Minggu, 09 Agustus 2009

Bulletin Agustus 2009




“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”


Minggu 2 Agustus 09


Menjadi Orang Pilihan Allah

Fungsi penebusan yang dikerjakan oleh korban Kristus yang mati di kayu salib:
- menebus kita dari dosa
- menebus kita dari cara-cara hidup yang sia -sia yang kita warisi dari nenek moyang. Kristus menebus kita bukan hanya dari dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang telah kita perbuat sendiri, tetapi kita juga harus ditebus dari cara hidup yang sia-sia, yang selama ini telah kita warisi dari nenek moyang kita. 1 Petrus 1 : 18 - 19 bukti kuasa penebusan yang dikerjakan oleh darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan yang tak bercacat, kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang telah kita warisi dari nenek moyang. Tujuannya: supaya kita layak disebut sebagai jemaat yang dikasihi Tuhan. 2 Korintus 5 : 17 = jemaat itu disebut ciptaan yang baru setelah ditebus dari dosa dan dari cara hidup yang sia-sia, sudah meninggalkan cara hidup yang lama. Setiap orang yang sudah mengalami penebusan lewat korban Kristus, inilah yang dapat disebut “hidup di dalam Kristus” sebab ia sudah menjadi ciptaan baru. Sama seperti yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 5 : 24 = pindah dari dalam maut kepada hidup (=keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib). Syaratnya: “dengar” dan “lakukan” firman Tuhan. Setiap orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan, maka ia akan mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum. Kuncinya: asal kita mau mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia. Matius 24 : 37 - 42 firman Tuhan telah menubuatkan betapa kuatnya cara hidup yang sia-sia itu mengikat hidup manusia sehingga tidak taat kepada kebenaran. Pada zaman akhir ini akan terjadi lagi seperti yang pernah terjadi pada zaman Nuh. Perbuatan yang paling menonjol pada zaman Nuh adalah: manusia terseret kepada perbuatan-perbuatan yang merusak diri sendiri bahkan merusak rumah tangga/keluarga. - Kejadian 6 : 2 = anak-anak Allah (=keturunan dari Set) sembarangan mengambil istri dari anak-anak perempuan, siapa saja yang disukai mereka. Ini berbicara rumah tangga yang hancur karena tidak memperhatikan firman Tuhan.
- Kejadian 6 : 5 = kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata, ini berbicara pribadi-pribadi yang rusak juga karena tidak memperhatikan firman Tuhan.
Akibatnya: semua manusia pada zaman Nuh dibinasakan bersama-sama dengan binatang-binatang dengan air bah. Hanya Nuh, istri Nuh anak-anak dan menantu-menantunya saja yang selamat. Apa yang terjadi pada zaman Nuh ini, akan terjadi kembali pada zaman akhir menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Matius 24 : 37 = Tuhan Yesus berkata: “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Jadi ini merupakan nubuatan firman Tuhan bahwa apa yang pernah terjadi pada zaman Nuh akan terulang kembali pada zaman akhir ini. Akan banyak pribadi-pribadi yang hancur karena perbuatannya sendiri, bahkan keluarga-keluarga yang hancur karena tidak memperhatikan firman Tuhan. Walaupun mereka sudah disebut sebagai “anak-anak Allah” (Kejadian 6 : 2) tetapi mereka masih juga melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Seperti: sembarang bergaul, sembarangan mengambil istri, perbuatan mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Apa yang telah terjadi pada zaman Nuh ini, menjadi peringatan kepada kita sekarang, walaupun sudah disebut “anak Allah” tetapi masih juga memungkinkan jatuh ke dalam dosa dan kejahatan. Maka supaya kita tidak sampai terjebak ke dalam dosa dan kejahatan, ada satu sikap yang harus kita ketahui, yaitu:
“Jangan sembarangan bergaul dengan orang-orang yang tidak hidup di dalam kebenaran.” Sebab dalam 1 Korintus 15 : 33 firman Tuhan menjelaskan bahwa pergaulan yang buruk itu dapat merusakkan apa yang baik. Artinya: segala sesuatu yang baik, yang telah kita lakukan kepada Tuhan, seperti berdoa, memuji Tuhan, berkorban, semua itu bisa menjadi tidak berkenan kepada Tuhan kalau kita sembarangan saja bergaul. Roma 5 : 8 = bukti kasih Allah kepada kita : Kristus telah mati untuk kita , ketika kita masih berdosa. Oleh darah-Nya sendiri, Ia telah membenarkan kita supaya diselamatkan dari murka Allah yang akan datang menimpa seluruh dunia ini. Puncak rencana Tuhan dalam penebusan-Nya adalah: supaya kita layak disebut sebagai jemaat pilihan yang berkenan kepada Allah. Sebab khusus kepada jemaat yang sudah menjadi pilihan Allah, Tuhan telah menyediakan segala berkat di sorga. 2 Petrus 1 : 10 = kita ditebus, tujuannya supaya “panggilan” dan “pilihan” kita makin teguh. Sebab jika panggilan dan pilihan kita sudah teguh, maka kita tidak akan pernah tersandung lagi. Puncaknya kepada kita akan dikaruniakan “hak penuh” untuk memasuki kerajaan kekal, yaitu sorga (ayat 11). Keistimewaan org pilihan Tuhan:
- segala dosa-dosa diampuni Allah - Efesus 1 : 6 - 7
- mendapatkan firman Tuhan - Efesus 1 : 13
- dimeteraikan dengan Roh Kudus - Efesus 1 : 14.
Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, selama di padang gurun ada dua (2) hal yang membuat mereka gugur:
1. ULAR, sifatnya mematikan
2. KALAJENGKING, sifatnya menyiksa
Mazmur 58 : 2 - 6 = orang-orang fasik dan orang-orang jahat itu sudah menyimpang dari sejak dari kandungan, disejajarkan dengan bisa ular atau seperti ular tedung. Mazmur 140 : 2 - 5, Daud berdoa kepada Tuhan supaya dijauhkan/diluputkan dari pada manusia jahat yang suka melakukan kekerasan atau yang selalu merancang kejahatan dalam hatinya. Pekerjaan orang fasik/cara kerja ular : manghasut-hasut perlawanan, baik kepada sesama jemaat, kepada Tuhan maupun kepada penggembalaan. Contoh dalam Perjanjian Baru, Matius 3 : 7 orang Farisi dan orang Saduki disejajarkan dengan ular beludak, karena mereka mendengar firman Tuhan tetapi tidak melakukannya. Sebenarnya orang Farisi itu adalah orang yang sangat suka beribadah, bahkan mereka sudah melayani di bait Allah. Tetapi sayang, mata rohani mereka tertutup terhadap kebenaran. Salah satu pekerjaan mereka: suka menghasut-hasut orang banyak supaya jangan percaya kepada Yesus dan supaya jangan menjadi murid Yesus. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap mempertahankan supaya panggilan dan pilihan kita makin teguh, supaya jangan sampai dihasut oleh mereka yang suka menghasut kebenaran. Sifat ular kalau sudah mematok orang, maka orang itu akan segera mati kalau tidak segera ditolong. Wahyu 9 : 3 - 10 kalajengking diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, tetapi hanya untuk menyiksa atau menyakiti mereka. Yehezkiel 2 : 3 - 7 kalajengking itu menunjuk sifat pemberontakan yang selalu melawan kebenaran. Karena itu, sekalipun kita tinggal di tengah-tengah orang yang suka memberon-tak, tetaplah tinggal di dalam kebenaran, tetap setia beribadah dalam penggembalaan yang benar, yang di dalamnya ada firman pengajaran yang sanggup menguatkan dan meneguhkan panggilan dan pilihan kita. Walaupun banyak orang yang ingin menghasut-hasut supaya kita jangan melakukan firman Tuhan, tetapi jika kita tetap berada di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka panggilan dan pilihan kita itu akan semakin teguh, kita tidak akan pernah bisa tersandung oleh apapun. Haleluya....!!



“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu 9 Agustus 09


*** Menjadi orang-orang pilihan Allah.


Sebagaimana telah kita lihat pada minggu-minggu yang lalu, yang disebut jemaat Tuhan itu ditandai dengan tiga (3) hal, yaitu:
Sudah ditebus dengan darah Kristus,
dibangun di atas dasar kebenaran
dan yang dipilih supaya dipisahkan menjadi milik Kristus.
Dan khusus bagi orang-orang yang sudah dipilih, perjuangan Tuhan sangat besar supaya orang-orang pilihan itu tidak gugur imannya.
Kita bisa menjadi jemaat yang berarti dan berguna bagi Allah apabila kita sudah dijadikan menjadi orang-orang pilihan Allah. 1 Petrus 2 : 9 - 10, yang diakui sebagai jemaat Tuhan adalah mereka yang telah dipilih, yaitu kita yang sudah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Memang pada awalnya yang diakui sebagai jemaat Allah adalah bangsa Israel. Tetapi setelah Kristus mati di atas kayu salib, Ia telah menebus kita dari dosa dan dari maut supaya kita juga layak disebut sebagai umat kepunyaan Allah, sebagai jemaat Tuhan. Maka tergenapilah sudah apa yang telah dikatakan firman Tuhan dalam 1 Petrus 2 : 10 kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir : yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya yang dahulu tidak dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan Mazmur
2 : 74 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan telah memperoleh umat-Nya sejak zaman purbakala dengan cara menebus supaya menjadi milik kepunyaan Tuhan sendiri.Puncak rencana Tuhan dalam hidup kita, setelah kita dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, Ia mau menjadikan kita sebagai jemaat, kepunyaan Tuhan sendiri. Untuk mewujud kan rencana ini, Tuhan mau mencengkram kita dengan kekuatan-Nya, dalam kuasa firman dan Roh Kudus-Nya. Yesaya 31 : 4 firman Tuhan menjelaskan kepada kita penampilan Tuhan itu bagaikan “seekor singa muda” yang menggeram untuk mempertahankan mangsanya, ia tidak terkejut dan tidak mau mengalah terhadap keributan musuh. Demikian juga dalam Wahyu 10 : 1 - 4 penampilan Tuhan dalam pembukaan rahasia firman ada seruan dengan suara yang nyaring sama seperti “singa yang mengaum” Demikianlah penampilan dan pekerjaan Tuhan untuk mempertahankan gunung Sion, yaitu gereja yang mau dibentuk menjadi mempelai perempuan Kristus. Untuk mempertahankan kita supaya tetap tinggal di dalam terang firman pengajaran, Tuhan akan membukaan rahasia firman-Nya. Bagaikan suara singa yang mengaum, demikianlah suara Tuhan dalam kuasa pembukaan rahasia firman-Nya. Firman Tuhan inilah yang mencengkram hidup kita supaya tetap tinggal di dalam kebenaran. Jika Tuhan Yesus tampil bagaikan “singa yang mengaum” di dalam diri kita akan ada rasa takut :
- takut untuk berbuat dosa.
- takut kalau tidak beribadah.
- kalau sempat terlanjur berbuat dosa, di dalam hati ada rasa takut sehingga bertobat kembali. Dan setiap orang yang sudah dicengkram oleh firman Tuhan:
- dapat beribadah dengan, setia sopan dan teratur sehingga dapat memuliakan Allah.
- dapat melayani dengan penuh rasa hormat & takut, sehingga hal-hal yang merusak iman tidak masuk ke dalam ibadah & pelayanan. Roma 7 : 4 yang disebut sebagai jemaat Tuhan adalah mereka yang sudah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, artinya tidak lagi di bawah kutuk hukum Taurat. Inilah orang-orang pilihan Allah (Roma 1 : 6) yang telah ditebus supaya menjadi milik orang lain, yaitu Kristus, supaya kita berbuah bagi Allah. Yohanes 3 : 29 Yohanes pembabtis memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Mempelai laki-laki, yang empunya mempelai perempuan. ESTER berhasil menjadi istri raja Ahasyweros karena berhasil dipilih dari antara semua perempuan. Untuk mempersiapkan Ester, selama 12 bulan ia harus berada di bawah pengawasan untuk membuat wangi-wangian supaya benar-benar cantik dipemandangan raja. Demikian juga supaya kita berhasil menjadi istri Tuhan (=menjadi mempelai perempuan Kristus), kita harus dikuduskan terus menerus oleh kuasa firman dan Roh Kudus sampai tidak bercacat dan tidak bercela lagi di hadapan Tuhan.
- Ester itu memang sudah dari awalnya cantik, tetapi sekalipun demikian, supaya ia berhasil dipilih menjadi istri raja Ahasyweros, ia juga harus berada di bawah pengawasan.
- Kita memang sudah kudus sebab sudah ditebus dengan darah Kristus, tetapi masih harus dilanjutkan lagi dengan cara menerima firman pengajaran, yang sanggup menyucikan hidup kita dari segala cacat cela. Yohanes 15 : 1 - 2 yang sudah berbuahpun harus dibersihkan lagi supaya lebih banyak berbuah. Ini sepenuhnya pekerjaan Kristus dalam kuasa firman dan Roh Kudus-Nya yang menyucikan kita dari hari ke hari, dikuduskan terus menerus sampai sempurna, sama seperti Kristus. Untuk itulah Tuhan Yesus tampil bagaikan singa yang mengaum untuk mempertahankan gereja-Nya yang sudah di tebus dengan darah-Nya yang mahal.Demi terbentuknya gereja menjadi mempelai perempuan Kristus, yang kudus dan sempurna, Ia akan mempertahankan kita dengan mempertaruhkan nyawa-Nya sendiri, bagaikan singa yang menggeram untuk mempertahankan mangsanya. Mangsa-Nya itu adalah kita sendiri, gereja yang sudah ditebus dengan darah-Nya sendiri. Yesaya 5 : 1 - 2 bangsa Israel adalah tanam-tanaman Tuhan, bagaikan pokok anggur pilihan. Tuhan menantikan buah anggur yang baik, tetapi sebaliknya yang dihasilkan adalah buah anggur yang asam. ayat 7 - Tuhan menantikan keadilan, tetapi yang ada adalah kelaliman.
- Tuhan menatikan kebenaran, tetapi yang ada adalah keonaran. Dari ayat firman Tuhan ini dapat kita lihat buah yang dinantikan Tuhan dari umat-Nya adalah KEADILAN & KEBENARAN, karena Yesus itu adalah adil dan benar adanya, maka Ia juga rindu supaya jemaat-Nya itu berbuahkan keadilan dan kebenaran. Maka dalam ayat 5 - 6 dapat kita lihat sebagai akibat karena bangsa Israel tidak tidak berhasil menghasilkan buah keadilan dan kebenaran.
1. Tuhan sendiri akan “menebang pagar durinya” sehingga kebun itu dilanda habis, artinya: tidak ada lagi perlindungan dari Tuhan.
2. Tuhan akan “melanda temboknya”, sehingga kebun itu diinjak-injak, artinya: akan masuk ke dalam aniaya antikristus.
3. Akan “ditumbuhi semak duri”, artinya hidupnya akan dihimpit kekuatiran dan ketakutan.
4. “Tidak dirantingi dan tidak disiangi”, artinya: hidupnya tidak lagi mengalami penyucian dan tidak lagi berada dalam pimpinan Tuhan.
Matius 12 : 43 - 45 apabila roh jahat keluar dari manusia, roh itu masih memungkinkan kembali lagi kepadanya. Walaupun sudah bersih tersapu (=sudah disucikan dari dosa) dan rapi teratur (=sudah sempat diatur oleh Tuhan/sudah sempat masuk ke dalam pelayanan), tetapi roh itu masih bisa masuk lagi, bahkan dengan tujuh roh lain yang labih jahat daipadanya, sehingga keadaanya lebih buruk dari semula. Hidup manusia yang kosong dengan firman Tuhan, walaupun ia sudah sempat bertobat, sudah beribadah dan mendengar firman Tuhan, tetapi kalau firman itu tidak berbuah, maka keadaanya akan lebih buruk dari yang sebelumnya.


