Senin, 10 Februari 2014

Bible Study

“BERKAT FIRMAN PENGAJARAN” 



Kamis, Februari 2014

Saudara-saudara, pada akhir zaman menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali- nya Tuhan akan mencurahkan hujan akhir yaitu kegerakan rohani yang besar untuk mempersiap kan gereja Tuhan supaya siap sedia menyambut kedatangan-Nya. Tetapi kegerakan rohani yang akan terjadi ini tidak berfokus hanya kepada mujizat tetapi kegerakan rohani yang disertai dengan pembukaan rahasia firman Tuhan. Di mana Tuhan akan membukakan rahasia firman-Nya yg selama ini bagaikan tersembunyi tetapi yang akan dinyatakan kepada hamba-hamba Tuhan utk selanjutnya disampaikan kepada jemaat-jemaat. Dengan demikian akan terjadi suatu kegerakan rohani yang besar seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, Tuhan Allah akan mencurahkan Roh Kudus-Nya ke atas orang-orang yang mengasihi Tuhan sebagai penolong dan yang mengu- atkan. Kegerakan rohani yang besar ini sudah dinubuatkan dalam Yesaya 2 : 1 - 3 bahwa akan terjadi pada hari-hari terakhir gunung rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun kesana untuk mencari firman pengajaran. 

Pada akhirnya segala bangsa akan menyadari bahwa mereka sangat membutuhkan firman pengajaran ini untuk mempersiapkan mereka supaya siap sedia menyambut kedatangan Tuhan Yesus yg kedua kalinya. Firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah ini sangat berguna untuk mengajar kita tentang jalan-jalan Tuhan, untuk mengajar kita tentang segala kehendak dan rencana Tuhan dan firman pengajaran ini juga sangat berguna untuk mengajar kita tentang pengenalan yang be- nar akan Yesus Kristus. Kita tidak cukup mengenal Yesus hanya sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia saja, tetapi Ia adalah Kepala jemaat yang akan datang sebagai Mempelai Pria Sorga dan sebagai Raja di atas segala raja yang akan dipersandingkan dengan mempelai perempuan-Nya. Dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem, ini berbicara penampilan firman pengajaran yang sedang ditampilkan Tuhan kepada gereja-Nya sebagai jalan untuk mem- persiapkan kita supaya dibentuk menjadi mempelai perempuan Kristus. 

Karena itu sebagai jemaat Tuhan, dalam menantikan semua kegenapan firman Tuhan tersebut kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh dan menganggap kesabaran Tuhan sebagai kesempatan untuk beroleh selamat. 2 Petrus 3 : 14 - 15 menjelaskan kepada kita apa yang harus kita kerjakan dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya supaya kita kedatapan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan Tuhan. Efesus 5 : 26 penyucian itu dikerjakan sepenuhnya oleh Tuhan dengan memandikannya dengan air dan firman supaya kita bisa ditempatkan di hadapan Tuhan dengan cemer- lang tanpa cacat atau kerut. Dengan kata lain, puncak kerinduan Tuhan dalam hidup kita adalah supaya kita bisa menjadi jemaat yang kudus dan tak bercela = sempurna. Gereja Tuhan yang sempurna itulah yang disebut sidang mempelai perempuan Kristus yang akan diangkat hidup-hidup ketika Tuhan Yesus datang, tanpa mengalami kematian. Karena itu kita harus menghargai dan taat kepada firman pengajaran yang telah kita terima supaya kitapun semua dipersiapkan Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya, dikuduskan dan disempurnakan.

Buletin Minggu

“BERKAT FIRMAN PENGAJARAN” 

 Minggu, Februari 2014

Puji Tuhan Saudara-saudara, berkat fiman pengajaran mempelai Alkitabiah yang telah kita terima hidup kita semakin diubahkan supaya menjadi jemaat yang taat kepada Tuhan. Sebab dalam firman pengajaran ini hidup kita semakin dibaharui dari hari ke hari, baik dalam sikap dan perbuatan maupun dalam beribadah dan melayani, di dalam diri kita semakin ada keinginan untuk hidup lebih baik lagi. Berkat firman pengajaran kita dipersiapkan untuk menjadi jemaat yang benar-benar telah dewasa rohani untuk dikuduskan dan dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus. Maka dalam gerak firman pengajaran ini Tuhan Yesus sedang mempersiapkan gereja Tuhan supaya masuk ke dalam tuaian besar yang segera akan terjadi. Kita harus mengetahui bahwa disamping tuaian besar yang akan dikerjakan Tuhan, Iblis juga akan bekerja untuk menuai orang-orang yang tidak hidup dalam Tuhan lewat nabi-nabi palsu maupun antikristus. 

Karena itu sebagai orang Kristen tidak cukup hanya sekedar percaya saja, tidak cukup hanya sekedar agama saja, tetapi harus ditingkatkan sampai menjadi murid Tuhan. Yang disebut “murid” meneladani gurunya, mengikuti missi gurunya dan melanjutkan pemberitaan Injil kepada semua bangsa. Matius 28 : 18 - 19 kepada murid ditugaskan supaya pergi menjadikan semua bangsa murid Tuhan dan Tuhan Yesus berjanji akan menyertai sampai akhir zaman. Ciri-ciri murid: mau mendengar dan memperhatikan dan melakukan apa yang dikatakan gurunya. Seorang murid Kristus yang benar tidak suka berbantah dengan gurunya, tetapi ia akan merendahkan hatinya untuk melakukan segala yang diperintahkan kepadanya. Itu sebabnya dalam Yohanes 15 : 4 - 8 kalau sudah menjadi murid maka Bapa akan dipermuliakan di dalam hidup kita dan kita pun akan menjadi orang yang dikenan oleh Tuhan. Karena itu kita harus tetap tinggal di dalam Tuhan sama seperti ranting yang tetap melekat pada pohon akan menghasilkan buah yang banyak. Sebab jikalau kita tinggal di dalam Tuhan dan firman-Nya tinggal di dalam kita, kita akan diperkenankan untuk meminta apa saja dan kita akan menerimanya. 

Sebagai tanda kita disebut murid Tuhan : pasti akan berbuah banyak. Sebaliknya kalau tidak tinggal di dalam Tuhan, ia akan dibuang keluar seperti ranting-ranting dan akan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Yesaya 54 : 1 - 7 ketika Tuhan Allah mengadakan perjanjian damai dengan Sion, Tuhan Allah diperkenalkan sebagai seorang suami. Pengharapan yang dijanjikan adalah pengharapan akan adanya perlindungan, keselamatan dan pengharapan yang pasti. Sebenarnya tidak masuk akal kalau seorang perempuan yang mandul bisa bersorak-sorai karena bergembira bahkan sampai memekik karena sukacita besar. Sebab biasanya seorang perempuan kalau sudah mandul, ia akan bersedih sebab tidak ada harapan lagi baginya untuk bisa hamil apalagi untuk melahirkan anak. Tetapi kalau Tuhan sudah bekerja, siapapun dan bagaimanapun keadaannya akan dibuat Tuhan bersukacita oleh karena pengharapan yang dikerjatakan Tuhan di dalam hidupnya. 

Buktinya ketika Tuhan Allah mengadakan perjanjian damai dengan Sion, simandul yang tidak pernah bersalin atau melahirkan akan bergembira dengan sorak-sorai. Sebab Tuhan Allah telah membuatnya mempunyai lebih banyak anak dari pada mereka yang mempunyai suami. Bahkan orang yang selama ini tertindas, yang dilanggar angin badai dan yang tidak pernah dihiburkan akan bersorak-sorai karena kegirangan yang besar. Ini adalah sukacita besar yang dikerjakan oleh Allah kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, bahwa Allah akan membuat umat-Nya itu menjadi orang yang paling bersukacita. Bersukacita bukan karena perkara jasmani atau lahiriah saja, tetapi terlebih lagi dengan perkara-perkara yang rohani. Sebab ketika Allah diperkenalkan sebagai suami, Allah juga sedang menunjukkan bahwa perkara rohani itu jauh lebih tinggi nilainya dari perkara yang jasmani. Yesaya 54 : 13 - 14 hasilnya : semua orang termasuk anak-anak akan menjadi murid Tuhan dan bersarlah kesejahteraan mereka. Jadi berkat firman pengajaran itu akan mengangkat dan menjadikan kia murid Tuhan. Ketika Yesus datang ke dalam dunia ini sebagai manusia, Ia juga memilih dan mengangkat dua belas orang menjadi murid-Nya. Dan murid-murid itu hanyalah orang-orang biasa, baik dalam hal ekonomi, pekerjaan, maupun dalam hal pendidikan. 

Tetapi karena Yesus mau menjadikan mereka sebagai murid, Tuhan Yesus mengajar dan mendidik mereka supaya diperlengkapi dalam pelayanan. Kalau Tuhan bekerja, Ia sanggup mengubahkan orang-orang biasa menjadi orang yang berguna, Ia sanggup memakai orang lemah untuk mempermalu kan orang berhikmat, bahkan orang-orang miskin pun bisa dibuat Tuhan menjadi kaya. Misalnya saja orang Korea Selatan kira-kira tahun tujuh puluhan adalah bangsa yang sangat miskin bahkan masih lebih miskin dari Indonesia. Tetapi setelah Tuhan mengutus banyak hamba-hamba Tuhan atau missionaris untuk memberitakan Injil keselamatan kepada orang Korea Selatan maka terjadilah ledakan kegerakan rohani yang besar baik di kota atau didesa. Dan ketika terjadi kegerakan rohani yang besar itu maka banyak jiwa-jiwa yang haus kepada Tuhan lalu datang dan menjadi orang yang percaya kepada Yesus. Bahkan banyak jiwa-jiwa yang akhirnya menyerahkan dirinya kepada Tuhan supaya dipakai menjadi alat Tuhan, baik sebagai penginjil, sebagai gembala dan tidak heran sampai sekarang ini Korea Selatan lah yang paling banyak mengutus missionary ke seluruh dunia. Maka Tuhan pun berkenan kepada mereka lalu mengubah pola hidup mereka, mengubah perekonomian mereka dan sekarang Korea Selatan termasuk negara yang sangat kuat ekonominya baik di Asia maupun di dunia. 

Gereja bertumbuh pesat dan orang-orang Kristen di sana bertumbuh pesat, bukan hanya secara ekonomi tetapi juga dalam hal rohani. Kalau kita mau mengikuti kegerakan rohani dan mengikuti gerak firman pengajaran, sebenarnya Tuhan pun sanggup mengubahkan keadaan kita semua. Baik secara ekonomi, pendidikan, Tuhan sanggup membuat orang biasa menjadi murid Tuhan. Dan kalau kita sudah menjadi murid Tuhan akan diperlengkapi Tuhan supaya menjadi berkat kepada banyak orang maupun bangsa. Tuhan sanggup menjadikan kita sebagai orang-orang yang membawa perubahan di tengah-tengah lingkungan kita. Gereja Tuhan yang hidup dalam terang firman pengajaran akan dipakai Tuhan menjadi alat-Nya membawa berkat sorgawi turun ke atas mereka. Yesaya 54 : 14 dikatakan orang-orang yang sudah menjadi murid Tuhan itu akan ditegakkan di atas kebenaran, jauh dari pemerasan, tidak perlu takut lagi sebab Tuhan akan membuatnya jauh dari kekejutan. Keluaran 19 : 5 firman Tuhan menegaskan bahwa setiap orang yang mau mendengar dan memperhatikan serta menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan, akan menjadi kesayangan Tuhan. Artinya Tuhan akan membuat mereka menjadi orang yang istimewa dihadapan-Nya. Dan yang teristimewa itu adalah gereja Tuhan yang berhasil dibentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Karena dalam Yesaya 54 : 5 telah diperkenalkan bahwa yang menjadi suami bagi gereja Tuhan yang hidup dalam kebenaran adalah Allah sendiri, maka kita pun sebagai jemaat Tuhan harus menerima Yesus dan menjadikan firman-Nya sebagai terang. Supaya kalau Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan mengangkat kita di awan-awan kemuliaan-Nya.

