Selasa, 12 November 2013

Bible Study

YOSUA PASAL 21 


 Kamis November 2013


 Saudara-saudara, setelah Tuhan menunjuk kota-kota perlindungan di tengah-tengah bangsa Israel selanjutnya Tuhan juga menunjuk kota-kota bagi orang-orang Lewi. Yosua psl 21 ini berbicara khusus tentang kota-kota yang diperintahkan Allah untuk diberikan kepada suku-suku Lewi, kota-kota untuk didiami dengan tanah-tanah penggembalaannya untuk ternak mereka. Orang-0rang Lewi memang tidak mendapatkan milik pusaka di antara orang Israel, tetapi Allah sendiri yang memberi perintah supaya orang-orang Lewi diberi fasilitas di antara orang Israel. Tuhan Allah sendiri yang telah memerintahkan dengan perantaraan Musa supa- ya diberikan kepada orang-orang Lewi kota-kota untuk didiami dan tanah-tanah penggemba- laan untuk ternak mereka. Karena ini adalah perintah langsung dari Tuhan Allah sejak zaman Musa sebagai pemimpin maka orang-orang Israel memberikan dari milik pusaka mereka kota kota dengan tanah-tanah penggembalaannya kepada orang Lewi. 

Seluruhnya kota-kota orang Lewi di tengah-tengah milik orang Israel ada empat puluh delapan kota dengan tanah-tanah penggembalaannya. Bagi kita sekarang, setiap suku-suku Israel ini adalah bericara seluruh jemaat yang mau setia di gembalakan dalam terang firman Tuhan, yang mau setia mengikuti gerak firman Tuhan dan yang mau merelakan haknya untuk dipersembahkan kepada Tuhan dan pelayanan. Sedangkan suku Lewi adalah berbicara kepada seluruh hamba-hamba Tuhan atau pelayan-pelayan Tuhan yang bertugas dalam pelayanan. Tentu yang dimaksud adalah hamba-hamba Tuhan yg mau taat dan setia melakukan tugas yang diberikan Tuhan untuk dilakukan, setia melayani Tuhan & jemaat walaupun harus mengalami banyak tantangan. Karena itu setiap hamba-hamba Tuhan yang mau menyerahkan diri untuk melayani Tuhan, mempersiapkan ibadah dan pelayanan ba- gi jemaat-jemaat, pasti akan dipelihara dan diberkati Tuhan dengan spesial. Sekalipun orang Le- wi itu tidak mendapat bagian di antara orang Israel, tetapi Tuhan sendiri yang memerintahkan supaya orang Israel memberikan kota-kota mereka kepada orang Lewi.

Demikian juga hamba- hamba Tuhan yang mau melayani Tuhan dan jemaat dengan sungguh-sungguh maka Tuhan akan memerintahkan berkat-berkat-Nya kepada mereka, baik lewat jemaat yang dipimpinnya maupun orang-orang yang telah dilayaninya. Yohanes 10 : 7 - 9, 11, 14 - 16 Yesus sebagai Gem- bala yang baik telah membukakan pintu bagi domba-domba-Nya, Ia rela memberikan nyawa- Nya bagi domba-domba-Nya. Jadi dalam sistem pelayanan dan penggembalaan yang benar, Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik bertanggung jawab menyediakan berkat, baik berkat jasmani maupun berkat keselamatan. Sebagaimana Allah memerintahkan supaya orang Israel memberikan kota-kota kepada orang Lewi, demikian juga Tuhan akan menjadikan jemaat yg telah dilayani itu menjadi saluran berkat supaya hamba-hamba Tuhan itu terpelihara dgn baik.

Buletin Minggu

“HENDAKLAH KAMU JUGA 
SIAP SEDIA” 

 Minggu November 2013


 Puji Tuhan! Kita bersyukur karena Tuhan Yesus selalu memberikan firman-Nya yang selalu baru untuk kebaikan kita. Dengan memberikan firman-Nya, bukti Yesus mengasihi dan memperhati kan kita. Firman itu adalah pribadi Allah sendiri yang diberikan kepada kita supaya kita bisa melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Tuhan mau supaya kita hidup sesuai dengan firman-Nya, mengalami tanda keubahan hidup, dikuduskan dan disempurnakan. Gereja Tuhan yang dikuduskan dan disempurnakan itulah yang akan dijadikan sebagai sidang mempelai perempuan Kristus. Wahyu 13 : 7 - 8 hal penting yang harus kita ketahui ada orang kudus yang mati ditangan antikristus, mati karena mempertahankan imannya. Mereka ini adalah orang-orang kudus yang tidak berhasil disempurnakan, mereka tertinggal ketika Yesus datang kali yang kedua. Karena tertinggal maka mereka masuk ke dalam aniaya besar antikristus, mereka harus mengalami penganiayaan dan penderitaan yang begitu sangat berat. Memang masih bisa selamat tetapi harus membayar harga yang besar, mereka harus membayar keselamatan itu dengan darahnya sendiri sebab mereka harus dianiaya sampai mati. Penganiyaan ini terlalu berat dan tentunya terlalu sedikit orang yang bertahan sampai mati. 