“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu 16 Agustus 2009


= BERBUAHKAN KEBENARAN =

Hosea 1 : 1 - 9 perbuatan yang telah dilakukan bangsa Israel pada zaman nabi Hosea : mereka telah berdosa kepada Allah dengan cara bersundal hebat dan membelakangi Tuhan. Maka Tuhan Allah mengangkat keluarga Hosea sebagai contoh untuk menggambarkankan keadaan bangsa Israel yang tidak setia lagi kepada Tuhan. Berfirmanlah Tuhan kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan” (ayat 2). Maka Hosea mengambil Gomer binti Diblaim dan mengawininya, kemudian perempuan itu melahirkan anak-anak persundalan, yang menggambarkan kehidupan bangsa Israel yang sesungguhnya di hadapan Tuhan.
YIZREEL : hutang darah
LO-RUHAMA : tidak disayang lagi : tidak diampuni lagi dosanya
LO -AMI : bukan umat Allah
Demikianlah keadaan bangsa Israel di hadapan Tuhan yang sebenarnya, mereka penuh dengan hutang darah, mereka tidak lagi disayangi oleh Tuhan dan tidak diakui lagi sebagai umat Allah. Jika keadaan bangsa Israel yang sudah sedemikian bobroknya dihadapan Tuhan, dengan apakah mereka diangkat kembali supaya layak disebut sebagai umat Allah? Caranya: Kristus tampil sebagai Suami, atau sebagai Mempelai Pria sorga, untuk mengangkat segala kelemahan, segala dosa dan pelanggaran mereka.Hosea mau mengawini Gomer binti Diblaim, perempuan sundal, adalah gambaran pribadi Allah sendiri yang mau mengambil orang-orang berdosa dan menjadikannya sebagai istri Tuhan. Kristus telah mati di atas kayu salib sebagai jalan untuk menebus kita, yang selama ini telah berhutang karena dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita. Sebenarnya oleh karena dosa dan pelanggaran tersebut, kita telah berhutang darah kepada Allah, tidak disayangi dan tidak layak disebut sebagai umat Allah, tetapi oleh kematian Kristus di kayu salib, Ia telah mengambil kita dan mau menjadikan kita sebagai istri-Nya. Sebenarnya kalau dilihat dari dosa-dosa dan pelanggaran yang telah kita perbuat, betapa bobrok nya hidup ini di mata Tuhan, tidak layak dimata Tuhan. Tetapi syukur kepada Allah, Ia telah memberikan diri-Nya sendiri menjadi korban, seperti Hosea yang mengambil Gomer binti Diblaim menjadi istrinya, demikianlah Tuhan telah menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai korban untuk mengangkat hidup kita supaya layak disebut menjadi umat kepunyaan Allah, yang disayangi Allah. Jadi Hosea itu adalah gambaran pribadi Allah, yang mengambil dan mengangkat baik orang Israel maupun orang kafir, untuk dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus. Matius 19 : 5 “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Ayat ini menjadi bukti tentang pengorbanan Kristus sebagai Suami, ......telah berkorban menyerahkan diri-Nya untuk menyatu dengan Istri-Nya, yaitu gereja yang jadi mempelai perempuan-Nya. Arti menyerahkan diri-Nya: bukan hanya sekedar memberikan nyawa, bukan hanya sekedar memberikan berkat, tetapi mencakup seluruh hidup, termasuk nyawa, tenaga dan waktu. Karena itu kalau Tuhan Allah mau mengangkat kita menjadi mempelai-Nya, tentu ada yang diingin kan Tuhan dari hidup kita, yaitu: supaya kita menghasilkan “buah kebenaran” dan “keadilan.” Maka supaya kita bisa menghasilkan buah kebenaran dan keadilan, jalan satu-satunya: kita harus tetap tinggal di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Yohanes 15 : 1 - 2 tinggal di dalam Tuhan itu bagaikan ranting yang tetap pada pokok, Kristus adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantinganya. Atau bagaikan pelita yang ditempatkan pada cabang-cabang, yang seluruh nya ditopang oleh pokok. Itu sebabnya untuk membuat pelita, membutuhkan waktu, tenaga, pikiran, dan kesabaran yang besar. Supaya kita bisa menjadi pelita, Tuhan juga begitu sabar membentuk kita dari hari demi hari sampai berhasil menghasilkan buah kebenaran dan keadilan. 2 Petrus 3 : 9 bukti kesabaran Tuhan, Ia menghendaki supaya jangan ada seorangpun yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Bagi kita, kesabaran Tuhan itu adalah suatu kesempatan yang baik untuk mengubah hidup kita supaya berkenan kepada Tuhan. Tetapi bagi orang yang tidak mengenal Tuhan dengan benar, mereka menganggap kesabaran Tuhan merupakan suatu kelalaian saja. Saudara-saudara, yang disebut hubungan yang benar dengan Tuhan adalah hubungan karena mendengar dan melakukan firman Tuhan. Karena itu jangan menjadi orang Kristen yang “sentimentil” bisa memuji Tuhan dengan suara yang bagus, bisa mengucapkan kata-kata yang indah dalam penyembahan, tetapi dalam prakteknya ia jauh dari kebenaran, hidupnya tidak sesuai dengan apa yang keluar dari mulutnya. Jadi yang disebut orang Kristen yang sentimentil adalah lain dimulut lain dalam praktek hidupnya sehari-hari. Matius 7 : 21 - 23 :
- banyak orang berhasil berseru kepada Tuhan: “Tuhan, Tuhan” tetapi tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga.
- banyak orang berhasil melayani Tuhan dengan karunia yang besar, seperti bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat, tetapi tidak berhasil dikenal oleh Tuhan. Mereka ditolak dan tidak dikenal oleh Tuhan penyebabnya: karena tidak menjadi pelaku firman.
Karena itu supaya kita bisa menghasilkan buah kebenaran, ada dua (2) sikap yang harus kita miliki:
1. Memperhatikan dan mempergunakan waktu yang singkat (Ibrani 12 : 9 - 10).
Prakteknya: - bersedia dididik, kita harus taat kepada Bapa segala roh yang mau mendidik kita supaya bijaksana. mengerti arti didikan, sebab jika kita dididik tentu ada tujuannya, yaitu
untuk mendatangkan kebaikan. Jika kita sudah bersedia dididik dan mengerti arti didikan tersebut, maka kita akan menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai sejahtera (ayat 11).
2. Ada kerelaan untuk memberi (2 Korintus 9 : 9 - 10).
Sebagaimana Kristus rela membagi-bagikan dan memberi kepada orang miskin, demikian juga di dalam diri kita harus ada kerelaan untuk memberi dan membagi-bagikan kepada orang lain. Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaran. Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, tetapi orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. MENABUR itu sama dengan memberi kepada Tuhan, berarti di dalam dirinya ada sikap untuk melakukan kebenaran. Tetapi ingat, memberi kalau tidak didasari dengan kebenaran,tidak akan menghasilkan kebenaran. Sebagai contoh: ada orang memberi/mengembalikan milik Tuhan (=perpuluhan) dengan tujuan supaya cepat diberkati Tuhan, supaya cepat dapat pekerjaan, supaya cepat sembuh, supaya cepat dapat jodoh, dll, ini adalah sikap yang salah, tidak sesuai dengan kebenaran. Mengembalikan milik Tuhan itu harus karena didasari oleh kebenaran, ada sikap kerelaan untuk memberi supaya Tuhan benar-benar berkenan dalam hidup kita.

Kamis, 11 Juni 2009

Bulletin minggu Juni 2009


“HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH”

minggu 7 juni 09


HARI KE-50 = HARI PENTAKOSTA yaitu sejak Yesus bangkit dari antara orang mati sampai kepada pencurahan Roh Kudus. Kisah Para Rasul 1 : 6 - 11 menjelaskan proses terangkatnya Yesus ke sorga yang disaksikan oleh murid-murid dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Tuhan Yesus memang telah terangkat ke sorga dan meninggalkan murid-murid, tetapi Ia akan datang kembali dengan cara yang sama. Namun sebelum Tuhan Yesus terangkat ke sorga, Ia melarang murid-murid-Nya meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ untuk menantikan janji Bapa bahwa tidak lama lagi mereka akan dibabtis dengan Roh Kudus (ayat 4 & 5). Babtisan Roh Kudus itu merupakan Janji Bapa yang harus digenapi di dalam hidup setiap orang supaya memiliki kuasa. Mengapa Tuhan Yesus melarang murid-murid meninggalkan Yerusalem? Sebab pada saat itu Roh Kudus belum dicurahkan dan murid-muridpun belum dibabtis apalagi dipenuhi oleh Roh Kudus. Itu sebabnya dengan tegas Tuhan Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya supaya jangan meninggalkan Yerusalem sebelum mereka dibabtis dengan Roh Kudus. Supaya dibabtis dengan Roh Kudus dan supaya dipenuhi Roh Kudus, harus ada sikap: sabar menunggu sampai Tuhan memberikan.Saudara-saudara, ada tiga (3) hal yang perlu kita perhatikan mengapa kita harus dibabtis dan dipenuhi dengan Roh Kudus, yaitu:
1. Kisah Para Rasul 1 : 8 = supaya kita benar-benar memiliki kuasa yang berasal dari Allah.Kalau kita sudah dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus, maka kita akan memiliki kuasa, yaitu kuasa untuk mengalahkan dosa, kuasa untuk mengalah kan setan dan kuasa untuk mengalahkan tabiat-tabiat daging. Sebaliknya kalau tidak dibabtis dan kalau tidak penuh dengan Roh Kudus, maka tidak akan memiliki kuasa. Dan kalau tidak memiliki kuasa dari Allah, maka seseorang itu akan tetap diperbudak oleh dosa, ia akan kalah terhadap setan dan terhadap tabiat-tabiat dagingnya sendiri. Galatia 5 : 16 - 18 alasan mengapa kita harus dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus adalah: supaya kita tidak lagi menuruti keinginan daging. Dalam ayat ini diterangkan bahwa keinginan daging itu berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. Kalau manusia itu selalu menuruti keinginan dagingnya, maka hidupnya akan kacau, gampang tersinggung kepada orang lain, gampang lemah, rela meninggalkan Tuhan hanya karena perkara yang kecil. Mengapa demikian? Sebab di dalam hidupnya tidak ada kuasa yang memberi kekuatan, tidak ada Roh Kudus yang sanggup memberikan penghiburan.Tetapi jika kita sudah dibabtis dan penuh dengan Roh Kudus, barulah kita memiliki kuasa dan kita pun akan menuruti keinginan Roh. Maka hidup kita pun akan aman, kuat dan tidak mudah tersinggung, dan tidak akan meninggalkan Tuhan walaupun sedang dalam penderitaan atau pencobaan. Kalau kita sudah dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus, tidak ada ceritanya keinginan Roh kalah terhadap keinginan daging, keinginan Roh lah yang menang. Mengapa Roh Kudus itu selalu menang? Efesus 6 : 17 sebab Roh Kudus itu mempunyai pedang/ senjata yang kuat dan ampuh, yaitu : FIRMAN TUHAN. Karena itu kalau kita lihat dalam Efesus 6 : 10 - 20, firman Tuhan menekankan supaya kita kuat di dalam Tuhan, yaitu kuat di dalam kekuatan kuasa-Nya, dan kekuatan kuasa Allah itu ada pada Firman Tuhan dan Roh Kudus-Nya. Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, melawan roh-roh jahat di udara. Supaya kita dapat mengadakan perlawanan, tidak ada jalan lain kecuali kita harus penuh dengan Roh Kudus supaya kita juga mempunyai pedang Roh yaitu Firman Tuhan.Saudara-saudara, sebelum manusia itu bertobat, hanya ada satu keinginan di dalam dirinya, yaitu keinginan daging. Dan sebelum manusia itu diciptakan menjadi manusia baru, perbuatannya yang paling menonjol adalah selalu ingin berbuat yang jahat, selalu mementingkan diri sendiri. Tetapi setelah mengalami proses pembaharuan, terlebih setelah dibabtis dengan roh Kudus, barulah di dalam manusia itu selain keinginan yang jahat, di dalam dirinya juga sudah ada keinginan untuk berbuat baik. Disinilah perlu kita ketahui, segala tabiat daging bisa dikalahkan, segala sifat dan karakter bisa diubah, hanya apabila kita sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Walaupun tabiat daging itu selalu menggoda, walaupun iblis selalu mencobai, tetapi oleh Roh Kudus kita dapat mengalahkannya. Sebab jika kita sudah dibabtis dan penuh dengan Roh Kudus, maka roh yang ada pada kita lebih besar kuasanya.
2. Kisah Para Rasul 2 : 5 - 11 = SUPAYA KITA DAPAT MEMULIAKAN ALLAH. Pada hari Pentakosta, ketika murid-murid berkumpul di satu tempat, tiba-tiba dari langit turunlah suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah itu. Semua murid-murid yang berkumpul itu penuh dengan Roh Kudus, sehingga mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahsa lain, seperti yang diberikan oleh Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul psl 2 : 9 - 11 ini dapat kita lihat, Tuhan Allah dapat memakai banyak bahasa untuk memuliakan Allah. Ketika murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus berkerumunlah orang banyak, mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Padahal rasul-rasul itu adalah orang-orang Galilea yang tidak mungkin bisa berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Pamfilia, Mesir, Libia, Kirene, Roma, Yahudi, Kreta dan Arab (sebanyak 17 bahasa). Termasuk di dalamnya bahasa Arab, Tuhan juga memakai bahasa Arab untuk memuliakan Allah. Ini membuktikan Allah itu adalah Allah yang mengerti dan mengetahui semua bangsa di dunia ini. Karena itu jemaat-jemaat dan hamba-hamba Tuhan, kalau ada pengajaran yang datang kepadamu untuk mengganti nama Allah dari dalam Alkitab, saudara tidak perlu ragu tentang nama Allah. Ingat Allah juga memakai bahasa Arab untuk memuliakan nama-Nya. Hanya perlu kita perhatikan, Allah yang kita muliakan itu adalah: Bapa yang ada di dalam Yesus dan Yesus yang ada di dalam Bapa (Lihat Yohanes 14 : 8 - 11, 17 : 20 - 23). Artinya adalah : Yesus dan Bapa adalah satu.
3. Efesus 4 : 30 = SUPAYA KITA DIMETERAIKAN. Meterai itu suatu jaminan yang kuat, sebagai tanda bahwa kita adalah milik Allah. Jadi Roh Kudus itu diberikan supaya kita dimeteraikan menjadi milik kepunyaan Allah. Kalau kita tidak dimeteraikan Roh Kudus menjadi milik Allah, keselamatan itu masih bisa hilang. Ada tiga (3) hal yang membuat keselamatan itu bisa hilang, yaitu :
* Kalau tidak berbuah, Yohanes 15 : 2, 6 menjelaskan setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong, ia akan dibuang keluar dan menjadi kering dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
** Kalau memakai cap antikris, Wahyu 14 : 9 - 10 setiap orang yang menerima tanda pada tangan dan pada dahi akan menyembah binatang dan patung, mereka akan minum dari anggur murka Allah.
*** Kalau mengubah firman Tuhan, Wahyu 22 : 19 - 20 menjelaskan menambah dan mengurang firman Tuhan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.



