Kamis, 10 Februari 2011

Buletin Februari 2011

“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Minggu - 06 Februari 2011


Saudara-saudara, menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya akan datang krisis ekonomi yang sangat dahsyat. Wahyu 6 : 5 - 6 firman Tuhan menjelaskan keadaan ekonomi dunia yang segera akan tergenapi: “Secupak gandum sedinar dan tiga cupak jelai sedinar.” Ini berbicara tentang krisis pangan yang segera akan terjadi menimpa seluruh dunia karena sulitnya mendapatkan mekanan maka harga nya pun sangat mahal.

Secupak gandum = kebutuhan satu kali makan sedangkan Satu dinar = gaji satu hari.

Jadi kalau firman Tuhan ini sudah digenapi maka sulitnya untuk mendapatkan makanan maka harga untuk mendapatkan satu kali makan saja harus mengeluarkan uang sebanyak gaji satu hari. Jadi semua orang, baik kecil maupun besar, baik kaya ataupun miskin, baik bangsa yang sudah maju atau pun bangsa yang sedang berkembang, sama-sama akan mengalami krisis pangan yang mengerikan. Dan apabila hal ini sudah tergenapi, maka saat itulah antikristus akan tampil memberi pertolongan, tetapi dengan syarat: harus diberi tanda 666 pada dahi mau pun pada tangan kanan. Sebab kalau tidak diberi tanda 666 maka tidak boleh menjual ataupun membeli, akan kelaparan.
Kalau demikian halnya akan terjadi menimpa dunia ini, bagaimana dengan nasib gereja Tuhan? dan apakah yang harus kita lakukan?
Wahyu 12 : 13 - 14 firman Tuhan menjelaskan setelah naga (=iblis) sadar telah dilemparkan ke bumi, ia memburu perempuan yang telah melahirkan Anak laki-laki, yaitu gereja Tuhan yang telah sempurna.
Perempuan yang melahirkan Anak laki-laki ini menunjuk GEREJA TUHAN yang telah berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang telah dikuduskan dan telah disempurnakan.
Gereja Tuhan yang telah dikuduskan itu akan diberi sayap dari burung nasar yang besar supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu. Artinya gereja Tuhan yang telah dikuduskan dan yang telah disempurnakan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus itu berhak mendapatkan jaminan pemeliharaan dari Tuhan, baik dari krisis pangan terlebih lagi dari tangan antikristus. Kalau seluruh dunia termasuk orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh akan jatuh ke tangan antikristus, tetapi gereja Tuhan yang telah menjadi mempelai perempuan itu terjamin oleh pemeliharaan dari Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga.

Maka untuk mencapai kesempurnaan itu kita harus dikuduskan oleh darah Yesus Kristus dan disempurnakan oleh firman dan Roh Kudus.

Roma 12 : 17 - 21 menjelaskan sikap dan perbuatan yang harus kita lakukan sebagai anak-anak terang:
- tidak membalas kejahatan dengan kejahatan
- mampu melakukan apa yang baik
- hidup dalam perdamaian dengan semua orang
- tidak menuntut pembalasan
- jika seteru lapar atau haus, harus mampu beri mereka makan dan minum
- jangan kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.

Contoh orang yang berhasil melakukan yang baik, yang mampu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan adalah YUSUF. Yusuf itu adalah anak kesayangan Yakub, tetapi sekali pun demikian dengan seiijin Tuhan, Yusuf harus mengalami banyak penderitaan dari kakak-kakaknya sendiri:
- ia dibenci oleh kakak-kakaknya
- dijatuhkan ke dalam sumur
- dijual kepada Potifar
- difitnah telah meniduri istri Potifar
- dipenjarakan walau bukan karena kesalahan
- dilupakan oleh orang yang pernah ditolong
Dalam kesemua itu Yusuf mampu tidak membalas yang jahat dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan. Mengapa Yusuf mampu membalas kejahatan dengan kebaikan? karena Yusuf itu seorang yang lembut hatinya. Buktinya dalam Kejadian 45 : 1 - 2 Yusuf bisa menangis dengan keras sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun.

Karena itu untuk memperoleh hati yang lembut dan supaya kita mampu melakukan segala yang baik ada empat (4) hal yang harus kita lakukan, yaitu:

1. KITA HARUS BELAJAR.
Tidak ada seorang pun yang bisa memperoleh hati yang lembut tanpa belajar kepada firman Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang mampu melakukan segala yang baik kalau tidak belajar kepada firman Tuhan. Sebab kelemahlembutan itu datang tidak dengan tiba-tiba, tidak datang tanpa pengorbanan, tetapi kelemahlembutan itu akan kita miliki jika kita punya sikap: mau belajar kepada firman Tuhan.
Dalam Matius 11 : 28 - 30 Tuhan Yesus mengundang supaya kita datang kepada-Nya dan belajar kepada Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Setelah kita datang kepada Tuhan Yesus dan percaya kepada-Nya, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah kita harus belajar tentang kelemahlembutan dan kerendahan hati tuhan Yesus, dengan kata lain belajar menurut kepada firman Tuhan. Dan cara belajar kepada Yesus adalah dengan cara memikul kuk yang dipasangkan, artinya: ketika diberi tanggung jawab, ketika diberi tugas atau pekerjaan atau pelayanan, pikul dan lakukan semua itu dengan taat dan setia, jangan dengan terpaksa apalagi dengan sungut-sungut. Maka Tuhan Allah pasti akan berkenan kepada kita.