Minggu, 02 Februari 2014

Bible Study

“KASIH SETIA TUHAN” 


Kamis, 30-01-2014

 
Matius 20 : 1 - 16 Yesus mengadakan perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur bahwa hal Kerajaan Sorga itu sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar ke- luar mencari pekerja-pekerja untuk bekerja di kebun anggurnya. Ada yg masuk pagi-pagi benar ada yang masuk pukul sembilan, pukul dua belas, pukul tiga petang dan ada pula yang masuk pd pukul lima petang dan bekerjanya pun tinggal satu jam lagi. Sesuai dengan kesepakatan yang di adakan upahnya adalah satu dinar. Dari perumpamaan ini dapat kita lihat dan pelajari hal yang paling utama dan terpenting yang harus kita pahami ialah : harus bekerja dengan sungguh-sung- guh dan harus sabar mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.. Orang yang mulai bekerja pukul lima petang menunjuk kepada orang-orang Kristen yang hidup diakhir zaman, yaitu orang-orang yang mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. 

Gereja Tuhan yang hidup diakhir zaman ini harus mengarahkan diri kepada perkara-perkara rohani, harus lebih sungguh-sungguh beribadah dan melayani Tuhan supaya kalau sudah tiba waktunya Tuhan memberikan upah. Sebagai jemaat maupun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita harus mempergunakan waktu dan kesempatan yang singkat ini untuk membangun rohani kita sampai menjadi dewasa seperti yang diinginkan Tuhan. Kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat dan sudah diambang pintu, karena itu kita harus tetap fokus kepada Tuhan dengan cara hidup yang benar. Lukas 15 : 11 - 20 anak yang bungsu itu disebut sebagai “anak yang hilang” karena tidak tetap ber- sama dengan bapanya, dan ketika anak yang bungsu itu meminta bagian yg menjadi haknya, bapa nya memberikannya lalu ia perti ke negeri yang jauh dan menghabiskannya dengan berfoya-foya. Akibatnya : timbul kelaparan dan membuat hidupnya menjadi melarat. 

Anak yang bungsu itu melarat bukan saja karena ia kehabisan hartanya tetapi karena dengan seijin Tuhan bencana kelaparan timbul, timbul karena alam. Diwaktu-waktu yang terakhir menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, kita harus meningkatkan kesungguhan dalam berdoa dan menyembah Tuhan, kita harus memiliki persekutuan yang erat dengan Tuhan. Artinya : selesai kan segala masalah supaya jangan sampai ada sedikitpun kepahitan dan kebencian. Kita harus lebih sungguh-sungguh beribadah dan melayani Tuhan dan mengerti segala kehendak Tuhan serta men- taati segala perintah-Nya. Kita harus meneladani sikap orang yang masuk pukul lima petang dgn mempergunakan waktu yang singkat ini dengan sebenar-benarnya. Jangan sampai ada anggapan Tuhan memperlambat-lambat kedatangan-Nya apalagi menganggap Tuhan tidak akan datang. 

Tuhan Yesus Kristus pasti datang kembali dan Ia akan mengangkat gereja-Nya yang telah siap se- dia dan menjadikannya sebagai mempelai perempuan-Nya. Pada akhirnya semua orang yang mau melakukan kehendak Tuhan dan yang melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh pasti akan men- dapatkan upah. Baik orang yang terdahulu maupun orang-orang yang terkemudian pasti mendapat kan upah yang sama. Mengerti kehendak Tuhan dan melakukannya dengan sungguh-sungguh men- jadi tolak ukur mendapatkan upah yang dari Tuhan. Sebaliknya kalau tidak mengerti kehendak Tu- han maka ia akan lalai dan tidak akan sungguh-sungguh melakukan kehendak Tuhan.

Buletin Minggu

“Berkat Firman Pengajaran” 

Minggu, 02 Februari 2014
 

 Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, yang disebut bergaul erat dengan Tuhan bukan hanya sekedar beribadah begitu saja tetapi harus mau memperhatikan firman Tuhan. Sebab di dalam firman Tuhan itu akan kita temukan terang yang akan memimpin hidup kita kepada seluruh kehendak Tuhan, yang menyucikan, menguduskan dan yang membawa kita kepada kesempurnaan. Menjadi mempelai perempuan Kristus merupakan puncak rencana Tuhan yang harus kita capai. Firman Tuhan dalam Yesaya 2 : 2 - 3 telah menubuat kan tentang kegerakan rohani yang akan terjadi pada akhir zaman yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Pada hari-hari yang terakhir gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit dan segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana untuk mencari Tuhan. 

Firman Tuhan ini menubuatkan tentang kegerakan rohani yang akan terjadi pada akhir zaman, yaitu kegerakan rohani yang terjadi karena firman pengajaran. Sebab di sana dikatakan: “dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem” inilah yang disebut firman pengajaran yang akan bergerak dengan cepat kepada seluruh bangsa untuk mempersiapkan gereja Tuhan supaya siap sedia menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang sudah semakin dekat. Dan ketika Tuhan menampilkan firman pengajaran ini, bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun sebab mereka sudah merasakan berkat firman pengajaran yang sanggup membentuk dan mengubahkan hidup mereka. Dengan firman pengajaran inilah Tuhan akan mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan kita pun akan dapat menempuhnya. Artinya : kalau kita mau mengikuti gerak firman pengajaran ini maka mata rohani kita akan dibukakan dan kita pun akan dibuatnya mengerti segala kehendak Tuhan. 

Bahkan dengan mengikuti gerak firman pengajaran maka kita akan dimampukan untuk menolak dosa dan akan membawa kita kepada kedewasaan rohani yang penuh. Ulangan 32 : 1 - 2 & Hosea 14 : 6 firman pengajaran itu menitik laksana hujan, menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan. Embun dan hujan sangat berguna bagi tumbuh-tumbuhan supaya bisa bertumbuh dengan baik dan segar. Hujan memang datang sesuai dengan musimnya sedang kan embun datang setiap pagi, jadi hujan dan embun ini sangat berguna bagi tumbuh-tumbuhan. Demikianlah Tuhan memberikan firman pengajaran yang sangat berguna bagi pertumbuhan rohani kita supaya bisa menjadi dewasa rohani dan siap sedia diangkat hidup-hidup kalau Tuhan Yesus datang kembali. Sebab kalau kita menerima firman pengajaran maka kita akan mengalami : 
- akan bertumbuh dan berbunga seperti bunga bakung, maksudnya di dalam hidup kita ada keindahan, ada kebahagiaan dan sukacita karena firman pengajaran.
 - akar-akar akan menjulur seperti pohon hawar maksudnya menjadi jemaat yang kuat dalam iman. Kidung Agung 2 : 1 - 2 walau bunga bakung itu tumbuh dilembah-lembah dan di antara duri-duri, tetapi keindahannya tidak pudar dan tidak hilang, dan kekuatannya pun tidak hilang. Dalam ayat ini gereja Tuhan yang jadi mempelai perempuan itu digambarkan seperti bunga bakung yang begitu indah. Sekalipun gereja Tuhan itu diperhadapkan kepada banyak persoalan hidup, tetapi kalau tetap berada di dalam Tuhan maka Tuhan yang akan membela dan memelihara dengan baik. Tuhan sendiri yang akan mendadaninya seperti bunga bakung yang tidak pernah memintal tetapi dibuat Tuhan menjadi sangat indah. Jadi yang dimaksud dengan bunga bakung di antara duri-duri adalah menunjuk kepada jemaat-jemaat atau anak-anak Tuhan yang hidup di tengah-tengah dunia yang penuh dengan dosa dan kejahatan, tetapi rohaninya bisa bertumbuh dengan baik sampai menjadi dewasa rohani bahkan menjadi sempurna. 

Tidak kehilangan sukacita, tidak meninggalkan persekutuan, dan tidak kecewa walaupun sedang mengalami berbagai-bagai persoalan hidup. Maka dalam Lukas 12 : 27 kalau hidup kita sudah digambarkan seperti bunga bakung, Salomo dalam segala kemegahannya tidak pernah bisa mengimbangi kemegahan atau keindahan bunga bakung. Artinya : segala kekuasaan dan kekayaan yang ada di dalam dunia ini tidak akan bisa mengimbangi keindahan yang diberikan Tuhan kepada jemaat-jemaat-Nya. Karena itu sekalipun sekarang ini dosa dan kejahatan sudah semakin berkembang, tetapi gereja Tuhan yang sudah menerima terang firman pengajaran tidak akan rusak imannya dan tidak akan terpengaruh oleh situasi apapun. Sebab Kristus sebagai Kepala jemaat akan memelihara supaya bisa bertumbuh dengan baik dan menampilkan keindahan lewat sikap dan perbuatan yang benar. Setiap orang yang tetap setia mengikuti gerak firman pengajaran ini hidupnya akan dibuat Tuhan menjadi indah, hidup nikah dan keluarganya juga pasti diberkati Tuhan. Mazmur 51 : 9 - 15 Setelah Daud menghampiri Batsyeba, Daud sangat menyadari dosa itu sangat kejam dan mendatangkan kematian. Maka dalam doanya ia meminta pengampunan kepada Tuhan supaya Tuhan mengampuni kesalahannya. 

Doa Daud supaya Tuhan membersihkan hidupnya dari pada dosa-dosanya dengan hisop dan supaya ia dibasuh supaya menjadi lebih putih dari salju. Daud juga meminta supaya Tuhan jangan mengambil roh-Nya yang kudus tetapi supaya ia dilengkapi denga roh yang rela. Mazmur 32 : 1 - 2 firman Tuhan menyatakan kalau pelanggaran sudah diampuni, dosa ditutupi dan segala kesalahan tidak diperhitungkan lagi, merekalah orang-orang yang paling berbahagia. Sebab apabila pelanggaran, dosa dan kesalahan tidak perhitungkan lagi maka hidup kita sudah berada di dalam tangan Tuhan. Tuhan akan menerima kita dan menjadikan kita sebagai umat-Nya, dan kita akan dilayakkan untuk memanggilnya Bapa. Dengan mengikuti gerak firman pengajaran maka kita akan dimampukan untuk mengerti segala kehendak Tuhan. Sebaliknya kalau tidak mengerti kehendak Tuhan, mata rohaninya akan tertutup dan tidak akan mampu menolak apalagi mengalahkan tipu daya dosa. 

Dosa itu sifatnya mengikat dan membawa orang kepada kebinasaan, maka kita memerlukan terang firman pengajaran untuk mengarahkan kita untuk melakukan kebenaran. Hosea 4 : 6 firman Tuhan mengatakan: “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” Dari ayat ini dapat kita lihat datangnya kebinasaan itu karena tidak mengenal Allah, dan orang tidak mengenal Allah karena ia sendirilah yang menolak pengenalan itu. Setiap orang yang menolak pengenalan akan Allah berarti ia sedang melupakan pengajaran Allah. Inilah penyebabnya maka Tuhan sendiri yang mendatangkan kebinasaan ke tengah-tengah mereka, bahkan Tuhan juga akan melupakan anak-anak mereka. Hal seperti ini tidak boleh terjadi di tengah-tengah kehidupan kita, kita harus berhasil mengenal Allah, mengenal kehendak dan rencana-Nya yang mulia. Keselamatan itu tergantung kepada pengenalan kita sendiri, bergaul dengan Tuhan harus memperhatikan firman-Nya. 1 Petrus 4 : 7 menguasai diri dan menjadi tenang menjadi kunci supaya kita bisa berdoa, bisa beribadah dan melayani Tuhan dengan benar. Dan kalau kita sudah beribadah dengan benar maka kita akan dibangun menjadi rumah kediaman Tuhan.