“HIDUP DI DALAM TERANG ALLAH”

Minggu 14 juni 09

Ada dua (2) yang diterima Musa di atas gunung Sinai, yaitu:
Dua Loh Batu dan Petunjuk untuk membangun Tabernakel.
Tuhan Allah berfirman kepada Musa di atas gunung Sinai, tujuan nya supaya bangsa Israel tidak tersesat selama dalam perjalanan. Tuhan tahu bahwa bangsa Israel itu akan berjalan di padang gurun selama empat puluh tahun, maka Tuhan mau memperlengkapi mereka dengan firman Tuhan sebagai modal supaya mereka kuat. Sekalipun demikian, bangsa Israel masih banyak yang sesat, diantara mereka banyak yang mati karena tidak mau memperhatikan firman Tuhan. Padahal sejak mereka keluar dari Mesir, Tuhan Allah sudah banyak melakukan perbuatan-perbuatan besar dan mujizat supaya Firaun melepaskan mereka dari perbudakan. Mazmur 103 : 7 = Tuhan sudah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada bangsa Israel. Tetapi dalam Mazmur 106 : 7 bangsa Israel tidak mengerti perbuatan-perbuatan Tuhan yang begitu ajaib, tidak mengingat besarnya kasih setia Tuhan, melainkan memberontak terhadap Allah. Mazmur 106 : 13 - 14 sifat bangsa Israel :
- Sebentar percaya kepada firman dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, tetapi setelah itu segera pula mereka melupakan perbuatan-perbuatan tangan Tuhan dan tidak menantikan nasehat Tuhan. Penyebabnya : selama di padang gurun mereka dirangsang oleh nafsu mereka sendiri dan sering mencobai Tuhan. Akibatnya Tuhan mendatangkan penyakit paru-paru kepada mereka.Mazmur 95 : 10 - 11 selama empat puluh tahun Tuhan jemu terhadap bangsa Israel sebab mereka adalah suatu bangsa yang sesat hati dan tidak mengenal jalan Tuhan. Akhirnya : Tuhan sendiri yang bersumpah dalam murka-Nya: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian Tuhan.” Sifat bangsa Israel ini juga masuk ke dalam gereja Tuhan yang diakhir zaman ini. Memang masih beribadah kepada Tuhan, masih memuji Tuhan dengan sorak-sorai yang besar bahkan masih mendengar firman Tuhan, tetapi sayang secepat itu pula melupakan firman Tuhan. Kalau tetap seperti ini tidak mungkin bisa masuk ke dalam kerajaan Sorga. Kunci supaya kita dibela dan dipelihara Tuhan: “Ikuti gerak firman Tuhan, lakukan dengan taat dan setia” Sebab kalau kita sudah mengikuti gerak firman Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan memperha-tikan dan mencukupkan segala kebutuhan kita. Sama seperti kepada bangsa Israel, pada waktu di padang gurun, tidak ada seorangpun di antara mereka yang kekurangan. Sebab pada waktu pagi hari, Tuhan sudah memberikan Manna sebagai kebutuhan mereka. Hanya syaratnya : pada pagi hari harus bangun untuk mengumpulkan Manna, sebab apabila terlambat maka Manna itu tidak ada lagi. Dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan, Tuhan mengangkat Musa sebagai gembala untuk memimpin mereka. Dan setelah Musa mati, kemudian dilanjutkan oleh Yosua.Bilangan 27 : 15 - 17 Tuhan Allah, roh dari segala makhluk mengangkat seorang untuk mengepalai bangsa Israel keluar masuk, supaya mereka jangan seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Jalan Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya adalah lewat jalur penggembalaan. Ester berhasil menjadi ratu karena ia juga berada dalam penga-wasan. Walaupun ia cantik, tetapi kalau seandai-nya ia tidak masuk ke dalam pengawasan Hegai, Ester tidak akan pernah menjadi ratu. Yesaya 62 : 3 - 4 gereja Tuhan yang sudah berada di dalam penggembalaan yang benar, tidak disebut lagi: “yang ditinggalkan suami” “yang sunyi”, tetapi akan dinamai “yang berkenan kepada Tuhan” puncaknya akan disebut “yang bersuami.” Inilah gereja yang sudah jadi istri Tuhan, yang dikudus kan dan disempurnakan menjadi mempelai perempuan Kristus. Roma 11 : 33 - 36 firman Tuhan menjelaskan betapa dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah. Tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan tak terselami jalan-jalan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan tidak ada yang dapat mengetahui pikiran Tuhan dan tidak ada seorangpun manusia yang pernah menjadi penasehat Tuhan. Intinya: segala sesuatu adalah dari Tuhan dan oleh Dia dan kepada Dia.Untuk itulah Tuhan mengutus dan mencurahkan Roh Kudus-Nya, sebab Roh Kudus itulah yang akan memberi kekuatan bahkan kuasa. Kisah Para Rasul 4 : 31 ketika Roh Kudus dicurahkan, goyanglah tempat mereka berkumpul dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus. Hasil setelah penuh dengan Roh Kudus:
- rasul-rasul yang dahulu takut, sekarang dapat memberitakan firman Tuhan dengan berani (ayat 31).
- jemaat-jemaat berkumpul dengan sehati dan sejiwa dan tidak seorangpun berkata, bahwa sesuatu adalah kepunyaan sendiri tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan bersama (ayat 32).
- rasul-rasul memberi kesaksian kebangkitan Tuhan Yesus dengan kuasa yang besar dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (ayat 34). Khusus Efesus pasal 5 & 6 dapat kita bagi menjadi dua (2) bagian:
1. Efesus 5 : 1 - 21 = berbicara tentang cara hidup sebagai anak-anak terang firman Tuhan.
2. Efesus 5 : 22 - psl 6 = berbicara tentang cara hidup nikah atau keluarga yang berjalan dalam terang firman Tuhan. Yesaya 2 : 5 firman Tuhan menghimbau supaya umat Tuhan itu berjalan dalam terang firman Tuhan dan yang dimaksud dengan hidup di dalam terang firman itu adalah hidup di dalam firman pengajaran dan firman pengajaran itu sendiri keluar dari Sion.
Maka kalau jemaat-jemaat dan keluarga-keluarga itu sudah hidup di dalam terang firman pengajaran, hasilnya:
- menjadi penurut-penurut Allah
- hidup di dalam kasih- mempersembahkan persembahan dankorban yang harum bagi Allah. Efesus 5 : 3 - 4 beberapa hal yang tidak boleh disebut :
- percabulan
- rupa-rupa kecemaran
- keserakahan
- perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono Hal-hal tersebut tidak pantas untuk disebut sebab jika disebut justru akan mendatangkan masalah dalam hidup kita. Sebaliknya yang pantas keluar dari mulut kita adalah ucapan syukur, bersyukur karena firman pengajaran telah diberikan kepada kita.Hidup di dalam kasih itu indah demikian juga hidup di dalam firman pengajaran itu sangat indah. Sebab lewat firman pengajaran ini mata rohani dicelikkan untuk mengenal Kristus bukan hanya sebagai Juruselamat saja, tetapi kita juga dapat mengenal Kristus sebagai Suami atau sebagai Mempelai Pria Sorga. Karena itu sudah sepatutnya kita menghargai firman pengajaran yang besar dan mulia ini. Jangan seperti contoh-contoh dalam Alkitab, sudah mengalami mujizat yang besar tetapi tidak dilanjutkan dengan menghargai perbuatan Tuhan tersebut. Misalnya: *sepuluh orang kusta, mereka semua disembuhkan, tetapi mengapa hanya seorang saja yang datang kepada Tuhan? **Bartimeus dapat melihat, tetapi tidak berlanjut karena tidak dicatat dlm Alkitab.


HIDUP DI DALAM ALLAH


Minggu 21 Juni 2009


Mazmur 43 : 1 - 3 = pemazmur meminta supaya terang dan kesetiaan Tuhan datang dalam hidupnya. Fungsinya: untuk menuntun dan mem-bawa ke gunung Tuhan yang kudus dan ke tempat kediaman Tuhan. Memang ada ayat firman Tuhan yang mengatakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” (Efesus 2 : 8), tetapi keselamatan itu didapat bukan begitu saja. Setelah mendengar ayat ini, banyak orang Kristen menjadi tidak serius beribadah, tidak serius mendengar firman Tuhan apalagi untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Sebab setelah mereka mengetahui ayat firman Tuhan tersebut, mereka menyangka keselamatan itu sudah pasti walaupun tidak melakukan firman Tuhan. Padahal firman Tuhan dalam Filipi 2 : 12 dengan tegas mengatakan bahwa keselamatan itu harus dikerjakan dengan takut dan gentar. 1 Korintus 3 : 10 berbicara tentang kelanjutan yang harus dilakukan setelah menerima keselamatan, yaitu kita harus memiliki dasar atau pondasi yang kokoh. Sebab dalam ayat ini dijelaskan, gereja Tuhan itu diumpamakan seperti bangunan, setelah memiliki dasar bangunan itu harus dilanjutkan terus sampai selesai dibangun dan siap untuk ditempati. Dalam membangun tidak boleh berhenti walaupun hanya sebentar saja, tetapi harus terus dikerjakan walaupun banyak yang harus dihadapi. Demikian juga dalam mengikut Tuhan, harus ada kerelaan melakukan seluruh kehendak Allah walaupun banyak cobaan. 1 Petrus 2 : 1 - 5 dalam hal membangun ada hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu: kita harus mempunyai sifat/karakter seperti anak yang baru lahir. Bayi yang baru lahir tidak tahu berbuat apa-apa selain menangis supaya mendapatkan apa yang diperlukan. Bayi yang baru lahir itu tidak tahu berbuat jahat, tidak tahu melakukan hal-hal yang bertentangan kehendak Tuhan, di dalam dirinya hanya ada satu keinginan yaitu untuk mendapatkan air susu yang murni.Bayi yang baru lahir = berbicara mengalami proses kelahiran baru, hidup yang sudah mengalami tanda pembaharuan. Jika kita sudah sama seperti bayi yang baru lahir, maka ada tiga (3) kebaikan Tuhan yang akan kita alami, yaitu:
1. Hidup kita akan mengalami tanda pembaharuan, diubah menjadi manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah. Maka supaya kita bisa mengalami proses kelahiran baru, ada yang harus kita kerjakan, yaitu: membuang segala bentuk kejahatan, kemunafikan, kedengkian dan fitnah, setelah itu barulah akan ada keinginan mendapatkan air susu yang murni, yaitu firman pengajaran yang murni. Dan setelah kita mengalami proses kelahiran baru, maka kita akan bertumbuh dan beroleh keselamatan.Supaya bertumbuh, tidak perlu meniru cara-cara yang duniawi, jangan mengadopsi cara-cara ibadah yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Memuji Tuhan dengan sorak-sorai itu memang bagus, tetapi tidak perlu dengan cara yang dibuat-buat.
2. Kecap kebaikan Tuhan (ayat 3), Jika sudah mengalami proses kelahiran baru, selalu ingin akan air susu yang murni, barulah kita dapat bertumbuh dengan baik dan beroleh keselamatan. Supaya kita dapat mengecap kebaikan Tuhan, langkah yang harus kita lakukan adalah: “Datang kepada Tuhan, batu yang hidup” DATANG = datang beribadah kepada Tuhan, datang untuk melayani Tuhan, datang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Jangan puas kalau hanya sebagai jemaat biasa saja, tetapi harus datang untuk melayani Tuhan. Yang sudah melayani, jangan puas kalau hanya sebagai penerima tamu, jangan puas hanya sebagai singer, sebagai pemain musik, dll, tetapi harus datang mendekatkan diri kepada Tuhan supaya diberi kesempatan untuk melayani lebih dari yang sudah kita perbuat sekarang. Kalau kita datang kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan memberikan lebih dari yang sudah kita terima saat ini.
Yesaya 46 : 3 - 4 = perbuatan Tuhan setelah kita datang kepada Tuhan:
- sampai masa tua/sampai masa putih rambut, Tuhan menggendong.
- Tuhan mau menanggung kita terus
- Tuhan mau memikul dan menyelamatkan kita
3. Mau dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani (ayat 5).
Artinya: = kita harus mau tergabung dalam satu fellowship/persekutuan untuk membangun kita menjadi tubuh Kristus yang kudus dan yang sempurna. = kita harus tetap memiliki persekutuan yang erat baik dengan Kristus maupun dengan sesama jemaat dan sesama hamba-hamba Tuhan. Yohanes 15 : 2, 5 = persekutan yang benar itu digambarkan seperti pokok anggur dengan ranting-ranting, Kristuslah pokok dan kita ranting-rantingnya. Setiap orang yang tidak tinngal di dalam Tuhan (=yang tidak memiliki persekutuan), ia akan dibuang keluar seperti ranting yang tidak berbuah dan menjadi kering, kemudian dikumpul kan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu di bakar. Kering karena tidak melekat pada pokok.Fungsi persekutuan = supaya berbuah banyak.Jadi jika kita sudah melekat seperti ranting pada pokok (=sudah memiliki persekutuan dengan Kristus), maka kita akan disucikan sama seperti ranting yang sudah berbuah dibersihkan supaya lebih banyak berbuah. Baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai jemaat, kalau tidak ada persekutuan dengan Tuhan akan menjadi kering (=kering rohani), dan akan kembali kepada hidup yang lama. Karena itu kita harus selalu mengingat bahwa di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. ) Ada dua bentuk kejahatan yang perlu kita ketahui, yaitu:
1. Kejahatan kepada sesama manusia.
2. Kejahatan kepada Tuhan Allah.
Contoh bentuk kejahatan kepada sesama seperti: mencuri, membunuh, merampok, berzinah dengan istri/suami orang, dll. Roma 1 : 24 - 27 penyimpangan sex itu terjadi karena ada kekerasan yang tersimpan di dalam hati. Inilah yang membuat sehingga Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan. Bentuk penyimpangan sex: *Istri menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar (=lesbian), **Suami-suami menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar (gay). Bentuk kejahatan kepada Tuhan: tidak setia beribadah, tidak setia melakukan firman Tuhan, tidak setia melayani, tidak setia dalam penggembalaan. Terikat kepada adat istiadat atau tradisi-tradisi dari nenek moyang juga termasuk kejahatan kepada Tuhan, sebab sudah menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Disebut kejahatan kepada Tuhan karena tidak melakukan firman Tuhan, tidak menyakini firman Tuhan melainkan lebih mempercayai ajaran nenek moyang. Hosea 4 : 6 firman Tuhan menjelaskan penyebab umat Tuhan binasa: *karena tidak mengenal Allah, dan **karena melupakan firman pengajaran. Sebagai akibat karena menolak pengenalan itu, maka Tuhan menolak mereka menjadi imam, dan sebagai akibat kalau melupakan firman pengajaran, maka Tuhan juga akan melupakan keturunan kita. Hidup tanpa firman pengajaran membuat seseorang tidak memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan, bahkan mereka juga tidak akan mampu membedakan mana yang benar dengan yang tidak benar.
\