2. MENGERTI KEHENDAK TUHAN.
Kejadian 45 : 7 - 8 setelah Yusuf memperkenalkan diri, kepada kakak-kakaknya Yusuf menjelaskan mengapa Yusuf bisa sampai ke Mesir dan menjadi bapa bagi Firaun dan sebagai kuasa seluruh Mesir: karena Yusuf mengerti akan kehendak Allah. Sekalipun Yusuf harus mengalami banyak penderitaan, tetapi Yusuf mengerti karena Allahlah yang telah menyuruh Yusuf ke Mesir untuk menjamin kelanjutan keturunan Israel dan untuk memelihara hidup mereka dari masa kelaparan yang begitu hebat menimpa seluruh dunia. Jadi karena Yusuf itu sangat mengerti akan kehendak Tuhan sekali pun kakak-kakaknya telah membencinya dan menjual nya tetapi ia tidak benci dan tidak membalaskan kejahatan kakak-kakaknya itu dengan kejahatan.
Demikian juga jika kita mengerti kehendak Tuhan maka kita juga pasti akan mendapatkan jaminan pemeliharaan dari Tuhan, dijamin tidak akan mengalami krisis pangan, dijamin tidak akan masuk ke tangan antikristus.

3. MAMPU BERKORBAN.
Kejadian 45 : 10 - 11 setelah Yusuf memperkenalkan dirinya, Yusuf melanjutkan dengan berbuat baik kepada kakak-kakaknya dengan cara menyediakan tempat yang terbaik di tanah Gosyen sebagai tempat tinggal bagi mereka serta anak-anak mereka, tempat bagi kambing domba, lembu sapi serta segala yang dimiliki mereka.
Sebagai jemaat Tuhan yang rindu mendapat jaminan pemeliharaan dari Tuhan, kepada kita dituntut tidak cukup hanya memberi pengampunan saja tetapi juga harus mampu berkorban, yaitu memberi apa yang bisa kita berikan. Inilah perbuatan-perbuatan baik yang bisa kita lakukan demi untuk memperoleh jaminan pemeliharaan dari Tuhan.

4. MENGAMPUNI TANPA BATAS.
Kejadian 45 : 13 - 15 setelah Yusuf meperkenalkan diri dan memberi tempat kepada saudara-saudaranya, Yusuf mampu mengampuni mereka tanpa batas dan tanpa syarat dengan tidak mengingat-ingat lagi akan kesalahan yang telah diperbuat oleh kakak-kakanya tersebut. Justru yang dilakukan Yusuf: ia memeluk Benyamin dan juga memeluk kakak-kakaknya yang telah berbuat jahat kepadanya dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya itu bercakap-cakap dengan Yusuf. Kasih persudaraan itu kembali terjalin setelah Yusuf mampu mengampuni saudara-saudaranya tanpa batas.

Memberi pengampunan tanpa batas itu adalah perbuatan gereja Tuhan yang sudah hidup dalam terang firman pengajaran sebab hatinya telah diterangi oleh firman Tuhan. Setiap orang yang mengaku mengasihi Allah, yang rindu dikuduskan dan disempurnakan ia juga harus mampu melakukan hal tersebut di atas. Puncaknya: mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang baik kepada semua orang, baik kepada saudara sendiri, kepada orang tua, kepada sesama jemaat bahkan kepada musuh sekali pun. Haleluya...............!~!!!!



“PERBUATAN BAIK BERDASARKAN IMAN”


Minggu - 27 February 2011


Puji Tuhan!
Kita patut bersyukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang oleh karena kasih karunia-Nya yang besar telah memanggil dan menjadikan kita sebagai umat-Nya. Puncak kerinduan Tuhan dalam hidup kita: kita harus berhasil menjadi anak-anak terang, yaitu menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah. Untuk itulah dalam setiap ibadah Tuhan selalu memberikan firman-Nya yang berguna untuk mengubah dan membentuk kita dari hari ke hari sampai berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah.
Sebagai jemaat Tuhan yang rindu menjadi anak-anak terang, satu hal yang patut kita waspadai bahwa menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali akan ada bahaya penyesatan. Yaitu munculnya pengajaran-pengajaran baru atau kelompok-kelompok yang mengaku pengajarannya lebih murni. Misalnya saja kelompok pengagum Yahweh yang sekarang ini sedang gencar-gencarnya mengajar kan ajarannya dan telah menyeret banyak orang. Pengagum Yahweh ini memang masih menyebut dirinya orang Kristen tetapi pada dasarnya pengajaran mereka sudah menyimpang dari kebenaran yang sebenarnya.

Pengajaran pengagum Yahweh yang perlu diwaspadai:
- tidak mau menyebut nama Allah
- tidak mengakui Yesus itu sebagai nama Tuhan
- mengganti hari ibadah dari hari minggu menjadi hari Sabat


