Minggu, 04 Oktober 2009

Bulletin Oktober 2009

“TANDA DARAH”


minggu 4 Oktober 2009


Saudara-saudara, dahulu kita tidak mengenal dan tidak dikenal Allah, dahulu kita tidak layak disebut umat Allah dan tidak layak menerima janji-janji Allah. Kita disebut orang kafir, yang tidak layak menerima kerajaan Allah. Firman Tuhan yang mengatakan demikian dalam Efesus 2 : 11 - 12 “Karena itu ingat lah - sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia." Tetapi syukur kepada Allah, oleh karena kasih-Nya dan kemurahan-Nya yang begitu besar, Ia telah berkenan mengangkat kita untuk menjadi umat-Nya yaitu oleh “darah Kristus” yang telah mati di atas kayu salib. Oleh kematian Kristus di kayu salib, kita telah beroleh kesempatan untuk dipersekutukan dengan Allah sebab dosa-dosa kita telah ditebus. Firman Tuhan dalam Efesus 1 : 7 mengatakan: “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaaan kasih karunia-Nya.” Jadi jelas oleh darah Kristus, kita telah beroleh penebusan dan pengampunan dari segala dosa-dosa kita. Kuncinya: terima darah Yesus dan hargai korban Kristus yang telah mati untuk menebus dosa-dosa kita. Oleh darah Kristus, kita akan dibebaskan dari 2 (dua) hal, yaitu:
1). 1 Petrus 1 : 18 - 19 dibebaskan dari “kutuk dosa.”
2). Galatia 3 : 13 ditebus dari “kutuk hukum Taurat.”
Ibrani 5 : 8 -9 firman Tuhan menjelaskan sebelum Yesus menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang, Ia telah menunjukkan sikap yang baik, yaitu “Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritanya.” Ketaatan inilah yang membuat sehingga Kristus itu disebut menjadi “pokok keselamatan” bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Jadi dari ayat ini dapat kita ketahui bahwa Kristus menjadi pokok keselamatan tidak kepada semua orang, tetapi hanya kepada mereka yang taat sama seperti Kristus, artinya yang taat beribadah, taat berkorban, taat melakukan segala kehendak Allah dalam firman-Nya. Saudara-saudara, firman Tuhan dalam Galatia 3 : 11 mengatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan dihadapan Allah karena melakukan hukum Taurat, baik orang Israel apalagi orang kafir. Galatia 3 : 10 justru mengatakan: Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat berada di bawah kutuk. Untuk itulah Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, yaitu lewat kematian-Nya di atas kayu salib (ayat 13). Bagi kita gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini kematian Kristus di kayu salib mengandung arti yang sangat besar bagi kita, bukan hanya untuk mengampuni kita dari dosa dan pelanggaran, tetapi terlebih dari pada itu kematian Kristus di kayu salib adalah juga untuk menebus kita dari cara hidup yang sia-sia yang telah kita warisi dari nenek moyang, termasuk dari adat istiadat/tradisi-tradisi.Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap hati-hati supaya jangan sampai ada orang yang menggagalkan iman kita terhadap Yesus Kristus. Sebab dalam Kolose 2 : 16 - 17 firman Tuhan mengingatkan supaya jangan kita biarkan orang menghukum kita mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat, sebab semua ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. Jadi hukum Taurat itu adalah bayangan dari apa yang akan datang sampai Kristus mati di kayu salib untuk menebus kita dari kutuk hukum Taurat. Roma 7 : 14 sebenarnya hukum Taurat itu sifatnya memang rohani, tetapi kalau tidak dapat melakukan hukum Taurat dengan baik, maka sebaliknya akan terjual di bawah kuasa dosa.
Sifat orang yang melakukan hukum Taurat :
- suka melihat kesalahan orang lain
- suka menyimpan kesalahan orang lain
- suka menghakimi orang lain
Contoh : Lukas 7 : 36 - 40.
Dalam ayat ini diceritakan : Ada seorang Farisi (=yang hidup menurut hukum taurat, demikian juga dalam beribadah maupun melayani juga menurut hukum Taurat) mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya, lalu Yesus datang ke rumah orang Farisi itu lalu duduk makan. Kemudian di kota itu juga ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika Yesus sedang makan di rumah orang Farisi tersebut, orang Farisi itu tidak dapat menunjukkan sikap yang baik, ia tidak sujud di bawah kaki Tuhan Yesus untuk menyembah, ia tidak merendahkan diri di hadapan Tuhan Yesus. Tetapi yang dilakukan justru sebaliknya:
- dalam hati ia menghakimi perempuan berdosa
- ia menganggap diri lebih benar dari orang lain
- ia menganggap Yesus tidak tahu dan tidak mengenal siapa perempuan itu.
Dimata Tuhan, sikap seperti ini adalah salah. Mengapa orang Farisi tersebut mempunyai sikap yang demikian? Jawabannya adalah: karena ia melakukan segala sesuatu hanya menurut hukum Taurat, sehingga ia tidak dapat melakukan dengan tulus ikhlas, ia memang mengundang Yesus tetapi bukan untuk menunjukkan kasihnya kepada Yesus.Setelah perempuan berdosa itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, ia datang dengan sikap yang baik dan benar.
- membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi
- sambil menangis mendekat ke kaki Yesus
- membasahi kaki Yesus dengan air matanya
- menyekanya dengan rambutnya
- mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi
*Orang Farisi itu mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya, tetapi yang mendapat pengampunan dosa adalah perempuan berdosa.
**Orang Farisi itu mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya, tetapi yang berhasil mendapat berkat adalah perempuan berdosa.
Galatia 1 : 12 Paulus dahulu sebelum diangkat menjadi rasul, dalam agama Yahudi pekerjaannya adalah: tanpa batas menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya, sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyang. Tetapi setelah Paulus dipanggil dan dipilih menjadi rasul, dan setelah Allah menyatakan diri-Nya kepada Paulus, yang dikerjakan adalah: *memberitakan Kristus di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, **tidak meminta pertimbangan kepada manusia. Inilah bukti betapa besar kuasa korban/darah Kristus yang sanggup mengubah hidup manusia dan menjadikannya menjadi berguna bagi pekerjaan Allah. Efesus 2 : 14 firman Tuhan mengatakan Kristus telah merobohkan tembok pemisah, yaitu perseteruan. Tujuannya: untuk mempersatukan semua orang, baik orang Israel maupun orang kafir dengan Allah di sorga. Efesus 2 : 15 kematian Kristus di kayu salib telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Sekalipun pada awalnya keadaan orang kafir itu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel, tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa Allah dan tanpa pengharapan (ayat 11 - 12), tetapi oleh “darah Kristus” kita yang dahulu “jauh” sekarang sudah menjadi “dekat” (ayat 17). Bahkan oleh kuasa darah Kristus, sekarang kita telah beroleh jalan masuk kepada Bapa sehingga kita bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sudah menjadi anggota-anggota keluarga Allah, jemaat Allah. HALELUYA...!!



"TANDA DARAH"


Minggu - 11 Oktober 2009

Saudara-saudara, perjuangan kita pada akhir zaman ini bukan hanya dalam hal kebutuhan jasmani saja, seperti dalam hal makanan dan minuman, tetapi kita sedang berjuang supaya berhasil menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan yang benar-benar bebas dari kuasa iblis. Sama seperti bangsa Israel ketika mereka masih di Mesir, karena Firaun memaksa mereka bekerja keras, mereka berjuang dengan cara berseru kepada Tuhan supaya bebas dari tangan Firaun. Dan memang Tuhan mendengarkan mereka dan melepaskan mereka dari tangan Firaun dan membawa mereka ke tanah Kanaan. Tetapi perjuangan mereka tidak cukup sampai di situ saja, selama dalam perjalanan di padang gurun mereka juga harus berjuang untuk mengalahkan segala keinginan dan segala sungut-sungut mereka baik kepada Musa maupun kepada Allah.
Kalau kita lihat generasi yang dipimpin oleh Musa, yang berumur dua puluh tahun ke atas, hampir semua ditewaskan di padang gurun, hanya Kaleb dan Yosua saja yang sampai ke tanah Kanaan. Dalam Bilangan 32 : 11 - 12 firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang Israel yang telah berjalan dari Mesir menuju tanah Kanaan, tidak akan melihat tanah Kanaan. Penyebabnya: Akibatnya Firman Tuhan menyebut mereka sebagai karena mereka tidak mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Mereka disebut sebagai “angkatan yang berbuat jahat” (ayat 13).
Apa kejahatan mereka?
Dalam 1 Korintus 10 : 1 - 10 firman Tuhan menjelaskan kepada kita ada beberapa hal kejahatan bangsa Israel yang membuat sehingga banyak di antara mereka yang ditewaskan di tengah jalan, yaitu:
- menyembah berhala
- melakukan percabulan
- mencobai Tuhan dan
- bersungut-sungut.
Khusus ayat 6 & 11 firman Tuhan mengingatkan semua itu telah terjadi menimpa bangsa Israel, tujuannya adalah: “Untuk memperingatkan” supaya kita jangan sampai menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat dan supaya kita jangan meniru sikap dan perbuatan yang telah mereka lakukan.
Inilah generasi lama yang dipimpin oleh Musa, generasi yang tidak mengalami tanda pembaharuan, mereka memang sudah keluar dari Mesir dan sedang berada dalam perjalanan menuju tanah Kanaan, tetapi sayang mereka tidak masuk ke tanah Kanaan sebab di tengah jalan mereka dibinasakan oleh Allah. Hanya Kaleb dan Yosua saja yang sampai ke tanah Kanaan, selebihnya adalah mereka yang lahir di tengah jalan. Inilah yang disebut generasi yang telah mengalami tanda pembaharuan, generasi yang berada dalam pimpinan Yosua.
Sebagai jemaat Tuhan yang sudah ditebus dengan darah yang mahal, yaitu dengan darah Kristus, setelah kita diselamatkan atau dilepaskan dari kutuk dosa sikap selanjutnya yang harus kita miliki adalah: “mengikut Tuhan dengan sepenuh hati” artinya setia beribadah dan melakukan segala perintah Allah. Untuk itu kita juga harus mengalami tanda pembaharuan, harus ada kerelaan meninggalkan/membuang segala cara-cara hidup yang lama, termasuk dari cara hidup yang sia-sia yang telah kita warisi dari nenek moyang termasuk dari tradisi-tradisi atau adat istiadat dari nenek moyang. Sebab jika masih terikat dengan tradisi-tradisi atau adat istiadat dari nenek moyang, itu berarti ia sedang ditawan dan percuma saja ia beribadah kepada Tuhan (Kosose 2 : 8; Matius 15 : 1 - 20). Tuhan Yesus menyebut setiap orang yang masih terikat dengan adat istiadat sebagai "orang munafik" (ayat 7), dan adat istiadat ini bukan Tuhan yang menanamkannya melainkan nenek moyang. Kedatangan Tuhan Yesus Kristus sudah dekat, supaya kita berhasil menyambut Dia sebagai Mempelai Pria Sorga, tidak ada jalan lain selain mengikut Kristus dengan sepenuh hati serta melakukan perintah-Nya dengan taat dan setia.
Saudara-saudara, perjalanan kita sekarang harus sama seperti perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, sudah dekat ke tanah Kanaan, tinggal menyeberangi sungai Yordan saja kemudian berperang untuk menghalau bangsa-bangsa yang tinggal di tanah Kanaan tersebut. Maka supaya kita berhasil masuk ke dalam sorga sikap yang harus kita miliki juga harus sama seperti sikap generasi bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, yaitu “memiliki semangat yang berkobar-kobar.” Inilah yang dimaksud mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Itu sebabnya kalau kita lihat generasi dalam pimpinan Yosua, merekalah yang berhasil masuk ke tanah Kanaan sebab mereka semua sudah memiliki tanda pembaharuan dan sudah mempunyai semangat yang berkobar-kobar.
Pada zaman akhir ini banyak gereja yang lebih menonjolkan pemberitaan tantang berkat-berkat jasmani kepada jemaat-jemaat sehingga tanpa sadar mereka telah menutup-nutupi berita tentang keselamatan yang diperoleh dengan tanda pembaharuan. Maka tidak heran kalau berita tentang kekudusan dan kesempurnaan ini tidak begitu dibuka secara gamblang, sebaliknya mereka memberitakan dongeng-dongeng untuk menyenangkan telinga. Sebagai jemaat Tuhan, kita jangan mau terlena dengan pemberitaan yang tidak sesuai dengan firman kebenaran, sebab bisa mengakibatkan iman tidak bertumbuh dengan baik dan gagal masuk ke dalam sorga.
Lihat bencana-bencana yang telah terjadi di mana-mana, kita jangan tutup mata sebab ini merupakan peringatan dari Tuhan supaya kita lebih sungguh-sungguh mengikut Tuhan baik dalam beribadah maupun dalam melakukan firman Tuhan. Dan bencana ini akan semakin dahsyat terjadi untuk menghukum dunia maupun orang-orang yang tidak bertobat.

Yesaya 40 : 27 ada dua (2) sikap yang perlu kita buang yaitu:
- jangan merasa tersembunyi dari Tuhan
- jangan merasa tidak diperhatikan Tuhan
Kita harus tetap ingat, Tuhan itu adalah Allah yang kekal yang telah menciptakan bumi dari ujung ke ujung dan tidak terduga pengertian-Nya. Jika kita mau sungguh-sungguh mengikut Tuhan dan melakukan segala perintah-Nya dengan taat dan setia, maka Tuhan akan :
- memberi kekuatan kepada yang lemah
- menambah semangat kepada yang tidak berdaya.
Setiap orang yang mau mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh, ia seumpama “rajawali” yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, sehingga sekalipun berlari tetapi tidak menjadi lesu dan berjalan tetapi tidak menjadi lelah (Yesaya 40 : 31).