“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

minggu 28 juni 2009



Dalam Perjanjian Lama Ulangan 23 : 1 - 3, ada tiga (3) jenis yang tidak boleh masuk menjadi jemaat Allah, yaitu:
-Yang hancur buah pelirnya atau yang ter-
potong kemaluannya = yang cacat (ayat 1)
-Anak haram, yang tidak jelas siapa bapaknya (ayat 2)
- Amon dan Moab, yang tidak mengasihisaudaranya (ayat 3)
Sedangkan dalam Perjanjian Baru, yang bisa disebut sebagai jemaat Tuhan :
1. yang sudah ditebus dengan darah Kristus, 1 Petrus 1 : 18 - 19 ditebus dari cara hidup yang sia-sia, bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan emas dan perak, tetapi dengan darah Kristus, supaya Kristus hidup di dalam kita (Galatia 2 : 20).
2. yang sudah dibangun di atas dasar kebenaran, Matius 16 : 18 Yesus membangun jemaat di atas “batu karang” dan batu karang itu ialah Kristus. Jemaat yang sudah dibangun di atas dasar kebenaran tidak akan dikuasai oleh maut. Dalam Perjanjian Baru dijelaskan bahwa dengan matinya Kristus sebagai manusia, Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala ketentuannya. Karena itu dalam 1 Korintus 3 : 10 - 17, Tuhan akan menguji dengan api, yang tidak tahan akan terbakar dan akan menderita kerugian. Tetapi yang tahan api, ia akan tetap bertahan dan mengalami kemenangan. Yang tahan terhadap api itu adalah mereka yang sudah disebut “kepunyaan Tuhan” (Yesaya 43 : 1 - 2), itulah gereja yang menjadi mempelai perempuan Kristus. Suratan Yohanes berintikan tentang kasih:
- Suratan Yohanes yang pertama = kasih secara umum yang ditandai dengan kebenaran, yang di dalamnya tidak ada kegelapan karena dosa.
- Suratan Yohanes yang kedua = kasih secara khusus yang ditujukan kepada keluarga atau jemaat secara keseluruhan, juga didasari dengan kebenaran yang tinggal di dalam hati supaya benar-benar dapat saling mengasihi.
- Suratan Yohanes yang ketiga = kasih secara pribadi, juga didasari dengan kebenaran dan yang berpusat kepada kebenaran. Jadi inti kasih itu adalah supaya jemaat-jemaat, keluarga-keluarga maupun pribadi-pribadi hidup di dalam kebenaran dan supaya terwujud apa yang sering kita sebut “FILADELFIA” yang artinya jemaat yang hidup di dalam kasih persaudaraan. 1 Yohanes 1 : 9 - 10 = yang disebut lahir dari Allah lahir dari benih ilahi, inilah yang tidak dapat berbuat dosa lagi. Tetapi yang tidak lahir dari Allah, ia akan disebut anak-anak iblis sebab di dalamnya tidak ada kebenaran. Dari kedua ayat ini nyata kita lihat perbedaan antara anak-anak Allah dengan mereka yang disebut anak-anak iblis, yang dapat membedakannya adalah kebenaran. KAIN disebut berasal dari sijahat karena memang segala perbuatannya adalah jahat, membunuh adik nya sendiri. Karena Kain berasal dari sijahat, maka arah perjalannya dan semua keturunannya mati di-binasakan pada saat Allah menghukum dunia dengan air bah, tidak ada seorangpun yang selamat. 3. Yang sudah dipilih, 1 Petrus 2 : 9 kita disebut bangsa yang terpilih, setelah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Kepada orang-orang pilihan, perjuangan Tuhan sangat besar, bukti perjuangan Tuhan itu adalah “mempersingkat waktunya” (Matius 24 : 22) sebab kalau waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat. Khusus karena orang-orang pilihan, waktu kedatangan Tuhan akan dipersingkat. 1 Korintus 7 : 29 firman Tuhan juga menekankan: “Waktu telah singkat”, karena itu ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:
- yang punya istri seolah-olah tidak punya istri.
- yang menangis seolah-olah tidak menangis.
- yang bergembira seolah-olah tidak bergembira.
- yang membeli seolah-olah tidak memiliki.
Mengapa firman Tuhan menekankan demikian? Maksud dan tujuannya adalah:
1. Supaya kita hidup tanpa kekuatiran
(ayat 32a). Ini hal yang sangat penting kita ketahui, sebab kalau masih tetap kuatir, ia sama dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sama dengan sikap orang kafir. Supaya jangan kuatir: serahkan diri kepada Tuhan sebab Dialah yang memelihara hidup kita. Maksudnya: masuklah ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, yang di dalamnya ada firman pengajaran. Sebab khusus kepada setiap orang yang sudah tergembala dengan baik, Tuhan sendiri yang berjanji, “ada jaminan pemeliharaan.” Lukas 12 : 31, kalau kita sungguh-sungguh mencari kerajaan sorga, maka semua itu akan ditambahkan kepada kita. “Ditambahkan” artinya: ada kepuasan dalam mengikut Tuhan, ada jaminan segala kebutuhan kita akan dipenuhi, tidak akan kekurangan.
2. Supaya kita dapat memusatkan
perhatian kepada Tuhan (ayat 32b). Supaya Tuhan berkenan kepada kita dan supaya kita dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus, maka kita harus dapat memusatkan perhatian kepada Tuhan, yaitu kepada perkara-perkara yang rohani dengan cara melakukan segala perintah Allah. Jemaat yang memusatkan perha-tiannya kepada Tuhan, tidak mudah lemah.Sebab tidak mungkin orang bisa berkenan kepada Tuhan kalau ia sendiri tidak mau melakukan segala perintah Tuhan. Maka tidak heran dalam Matius 22 : 14, Tuhan Yesus berkata: banyak orang yang dipanggil tetapi hanya sedikit saja yang dipilih. Mengapa bisa seperti itu? tentu karena ia tidak mau mSupaya emusatkan perhatiannya kepada Tuhan.
3. Supaya kita dapat melayani Tuhan tanpa gangguan (ayat 35).
Jika firman Tuhan mengajarkan kepada kita supaya seolah-olah tidak punya istri, seolah-olah tidak menangis, seolah-olah tidak bergembira dan seolah-olah tidak memiliki, maksudnya bukan untuk menghalangi dalam kebebasan kita, tetapi sebaliknya supaya kita dapat melakukan apa yang benar dan baik, bahkan supaya kita dapat melayani Tuhan tanpa ada gangguan dari manapun. Maka kalau kita lihat firman Tuhan dalam 1 Timotius 3 : 14 - 15 yang disebut “keluarga Allah” itu adalah jemaat yang sudah hidup di dalam kebenaran atau yang sudah lahir dari kebenaran. Inilah jemaat yang bisa menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran di dalam penggembalaan. Wujud keluarga Allah itu sangat luas pengertiannya. Yang disebut keluarga Allah bukan hanya dimulut saja, tidak segampang mulut berkata: “kita adalah keluarga Allah” kalau hanya di mulut saja mengatakan kita adalah keluarga Allah tetapi berbeda dalam perbuatannya, itu namanya munafik. Tetapi sebagai keluarga Allah harus mampu menunjukkan prakteknya dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat yang sudah disebut “tiang penopang” dan “dasar kebenaran” bisa menjadi berkat kepada banyak orang, saling memperhatikan dan tidak suka menyinggung perasaan sesamanya. Kalau bertemu dengan sesama jemaat Tuhan, sikapnya dapat merendahkan diri dihadapan jemaat yang lain, tidak menganggap diri lebih hebat, lebih kaya dari pada yang lain, dan tidak suka mencari hormat. Jadi kalau sudah disebut keluarga Allah, di dalamnya ada sikap dan perbuatan yang baik, seperti:
- ada sikap saling tolong menolong, saling memperhatikan satu dengan yang lain, menganggap kepentingan bersama lebih penting dari pada kepentingan pribadi.
- ada sikap saling membangun, tidak menjelek jelekkan orang lain demi kepentingannya.

Minggu, 03 Mei 2009

Buletin Mei 2009

Minggu I Mei 2009

KUASA PENEBUSAN DARAH KRISTUS

Penyebab Elimelekh pergi ke Moab : karena di Betlehem sedang terjadi kelaparan. Mereka mencoba mencari jalan keluar dari kesukaran, tetapi sebaliknya yang terjadi justru Elimelekh mati dan kedua anaknya, yaitu Kilyon dan Mahlon juga mati. LAPAR = karena ada sesuatu yang kurang/ yang tidak tercukupi, tidak ada kepuasan lagi. Untung Naomi dan Rut cepat-cepat pulang kembali ke Betlehem setelah ia mendengar bahwa di Betlehem Tuhan telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. Setelah Naomi dan Rut sampai ke Betlehem, pekerjaan Rut adalah memungut jelai-jelai dan membawanya pulang kepada Naomi, mertuanya. Memungut jelai = merupakan sikap yang benar dalam penggembalaan, supaya kita berhasil mendapatkan firman Tuhan, kita harus mempunyai sikap yang baik: ada sikap mendengar dengan baik dan mengisi hidup dengan firman Tuhan. Sebab kalau firman itu sudah tinggal di dalam hidup kita, maka firman itu akan menjadi firman iman, artinya firman yang menimbulkan iman. Kalau di dalam seseorang tidak ada firman Tuhan, maka tidak mungkin imannya bertumbuh. Jadi kita harus membuat firman itu menjadi firman iman. Saudara-saudara, beribadah kepada Tuhan bukan hanya untuk mencari perkara-perkara yang lahiriah saja, tetapi harus lebih mengutamakan perkara rohani. Karena itu kalau beribadah harus karena didorong oleh Roh Kudus supaya dapat menghargai perkara-perkara yang rohani.Lukas 10 : 38 - 42 = Maria dan Marta perbedaannya terletak pada telinga. Marta sibuk bekerja menyediakan makanan, sedangkan Maria mengambil sikap yang terbaik, yaitu duduk mendengar segala perkataan Yesus. Karena Maria berhasil mengambil sikap yang terbaik, maka Yesus sangat memuji Maria, berbeda dengan Marta yang akhirnya jatuh kedalam dosa persungut-sungutan. Kalau ibadah dan penggembalaan itu sudah ditandai/didasari dengan tanda pendamaian, maka di dalamnya pasti ada kasih, yang seorang dapat mengasihi yang lain, tidak saling menjelek-jelekkan. Sebab kalau kita lihat firman Tuhan dalam Keluaran 12 : 19 - 20, yang diakui sebagai jemaah adalah mereka yang telah mengadakan Paskah, yang telah dipersekutukan dengan Tuhan lewat korban Paskah. Demikian juga dalam Efesus 5 : 25, yang dikasihi Tuhan adalah mereka yang sudah disebut sebagai jemaat. Maka siapapun kita, baik pendeta, pelayan-pelayan, baik orang awam, dihadapan Tuhan kita semua adalah jemaat. Filipi 3 : 1b - 3 dalam ibadah dan penggembalaan supaya kita dapat menjaga kebenaran yang sejati, ada beberapa hal yang kita perhatikan, yaitu: anjing-anjing, pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu. Ini adalah pekerjaan iblis yang memakai manusia untuk melemahkan dan menggugurkan iman banyak orang. Untuk itulah ibadah itu harus didasari oleh korban Kristus, yang beribadah oleh Roh Allah dan yang tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.1 Korintus 15 : 53 - 54 menjelaskan: = yang dapat binasa harus mengenakan yang tidak dapat binasa. = yang dapat mati harus mengenakan yang tidak dapat mati. Yang dapat binasa dan yang dapat mati ini menunjuk kepada tubuh alamiah/jasmaniah, yang lemah dan mudah hancur sama dengan tubuh yang hina (Filipi 3 : 20 - 21). Tetapi sekalipun demikian, kalau tubuh yang dapat binasa dan yang dapat mati ini sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati, maka mautpun dapat ditelan dalam kemenangan. Kuncinya: kita harus termasuk kewargaan di dalam sorga, maka Tuhan akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Maka sebagai jemaat Tuhan, kita harus memperhatikan bahwa selain tubuh yang jasmani ini masih ada tubuh yang rohani, tubuh yang akan diberikan Tuhan kepada setiap orang yang sudah mengalami tanda kelahiran baru. Sebab apabila kita sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati, barulah kita dapat mengalami kemenangan demi kemenangan, sebab maut telah dikalahkan dalam kemenangan. Sebaliknya kalau masih tetap mengenakan yang dapat binasa dan yang dapat mati, maka ia akan mengalami kekalahan demi kekalahan. Proses supaya kita dapat mengenakan/memakai yang tidak dapat binasa atau yang tidak dapat mati, kita harus masuk ke dalam ibadah dan penggem-balaan yang benar. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap setia beribadah dan digembalakan dalam penggembalaan yang benar. Sebab di dalam penggembalaan yang benar, kita akan mendapatkan firman pengajaran yang telah dibukakan rahasianya, firman yang dapat memberi pengertian yang benar. Sama seperti Naomi, setelah mengalami kematian dan penderitaan yang begitu besar, ia kembali ke Betlehem bersama Rut menantunya, dan mengalami penebusan.
Kalau kita sudah masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, ada dua (2) berkat yang akan kita peroleh, yaitu:
I. KITA DIPERHATIKAN TUHAN.
Rut 2 : 8 = Boas sangat memperhatikan Rut, orang Moab yang sibuk memungut jelai dan seketikapun ia tidak berhenti. Rut mendapat perhatian dari Boas karena Rut sudah berada di ladang Boas memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai di belakang penyabit-penyabit. LADANG itu berbicara ibadah dan penggembalaan, sarana yang dipakai Tuhan untuk memperhatikan jemaat. Bukti perhatian Boas kepada Rut, Boas berkata:
1. Tidak usah pergi memungut jelai ke ladang lain = artinya tetaplah berada di dalam penggembalaan yang benar, di dalam persekutuan yang benar dengan Allah.
2. Tidak usah engkau pergi dari sini = artinya jangan coba-coba tinggalkan ibadah dan penggem-balaan yang benar, yang di dalamnya sudah ada firman pengajaran. Sebab kalau sudah tinggal di dalam firman pengajaran, maka Tuhan akan memberikan perhatian secara khusus untuk membela, memelihara bahkan mempersiapkan kita menjadi sidang mempelai perempuan yang kudus dan sempurna.
3. Tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan = artinya adakan/ikatkan diri dalam persekutuan baik bukan hanya kepada Tuhan saja, tetapi juga dengan hamba Tuhan (gembala sidang), dengan pelayan-pelayan Tuhan maupun dengan jemaat-jemaat.
II. KITA DIBELA DAN DIPELIHARA.
Rut 2 : 9 = Rut sangat dibela oleh Boas dijamin tidak diganggu oleh pengerja-pengerja lelaki dan jika haus Rut boleh pergi ke tempayan-tempayan dan minum air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu. Ini membuk-tikan pembelaan dan pemeliharaan Tuhan di dalam hidup setiap orang yang sudah disebut sebagai jemaat. Tuhan menjamin keamanannya, tidak ada yang dapat mengganggu hidupnya, kemudian segala kebutuhan hidupnya dijamin, Tuhan sendiri yang akan menyedia-kan lewat kuasa-Nya yang bekerja di dalam hidup kita. Mazmur 23 : 1 - 3 membuktikan pembelaan dan peme-liharaan Tuhan di dalam diri jemaat-jemaat yang sudah disebut sebagai domba. Kalau kita sudah berada di dalam penggembalaan yang benar: *dijamin tidak keku-rangan jasmani maupun rohani sebab Tuhan membaringkan kita di padang yang berumput hijau, **dijamin ada ketena-ngan sebab Tuhan yang membimbing kita ke air yang tenang.