Dan banyak orang terseret baik dari kalangan jemaat maupun dari kalangan hamba-hamba Tuhan. Kalau tidak mempunyai pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran, dengan mudah akan banyak orang yang terseret apalagi kalau diiming-imingi dengan uang.
Saudara-saudara, kita harus mempergunakan waktu-waktu yang akhir ini dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan cara hidup dalam kebenaran, beribadah yang benar dan melayani Tuhan dengan tulus. Firman Tuhan dalam 2 Petrus 3 menjelaskan sebagai jemaat Tuhan, kita harus mempergunakan kesabaran Tuhan ini dengan hidup dalam kebenaran. Supaya apabila semua penghukuman atau malapetaka-malapetaka itu sudah menimpa dunia ini, kita tetap terpelihara dan tidak akan ditimpa malapetaka tersebut. Memang sudah seharusnya Tuhan Yesus itu datang, tetapi karena kesabaran-Nya, Ia masih memberikan waktu, Ia masih menunggu supaya semua orang berbalik dan bertobat dan meninggalkan cara-cara hidup yang tidak berkenan kepada Allah.
Banyak orang dengan sengaja tidak mau tahu lagi tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ini, bahkan mereka menjadi pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya yang mengatakan seolah-olah Tuhan sudah lalai akan janji tentang kedatangan-Nya tersebut. Sebenarnya Tuhan tidak lalai dan tidak lupa akan kedatangan-Nya, tetapi Tuhan sedang memberikan waktu supaya orang-orang kudus itu lebih mempersiapkan diri lagi. Jadi kalaupun sampai sekarang ini Tuhan belum datang-datang juga bukan berarti karena Ia lupa atau lalai.

Karena itu sebagai anak-anak terang yang sudah hidup dalam firman pengajaran, kita harus memiliki sikap dan perbuatan yang benar yaitu: mampu berbuat baik berdasarkan iman. Sebab banyak orang merasa benar, merasa baik, merasa rohani bahkan merasa sudah banyak berbuat baik kepada Tuhan tetapi tidak mampu menunjukkan cara hidup yang baik. Setiap orang yang merasa diri benar cenderung merasa tidak membutuhkan keselamatan bahkan merasa tidak membutuhkan firman Tuhan.

Contoh orang yang mampu berbuat baik berdasarkan iman: RAHAB.
Ibrani 11 : 30 - 31 ketika orang Israel sedang dalam perjalanan menuju tanah Kanaan hendak melewati Yerikho, Rahab sudah mendengar apa yang telah dilakukan Allah terhadap orang Mesir dan bagaimana orang Israel berjalan melewati laut. Maka setelah Rahab mendengar bahwa orang Israel hendak melewati Yerikho, ia pun tahu bahwa Yerikho pastilah akan dibinasakan. Karena itu ia membuka hati dengan cara menyambut pengintai-pengintai itu dan melayani mereka dengan baik. Sekalipun Yerikho telah menutup pintu gerbangnya tetapi Rahab membuka hati, ia tidak turut dengan sikap dan perbuatan orang-orang Yerikho.
Rahab melakukan semua itu berdasarkan iman, ia tidak mau mati binasa bersama dengan orang Yerikho. Maka sekalipun tembok-tembok Yerikho diruntuhkan atau dihancurkan dan semua orang yang di dalamnya mati binasa, tetapi Rahab dan semua orang yang ada di dalam rumahnya selamat. Sekalipun Rahab itu perempuan sundal tetapi ia tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka.

Menyambut pengintai-pengintai disejajarkan dengan berbuat baik berdasarkan iman.


Orang Yerikho disebut orang durhaka karena menututp pintu terhadap umat Allah. Ini sikap penolakan terhadap firman Tuhan. Jadi menutup hati terhadap firman Tuhan sama dengan menolak Tuhan hadir dalam hidupnya. Seharusnya sikap orang Yerikho membuka pintu dan menyambut orang Israel dengan baik, mereka pasti tidak akan mati binasa. Tetapi yang dilakukan justru menutup pintu-pintu gerbang, mereka tidak suka terhadap orang Israel yang adalah umat Allah.

Kemudian contoh lain yang mampu berbuat baik adalah RAJA ASA, 2 Tawarikh psl 14 menjelaskan raja Asa itu adalah seorang raja yang melakukan yang baik dan benar di mata Tuhan. Dan setelah ia menjadi raja tindakan-tindakan yang dilakukan:

1. ayat 2 - 3 menjauhkan hal-hal yang menyakitkan hati Tuhan, yaitu menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala dan menghancurkan tiang-tiang berhala.
2. ayat 4 - 5 memerintahkan orang Yehuda supaya mencari Allah dan beribadah dengan benar.

Hasilnya Tuhan Allah mengaruniakan keamanan, dan setelah aman maka mereka bisa memperkuat kota-kota dan mengelilinginya dengan tembok-tembok beserta menara-menaranya (ayat 5). Raja Asa ini adalah orang yang sangat mengerti cara mengambil hati Tuhan.

Demikian juga sebagai jemaat Tuhan, kita juga harus mampu berbuat baik kepada semua orang, yaitu berbuat baik berdasarkan iman. Kita sudah tahu bahwa dunia ini akan ditimpa oleh malapetaka yang besar dan dahsyat, karena itu kita harus membuka hati untuk firman Tuhan, membuka diri untuk melakukan apa yang baik. Sebab berbuat baik menurut firman Tuhan itu menjadi kunci supaya rumah tangga kita diberkati, usaha/pekerjaan kita diberkati, pelayanan diberkati dan semakin maju. Dengan berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang campur tangan untuk menjamin keselamatan kita, Dia sendiri yang membela dan memelihara hidup kita terhadap segala hal. Walaupun dunia ini akan dibinasakan bersama-sama dengan orang durhaka, tetapi jemaat Tuhan yang sudah menjadi anak-anak terang itu terjamin keselamatannya.
Setelah kita dipanggil menjadi orang percaya, langkah selanjutnya yang harus kita kerjakan adalah kita harus meninggalkan segala sesuatu yang menyakitkan hati Tuhan, seperti penyembahan berhala, adat istiadat atau tradisi dari nenek moyang, segala sesuatu yang duniawi. Supaya kita bisa melakukan yang baik, kita harus mampu melepaskan segala sesuatu yang menyangkut kepada penyembahan berhala, membuang segala yang dianggap berkuasa. Tidak boleh ada yang lain selain Tuhan Allah saja.