Karena itu firman Tuhan sudah mengingatkan: Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (ayat 9). Maksudnya kita harus mau mendengar dan memperhatikan firman Tuhan. Karena itu firman Tuhan dalam Wahyu 13 : 18 mengingatkan: “Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu ialah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” Bilangan binatang : enam ratus enam puluh enam artinya adalah: Tubuh, jiwa dan rohnya sudah dikuasai oleh Iblis maupun antikristus. Yang bisa memahami ini hanyalah orang yang bijaksana, yaitu orang-orang yang sudah memiliki hikmat. Hikmat yang dari Tuhan itu membuat kita menjadi bijaksana dan mengerti sehingga kita bisa mengenal pekerjaan antikristus. Sedangkan orang-orang yang tidak memiliki hikmat, tanpa disadari mereka telah memakai tanda dan cap antikristus. Mereka bukan hanya memakai capnya saja tetapi merekapun akan menjadi antikristus, yang dipakai untuk menganiaya orang-orang kudus yang tidak berhasil jadi mempelai. 

Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kesiapan kita bukan hanya menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, tetapi juga mempersiapkan diri supaya jangan masuk ke dalam aniaya antikristus. Kita harus terus bergaul dengan Tuhan, kita harus berjalan bersama dengan Kristus, yaitu berjalan dalam terang firman-Nya. Dalam bergaul dengan Kristus, hal yang paling penting kita lakukan adalah kita harus memperhatikan firman Tuhan. Sebab dengan memperhatikan firman Tuhan hidup kita dan hati kita akan diterangi Tuhan, dan kalau hati kita sudah diterangi maka kita akan memiliki hikmat Tuhan. Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu Matius 24 : 15 Tuhan Yesus menekankan supaya kita memperhatikan firman yang disampaikan oleh nabi Daniel. Mengapa kita harus memperhatikan firman yang ditulis dalam kitan Daniel? Karena Daniel itu adalah orang yang suka bergaul dengan Tuhan dan suka memperhatikan firman Tuhan. 

Dan karena Daniel mau memperhatikan firman Tuhan maka Daniel pun menuliskannya supaya menjadi peringatan bagi semua orang, termasuk gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini. Hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam kitab Daniel : hal-hal yang menyangkut masa-masa yang sukar pada zaman akhir dan hal-hal yang menyangkut kedatangan Tuhan Yesus. Daniel 6 : 11 hal-hal yang dilakukan Daniel dalam membangun hubungannya dengan Tuhan : Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allah. Jadi Daniel itu adalah benar-benar seorang yang suka bergaul dengan Allah, suka berdoa dan memuji Tuhan. Maka tidak heran kalau Daniel sangat diperhatikan Tuhan, Tuhan sangat berkenan dihati Tuhan. Walaupun Daniel itu hanya seorang buangan di Babel, tetapi karena pergaulannya yang begitu erat dengan Tuhan, Tuhan yang mengangkat dan mempermuliakannya. Daniel berhasil mendapatkan kedudukan yang tinggi, Daniel itu seorang pejabat melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja. Mengapa? karena Daniel itu mempunyai hikmat dan roh yang luar biasa. Karena itu supaya kita juga memperoleh hikmat dan roh yang luar biasa, kita juga harus memperhatikan firman Tuhan dan bergaul erat dengan Tuhan. 1 Petrus 1 : 21 menjelaskan oleh karena Kristus dan oleh karena penebusan-Nya, kita percaya kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, sehingga iman dan pengharapan kita bisa tertuju kepada Allah. Demikian juga dalam 2 Petrus 1 : 20 - 21 firman Tuhan menjelaskan yang terutama harus kita ketahui ialah bahwa firman Tuhan itu tidak ditafsirkan menuurut kehendak sendiri, nubuat tidak dihasilkan oleh kehendak manusia. 