Keistimewaan rajawali:

1. Membuat sarangnya di tempat yang tinggi, di puncak bukit batu yang sulit didatangi (Ayub 39 : 30 - 33). Dan dari puncak bukit itulah rajawali itu mengintai mencari mangsa baik untuk dirinya sendiri maupun untuk anak-anaknya. Makanannya pun istimewa, yaitu "tubuh" dan "darah." Tubuh dan darah ini menunjuk kepada tubuh dan darah Kristus yang kita terima setiap kali dalam perjamuan Kudus. Lewat tubuh dan darah Kristus inilah kita semakin dikuatkan, diteguhkan supaya tidak menjadi lesu dan tidak menjadi lelah seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya.

2. Hidupnya sudah terlatih, Ulangan 32 : 11 induk rajawali menggoyangbalikkan isi sarangnya dan melayang-layang di atas anak-anaknya, tujuannya adalah untuk melatih anak-anaknya supaya bisa terbang dengan baik. Ini juga menunjuk penampilan Tuhan kepada umat-Nya, Ia melatih kita dengan berbagai-bagai pencobaan supaya kita kuat dan Ia juga mendukung kita di atas sayap rajawali. Jadi rajawali itu adalah menunjuk kepada pribadi Allah sendiri yang mau melatih kita dan mendukung kita dengan kekuatan firman dan Roh Kudus-Nya.

Sesuai dengan firman Tuhan dalam Efesus 5 : 25, untuk membuktikan kasih Allah kepada manusia, Yesus Kristus telah menyerahkan diri-Nya dan mati di atas kayu salib. Oleh darah Kristus, kita telah ditebus dari kutuk dosa dan dibebaskan untuk memperoleh keselamatan. Karena itu semua orang sangat membutuhkan darah Kristus, baik orang benar, orang baik, besar atau kecil, kaya atau miskin, semua membutuhkan korban Kristus. Sebab tanpa korban Kristus tidak mungkin terjadi pengampunan dan keselamatan itu akan jauh dari hidup kita. Karena itu sebagai umat yang percaya kepada Tuhan supaya keselamatan itu menjadi milik kita, kita harus mempunyai sikap yang benar, yaitu: ada kerelaan meninggalkan/menanggalkan cara hidup yang lama dan harus mau mengalami tanda pembaharuan.
Wahyu 12 : 14 puncak rencana Tuhan bagi gereja-Nya adalah untuk menjadikannya menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang dikuduskan dan disempurnakan. Maka gereja Tuhan yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, kepadanya diberikan kedua sayap burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, tempat yang telah disediakan oleh Tuhan untuk memelihara mempelai perempuan itu baik dari tangan iblis maupun dari tangan antikris. Jaminan pemeliharaan itu ditujukan hanya kepada mempelai perempuan Kristus. HALELUYA....!!!




“PEMIMPIN YANG DIPILIH TUHAN”

Minggu - 18 Oktober 2009


Saudara-saudara, pada Buletin minggu yang lalu, kita sudah melihat bagaimana nasib generasi bangsa Israel yang dipimpin oleh Musa bahwa semua ditewaskan selama dalam perjalanan di padang gurun. Penyebabnya: karena mengikut Tuhan tidak dengan sepenuh hati/tidak sungguh-sungguh. Kecuali Kaleb dan Yosua, karena mereka mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, merekalah yang dibawa masuk ke tanah Kanaan. Kalau tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan dengan sepenuh hati, jangankan untuk masuk ke dalam sorga, melihat sajapun tidak diijinkan Tuhan. Sebab kekristenan itu bukan hanya sekedar agama saja, tetapi harus tahu apa tujuan dan kemana sasaran kepengikutan kepada Tuhan. Generasi bangsa Israel dalam pimpinan Yosua supaya bisa masuk ke tanah Kanaan, mereka harus menyeberangi sungai Yordan yang menjadi batas akhir untuk memasuki tanah Kanaan. Untuk menye-berangi sungai Yordan ini tidak gampang, sebab arus nya sangat deras apalagi pada musim menuai. Sebab khusus pada musim menuai air sungai Yordan ini meluap sampai ke tepi, jadi kalau tanpa pertolongan Tuhan arus sungai Yordan ini bisa menghanyutkan orang sampai ke laut mati.
Saudara-saudara, perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua ini merupakan gambaran perjalanan gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini. Sebelum Tuhan membawa gereja-Nya masuk ke dalam sorga, kita juga punya satu musuh yang bisa menghanyutkan, yaitu arus duniawi. Sekarang kita juga sedang diperhadapkan dengan derasnya arus duniawi sama seperti sungai Yordan bisa menghanyutkan banyak orang. Arus duniawi ini bukan hanya menghanyutkan kalangan jemaat-jemaat, tetapi hamba-hamba Tuhan pun banyak yang terseret oleh derasnya arus dunia ini, yang menjebak untuk berbuat dosa. Dan tidak perlu heran kalau pada zaman akhir ini sepertinya dosa itu sudah sangat-sangat sulit dibendung sebab sudah mempengaruhi cara hidup manusia. Dosa itu masuk bukan hanya di kalangan tertentu tetapi sudah kepada semua golongan, baik jemaat mau pun hamba Tuhan, baik orang kaya maupun orang miskin, baik orang besar maupun kecil, dosa yang ditimbulkan oleh arus duniawi ini sudah masuk ke mana-mana.
Maka untuk menangkal supaya dosa yang ditimbulkan arus duniawi ini jangan menguasai semua orang, Tuhan punya cara yang indah, yaitu firman Tuhan harus dikumandangkan, pertama-tama kepada para nabi/para hamba-hamba Tuhan untuk disampaikan kepada jemaat-jemaat. Sejak dalam kitab Perjanjian Lama, untuk berbicara dengan bangsa Israel, Tuhan selalu memakai para pemimpin baik pada zaman Musa, pada zaman nabi Yeremia, pada zaman nabi Yesaya sampai kepada zaman sekarang ini. Tujuannya: untuk memberitakan firman Tuhan kepada umat Allah. Maka sekalipun arus sungai Yordan itu sangat deras tetapi harus tetap dilewati, bangsa Israel tidak boleh berhenti sampai di situ saja apalagi mundur. Yosua 3 : 14 - 17 supaya bangsa Israel bisa melewati sungai Yordan, Tuhan Allah berfirman kepada Yosua supaya imam-imam pengangkat tabut perjanjian berjalan di depan. Dan ketika para imam pengangkat tabut perjanjian itu mencelupkan kakinya ke dalam air sungai Yordan, maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan sehingga bangsa Israel dapat menyeberangi sungai Yordan di tanah yang kering.
“Imam pengangkat tabut perjanjian” = menunjuk hamba-hamba Tuhan yang menjunjung tinggi firman pengajaran, sedangkan “kaki” itu berbicara pendirian. Maka imam pengangkat tabut perjanjian yang mencelupkan kakinya ke dalam air = adalah berbicara tentang pendirian seorang pemimpin terhadap firman pengajaran. Maka sebagai seorang pemimpin, baik sebagai pemimpin jemaat maupun pemimpin dalam keluarga, harus mempunyai pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran. Supaya sekalipun arus duniawi ini sangat deras dan dosa semakin memuncak, tetapi kita harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti apalagi mundur. Sebab seberapapun derasnya arus dunia ini, kita pasti dapat kalahkan dengan kuasa firman pengajaran. Syaratnya: miliki pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan. Sekalipun arus dunia ini begitu deras, kalau kita sudah punya pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan, kita bagaikan berjalan di tanah yang kering, tidak akan hanyut dengan arus dunia ini. Maka sebagai seorang hamba Tuhan maupun sebagai jemaat harus punya pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan.
Cara Tuhan memimpin/menyelamatkan jemaat dari derasnya arus dunia = Tuhan memilih hamba-hamba Tuhan yang sudah punya pendirian, yang sudah punya komitmen terhadap firman pengajaran. Inilah model hamba Tuhan yang dapat menyeberangkan jemaat dari derasnya arus duniawi. Maka jelas hamba Tuhan yang sudah punya pendirian terhadap firman pengajaran sangat berbeda dengan hamba Tuhan yang masih terikat dengan arus duniawi, seperti adat istiadat. Sebab salah satu arus duniawi yang banyak menghanyutkan baik hamba-hamba Tuhan maupun jemaat adalah ajaran turun temurun nenek moyang. Itulah adat istiadat/tradisi-tradisi yang masuk ke dalam gereja dan merusak iman atau pendirian seseorang terhadap firman Tuhan. Kalau Saudara benar-benar rindu masuk ke dalam kerajaan sorga, Saudara harus sudah terlepas dari adat istiadat tersebut.
Saudara-saudara, dalam Yesaya 40 : 31 firman Tuhan menunjukkan bagaimana cara Tuhan menye-lamatkan umat-Nya:
- bagaikan rajawali yang naik terbang.
Tuhan Allah mengangkat rajawali menjadi contoh sebab rajawali itu memang bisa terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya, menaruh sarangnya di tempat yang tinggi yang sulit dijangkau dan makanannya pun istimewa, yaitu tubuh dan darah. Tubuh dan darah ini menunjuk kepada tubuh dan darah Kristus yang kita terima setiap kali dalam perjamuan kudus. Jadi perjamuan kudus merupakan sarana yang diberikan Tuhan supaya kita mampu terbang seperti rajawali.
- berlari tetapi tidak menjadi lesu, berjalan tetapi tidak menjadi lelah
Artinya tetap ada semangat, ada gairah yang berkobar-kobar supaya bisa melarikan diri dari murka Allah yang akan datang. Mazmur 55 : 5 - 9 pemazmur menjelaskan hatinya gelisah sebab kengerian maut telah menimpa. Supaya luput: harus terbang dan berlari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Wahyu 12 : 6 padang gurun itu adalah tempat yang disediakan Tuhan untuk memelihara gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai. Kesanalah kita akan dilarikan, tentunya dengan kekuatan sayap burung rajawali, yaitu firman dan Roh Kudus. Maka supaya bisa lari dan terbang, milikilah semangat yang berkobar-kobar oleh dorongan firman pengajaran dan milikilah semangat mempelai sebab gairah mempelai inilah yang paling besar dari gairah yang lain.
Lukas 3 : 7 orang-orang Yahudi adalah orang yang sangat bertekun dalam hal agama, tetapi tidak bertekun dalam melakukan firman Tuhan, mereka menganggap bisa melepaskan diri dari murka yang akan datang. Maka Yohanes pembabtis menyebut mereka sebagai “keturunan ular beludak” dan sebagai "orang munafik." Dari kitab Lukas psl 3 ini dapat kita ambil pelajaran, supaya kita dapat melarikan diri dari murka Allah yang akan datang, maka kita harus:
- menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan (ayat 8).
- tidak hanya memikirkan untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain/menjadi berkat (ayat 10 - 11).
- jangan mempersulit orang lain, tetapi kita harus belajar jujur, sopan dan teratur.



“PEMIMPIN YANG DIPILIH TUHAN”

Minggu - 25 Oktober 2009

Arti menang = taat dan setia sampai kepada akhirnya. Supaya bisa menang, merupakan suatu perjuangan, sebab yang disebut taat dan setia tidak cukup hanya satu tahun saja, sepuluh tahun, dua puluh tahun, dst, tetapi harus sampai kepada akhirnya. Maka dalam mengikut Tuhan: Tidak ada kata berhenti atau mundur, tetapi bergerak maju sampai kepada akhirnya, menang! Pada hari-hari yang lalu, kita sudah melihat salah satu kelebihan “rajawali”: makanannya daging dan penghisap darah, itu sebabnya rajawali ini bisa naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Bagi kita sekarang, ini mengandung arti yang sangat besar, rajawali itu menunjuk kepada pribadi Allah dan kita adalah anak-anak-Nya. Maka sebagai anak-anak Tuhan atau sebagai jemaat Tuhan, supaya kita bisa naik terbang seperti burung rajawali makanan kita juga harus sama, yaitu daging/tubuh dan darah. Daging dan darah ini menunjuk kepada tubuh dan darah Yesus yang dapat kita terima setiap kali dalam Perjamuan Kudus. Maka bagi kita Perjamuan Kudus itu sangat besar fungsinya, kita dipersekutukan dengan Kristus oleh tubuh dan darah-Nya. Tetapi untuk melakukan Perjamuan Kudus ini tidak sembarangan dan tidak kepada semua orang.

- Perjamuan Kudus tidak boleh dibawa pulang untuk diberikan kepada keluarga atau saudara-saudara yang sedang berara di rumah, terlebih tidak boleh dijadikan sebagai jimat.
- Perjamuan Kudus tidak boleh diberikan kepada anak-anak, sebab pada dasarnya anak-anak itu belum tahu apa arti korban Kristus.
-Untuk melaksanakan Perjamuan Kudus tidak boleh main lempar untuk diperebutkan, tetapi harus dengan penuh hormat.