Jadi berbuat baik berdasarkan iman adalah tanggung jawab yang harus kita lakukan dengan hati yang rela maka Tuhan Allah akan berkenan kepada kita.

Kamis, 06 Januari 2011

Buletin - Januari 2011

“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”

Minggu - 02 Januari 2011


Galatia 4 : 4 “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.”
Tetapi sekalipun Yesus itu lahir dari seorang perempuan, bukan karena hasil hubungan antara laki-laki dan perempuan, Yesus itu adalah benar-benar firman yang telah menjadi manusia. Jadi kelahiran Yesus bukan karena hubungan suami istri. Yesus lahir dari seorang perempuan dan menjadi manusia sama seperti kita dengan satu tugas yang sangat mulia, yaitu: untuk menebus semua orang yang telah takluk kepada hukum Taurat. Karena Yesus sudah takluk kepada hukum Taurat, maka Ia diutus untuk menebus setiap orang yang selama ini telah takluk kepada hukum Taurat. Sebab jika kita sudah ditebus dari kutuk hukum Taurat barulah kita layak diterima sebagai anak, yaitu sebagai anak-anak Tuhan.

Sebutan “Kamu adalah anak-anak terang” ditujukan kepada semua orang yang sudah diterima menjadi anak-anak Allah. 1 Yohanes 1 : 5 firman Tuhan menegaskan Allah itu adalah terang, jadi karena Allah itu adalah terang maka jemaat yang disebut anak-anak Tuhan itu juga harus hidup di dalam terang. Yesus telah lahir dan telah menjadi manusia untuk menunjukkan kepada manusia bahwa Yesus telah takluk kepada hukum Taurat, Ia telah berhasil mengalahkan dosa, bahkan Ia sendiri telah menderita sampai mati di atas kayu salib. Tujuannya adalah untuk memberikan kelepasan kepada kita, kita dilepaskan dari kutuk hukum Taurat kemudian dilayakkan menjadi anak-anak terang.
Maka dengan lahirnya Yesus sebagai manusia dan menjadi sama seperti kita, tidak ada lagi alasan bagi manusia itu untuk hidup dalam dosa. Manusia tidak bisa memberi alasan dengan mengatakan: “Yesus mampu menolak dosa, mampu menderita karena Dia adalah Tuhan.” Yesus memang Tuhan tetapi Ia telah mengambil rupa sebagai manusia dan merasakan seperti yang kita rasakan. Kunci mengapa Yesus mampu mengalahkan dosa adalah karena Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia, di dalam Yesus ada firman ALlah.
Jadi kalau Saudara ingin seperti Yesus mampu mengalahkan dosa, mampu menanggung penderitaan, biarlah firman itu menjadi daging dalam dirimu, biarlah firman Tuhan itu menjadi sumber kekuatan yang memberi pengharapan untuk menang terhadap dosa.

NATAL adalah bukti kasih Allah kepada dunia ini untuk mengembalikan manusia itu kepada rencana Allah yang semula. Yaitu menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang segambar dan serupa dengan Allah, yang penuh dengan kemuliaan.
Ibrani 1 : 5 - 9 menjelaskan: yang lahir dari Allah itu akan disebut sebagai anak-anak Tuhan, yang dibuat Allah lebih tinggi dari malaikat-malaikat. Sebab malaikat-malaikat itu dibuat hanya bagaikan badai dan pelayan-pelayan, tetapi manusia yang sudah menjadi anak-anak terang itu diberi tahta dan tongkat kerajaan yang tetap. Sehingga setiap orang yang sudah disebut sebagai anak-anak terang itu akan diurapi dengan minyak sebagai tanda kesukaan yang melebihi teman-seman sekutu kita.
Yang disebut sebagai Anak Allah itu pertama-tama ditujukan kepada Yesus Kristus sebagai Anak Sulung, barulah kemudian kepada semua orang yang sudah hidup di dalam terang firman Tuhan, yang disebut sebagai anak-anak terang.
Maka untuk menjadikan kita sebagai anak-abak terang, membutuhkan proses yang sangat panjang dan membutuhkan harga yang sangat mahal. Sebab setelah manusia jatuh ke dalam dosa, firman Tuhan sudah menubuatkan bahwa Allah akan membuat permusuhan antara iblis dengan manusia, antara keturunan iblis dengan keturunan manusia (Kejadian 3 : 15). Jadi permusuhan itu sudah terjadi sejak ular itu dikutuk. Setelah itu Allah menunggu dan melihat dari antara keturunan manusia itu siapa yang cocok untuk menurunkan atau menyalurkan rencana-Nya sebelum Yesus lahir. Untuk menurunkan rencana itu Allah memakai orang-orang yang mau hidup dalam terang firman Tuhan, yang dimulai dari Abraham dan seterusnya sampai kepada Daud dan kemudian sampai kepada kelahiran Yesus dari keturunan Daud. Inilah yang membuat sehingga dalam Galatia 4 : 4 firman Tuhan mengatakan setelah genap waktu nya maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Matius 1 : 1 inilah penggenapan rencana Allah untuk menurunkan rencana-Nya dalam hidup manusia. Jadi kelahiran Yesus sebagai manusia adalah untuk memberikan kelepasan kepada kita, yaitu lepas dari dosa dan kutuk hukum Taurat. Yesus disebut sebagai: “anak Daud anak Abraham” Daud nama yang diambil sebab ia adalah seorang raja Israel dan yang paling berkenan kepada Allah, sedangkan nama Abraham diambil karena ia adalah seorang yang bapa orang percaya. Jadi kedua nama ini diambil karena dimata Tuhan mereka adalah benar-benar layak untuk menurunkan berkat kepada kita semua.
Maka supaya kita bisa menerima berkat NATAL, kita harus hidup dihadapan Allah dengan tidak bercela, hidup kudus, artinya kita harus hidup dalam terang firman, yaitu dalam terang firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah. Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, perbuatan baik yang tertinggi adalah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi sebaliknya kita harus mampu membalas kejahatan dengan perbuatan baik.