Selasa, 28 Januari 2014

Buleti Bible Study

“KASIH SETIA TUHAN” 


Kamis, Januari 2014

Yesaya 63 : 8 - 9 Yesus sendirilah yang datang untuk menyelamatkan, yang menebus, yang mengangakat dan yang menggendong kita untuk selama-lamanya. Sebenarnya Allah bisa saja me- ngutus utusan atau duta, tetapi Allah tidak melakukan itu melainkan Ia sendiri yang datang untuk menyelamatkan manusia yang telah berdosa. Kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia adalah se- bagai kegenapan kasih Allah kepada manusia. Karena itu untuk mengerjakan keselamatan, Allah melakukannya dengan perjanjian yang sudah dimulai sejak dalam kitab Perjanjian Lama, kepada Nuh, kepada Abraham, kepada Ishak, kepada Yakub, kepada Daud dan akhirnya sampai kepada Yesus. Yesus yang telah datang sebagai manusia telah menjadi Tuhan dan Juruselamat manusia dan sampai Dialah Mesias yang telah dijanjikan Allah. 

Dan untuk menggenapi janji Allah tersebut, Allah telah memakai tokoh-tokoh dalam Alkitab sebagai jalan untuk menurunkan Yesus ke dalam dunia. Dan salah satu tokoh yang paling terkenal adalah DAUD. Daud adalah seorang raja Israel yang sangat terkenal dan seorang yang sangat berkenan di hati Allah, Daud bukan saja seorang yang gagah dan berani tetapi ia juga seorang yang sangat berkenan di hati Allah. Namun kalau kita lihat Daud sendiri tidak luput dari kesalahan, sebab Daud terlibat dalam dosa perzinahan, mengambil istri orang dengan membunuh suaminya. Dan kesalahan Daud yang paling fatal adalah ketika ia tidak memperhatikan firman Tuhan, yaitu ketika ia menjemput Tabut, ia tidak memperhatikan bahwa sebenar nya yang bisa mengangkat Tabut adalah para imam dari suku Lewi dari keturunan Kehat. 

Bahwa UZA dan AHYO bukanlah orang-orang Lewi tetapi mereka adalah anak-anak Aminadab. Tetapi kalau kita lihat Allah sangat mudah memulihkan Daud dan mengembalikannya kepada ja- lan yang benar, sekalipun Daud mempunyai kelemahan dan kesalahan tetapi ada satu hal yang men- jadi kelebihan Daud dan yang tidak dimiliki raja-raja Israel yang lainnya : Cintanya kepada rumah Tuhan sangat besar maka ia merindukan untuk membangun Bait Allah. Bahkan sekalipun Daud tahu bahwa ia tidak diperkenankan untuk membangun bait Allah, tetapi Daud tidak berhenti mempersiapkan segala kelengkapan atau keperluan untuk membangun rumah Allah tersebut. Oleh sebab itu Daud mempersiapkan hartanya, generasinya untuk membangun rumah Allah tersebut. Seorang jemaat atau seorang hamba Tuhan, tidak cukup hanya mengasihi Tuhan didalam perkataan saja, tetapi ia juga harus mempersiapkan dirinya dan apa yang dimilikinya untuk dipersembah kan kepada Tuhan. 

Tuhan menghendaki supaya kita juga memperhatikan rumah Tuhan, yaitu untuk pembangunan tubuh Kristus terbentuknya gereja Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan yg dikuduskan dan disempurnakan. Kalau Daud bukan saja mempersiapkan hartanya tetapi hartanya dan keturunannya, demikian juga kita bukan saja memperhatikan diri kita sendiri tetapi juga apa yg kita miliki supaya dipersembahkan kepada Tuhan. Bahkan kita juga harus mempersiapkan generasi selanjutnya supaya dipersiapkan dan dibangun menjadi tubuh Kristus. Gereja Tuhan di zaman kita ini tidak bisa lagi main-main, kita harus lebih sungguh-sungguh baik beribadah maupun melayani Tuhan. Kita harus menyadari bahwa Iblis saja sedang bekerja segiat-giatnya, maka kita juga harus lebih giat lagi beribadah dan melakukan firman-Nya supaya kita luput dari segala dosa.

Buletin Minggu 2014

“KASIH SETIA TUHAN” 

Minggu, Januari 2014

  Saudara-saudara, kita bersyukur karena Kristus sebagai kepala jemaat selalu membela dan memelihara hidup kita dalam segala perkara, baik dalam hal jasmani terlebih dalam hal rohani. Sebab Kristus sebagai kepala jemaat selalu memperhatikan hidup kita dan tidak akan pernah membiarkan apalagi meninggalkan kita. Oleh karena kasih karunia-Nya yang besar, Ia telah memberikan firman pengajaran yang telah dibukakan rahasianya yang berguna untuk mempersiapkan kita menyambut kedatangan-Nya sebagai Mempelai Laki-laki sorga. Dialah satu-satunya Tuhan yang patut kita muliakan dan tinggikan dan Dialah yang harus memenuhi hati dan hidup kita. Karena itu sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, Tuhan harus dimuliakan di dalam hidup kita baik lewat pelayanan maupun lewat perbuatan-perbuatan kita. 

Maka supaya Tuhan bisa dimuliakan di dalam hidup kita, segala sesuatu yang kita kerjakan maupun perbuat ijinkan Tuhan masuk di dalam hatimu. Maka Ia akan menemani kita dan akan menyertai kita dalam melakukan segala tindakan kita. Orang Kristen yang benar adalah apabila ia mau menyerahkan sepenuh hidupnya kepada Tuhan untuk dipimpin dan diarahkan sehingga sikap dan perbuatannya pasti akan membuahkan perbuatan-perbuatan yang baik. Sama seperti Yesus setelah mangambil rupa sebagai seorang manusia dan menjadi hamba telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya dengan sempurna karena Ia telah melakukannya sesuai dengan kehendak Bapa. Kalau kita melihat kembali setelah manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak mau datang kepada Tuhan dan mencari Tuhan, manusia itu tidak mau mengakui kesalahannya, justru mereka bersembunyi dan menjauhkan dirinya dari Allah. 

Justru Tuhanlah yang mau datang dan mencari manusia itu ke tempat persembunyiannya, lalu Tuhan Allah berfirman dan memanggil manusia itu supaya keluar dari persembunyiannya. Inilah kasih Tuhan kepada manusia, bukan manusia yang datang mencari Tuhan sebaliknya Tuhanlah yang datang untuk mencari manusia itu dan memberi firman-Nya. Kalau Tuhan datang dan memberi firman-Nya, ini menjadi bukti betapa Tuhan Allah sangat mengasihi kita. Sekalipun kita telah berdosa bahkan telah menyembunyikan diri dari hadapan Allah tetapi Allah telah datang dan menyatakan kasih-Nya yang begitu besar untuk keselamatan kita. Yesus yang telah datang sebagai manusia merupakan bukti Allah sangat mengasihi semua orang dan Ia merindukan supaya semua orang datang dan percaya kepada-Nya. Sebab jika kita mau datang dan percaya kepada-Nya maka kita akan dilepaskan dari maut dan akan menerima hidup yang kekal. Yesaya 63 : 8 - 9 firman Tuhan menegaskan Allah tidak mengutus seorang duta atau seorang utusan, tetapi Ia sendirilah yang datang untuk menyelamatkan manusia yang telah berdosa. 

Dialah yang telah menebus kita, yang mengangkat dan menggendong kita. Yesus telah menebus kita dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya supaya kita bisa disebut sebagai “umat Tuhan” yaitu anak-anak yang tidak akan berlaku curang lagi, Yesus lah Tuhan yang menjadi Juruselamat dalam segala kesesakan. Fungsi darah Yesus Kristus bukan saja untuk mengampuni atau menghapus dosa saja, tetapi oleh darah Yesus Kristus itu jugalah kita akan disempurnakan. Karena itu kalau berbicara tentang “kasih” bukan hanya sekedar sebutan saja tetapi kasih itu merupakan pengorbanan yang tidak terukur dan tidak ternilai oleh apapun yang ada di dalam dunia ini. Kasih itu merupakan pemberian yang tertinggi dan tak ternilai oleh apapun. Kalau seorang suami mampu memberikan harta yang banyak kepada istri dan anak-anaknya, ini belum pemberian yang tertinggi sebab kasih itu tidak dapat diukur oleh perkara yang lahiriah. Tetapi kalau seorang suami mampu mengasihi istrinya dan anak-anaknya dan bertanggung jawab, inilah pemberian yang tertinggi. Inilah yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus ketika Ia datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Karena Ia mengasihi manusia maka Ia rela memberikan nyawa-Nya dan mati di atas kayu salib untuk keselamatan kita semua. 

Kasih itu berhubungan dengan keselamatan, kasih itu berhubungan dengan hidup yang kekal, inilah kasih Allah kepada manusia ciptaan-Nya. Karena itu kita harus tetap menghargai korban Kristus, kita harus menghargai kasih Kristus. Yesaya 54 : 5 kasih sayang dan kasih setia Tuhan itu diperkenalkan seperti kasih sayang seorang suami terhadap istrinya. 
 - Kitab Yesaya adalah kitab yang memperkenalkan kasih Allah kpd manusia seperti kasih sayang seorang suami yang mengasihi istrinya. 
 - Sedangkan kitab Yeremia adalah kitab yang menceritakan perbuatan-perbuatan umat Tuhan yang sudah berzinah bagaikan seorang istri yang tidak setia dan berzinah dengan laki-laki lain. Dalam kedua kitab ini dapat kita pahami bagaimana pekerjaan Allah yang datang dengan penuh kasih sayang dan kasih setia untuk mengangkat dan memperbaiki orang-orang yang telah berdosa. Kasih lah yang dapat mengangkat dan mengembalikan orang berdosa kepada jalan yang benar. Yohanes 1 : 1, 14 kegenapan kasih Allah : Yesus datang sebagai manusia dan diam di antara kita supaya kita bisa melihat kemuliaan-Nya sebagai Anak tunggal Bapa yang penuh kasih karunia dan kebenaran. Sekalipun orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya, tetapi kasih Allah tidak putus melainkan mengalir sampai kepada kita bangsa-bangsa kafir. Yohanes 1 : 13 orang-orang kafir kalau mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan mengalami tanda keubahan hidup, akan mengalami tanda kelahiran baru supaya diterima sebagai anak-anak Allah. Karena itu supaya kita orang kafir ini bisa diterima menjadi anak-anak Allah, kita harus meneladani Yesus Kristus yang telah melakukan segala kehendak Bapa. 