Dalam 1 Korintus 11 : 23 - 32 firman Tuhan menjelaskan bagaimana proses dalam melaksanakan Perjamuan Kudus, makan tubuh Kristus dan minum darah Kristus menjadi peringatan akan Kristus. Artinya kita mengingat akan korban Kristus yang telah mati di atas kayu salib untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Itu sebabnya setiap kali kita makan tubuh dan minum darah Kristus, kita memberitakan kematian Kristus sampai Ia datang. Maka barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum darah Kristus, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Maka jelas Perjamuan Kudus itu dilakukan tidak sembarangan dan tidak kepada semua orang. Syaratnya: harus bisa menguji diri sendiri.
Saudara-saudara, dalam mengikut Tuhan harus tahu ke mana tujuannya supaya bisa dengan sungguh-sungguh, sebab kalau tanpa tujuan yang jelas, pasti tidak serius, mudah lemah. Tujuan kita adalah supaya masuk ke dalam sorga. Pada hari-hari yang lalu, sudah beberapa kali kita melihat tentang perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, tidak ada yang pasif, tidak ada yang bersungut-sungut, tetapi dengan semangat semua bergerak maju sebab tanah Kanaan sudah dekat. Yosua 3 : 3 Yosua memberi perintah kepada seluruh bangsa Israel supaya semua berangkat dari tempat masing-masing dan mengikuti imam-imam pengangakat Tabut Perjanjian, tidak boleh tinggal. Tetapi syaratnya supaya bisa mengikuti imam-imam pengangkat Tabut Perjanjian: harus menguduskan diri.
Ada dua (2) hal penting tugas yang diberikan Allah kepada Yosua:
1. Untuk membawa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan.
2. Berperang untuk mengalahkan bangsa-bangsa yang diam di tanah Kanaan.
Untuk menyeberangi sungai Yordan, Allah memberi perintah supaya Yosua memerintahkan imam pengangkat Tabut Perjanjian berjalan di depan. Bagi umat Tuhan, arus sungai Yordan ini tidak begitu jadi masalah sebab Tuhan sanggup membuat sungai Yordan menjadi kering sehingga mereka dapat berjalan di tanah yang kering. Dan memang benar, setelah imam-imam pengangkat Tabut Perjanjian berjalan di depan dan mencelupkan kakinya ke dalam sungai Yordan, maka berhentilah air itu mengalir.
Arus sungai Yordan = arus duniawi/kenajisan.
= pengajaran palsu.
Kedua hal ini harus kita perhatikan dengan baik-baik supaya jangan sampai hanyut, baik oleh arus duniawi maupun oleh pengajaran-pengajaran palsu. Dalam Ibrani 2 : 1 firman Tuhan mengingatkan supaya jangan hanyut dibawa arus harus lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar. Maka sebagai hamba Tuhan harus punya pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan, harus menjunjung tinggi firman pengajaran supaya ada modal untuk disampaikan kepada jemaat. Demikian juga sebagai jemaat Tuhan, harus punya pendirian yang teguh akan firman Tuhan supaya jangan hanyut oleh arus duniawi dan oleh pengajaran palsu.
Matius 24 : 4 ketika Tuhan Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya tentang akhir zaman, salah satu yang paling ditekankan adalah tentang adanya pengajaran palsu yang menyesatkan dengan memakai nama Yesus. Ayat 5 = praktek pengajaran palsu itu memakai nama Yesus bahkan mereka juga mengaku sebagai Mesias. Mengapa mereka memakai nama Yesus? tujuannya untuk menyesatkan supaya banyak orang salah arah dalam mengikut Tuhan. Praktek penyesatan ini juga bisa masuk lewat “dukun/paranormal” yang bisa menyembuhkan dan yang selalu menekankan supaya berdoa lebih dahulu.
Dukun/paranormal, walaupun nampaknya baik, bisa menyembuhkan orang, nampaknya bisa memberi jalan keluar, tetapi tetap saja prakteknya bertentangan dengan firman Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sudah seharusnya kita berpegang teguh terhadap firman pengajaran supaya jangan mencoba mencari pertolongan kepada dukun.
Maka sebelum bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan, ada dua (2) hal yang harus mereka persiapkan, yaitu:
1. Yosua 1 : 10 - 11 para pengatur pasukan supaya mempersiapkan “bekal” sebagai persiapan dalam memasuki tanah Kanaan sebab dalam tiga hari mereka akan menyeberangi sungai Yordan. BEKAL = menunjuk firman Tuhan, TIGA HARI = mengalami proses kematian dan kebangkitan. Orang Kristen yang rindu masuk sorga harus punya bekal, yaitu firman Tuhan, tidak ada jalannya bisa masuk ke dalam sorga kalau di dalam seseorang itu tidak ada firman Tuhan. Maka sebagai hamba-hamba Tuhan supaya berhasil membawa jemaatnya masuk ke dalam sorga, ia juga harus punya modal, yaitu firman Tuhan. Firman Tuhan inilah yang akan membawa supaya kita mampu mengalami proses kematian dan kebangkitan, sama seperti Yesus telah mati dan bangkit mengalahkan maut demikian juga kita akan bangkit untuk memperoleh kemenangan.
2. Yosua 1 : 12 - 18 harus mempersiapkan senjata, dengan kata lain mempersenjatai diri supaya punya kekuatan mengalahkan musuh. Walaupun orang Ruben, orang Gad dan suku Manasye yang setengah itu sudah memperoleh warisan dan banyak ternak, tetapi mereka juga harus tetap menyeberangi sungai Yordan di depan saudara-saudara mereka dengan “bersenjata” untuk menolong suku yang lainnya. Ini berbicara tidak ada lagi ikatan dengan perkara-perkara yang duniawi, baik dengan harta maupun dengan ikatan batin. Ternak = harta, anak-anak = ikatan batin.
Maka sebagai jemaat Tuhan, walaupun sudah diberkati, sudah diberi keamanan, diberi kesembuhan dan kesehatan, sudah diberi keturunan, dll, tetapi kita juga harus tetap mempersenjatai diri dengan firman Tuhan. Efesus 6 : 10 - 20 supaya kita bisa kuat di dalam Tuhan dan supaya kita bisa mengadakan perlawanan pada hari-hari yang jahat ini, kita harus mengambil seluruh “perlengkapan senjata Allah” dan semua ini kita temukan hanya di dalam firman pengajaran-Nya.

Senin, 07 September 2009

Buletin September 2009


“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu, 06 September 2009


Puji Tuhan! Kita patut bersyukur kepada Tuhan kita, Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorga yang masih memberikan waktu dan kesempatan bagi kita untuk menikmati firman pengajaran-Nya. Betapa besar rahasia firman Tuhan yang telah dibukakan kepada kita, khususnya dalam tema: “Kristus telah mengasihi jemaat”. Sebagai Suami, atau sebagai Mempelai Pria sorga, Ia telah membuktikan kasih-Nya kepada jemaat dengan cara menyerahkan nyawa-Nya sendiri sebagai korban untuk menebus kita dari dosa dan maut. Ia rindu menjadikan kita menjadi istri-Nya, yg layak dan berkenan dihadapan diri-Nya. Dan tidak cukup sampai disitu saja, Ia juga telah memberikan dan membukakan firman-Nya sebagai sarana untuk membentuk dan mempersiapkan kita sampai benar-benar segambar dengan Kristus. Karena Ia adalah kudus, maka kita juga harus kudus.
Saudara-saudara, disebut “LAKI-LAKI” = karena diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1 : 27). Disebut “PEREMPUAN” = karena diambil dari laki-laki (Kejadian 2 : 23). Karena itu khusus dalam pernikahan, ada empat (4) hal penting yang penting kita ketahui supaya nikah/ keluarga kita dapat berjalan dengan baik, yaitu:
1. Pernikahan itu adalah “Perjanjian Ilahi” atau “perjanjian kudus”.
Maleakhi 2 : 14 - 15 firman Tuhan membuat suatu ketegasan bahwa pernikahan itu disaksikan sendiri oleh Allah. Disebut perjanjian ilahi = karena Tuhan Allah sendiri turut serta menjadi saksi utama. Maka dalam pernikahan yang benar tidak boleh ada kebohongan atau kepalsuan, sebagai suami harus jujur kepada istri, demikian juga sebagai istri harus jujur kepada suaminya, kedua-duanya tidak boleh menyimpan sesuatu.
= karena nikah itu akan dibawa kepada nikah yang kudus, bahkan puncaknya akan menyatu dengan Kristus sebagai Kepala segala sesuatu. Khusus dalam nikah/keluarga, Tuhan punya rencana yang begitu indah dan mulia, mau menyatukan nikah itu dengan Kristus sebagai Kepala, Dialah yang turut bekerja untuk menda-tangkan kebaikan kepada kita.
Kejadian psl 6 = inilah model nikah atau keluarga yang sudah rusak, tidak lagi berada dalam kebenaran firman Tuhan. Dalam pasal ini dapat kita lihat yang rusak bukan hanya pribadi-pribadi, tetapi juga sudah mencakup nikah/keluarga. Dikatakan tidak menyesuaikan diri = karena mengambil siapa saja yang disukai, termasuk mereka yang sudah disebut anak-anak Allah pun juga mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Akibatnya: lahirlah orang-orang raksasa, orang-orang yang gagah perkasa, orang-orang kenamaan. Kalau badannya besar, maka nafsunya juga pasti besar. Karena itu, setiap nikah/keluarga yang tidak mau menyesuaikan diri dengan firman Tuhan, akan melahirkan keturunan yang jahat, tetapi jika nikah itu sudah menyesuaikan diri dengan firman Tuhan, akan menghasilkan keturunan Ilahi. HALELUYA!
2. Pernikahan itu harus menghayati kesatuan dan kebersamaan.
Menghayati = mengutamakan atau menjunjung tinggi. Kalau nikah itu sudah mengutamakan atau menjunjung tinggi kebersamaan, barulah nikah itu bisa dikatakan menjadi satu daging yang tidak terpisah kan lagi oleh apapun. Matius 19 : 5 - 6, firman Tuhan berkata: “Sebab itu laki-laki akan mening-galkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.” Kalau sudah menjadi “satu daging” suami istri itu bukan lagi dua, melainkan satu. Namun sebelum hal ini terwujud, nikah itu harus disatukan lebih dahulu di dalam satu roh, artinya satu di dalam Tuhan, satu penggembalaan, satu tujuan. Kalau sudah satu Roh, apabila laki-laki dan perempuan menjadi satu daging, maka di dalam nikah itu tidak akan terjadi lagi konflik atau percekcokan, apalagi yang namanya perceraian. Efesus 4 : 3 - 6 firman Tuhan menjelaskan tentang kesatuan di dalam Tuhan, dimulai dari satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu babtisan dan satu Allah. Contoh: ADAM, setelah dibentuk dari tanah, kemudian Allah menghembuskan roh supaya hidup. Andaikata Allah tidak menghembuskan Roh-Nya, maka Adam itu tidak akan pernah menjadi manusia yang hidup, akan tetap sebagai patung yang tidak bernafas. Efesus 2 : 1 - 2 = dahulu kita memang sudah mati karena dosa dan pelanggaran. Maka supaya bisa hidup, harus mau mengalami proses kelahiran baru, diciptakan menjadi manusia baru, supaya menjadi manusia yang hidup.
Satu Roh = prakteknya : hidup dalam ibadah.
Satu Jiwa : prakteknya ada kejujuran dan komunikasi yang baik.
Satu tubuh : ada kemesraan, ada sex yang benar.
Kemesraan dan sex yang tidak diawali dengan kesatuan Roh dan satu jiwa, maka rumah tangga itu akan hancur oleh hawa nafsunya sendiri. Tetapi kalau sudah diawali dengan kesatuan Roh, barulah nikah itu bisa satu arah, satu tujuan, sehingga suami istri aman dan tenteram, tidak ada konflik.
3. Pernikahan itu adalah masing-masing mengemban tanggung jawab, suami ada
tanggung jawabnya, istri jug ada tanggung jawabnya.
Efesus 5 : 22 - 31 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bagaimana tanggung jawab suami terhadap istrinya dan tanggung jawab istri terhadap suaminya.
Tanggung jawab suami =
- mengasihi istrinya sama seperti tubuhnya sendiri dengan cara menyerahkan dirinya sendiri, untuk bertanggung jawab kepada istrinya.
- mengasuh dan merawat istrinya seperti Kristus terhadap jemaat.
Cara suami membuktikan tanggung jawabnya: meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya.
Tanggung jawab istri =
- tunduk kepada suami dalam segala sesuatu, ketundukannya sama seperti kepada Tuhan dan menganggap suami itu adalah kepala keluarga. Bukti istri tunduk kepada suaminya, ia menghormati suami nya dan selalu mendukung supaya suaminya bisa maju, dalam pekerjaan, maupun dalam pelayanan.

4. Pernikahan itu adalah tempat mewarisi berkat Allah
1 Petrus 3 : 7 suami harus hidup bijaksana dengan istrinya dan menghormati istri sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan. Inilah yang dimaksud bahwa pernikahan itu adalah tempat Allah mencurahkan berkat-Nya. Amsal 10 : 22 firman Tuhan berkata: “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” Artinya kalau rumah tangga itu sudah sesuai dengan kehendak Tuhan, maka Tuhan sendiri turut campur tangan untuk memberkati dan tidak membiarkan nikah itu masuk ke dalam kesusahan. Maka kalau ada nikah/keluarga yang mengalami kesusahan, harus mau memperhatikan firman Tuhan, masing-masing harus mengoreksi diri sendiri supaya Tuhan memberikan perhatian-Nya. Mazmur 37 : 23 - 25, Tuhan sendiri yang menetapkan langkah-langkah orang yang berkenan kepada-Nya. Dan khusus dalam ayat 25 :
- orang benar tidak pernah ditinggalkan Tuhan.
- anak cucunya tidak akan meminta-minta.
Kunci dari semua itu, kita harus hidup sesuai dengan firman Tuhan, harus tetap setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, dan senantiasa hidup di dalam doa dan penyembahan. Kristus telah membukti kan kasih-Nya kepada kita, maka kitapun harus bisa membuktikan bahwa kita mengasihi Allah dengan cara melakukan segala perintah-Nya. HALELUYA....!!!!