Lukas 2 : 11 - 12 makna NATAL menurut Injil Lukas:
- Yesus lahir, kita harus menerima Yesus dalam hidup kita atau dengan kata lain kita harus lahir baru.
- dibungkus dengan lampin, dibungkus dengan kemuliaan Allah.
- dibaringkan di dalam palungan, ditempatkan di tempat penggembalaan.
Ini adalah langkah awal dalam mengikut dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Yesus harus lahir dan dibaringkan di dalam hidup kita, firman itu harus menyatu dalam hidup kita supaya kemuliaan Allah dinyatakan kepada kita.
Keselamatan itu tidak bisa diukur siapa kita, tidak tergantung siapa kita, tidak diukur dengan besarnya usaha, dengan jabatan atau dengan golongan. Keselamatan itu tergantung apakah Yesus sudah lahir dan menyatu dalam hidup kita masing-masing. Setelah Yesus lahir dan hadir dalam hidup kita, langkah selanjutnya kita harus bertumbuh terus hingga menjadi dewasa. Sama seperti Yesus, setelah lahir, Ia juga semakin bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Ada empat (4) langkah pertumbuhan Yesus:
1. Lukas 2 : 11 - 12 = Yesus lahir sebagai manusia di kandang domba, sebagai bayi yang baru lahir.
2. Lukas 2 : 40 = Yesus yang sudah lahir itu bertambah besar dan menjadi kuat (=masa remaja).
3. Lukas 2 : 52 = selanjutnya hasil pertumbuhan itu Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikma-Nya, Ia semakin dikasihi Allah dan manusia (=dewasa).
4. Lukas 3 : 23 = setelah Yesus menjadi dewasa barulah Ia memulai pelayanan-Nya dengan sepenuh, pelayanan itu ditentukan setelah menjadi dewasa (=dewasa penuh).

Demikian juga jika Yesus sudah bertumbuh dan menjadi dewasa dalam hidup kita, maka kita akan menjadi kuat dan penuh hikmat. Kekuatan dan hikmat itu harus sejalan. Sebab ada banyak persoalan yang tidak bisa diatasi, tidak bisa diselesaikan dengan baik kalau hanya dengan mengandalkan kekuatan. Tetapi jika dengan hikmat dari Allah segala persoalan pasti bisa diselesaikan, seberat apapun persoalan itu jika dengan hikmat pasti bisa diatasi dengan baik. Apalagi dalam membangun rumah tangga, yang dibutuhkan suami atau istri bukan hanya kekuatan atau pengalamannya, tetapi harus dengan hikmat. Dengan hikmat dari Tuhan segala masalah pasti bisa beres.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Minggu - 09 Januari 2011


Saudara-saudara, perbuatan baik itu datang tidak dengan tiba-tiba, tidak datang tanpa disadari, tetapi membutuhkan proses demi proses dan pergumulan yang besar. Ada banyak orang bisa berbuat baik, bisa memberi kepada yang lain, bisa melayani orang lain, bisa bersosial kepada banyak orang, tetapi kalau tidak didasari firman Tuhan, perbuatan baik yang demikian belum bisa dikatakan perbuatan baik yang berkenan kepada Tuhan.
Efesus 2 : 10 firman Tuhan menjelaskan ada tujuan yang sangat dirindukan Tuhan dalam hidup manusia yang harus dilakukan, yaitu: “UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK.” Maka supaya kita bisa melakukan pekerjaan/ perbuatan yang baik yang berkenan kepada Tuhan, kita harus dipersiapkan lebih dahulu yaitu kita harus diproses atau dicetak sampai sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau dikatakan “dicetak” berarti ada alat untuk mencetak, dan kalau dikatakan “dicetak” berarti yang dicetak itu harus sesuai dengan cetakannya tersebut. Jadi kalau kita ingin berbuat baik berarti perbuatan baik kita itu harus sesuai dengan firman Tuhan, sebab firman Tuhan itulah cetakannya. Dan untuk mencetak supaya kita benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan kita harus setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar dan dengan sikap yang benar pula, yaitu taat dan setia mendengar & melakukan firman Tuhan. Mendengar dan melakukan firman Tuhan inilah kunci supaya kita bisa melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan dan berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan.