Kita harus mau melakukan segala kehendak Bapa, kita harus mau meneladani Yesus Kristus. Yesuslah inti dari segala janji Allah, Yesus lah inti dari segala kehendak Allah sebab di dalam Yesus telah digenapi segala janji-janji Allah. Wahyu 22 : 11 nubuat firman Tuhan yang segera akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan Yesus :
  yang jahat akan terus berbuat jahat dan yang cemar akan terus mencemarkan dirinya. 
- yang benar akan terus berbuat kebenaran, dan yg kudus akan terus menguduskan dirinya Jadi jelas, menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, kejahatan akan terus bertambah-tambah dan orang yang cemar akan semakin mencemarkan dirinya, sehingga disebut sempurna dalam kejahatan. Sebaliknya orang benar akan semakin berlaku benar dan orang kudus akan semakin menguduskan dirinya hingga menjadi sempurna. Kalau orang yang sempurna dalam kejahatan akan dilemparkan ke dalam lautan api yang menyala-nyala tetapi orang yang sempurna dalam kebenaran akan masuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. 

Dua perbandingan ini akan semakin nyata pada akhir zaman ini, dan kita sebagai jemaat Tuhan harus memperhatikan firman Tuhan dengan baik dan benar. Yohanes sendiri setelah mendengar dan menerima pernyataan firman Tuhan tersebut, tersungkur untuk menyembah. Artinya : kalau kita sudah mendengar dan menerima pernyataan firman Tuhan tentang akhir zaman, maka kita harus meningkatkan doa dan penyembahan kita supaya apabila hal ini digenapi, kita akan menjadi orang kudus yang disempurnakan.

Minggu, 29 Desember 2013

Bible Study

ARTI  NATAL 


Kamis, Desember 2013

 
Akibat dosa : manusia kehilangan kemuliaan Allah, bangsa-bangsa diam dalam kegelapan dan di- naungi maut. Tetapi oleh kedatangan Yesus ke dalam dunia sebagai manusia, Ia telah membawa ke- lepasan dari dosa dan maut. Matius 4 : 16 karena Yesus telah datang sebagai manusia, bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit terang. Hal ini sesuai dengan Yohanes 3 : 16 karena kasih Allah begitu be- sar, Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk membawa keselamatan kepada semua orang. Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal. 

Untuk melahirkan Yesus yang datang sebagai manusia, Allah memakai tiga orang perempuan sbg jalur atau jalan untuk melahirkan Yesus, yaitu TAMAR, RAHAB & RUT. - Tamar, menantu Yehuda yang menyamar sebagai seorang pelacur karena melihat Yehuda ti- dak menepati janjinya, lalu ia menyamar menjadi seorang pelacur dan tidur dengan mertunya sendiri.
 - Rahab, yang terkenal sebagai seorang pelacur di Yerikho tetapi yang mau menerima dua orang pengintai yang datang mengintai kota Yerikho. 
 - Rut, seorang perempuan Moab yang mau ikut dengan Naomi sampai ke Betlehem dan juga yg mau mengakui Allahnya Naomi menjadi Allahnya. Sebenarnya dari ketiga nama perempuan di atas memiliki latar belakang yang jelek dan tidak layak di hadapan Tuhan, tetapi karena Tuhan telah mengadakan perjanjian yang baru yang berintikan tentang Kasih maka Ia mau menerima dan memakai mereka sebagai jalan untuk melahirkan Yesus ke dalam dunia ini. 

Ini membuktikan betapa Tuhan Allah itu sangat mengasihi manusia sehingga Ia tidak melihat latar belakang seseorang, tidak melihat rupa dan tidak melihat derajat sosial. Yesaya 30 : 18 - 21 saatnya Tuhan menunjukkan Kasih-Nya kepada semua orang, Ia bangkit hendak menyayangi mereka yang menanti-nantikan Dia. Dan dalam Yesaya 63 : 8 - 9 kedatangan Yesus ke dunia ini bukan sebagai duta atau utusan, tetapi Ia sendiri yang datang untuk menyelamatkan manusia yg telah berdosa dengan kasih sayang dan kasih setia. Ini berbicara pekerjaan Yesus Kristus sebagai Juruse- lamat, bahwa hanya Yesus saja satu-satunya yang bisa menyelamatkan manusia dari dosa. Itulah sebabnya ada tiga orang perempuan yang memiliki latar belakang yang tidak baik tetapi yang dipa- kai Allah menjadi jalan untuk melahirkan Yesus. Karena itu bagi kita sekarang, NATAL itu bukan hanya sekedar peryaaan begitu saja tetapi merupakan perwujudan kasih Allah kepada manusia. Dalam NATAL yang paling ditonjolkan adalah saling mengasihi, saling mengampuni dan bisa menerima kekurangan yang seorang dengan yg lain. 

Dengan mengerti makna NATAL yang sesungguhnya maka kita akan dimampukan untuk saling berbagi, saling memperhatikan, saling mengasihi, saling mendoakan dan saling mendukung demi untuk kemajuan bersama. Sebagaimana Allah mau memakai orang-orang yang memiliki latar be- lakang yang tidak baik, demikian juga kita harus mampu menerima kelemahan orang lain dan hrs mampu memberi pengampunan. Dengan demikian maka kita akan menjadi orang yang berkenan kepada Allah dan dilayakkan untuk menerima hidup yang kekal di dalam kerajaan Sorga.

Buletin Minggu

“PERJANJIAN YANG BARU” 

Minggu, Desember 2013

 Puji Tuhan!!! Kita bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah datang sebagai manusia untuk menebus manusia dari dosa. Kedatangan-Nya ke dalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Itu sebabnya bagi kita, NATAL adalah penggenapan janji Allah akan keselamatan, NATAL merupakan perwujudan kasih Allah kepada manusia. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah tahu tidak ada seorang pun yang bisa datang kepada Allah, dan tidak ada seorang pun yang bisa membawa manusia untuk mendekat kepada Allah. Karena itu maka Allah sendiri yang menyediakan diri-Nya sebagai jalan untuk memperdamaikan manusia dengan Allah, Allah sendiri datang ke dalam dunia dalam rupa manusia. Tujuannya untuk membawa manusia supaya bisa mendekat dengan Allah. Yohanes 1 : 14 firman Tuhan menjelaskan kepada kita kegenapan kasih Allah kepada manusia dengan cara menjadi manusia dan diam di antara kita supaya manusia itu bisa melihat kemuliaan Tuhan. Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia sebagai jalan yang disediakan Allah supaya manusia bisa datang kepada-Nya. Yesus datang sebagai manusia : 
- supaya manusia bisa melihat kemuliaan Allah 
- supaya manusia mendapatkan kasih karunia Sebenarnya manusia diciptakan Allah untuk membawa kerajaan Allah di bumi, untuk memperluas kerajaan Allah di bumi ini. Tetapi karena manusia itu sudah jatuh ke dalam dosa, manusia bukan hanya kehilangan kemuliaan Allah. .... tetapi juga kehilangan kerajaan Allah. 

Karena itu Allah datang sebagai manusia dengan maksud dan tujuan untuk membawa kerajaan Allah ke dalam dunia. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam Doa Bapa kami, salah satu isinya adalah “Datanglah kerajaan-Mu di bumi seperti di sorga.” Sejak dalam kitab Perjanjian Lama tidak ada seorang pun yang bisa mewujudkan misi Tuhan tersebut, walaupun banyak nabi yang diutus untuk memberitakan firman Tuhan tetapi tidak ada seorang pun yang bisa membawa kerajaan Allah ke dalam dunia. Karena itu dalam kitab perjanjian baru, Yesus lah yang diutus datang ke dalam dunia ini sebagai manusia. Itu sebabnya NATAL adalah untuk menggenapkan janji Allah kepada manusia yang telah dijanjikan/dinubuatkan setelah manusia pertama jatuh ke dalam dosa. Kejadian 3 : 15 yang dimaksud keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular merupakan nubuatan atau janji Allah bahwa dari keturunan perempuan akan lahir atau akan datang seorang manusia yang penuh kuasa untuk mengalahkan Iblis dalam segala tipu dayanya. Yesus lahir dalam NATAL yang pertama bukan karena hasil bubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan, tetapi sepenuhnya dari Allah, dikandung oleh Roh Kudus, firman itulah yang telah menjadi manusia dan datang ke dalam dunia. Yesus lah satu-satunya manusia yang bisa menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya, sebab Yesus itu adalah manusia yang tidak lahir dari dosa tetapi lahir dari Allah. 


Setiap orang yang lahir karena hubungan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan sudah mewarisi dosa dari nenek moyang, inilah yang membuat maka tidak ada seorang pun manusia yang bisa menyelamatkan manusia dari dosa. Tetapi Yesus yang telah datang sebagai manusia berbeda dengan mereka yang lahir karena hubungan laki-laki dengan perempuan, kalau manusia lahir sudah mewarisi dosa tetapi Yesus tidak. Jadi karena Yesus lahir bukan karena hasil perkawinan maka tidak ada dosa yang mengalir kepada-Nya, dan karena tidak ada dosa maka Yesus lah satu-satunya manusia yang bisa menyelamatkan manusia yang telah berdosa. Lukas 1 : 30 - 35 firman Tuhan menjelaskan kepada kita latar belakang kelahiran Yesus ke dalam dunia ini. Bahwa Maria akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamakan Dia, Yesus. Dan Roh Kudus lah dan kuasa dari Allah Yang Mahatinggi akan menaungi Maria, karena itu Yesus yang lahir sebagai manusia itu disebut “kudus” Anak Allah. Ini membuktikan bahwa Yesus yang telah datang/lahir sebagai manusia itu bukan karena hasil perkawininan, tetapi murni firman Allah itulah yang telah menjadi manusia supaya bisa diam di antara kita. Kemudian dalam Matius 2 : 1 - 12 ketika Yesus lahir, Ia disebut sebagai pemimpin yang akan menggembalakan umat-Nya, Israel. 

 
Bahkan kedatangan orang-orang Majus dari timur ke Yerusalem adalah untuk mencari raja yang baru lahir. Orang-orang Majus tahu bahwa akan lahir seorang raja sebab mereka telah melihat bintang-Nya di timur. Karena itu mereka pun datanglah ke Yerusalem dan mencari di mana raja itu akan dilahirkan. Dan memang benar setelah sampai ke Betlehem, mereka bertemu dan melihat Yesus yang telah lahir, Yesus lah Raja atau pemimpin yang akan menggembalakan umat-Nya. Yesus adalah pemimpin kepada kehidupan, Yesus adalah Raja yang akan memimpin semua orang yang mau percaya kepada-Nya. 1 Yohanes 3 : 5 Yesus yang telah menyatakan diri-Nya sebagai manusia dan datang ke dalam dunia, tujuannya adalah untuk menghapus segala dosa manusia. Tetapi tidak semua orang beroleh pengampunan dosa, hanya mereka yang mau datang dan percaya kepada Yesus. Yeremia 31 : 31 - 34 firman Tuhan telah menubuatkan bahwa Tuhan akan mengadakan perjanjian yang baru bagi umat-Nya. Karena Allah begitu mengasihi manusia, maka Allah mengadakan perjanjian yang baru, yang sangat berbeda dengan perjanjian yang pertama. 