Firman Tuhan itu sepenuhnya dihasilkan oleh kehendak Roh Kudus, dengan tujuan supaya kita mau memperhatikan dan melakukan firman. Maka Lukas 17 : 26 - 30 ketika Tuhan Yesus memberitakan tentang kerajaan Allah, ada dua (2) zaman yang diangkat sebagai contoh untuk diperhatikan :
 - zaman NUH : makan dan minum, kawin dan mengawinkan. 
 - zaman LOT : makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun. Jadi baik zaman Nuh maupun zaman Lot keadaan manusia sangat-sangat memprihatinkan sebab mereka sibuk hanya untuk memperhatikan kepentingan diri sendiri. Semua orang lebih memfokuskan diri kepada perkara-perkara yang jasmani bukan yang rohani, lebih memperhatikan yang lahiriah bukan yang rohaniah. Maka tidak heran manusia lebih sibuk mengurusi urusannya sendiri, lebih menuruti hawa nafsu daripada memperhatikan firman Tuhan. Pada Zaman Nuh, manusia cenderung melakukan apa yang baik menurut diri sendiri, hanya Nuh dan keluarganya saja yang mau bergaul dengan Tuhan. Karena itu Nuh dan keluarganya selamat ketika Allah menghukum dunia ini dengan air bah. Sedangkan pada zaman Lot keadaan manusia lebih parah lagi, sebab orang-orang Sodom dan Gomora adalah orang-orang fasik. Bahkan Lot sendiri pun tidak mau bergaul dengan Allah sehingga Lot, istrinya dan anak-anaknya tidak ada seorang pun yang berhasil berkenan di hati Tuhan. 

Memang mereka selamat dari api dan belerang, tetapi yang terjadi selanjutnya istri Lot menjadi tiang garam karena menoleh ke belakang, Lot dengan kedua anaknya jatuh ke dalam dosa perzinahan yang begitu memalukan. Ayub juga contoh orang yang bergaul erat dengan Tuhan Allah. Ayub 29 : 4 - 11 pengakuan Ayub sudah bergaul karib dengan Allah di dalam kemahnya ketika ia masih masa remaja. Sungguh luar biasa Ayub sudah bergaul karib dengan Allah sejak ia masih remaja, maka tidak heran kalau Allah begitu menyertai Ayub, memberkati Ayub dan membuat Ayub sangat dihormati baik orang yang masih muda maupun orang yang sudah lanjut umurnya. Demikianlah setiap orang yang mau bergaul karib dengan Tuhan pasti akan mendapatkan berkat khusus dari Tuhan. Bukan saja diberkati secara jasmani, tetapi yang lebih indah lagi kita akan diubahkan dan dipersiapkan untuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Haleluya....!!!

Bible Study

YOSUA PASAL 20 


Kamis November 2013

Puji Tuhan! Pada pemberitaan firman Tuhan hari-hari yang lalu kita sudah melihat bagaimana firman Tuhan memerintahkan kepada Yosua supaya menentukan kota-kota perlindungan sebagaimana telah disebutkan Tuhan dengan perantaraan Musa. Kota-kota tersebut akan menjadi tempat perlindungan bagi orang Israel yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja atau dengan tidak ada niat lebih dahulu. Orang yang telah membunuh itu boleh melarikan diri ke sana sehingga kota-kota itu menjadi tempat perlindungan terhadap penuntut tebusan darah. Mereka boleh tinggal di salah satu kota itu dan berdiri di depan pintu gerbang kota dan memberitahukan perkaranya kepada para tua-tua. 

Supaya apabila penuntut tebusan darah itu mengejar dia, pembunuh itu tidak akan diserahkan mereka ke dalam tangannya, ia harus tetap diam di kota itu sampai ia dihadapkan kepada rapat jemaah untuk diadili, sampai imam besar yang ada pada waktu itu mati. Dan apabila imam besar itu telah mati maka barulah pembunuh itu boleh pulang ke kotanya dan ke rumahnya dengan bebas tanpa ada lagi yang menuntut. Saudara-saudara, semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan upah dosa itu sendiri adalah maut = (mati), sehingga orang yang berdosa itu sebenarnya sedang dikejar-kejar oleh penuntut, yaitu Iblis. Kota-kota perlindungan yang disediakan Yosua di te- ngah-tengah orang Israel itu adalah menunjuk pribadi Tuhan Yesus, yang telah digenapi ketika Ia mati di atas kayu salib untuk menyediakan korban pendamaian atau korban penebusan dosa. Yesus itu adalah Imam Besar yang telah mati untuk dosa seisi dunia, sebagai Anak Domba, Ia telah mati dan mencurahkan darah-Nya untuk membalut atau menyembuhkan luka-luka yg diakibatkan oleh dosa. Kalau kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka kita akan diselamatkan, bukan saja dari dosa tetapi juga dari maut. Yohanes 3 : 16 firman Tuhan memberi jaminan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa = (tidak mati) melainkan beroleh hidup yang kekal. 

Allah telah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Yohanes 3 : 18 barangsiapa percaya kepada-Nya, tidak akan dihukum sebab Yesus sebagai Imam Besar akan menjadi Pembela yang akan melepaskan kita dari tangan penuntut. Tetapi setiap orang yg tidak percaya kepada-Nya, ia tetap berada di bawah hukuman, penuntut tebusan darah itu akan terus mengejar dan ia sendiri tidak akan bisa melepaskan diri dari penuntut hukum tersebut. Mereka akan lebih menyukai kegelapan daripada terang sebab perbuatan-perbuatan mereka adalah jahat dan mereka tidak mungkin diselamatkan. Tetapi kalau kita percaya kepada Yesus dan me- nerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, berarti kita sedang masuk ke kota perlindungan & tidak ada lagi yang akan mengejar kita. Kristus sebagai Pembela akan melepaskan kita dari ta- ngan Iblis dan membawa kita kepada keselamatan yang pasti. Haleluya...!!!