Filipi 4 : 4 puncak pekerjaan baik itu harus bisa diketahui atau dilihat semua orang. Yang namanya perbuatan baik itu tidak cukup hanya dikalangan tertentu saja seperti dalam keluarganya saja, tidak cukup dalam komunitas gerejanya saja, tetapi harus bisa diketahui dan dilihat semua orang termasuk kepada orang-orang yang bukan komunitas kita. Sebab kalau hanya dalam komunitasnya saja bisa berbuat baik tetapi kepada orang lain tidak, maka itu bukan perbuatan baik yang bisa bisa dilihat semua orang tetapi hanya orang-orang tertentu saja. Perbuatan baik yang diinginkan Tuhan itu bukan yang demikian, tetapi harus bisa kepada semua orang, dilihat semua orang.
Maka kalau kita lihat dalam Efesus 5 : 8 - 9 firman Tuhan menjelaskan kepada kita buah terang itu ada tiga (3), yaitu: KEBAIKAN, KEADILAN DAN KEBENARAN. Kemudian kalau kita lihat dalam Hosea 2 : 18 - 19 kebaikan, keadilan dan kebenaran itu adalah perbuatan-perbuatan umat Tuhan yang berhasil disebut sebagai istri Tuhan, yaitu mempelai perempuan Kristus. Maka tidak heran kalau dalam Hosea 2 : 18 - 19 puncak kerinduan Tuhan ialah untuk menjadikan umat-Nya itu sebagai istri-Nya dalam keadilan, kebenaran dan kasih setia atau kasih sayang.
Kisah Para Rasul 10 : 35, 38 supaya kita bisa berbuat baik kita harus memiliki rasa takut akan Tuhan dan mengamalkan kebenaran, maka yang diperlukan:
- pengurapan dari Roh Kudus
- penyertaan Tuhan
Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, yang disebut Anak Allah itu adalah pertama-tama Yesus sebagai Anak yang sulung kemudian barulah ditujukan kepada gereja Tuhan yang mau hidup di dalam terang firman Tuhan. Kita juga akan disebut sebagai Anak-anak Allah jika kita memang sudah hidup berkenan kepada Allah sama seperti Yesus diakui sebagai Anak yang berkenan kepada Allah (Matius 3 : 16 - 17). Setiap orang yang hidup sebagai anak-anak terang akan diakui sebagai orang yang berkenan kepada Allah.
Matius 11 : 27 karena Yesus berkenan kepada Bapa maka semua diserahkan Bapa kepada Yesus. Demikian juga jika kita sudah berhasil menjadi orang yang berkenan kepada Allah, maka semua akan dipercayakan Tuhan kepada kita, Tuhan akan membuat kita berbeda dengan orang yang lain.
Pengkhotbah 2 : 26 berkat yang akan disediakan dan dinyatakan Tuhan kepada orang yang dikenan oleh Allah, yaitu:
- Tuhan akan mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan
- orang berdosa ditugaskan untuk menghimpun & menimbun segala sesuatu, tetapi kemudian
harus diberikan kepada orang yang dikenan
Itu sebabnya untuk menjadi orang yang berkenan kepada Allah kita harus ditempa lebih dahulu sama seperti Yesus yang dibentuk sampai benar-benar berkenan kepada Bapa. Maka tidak heran kalau untuk menjadi orang yang berkenan itu jauh lebih lama membentuknya atau mencetaknya sampai ia sesuai dengan firman Tuhan.

Contohnya Yesus,
lebih lama ketika dibentuk atau dipersiapkan dari pada melayani. Memang pada umur 12 tahun Yesus sudah mampu bertanya jawab dengan orang-orang Farisi, tetapi pada saat itu Bapa belum merekomendasikan tugas atau pelayanan itu kepada-Nya, masih harus menunggu sampai saat yang tepat yaitu sampai selesai dahulu dibabtis oleh Yohanes pembabtis di sungai Yordan. Setelah Yesus selesai dibabtis pada umur 30 tahun, barulah Bapa memberi rekomendasi atau kepercayaan untuk melayani. Pengakuan Bapa kepada Yesus: “Inilah Anak yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3 : 17; Lukas 3 : 23). Jemaat yang sudah hidup di dalam terang, hidupnya pasti berkenan kepada Tuhan. Memang dahulu kita adalah orang-orang kegelapan, tetapi syukur Tuhan Yesus telah mati sebagai korban pendamaian untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Dan lewat kematian-Nya itu kita telah dipindahkan dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib supaya kita bisa hidup sebagai anak-anak terang yang berkenan kepada Allah (Efesus 5 : 8 - 9).

Menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah harus menjadi prioritas dalam hidup kita. Sebab kalau tidak berkenan kepada Tuhan, segala sesuatu yang kita punya, seperti halnya harta, jabatan atau kehormatan, termasuk hidup kita ini tidak berguna bagi Tuhan sebab akan dilemparkan ke dalam api neraka. Firman Tuhan dalam Efesus 2 : 10 menjelaskan bahwa kita ini adalah ciptaan dan buatan tangan Tuhan, maka kita harus mampu melakukan pekerjaan yang baik, Tuhan mau supaya kita menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Inilah yang disebut berkenan kepada Tuhan.
Contoh orang yang berkenan kepada Tuhan: NUH, seorang yang benar, tidak bercela di antara orang sezamannya dan hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6 : 9). Maka berkat yang disediakan Allah kepada Nuh juga sangat besar, ia dan keluarganya selamat dari air bah yang diijinkan Allah untuk menghukum segala makluk di bumi ini. Bahkan kalau kita lihat dalam Ibrani 11 : 7 berkat yang diberikan kepada Nuh itu bukan hanya selamat dari air bah saja, tetapi lewat iman dan perbuatan baik yang dilakukan Nuh itu:
- ia menghukum dunia
- ia ditentukan untuk menerima kebenaran