Kalau perjanjian yang pertama Allah menuliskan firman-Nya pada loh-loh batu tetapi dalam perjanjian yang baru Allah menuliskan atau menaruh firman-Nya di dalam hati kita. Jadi dalam perjanjian yang baru ini sasaran Tuhan bukan lagi menuliskan pada batu, tetapi Tuhan mau menuliskannya di dalam hati. Mengapa? sebab kalau ditulis di dalam hati maka manusia itu akan mengalami tanda keubahan hidup, segala dosa yang tersimpan di dalam hati akan disingkirkan oleh Tuhan. Tuhan tahu di dalam hati manusia ada banyak tersimpan jenis-jenis dosa dan Tuhan juga tahu bahwa manusia itu tidak akan sanggup mengalahkan dosa yang tersimpan tersebut. Karena itulah maka Tuhan mengadakan perjanjian yang baru supaya firman Tuhan itu dituliskan di dalam hati manusia. Yang disebut perjanjian yang baru itu adalah pribadi Yesus Kristus yang telah datang sebagai manusia, yang diberikan kepada manusia supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 

Kelahiran Yesus ke dunia ini adalah sebagai kegenapan perjanjian baru yang telah diadakan Allah dengan manusia. Yeremia 31 : 34 kalau firman Tuhan itu sudah ditulis dalam batin maka segala dosa dan kesalahan akan dihapuskan. Tuhan akan menjadikan kita sebagai umat-Nya dan kita dilayakkan untuk menyebut-Nya sebagai Allah kita. Lebih jauh dalam 2 Korintus 3 : 1 - 6 kalau firman itu sudah ditulis dalam hati maka kita akan disebut “surat pujian” sehingga dapat dibaca semua orang. Maksudnya kalau firman itu sudah ditulis di dalam hati akan mengubahkan hidup kita, sikap maupun perbuatan kita akan menjadi baik sehingga orang lain akan melihatnya. Ibrani 8 : 8 - 12; 10 : 16 - 17 dikutip kembali untuk mengingatkan kita tentang perjanjian yang baru tersebut yang telah digenapi di dalam Yesus Kristus. Intinya Tuhan Allah telah menerima dan mengakui kita sebagai umat-Nya. Karena itu patut kita bersyukur karena Yesus telah datang sebagai manusia untuk mengadakan perjanjian yang baru supaya kita yang dahulu berdosa diterima dan dilayakkan menerima hidup yang kekal.

Minggu, 22 Desember 2013

Bible Study

N A T A L 

Kamis, Desember 2013

 
 NATAL adalah penggenapan janji Allah yang telah dinubuatkan sejak dalam kitab Perjanjian Lama. Kejadian 3 : 15 Allah sendiri yang berfirman bahwa keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular. Ini adalah nubuatan firman Tuhan ttg janji Allah bahwa dari keturunan perempuan itu akan lahir seorang yang mampu mengalahkan segala pekerjaan Iblis. Walaupun Habel telah mati karena dibunuh oleh Kain, tetapi Allah memberi Set sebagai ganti Habel, kemudian Enos yang mau memanggil nama Tuhan, dilanjutkan kepada Nuh yang mau melakukan firman Tuhan lalu Abraham, Ishak, Yakub, sampai kepada Daud. Mereka ini adalah orang-orang yang dipakai Tuhan sebagai garis keturunan untuk melahirkan Yesus yang datang sebagai manusia. 

NATAL itu bukan hanya sekedar perayaan saja, bukan hanya seke- dar mengingat Yesus telah lahir, tetapi NATAL itu merupakan penggenapan janji Allah untuk menyelamatkan manusia yang telah berdosa. Lukas 1 : 46 - 55 ketika Maria menaikkan nyanyian pujian, ia menaikkan nyanyian yang menyatakan tentang janji Allah yang akan digenapi dalam kelahiran Yesus. Ia bergembira dan jiwanya memuliakan Tuhan karena Allah adalah Juruselamat yang telah memperhatikan kerendahan hatinya. Tuhan Allah telah melakukan perbuatan besar dan memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya. Allah akan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya dan menurunkan orang yang berkuasa dari tahtanya tetapi akan meninggikan orang-orang yang rendah. Kelahi- ran Yesus ke dunia ini untuk melimpahkan segala yang baik kepada orang yang la- par dan menolong setiap orang yang mengingat rahmat-Nya. 

Demikian juga dalam Lukas 1 : 67 - 75 ketika Zakharia menaikkan nyanyian pujian kepada Tuhan, ia juga menyampaikan tentang penggenapan janji Allah. Allah mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus yang telah diucapkan kepada bangsa Israel. Jadi kelahiran Yohanes pembabtis juga merupakan penggenapan janji Allah sebab di utus untuk mendahului Yesus untuk mempersiapkan jalan bagiNya. Kelahiran Yesus itu adalah untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, dan untuk menyinari mereka yang diam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera. Maria dan Zakharia, dua orang yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan janji Allah kepada umat-Nya tentang keselamatan dari dosa dan maut.

Buletin Minggu

“FIRMAN YANG TELAH MENJADI MANUSIA”

 Minggu, Desember 2013

 Puji Tuhan! Kita bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah datang ke dalam duni ini sebagai manusia. NATAL merupakan penggenapan kasih Tuhan kepada manusia yang telah diciptakan-Nya, NATAL merupakan bukti Allah mengasihi manusia. Sebab setelah manusia pertama jatuh ke dalam dosa, tidak ada jalan bagi manusia menghadap Allah, dan tidak ada seorang pun manusia yang bisa dipakai untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Sekalipun banyak nabi-nabi yang telah diutus untuk menyampaikan firman, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa dipakai untuk menghubung kan manusia dengan Allah. Dosa benar-benar telah memisahkan manusia dengan Allah. Namun demikian, Tuhan Allah tidak kehilangan cara untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Sekalipun tidak ada seorang manusia yang bisa dipakai untuk menghubungkan manusia dengan Allah, Allah sendiri yang turun ke dalam dunia dan mengambil rupa seorang hamba. Jadi Allah tidak kehilangan cara untuk menyelamatkan manusia. 

Dengan jalan Yesus lahir sebagai manusia untuk menyediakan diri-Nya sebagai jalan pendamaian. Yohanes 1 : 14 sebagai kegenapan kasih Allah kepada manusia, Allah sendiri turun ke dalam dunia dan menjadi manusia di dalam pribadi Tuhan Yesus. Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia supaya bisa diam diantara kita dengan tujuan supaya manusia bisa melihat kemuliaan Allah. Jadi yang bisa mengangkat manusia dari dosa bukan manusia melainkan Tuhan sendiri dengan cara mengambil rupa sebagai manusia. Saudara-saudara, sebelum Yesus datang sebagai manusia ada waktu kurang lebih empat ratus tahun sepertinya Tuhan berdiam diri. Tidak ada lagi nabi kecil maupun nabi besar yang diutus untuk menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Israel. Hal ini terjadi dengan maksud supaya dalam kehidupan bangsa Israel ada kerinduan mencari Tuhan. Dan memang benar, ketika Yohanes pembabtis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat!” bangsa Israel datang berduyun-duyun dan mereka menganggap Yohanes pembabtis itu adalah Mesias. 

Sekalipun selama dalam pelayanan, Yohanes pembabtis tidak pernah melakukan mujizat tetapi mereka mau datang. Memang inilah cara Tuhan membuat supaya di dalam diri bangsa Israel itu ada kerinduan mencari Tuhan. Inti pemberitaan Yohanes pembabtis adalah berbicara pertobatan dan babtisan, namun demikian banyak juga orang yang datang. Mereka datang dan menyerahkan diri untuk dibabtiskan di sungai Yordan. Dan yang lebih heran lagi yang datang itu dari berbagai kalangan dan golongan, ada dari kalangan rohaniawan seperti orang Farisi maupun ahli-ahli Taurat, ada pula dari golongan pejabat pemerintahan seperti polisi maupun tentara. Inilah sebenarnya yang paling diinginkan Tuhan dari kehidupan orang Israel, Tuhan merindukan supaya mereka antusias datang dan mencari Tuhan. Tuhan mau supaya di dalam diri kita selalu ada kerinduan mencari kebenaran. Karena itu Yohanes 1 : 14 ketika Yesus datang sebagai manusia, Ia mau diam di antara kita dan supaya kita bisa melihat kemuliaan-Nya. Namun ketika Yesus datang sebagai manusia, tidak banyak orang Israel yang mengetahuinya, tidak banyak orang yang datang ke Betlehem untuk menyembah-Nya. Hanya orang-orang Majus dari timur dan para gembala-gembala yang datang kepada Yusuf dan Maria di kandang domba, di Betlehem. Padahal ketika Yesus datang sebagai manusia, besar harga yang telah dibayar, Filipi 2 : 6 - 7 walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan melainkan Ia telah mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. 

Jadi Yesus itu benar-benar manusia seratus persen, benar-benar Allah seratus persen. Mulai dari kelahiran-Nya, bisa lapar, bisa sedih, bisa menangis, bisa bersukacita, sampai Ia mati di atas kayu salib untuk menyediakan jalan pendamaian kepada manusia. Jadi dalam NATAL, Yesus membuktikan diri-Nya sebagai manusia untuk membuktikan betapa Allah sangat mengasihi manusia dan menginginkan supaya manusia itu diselamatkan dari dosa-dosa mereka. Yohanes 14 : 6 tidak salah kalau Yesus berkata tidak ada seorang pun yang bisa datang kepada Bapa kalau tidak melalui diri-Nya. Hal ini dikatakan Yesus sebab Dialah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup, dan tidak ada seorang pun manusia yang bisa menyelamatkan dirinya kalau tidak datang kepada Yesus. Yesus itulah jalan kepada Bapa maka kita harus percaya kepada-Nya dan menerima Yesus yang telah datang sebagai manusia. Yohanes 12 : 44 percaya kepada Yesus berarti sudah percaya kepada Bapa. Artinya : kalau kita percaya kepada Yesus berarti kita sudah percaya dan berjalan kepada Bapa. Sebaliknya Yohanes 15 : 23 barangsiapa membenci Yesus berarti ia juga sedang membenci Bapa. Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia, jadi barangsiapa membenci Yesus sama dengan membenci Bapa. 

Dan setiap orang yang membenci Yesus maka firman Tuhan tidak akan pernah bisa tinggal di dalam hidupnya. Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia maka kita harus menerima firman supaya Tuhan diam dalam kita. 2 Yohanes 1 : 7 firman Tuhan berkata : “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus telah datang sebagai manusia. Itu adalah sipenyesat dan antikristus.” Firman Tuhan ini harus kita perhatikan dan kita mengerti pekerjaan sipenyesat dan antikristus itu akan mengajak orang supaya jangan percaya bahwa Yesus telah datang sebagai manusia. Yang disebut sesat bukan hanya penyembah berhala saja, tetapi kalau tidak mau mengakui bahwa Yesus telah datang sebagai manusia, mereka adalah orang-orang yang telah sesat, bahkan firman Tuhan menyebutnya sebagai penyesat. Sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita harus hati-hati supaya jangan sampai meragukan apalagi tidak mempercayai Yesus telah datang sebagai manusia. 

Pada akhir zaman ini, inilah yang akan dipakai oleh Iblis untuk menyesatkan orang-orang Kristen yang tidak mempunyai pendirian yang teguh kepada firman Tuhan. Iblis akan datang dengan tipu dayanya untuk menyesatkan orang Kristen supaya jangan percaya kepada Yesus. Bahkan Iblis akan membutakan mata rohani mereka supaya jangan mengerti bahwa Yesus itu adalah Tuhan dan Juruselamat dunia. Saudara-saudara, sebagaimana telah kita lihat dalam Yohanes 1 : 14 ketika firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita, ada dua (2) berkat yang akan kita peroleh dari Tuhan : 
1. Supaya kita bisa melihat kemuliaan-Nya, memang manusia itu telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, tetapi Allah telah menyediakan diri-Nya sebagai jalan supaya manusia itu bisa kembali kepada maksud dan rencana Allah yang semula. Manusia yang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah itu bisa dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus (Roma 3 : 23 - 25). 
2. Supaya kita bisa melihat kasih karunia-Nya, yaitu kasih karunia yang menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Efesus 2 : 8 - 9 isi kasih karunia itu adalah keselamatan yang diberikan kepada semua orang. Keselamatan itu murni pemberian Allah, murni pekerjaan Allah, bukan karena hasil usaha kita dan bukan pula karena hasil pekerjaan kita jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena itu kita patut bersyukur di NATAL tahun 2013 ini Tuhan memberi firman-Nya supaya kita mengenal Yesus Kristus.