“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu - 13 September 2009


Puji Tuhan .....!!!
Berulang-ulang telah kita lihat bagaimana kasih Allah yang begitu besar mengangkat bangsa Israel menjadi umat Allah. Tuhan Allah mengangkat Hosea untuk menggam-barkan kasih Allah, yang mengangkat derajat bangsa Israel dimata Tuhan. Keluarga Hosea ini juga menjadi gambaran betapa besarnya kasih Allah yang mengangkat derajat kita supaya layak disebut menjadi umat kepunyaan Allah sendiri. Betapa kuatnya kasih Allah mengangkat kita, lewat kematian Kristus di kayu salib sebagai korban untuk memperdamaikan kita dengan Allah, dan untuk mengangkat kita dari dosa dan maut, tidak ada kasih sebesar ini selain kasih Kristus.
Saudara-saudara, sebelum bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, Allah memaksa Firaun dengan sepuluh tulah supaya mau membiarkan bangsa Israel pergi ke tanah Kanaan. Kesepuluh tulah itu diturunkan Allah untuk menghukum Mesir, tidak ada satu tulahpun yang menimpa bangsa Israel. Jadi bangsa Israel telah melihat perbuatan tangan Tuhan yang begitu besar untuk memberikan kelepasan kepada mereka. Tetapi sayang, kalau kita lihat dalam perjalanan bangsa Israel di padang gurun, mereka tidak menun-jukkan sikap dan perbuatan yang baik, sebaliknya mereka justru terjebak kepada penyembahan berhala yang sangat ditentang Tuhan. Tidak cukup sampai disitu saja, setelah mereka sampai ke tanah Kanaan, mereka tidak sungguh-sungguh beribadah, melainkan memberontak dan membelakangi Allah.
Akibatnya mereka diijinkan Allah dibuang ke Babel dan diperbudak di sana selama tujuh puluh tahun. Dan berlanjut terus sampai kepada zaman nabi Maleakhi, nabi terakhir dalam kitab Perjanjian Lama, bangsa Israel masih tetap saja mengeraskan hati dan tidak mau datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kurang lebih selama empat ratus tahun Allah tidak berfirman kepada bangsa Israel sampai kepada kelahiran Tuhan Yesus, yaitu firman yang menjadi manusia (=daging). Walaupun firman itu telah menjadi manusia di dalam diri Yesus, bangsa Israel tetap saja tidak mau datang kepada Yesus, mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, justru mereka menganggap Yesus itu adalah seorang penyesat dan kerasukan setan. Puncak penolakan bangsa Israel terhadap Yesus, mereka menyalibkan Tuhan Yesus di atas bukit Golgota dan mensejajarkan Yesus dengan penjahat.
Syukur kepada Allah, penolakan bangsa Israel terhadap Yesus menjadi berkat yang besar bagi kita, gereja Tuhan dari bangsa kafir. Sebab lewat kematian Yesus di kayu salib, maka terbukalah jalan keselamatan bagi kita, kita telah diperdamaikan dengan Allah oleh korban Kristus.
Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Roma 9 : 30 - 33
- Bangsa Israel, sungguhpun mereka mencoba mengejar hukum yang mendatangkan kebenaran, tetapi mereka tidak sampai kepada hukum itu sebab mereka mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan.
Akibatnya: bangsa Israel tersandung pada batu sandungan, yang menunjuk kepada pribadi Yesus sebagai batu penjuru.
- Bangsa-bangsa lain (=bangsa kafir), yang tidak mengejar kebenaran telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. Maksud nya: orang kafirpun kalau mau percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, akan hidup dalam kebenaran dan akan berbuahkan iman. Iman inilah yang akan membawa kita kepada pengenalan akan Yesus, dapat mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, puncaknya kita akan mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria yang akan datang kembali.
Wahyu 11 : 19 = kepada rasul Yohanes, Tuhan Allah memperlihatkan “Tabut Perjanjian”. Dan seperti yang sudah kita ketahui bahwa pelajaran tentang “Tabut Perjanjian” itu berbicara tentang: Kristus sebagai mempelai laki-laki menyatu dengan gereja yang sudah sempurna, yang menjadi mempelai perempuan-Nya.
Tabut itu letaknya di Ruangan Maha Suci = berbicara tentang kesempurnaan Kristus sebagai Mempelai laki-laki dan kesempurnaan gereja yang menjadi mempelai perempuan.
Maksudnya: gereja yang bisa menjadi mempelai perempuan Kristus adalah gereja yang mau menguduskan diri dari hari kehari sampai sempurna supaya sama seperti Kristus, setelah itu barulah gereja Tuhan itu boleh bersanding dengan Kristus.
Untuk itu, perlu kita ketahui menurut terang tabernakel, yang disebut “anak-anak Allah” itu terdiri dari tiga (3) tingkatan, yaitu:
1. Anak-anak Allah tingkat Halaman, sudah percaya, sudah bertobat, sudah dibabtis dengan air dan dengan Roh Kudus (Halaman). Anak-anak Allah tingkat halaman ini akan masuk ke dalam aniaya antikris dan akan diinjak-injak selama 3 ½ tahun. Wahyu 11 : 1 - 2 pelataran = halaman ini tidak perlu diukur sebab sudah ditentukan untuk diberikan kepada bangsa-bangsa lain, yaitu kepada antikris untuk dianiaya selama empat puluh dua bulan = 3 ½ tahun.
2. Anak-anak Allah tingkat Ruangan Suci, memang sudah berada di Ruangan suci tetapi belum terjamin masuk ke dalam sorga, sebab belum masuk ke dalam kesempurnaan. Dalam Wahyu 13 : 5 - 7, firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang kuduspun, yaitu orang-orang kudus yang tidak menjadi sempurna akan dikalahkan oleh antikris. Kepada binatang yang keluar dari dalam laut (=antikristus) itu akan diberikan kuasa dan diperkenankan untuk berperang melawan dan mengalahkan orang-orang kudus tersebut. Anak-anak Allah tingkat Halaman dan Ruangan Suci bisa masuk ke dalam sorga, dengan syarat: harus mati di dalam Tuhan. Kalau masih hidup pada kedatangan Tuhan yang kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga, mereka akan dikalahkan oleh antikris dan akan dianiaya selama 3 1/2 tahun.
3. Anak-anak Allah tingkat Ruangan Maha Suci, inilah anak-anak Allah yang sudah terjamin masuk ke dalam sorga, akan menang, tidak akan dikalahkan lagi oleh antikris bahkan oleh setan sekalipun. Puncak kemenangan Gereja Tuhan yang sudah sempurna itu akan diangkat menjadi mempelai perempuan Kristus. Matius 5 : 48, Tuhan Yesus sudah membuat suatu aturan dan tolak ukur, yaitu : kita harus sempurna, sama seperti Bapa di sorga adalah sempurna. Ayat ini tidak boleh ditawar-tawar lagi sebab sudah menjadi keputusan langsung dari Tuhan Yesus.
Wahyu 12 : 13 - 14 gereja Tuhan yang jadi mempelai itu digambarkan seperti seorang perempuan yang melahirkan Anak laki-laki dan kepadanya akan diberi kan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari mata ular itu selama satu masa, dua masa dan setengah masa = 3 ½ tahun.
Sebagai jemaat Tuhan, kita harus meneladani sikap rasul Paulus, mencoba mengejar kesempurnaan kalau-kalau ia dapat menangkapnya. Kita dapat melihatnya dalam Filipi 3 : 12, sikap dalam mengejar kesempurnaan :
- melupakan apa yang telah dibelakang, artinya jangan kembali kepada hidup yang lama tetapi terus memandang kepada kesempurnaan.
- mengarahkan diri kepada apa yang dihadapan, artinya terus menerus memperhatikan dan melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.
- berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, artinya harus lebih giat beribadah dan melakukan seluruh kehendak Tuhan. Panggilan sorgawi itu berbicara puncak dari segala rencana Tuhan menjadikan kita menjadi mempelai perempuan.
Karena itu, supaya kita bisa mengejar kesempurnaan tersebut, kita harus memiliki iman yang sejajar dengan perbuatan, memiliki pengharapan yang sejajar dengan kekudusan dan memiliki kasih yang sejajar dengan kesempurnaan. 1 Yohanes 3 : 3, bukti menaruh pengharapan kepada Kristus, harus menyucikan diri sama seperti Kristus adalah suci. Jadi kesucian kita itu harus sama seperti sucinya Kristus. Haleluya....!!!


“T A N D A D A R A H”

20 September 2009
















Salam Sejahtera dari Tuhan kita, Yesus Kristus, Kepala Gereja, Mempelai Pria Sorga. Kita patut bersyukur kepada Tuhan, yang selalu berkenan memberikan firman-Nya kepada kita, yaitu firman yang selalu dibukakan rahasianya. Sehingga lewat firman Tuhan yang telah dibukakan rahasianya itu, maka kita semakin dibawa kepada pengenalan yang benar akan pribadi Allah, di dalam Kristus Yesus, Dialah Mempelai Pria Sorga yang segera akan datang kembali menjemput mempelai perempuan-Nya. Saudara-saudara, dalam firman Tuhan dapat kita lihat gereja yang menang itu adalah gereja yang sudah mempunyai tanda.
Dalam Wahyu 12 : 1 = gereja yang sudah punya tanda itu diumpamakan bagaikan seorang perempuan yang berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Gereja yang jadi mempelai perempuan itu mempunyai tanda yang besar, bukan tanda yang kecil. Ini menunjuk rencana Tuhan di dalam hidup kita, rencana yang besar bukan rencana yang kecil, karena itu jangan sampai ada orang yang menganggap keselamatan itu perkara yang kecil. Apalagi untuk menjadikan kita sebagai mempelai perempuan, ini bukan perkara yang kecil, jangan sampai ada orang yang menganggap remeh akan Firman Pengajaran Mempelai yang Alkitabiah.
Berselubungkan matahari = hidup sepenuhnya dikuasai dan ditutup bungkus oleh Allah Bapa.
Bulan di bawah kaki = Punya pendirian yang benar di atas dasar kebenaran, atau dengan kata lain sudah berdiri di atas korban/darah Kristus Bermahkotakan dari dua belas bintang = pikirannya sudah dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus.
Inilah model gereja Tuhan yang akan mengalami kemenangan demi kemenangan bersama dengan Kristus, menang terhadap pekerjaan iblis/setan, menang mengalahkan dunia dan menang terhadap keinginan atau tabiat daging. Kalau gereja Tuhan itu tidak menang bersama dengan Kristus, maka akan mengalami tanda yang lain. Sebab dalam ayat 3 dikatakan ada juga tanda yang lain dilangit sebagai tandingan gereja yang telah menjadi sempurna, bahkan tanda yang lain ini akan mencoba menjatuhkan gereja Tuhan yang telah menjadi mempelai perempuan Kristus. Tanda yang lain di langit itu adalah “seekor naga merah padam” yang besar, berkepala tujuh, dan bertanduk sepuluh, dan diatas kepalanya ada tujuh mahkota. Tanda yang lain ini adalah tandingan bagi gereja Tuhan yang telah menjadi sempurna. Cara kerja setan/iblis = pertama-tama menggoda atau merayu dengan kelicikannya, dengan maksud supaya jatuh ke dalam dosa. Kemudian ia juga mendakwa kita siang dan malam di hadapan Allah, segala perbuatan kita selalu dilaporkan kepada Allah, apalagi kalau kita berdosa (Wahyu 12 : 10). Karena itu kalau orang-orang Kristen jaman sekarang tidak punya pendirian yang kuat terhadap kebenaran, dan kalau dalam hidupnya tidak ada tanda darah Kristus, maka dengan mudah akan jatuh baik oleh angin-angin pengajaran maupun oleh hawa nafsunya sendiri.Jadi segala dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang pernah kita lakukan, akan dilaporkan oleh setan/iblis bukan hanya kepada manusia saja, tetapi juga langsung kepada Allah, di sorga, iblis akan mendakwa kita siang dan malam dihadapan Allah. Wahyu 12 : 4 = ekor ular naga yang merah padam itu menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.
Bintang-bintang itu menunjuk anak-anak Tuhan yang sudah kudus tetapi sayang tidak sampai kepada kesempurnaan. Bintang-bintang ini sama seperti yang dikatakan dalam Wahyu 13 : 7, antikristus diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka.
Jika demikian halnya, bagaimanakah caranya supaya kita bisa menang baik terhadap dakwaan maupun pekerjaan iblis? Supaya kita bisa menang terhadap dakwaan iblis, caranya kita harus memiliki tanda darah anak domba, yaitu oleh “darah Yesus Kristus.”
Karena itu, jika Yesus Kristus telah mati untuk kita dan telah memberikan darah-Nya sebagai tanda dalam hidup kita, akan ada berkat-berkat rohani yang akan kita peroleh dari Tuhan, yaitu: Roma 8 : 31 - 39 - tidak ada yang dapat melawan kita
- tidak ada yang dapat menggugat kita
- tidak ada yang menghukum kita
- tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus.
Jika Kristus sudah dipihak kita, kita mempunyai keyakinan iman, sehingga baik penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya atau pedang, tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus, sebab tanda darah itu kuat dan lebih kuat dari maut sekalipun. Jaminannya Roma 8 : 32 = oleh karena Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua. Oleh kuasa darah Kristus yang telah mati dan yang telah bangkit itu, Ia telah memberikan tanda dalam hidup kita supaya kita menang terhadap iblis dan pekerjaannya. Yehezkiel 9, firman Tuhan menjelaskan kepada kita bagaimana bagaimana kekuatan tanda yang diberikan Allah kepada umat-Nya. Tanda yang diberikan Tuhan adalah “huruf T”, yang menunjuk kepada salib Kristus, atau darah Kristus yang telah tercurah di atas kayu salib untuk kita semua.Dalam Yehezkiel psl 9 ini dijelaskan: ada enam orang laki-laki dengan alat pemusnah di tangannya, mendapat perintah langsung dari Allah untuk menjalankan hukuman atas kota Yerusalem. Namun demikian, ada satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu “alat penulis”. Pekerjaannya : untuk menuliskan tanda “huruf T” pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di Yerusalem. Dan semua orang yang sudah di tandai dengan “huruf T” itu tidak akan masuk ke dalam malapetaka, bahkan disinggungpun tidak boleh. Tetapi semua orang yang tidak ditandai dengan “huruf T”, Tuhan sendiri yang memberi perintah supaya diikuti dari belakang dan memukulnya sampai mati, kepada mereka tidak ada lagi rasa sayang dan belas kasihan. Baik orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, akan dibunuh dan dimusnah kan oleh keenam orang yang memegang alat pemukul masing-masing ditangannya. Tuhan Allah sengaja mengijinkan lebih banyak yang merusak daripada memperbaiki, lebih banyak orang yang menyesatkan daripada pemberita kebenaran. Maksud semuanya ini adalah supaya kita, sebagai jemaat Tuhan, sudah seharusnya memiliki tanda, yaitu darah Kristus, darah yang memberi kemenangan terhadap iblis/setan.
KUASA DARAH ANAK DOMBA / KORBAN KRISTUS 5 P :
1Yohanes 2 : 1 - 2 firman Tuhan menjelaskan fungsi darah Yesus, jika kita berbuat dosa, maka kita telah mempunyai Pengantara pada Bapa, Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita. Bukan berarti Tuhan setuju kita berbuat dosa, Ia tetap benci pada dosa kita, hanya jika ada yang sempat berbuat dosa, sudah ada darah Kristus sebagai Pengantara untuk memperdamaikan kita kembali dengan Bapa. Inilah bukti betapa kuatnya darah Kristus Yesus itu untuk membenarkan dan membetulkan hidup kita.