Sama halnya dalam Imamat 22 : 17 - 20 bangsa Israel ditugaskan Allah supaya mereka tetap mengutamakan ibadah. Karena itu kepada bangsa Israel ditekankan supaya membawa korban persembahan, baik persembahan nazar maupun persembahan sukarela harus membawa yang tidak bercacat badannya. Sekarang bagi kita, Tuhan Allah menugaskan supaya kita juga tetap setia beribadah dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, sebab dengan melakukan yang demikian maka Tuhan akan berkenan kepada kita. Dan khusus dalam mengawali tahun 2011 ini kita harus mengutamakan ibadah sebagai korban sulung, membuat ibadah itu sebagai keharusan yang tidak boleh digantikan dengan yang lain. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus memiliki rasa takut akan Tuhan dan mengamalkan kebenaran itu dengan setia.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Minggu - 16 Januri 2011


Puji Tuhan!
Kita patut bersyukur karena Tuhan selalu mengaruniakan firman-Nya kepada kita, khususnya dalam suasana tahun 2011 ini Tuhan memberikan lembaran-lembaran yang baru untuk kita isi dengan baik, dengan pola yang dari Tuhan, dengan kehidupan yang sesuai dengan firman Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan yang benar, kita harus mengisi lembaran-lembaran hidup ini dengan hal-hal yang baik, jangan dengan perbuatan-perbuatan yang jahat dan jangan coba-coba menjauhkan diri dari Tuhan. Tuhan sudah menentukan supaya lembaran-lembaran hidup ini kita isi dengan segala perbuatan yang berkenan kepada Tuhan, sampai pada puncaknya Tuhan sendiri mengakui kita layak MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN KEPADA ALLAH. Hidup yang berkenan kepada Allah itu harus menjadi cerminan hidup kita.

Saudara-saudara, firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah ini benar-benar menjadi kebutuhan semua orang, kebutuhan semua kalangan, kebutuhan semua gereja. kebutuhan semua jemaat bahkan menjadi kebutuhan semua hamba-hamba Tuhan. Sebab dalam pemberitaan firman pengajaran ini firman Tuhan begitu dibukakan rahasianya yang begitu dalam sehingga kita dapat melihat dan mengetahui apa maksud dan rencana Tuhan dalam hidup kita, tidak cukup hanya sebagai orang percaya saja tetapi meningkat menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Jadi dengan firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah ini pula kita dipersiapkan menjadi anak-anak terang, atau menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah.

Setiap orang yang tidak hidup dalam firman pengajaran sulit mengerti apa rencana Tuhan dalam hidupnya dan tidak mungkin bisa berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah, akibatnya:
- ia akan gagal masuk ke dalam kerajaan sorga
- ia akan masuk ke dalam api neraka, disiksa selama-lamanya.