Kamis, 19 Desember 2013

Buletin Minggu 2013

“HENDAKLAH KAMU JUGA 
SIAP SEDIA” 


Minggu, Desember 2013


Saudara-saudara, pekerjaan Tuhan Yesus Kristus pada akhir zaman yaitu menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali, fokusnya bukan lagi kepada orang-orang yang belum bertobat atau yang belum mengenal Tuhan. Tetapi fokusnya khusus kepada orang-orang yang Kristen yang mau hidup dalam terang firman Tuhan. Yaitu orang-orang pilihan yang telah dipisahkan bukan saja dari dosa tetapi lebih lagi dari cara hidup yang duniawi. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam Matius 25 : 32 Yesus Kristus sebagai gembala jemaat akan memisahkan seorang demi seorang sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Dalam pelajaran tentang Tabernakel orang-orang pilihan atau orang-orang yang telah dipisahkan ini adalah orang-orang yang mau dipakai untuk melayani Tuhan di dalam bait-Nya. Inilah yang dimaksud oleh firman Tuhan seperti yang telah dikatakan dalam 1 Petrus 2 : 9, Wahyu 1 : 6 penebusan yang dikerjakan Tuhan itu bertujuan untuk membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam (=imamat yang rajani) yang dipakai untuk melayani Tuhan Allah. Selanjutnya orang-orang pilihan yang telah dipisahkan itu akan hidup dalam terang sama seperti Yesus Kristus ada dalam terang. Dan kalau kita semua sudah berada di dalam terang maka kita akan beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus Kristus akan menyucikan kita dari segala dosa (1 Yohanes 1 : 7). Jadi jelas pekerjaan Yesus Kristus pada akhir zaman ini adalah khusus untuk memisahkan orang -orang pilihan-Nya. 

Karena itu kita perlu memperhatikan Matius 24 : 32 - 35 dalam pelajaran tentang pohon ara, apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas menandakan bahwa musim panas sudah dekat. Artinya akan ada suatu kegerakan rohani yang dahsyat yang akan terjadi di tengah-tengah bangsa Israel. Sebab berbicara tentang pohon ara adalah berbicara tentang bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas mendakan bahwa musim panas sudah dekat, bangsa Israel akan mengalami kegerakan rohani yang besar. Hanya ada perbedaan kegerakan rohani di antara orang kafir dengan orang Israel. Kalau kegerakan rohani yang terjadi di tengah-tengah bangsa kafir adalah kegerakan rohani untuk mencari Tuhan, untuk mencari hadirat Tuhan. Tetapi kalau kerakan rohani bangsa Israel bukan saja berbicara secara rohani, tetapi mereka akan pulang kembali ke tanah airnya, pulang kembali ke Yerusalem. Sama seperti yang sudah pernah terjadi tahun 1948 ketika bangsa Israel merdeka, mereka pulang kembali ke Yerusalem setelah mereka berserak-serak. 

Bangsa Israel itu adalah bangsa perantau sehingga mereka bisa terserak diberbagai negara di Eropa, Amerika bahkan sampai ke Asia. Dan kalau usaha atau pekerjaan mereka sudah berhasil diperantauan biasanya mereka jarang pulang, bahkan ada yang sama sekali tidak pulang. Tetapi akan datang saatnya mereka akan mengalami kegerakan rohani, mereka akan pulang kembali ke Yerusalem. Dan kalau bangsa Israel sudah pulang kembali ke tanah airnya, hal utama yang mereka lakukan adalah untuk membangun bait Allah, mereka akan membangun kembali hubungan mereka dengan Allah dengan cara beribadah yang benar dan juga dengan mempersembahkan korban yang benar. Dan supaya kegerakan rohani ini bisa terjadi, Tuhan sendiri yang telah menetukan ada musim-musimnya. Sama seperti musim-musim yang ada sekarang, semua musim itu harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya supaya mendapatkan hasil yang layak. Setiap orang yang tidak memperhatikan musim biasanya akan terlambat. Misalnya seorang petani, ia harus memperhatikan saat yang tepat untuk menanam benih. Kalau ia berhasil memperhatikan musim maka ia akan menanam sesuai dengan musim yang cocok untuk menanam. Sebab kalau salah memperhatikan musim maka seorang petani akan mengalami kerugian yang besar sebab hasilnya tidak akan ada. Kidung Agung 2 : 11 - 13 firman Tuhan menjelaskan kepada kita ada musim dingin, dan saat musim dingin telah lewat itulah saatnya bangun dari tidur. 

Sebab kalau musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu, maka akan masuk ke dalam musim memangkas, saat itulah ada suara kegirangan dan sukacita. Kalau kita lihat generasi demi generasi, kegerakan demi kegerakan rohani yang telah terjadi, menurut penelitian kegerakan rohani itu terjadi tidak lebih dari seratus tahun. Misalnya kegerakan rohani yang pernah terjadi di Korea Selatan, atau di Tapanuli Utara, atau diberbagai tempat di dunia ini, waktunya hanya singkat saja tidak lebih dari seratus tahun. Selanjutnya setelah musim kegerakan rohani itu selesai, lalu mulailah datang musim dingin, banyak orang akan meninggalkan Tuhan dan tidak percaya lagi kepada firman Tuhan. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus benar-benar mempergunakan waktu-waktu yang terakhir ini untuk datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh memperhatikan firman Tuhan dan melakukannya supaya Kristus dipermuliakan. Hargai kesempatan yang ada untuk mendengar dan menerima firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah ini, firman yang memper-siapkan kita menjadi mempelai perempuan Kristus. Maka dalam Matius 24 : 20 Tuhan Yesus mengingatkan supaya waktu melarikan diri jangan jatuh pada waktu musim dingin. Berarti kalau waktu musim dingin sudah mulai terjadi akan banyak orang akan jatuh dan meninggalkan Tuhan. Musim dingin akan membuat orang Kristen menjadi dingin rohaninya sehingga tidak sungguh-sungguh memperhatikan firman Tuhan. Karen itu Tuhan Yesus mengingatkan: “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.” Sebab dengan datang dan berdoa, maka Tuhan akan memulihkan keadaan kita, Tuhan akan memberikan gairah dan semangat supaya terus mencari Tuhan. 

Yang sakit akan disembuhkan, yang lemah akan dikuatkan bahkan yang putus pengharapan pun akan mendapatkan pengharapan baru bahwa Tuhan pasti memberi pertolongan tepat pada waktunya. 2 Tesalonika 1 : 7 - 8 dua kategori orang Kristen yang akan dibinasakan : 
 - orang-orang fasik yang tidak mau mengenal Tuhan, ada kesempatan tetapi tidak mempergunakan     kesempatan itu untuk bertobat dan berbalik kepada Allah. 
 - orang-orang yang tidak mentaati Injil, sudah menerima dan sudah mendengar tetap tidak mau melakukan nya, mereka tidak mau hidup sesuai dengan firman Tuhan. Tetapi dalam 2 Tesalonika 1 : 3 - 5 tetapi yang akan berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga adalah mereka yang imannya makin bertambah dan yang kasihnya seorang akan yang lain makin kuat. Rasul Paulus sangat mengamat-amati keadaan rohani jemaat di Tesalonika ini supaya mereka benar-benar hidup sesuai dengan firman Tuhan. 1 Tesalonika 1 : 2 - 7 tiga (3) bentuk pertumbuhan rohani jemaat di Tesalonika 1. memiliki pekerjaan iman, artinya aktip beribadah dan melayani Tuhan dan yang tentunya juga aktip melakukan firman Tuhan. Kalau disebut aktip berarti selalu ada sikap untuk melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia. 
 2. memiliki usaha kasih, artinya selalu ada sikap untuk melakukan firman Tuhan dengan didasari kasih. Selalu ada usaha supaya rohaninya semakin maju, selalu rindu supaya berhasil menjadi jemaat yang dikuduskan dan disempurnakan. 
3. ada ketekunan pengharapan, artinya selalu berharap kepada Tuhan dan tetap tekun walaupun sedang berada di masa-masa yang sulit.

Senin, 09 Desember 2013

Buletin Minggu

“HENDAKLAH KAMU JUGA 
SIAP SEDIA” 


Minggu, Desember 2013

 Puji Tuhan, kita bersyukur karena Tuhan mempercayakan kita untuk mendengar firman-Nya supaya mata rohani kita semakin terbuka. Kalau kita diberi kepercayaan mendengar firman Tuhan itu berarti Tuhan sedang mengisi hidup kita dengan kasih-Nya. Dan tentunya juga firman Tuhan ini akan menjadi terang yang menerangi hidup kita supaya kita berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Yang dikuduskan dan disempurnakan menjadi sama seperti Kristus, Dialah Kepala jemaat dan yang sekaligus bertanggung jawab membawa kita supaya berhasil masuk ke Yerusalem baru. Karena itu kita harus selalu punya sikap lapar dan haus akan firman Tuhan, kita harus lebih sungguh-sungguh mendengar dan memperhatikan firman Tuhan. Sebab kalau kita lihat pada zaman akhir ini kebanyakan orang tidak sungguh-sungguh mau mendengar dan memperhatikan firman Tuhan, sedikit saja orang yang mau sungguh-sungguh. Kalau kita periksa mengapa kebanyakan orang tidak sungguh-sungguh mendengar dan memperhatikan firman Tuhan, penyebab utamanya adalah karena lebih cenderung mengikuti hawa nafsunya, lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada memperhatikan dan melakukan firman Tuhan. Inilah yang membuat maka banyak orang tidak memiliki sikap lapar dan haus akan firman Tuhan. Yoel 1 : 15 - 16 suatu koreksi dari Tuhan yang disampaikan nabi kecil yang bernama Yoel bahwa ketika terjadi hari Tuhan yang sudah dekat itu akan ada pemusnahan dari Yang Mahakuasa. Penyebabnya: karena di rumah Tuhan sudah lenyap makanan, sukaria dan sorak sorai. 

Penyebab dari semua ini karena tidak ada lagi sikap lapar dan haus akan firman Tuhan, tidak ada lagi sikap untuk mencari Tuhan. Firman Tuhan itu bisa terganjal masuk ke dalam hati manusia karena sikapnya yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri dan karena cenderung mengikuti dan melakukan hawa nafsunya sendiri. Kita harus sadar dan mengetahui bahwa saat inilah saat akhir zaman di mana kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Karena kasih kebanyakan orang sudah menjadi dingin maka tidak ada lagi sikap untuk mencari Tuhan, sikap untuk memperhatikan firman Tuhan juga menjadi hilang. Karena itu tema firman Tuhan yang sudah kita terima selama ini: “Karena itu hendaklah kamu juga siap sedia.” (Matius 24 : 44) harus menjadi pusat perhatian kita supaya kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga. Dengan memperhatikan firman Tuhan maka kita juga akan mempersiapka diri menghadapi situasi akhir zaman atau akan apa yang akan terjadi menimpa dunia. 