Minggu, 09 Agustus 2009

Bulletin Agustus 2009




“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”


Minggu 2 Agustus 09


Menjadi Orang Pilihan Allah

Fungsi penebusan yang dikerjakan oleh korban Kristus yang mati di kayu salib:
- menebus kita dari dosa
- menebus kita dari cara-cara hidup yang sia -sia yang kita warisi dari nenek moyang. Kristus menebus kita bukan hanya dari dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang telah kita perbuat sendiri, tetapi kita juga harus ditebus dari cara hidup yang sia-sia, yang selama ini telah kita warisi dari nenek moyang kita. 1 Petrus 1 : 18 - 19 bukti kuasa penebusan yang dikerjakan oleh darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan yang tak bercacat, kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang telah kita warisi dari nenek moyang. Tujuannya: supaya kita layak disebut sebagai jemaat yang dikasihi Tuhan. 2 Korintus 5 : 17 = jemaat itu disebut ciptaan yang baru setelah ditebus dari dosa dan dari cara hidup yang sia-sia, sudah meninggalkan cara hidup yang lama. Setiap orang yang sudah mengalami penebusan lewat korban Kristus, inilah yang dapat disebut “hidup di dalam Kristus” sebab ia sudah menjadi ciptaan baru. Sama seperti yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 5 : 24 = pindah dari dalam maut kepada hidup (=keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib). Syaratnya: “dengar” dan “lakukan” firman Tuhan. Setiap orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan, maka ia akan mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum. Kuncinya: asal kita mau mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia. Matius 24 : 37 - 42 firman Tuhan telah menubuatkan betapa kuatnya cara hidup yang sia-sia itu mengikat hidup manusia sehingga tidak taat kepada kebenaran. Pada zaman akhir ini akan terjadi lagi seperti yang pernah terjadi pada zaman Nuh. Perbuatan yang paling menonjol pada zaman Nuh adalah: manusia terseret kepada perbuatan-perbuatan yang merusak diri sendiri bahkan merusak rumah tangga/keluarga. - Kejadian 6 : 2 = anak-anak Allah (=keturunan dari Set) sembarangan mengambil istri dari anak-anak perempuan, siapa saja yang disukai mereka. Ini berbicara rumah tangga yang hancur karena tidak memperhatikan firman Tuhan.
- Kejadian 6 : 5 = kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata, ini berbicara pribadi-pribadi yang rusak juga karena tidak memperhatikan firman Tuhan.
Akibatnya: semua manusia pada zaman Nuh dibinasakan bersama-sama dengan binatang-binatang dengan air bah. Hanya Nuh, istri Nuh anak-anak dan menantu-menantunya saja yang selamat. Apa yang terjadi pada zaman Nuh ini, akan terjadi kembali pada zaman akhir menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Matius 24 : 37 = Tuhan Yesus berkata: “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Jadi ini merupakan nubuatan firman Tuhan bahwa apa yang pernah terjadi pada zaman Nuh akan terulang kembali pada zaman akhir ini. Akan banyak pribadi-pribadi yang hancur karena perbuatannya sendiri, bahkan keluarga-keluarga yang hancur karena tidak memperhatikan firman Tuhan. Walaupun mereka sudah disebut sebagai “anak-anak Allah” (Kejadian 6 : 2) tetapi mereka masih juga melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Seperti: sembarang bergaul, sembarangan mengambil istri, perbuatan mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Apa yang telah terjadi pada zaman Nuh ini, menjadi peringatan kepada kita sekarang, walaupun sudah disebut “anak Allah” tetapi masih juga memungkinkan jatuh ke dalam dosa dan kejahatan. Maka supaya kita tidak sampai terjebak ke dalam dosa dan kejahatan, ada satu sikap yang harus kita ketahui, yaitu:
“Jangan sembarangan bergaul dengan orang-orang yang tidak hidup di dalam kebenaran.” Sebab dalam 1 Korintus 15 : 33 firman Tuhan menjelaskan bahwa pergaulan yang buruk itu dapat merusakkan apa yang baik. Artinya: segala sesuatu yang baik, yang telah kita lakukan kepada Tuhan, seperti berdoa, memuji Tuhan, berkorban, semua itu bisa menjadi tidak berkenan kepada Tuhan kalau kita sembarangan saja bergaul. Roma 5 : 8 = bukti kasih Allah kepada kita : Kristus telah mati untuk kita , ketika kita masih berdosa. Oleh darah-Nya sendiri, Ia telah membenarkan kita supaya diselamatkan dari murka Allah yang akan datang menimpa seluruh dunia ini. Puncak rencana Tuhan dalam penebusan-Nya adalah: supaya kita layak disebut sebagai jemaat pilihan yang berkenan kepada Allah. Sebab khusus kepada jemaat yang sudah menjadi pilihan Allah, Tuhan telah menyediakan segala berkat di sorga. 2 Petrus 1 : 10 = kita ditebus, tujuannya supaya “panggilan” dan “pilihan” kita makin teguh. Sebab jika panggilan dan pilihan kita sudah teguh, maka kita tidak akan pernah tersandung lagi. Puncaknya kepada kita akan dikaruniakan “hak penuh” untuk memasuki kerajaan kekal, yaitu sorga (ayat 11). Keistimewaan org pilihan Tuhan:
- segala dosa-dosa diampuni Allah - Efesus 1 : 6 - 7
- mendapatkan firman Tuhan - Efesus 1 : 13
- dimeteraikan dengan Roh Kudus - Efesus 1 : 14.
Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, selama di padang gurun ada dua (2) hal yang membuat mereka gugur:
1. ULAR, sifatnya mematikan
2. KALAJENGKING, sifatnya menyiksa
Mazmur 58 : 2 - 6 = orang-orang fasik dan orang-orang jahat itu sudah menyimpang dari sejak dari kandungan, disejajarkan dengan bisa ular atau seperti ular tedung. Mazmur 140 : 2 - 5, Daud berdoa kepada Tuhan supaya dijauhkan/diluputkan dari pada manusia jahat yang suka melakukan kekerasan atau yang selalu merancang kejahatan dalam hatinya. Pekerjaan orang fasik/cara kerja ular : manghasut-hasut perlawanan, baik kepada sesama jemaat, kepada Tuhan maupun kepada penggembalaan. Contoh dalam Perjanjian Baru, Matius 3 : 7 orang Farisi dan orang Saduki disejajarkan dengan ular beludak, karena mereka mendengar firman Tuhan tetapi tidak melakukannya. Sebenarnya orang Farisi itu adalah orang yang sangat suka beribadah, bahkan mereka sudah melayani di bait Allah. Tetapi sayang, mata rohani mereka tertutup terhadap kebenaran. Salah satu pekerjaan mereka: suka menghasut-hasut orang banyak supaya jangan percaya kepada Yesus dan supaya jangan menjadi murid Yesus. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap mempertahankan supaya panggilan dan pilihan kita makin teguh, supaya jangan sampai dihasut oleh mereka yang suka menghasut kebenaran. Sifat ular kalau sudah mematok orang, maka orang itu akan segera mati kalau tidak segera ditolong. Wahyu 9 : 3 - 10 kalajengking diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, tetapi hanya untuk menyiksa atau menyakiti mereka. Yehezkiel 2 : 3 - 7 kalajengking itu menunjuk sifat pemberontakan yang selalu melawan kebenaran. Karena itu, sekalipun kita tinggal di tengah-tengah orang yang suka memberon-tak, tetaplah tinggal di dalam kebenaran, tetap setia beribadah dalam penggembalaan yang benar, yang di dalamnya ada firman pengajaran yang sanggup menguatkan dan meneguhkan panggilan dan pilihan kita. Walaupun banyak orang yang ingin menghasut-hasut supaya kita jangan melakukan firman Tuhan, tetapi jika kita tetap berada di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka panggilan dan pilihan kita itu akan semakin teguh, kita tidak akan pernah bisa tersandung oleh apapun. Haleluya....!!



“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu 9 Agustus 09


*** Menjadi orang-orang pilihan Allah.


Sebagaimana telah kita lihat pada minggu-minggu yang lalu, yang disebut jemaat Tuhan itu ditandai dengan tiga (3) hal, yaitu:
Sudah ditebus dengan darah Kristus,
dibangun di atas dasar kebenaran
dan yang dipilih supaya dipisahkan menjadi milik Kristus.
Dan khusus bagi orang-orang yang sudah dipilih, perjuangan Tuhan sangat besar supaya orang-orang pilihan itu tidak gugur imannya.
Kita bisa menjadi jemaat yang berarti dan berguna bagi Allah apabila kita sudah dijadikan menjadi orang-orang pilihan Allah. 1 Petrus 2 : 9 - 10, yang diakui sebagai jemaat Tuhan adalah mereka yang telah dipilih, yaitu kita yang sudah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Memang pada awalnya yang diakui sebagai jemaat Allah adalah bangsa Israel. Tetapi setelah Kristus mati di atas kayu salib, Ia telah menebus kita dari dosa dan dari maut supaya kita juga layak disebut sebagai umat kepunyaan Allah, sebagai jemaat Tuhan. Maka tergenapilah sudah apa yang telah dikatakan firman Tuhan dalam 1 Petrus 2 : 10 kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir : yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya yang dahulu tidak dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan Mazmur
2 : 74 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan telah memperoleh umat-Nya sejak zaman purbakala dengan cara menebus supaya menjadi milik kepunyaan Tuhan sendiri.Puncak rencana Tuhan dalam hidup kita, setelah kita dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, Ia mau menjadikan kita sebagai jemaat, kepunyaan Tuhan sendiri. Untuk mewujud kan rencana ini, Tuhan mau mencengkram kita dengan kekuatan-Nya, dalam kuasa firman dan Roh Kudus-Nya. Yesaya 31 : 4 firman Tuhan menjelaskan kepada kita penampilan Tuhan itu bagaikan “seekor singa muda” yang menggeram untuk mempertahankan mangsanya, ia tidak terkejut dan tidak mau mengalah terhadap keributan musuh. Demikian juga dalam Wahyu 10 : 1 - 4 penampilan Tuhan dalam pembukaan rahasia firman ada seruan dengan suara yang nyaring sama seperti “singa yang mengaum” Demikianlah penampilan dan pekerjaan Tuhan untuk mempertahankan gunung Sion, yaitu gereja yang mau dibentuk menjadi mempelai perempuan Kristus. Untuk mempertahankan kita supaya tetap tinggal di dalam terang firman pengajaran, Tuhan akan membukaan rahasia firman-Nya. Bagaikan suara singa yang mengaum, demikianlah suara Tuhan dalam kuasa pembukaan rahasia firman-Nya. Firman Tuhan inilah yang mencengkram hidup kita supaya tetap tinggal di dalam kebenaran. Jika Tuhan Yesus tampil bagaikan “singa yang mengaum” di dalam diri kita akan ada rasa takut :
- takut untuk berbuat dosa.
- takut kalau tidak beribadah.
- kalau sempat terlanjur berbuat dosa, di dalam hati ada rasa takut sehingga bertobat kembali. Dan setiap orang yang sudah dicengkram oleh firman Tuhan:
- dapat beribadah dengan, setia sopan dan teratur sehingga dapat memuliakan Allah.
- dapat melayani dengan penuh rasa hormat & takut, sehingga hal-hal yang merusak iman tidak masuk ke dalam ibadah & pelayanan. Roma 7 : 4 yang disebut sebagai jemaat Tuhan adalah mereka yang sudah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, artinya tidak lagi di bawah kutuk hukum Taurat. Inilah orang-orang pilihan Allah (Roma 1 : 6) yang telah ditebus supaya menjadi milik orang lain, yaitu Kristus, supaya kita berbuah bagi Allah. Yohanes 3 : 29 Yohanes pembabtis memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Mempelai laki-laki, yang empunya mempelai perempuan. ESTER berhasil menjadi istri raja Ahasyweros karena berhasil dipilih dari antara semua perempuan. Untuk mempersiapkan Ester, selama 12 bulan ia harus berada di bawah pengawasan untuk membuat wangi-wangian supaya benar-benar cantik dipemandangan raja. Demikian juga supaya kita berhasil menjadi istri Tuhan (=menjadi mempelai perempuan Kristus), kita harus dikuduskan terus menerus oleh kuasa firman dan Roh Kudus sampai tidak bercacat dan tidak bercela lagi di hadapan Tuhan.
- Ester itu memang sudah dari awalnya cantik, tetapi sekalipun demikian, supaya ia berhasil dipilih menjadi istri raja Ahasyweros, ia juga harus berada di bawah pengawasan.
- Kita memang sudah kudus sebab sudah ditebus dengan darah Kristus, tetapi masih harus dilanjutkan lagi dengan cara menerima firman pengajaran, yang sanggup menyucikan hidup kita dari segala cacat cela. Yohanes 15 : 1 - 2 yang sudah berbuahpun harus dibersihkan lagi supaya lebih banyak berbuah. Ini sepenuhnya pekerjaan Kristus dalam kuasa firman dan Roh Kudus-Nya yang menyucikan kita dari hari ke hari, dikuduskan terus menerus sampai sempurna, sama seperti Kristus. Untuk itulah Tuhan Yesus tampil bagaikan singa yang mengaum untuk mempertahankan gereja-Nya yang sudah di tebus dengan darah-Nya yang mahal.Demi terbentuknya gereja menjadi mempelai perempuan Kristus, yang kudus dan sempurna, Ia akan mempertahankan kita dengan mempertaruhkan nyawa-Nya sendiri, bagaikan singa yang menggeram untuk mempertahankan mangsanya. Mangsa-Nya itu adalah kita sendiri, gereja yang sudah ditebus dengan darah-Nya sendiri. Yesaya 5 : 1 - 2 bangsa Israel adalah tanam-tanaman Tuhan, bagaikan pokok anggur pilihan. Tuhan menantikan buah anggur yang baik, tetapi sebaliknya yang dihasilkan adalah buah anggur yang asam. ayat 7 - Tuhan menantikan keadilan, tetapi yang ada adalah kelaliman.
- Tuhan menatikan kebenaran, tetapi yang ada adalah keonaran. Dari ayat firman Tuhan ini dapat kita lihat buah yang dinantikan Tuhan dari umat-Nya adalah KEADILAN & KEBENARAN, karena Yesus itu adalah adil dan benar adanya, maka Ia juga rindu supaya jemaat-Nya itu berbuahkan keadilan dan kebenaran. Maka dalam ayat 5 - 6 dapat kita lihat sebagai akibat karena bangsa Israel tidak tidak berhasil menghasilkan buah keadilan dan kebenaran.
1. Tuhan sendiri akan “menebang pagar durinya” sehingga kebun itu dilanda habis, artinya: tidak ada lagi perlindungan dari Tuhan.
2. Tuhan akan “melanda temboknya”, sehingga kebun itu diinjak-injak, artinya: akan masuk ke dalam aniaya antikristus.
3. Akan “ditumbuhi semak duri”, artinya hidupnya akan dihimpit kekuatiran dan ketakutan.
4. “Tidak dirantingi dan tidak disiangi”, artinya: hidupnya tidak lagi mengalami penyucian dan tidak lagi berada dalam pimpinan Tuhan.
Matius 12 : 43 - 45 apabila roh jahat keluar dari manusia, roh itu masih memungkinkan kembali lagi kepadanya. Walaupun sudah bersih tersapu (=sudah disucikan dari dosa) dan rapi teratur (=sudah sempat diatur oleh Tuhan/sudah sempat masuk ke dalam pelayanan), tetapi roh itu masih bisa masuk lagi, bahkan dengan tujuh roh lain yang labih jahat daipadanya, sehingga keadaanya lebih buruk dari semula. Hidup manusia yang kosong dengan firman Tuhan, walaupun ia sudah sempat bertobat, sudah beribadah dan mendengar firman Tuhan, tetapi kalau firman itu tidak berbuah, maka keadaanya akan lebih buruk dari yang sebelumnya.