Buletin Minggu

“HENDAKLAH KAMU JUGA 
SIAP SEDIA” 

Minggu November 2013

 Saudara-saudara tema pemberitaan firman Tuhan ”Hendaklah kamu juga siap sedia” ada dua (2) hal penting yang harus kita perhatikan sebagai kesiapan gereja Tuhan di akhir zaman ini : siap sedia menghadapi situasi atau keadaan akhir zaman & siap sedia menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, Yesus datang sebagai Mempelai Pria Sorga dalam segala kemuliaan-Nya. Karena itu kunci utama yang harus kita lakukan supaya kita siap sedia menghadapi kedua hal tersebut di atas adalah: kita harus bergaul dengan Allah. Arti kata “bergaul” di sini bukan dalam arti biasa tetapi berjalan bersama-sama dengan Tuhan, kita bersama dengan Tuhan dan Tuhan bersama dengan kita. Sebab kalau arti bergaul dalam arti biasa belum tentu berjalan bersama-sama, yang satu dengan yang lain bisa berjauhan. Tetapi kalau arti bergaul dengan Allah yang sebenarnya adalah kita berjalan bersama dengan Allah, Ia ada beserta kita setiap saat. 

Karena itu supaya kita bisa bergaul dan berjalan bersama-sama dengan Tuhan, kita harus selalu peka dan memperhatikan firman Tuhan. Maksudnya setiap kali mendengar firman Tuhan, kita harus selalu membuka hati dan meresponi firman itu dengan sikap yang baik. Itu sebabnya dalam Matius 24 : 15 Yesus sendiri yang mengatakan kepada murid-murid-Nya abapila Pembinasa keji itu telah berdiri di tempat kudus menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel, para pembaca hendaklah memperhatikannya. Yesus mengajak murid-murid dan tentunya juga kita sekarang supaya selalu memperhatikan firman dengan seksama. Sebab tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya dan tanda-tanda kesudahan dunia ini bisa kita lihat dan ketahui lewat firman Tuhan. Kalau kita benar-benar memperhatikan firman Tuhan, kita pasti bisa melihat dan mengetahui apabila firman Tuhan telah digenapi. Daniel 11 : 35 firman Tuhan telah menubuatkan bahwa sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan & pemurnian. Kalau pada zaman nabi Daniel dikatakan akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan, tetapi sekarang akhir zaman itu sudah ditetapkan sebab sudah semakin digenapi baik tanda-tanda akhir zaman maupun tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus. 

Supaya gereja Tuhan diakhir zaman ini siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, harus lebih dahulu diuji, disaring dan dimurnikan. Orang-orang yang teruji, yang sudah dimurnikan inilah yang akan berhasil diubahkan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Saudara-saudara, Yohanes 1 : 14 Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia, Dia adalah Allah yang telah mengambil rupa sebagai seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia supaya manusia itu bisa melihat kemuliaan-Nya. Mungkin ada orang yang bertanya: “Mengapa firman itu menjadi manusia? Mengapa Yesus harus turun ke dalam dunia ini untuk menebus manusia berdosa? Jawabannya: sebab di dunia ini tidak ada seorangpun yang bisa mengubah dunia ini dan hidupnya sendiri. Manusia tidak ada seorang pun yang bisa mengubah hidupnya, tidak ada seorang pun yang bisa menebus hidupnya dari perbudakan dosa, bahkan di dunia ini tidak ada kuasa lain yang bisa menjadikan manusia supaya kembali segambar dengan Allah. Inilah yang membuat maka Tuhan sendiri yang datang dan turun ke dalam dunia ini dengan jalan menjadi sama dengan manusia. Yesus itu adalah benar-benar firman yang telah menjadi manusia, Dia adalah Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. 

Jadi Yesus itu adalah reinkarnasi Allah yang telah menjadi manusia supaya ada jalan Tuhan menebus manusia dari dosa, supaya ada jalan Tuhan mengubah orang berdosa menjadi manusia yang berkenan kepada Allah. Kalau kita lihat sejak dalam kitab Perjanjian Lama telah dinubuatkan bahwa akan ada satu orang yaitu dari keturunan perempuan yang mampu meremukkan kepala ular. Kejadian 3 : 15 kalau kepala ular diremukkan maka ular itu akan meremukkan tumit. Keturunan perempuan yang berhasil meremukkan kepala ular itu adalah menunjuk pribadi Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib mengalahkan dosa. Yesuslah satu-satunya yang bisa mengalahkan Iblis dalam segala tipu dayanya. Namun demikian perlu kita perhatikan dengan baik-baik, ular itu juga bisa meremukkan tumit. Tumit ini berbicara kelemahan, yaitu menunjuk kepada orang-orang yang tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan, tidak suka memperhatikan firman Tuhan. Orang-orang yang tidak memperhatikan firman Tuhan pasti lemah, tidak akan mampu mengalahkan dosa bahkan tidak akan mampu menglahkan keinginan diri sendiri. 