Dengan memperhatikan firman Tuhan maka kita akan percaya bahwa Tuhan akan meluputkan kita sekalipun dunia ini akan mengalami malapetaka demi malapetaka. Kalau kita mau memiliki sikap lapar dan haus akan firman Tuhan maka kita akan dibuatnya memperhatikan firman Tuhan dan menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Penyebabnya: karena di rumah Tuhan sudah lenyap makanan, sukaria dan sorak sorai. Penyebab dari semua ini karena tidak ada lagi sikap lapar dan haus akan firman Tuhan, tidak ada lagi sikap untuk mencari Tuhan. Firman Tuhan itu bisa terganjal masuk ke dalam hati manusia karena sikapnya yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri dan karena cenderung mengikuti dan melakukan hawa nafsunya sendiri. Kita harus sadar dan mengetahui bahwa saat inilah saat akhir zaman di mana kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Karena kasih kebanyakan orang sudah menjadi dingin maka tidak ada lagi sikap untuk mencari Tuhan, sikap untuk memperhatikan firman Tuhan juga menjadi hilang. Karena itu tema firman Tuhan yang sudah kita terima selama ini: “Karena itu hendaklah kamu juga siap sedia.” (Matius 24 : 44) harus menjadi pusat perhatian kita supaya kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga. 

Dengan memperhatikan firman Tuhan maka kita juga akan mempersiapka diri menghadapi situasi akhir zaman atau akan apa yang akan terjadi menimpa dunia. Dengan memperhatikan firman Tuhan maka kita akan percaya bahwa Tuhan akan meluputkan kita sekalipun dunia ini akan mengalami malapetaka demi malapetaka. Kalau kita mau memiliki sikap lapar dan haus akan firman Tuhan maka kita akan dibuatnya memperhatikan firman Tuhan dan menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Karena itu Amos 5 : 19 bagi bangsa Israel pada zaman nabi Amos hari Tuhan itu bagi mereka seperti seorang yang lari terhadap singa, lalu seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia. Bagi orang-orang yang tidak bertobat hari Tuhan itu kegelapan bukan terang, oleh sebab itu mereka akan lari dan akan mencoba mencari perlindungan tetapi tidak akan mendapatkan. Bisa saja lolos dari singa, tetapi kembali dikejar beruang, dan sekalipun bisa lolos dari beruang, seekor ular berhasil memagutnya. 

Beginilah akhir hidup orang-orang fasik yang tidak mau bertobat, akhir hidup mereka akan masuk ke dalam malapetaka-malapetaka yang akan menimpa dunia ini. Itu sebabnya kita patut bersyukur kalau selama ini Tuhan sudah membekali kita dengan firman pengajaran yang sudah dibukakan rahasianya. Sehingga pengertian kita kepada firman Tuhan semakin terbuka dan kita mengerti apa yang harus kita kerjakan untuk memperoleh hidup yang kekal. Kita juga akan mengerti apa yang harus kita kerjakan supaya kita dikuduskan dan dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus. Dengan firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah yang telah kita terima maka kita akan diberi hikmat dan kekuatan, kita akan dilindungi dan dijamin selamat dari malapetaka yang akan menimpa dunia ini. Sebab sekalipun malapetaka akan datang menimpa dunia ini tetapi mempelai perempuan Kristus akan selamat, hanya gereja Tuhan yang jadi mempelai perempuan saja yang dijamin dilindungi. Gereja Tuhan yang jadi mempelai itu tempat perlindungannya adalah Kristus, sebab Kristus adalah kepala jemaat yang bertanggung jawab kepada jemaat-Nya. Kalau kita sudah tergembala dengan baik dalam firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah ini maka hidup kita akan dijamin berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Sama seperti Rut, Naomi sebagai mertuanya sangat merindukan supaya Rut mendapatkan tempat perlindungan supaya Rut bisa berbahagia. Rut ini adalah gambaran gereja Tuhan yang mau mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh dan tergembala dalam penggembalaan yang baik. Setiap orang yang mau tergembala dengan baik akan mendapatkan perlindungan dan akan mengalami kebahagiaan untuk selama-lamanya. Haleluya....!!!!

Buletin Minggu

“HENDAKLAH KAMU JUGA 
SIAP SEDIA” 

Minggu, Desember 2013


Saudara-saudara, kerinduan Tuhan bagi umat-Nya supaya hidup suci sama seperti Kristus, hidup sesuai dengan ukuran Tuhan sendiri. Sebab ada orang sudah menganggap dirinya suci dengan ukurannya sendiri dan tidak menyadari bahwa sebenarnya hal seperti itu tidak benar. Hidup suci yang sebenarnya harus sama seperti Yesus Kristus, harus sesuai dengan standart kekudusan yang dikehendaki Tuhan Yesus. Wahyu 11 : 1 - 2 Tuhan menyuruh supaya mengukur Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Sedangkan pelataran atau halaman Bait Suci yang di sebelah luar tidak diukur sebab telah ditentukan untuk diserahkan kepada bangsa-bangsa lain dan akan menginjak-injak kota Kota Suci itu empat puluh dua bulan lamanya = 3 1/2 tahun. Mengapa kekudusan kita harus sesuai dengan standart kekudusan Tuhan Yesus Kristus? Sebab dalam Wahyu 13 - 7 firman Tuhan telah menjelaskan kepada kita bahwa ada orang-orang kudus yang akan dikalahkan oleh antikristus. Tuhan sendiri yang memperkenankan antikristus itu berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka. 

Orang-orang kudus yang dikalahkan oleh antikristus ini adalah orang-orang kudus yang tidak sesuai dengan standart atau ukuran Tuhan. Ketika Tuhan Yesus datang kali yang kedua orang-orang kudus yang sesuai dengan standart akan mengalami keubahan, yaitu akan diubahkan dalam sekejap mata supaya menjadi sempurna dan akan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Sedangkan orang-orang kudus yang tidak disempurnakan itu akan tertinggal dan pada saat itulah mereka akan diserahkan ke tangan antikristus dan akan menganiaya mereka selama tiga setengah tahun. Kalau ingin selamat dan memperoleh hidup yang kekal, mereka harus mempertahankan iman mereka dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Dan tidak banyak orang yang mampu lolos dari tangan antikristus tersebut. Karena itu 1 Yohanes 3 : 2 - 3 firman Tuhan mengingatkan kita memang belum nyata keadaan kita kelak namun demikian kita harus menaruh harapan akan melihat Tuhan dalam kekudusan-Nya yang sebenarnya. Hal yang harus kita lakukan adalah kita harus menyucikan diri sama seperti Kristus adalah suci. Maksudnya ukuran atau standart kekudusan kita harus sama seperti kekudusan Tuhan Yesus Kristus. Kalau kekudusan kita sudah sama seperti Yesus Kristus maka kita juga akan menjadi sama dengan Dia dalam kerajaan-Nya yang kekal. 

Sebab pada saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya pada saat itulah orang-orang kudus akan diubahkan dan akan disempurnakan supaya menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang akan dibawa masuk ke dalam pesta nikah Anak Domba. Karena itu sekalipun belum nyata keadaan kita kelak, kita harus tetap menaruh pengharapan pada Kristus dan menyucikan diri sama sama seperti Kristus yang adalah suci dan sempurna adanya. Sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan kalau sudah punya pengharapan yang benar kepada Kristus, akan membuat hidup kita punya visi dan tujuan yang benar. Visi = adalah hasil dari mata rohani yang telah dicelikkan oleh terang firman pengajaran sehingga punya masa depan yang penuh pengharapan. Mazmur 78 : 37 - 42 firman Tuhan menceritakan tentang keadaan bangsa Israel setelah dilepaskan dari perbudakan Mesir : mereka tidak punya visi atau tujuan yang jelas sebab mata rohani mereka tidak terus memandang kepada Tuhan yang telah melepaskan mereka. Justru sebaliknya mereka telah memperdaya Tuhan dengan mulut dan lidah mereka, hati mereka tidak tetap melekat kepada Tuhan dan kepada perjanjian-Nya. Bahkan firman Tuhan begitu tegas mengatakan bahwa mereka berulangkali telah mencobai Tuhan Allah. 

Dan dengan sikap dan perbuatan mereka itu mereka tidak sadar bahwa mereka telah menyakiti hati Tuhan. Apa yang telah diperbuat oleh bangsa Israel ini tidak patut kita teladani, setelah kita mendapatkan keselamatan yang dikaruniakan oleh korban Kristus selanjutnya kita harus punya visi dan tujuan yang benar. Mata rohani kita harus tetap tertuju kepada Tuhan dan kepada keselamatan yang telah disediakan di depan. Efesus 1 : 3 - 4 firman Tuhan telah menyatakan bahwa Kristus telah mengarunia kan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Kristus Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan dengan maksud dan tujuan supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Jadi kalau Tuhan Allah punya rencana supaya gereja-Nya itu kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya, sebagai jemaat Tuhan kita juga harus punya kerinduan supaya kita benar-benar kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Supaya apabila Tuhan Yesus datang kembali, kita didapati dalam keadaan layak sehingga dijadikan sebagai mempelai perempuan-Nya. Karena itu kita harus memperhatikan firman Tuhan dan meneladani orang-orang yang bergaul erat dengan Tuhan. Kita harus mencontoh cara hidup mereka dan apa-apa saja yang telah mereka lakukan. Misalnya Henokh keturunan ketujuh dari Adam telah mengetahui bahwa Allah akan menghukum dunia maka ia pun bergaul erat dengan Allah (Yudas 1 : 14). Karena itu Henokh telah bernubuat bahwa Tuhan akan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik. Ini perlu kita perhatikan supaya kita yang hidup pada zaman akhir ini juga sungguh-sungguh bergaul dengan Allah. Kalau Henokh sangat berbeda dengan orang-orang sezamannya, demikian juga kita harus berbeda dengan orang-orang pada zaman kita. Dan kalau Henokh mengetahui nasib orang-orang fasik demikian juga kita akan mengetahui bahwa dunia dengan segala yang ada di dalamnya akan dibinasakan dan tidak akan ditemukan lagi tempatnya. Karena itu kita harus menaruh harapan pada Kristus dan bergaul erat supaya kita bisa mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya. Kemudian kita juga bisa melihat Abraham sebagai contoh orang percaya dan yang selalu menaruh harapan kepada Allah. 

Sekalipun Abraham masih tinggal di dunia tetapi mata rohaninya dan tujuannya tetap tertuju kepada Allah. Ibrani 11 : 8 - 11 firman Tuhan menjelaskan kepada kita pandangan Abraham tidak hanya sebatas memandang saja tetapi mata rohaninya benar-benar tertuju kepada Allah. Abraham sedang menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yaitu kota yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. Karena itu sekalipun Abraham diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah disuatu tanah asing, tetapi Abraham tetap taat dan percaya, tetap setia sekalipun harus berjalan. Abraham sangat berbeda dengan Lot, sebab kalau Abraham punya visi dan tujuan yang benar tetapi Lot tidak. Perbedaannya sangat jelas dalam pandangannya, pandangan Lot sangat sempit. Terbukti ketika Lot memandang Sodom dan Gomora, ia melihatnya seperti taman Tuhan, ia melihat lembah Yordan banyak airnya tetapi tidak melihat bahwa orang-orang Sodom itu sangat jahat di mata Tuhan. Inilah yang menjadi jerat bagi Lot sehingga ia tersiksa dengan cara hidup orang Sodom. Jadi kesiapan kita dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, tergantung kepada sikap kita sendiri. Kita harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan meneladani sikap orang-orang yang telah berhasil berkenan kepada Tuhan. Kita harus bergaul erat dengan Tuhan dan menaruh harapan bahwa kita akan melihat Dia dalam kekudusan-Nya.