Minggu II Mei 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

Sebagaimana telah kita lihat pada minggu-minggu yang lalu, kelanjutan Hari Raya Paskah adalah merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi. Keluaran 12 : 19 selama tujuh hari tidak boleh ada ragi di dalam rumah, sebab apabila ada ragi orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel. Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, barulah mereka disebut/diakui sebagai jemaah Tuhan. Umat yang sudah mengalami tanda penebusan lewat Paskah akan digelari sebagai jemaah Tuhan, baik dari Israel asli maupun dari latar belakang kafir. Jadi berbicara tentang merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi adalah menjaga hidup supaya tetap kudus, dengan kuasa firman pengajaran yang murni. Untuk itulah Tuhan Allah memberi perintah, suatu etetapan yang harus dilakukan supaya merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi, tujuannya adalah supaya kita belajar melakukan firman Tuhan, belajar taat kepada perintah Tuhan.
1 Korintus 15 : 7 - 8 ada beberapa ragi yang harus dibuang supaya dapat berpesta, yaitu: ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan. RAGI YANG LAMA itu menunjuk = pengajaran-pengajaran yang lama, seperti adat istiadat/tradisi-tradisi dari nenek moyang. Sebab supaya dapat berpesta dengan baik, yaitu dengan kemurnian dan kebenaran lebih dahulu kita harus membuang ragi-ragi tersebut di atas. Sebab kalau ragi-ragi tersebut masih ada, kita tidak dapat berpesta dengan baik dan kita tidak dapat menikmati suasana sukacita yang besar, yang dikerja-kan Allah hanya kepada mereka yang kudus.Kalau kita lihat firman Tuhan dalam Imamat 20 : 7 - 8; Bilangan 15 : 40, Tuhan Allah menguduskan hidup kita karena ketaatan dan karena mau berpegang pada ketetapan-ketetapan Tuhan. Demikian juga dalam 1 Petrus 1 : 22 buah ketaatan itu adalah hidup kita dikuduskan. Artinya: supaya kita dapat hidup kudus sesuai dengan kehendak Allah, kita harus dengan taat melakukan segala perintah Tuhan, taat dan dengar-dengaran akan firman pengajaran. Dan praktek hidup orang yang sudah taat kepada firman Tuhan adalah: dapat mengamalkan kasih persaudaraan dengan tulus iklas, inilah yang sering kita sebut dengan kasih FILADELFIA.
Yeremia 3 : 9 - 10 Tuhan itu paling benci dengan yang namanya kepura-puraan, kepura-puraan itu disejajarkan dengan orang berzinah. Tuhan mengharapkan bangsa Israel dan Yehuda itu supaya menjadi mempelai Tuhan, tetapi mereka tidak mau. Mereka memang masih datang dan beribadah kepada Tuhan tetapi tidak dengan tulus iklas melainkan dengan kepura-puraan. Mereka masih datang beribadah kepada Allah dan mempersembahkan korban kepada Allah tetapi masih tetap mencemarkan diri dengan menyembah batu dan kayu. Sebagai jemaat Tuhan, kita tidak bisa beribadah kepada Allah dan kepada berhala, harus menentukan mengikut Tuhan atau mengikut berhala. Kalau mau mengikut Tuhan dengan benar, maka jauhkan sikap kepura-puraan, datang kepada Allah dengan hati yang tulus iklas.Saudara-saudara, setelah Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati, Ia telah mengalahkan maut. Itu sebabnya kuasa kebangkitan Kristus itu jauh lebih tinggi dari segala pemerintah, penguasa, kekuasaan dan kerajaan. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Efesus 1 : 19 - 23, firman Tuhan menjelaskan kepada kita betapa hebat kuasa Allah yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut. Kuasa kebangkitan Kristus itu bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang, yaitu sampai ke sorga. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengalami kuasa kebangkitan Kristus di dalam hidup kita pribadi-pribadi. Tujuannya: supaya kuasa Allah juga dinyatakan kepada kita semua sama seperti yang telah dikerja-kan Allah kepada jemaat di Filadelfia. Jemaat di Filadelfia bisa mengalami kemenangan demi kemenangan bersama dengan Allah karena jemaat di Filadelfia ini adalah jemaat yang “memurit firman Tuhan” dan “tidak menyangkal nama Tuhan”. Karena itu kalau kita lihat Wahyu 3 : 7 - 12 sama seperti kepada jemaat di Filadelfia akan ada 3 (tiga) hal yang akan diperhadapkan Allah kepada dunia, yaitu:
1. MENGHADAPI PINTU YANG TERTUTUP/ ayat 8.
Diluar Tuhan ada banyak masalah atau persoalan yang tidak dapat diatasi oleh siapapun, seperti halnya penyakit sampar, aids/hiv yang belum ada obatnya, masalah krisis global yang telah membuat pusing banyak pakar-pakar dunia. Tetapi khusus kepada jemaat di Filadelfia, Tuhan berjanji akan membuka pintu yang tidak dapat ditutup oleh siapapun. Artinya: Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada setiap orang supaya dapat menyele-saikan masalah/persoalan, Tuhan selalu akan memberikan jalan keluar dalam segala perkara. Kuncinya: milikilah sikap seperti jemaat di Filadelfia yang selalu menuruti firman Tuhan dan yang tidak menyangkal nama Tuhan. Sebab kalau Tuhan yang membuka pintu, maka tidak akan ada - yang dapat menutup, demikian sebaliknya jika Tuhan yang menutup pintu maka tidak akan ada seorangpun yang dapat membuka. PINTU = berbicara tentang pribadi Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan bagi setiap orang. Yohanes 10 : 9 ketika Yesus berkata: “Akulah pintu”, Ia sedang membuka dan memberikan jalan keselamatan kepada semua orang dan menawar kan jalan keluar dari segala masalah, supaya setiap orang yang percaya kepada Kristus akan selamat.
2. MENGHADAPI JEMAAH IBLIS/ ayat 9.
Sejak dalam Perjanjian Lama, orang Yahudilah yang pertama-tama menyembah Allah yang benar, yang dimulai sejak Abraham, Ishak, Yakub dan sampai kepada Israel. Jemaah iblis ini juga beribadah kepada Allah, menyebut dirinya sebagai orang Yahudi, tetapi sebenarnya mereka berdusta. Jadi yang dimaksud dengan jemaah iblis ini adalah mereka yang mengaku beribadah kepada Allah yang hidup dan menyembah Allah, tetapi pekerjaannya adalah berdusta dan mem-bunuh sama seperti yang dilakukan oleh iblis sebagai bapa pendusta. Kita harus tetap hati-hati terhadap jemaah iblis ini, sebab sekarang ini banyak orang yang mengaku menyembah Allah dan yang selalu beribadah kepada Allah, tetapi sayang pekerjaan mereka suka membunuh. Mereka menganggap kalau membunuh orang seolah-olah berbuat bakti kepada Allah, mereka tidak sadar membunuh itu adalah pekerjaan iblis. Hanya gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai perempuan Kristuslah yang dapat selamat dari jemaah iblis ini, sebab Tuhan sendiri yang akan membela dan memelihara sampai kepada kedatangan-Nya.
3. MENGHADAPI PENCOBAAN/ ayat 10.
Pada zaman akhir ini, pencobaan yang kita hadapi itu bukan pencobaan yang kecil tetapi sudah pencobaan yang besar dan sudah menimpa seluruh dunia. Dan kalau pencobaan ini sudah datang, tidak ada seorang pun yang dapat melepaskan diri kecuali oleh kuasa Allah. Ayat 11 = kalau ketiga hal tersebut sudah terjadi, maka Tuhan akan datang segera, sikap yang harus kita miliki: “Peganglah apa yang ada padamu”, artinya lakukan firman Tuhan dengan setia dan dengan setia melakukan seluruh perintah Allah. Yang kita lakukan itu harus yang nyata, yaitu ajaran yang sehat bagaikan harta yang indah dan yang tidak ternilai harganya.