Karena tidak memiliki kuasa maka Iblis akan datang dengan segala tipu dayanya untuk meremukkan atau mengalahkan mereka. Kita bisa melihat pada zaman sekarang ini banyak orang Kristen tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan, tidak sungguh-sungguh mendengar dan melakukan firman Tuhan. Akibatnya mereka tidak akan bisa melihat kemuliaan Kristus yang adalah Tuhan. Tetapi kalau kita memperhatikan firman Tuhan, maka kita akan diubahkan oleh Tuhan, firman Tuhan itulah yang berkuasa mengubah hidup manusia, firman Tuhan itulah sebagai sumber kuasa supaya kita juga bisa mengalahkan dosa. Kalau kita mau memperhatikan firman Tuhan, bukan saja hidup diberkati, tetapi akan diubahkan supaya bisa berkenan kepada Tuhan dan dapat melihat kemuliaan-Nya. Daud adalah seorang yang sangat berkenan dihati Tuhan, seorang yang sangat diperhatikan Tuhan sehingga Tuhan mengangkat hidupnya dan menjadi raja Israel. Padahal kalau dilihat sejarah atau latar belakangnya, Daud itu hanya seorang yang biasa-biasa saja, baik penanpilannya, pekerjaannya, keluarganya. Bahkan di tengah-tengah keluarganya saja Daud itu adalah orang yang tidak diperhitungkan. Terbukti ketika nabi Samuel diutus ke rumah Isai untuk mengurapi seorang raja, Daud tidak ada bersama-sama dengan kakak-kakaknya, Daud sedang berada di padang. Sehingga Samuel hampir salah mengurapi, lalu ia memerintahkan supaya Daud dipanggil dari padang. 

Dan setelah Daud sampai ke rumah, Tuhan langsung berfirman supaya Samuel mengurapi Daud menjadi raja. Kisah Rasul 13 : 22 Daud diangkat dan diurapi menjadi raja Israel karena Daud itu seorang yang berkenan di hati Tuhan dan melakukan segala kehendak Tuhan. Mazmur 1 : 1 - 3 kelebihan Daud : - tidak berjalan menurut nasihat orang fasik - tidak berdiri di jalan orang berdosa - tidak duduk dalam kumpulan pencemooh Daud membuat Taurat Tuhan sebagai kesukaannya dan selalu merenungkan Taurat itu siang dan malam. Maka tidak heran kalau Daud begitu diperhatikan Tuhan, dari padang pun Tuhan memanggilnya dan menjadikan dia raja. Sebenarnya tidak masuk akal seorang penggembala kambing domba menjadi raja, tetapi apa yang tidak mungkin itu Tuhan ubah, Daud dipilih dan diurapi Tuhan menjadi raja. Suatu kepastian: setiap orang yang mau memperhatikan dan melakukan segala kehendak Tuhan, ia akan mendapat perhatian dari Tuhan. Ia sama seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang menghasilkan buahnya pada musimnya, tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil. Asal kita mau memperhatikan dan melakukan firman Tuhan, firman Tuhan itu akan memperbaiki hidup kita, akan memperlengkapi kita dengan memberi kuasa. Yesus sebagai firman yang telah menjadi manusia itu akan diam diantara kita supaya kita bisa melihat kemuliaan-Nya sebagai Mempelai Pria Sorga. Haleluya......!!!

Rabu, 23 Oktober 2013

Bible Study

YOSUA PASAL - 19 

Kamis, Oktober 2013

 Yohanes 9 : 5 kita harus mau dijadikan sebagai terang dunia supaya dosa tidak lagi menguasai hidup kita. Caranya : dengarkan dan terima firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan lakukan maka Tuhan sendiri akan menerangi hati kita, Tuhan sendiri yang membuat kita menjadi terang bagi banyak orang dan banyak bangsa. Amos 8 : 11 - 14 firman Tuhan menjelaskan kepada kita karena tidak mau memperhatikan firman Tuhan dan tidak mau mempergunakan waktu suatu saat akan merasa lapar dan haus. Tuhan sendiri yang mendatangkan masa-masa kelaparan dan kehausan itu tetapi bukan lapar akan makanan dan haus akan minuman, tetapi akan mendengarkan firman Tuhan. Setelah datang masa-masa kelaparan itu, walaupun mereka mencoba mengembara dari laut ke laut dan menjelajah ke utara dan ke timur untuk mencari firman Tuhan, tetapi mereka tidak akan mendapatkannya. 