Selasa, 12 November 2013

Bible Study

YOSUA PASAL 21 


 Kamis November 2013


 Saudara-saudara, setelah Tuhan menunjuk kota-kota perlindungan di tengah-tengah bangsa Israel selanjutnya Tuhan juga menunjuk kota-kota bagi orang-orang Lewi. Yosua psl 21 ini berbicara khusus tentang kota-kota yang diperintahkan Allah untuk diberikan kepada suku-suku Lewi, kota-kota untuk didiami dengan tanah-tanah penggembalaannya untuk ternak mereka. Orang-0rang Lewi memang tidak mendapatkan milik pusaka di antara orang Israel, tetapi Allah sendiri yang memberi perintah supaya orang-orang Lewi diberi fasilitas di antara orang Israel. Tuhan Allah sendiri yang telah memerintahkan dengan perantaraan Musa supa- ya diberikan kepada orang-orang Lewi kota-kota untuk didiami dan tanah-tanah penggemba- laan untuk ternak mereka. Karena ini adalah perintah langsung dari Tuhan Allah sejak zaman Musa sebagai pemimpin maka orang-orang Israel memberikan dari milik pusaka mereka kota kota dengan tanah-tanah penggembalaannya kepada orang Lewi. 

Seluruhnya kota-kota orang Lewi di tengah-tengah milik orang Israel ada empat puluh delapan kota dengan tanah-tanah penggembalaannya. Bagi kita sekarang, setiap suku-suku Israel ini adalah bericara seluruh jemaat yang mau setia di gembalakan dalam terang firman Tuhan, yang mau setia mengikuti gerak firman Tuhan dan yang mau merelakan haknya untuk dipersembahkan kepada Tuhan dan pelayanan. Sedangkan suku Lewi adalah berbicara kepada seluruh hamba-hamba Tuhan atau pelayan-pelayan Tuhan yang bertugas dalam pelayanan. Tentu yang dimaksud adalah hamba-hamba Tuhan yg mau taat dan setia melakukan tugas yang diberikan Tuhan untuk dilakukan, setia melayani Tuhan & jemaat walaupun harus mengalami banyak tantangan. Karena itu setiap hamba-hamba Tuhan yang mau menyerahkan diri untuk melayani Tuhan, mempersiapkan ibadah dan pelayanan ba- gi jemaat-jemaat, pasti akan dipelihara dan diberkati Tuhan dengan spesial. Sekalipun orang Le- wi itu tidak mendapat bagian di antara orang Israel, tetapi Tuhan sendiri yang memerintahkan supaya orang Israel memberikan kota-kota mereka kepada orang Lewi.

Demikian juga hamba- hamba Tuhan yang mau melayani Tuhan dan jemaat dengan sungguh-sungguh maka Tuhan akan memerintahkan berkat-berkat-Nya kepada mereka, baik lewat jemaat yang dipimpinnya maupun orang-orang yang telah dilayaninya. Yohanes 10 : 7 - 9, 11, 14 - 16 Yesus sebagai Gem- bala yang baik telah membukakan pintu bagi domba-domba-Nya, Ia rela memberikan nyawa- Nya bagi domba-domba-Nya. Jadi dalam sistem pelayanan dan penggembalaan yang benar, Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik bertanggung jawab menyediakan berkat, baik berkat jasmani maupun berkat keselamatan. Sebagaimana Allah memerintahkan supaya orang Israel memberikan kota-kota kepada orang Lewi, demikian juga Tuhan akan menjadikan jemaat yg telah dilayani itu menjadi saluran berkat supaya hamba-hamba Tuhan itu terpelihara dgn baik.

Buletin Minggu

“HENDAKLAH KAMU JUGA 
SIAP SEDIA” 

 Minggu November 2013


 Puji Tuhan! Kita bersyukur karena Tuhan Yesus selalu memberikan firman-Nya yang selalu baru untuk kebaikan kita. Dengan memberikan firman-Nya, bukti Yesus mengasihi dan memperhati kan kita. Firman itu adalah pribadi Allah sendiri yang diberikan kepada kita supaya kita bisa melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Tuhan mau supaya kita hidup sesuai dengan firman-Nya, mengalami tanda keubahan hidup, dikuduskan dan disempurnakan. Gereja Tuhan yang dikuduskan dan disempurnakan itulah yang akan dijadikan sebagai sidang mempelai perempuan Kristus. Wahyu 13 : 7 - 8 hal penting yang harus kita ketahui ada orang kudus yang mati ditangan antikristus, mati karena mempertahankan imannya. Mereka ini adalah orang-orang kudus yang tidak berhasil disempurnakan, mereka tertinggal ketika Yesus datang kali yang kedua. Karena tertinggal maka mereka masuk ke dalam aniaya besar antikristus, mereka harus mengalami penganiayaan dan penderitaan yang begitu sangat berat. Memang masih bisa selamat tetapi harus membayar harga yang besar, mereka harus membayar keselamatan itu dengan darahnya sendiri sebab mereka harus dianiaya sampai mati. Penganiyaan ini terlalu berat dan tentunya terlalu sedikit orang yang bertahan sampai mati. 

Karena itu firman Tuhan sudah mengingatkan: Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (ayat 9). Maksudnya kita harus mau mendengar dan memperhatikan firman Tuhan. Karena itu firman Tuhan dalam Wahyu 13 : 18 mengingatkan: “Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu ialah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” Bilangan binatang : enam ratus enam puluh enam artinya adalah: Tubuh, jiwa dan rohnya sudah dikuasai oleh Iblis maupun antikristus. Yang bisa memahami ini hanyalah orang yang bijaksana, yaitu orang-orang yang sudah memiliki hikmat. Hikmat yang dari Tuhan itu membuat kita menjadi bijaksana dan mengerti sehingga kita bisa mengenal pekerjaan antikristus. Sedangkan orang-orang yang tidak memiliki hikmat, tanpa disadari mereka telah memakai tanda dan cap antikristus. Mereka bukan hanya memakai capnya saja tetapi merekapun akan menjadi antikristus, yang dipakai untuk menganiaya orang-orang kudus yang tidak berhasil jadi mempelai. 

Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kesiapan kita bukan hanya menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, tetapi juga mempersiapkan diri supaya jangan masuk ke dalam aniaya antikristus. Kita harus terus bergaul dengan Tuhan, kita harus berjalan bersama dengan Kristus, yaitu berjalan dalam terang firman-Nya. Dalam bergaul dengan Kristus, hal yang paling penting kita lakukan adalah kita harus memperhatikan firman Tuhan. Sebab dengan memperhatikan firman Tuhan hidup kita dan hati kita akan diterangi Tuhan, dan kalau hati kita sudah diterangi maka kita akan memiliki hikmat Tuhan. Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu Matius 24 : 15 Tuhan Yesus menekankan supaya kita memperhatikan firman yang disampaikan oleh nabi Daniel. Mengapa kita harus memperhatikan firman yang ditulis dalam kitan Daniel? Karena Daniel itu adalah orang yang suka bergaul dengan Tuhan dan suka memperhatikan firman Tuhan. 

Dan karena Daniel mau memperhatikan firman Tuhan maka Daniel pun menuliskannya supaya menjadi peringatan bagi semua orang, termasuk gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini. Hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam kitab Daniel : hal-hal yang menyangkut masa-masa yang sukar pada zaman akhir dan hal-hal yang menyangkut kedatangan Tuhan Yesus. Daniel 6 : 11 hal-hal yang dilakukan Daniel dalam membangun hubungannya dengan Tuhan : Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allah. Jadi Daniel itu adalah benar-benar seorang yang suka bergaul dengan Allah, suka berdoa dan memuji Tuhan. Maka tidak heran kalau Daniel sangat diperhatikan Tuhan, Tuhan sangat berkenan dihati Tuhan. Walaupun Daniel itu hanya seorang buangan di Babel, tetapi karena pergaulannya yang begitu erat dengan Tuhan, Tuhan yang mengangkat dan mempermuliakannya. Daniel berhasil mendapatkan kedudukan yang tinggi, Daniel itu seorang pejabat melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja. Mengapa? karena Daniel itu mempunyai hikmat dan roh yang luar biasa. Karena itu supaya kita juga memperoleh hikmat dan roh yang luar biasa, kita juga harus memperhatikan firman Tuhan dan bergaul erat dengan Tuhan. 1 Petrus 1 : 21 menjelaskan oleh karena Kristus dan oleh karena penebusan-Nya, kita percaya kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, sehingga iman dan pengharapan kita bisa tertuju kepada Allah. Demikian juga dalam 2 Petrus 1 : 20 - 21 firman Tuhan menjelaskan yang terutama harus kita ketahui ialah bahwa firman Tuhan itu tidak ditafsirkan menuurut kehendak sendiri, nubuat tidak dihasilkan oleh kehendak manusia. 

Firman Tuhan itu sepenuhnya dihasilkan oleh kehendak Roh Kudus, dengan tujuan supaya kita mau memperhatikan dan melakukan firman. Maka Lukas 17 : 26 - 30 ketika Tuhan Yesus memberitakan tentang kerajaan Allah, ada dua (2) zaman yang diangkat sebagai contoh untuk diperhatikan :
 - zaman NUH : makan dan minum, kawin dan mengawinkan. 
 - zaman LOT : makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun. Jadi baik zaman Nuh maupun zaman Lot keadaan manusia sangat-sangat memprihatinkan sebab mereka sibuk hanya untuk memperhatikan kepentingan diri sendiri. Semua orang lebih memfokuskan diri kepada perkara-perkara yang jasmani bukan yang rohani, lebih memperhatikan yang lahiriah bukan yang rohaniah. Maka tidak heran manusia lebih sibuk mengurusi urusannya sendiri, lebih menuruti hawa nafsu daripada memperhatikan firman Tuhan. Pada Zaman Nuh, manusia cenderung melakukan apa yang baik menurut diri sendiri, hanya Nuh dan keluarganya saja yang mau bergaul dengan Tuhan. Karena itu Nuh dan keluarganya selamat ketika Allah menghukum dunia ini dengan air bah. Sedangkan pada zaman Lot keadaan manusia lebih parah lagi, sebab orang-orang Sodom dan Gomora adalah orang-orang fasik. Bahkan Lot sendiri pun tidak mau bergaul dengan Allah sehingga Lot, istrinya dan anak-anaknya tidak ada seorang pun yang berhasil berkenan di hati Tuhan. 

Memang mereka selamat dari api dan belerang, tetapi yang terjadi selanjutnya istri Lot menjadi tiang garam karena menoleh ke belakang, Lot dengan kedua anaknya jatuh ke dalam dosa perzinahan yang begitu memalukan. Ayub juga contoh orang yang bergaul erat dengan Tuhan Allah. Ayub 29 : 4 - 11 pengakuan Ayub sudah bergaul karib dengan Allah di dalam kemahnya ketika ia masih masa remaja. Sungguh luar biasa Ayub sudah bergaul karib dengan Allah sejak ia masih remaja, maka tidak heran kalau Allah begitu menyertai Ayub, memberkati Ayub dan membuat Ayub sangat dihormati baik orang yang masih muda maupun orang yang sudah lanjut umurnya. Demikianlah setiap orang yang mau bergaul karib dengan Tuhan pasti akan mendapatkan berkat khusus dari Tuhan. Bukan saja diberkati secara jasmani, tetapi yang lebih indah lagi kita akan diubahkan dan dipersiapkan untuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Haleluya....!!!