“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

Minggu 16 Agustus 2009


= BERBUAHKAN KEBENARAN =

Hosea 1 : 1 - 9 perbuatan yang telah dilakukan bangsa Israel pada zaman nabi Hosea : mereka telah berdosa kepada Allah dengan cara bersundal hebat dan membelakangi Tuhan. Maka Tuhan Allah mengangkat keluarga Hosea sebagai contoh untuk menggambarkankan keadaan bangsa Israel yang tidak setia lagi kepada Tuhan. Berfirmanlah Tuhan kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan” (ayat 2). Maka Hosea mengambil Gomer binti Diblaim dan mengawininya, kemudian perempuan itu melahirkan anak-anak persundalan, yang menggambarkan kehidupan bangsa Israel yang sesungguhnya di hadapan Tuhan.
YIZREEL : hutang darah
LO-RUHAMA : tidak disayang lagi : tidak diampuni lagi dosanya
LO -AMI : bukan umat Allah
Demikianlah keadaan bangsa Israel di hadapan Tuhan yang sebenarnya, mereka penuh dengan hutang darah, mereka tidak lagi disayangi oleh Tuhan dan tidak diakui lagi sebagai umat Allah. Jika keadaan bangsa Israel yang sudah sedemikian bobroknya dihadapan Tuhan, dengan apakah mereka diangkat kembali supaya layak disebut sebagai umat Allah? Caranya: Kristus tampil sebagai Suami, atau sebagai Mempelai Pria sorga, untuk mengangkat segala kelemahan, segala dosa dan pelanggaran mereka.Hosea mau mengawini Gomer binti Diblaim, perempuan sundal, adalah gambaran pribadi Allah sendiri yang mau mengambil orang-orang berdosa dan menjadikannya sebagai istri Tuhan. Kristus telah mati di atas kayu salib sebagai jalan untuk menebus kita, yang selama ini telah berhutang karena dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita. Sebenarnya oleh karena dosa dan pelanggaran tersebut, kita telah berhutang darah kepada Allah, tidak disayangi dan tidak layak disebut sebagai umat Allah, tetapi oleh kematian Kristus di kayu salib, Ia telah mengambil kita dan mau menjadikan kita sebagai istri-Nya. Sebenarnya kalau dilihat dari dosa-dosa dan pelanggaran yang telah kita perbuat, betapa bobrok nya hidup ini di mata Tuhan, tidak layak dimata Tuhan. Tetapi syukur kepada Allah, Ia telah memberikan diri-Nya sendiri menjadi korban, seperti Hosea yang mengambil Gomer binti Diblaim menjadi istrinya, demikianlah Tuhan telah menyerahkan diri-Nya sendiri sebagai korban untuk mengangkat hidup kita supaya layak disebut menjadi umat kepunyaan Allah, yang disayangi Allah. Jadi Hosea itu adalah gambaran pribadi Allah, yang mengambil dan mengangkat baik orang Israel maupun orang kafir, untuk dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus. Matius 19 : 5 “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Ayat ini menjadi bukti tentang pengorbanan Kristus sebagai Suami, ......telah berkorban menyerahkan diri-Nya untuk menyatu dengan Istri-Nya, yaitu gereja yang jadi mempelai perempuan-Nya. Arti menyerahkan diri-Nya: bukan hanya sekedar memberikan nyawa, bukan hanya sekedar memberikan berkat, tetapi mencakup seluruh hidup, termasuk nyawa, tenaga dan waktu. Karena itu kalau Tuhan Allah mau mengangkat kita menjadi mempelai-Nya, tentu ada yang diingin kan Tuhan dari hidup kita, yaitu: supaya kita menghasilkan “buah kebenaran” dan “keadilan.” Maka supaya kita bisa menghasilkan buah kebenaran dan keadilan, jalan satu-satunya: kita harus tetap tinggal di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Yohanes 15 : 1 - 2 tinggal di dalam Tuhan itu bagaikan ranting yang tetap pada pokok, Kristus adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantinganya. Atau bagaikan pelita yang ditempatkan pada cabang-cabang, yang seluruh nya ditopang oleh pokok. Itu sebabnya untuk membuat pelita, membutuhkan waktu, tenaga, pikiran, dan kesabaran yang besar. Supaya kita bisa menjadi pelita, Tuhan juga begitu sabar membentuk kita dari hari demi hari sampai berhasil menghasilkan buah kebenaran dan keadilan. 2 Petrus 3 : 9 bukti kesabaran Tuhan, Ia menghendaki supaya jangan ada seorangpun yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Bagi kita, kesabaran Tuhan itu adalah suatu kesempatan yang baik untuk mengubah hidup kita supaya berkenan kepada Tuhan. Tetapi bagi orang yang tidak mengenal Tuhan dengan benar, mereka menganggap kesabaran Tuhan merupakan suatu kelalaian saja. Saudara-saudara, yang disebut hubungan yang benar dengan Tuhan adalah hubungan karena mendengar dan melakukan firman Tuhan. Karena itu jangan menjadi orang Kristen yang “sentimentil” bisa memuji Tuhan dengan suara yang bagus, bisa mengucapkan kata-kata yang indah dalam penyembahan, tetapi dalam prakteknya ia jauh dari kebenaran, hidupnya tidak sesuai dengan apa yang keluar dari mulutnya. Jadi yang disebut orang Kristen yang sentimentil adalah lain dimulut lain dalam praktek hidupnya sehari-hari. Matius 7 : 21 - 23 :
- banyak orang berhasil berseru kepada Tuhan: “Tuhan, Tuhan” tetapi tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga.
- banyak orang berhasil melayani Tuhan dengan karunia yang besar, seperti bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat, tetapi tidak berhasil dikenal oleh Tuhan. Mereka ditolak dan tidak dikenal oleh Tuhan penyebabnya: karena tidak menjadi pelaku firman.
Karena itu supaya kita bisa menghasilkan buah kebenaran, ada dua (2) sikap yang harus kita miliki:
1. Memperhatikan dan mempergunakan waktu yang singkat (Ibrani 12 : 9 - 10).
Prakteknya: - bersedia dididik, kita harus taat kepada Bapa segala roh yang mau mendidik kita supaya bijaksana. mengerti arti didikan, sebab jika kita dididik tentu ada tujuannya, yaitu
untuk mendatangkan kebaikan. Jika kita sudah bersedia dididik dan mengerti arti didikan tersebut, maka kita akan menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai sejahtera (ayat 11).
2. Ada kerelaan untuk memberi (2 Korintus 9 : 9 - 10).
Sebagaimana Kristus rela membagi-bagikan dan memberi kepada orang miskin, demikian juga di dalam diri kita harus ada kerelaan untuk memberi dan membagi-bagikan kepada orang lain. Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaran. Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, tetapi orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. MENABUR itu sama dengan memberi kepada Tuhan, berarti di dalam dirinya ada sikap untuk melakukan kebenaran. Tetapi ingat, memberi kalau tidak didasari dengan kebenaran,tidak akan menghasilkan kebenaran. Sebagai contoh: ada orang memberi/mengembalikan milik Tuhan (=perpuluhan) dengan tujuan supaya cepat diberkati Tuhan, supaya cepat dapat pekerjaan, supaya cepat sembuh, supaya cepat dapat jodoh, dll, ini adalah sikap yang salah, tidak sesuai dengan kebenaran. Mengembalikan milik Tuhan itu harus karena didasari oleh kebenaran, ada sikap kerelaan untuk memberi supaya Tuhan benar-benar berkenan dalam hidup kita.

Kamis, 11 Juni 2009

Bulletin minggu Juni 2009


“HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH”