Bahkan sekalipun mereka masih muda dan mempunyai kekuatan, tetapi mereka tidak akan mendapatkannya, justru mereka akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi. Jadi sikap dengar-dengaran itu sangat penting menyangkut bertumbuh atau tidaknya rohani kita, kalau bertumbuh maka akan menjadi terang dunia tetapi kalau tidak bertumbuh akan masuk ke dalam ke gelapan karena dosa. Dalam 1 Raja-raja 19 : 9 - 10 ketika Elia masuk ke dalam sebuah gunung dan bermalam di situ maka Tuhan datang dan bertanya apa yang sedang dilakukannya pada saat itu. Elia pun mengaku bhw ia telah bekerja dengan segiat-giatnya seorang diri. 

Perkataan ini merupakan kebohongan sebab pada saat itu sebenarnya Elia sedang ketakutan dan sedang bersembunyi di dalam gua tersebut. Sebenarnya ketika Tuhan bertanya: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” yang Tuhan tanya pada saat itu apa yg sedang dikerjakannya sekarang bukan yang lalu-lalu. Tetapi yang dijawab Elia justru yang lalu-lalu bukan apa yang sedang dikerjakannya saat itu. Sebenarnya kalau ia jujur, Elia harus berkata kepada Tuhan: “Aku sedang ketakutan” sebab itulah yang sedang dialaminya pada saat Tuhan berfirman. Sebenarnya Tuhan tahu kalau pada masa-masa yang lalu Elia itu seorang yang sangat giat untuk Tuhan, seorang pemberani dan tidak takut kepada siapapun. Tetapi keadaannya ketika Tuhan datang dan bertanya kepadanya, Elia sedang dalam ketakutan maka ia bersembunyi. 

Kalau Saudara-saudara rindu menjadi terang dunia, tetaplah dengar-dengaran kepada firman Tuhan dan jangan takut kalaupun sedang dikejar-kejar oleh musuh. Sebab justru dalam hal yang demikianlah kuasa Tuhan menjadi nyata dan Ia akan memberi pertolongan dengan segera. Sikap yang harus kita lakukan: ketika mendengarkan firman Tuhan jangan sembunyikan dosamu atau pelanggaramu, tetapi nampakkan dirimu dan terima perkataan Tuhan itu dengan hati yang lemah lembut. Kita harus sama seperti rasul Paulus, yang dikehendaki ialah mengenal Kristus dalam kuasa kebangkitan-Nya, menge- nal persekutuan dalam penderitaan-Nya supaya menjadi serupa dengan Kristus. Jadi kalau sudah demikian maka kita akan beroleh kebangkitan dan beroleh hidup yang kekal.

Buletin Minggu

“HENDAKLAH KAMU JUGA 
SIAP SEDIA” 

 Minggu, Oktober 2013


 Saudara-saudara, dosa telah membuat hubungan manusia dengan Allah terputus bahkan oleh karena dosa manusia telah kehilangan kemuliaan Allah. Dosa itu merupakan pemisah sehingga oleh karena dosa tidak ada seorang pun yang bisa berkenan kepada Allah. Namun demikian Tuhan Allah mau kembali memperbaiki supaya manusia bisa berhubungan dengan Allah. Caranya : Allah sendiri yang turun ke dalam dunia dan menjadi sama dengan manusia dan mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian. Supaya setiap orang yang percaya kepada nama Yesus dan yang mau melakukan segala perintah-Nya beroleh jalan keluar dan menerima pengampunan dari dosa mereka. Yohanes 1 : 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Jadi lewat ayat ini ditegaskan Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia dan mau diam di antara kita supaya kita bisa melihat kemuliaan-Nya. 

Firman itu adalah Allah sendiri, jadi setiap orang yang percaya kepada Yesus berarti ia sudah percaya kepada Allah. Firman yang telah menjadi manusia itu adalah menunjuk pribadi Tuhan Yesus Kristus, yang rela turun menjadi manusia. Sebab dengan kerelaan Allah menjadi manusia maka Ia mau diam di antara kita, diam di dalam rumah tangga kita, Tuhan merindukan supaya hubungan manusia yang pernah terputus itu dipulihkan kembali. Dan Tuhan mau supaya kita bisa kembali melihat kemuliaan Allah.Karena itu kalau dulu akibat dosa manusia takut bertemu dengan Allah, Adam dan istrinya bersembunyi dan tidak mau menunjukkan dirinya kepada Allah. Tetapi Tuhan tahu bagaimana cara membuat supaya Adam dan istrinya keluar dari persembunyiannya, Tuhan punya cara supaya Adam dan istrinya jangan terus saja takut kepada Allah. Cara Tuhan itu ialah : Ia datang dengan berfirman, Tuhan sendiri yang memanggil supaya manusia itu mau keluar dari persembunyiannya. 