Minggu ke-III Mei 2009

KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

5 berita kabar baik tentang Kristus :
1. Tentang kelahiran Tuhan Yesus.
2. Tentang kamatian Kristus di kayu salib.
3. Tentang kebangkitan Kristus.
4. Tentang Kenaikan Kristus.
5. Tentang kedatangan-Nya yang kedua kali.
Jika kita sudah mati bersama dengan Kristus, maka kita juga akan bangkit bersama dengan Kristus. Sebaliknya jika kita tidak mati bersama dengan Kristus, maka kita juga tidak akan bangkit bersama dengan Kristus dan Kristus tidak akan pernah hidup di dalam hidup kita. Penyebabnya adalah karena manusia lama kita ini adalah manusia yang telah terkutuk oleh karena dosa dan pelanggaran kita. Jadi satu-satunya jalan supaya kita layak diberkati dan supaya Kristus hidup di dalam kita adalah manusia lama kita ini harus mengalami proses kematian supaya dosa-dosa itu hilang kuasanya. 2 Korintus 5 : 17 menjelaskan supaya kita bisa disebut sebagai manusia baru: kita harus hidup di dalam Kristus. Tanpa mengalami proses kematian bersama dengan Kristus, manusia lama kita ini sedang berada dalam bayang-bayang maut, sedang terancam masuk ke dalam neraka. Tetapi jika kita sudah mengalami proses kematian bersama dengan Kristus, maka kita akan menjadi manusia/ciptaan baru. Kemudian dalam Kolose 3 : 10 supaya kita dapat mengenakan manusia baru kita harus terus menerus diperbaharui dari hari ke hari untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang gambar Khaliknya.Keluaran 12 : 16 - 20 Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel setelah merayakan Paskah harus dilanjutkan dengan merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi. Ini berbicara tentang ketaatan dalam melakukan segala perintah Tuhan, taat melakukan firman pengajaran yang murni. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengkonsumsi firman pengajaran yang murni, yaitu firman yang tidak bercampur dengan ajaran-ajaran/doktrin manusia. Sebab pada zaman sekarang ini, ada banyak orang yang sudah terhenti imannya, tidak bertumbuh lagi imannya disebabkan karena salah mengkonsumsi firman yang didengarnya. Sebab yang dipraktekkan bukan lagi firman Tuhan tetapi ajaran-ajaran nenek moyang/tradisi-tradisi atau dokrtin-doktrin gereja. Wahyu 3 : 8 firman Tuhan mengakui bahwa kekuatan jemaat di Filadelfia itu sebenarnya tidak seberapa, tetapi mereka adalah jemaat yang menuruti firman Tuhan dan yang tidak menyangkal nama Tuhan. Saudara-saudara, kalau kita lihat Roma 5 : 1 - 2 hasil pembenaran setelah kita menerima korban Kristus, kita akan hidup dengan Allah dalam damai sejahtera (ayat 1), kita akan beroleh jalan masuk ke dalam kerajaan sorga oleh iman (ayat 2a) dan kita mempunyai pengharapan akan kemuliaan Allah sebagai mempelai perempuan Kristus (ayat 2b). Sebaliknya setiap orang yang masih tetap hidup di dalam, sesungguhnya ia sedang bermusuhan dengan Allah dan belum berdamai dengan Allah.Kalau kita perhatikan firman Tuhan dalam Lukas psl 12 ada 5 (lima) tabiat/keinginan daging yang harus kita matikan, yaitu:
1. Ayat 1 - 3 = KEMUNAFIKAN atau KEPURA-PURAAN.
Yang dimaksud dengan pura-pura/munafik adalah tidak sesuai apa yang di luar dengan apa yang di dalam. Itu sebabnya terhadap orang Farisi, Tuhan Yesus sangat tegas memberikan teguran sebab mereka adalah orang munafik, apa yang mereka perbuat tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Sekalipun demikian, kemunafikan itu pada akhirnya akan terbongkar juga. Yesus sendiri yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibukakan dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Satu-satunya yang dapat membongkar kemunafikan adalah firman pengajaran, yang tegas dan tajam menusuk hati setiap orang. Karena itu kalau saat ini Tuhan membongkar kemunafikan, itu tandanya Tuhan sangat mengasihi kita sebab Tuhan mau supaya apa yang di dalam itu sesuai dengan apa yang ke luar demikian sebaliknya apa yang keluar itu harus sesuai dengan apa yang ada di dalam. Kalau sekarang ini Tuhan membongkar segala dosa dan pelanggaran kita, merupakan kesempatan supaya kita dapat bertobat. Tetapi apabila setelah Tuhan datang, Ia membuka dosa-dosa kita itu namanya hukuman. Jadi marilah kita beribadah dan melayani Tuhan dengan tulus iklas jangan dalam kemunafikan dan jangan pura-pura.
2. Ayat 4 - 12 = RASA TAKUT.
Apa yang ditakutkan oleh manusia?
Biasanya manusia itu takut kalau kebutuhannya tidak tercukupi, kalau ia sedang sakit apalagi kalau ia sudah dekat kepada kematian. Mengapa manusia itu takut ?
Kejadian 3 : 10 manusia itu takut karena disebabkan oleh dosa. Dan biasanya kalau manusia itu sudah jatuh ke dalam dosa, ia akan menutupi dosanya dengan dusta sehingga dosanya bertambah-tambah. Jadi supaya jangan takut: bereskan dosa, akui semua pelanggaranmu maka Tuhan akan mengampuni segala dosa-dosamu.Sebagai jemaat Tuhan, kita tidak perlu takut. Apalagi kalau kita sudah menerima dan hidup di dalam firman pengajaran, firman itu akan memberikan kekuatan dan meneguhkan supaya kita tetap percaya kepada Allah. Yesus sendiri telah berkata janganlah takut, Yesus sendiri akan menunjukkan kepada kita siapa yang harus kita takuti. Satu-satunya yang harus kita takuti ialah Tuhan.
3. Ayat 13 - 21 = KETAMAKAN/
KEINGINAN AKAN MAMMON.
Khusus dalam hal ketamakan dengan tegas Tuhan Yesus memberi peringatan supaya kita tetap berjaga-jaga dan waspada. Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada hartanya dan harta itu tidak dapat menyelamat kan orang dari murka Allah. Justru sebaliknya harta itulah yang sering membawa orang keluar dari rencana Tuhan dan hidup di dalam dosa.
4. Ayat 22 - 34 = KEKUATIRAN.
Kekuatiran adalah tanda ketidak percayaan kepada firman Tuhan maka tidak heran orang yang masih kuatir disejajarkan dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Karena itu Yesus berkata: “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.” Untuk mengingatkan orang yang suka kuatir, Yesus mengatakana supaya memandang burung-burung gagak dan memperhatikan bunga bakung. Ayat 32 = walaupun kita adalah kawanan kecil, kita tidak perlu takut sebab Bapa di sorga telah berkenan memberikan kerajaan Allah. Filipi 4 : 19 firman Tuhan mengatakan kelau kita percaya kepada firman Tuhan, maka Allah akan memenuhi segala keperlua/kebutuhan kita menurut kakayaan dan kemuliaan-Nya.
5. Ayat 35 - 46 = BERJAGA-JAGA/KELALAIAN.
Sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap berjaga-jaga seperti seorang hamba yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera pintu dibuka. Ini merupakan peringatan dari Tuhan supaya kita jangan sampai lalai tetapi berjaga-jaga dan apabila Ia datang, maka kita akan di bawa masuk ke dalam kerjaan sorga.



Minggu ke - IV Mei 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

Puncak rencana Tuhan: supaya gereja Tuhan itu segambar dan serupa dengan Allah dalam kemuliaan-Nya. Dan puncak kesempurnaan gereja Tuhan itu sendiri ialah menjadi mempelai perempuan Kristus, yang akan diangkat hidup-hidup pada kedatangan-Nya yang kedua kali. Maka kalau kita lihat khususnya dalam kitab Perjanjian Lama, ada dua (2) kitab yang sangat menonjol yang berbicara tentang mempelai, yaitu KITAB ESTER dan KITAB RUT. KITAB ESTER = adalah kitab yang menceritakan bagaimana bangsa Israel diterima Tuhan menjadi istri-Nya, Ester gambaran umat Tuhan yang berasal dari bangsa Israel yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Sedangkan KITAB RUT = adalah kitab yang menceritakan bagaimana gereja Tuhan yang berasal dari bangsa Kafir diterima menajadi istri Tuhan, Rut adalah gambaran gereja Tuhan dari bangsa Kafir yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Maka kalau kita lihat kitab Ester, supaya umat Allah itu berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, ada beberapa syarat yang harus dimiliki, yaitu:
1). Harus cantik-cantik, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya (Ester 2 : 1 - 2). Dalam Amsal 31 : 29 - 31 yang disebut perempuan cantik/elok adalah mereka yang memiliki rasa takut akan Tuhan. Walaupun parasnya cantik, tetapi kalau tidak takut akan Tuhan kecantikan itu adalah bohong. Kemudian dalam Amsal 8 : 13 yang disebut takut akan Tuhan itu adalah membenci kejahatan, kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat dan mulut yang penuh dengan tipu muslihat.
2). Harus mau dikumpulkan di benteng Susan, balai perempuan (Ester 2 : 3 - 4). Sebelum Ester dipilih menjadi ratu, ia dan anak-anak dara yang lain harus dikumpulkan dan menempatkan mereka di benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai untuk memberikan wangi-wangian kepada mereka. Saudara-saudara, bagi kita sekarang, gembala itu adalah pengawas yang dipercayakan Tuhan untuk mengawasi seluruh hidup kita, baik dalam nikah/keluarga, dalam pekerjaan, dalam usaha, dalam ibadah maupun dalam pelayanan. Dalam rumah tangga ada dua (2) hal penting yang harus dijauhkan, yaitu persundalan dan pertengkaran, sebab kedua hal ini sering membuat rumah tangga hancur. Persundalan itu adalah dosa yang terjadi karena adanya ketidakpuasan, atau keinginan yang tidak terpuaskan. Demikian juga pertengkaran/ perselisihan adalah dosa, yang timbul karena hawa nafsu yang saling berjuang di dalam tubuh (Yakobus 4 : 1 - 2).
3). Harus taat dan dengar-dengaran (Ester 2 : 15). Setelah Ester berada dalam pengawasan Hegai, ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, penjaga para perempuan. Ini adalah sikap yang baik, taat dan dengar-dengaran akan suara pemimpin. Praktek jemaat yang mau digembalakan: taat dan dengar-dengaran kepada suara penggembalaan, tidak mau mendengar yang lain kecuali kepada suara kebenaran, yaitu firman Tuhan. Dalam Kidung Agung 4 : 1, 7, 12 = kecantikan gereja yang sudah jadi mempelai perempuan itu bagaikan “KEBUN TERTUTUP”, yang artinya tertutup kepada yang lain, yang di luar kebenaran tetapi terbuka hanya kepada kebenaran, yaitu firman pengajaran yang mampu membawa kita kepada Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Maka kalau kita lihat, Ester 2 : 2 = untuk mempersiapkan Ester supaya berhasil menjadi mempelai, membutuhkan waktu sebagai sarana untuk mendandani hidupnya supaya indah di pemandangan raja. 6 bulan untuk memakai minyak Mur dan 6 bulan untuk memakai minyak kasai. Angka ini menunjuk kepada ke 66 kitab, yang digabung menjadi satu yang disebut Alkitab. Jadi yang sanggup menjadikan kita menjadi mempelai perempuan Kristus adalah sepenuhnya pekerjaan firman pengajaran, firman yang sanggup mengubahkan hidup kita supaya indah dipemandangan Tuhan. Dari semua gadis-gadis yang cantik-cantik tersebut, yang sudah dipersiapkan dibawah pengawasan Hegai, hanya Ester yang paling elok, yang dapat memikat hati raja. Penyebabnya adalah karena Ester tidak mau mengarahkan diri kepada yang lain kecuali hanya kepada perkataan yang diterimanya lewat pengawasnya. Jadi Ester itu adalah orang yang benar-benar taat dan dengar-dengaran kepada suara penggembalaan. Demikian juga, supaya kita berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, kita juga harus taat dan dengar-dengaran hanya kepada firman pengajaran, jangan terpikat kepada yang lain, yang di luar kebenaran.
4). Harus memiliki penyerahan diri secara total (Ester 4 : 14 - 17). Pada saat Haman bermaksud memunahkan seluruh orang Yahudi, Ester dan dayang-dayangnya mengambil sikap yang baik, yaitu merendahkan diri dihadapan Tuhan dengan berpuasa selama tiga hari. Bahkan ia sendiri mau mempertaruhkan nyawanya demi untuk membela bangsanya. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memohon kemurahan hati raja. Demikian juga kita harus menyerahkan diri secara sepenuh kepada Kristus supaya Ia berkenan akan hidup kita dan membela kita dalam segala perkara. Sedangkan dari bangsa Kafir, supaya bisa diterima Kristus menjadi istri-Nya, ada syarat utama yang harus ditinggalkan, yaitu : HARUS MENING-GALKAN SIFAT-SIFAT KEKAFIRAN. Mengapa harus demikian? Karena kalau tidak mengalami penebusan, bangsa kafir itu tidak akan pernah layak disebut umat Tuhan. Untuk merubah kutuk menjadi berkat, besar harga yang harus dibayar oleh Yesus. Galatia 3 : 13 untuk melepaskan kita dari kutuk dosa, Kristus telah mati di kayu salib sebagai korban penebus dosa, tujuannya untuk menebus kita dari kutuk dosa dan untuk melepaskan kita dari sifat-sifat kekafiran. Karena itu kalau kedua orang disisi Tuhan Yesus, mereka disalibkan karena dosa dan pelanggaran mereka sendiri, sedangkan Tuhan Yesus bukan karena dosa-Nya tetapi untuk menanggung kutuk yang seharusnya diperuntukkan kepada kita.
Kolose 2 : 8 =praktek hidup orang yang masih terikat dengan sifat kekafiran: hidupnya masih ditawan oleh filsafat-filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dari nenek moyang dan menurut roh-roh dunia. Tetapi syukur kepada Allah, dalam 1 Petrus 1 : 18 = kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang, yaitu dari adat istiadat atau tradisi-tradisi yang sangat bertentangan dengan firman Tuhan. Pada dasarnya selama ini yang kita warisi adalah warisan dari nenek moyang yang jauh dari kebenaran. Sebab kalau kita lihat dalam Roma 3 : 1 - 2, firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa sebenarnya firman Tuhan itu pertama-tama diperca-yakan oleh Allah bukan kepada bangsa kafir, tetapi kepada bangsa Israel, yang disebut orang Yahudi. Jadi kalau kepada kita sekarang telah dipercayakan firman Tuhan, ini adalah kasih karunia Allah yang terjadi karena penebusan dalam darah Kristus, yang telah mati sebagai korban pendamaian. Rut berhasil mengalami penebusan dan berhasil menjadi istri Boas karena Rut mau meninggalkan Moab, ia rela mening-galkan sifat-sifat kekafirannya selama ini. Sedangkan Orpa, ia memang sempat mengikut Naomi tetapi tidak sampai ke Betlehem. Orpa adalah gambaran orang Kristen yang sudah sempat mengikut Tuhan, tetapi mundur dan pulang kembali ke pada hidup yang lama. Orpa ini juga adalah gambaran orang Kristen yang tidak mau lepas dari noda kekafiran, beribadah tetapi masih terikat dengan adat tradisi tradisi nenek moyang.



Minggu V Mei 2009

“HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH”