minggu 7 juni 09


HARI KE-50 = HARI PENTAKOSTA yaitu sejak Yesus bangkit dari antara orang mati sampai kepada pencurahan Roh Kudus. Kisah Para Rasul 1 : 6 - 11 menjelaskan proses terangkatnya Yesus ke sorga yang disaksikan oleh murid-murid dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Tuhan Yesus memang telah terangkat ke sorga dan meninggalkan murid-murid, tetapi Ia akan datang kembali dengan cara yang sama. Namun sebelum Tuhan Yesus terangkat ke sorga, Ia melarang murid-murid-Nya meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ untuk menantikan janji Bapa bahwa tidak lama lagi mereka akan dibabtis dengan Roh Kudus (ayat 4 & 5). Babtisan Roh Kudus itu merupakan Janji Bapa yang harus digenapi di dalam hidup setiap orang supaya memiliki kuasa. Mengapa Tuhan Yesus melarang murid-murid meninggalkan Yerusalem? Sebab pada saat itu Roh Kudus belum dicurahkan dan murid-muridpun belum dibabtis apalagi dipenuhi oleh Roh Kudus. Itu sebabnya dengan tegas Tuhan Yesus berpesan kepada murid-murid-Nya supaya jangan meninggalkan Yerusalem sebelum mereka dibabtis dengan Roh Kudus. Supaya dibabtis dengan Roh Kudus dan supaya dipenuhi Roh Kudus, harus ada sikap: sabar menunggu sampai Tuhan memberikan.Saudara-saudara, ada tiga (3) hal yang perlu kita perhatikan mengapa kita harus dibabtis dan dipenuhi dengan Roh Kudus, yaitu:
1. Kisah Para Rasul 1 : 8 = supaya kita benar-benar memiliki kuasa yang berasal dari Allah.Kalau kita sudah dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus, maka kita akan memiliki kuasa, yaitu kuasa untuk mengalahkan dosa, kuasa untuk mengalah kan setan dan kuasa untuk mengalahkan tabiat-tabiat daging. Sebaliknya kalau tidak dibabtis dan kalau tidak penuh dengan Roh Kudus, maka tidak akan memiliki kuasa. Dan kalau tidak memiliki kuasa dari Allah, maka seseorang itu akan tetap diperbudak oleh dosa, ia akan kalah terhadap setan dan terhadap tabiat-tabiat dagingnya sendiri. Galatia 5 : 16 - 18 alasan mengapa kita harus dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus adalah: supaya kita tidak lagi menuruti keinginan daging. Dalam ayat ini diterangkan bahwa keinginan daging itu berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. Kalau manusia itu selalu menuruti keinginan dagingnya, maka hidupnya akan kacau, gampang tersinggung kepada orang lain, gampang lemah, rela meninggalkan Tuhan hanya karena perkara yang kecil. Mengapa demikian? Sebab di dalam hidupnya tidak ada kuasa yang memberi kekuatan, tidak ada Roh Kudus yang sanggup memberikan penghiburan.Tetapi jika kita sudah dibabtis dan penuh dengan Roh Kudus, barulah kita memiliki kuasa dan kita pun akan menuruti keinginan Roh. Maka hidup kita pun akan aman, kuat dan tidak mudah tersinggung, dan tidak akan meninggalkan Tuhan walaupun sedang dalam penderitaan atau pencobaan. Kalau kita sudah dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus, tidak ada ceritanya keinginan Roh kalah terhadap keinginan daging, keinginan Roh lah yang menang. Mengapa Roh Kudus itu selalu menang? Efesus 6 : 17 sebab Roh Kudus itu mempunyai pedang/ senjata yang kuat dan ampuh, yaitu : FIRMAN TUHAN. Karena itu kalau kita lihat dalam Efesus 6 : 10 - 20, firman Tuhan menekankan supaya kita kuat di dalam Tuhan, yaitu kuat di dalam kekuatan kuasa-Nya, dan kekuatan kuasa Allah itu ada pada Firman Tuhan dan Roh Kudus-Nya. Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, melawan roh-roh jahat di udara. Supaya kita dapat mengadakan perlawanan, tidak ada jalan lain kecuali kita harus penuh dengan Roh Kudus supaya kita juga mempunyai pedang Roh yaitu Firman Tuhan.Saudara-saudara, sebelum manusia itu bertobat, hanya ada satu keinginan di dalam dirinya, yaitu keinginan daging. Dan sebelum manusia itu diciptakan menjadi manusia baru, perbuatannya yang paling menonjol adalah selalu ingin berbuat yang jahat, selalu mementingkan diri sendiri. Tetapi setelah mengalami proses pembaharuan, terlebih setelah dibabtis dengan roh Kudus, barulah di dalam manusia itu selain keinginan yang jahat, di dalam dirinya juga sudah ada keinginan untuk berbuat baik. Disinilah perlu kita ketahui, segala tabiat daging bisa dikalahkan, segala sifat dan karakter bisa diubah, hanya apabila kita sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Walaupun tabiat daging itu selalu menggoda, walaupun iblis selalu mencobai, tetapi oleh Roh Kudus kita dapat mengalahkannya. Sebab jika kita sudah dibabtis dan penuh dengan Roh Kudus, maka roh yang ada pada kita lebih besar kuasanya.
2. Kisah Para Rasul 2 : 5 - 11 = SUPAYA KITA DAPAT MEMULIAKAN ALLAH. Pada hari Pentakosta, ketika murid-murid berkumpul di satu tempat, tiba-tiba dari langit turunlah suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah itu. Semua murid-murid yang berkumpul itu penuh dengan Roh Kudus, sehingga mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahsa lain, seperti yang diberikan oleh Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul psl 2 : 9 - 11 ini dapat kita lihat, Tuhan Allah dapat memakai banyak bahasa untuk memuliakan Allah. Ketika murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus berkerumunlah orang banyak, mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Padahal rasul-rasul itu adalah orang-orang Galilea yang tidak mungkin bisa berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, Pontus, Asia, Frigia, Pamfilia, Mesir, Libia, Kirene, Roma, Yahudi, Kreta dan Arab (sebanyak 17 bahasa). Termasuk di dalamnya bahasa Arab, Tuhan juga memakai bahasa Arab untuk memuliakan Allah. Ini membuktikan Allah itu adalah Allah yang mengerti dan mengetahui semua bangsa di dunia ini. Karena itu jemaat-jemaat dan hamba-hamba Tuhan, kalau ada pengajaran yang datang kepadamu untuk mengganti nama Allah dari dalam Alkitab, saudara tidak perlu ragu tentang nama Allah. Ingat Allah juga memakai bahasa Arab untuk memuliakan nama-Nya. Hanya perlu kita perhatikan, Allah yang kita muliakan itu adalah: Bapa yang ada di dalam Yesus dan Yesus yang ada di dalam Bapa (Lihat Yohanes 14 : 8 - 11, 17 : 20 - 23). Artinya adalah : Yesus dan Bapa adalah satu.
3. Efesus 4 : 30 = SUPAYA KITA DIMETERAIKAN. Meterai itu suatu jaminan yang kuat, sebagai tanda bahwa kita adalah milik Allah. Jadi Roh Kudus itu diberikan supaya kita dimeteraikan menjadi milik kepunyaan Allah. Kalau kita tidak dimeteraikan Roh Kudus menjadi milik Allah, keselamatan itu masih bisa hilang. Ada tiga (3) hal yang membuat keselamatan itu bisa hilang, yaitu :
* Kalau tidak berbuah, Yohanes 15 : 2, 6 menjelaskan setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong, ia akan dibuang keluar dan menjadi kering dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
** Kalau memakai cap antikris, Wahyu 14 : 9 - 10 setiap orang yang menerima tanda pada tangan dan pada dahi akan menyembah binatang dan patung, mereka akan minum dari anggur murka Allah.
*** Kalau mengubah firman Tuhan, Wahyu 22 : 19 - 20 menjelaskan menambah dan mengurang firman Tuhan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.



“HIDUP DI DALAM TERANG ALLAH”

Minggu 14 juni 09

Ada dua (2) yang diterima Musa di atas gunung Sinai, yaitu:
Dua Loh Batu dan Petunjuk untuk membangun Tabernakel.
Tuhan Allah berfirman kepada Musa di atas gunung Sinai, tujuan nya supaya bangsa Israel tidak tersesat selama dalam perjalanan. Tuhan tahu bahwa bangsa Israel itu akan berjalan di padang gurun selama empat puluh tahun, maka Tuhan mau memperlengkapi mereka dengan firman Tuhan sebagai modal supaya mereka kuat. Sekalipun demikian, bangsa Israel masih banyak yang sesat, diantara mereka banyak yang mati karena tidak mau memperhatikan firman Tuhan. Padahal sejak mereka keluar dari Mesir, Tuhan Allah sudah banyak melakukan perbuatan-perbuatan besar dan mujizat supaya Firaun melepaskan mereka dari perbudakan. Mazmur 103 : 7 = Tuhan sudah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada bangsa Israel. Tetapi dalam Mazmur 106 : 7 bangsa Israel tidak mengerti perbuatan-perbuatan Tuhan yang begitu ajaib, tidak mengingat besarnya kasih setia Tuhan, melainkan memberontak terhadap Allah. Mazmur 106 : 13 - 14 sifat bangsa Israel :
- Sebentar percaya kepada firman dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, tetapi setelah itu segera pula mereka melupakan perbuatan-perbuatan tangan Tuhan dan tidak menantikan nasehat Tuhan. Penyebabnya : selama di padang gurun mereka dirangsang oleh nafsu mereka sendiri dan sering mencobai Tuhan. Akibatnya Tuhan mendatangkan penyakit paru-paru kepada mereka.Mazmur 95 : 10 - 11 selama empat puluh tahun Tuhan jemu terhadap bangsa Israel sebab mereka adalah suatu bangsa yang sesat hati dan tidak mengenal jalan Tuhan. Akhirnya : Tuhan sendiri yang bersumpah dalam murka-Nya: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian Tuhan.” Sifat bangsa Israel ini juga masuk ke dalam gereja Tuhan yang diakhir zaman ini. Memang masih beribadah kepada Tuhan, masih memuji Tuhan dengan sorak-sorai yang besar bahkan masih mendengar firman Tuhan, tetapi sayang secepat itu pula melupakan firman Tuhan. Kalau tetap seperti ini tidak mungkin bisa masuk ke dalam kerajaan Sorga. Kunci supaya kita dibela dan dipelihara Tuhan: “Ikuti gerak firman Tuhan, lakukan dengan taat dan setia” Sebab kalau kita sudah mengikuti gerak firman Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan memperha-tikan dan mencukupkan segala kebutuhan kita. Sama seperti kepada bangsa Israel, pada waktu di padang gurun, tidak ada seorangpun di antara mereka yang kekurangan. Sebab pada waktu pagi hari, Tuhan sudah memberikan Manna sebagai kebutuhan mereka. Hanya syaratnya : pada pagi hari harus bangun untuk mengumpulkan Manna, sebab apabila terlambat maka Manna itu tidak ada lagi. Dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan, Tuhan mengangkat Musa sebagai gembala untuk memimpin mereka. Dan setelah Musa mati, kemudian dilanjutkan oleh Yosua.Bilangan 27 : 15 - 17 Tuhan Allah, roh dari segala makhluk mengangkat seorang untuk mengepalai bangsa Israel keluar masuk, supaya mereka jangan seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Jalan Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya adalah lewat jalur penggembalaan. Ester berhasil menjadi ratu karena ia juga berada dalam penga-wasan. Walaupun ia cantik, tetapi kalau seandai-nya ia tidak masuk ke dalam pengawasan Hegai, Ester tidak akan pernah menjadi ratu. Yesaya 62 : 3 - 4 gereja Tuhan yang sudah berada di dalam penggembalaan yang benar, tidak disebut lagi: “yang ditinggalkan suami” “yang sunyi”, tetapi akan dinamai “yang berkenan kepada Tuhan” puncaknya akan disebut “yang bersuami.” Inilah gereja yang sudah jadi istri Tuhan, yang dikudus kan dan disempurnakan menjadi mempelai perempuan Kristus. Roma 11 : 33 - 36 firman Tuhan menjelaskan betapa dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah. Tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan tak terselami jalan-jalan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan tidak ada yang dapat mengetahui pikiran Tuhan dan tidak ada seorangpun manusia yang pernah menjadi penasehat Tuhan. Intinya: segala sesuatu adalah dari Tuhan dan oleh Dia dan kepada Dia.Untuk itulah Tuhan mengutus dan mencurahkan Roh Kudus-Nya, sebab Roh Kudus itulah yang akan memberi kekuatan bahkan kuasa. Kisah Para Rasul 4 : 31 ketika Roh Kudus dicurahkan, goyanglah tempat mereka berkumpul dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus. Hasil setelah penuh dengan Roh Kudus:
- rasul-rasul yang dahulu takut, sekarang dapat memberitakan firman Tuhan dengan berani (ayat 31).
- jemaat-jemaat berkumpul dengan sehati dan sejiwa dan tidak seorangpun berkata, bahwa sesuatu adalah kepunyaan sendiri tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan bersama (ayat 32).
- rasul-rasul memberi kesaksian kebangkitan Tuhan Yesus dengan kuasa yang besar dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah (ayat 34). Khusus Efesus pasal 5 & 6 dapat kita bagi menjadi dua (2) bagian:
1. Efesus 5 : 1 - 21 = berbicara tentang cara hidup sebagai anak-anak terang firman Tuhan.
2. Efesus 5 : 22 - psl 6 = berbicara tentang cara hidup nikah atau keluarga yang berjalan dalam terang firman Tuhan. Yesaya 2 : 5 firman Tuhan menghimbau supaya umat Tuhan itu berjalan dalam terang firman Tuhan dan yang dimaksud dengan hidup di dalam terang firman itu adalah hidup di dalam firman pengajaran dan firman pengajaran itu sendiri keluar dari Sion.
Maka kalau jemaat-jemaat dan keluarga-keluarga itu sudah hidup di dalam terang firman pengajaran, hasilnya:
- menjadi penurut-penurut Allah
- hidup di dalam kasih- mempersembahkan persembahan dankorban yang harum bagi Allah. Efesus 5 : 3 - 4 beberapa hal yang tidak boleh disebut :
- percabulan
- rupa-rupa kecemaran
- keserakahan
- perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono Hal-hal tersebut tidak pantas untuk disebut sebab jika disebut justru akan mendatangkan masalah dalam hidup kita. Sebaliknya yang pantas keluar dari mulut kita adalah ucapan syukur, bersyukur karena firman pengajaran telah diberikan kepada kita.Hidup di dalam kasih itu indah demikian juga hidup di dalam firman pengajaran itu sangat indah. Sebab lewat firman pengajaran ini mata rohani dicelikkan untuk mengenal Kristus bukan hanya sebagai Juruselamat saja, tetapi kita juga dapat mengenal Kristus sebagai Suami atau sebagai Mempelai Pria Sorga. Karena itu sudah sepatutnya kita menghargai firman pengajaran yang besar dan mulia ini. Jangan seperti contoh-contoh dalam Alkitab, sudah mengalami mujizat yang besar tetapi tidak dilanjutkan dengan menghargai perbuatan Tuhan tersebut. Misalnya: *sepuluh orang kusta, mereka semua disembuhkan, tetapi mengapa hanya seorang saja yang datang kepada Tuhan? **Bartimeus dapat melihat, tetapi tidak berlanjut karena tidak dicatat dlm Alkitab.


