang disempurnakan. Haleluya......!!!