Sebagaimana telah kita lihat bersama, bahwa puncak rencana Tuhan bagi gereja-Nya adalah: supaya gereja-Nya itu segambar dan serupa dengan Allah, sempurna sama seperti Bapa adalah sempurna adanya. Inilah gereja yang disebut sebagai mempelai perempuan Kristus, yang telah dikuduskan dan disempurnakan supaya sama seperti Kristus, Mempelai Pria Sorga.
Di bawah ini ada beberapa nama yang sudah terangkat ke sorga, yaitu:
1). HENOHK /Kejadian 5 : 21 - 24.
2). ELIA /2 Raja-raja 2 : 11.
3). MUSA /Ulangan 34 : 5 - 6, Yudas 1 : 9.
4). TUHAN YESUS /Kisah Rasul 1 : 9
Selain Henokh, Elia, Musa dan Tuhan Yesus, masih ada satu lagi yang akan terangkat ke sorga dengan hidup-hidup, yaitu gereja Tuhan yang sudah disempurnakan yang disebut sebagai mempelai perempuan Kristus. Saudara-saudara, kalau kita lihat dalam Alkitab agenda atau rencana Tuhan dalam penyelamatan begitu indah dan teratur dengan begitu rapinya. Dimulai dari dari kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke sorga dan juga tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, semua begitu indah tersusun dengan rapi. Mengapa dalam Alkitab dicatat bahwa ada orang-orang yang telah naik ke sorga? Tujuannya adalah: untuk menunjukkan dan meyakinkan bahwa sorga itu ada dan nyata, tidak perlu diragukan lagi. Karena itu supaya kita bisa masuk ke sorga, ada beberapa syarat yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. Kita harus bergaul dengan Allah yang ditandai dengan adanya penyembahan yang benar. Henokh terangkat ke sorga karena ia telah berhasil bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun. Angka 300 = Bahtera Nuh panjangnya 300 hasta menunjuk kepada suatu pergaulan yang erat dengan Allah, taat dan dengar-dengaran akan perintah Allah. Pada zaman Henokh belum ada kelimpahan firman Tuhan, belum mengalami kepenuhan Roh Kudus, sangat jauh berbeda dengan keadaan gereja pada zaman sekarang ini, yang sudah mendengar dan menerima firman pengajaran dan juga sudah mengalami pencurahan Roh Kudus. Tetapi sekalipun demikian, Henokh telah berhasil hidup bergaul dengan Allah dan telah dicatat dalam Alkitab bahwa ia telah diangkat oleh Allah ke sorga untuk mengingatkan supaya kita juga hidup bergaul dengan Allah. Kemudian dalam Hakim-hakim 7 : 5 - 6 angka 300 ini juga menunjuk kesetiaan, sebanyak 300 orang menghirup air dengan membawa tangannya ke mulutnya. Ini berbicara sikap yang tidak ada rasa bosan dalam mencari firman Tuhan tetapi dengan setia datang kepada Tuhan. Sehingga yang ketiga ratus orang inilah yang di bawa ke medan peperangan untuk merebut kemenangan. Demikian juga kalau kita rindu diangkat hidup-hidup, kita harus tetap setia, taat dan dengar-dengaran akan firman pengajaran supaya kita dibentuk menjadi mempelai perempuan Kristus. 2. Kita harus bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus, dipenuhi dan dikuasai oleh Roh Kudus. Di mana saja kita berada, dalam suasana atau dalam keadaan apapun, hati kita harus tetap berpaut kepada Allah dan kita harus tetap bergaul dengan Allah. Tanda keubahan, yang diubah menjadi manusia baru menjadi syarat supaya kita bisa hidup bergaul dengan Allah. Elia memang pernah putus asa, punya keterbatasan dalam menghadapi masalah, tetapi karena ia sudah bergaul dengan Allah dan Roh Allah memberi kemampuan kepadanya, maka Elia dianggap layak untuk diangkat ke sorga. Roma 8 : 15 - 16 semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah dan oleh roh Allah itu kita menjadi tidak takut lagi. Kemudian dalam Yohanes 14 : 16 - 17 Yesus mencoba menerangkan kepada murid-murid-Nya tentang tugas atau fungsi Roh Kudus di dalam hidup kita, yaitu untuk menyertai kita selama-lamanya. Roh Kudus itu adalah Penolong yang diutus sendiri oleh Allah untuk menyertai kita sampai selama-lamanya. Mengapa Yesus harus mengutus roh Kudus ? Sebab Yesus tahu keterbatasan murid-murid-Nya, demikian juga Ia tahu tentang keterbatasan gereja yang hidup diakhir zaman ini, itu sebabnya sebelum Yesus terangkat ke sorga, Ia telah berjanji untuk mengutus Penolong yang lain untuk menolong dalam segala keterbatasan kita. Yohanes 14 : 26 nama lain dari Roh Kudus adalah Penghibur, yang diutus Bapa untuk mengajarkan segala sesuatu dan untuk mengingatkan kita akan firman Tuhan. Kemudian dalam Yohanes 16 : 8 - 11 pekerjaan lain dari Roh Kudus itu adalah untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan akan penghakiman. Jadi tanpa Roh Kudus, tidak mungkin seseorang itu bisa sadar akan dosa nya, tidak mungkin bisa mengasihi kebenaran dan juga tidak mungkin bisa lolos dari penghakiman yang akan menimpa dunia ini. Jadi Roh bagi kita, Roh Kudus itu akan bekerja supaya kita dapat menyelesaikan segala kekuarangan/keterbatasan, bahkan untuk membereskan segala dosa kita. Sebab kalau kita lihat dalam 2 Korintus 4 : 7 tanpa Roh Kudus, keadaan manusia itu tidak jauh beda dengan bejana tanah liat yang mudah pecah.Tetapi kalau kita sudah bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus, maka Tuhan akan memberi kekuatan yang luar biasa. 2 Korintus 4 : 8 kalau Roh Kudus sudah menguasai hidup kita: *dalam segala hal ditindas, namun tidak terjepit, **habis akal, namun tidak putus asa, ***dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, ****dihempaskan, namun tidak binasa. Paulus sebagai rasul Kristus, juga pernah berkata sebenarnya ia ingin melakukan apa yang baik dan benar, tetapi sebaliknya yang dilakukan justru yang jahat. Karena itu baik sebagai jemaat-jemaat, sebagai pelayan-pelayan maupun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita semua harus bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus. Kita harus tetap dipenuhi Roh Kudus dan tetap berada dalam kekuasaan-Nya. Syaratnya: jangan mendukakan Roh Kudus (Efesus 4 : 30) sebab Roh Kudus itu akan memeteraikan kita sebagai milik Allah bahkan Allah telah memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita (2 Korintus 1 : 21 - 22). Jadi tanpa Roh Kudus, tidak mungkin kita bisa berkenan kepada Allah.
3. Kita harus bergaul dengan Allah dalam kuasa firman-Nya. Ketika Allah menyatakan segala kehendak-Nya di tengah-tengah umat-Nya dan memberikan petunjuk untuk membangun Tabernakel, Musa ketika di atas gunung tahan berpuasa selama 40 hari 40 malam. Jadi Musa diangkat karena ia telah menerima hukum Taurat dan petunjuk untuk membangun Tabernakel. Itu sebabnya setelah Musa mati di tanah Moab, ia dikuburkan oleh Allah dan tidak ada seorangpun yang tahu sampai hari ini (Ulangan 34 : 5 - 6). Kemudian dalam Yudas 1 : 9 malaikat Tuhan datang dan merampas mayat Musa dan dibawa ke sorga. Setiap orang yang berpengharapan kepada Kristus, ia harus menyucikan diri sama seperti Kristus yang adalah suci (1 Yohanes 3 : 2 - 3). Yohanes 17 : 17 = jalan Tuhan menyucikan hidup kita, terima firman Tuhan dan hidup setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Kemudian Kolose 1 : 28 = jalan Tuhan menyempurnakan hidup kita, terima firman pengajaran, mau dinasehati, mau diajari dalam segala hikmat untuk memimpin kita kepada kesempur naan dalam Kristus. Bagi kita sekarang pengharapan yang tertinggi adalah menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga.

Kamis, 02 April 2009

Buletin April 2009

Minggu II April 2009

KUASA KORBAN KRISTUS DALAM PASKAH

PASKAH : berbicara tentang korban Kristus yang telah mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian untuk dosa-dosa manusia. Maka sejak dalam kitab Perjanjian Lama, Tuhan Allah sudah memerintahkan supaya bangsa Israel mera-yakan PASKAH dan membuat PASKAH itu menjadi permulaan segala bulan, menjadi bulan pertama tiap-tiap tahun. Dan sasaran PASKAH itu pertama-tama dan terutama ialah kepada tiap-tiap keluarga/rumah tangga, supaya rumah tangga itu diperdamaikan dengan Allah dan supaya di dalam nya ada kasih persaudaraan, yang seorang dapat mengasihi yang lain (Keluaran psl 12). Bagi kita korban Kristus itu adalah: sumber keselamatan yang dapat mengangkat kita menjadi imam, raja dan umat pilihan Allah. Keluaran 19 : 5 & 6 keseluruhan suku Israel diangkat menjadi imam, tetapi dalam Keluaran 32 : 26 - 29, setelah bangsa Israel jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala, maka yang diangkat menjadi imam tidak lagi semua suku Israel, tetapi hanya suku Lewi, sebab suku Lewi lah yang mau berpaut kepada Allah. Pada saat itu, bangsa Israel bukan hanya terjebak kepada penyem-bahan berhala saja, tetapi juga sudah terjebak kepada ibadah buatan tangan sendiri, mereka sudah mendiri kan kebenaran sendiri. Untuk itulah Kristus harus mati di atas kayu salib supaya kita diperdamaikan kembali dengan Allah. Karena manusia itu sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, maka jalan satu-satunya kita harus menerima korban PASKAH.Mengapa kita harus merayakan PASKAH?
1. Karena lewat PASKAH, orang kafir beroleh kesempatan dipersekutukan dan diperdamaikan dengan Allah. Firman Tuhan dalam Roma 3 : 23 - 24 menjelaskan kepada kita: sebenarnya semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Tetapi oleh kasih karunia Allah, kita telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kalau tidak mengalami penebusan lewat PASKAH, dimata Tuhan sebenarnya keadaan manusia itu tidak beda dengan “Bangkai-bangkai”. Bangsa kafir yang belum mengalami korban PASKAH atau yang belum menerima korban Kristus, mereka hanya seperti bangkai-bangkai manusia yang sudah mati, dimata Tuhan tidak berguna (Yesaya 34 : 3; 66 : 24). Bangkai-bangkai itu adalah lambang pemberon-takan bangsa bangsa yang memberontak dan yang tidak mengenal Allah. Roma 5 : 6 - 11 = orang kafir diperdamaikan dengan Allah dan menerima keselamatan yang dari Allah setelah menerima korban Kristus, itulah PASKAH. Sebab Kristus telah mati ketika kita masih berdosa supaya kita dibenarkan oleh darah-Nya. Jadi bangsa kafir itu telah diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Kristus di atas kayu salib, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah supaya kita mempunyai hidup dan supaya kita diselamatkan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati.2. Karena lewat PASKAH: kita diangkat menjadi IMAM, RAJA dan UMAT PILIHAN ALLAH. Orang kafir itu sebenarnya tidak punya hak untuk disebut sebagai imam, raja dan tidak layak disebut sebagai umat pilihan Allah sebab pada dasarnya bangsa Israel lah yang telah diangkat oleh Allah menjadi suatu kerajaan imam (lihat Keluaran 19 : 5 - 6). Tetapi karena kasih karunia Allah oleh korban Kristus, bangsa-bangsa kafir telah beroleh kesempatan diperdamaikan dan di persekutukan dengan Allah. 1 Petrus 2 : 9 - 10 firman Tuhan menjelaskan kepada kita: bahwa oleh darah Kristus, kita telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib. Tujuannya: “supaya kita layak disebut menjadi bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.” Jadi hanya lewat korban PASKAH saja semua bangsa termasuk bangsa kafir telah beroleh penebusan dalam darah Kristus sebagai korban penebus dosa, kita telah diberi kesempatan supaya menjadi kerajaan imam yang dipakai untuk melayani Allah. Kita bisa melihat dalam Wahyu 1 : 4 - 6 = oleh darah Kristus, kita telah dilepaskan dari dosa untuk menjadikan kita suatu kerajaan dan imam-imam bagi Allah. Bagi Tuhan, jemaat-jemaat yang sudah percaya itu bisa menjadi tidak berarti kalau tidak mau diangkat menjadi imam untuk melayani Allah. Karena itu kalau saudara rindu disebut menjadi harta kesayangan Tuhan, maka saudara harus mau melayani Tuhan. Sebab kalau kita lihat dalam Yohanes 12 : 26, kepada setiap orang yang mau melayani Tuhan, ia dihormati Bapa. Yang disebut melayani Tuhan, bukan hanya karena ia seorang pendeta atau pelayan-pelayan di gereja, jemaat-jemaatpun bisa melayani Tuhan walaupun mungkin pelayanan itu hanya pelayanan yang kecil. Syarat supaya kita bisa melayani Tuhan: kita harus tetap setia mengikut Tuhan supaya di mana Tuhan berada, disitu juga kita berada. Karena itu sebagai imam atau pelayan Tuhan, ada dua (2) hal yang perlu kita perhatikan, yaitu: “Kita harus tetap setia & kita harus bisa dipercaya oleh Tuhan.” Kita bisa dipercaya kalau kita tetap setia melakukan firman.Maka kalau kita lihat dalam Yesaya 43 : 1 - 2 = kalau kita sudah menjadi umat kepunyaan Allah, berkatnya:
- Menyeberang melalui sungai-sungai, tetapi tidak akan hanyut oleh air.
- Berjalan melalui api, tetapi tidak akan di hanguskan oleh nyala api.
Artinya: Tuhan tidak akan mengijinkan kita masuk ke dalam malapetaka-malapetaka yang akan datang menimpa dunia ini dan juga kita tidak akan masuk ke dalam aniaya antikristus.
3. Karena lewat PASKAH: kita diangkat menjadi mempelai perempuan Kristus.
Hosea 2 : 18 - 19 = puncak rencana Tuhan bagi setiap umat-Nya adalah untuk menjadikan umat-Nya itu menjadi Istri-Nya untuk selama-lamanya dalam keadilan dan kebenaran dalam kasih setia dan kasih sayang. Demikian juga dalam Yesaya 54 : 5 firman Tuhan mengatakan: Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Tuhan semesta alam nama-Nya. Kalau puncak rencana Tuhan bagi umat-Nya Israel ialah untuk menjadikan mereka menjadi istri Tuhan, demikian juga kepada kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, puncak rencana Tuhan bagi kita juga adalah untuk menjadikan kita sebagai istri-Nya, yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus yang kudus dan yang sempurna. RUT adalah contoh atau gambaran gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Memang Rut itu adalah orang kafir, dari Moab, tetapi karena ia setia mengikut Naomi, mertuanya sampai ke Betlehem, maka Rut mendapat kesempatan menjadi istri Boas. Rut adalah gambaran gereja Tuhan yang setia kepada Tuhan, yang mau melakukan apapun yang diperintahkan Naomi kepadanya. Maka tidak heran kalau Rut berhasil menjadi istri Boas, demikian juga gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir asal mau melakukan firman Tuhan dan setia melayani Tuhan, maka ia juga beroleh kesempatan untuk dijadikan sebagai istri Tuhan. Jadi bagi kita, PASKAH itu besar artinya, patut kita hargai dan rayakan setiap tahun. Demikian juga kuasa korban Kristus, yang telah mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian bagi dunia, harus tetap kita junjung tinggi. Dialah sumber keselamatan kita, yang mengangkat kita menjadi imam dan raja, bahkan yang membuat kita menjadi pelayan-pelayan Tuhan.