HIDUP DI DALAM ALLAH


Minggu 21 Juni 2009


Mazmur 43 : 1 - 3 = pemazmur meminta supaya terang dan kesetiaan Tuhan datang dalam hidupnya. Fungsinya: untuk menuntun dan mem-bawa ke gunung Tuhan yang kudus dan ke tempat kediaman Tuhan. Memang ada ayat firman Tuhan yang mengatakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” (Efesus 2 : 8), tetapi keselamatan itu didapat bukan begitu saja. Setelah mendengar ayat ini, banyak orang Kristen menjadi tidak serius beribadah, tidak serius mendengar firman Tuhan apalagi untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Sebab setelah mereka mengetahui ayat firman Tuhan tersebut, mereka menyangka keselamatan itu sudah pasti walaupun tidak melakukan firman Tuhan. Padahal firman Tuhan dalam Filipi 2 : 12 dengan tegas mengatakan bahwa keselamatan itu harus dikerjakan dengan takut dan gentar. 1 Korintus 3 : 10 berbicara tentang kelanjutan yang harus dilakukan setelah menerima keselamatan, yaitu kita harus memiliki dasar atau pondasi yang kokoh. Sebab dalam ayat ini dijelaskan, gereja Tuhan itu diumpamakan seperti bangunan, setelah memiliki dasar bangunan itu harus dilanjutkan terus sampai selesai dibangun dan siap untuk ditempati. Dalam membangun tidak boleh berhenti walaupun hanya sebentar saja, tetapi harus terus dikerjakan walaupun banyak yang harus dihadapi. Demikian juga dalam mengikut Tuhan, harus ada kerelaan melakukan seluruh kehendak Allah walaupun banyak cobaan. 1 Petrus 2 : 1 - 5 dalam hal membangun ada hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu: kita harus mempunyai sifat/karakter seperti anak yang baru lahir. Bayi yang baru lahir tidak tahu berbuat apa-apa selain menangis supaya mendapatkan apa yang diperlukan. Bayi yang baru lahir itu tidak tahu berbuat jahat, tidak tahu melakukan hal-hal yang bertentangan kehendak Tuhan, di dalam dirinya hanya ada satu keinginan yaitu untuk mendapatkan air susu yang murni.Bayi yang baru lahir = berbicara mengalami proses kelahiran baru, hidup yang sudah mengalami tanda pembaharuan. Jika kita sudah sama seperti bayi yang baru lahir, maka ada tiga (3) kebaikan Tuhan yang akan kita alami, yaitu:
1. Hidup kita akan mengalami tanda pembaharuan, diubah menjadi manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah. Maka supaya kita bisa mengalami proses kelahiran baru, ada yang harus kita kerjakan, yaitu: membuang segala bentuk kejahatan, kemunafikan, kedengkian dan fitnah, setelah itu barulah akan ada keinginan mendapatkan air susu yang murni, yaitu firman pengajaran yang murni. Dan setelah kita mengalami proses kelahiran baru, maka kita akan bertumbuh dan beroleh keselamatan.Supaya bertumbuh, tidak perlu meniru cara-cara yang duniawi, jangan mengadopsi cara-cara ibadah yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Memuji Tuhan dengan sorak-sorai itu memang bagus, tetapi tidak perlu dengan cara yang dibuat-buat.
2. Kecap kebaikan Tuhan (ayat 3), Jika sudah mengalami proses kelahiran baru, selalu ingin akan air susu yang murni, barulah kita dapat bertumbuh dengan baik dan beroleh keselamatan. Supaya kita dapat mengecap kebaikan Tuhan, langkah yang harus kita lakukan adalah: “Datang kepada Tuhan, batu yang hidup” DATANG = datang beribadah kepada Tuhan, datang untuk melayani Tuhan, datang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Jangan puas kalau hanya sebagai jemaat biasa saja, tetapi harus datang untuk melayani Tuhan. Yang sudah melayani, jangan puas kalau hanya sebagai penerima tamu, jangan puas hanya sebagai singer, sebagai pemain musik, dll, tetapi harus datang mendekatkan diri kepada Tuhan supaya diberi kesempatan untuk melayani lebih dari yang sudah kita perbuat sekarang. Kalau kita datang kepada Tuhan, maka Tuhan pasti akan memberikan lebih dari yang sudah kita terima saat ini.
Yesaya 46 : 3 - 4 = perbuatan Tuhan setelah kita datang kepada Tuhan:
- sampai masa tua/sampai masa putih rambut, Tuhan menggendong.
- Tuhan mau menanggung kita terus
- Tuhan mau memikul dan menyelamatkan kita
3. Mau dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani (ayat 5).
Artinya: = kita harus mau tergabung dalam satu fellowship/persekutuan untuk membangun kita menjadi tubuh Kristus yang kudus dan yang sempurna. = kita harus tetap memiliki persekutuan yang erat baik dengan Kristus maupun dengan sesama jemaat dan sesama hamba-hamba Tuhan. Yohanes 15 : 2, 5 = persekutan yang benar itu digambarkan seperti pokok anggur dengan ranting-ranting, Kristuslah pokok dan kita ranting-rantingnya. Setiap orang yang tidak tinngal di dalam Tuhan (=yang tidak memiliki persekutuan), ia akan dibuang keluar seperti ranting yang tidak berbuah dan menjadi kering, kemudian dikumpul kan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu di bakar. Kering karena tidak melekat pada pokok.Fungsi persekutuan = supaya berbuah banyak.Jadi jika kita sudah melekat seperti ranting pada pokok (=sudah memiliki persekutuan dengan Kristus), maka kita akan disucikan sama seperti ranting yang sudah berbuah dibersihkan supaya lebih banyak berbuah. Baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai jemaat, kalau tidak ada persekutuan dengan Tuhan akan menjadi kering (=kering rohani), dan akan kembali kepada hidup yang lama. Karena itu kita harus selalu mengingat bahwa di luar Tuhan, kita tidak dapat berbuat apa-apa. ) Ada dua bentuk kejahatan yang perlu kita ketahui, yaitu:
1. Kejahatan kepada sesama manusia.
2. Kejahatan kepada Tuhan Allah.
Contoh bentuk kejahatan kepada sesama seperti: mencuri, membunuh, merampok, berzinah dengan istri/suami orang, dll. Roma 1 : 24 - 27 penyimpangan sex itu terjadi karena ada kekerasan yang tersimpan di dalam hati. Inilah yang membuat sehingga Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan. Bentuk penyimpangan sex: *Istri menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar (=lesbian), **Suami-suami menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar (gay). Bentuk kejahatan kepada Tuhan: tidak setia beribadah, tidak setia melakukan firman Tuhan, tidak setia melayani, tidak setia dalam penggembalaan. Terikat kepada adat istiadat atau tradisi-tradisi dari nenek moyang juga termasuk kejahatan kepada Tuhan, sebab sudah menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Disebut kejahatan kepada Tuhan karena tidak melakukan firman Tuhan, tidak menyakini firman Tuhan melainkan lebih mempercayai ajaran nenek moyang. Hosea 4 : 6 firman Tuhan menjelaskan penyebab umat Tuhan binasa: *karena tidak mengenal Allah, dan **karena melupakan firman pengajaran. Sebagai akibat karena menolak pengenalan itu, maka Tuhan menolak mereka menjadi imam, dan sebagai akibat kalau melupakan firman pengajaran, maka Tuhan juga akan melupakan keturunan kita. Hidup tanpa firman pengajaran membuat seseorang tidak memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan, bahkan mereka juga tidak akan mampu membedakan mana yang benar dengan yang tidak benar.
\

“KRISTUS TELAH MENGASIHI JEMAAT”

minggu 28 juni 2009



Dalam Perjanjian Lama Ulangan 23 : 1 - 3, ada tiga (3) jenis yang tidak boleh masuk menjadi jemaat Allah, yaitu:
-Yang hancur buah pelirnya atau yang ter-
potong kemaluannya = yang cacat (ayat 1)
-Anak haram, yang tidak jelas siapa bapaknya (ayat 2)
- Amon dan Moab, yang tidak mengasihisaudaranya (ayat 3)
Sedangkan dalam Perjanjian Baru, yang bisa disebut sebagai jemaat Tuhan :
1. yang sudah ditebus dengan darah Kristus, 1 Petrus 1 : 18 - 19 ditebus dari cara hidup yang sia-sia, bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan emas dan perak, tetapi dengan darah Kristus, supaya Kristus hidup di dalam kita (Galatia 2 : 20).
2. yang sudah dibangun di atas dasar kebenaran, Matius 16 : 18 Yesus membangun jemaat di atas “batu karang” dan batu karang itu ialah Kristus. Jemaat yang sudah dibangun di atas dasar kebenaran tidak akan dikuasai oleh maut. Dalam Perjanjian Baru dijelaskan bahwa dengan matinya Kristus sebagai manusia, Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala ketentuannya. Karena itu dalam 1 Korintus 3 : 10 - 17, Tuhan akan menguji dengan api, yang tidak tahan akan terbakar dan akan menderita kerugian. Tetapi yang tahan api, ia akan tetap bertahan dan mengalami kemenangan. Yang tahan terhadap api itu adalah mereka yang sudah disebut “kepunyaan Tuhan” (Yesaya 43 : 1 - 2), itulah gereja yang menjadi mempelai perempuan Kristus. Suratan Yohanes berintikan tentang kasih:
- Suratan Yohanes yang pertama = kasih secara umum yang ditandai dengan kebenaran, yang di dalamnya tidak ada kegelapan karena dosa.
- Suratan Yohanes yang kedua = kasih secara khusus yang ditujukan kepada keluarga atau jemaat secara keseluruhan, juga didasari dengan kebenaran yang tinggal di dalam hati supaya benar-benar dapat saling mengasihi.
- Suratan Yohanes yang ketiga = kasih secara pribadi, juga didasari dengan kebenaran dan yang berpusat kepada kebenaran. Jadi inti kasih itu adalah supaya jemaat-jemaat, keluarga-keluarga maupun pribadi-pribadi hidup di dalam kebenaran dan supaya terwujud apa yang sering kita sebut “FILADELFIA” yang artinya jemaat yang hidup di dalam kasih persaudaraan. 1 Yohanes 1 : 9 - 10 = yang disebut lahir dari Allah lahir dari benih ilahi, inilah yang tidak dapat berbuat dosa lagi. Tetapi yang tidak lahir dari Allah, ia akan disebut anak-anak iblis sebab di dalamnya tidak ada kebenaran. Dari kedua ayat ini nyata kita lihat perbedaan antara anak-anak Allah dengan mereka yang disebut anak-anak iblis, yang dapat membedakannya adalah kebenaran. KAIN disebut berasal dari sijahat karena memang segala perbuatannya adalah jahat, membunuh adik nya sendiri. Karena Kain berasal dari sijahat, maka arah perjalannya dan semua keturunannya mati di-binasakan pada saat Allah menghukum dunia dengan air bah, tidak ada seorangpun yang selamat. 3. Yang sudah dipilih, 1 Petrus 2 : 9 kita disebut bangsa yang terpilih, setelah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Kepada orang-orang pilihan, perjuangan Tuhan sangat besar, bukti perjuangan Tuhan itu adalah “mempersingkat waktunya” (Matius 24 : 22) sebab kalau waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat. Khusus karena orang-orang pilihan, waktu kedatangan Tuhan akan dipersingkat. 1 Korintus 7 : 29 firman Tuhan juga menekankan: “Waktu telah singkat”, karena itu ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:
- yang punya istri seolah-olah tidak punya istri.
- yang menangis seolah-olah tidak menangis.
- yang bergembira seolah-olah tidak bergembira.
- yang membeli seolah-olah tidak memiliki.
Mengapa firman Tuhan menekankan demikian? Maksud dan tujuannya adalah:
1. Supaya kita hidup tanpa kekuatiran
(ayat 32a). Ini hal yang sangat penting kita ketahui, sebab kalau masih tetap kuatir, ia sama dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sama dengan sikap orang kafir. Supaya jangan kuatir: serahkan diri kepada Tuhan sebab Dialah yang memelihara hidup kita. Maksudnya: masuklah ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, yang di dalamnya ada firman pengajaran. Sebab khusus kepada setiap orang yang sudah tergembala dengan baik, Tuhan sendiri yang berjanji, “ada jaminan pemeliharaan.” Lukas 12 : 31, kalau kita sungguh-sungguh mencari kerajaan sorga, maka semua itu akan ditambahkan kepada kita. “Ditambahkan” artinya: ada kepuasan dalam mengikut Tuhan, ada jaminan segala kebutuhan kita akan dipenuhi, tidak akan kekurangan.
2. Supaya kita dapat memusatkan
perhatian kepada Tuhan (ayat 32b). Supaya Tuhan berkenan kepada kita dan supaya kita dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus, maka kita harus dapat memusatkan perhatian kepada Tuhan, yaitu kepada perkara-perkara yang rohani dengan cara melakukan segala perintah Allah. Jemaat yang memusatkan perha-tiannya kepada Tuhan, tidak mudah lemah.Sebab tidak mungkin orang bisa berkenan kepada Tuhan kalau ia sendiri tidak mau melakukan segala perintah Tuhan. Maka tidak heran dalam Matius 22 : 14, Tuhan Yesus berkata: banyak orang yang dipanggil tetapi hanya sedikit saja yang dipilih. Mengapa bisa seperti itu? tentu karena ia tidak mau mSupaya emusatkan perhatiannya kepada Tuhan.
3. Supaya kita dapat melayani Tuhan tanpa gangguan (ayat 35).
Jika firman Tuhan mengajarkan kepada kita supaya seolah-olah tidak punya istri, seolah-olah tidak menangis, seolah-olah tidak bergembira dan seolah-olah tidak memiliki, maksudnya bukan untuk menghalangi dalam kebebasan kita, tetapi sebaliknya supaya kita dapat melakukan apa yang benar dan baik, bahkan supaya kita dapat melayani Tuhan tanpa ada gangguan dari manapun. Maka kalau kita lihat firman Tuhan dalam 1 Timotius 3 : 14 - 15 yang disebut “keluarga Allah” itu adalah jemaat yang sudah hidup di dalam kebenaran atau yang sudah lahir dari kebenaran. Inilah jemaat yang bisa menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran di dalam penggembalaan. Wujud keluarga Allah itu sangat luas pengertiannya. Yang disebut keluarga Allah bukan hanya dimulut saja, tidak segampang mulut berkata: “kita adalah keluarga Allah” kalau hanya di mulut saja mengatakan kita adalah keluarga Allah tetapi berbeda dalam perbuatannya, itu namanya munafik. Tetapi sebagai keluarga Allah harus mampu menunjukkan prakteknya dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat yang sudah disebut “tiang penopang” dan “dasar kebenaran” bisa menjadi berkat kepada banyak orang, saling memperhatikan dan tidak suka menyinggung perasaan sesamanya. Kalau bertemu dengan sesama jemaat Tuhan, sikapnya dapat merendahkan diri dihadapan jemaat yang lain, tidak menganggap diri lebih hebat, lebih kaya dari pada yang lain, dan tidak suka mencari hormat. Jadi kalau sudah disebut keluarga Allah, di dalamnya ada sikap dan perbuatan yang baik, seperti:
- ada sikap saling tolong menolong, saling memperhatikan satu dengan yang lain, menganggap kepentingan bersama lebih penting dari pada kepentingan pribadi.
- ada sikap saling membangun, tidak menjelek jelekkan orang lain demi kepentingannya.