Kejadian 3 : 9Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Kalau Tuhan Allah berkata demikian sebenarnya bukan karena Allah tidak tahu di mana mereka, bukan berarti Allah tidak melihat mereka. Tetapi itulah cara Tuhan, Ia memanggil dan berfirman supaya manusia mau keluar dari persembunyiannya dan ketakutannya pun hilang. Saudara-saudara, kalau firman Allah telah menjadi manusia dalam pribadi Tuhan Yesus, hal ini sesuai dengan terang Tabernakel. Sebab Yesus itu adalah kegenapan dari segala firman yang telah dinubuat kan dalam Alkitab. Keluaran 25 : 8 - 9 ketika itu Allah berfirman kepada Musa dan Harun supaya membuat tempat kudus supaya Tuhan mau diam di tengah-tengah mereka. Mereka harus membuat tempat kudus itu menurut segala apa yang telah ditunjukkan Tuhan kepada Musa sebagai contoh kemah suci dengan segala perabotannya. 

Tabernakel itu dibangun sesuai dengan ketentuan Tuhan baik ukurannya maupun segala perabotannya.Jadi tujuan mengapa Musa dan Harun diperintahkan supaya membuat tempat kudus (=Tabernakel) adalah supaya Tuhan mau diam di tengah-tengah manusia. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam Keluaran 29 : 42 - 43 kalau Tabernakel itu telah selesai dibangun maka di sanalah Tuhan akan bertemu dengan orang Israel untuk berfirman kepada mereka. Tuhan Allah akan menguduskan tempat itu dengan kemuliaan-Nya. Inilah yang dimaksud dalam Yohanes 1 : 14 kalau firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita maka kita akan dapat melihat kemuliaan Kristus sebagai Anak Tunggal Bapa. Dalam Hosea 8 : 11 - 14 satu teguran yang sangat tegas dari Tuhan kepada Efraim, Yehuda maupun orang Israel. 

Karena mereka menganggap pengajaran dari Tuhan itu sebagai sesuatu yang asing. Mereka menganggap firman Tuhan itu sebagai sesuatu yang asing sehingga mereka tidak membuka telinga untuk mendengarkan firman Tuhan. Sekaliupun Efraim telah memperbanyak mezbah, justru mezbah-mezbah itulah yang membuat mereka berdosa terhadap Allah. Bahkan sekalipun sebenarnya mereka mencintai korban sembelihan, mempersembahkannya dengan memakannya, tetapi Allah tidak berkenan kepada mereka. Penyebabnya: karena mereka tidak mau dengar-dengaran kepada firman Tuhan. Setiap orang yang tidak mau dengar-dengaran kepada firman Tuhan berarti mereka sedang mengundang murka Tuhan turun ke atas mereka. Dan kalau tidak membuka hati kepada firman Tuhan berarti ia sedang membuat dirinya jauh dari Tuhan, tidak mempunyai persekutuan dengan Tuhan. Sebagai akibat kalau tidak dengar-dengaran kepada firman Tuhan : Tuhan Allah akan tetap mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka dan harus kembali ke Mesir. Artinya setiap orang yang menganggap asing akan pengajaran firman Tuhan, maka sesungguhnya dosa-dosa mereka tetap diingat Tuhan, dan mereka akan kembali kepada hidup yang lama : tetap berada dalam perbudakan dosa dan selalu dikuasai oleh keinginan diri sendiri. Sekalipun mereka berdoa dan memohon ampun tetapi kalau tetap menganggap asing akan pengajaran Tuhan, maka dosa-dosa mereka akan tetap diingat oleh Tuhan.

Tabernakel yang dibangun Musa dan Harun di padang gurun itu memang tidak menarik sebab tidak cantik dipandang mata. Sebab kalau dilihat dengan mata jasmani Tabernakel atau tempat kudus itu hanya seperti kotak biasa saja jadi tidak cantik dipadang mata. Tetapi kalau sudah masuk ke dalam dan melihat alat-alat Tabernakel terlebih kalau Allah sudah hadir dan berfirman, maka sesungguhnya tidak ada tempat seindah bait kudus Tuhan. Demikian juga firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah ini sebenarnya tidak menarik hati sebab sifatnya mengoreksi dan menegor dosa. Dalam firman pengajaran ini tidak bisa dosa sekecil apapun disembunyikan, semua pasti dibongkar sehingga tidak menyenangkan di hati. Tetapi kalau kita mau membuka hati dan mengijinkan firman pengajaran ini bekerja maka sesungguhnya hidup kita akan diubahkan menjadi manusia baru, walau dosa ditegor tetapi bisa bersyukur dan mengakui bahwa hidup di dalam firman pengajaran ini memang sungguh indah. Firman pengajaran ini kalau sudah dinikmati akan membangun hidup kita, nikah atau keluarga kita menjadi indah dan berkenan kepada Tuhan. 