Minggu III April 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

PASKAH = adalah tanda kelepasan dari dosa dan maut, kita telah dibebaskan oleh darah Kristus. Bagi kita Paskah itu merupakan tanda kelepasan yang dikerjakan sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus yang tidak pernah ada batasnya bagi hidup manusia, juga untuk mengatasi segala krisis yang terjadi di tengah-tengah dunia ini.
KEBANGKITAN TUHAN YESUS = menjadi bukti kuasa Allah yang tidak terbatas untuk memberikan kehidupan dan kemenangan bagi setiap orang yang telah mengalami korban Paskah. Kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati juga menjadi tempat perlindungan bagi semua orang yang berharap kepada-Nya. Maka bagi kita sekarang Kebangkitan Tuhan Yesus merupakan hari kemenangan, sebab hari kebangkitan Tuhan Yesus itu menjadi hari untuk beribadah. Lukas 24 : 1 - 2 Yesus bangkit pada “hari pertama minggu itu” menunjuk hari Minggu, hari yang kita pakai untuk beribadah kepada Tuhan. Jadi latar belakang mengapa kita beribadah pada hari Minggu bukan pada hari Sabat atau hari Sabtu adalah karena Yesus bangkit pada hari pertama minggu itu, dan sebagai hari pertama minggu itu ialah hari Minggu. Saudara-saudara dalam Keluaran 36 : 8 - 38 kalau kita lihat ada 4 (empat) tudung Tabernakel, yaitu:
- Kulit domba jantan dicelup merah ( tidak ada ukuran).
- Kulit Lumba-lumba (tidak ada ukuran)
- Kulit Lumba-lumba (tidak ada ukuran)
- Kulit Bulu Kambing (ada ukuran)
Setiap Tudung Tabernakel yang tidak ada ukurannya ini melambangkan kasih Allah yang tidak terukur dan tidak terbatas yang telah diberikan kepada semua orang. Kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus tidak hanya kepada sekelompok orang, tetapi kepada semua orang, semua bangsa. Kuncinya: kita harus menerima korban Kristus dan alami kuasa kebangkitan-Nya yang memberi kehidupan. Dalam Yohanes 6 : 1 - 15 dapat kita lihat memang kuasa Allah itu tidak terbatas untuk memberikan pertolongan bagi semua orang yang mau mengikut Yesus.
= Tuhan Yesus membuktikan kasih-Nya yang tidak terbatas itu dengan memberi makan lima ribu orang walau pada saat itu yang ada hanya lima roti dan dua ikan, mereka semua kenyang makan bahkan masih ada sisanya. Membuktikan Tuhan Yesus memperhatikan umat-Nya dengan tidak terbatas.
= Bagi murid-murid memberi makan lima ribu orang adalah merupakan masalah besar karena saat itu disekitar mereka tidak ada perse-diaan roti yang cukup bahkan sekalipun ada yang menjual makanan, tetapi tidak cukup uang untuk membeli makanan. Tetapi karena kuasa Tuhan itu tidak terbatas, apa yang tidak mungkin bagi murid-murid dapat dilakukan oleh Yesus.
Maka dalam 1 Korintus 15 : 1 - 5 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa hari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah sesuai dengan kitab suci artinya sesuai dengan firman Tuhan.Ayat 3 & 4 = berita yang sangat penting itu adalah berita tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, Kristus telah mati karena dosa-dosa kita. Berbicara tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus ini sangat erat kaitannya dengan babtisan. Karena itu menurut firman Tuhan orang yang paling sia-sia hidupnya adalah mereka yang percaya kepada Yesus tetapi tidak mau memberi diri dibabtis. Sebab dalam Roma 6 : 3 babtisan itu adalah “tanda kematian”, setiap orang yang telah dibabtis dalam Kristus, berarti ia telah dibabtis dalam kematian-Nya. Ayat 4 = kalau kita sudah dibabtis dalam babtisan kematian berarti kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Kristus dalam babtisan kematian supaya kita hidup dalam hidup yang baru. Inilah kehidupan yang sudah mengala-mi tanda kebangkitan, menjadi baru di dalam Kristus. 1 Korintus 10 : 1 - 5 untuk menjadi pengikut Musa, bangsa Israel telah dibabtis dalam awan dan dalam laut. Artinya mereka telah mengalami tanda kematian dan kebangkitan bersama dengan Kristus. Tetapi sekalipun mereka telah melewati laut Kolsom, di padang gurun banyak diantara mereka yang mati karena ditewaskan oleh Allah. Penyebabnya karena mereka melakukan percabulan, mencobai Tuhan dan bersungut-sungut kepada Allah. Khusus dalam Bilangan 11 : 31 - 35 ketika Allah memberikan daging kepada bangsa Israel, bangkitlah murka Tuhan terhadap mereka dan Tuhan memukul mereka dengan suatu tulah yang sangat besar selagi daging burung puyuh itu masih di mulut mereka. Penyebabnya adalah karena mereka telah di rasuk oleh nafsu rakus. Jadi kalau kita sudah mengalami tanda kematian dan kebangkitan Kristus dalam babtisan kematian, maka kita juga harus menjauhkan diri dari nafsu rakus, jangan lagi menuruti hawa nafsu yang membawa kepada kematian. Filipi 3 : 10 - 11 kita harus meneladani rasul Paulus menghendaki pengenalan akan Kristus dalam kuasa kebangkitan-Nya, persekutuan dalam penderitaan-Nya, supaya kita juga serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya. Sebab kalau kita sudah serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya maka kita akan beroleh kebangkitan dari kematian.Pengenalan yang benar tentang kematian dan kebangkitan Kristus, membuat kita dapat melepaskan semua perkara-perkara yang duniawi bahkan kita juga dapat menganggapnya sampah. Pengenalan akan Kristus inilah yang membuat sehingga Paulus berkata: “Berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” (ayat 9). Jadi kepercayaan kepada kebenaran itulah yang membuat sehingga kita dapat mengenal Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Tanpa kebenaran firman Tuhan, tidak ada seorangpun yang dapat mengenal Kristus. Ayub menyadari bahwa Allah benar-benar hidup dan berkuasa, maka Ayub mencabut segala perkataannya yang selama ini mencoba membenarkan diri sendiri. Ayub itu memang adalah seorang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Tetapi pada akhirnya, Ayub mencabut segala perkataannya itu karena ia sadar bahwa hanya Kristuslah yang benar. Memang sudah menjadi kelemahan bagi orang yang saleh selalu membenarkan diri atau menganggap diri lebih benar dari pada orang lain. Ayub 42 : 5 - 6 setelah Ayub sadar kalau selama ini ia percaya kepada Tuhan hanya karena kata orang, sekarang setelah ia mengenal Allah dan setelah matanya sendiri memandang Tuhan, maka ia mencabut segala perkataannya dan dengan menyesali semua perkataannya. Maka Tuhan memu-lihkan keadaan Ayub dan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Demikian juga dosa orang Kristen zaman sekarang sering sekali merasa diri benar, merasa diri sudah suci, merasa tidak seperti orang lain. Kita manusia sangat memerlukan penyucian dari Tuhan, berbeda dengan Yesus, sebab Yesus adalah firman yang menjadi manusia jadi Ia tidak perlu disucikan, tetapi kita harus disucikan. Yeremia 15 : 16 = jika kita sudah bertemu dengan perkataan-perkataan Tuhan, yaitu menikmati firman Tuhan, maka firman itu akan menjadi kegirangan dan menjadi kesukaan hati kita. Firman Tuhan itulah yang dapat membawa kita kepada pengenalan yang benar akan Kristus Yesus sebagai Kepala dari segala sesuatu. 1 Korintus 11 : 3 Kristus kepala dari tiap laki-laki, menunjuk kepada posisi Kristus sebagai Kepala dari segala sesuatu, menjadi pusat kehidupan kita.

Minggu IV April 2009

“KUASA PENEBUSAN DARAH KRISTUS”

Sebagaimana telah kita lihat bersama PASKAH menunjukkan kepada kita betapa hebat kuasa Allah yang telah melepaskan manusia dari dosa dan maut. 1 Korintus 15 : 26 membuktikan Yesus sebagai korban paskah telah menantang maut dan maut itu telah dikalahkan di bawah kaki Kristus. Dan karena maut telah ditaklukkan di bawah kaki Kristus, maka Allah menjadi semua di dalam semua.
Mengapa kita harus mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus?Jawabannya: supaya kita mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati. 1 Korintus 15 : 53 - 54 menjelaskan = yang dapat binasa harus mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati harus mengenakan yang tidak dapat mati. Sebab kalau kita sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati ini, barulah kita dapat menantang maut atau mengalah kan maut sama seperti Kristus, sebab Kristus itu tidak dapat binasa oleh apapun. MAUT = berbicara tentang kematian, suatu perkara yang sangat ditakuti oleh manusia. Tetapi jika kita telah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati ini, maka sekalipun tubuh mengalami kematian jasmani tetapi tidak disebut mati, tetapi istirahat. Hanya orang-orang yang di luar Tuhan saja kalau mengalami kematian disebut mati, tetapi orang yang di dalam Tuhan disebut hanya istirahat saja. Saudara-saudara, dalam kitab Rut telah digambarkan tentang kehidupan yang mengalami kematian.Yaitu keluarga Elimelekh, pada saat terjadi kelaparan pergi ke Moab meninggalkan Betlehem. Karena mereka mencoba mencari jalan keluar dengan pergi ke Moab, maka ada tiga (3) kematian yang dialami Naomi, yaitu:
- Kematian Elimelekh
- Kematian Mahlon
- Kematian Kilyon
Ini menunjuk tiga kematian yang akan dialami oleh setiap orang yang meninggalkan Tuhan, yaitu:
- kematian jasmani
- kematian rohani
- kematian di dalam api neraka.
Tetapi untung Naomi cepat-cepat sadar dan segera pulang kembali ke Betlehem bersama dengan Rut, menantunya. Sebab lewat ketaatan Rut dalam melakukan segala perkataan Naomi, akhirnya mereka mengalami penebusan. Sejak Naomi dan Rut sampai ke Betlehem, mereka sudah mulai menunjukkan perbuatan yang baik, terutama Rut yang selalu setia melakukan segala perintah Naomi. Maka segala kebutuhan mereka selalu tercukupi, tanah milik Elimelekh dibebus kembali dan Rut berhasil menjadi istri Boas. Ada tiga (3) yang hal yang ditebus, yaitu: orang-orangnya, rumahnya dan juga tanah atau ladangnya. Demikian juga kerinduan Tuhan, Ia mau bukan hanya untuk menebus kita saja, tetapi Ia juga ingin memberkati kita dalam segala hal. Roma 7 : 4 puncak kerinduan Tuhan adalah supaya kita dapat menghasilkan buah-buah yang baik dan berkenan kepada Tuhan.Kalau saudara rindu diberkati Tuhan, langkah pertama yang harus dilakukan ialah: lebih mengu-tamakan mencari Tuhan, mencari kebenaran. Hal ini sudah dikatakan oleh Yesus, ketika Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6 : 33). Sebab kalau kita lebih dahulu mencari Kerajaan Allah serta kebenarnnya, maka Tuhan akan memberkati kita dan mencukupkan seluruh kebutuhan kita. Imamat 25 : 23 - 28 berbicara tentang “penebusan tanah”, tanah itu adalah milik Tuhan, maka harus diberi kesempatan untuk menebusnya kembali Kemudian Imamat 25 : 29 - 34 berbicara tentang “penebusan rumah”. Penebusan ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Kitab Rut psl 4 yang dialami oleh Naomi dan Rut, baik ladang dan segala miliknya ditebus oleh Boas. Sebenarnya masih ada penebus lain yang bisa menebus Rut selain dari Boas, tetapi penebus itu tidak mau menebus Rut, yang mereka tebus hanya tanah milik Elimelekh. Maka Boas tampil menjadi penebus, yang ditebus bukan hanya tanah milik Elimelek saja tetapi juga Rut, orang Moab. BOAS adalah gambaran Kristus, satu-satunya yang sanggup menebus kita dari segala dosa hanyalah Kristus, dan hanya Dia sajalah yang sanggup menjadikan kita menjadi mempelai perempuan Kristus yang kudus dan sempurna. Saudara-saudara, ada dua (2) fungsi mengapa manusia itu harus mengalami penebusan, yaitu:
1. Untuk MENGEMBALIKAN apa yang telah hilang atau terjual.
Ketika manusia pertama diciptakan oleh Allah di taman Eden, pada dasarnya kemuliaan Allah menutupi mereka, walaupun mereka telanjang tetapi mereka tidak malu sebab ada kemuliaan Allah yang menutupi mereka. Tetapi setelah mereka jatuh ke dalam dosa, kemuliaan itu telah hilang dan mereka harus diusir dari taman Eden. Firman Tuhan dalam Roma 3 : 23 mengatakan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Inilah yang menjadi kerinduan Tuhan dalam hidup kita, Ia mau mengembalikan kita kepada kemuliaan-Nya yang semula, yang pernah diberikan kepada manusia.Maka tidak heran kalau kitab Rut itu adalah berbicara tentang kuasa penebusan Kristus dalam penggemba-laan yan di dalamnya ada firman Tuhan. Walaupun Rut itu adalah orang kafir, tetapi karena ia setia mengikuti Naomi sampai ke Betlehem dan taat melakukan segala apa yang diperintahkan Naomi kepadanya, Rut beroleh penebusan dan menjadi istri Boas. Setelah mengalami tanda penebusan, hasilnya mengalami tanda kebangkitan. Naomi yang dahulu sempat berkata: “Jangan sebut aku Naomi, tetapi sebut saja aku Mara” sekarang telah mengalami tanda kebangkitan, hidupnya dipulihkan kembali dan segala kepunyaan-nya yang dahulu baik rumahnya ladang atau tanah-nya telah beroleh penebusan kembali. Kisah Rasul 4 : 4 = kuasa pemberitaan Injil tentang kematian dan kebangkitan Kristus: banyak orang menjadi percaya dan jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Dan kalau kita lihat perkembangan setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, mulai dari sebelas murid meningkat menjadi seratus dua puluh (Kisah Rasul 1 : 15) = meningkat menjadi tiga ribu orang (Kisah Rasul 2 : 41) = meningkat menjadi lima ribu orang (Kisah Rasul 4 : 4) dan puncaknya tidak terhitung nyaknya.
2. Untuk MENGEMBALIKAN damai sejahtera.
Damai sejahtera itu bersumber hanya dari Allah saja, damai sejahtera yang sangat diperlukan oleh semua orang. Yohanes 20 : 19 - 23 setelah Yesus bangkit dari antara orang mati Ia menampakkan diri-Nya kepada murid-murid di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci, Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Yesus tahu setelah Ia mati, murid-murid-Nya telah kehilangan damai sejahtera, itu sebabnya setelah Ia bangkit, Ia tahu apa yang paling dibutuhkan murid-murid, yaitu damai sejahtera. Yesus mau supaya murid-murid jangan tetap di dalam kebimbangan tetapi supaya mereka memiliki pengharapan bahwa di dalam kematian dan kebangki-tan ada kuasa, yang sanggup mengatasi segala masalah. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap hidup di dalam kebenaran supaya kita juga dapat menikmati kuasa kematian dan kebangkitan. Yaitu kuasa yang sanggup mengembalikan apa yang telah hilang dari dalam hidup kita, baik kemuliaan maupun damai sejahtera yang sangat berguna bagi kita.