Sebagaimana Allah hadir dan berfirman kepada bangsa Israel demikian juga Ia akan hadir dan berfirman untuk menyelamatkan hidup kita dan keluarga kita. Setiap orang yang membuka hati untuk menerima firman pengajaran, dialah yang dapat menikmati firman itu dan Tuhan akan diam di dalam hidupnya. Dan kalau Tuhan sudah diam di dalam hidup kita berarti firman itu telah menjadi daging dan menyatu dengan hidup kita. Kolose 1 : 27 kalau Tuhan Yesus Kristus sudah ada di tengah-tengah kita maka Krstus akan menjadi pengharapan akan kemuliaan. Artinya kalau Kristus sudah diam di dalam hidup kita maka kita akan melihat kemuliaan Allah. Yohanes 12 : 28; 14 : 13; 17 : 1, 4, 24 ayat-ayat firman Tuhan yang menyatakan tentang kemuliaan Tuhan Yesus, Yesus diperuliakan Bapa karena Ia telah melakukan segala kehendak Bapa. Demikian juga setiap orang yang melakukan segala kehendak Tuhan, maka Tuhan akan mempermuliakan hidupnya dan akan menyatakan segala kehendak-Nya. Kesiapan gereja Tuhan diakhir zaman ini harus sampai kepada puncaknya : menjadi sempurna sama seperti Yesus Kristus.

Selasa, 08 Oktober 2013

Bible Study 2013

YOSUA PASAL 15 - 19


Kamis, Oktober 2013

Puji Tuhan! Saudara-saudara, kita telah melihat bersama-sama bagaimana Otniel dan Akhsa yang berhasil mendapatkan mata air yang di hilir dan mata air yang di hulu, sebab Akhsa sebagai istri sangat mengerti apa yang sangat dibutuhkan dalam keluarganya. Mereka tidak puas kalau hanya mendapatkan tanah yang gersang, tetapi mereka juga meminta kepada Kaleb supaya memberi kan tanah yang ada airnya. Kaleb sebagai orang yang istimewa di mata Tuhan mendapat Hebron, sebagai upah bagi orang yang tetap setia mengikuti dan melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Kaleb berhasil menjadi seorang pelayan Tuhan sudah dimulai sejak dalam pimpinan Musa yang keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan sampai dalam pimpinan Yosua yang diangkat Tuhan untuk meng- gantikan Musa memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan. 

Kemudian dalam Yosua 15 : 20 - 63 selanjutnya suku Yehuda juga mendapatkan milik pusaka menurut kaum-kaum mereka lengkap dengan batas-batasnya. - Yosua psl 16 sampai 17 = setelah keluar undian bagi Yusuf, suku Efraim dan suku Manasye menerima milik pusaka. - Yosua psl 18 = suku Benyamin menurut kaum-kaum mereka mendapatkan milik pusakanya. - Yosua psl 19 = suku Simeon, suku Zebulon, suku Isakhar, suku Asyer, suku Naftali, suku Dan & Yosua mendapatkan bagian sebagai milik pusaka mereka. Khusus Yosua 19 : 49 - 50 Yosua sebagai pemimpin bangsa Israel yang berhasil membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan jg mendapatkan milik pusaka tentunya setelah seluruh orang Israel selesai membagi-bagi negeri itu menjadi milik pusaka mereka. Walaupun Yosua yang paling akhir mendapatkan milik pusaka, tetapi Yosua juga mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel dan mendapatkan pegunungan. Yosua mendapatkan milik pusaka karena ia sendiri yang meminta kepada Tuhan. 

Sesuai dengan titah Tuhan, orang Israel memberikan kepada Yosua kota yang di mintanya, yakni Timnat-Serah di pegunungan Efraim. Yosua pun membangunnya dan menetap di sana dengan aman dan damai sebab Tuhan Allah menyertainya. Memang kalau kita sudah berkenan kepada Tuhan, apa saja yang kita minta pasti akan diberikan Tuhan sebagai upah kita. Yohanes 15 : 7 - 8 Yesus sendiri yang memberi jaminan kepada kita, jika kita tinggal di dalam Tuhan dan firman-Nya tinggal di dalam kita, maka Tuhan sendiri memberi perintah supaya kita meminta kepada-Nya. Dan kalau kita meminta kepada Tuhan, apa saja yang’ kita minta itu pasti akan diberikan Tuhan. Sebab kalau kita meminta dan Tuhan memberikannya maka dalam hal inilah Bapa dipermuliakan, Tuhan sangat senang melihat kehidupan orang-orang yang mau mengikuti gerak firman Tuhan dan yang melakukannya dengan taat dan setia. Sama seperti Yosua ketika meminta diberikan demikian juga kita akan menerima apa saja yang kita minta.