Maka supaya kita bisa menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah, kita harus mempersiapkan diri dalam ibadah yang berkenan. Mengapa? sebab pada zaman akhir ini banyak ibadah-ibadah yang sudah keluar dari kebenaran firman Tuhan, ibadah yang dibuat hanya untuk menyenangkan hati jemaat, asal beribadah saja, asal melayani, asal menyampaikan firman saja. Maka dalam Ibrani 12 : 28 firman Tuhan menegaskan cara beribadah yang berkenan kepada Allah itu adalah beribadah yang disertai dengan sikap hormat dan takut. Ukuran yang berkenan itu ukuran Tuhan sendiri, bukan ukuran manusia. Sejak awal-awal Tuhan mengajak umat-Nya beribadah, Tuhan Allah sudah memberi pola beribadah yang benar, sudah diajarkan cara berkorban yang benar. Tetapi sayang ketika di padang gurun, bangsa Israel pernah memaksa supaya Harun membuat patung lembu emas dan beribadah kepada yang bukan Allah. Mereka menyembah yang bukan Allah.
Demikian juga sekarang ini, banyak gereja meniru model ibadah bangsa Israel yang memaksa pendetanya untuk menuruti model-model ibadah yang tidak sesuai dengan firman Tuhan bahkan mereka berani mengatur pendeta untuk mengikuti ibadah buatan manusia. Tujuannya memang baik tetapi dengan melakukan yang demikian, mereka sudah melangkah keluar dari kebenaran dan mengganti ibadah itu dengan tata cara buatan sendiri. Setiap ibadah buatan tangan manusia tidak akan bisa membawa manusia dekat kepada Allah.
Jadi karena kita akan menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, maka kita harus beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan kepada Allah, yaitu dengan takut dan gentar. Maka tolak ukurnya harus firman Tuhan yang Alkitabiah, firman yang telah dibukakan rahasianya supaya jemaat itu bisa mengerti dan mengenal Tuhan Yesus dengan tepat dan benar. Sampai kita semua mencapai pengenalan yang benar akan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga.
Karena itu perlu kita ketahui pada zaman sekarang ini persoalan besar yang menghancurkan gereja, yang menghancurkan jemaat bahkan yang menghancurkan hamba Tuhan adalah ibadah dan pelayanan yang salah.
Kita bisa melihat bangsa Israel ketika sedang berjalan di padang gurun, Harun sendiri sebagai imam besar yang memimpin ibadah bangsa Israel terseret oleh permintaan bangsa Israel untuk membuat lembu emas sebagai allah untuk membawa mereka ke tanah Kanaan. Padahal pada saat itu Musa sedang berada di atas gunung menunggu hukum yang akan dibawa kepada bangsa Israel, Musa sedang menerima firman dari Allah tentang cara ibadah dan cara berkorban yang benar. Tetapi bangsa Israel tidak sabar menunggu sampai Musa turun dari gunung, sehingga mereka memaksa Harun supaya membuat lembu emas.
Saudara-saudara, secara logika saja tidak mungkin patung lembu emas itu bisa memimpin bangsa Israel, berjalan saja harus diangkat bagaimana bisa memimpin. Walaupun patung lembu itu terbuat dari emas tetapi tetap saja tidak ada kuasanya, tetap saja tidak bisa memimpin. Patung lembu emas itu adalah buatan tangan manusia, bukan Allah.
Karena itu setelah kita menjadi orang percaya, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, yaitu yang di dalamnya ada firman pengajaran yang dibukakan rahasianya. Sebab dengan firman pengajaran itu mata rohani kita dicelikkan sehingga kita dapat mengenal Tuhan dengan tepat dan benar dan dapat beribadah dengan cara yang berkenan kepada Tuhan.
Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, devenisi takut akan Tuhan adalah percaya bahwa apa yang difirmankan Tuhan itu pasti terjadi.
Kepercayaan kepada firman Tuhan itu membuat kita bergairah mencari Tuhan, bergairah beribadah mau pun melayani Tuhan. Dan jika kita sudah percaya bahwa apa yang difirmankan itu pasti terjadi maka firman itu akan membuat supaya kita berpusat kepada Tuhan bukan kepada diri sendiri, firman itu akan membuat supaya kita lebih mencari perkara yang di atas bukan kepentingan diri sendiri. Maka tidak heran kalau orang benar itu selalu rindu beribadah dan selalu ingin berbuat untuk Tuhan, orang benar itu selalu mengutamakan Tuhan dari pada diri sendiri. Sedangkan orang fasik itu tidak suka beribadah dan kalau pun datang ke gereja ibadahnya tidak dengan sungguh-sungguh.
Mazmur 89 : 18 kalau kita sudah menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah, maka berkat khusus yang disedianan Tuhan bagi kita: Tuhan akan meninggikan tanduk kita. TANDUK = kekuatan, ada kuasa yang akan diberikan Tuhan kepada kita untuk mengalahkan dosa, untuk mengalahkan dunia dan apa yang ada di dalamnya, bahkan kita diberi kuasa untuk mengalahkan segala pekerjaan dan tipu muslihat Iblis. Kalau Tuhan sudah meninggikan tanduk, maka Tuhan akan memberi kekuatan dan kuasa supaya kita mampu berjalan di tengah-tengah kesukaran atau penderitaan.
Dunia ini memang sudah semakin sukar dan semakin banyak terjadi kejadian-kejadian yang menimpa dunia ini, tetapi sekali pun demikian kita tidak perlu takut. Sebab jika kita sudah berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan, maka Tuhan sendiri yang turut campur tangan untuk membela dan memelihara kita, bahkan Tuhan sendiri akan melindungi kita dari malapetaka-malapaetaka tersebut. Tuhan tidak akan mengijinkan orang yang dikenan itu mengalami kebinasaan dan Tuhan juga tidak akan mengijinkan orang yang dikenan itu berada di tengah-tengah penderitaan. Mengapat? karena Tuhan sudah berjanji meninggikan tanduk kita. Ini berarti Tuhan bersedia memberi kekuatan supaya kita mampu berjalan sekali pun sedang berada di tengah-tengah penderitaan. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus membuang sikap seperti yang dilakukan bangsa Israel yang mendirikan lembu emas karena tidak sabar menunggu Musa turun dari gunung. Kita harus tetap sabar menunggu sampai Tuhan sendiri yang menyatakan kita layak dan berkenan kepada-Nya, menjadi jemaat yang dikenan.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Minggu - 30 Januari 2011


Segala sesuatu yang diidolakan, segala sesuatu yang dipuji/dipuja, seperti diri sendiri, orang lain, harta kekayaan, kehormatan, dll, inilah yang disebut dengan penyembahan berhala. Sekali pun manusia itu bisa memberi sesuatu, sekali pun seseorang itu terkenal, tetapi tidak boleh diidolakan melebihi Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Allah pernah hendak membinasakan bangsa Israel karena mereka telah membuat lembuat emas untuk disembah sebagai allah, mereka telah mendiri kan lembu emas untuk memimpin mereka ke tanah Kanaan. Tuhan Allah tidak mau ada yang lain yang disembah sebagai allah, tidak boleh ada yang lain yang diidolakan selain dari Tuhan Allah sendiri. Ketika Tuhan Allah hendak membinasakan bangsa Israel, maka Musa sebagai hamba Tuhan tampil memohon dan mempertaruhkan nyawanya sendiri demi bangsanya supaya jangan dibinasakan Allah.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan:
- Setelah kita menerima tanda korban Kristus dan percaya kepada nama Yesus maka sejak saat itu kita telah masuk ke dalam pemerintahannya Tuhan Yesus, yang dibela, dipelihara, diberkati dan diperhatikan setiap hari.
- Setelah kita dimerdekakan dari dosa, maka sejak saat itu kita telah masuk ke dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan, yaitu menjadi warga kerajaan Sorga.
- Setelah kita masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka sejak saat itu kita telah dipimpin kebenaran dan kebenaran itulah yang akan memimpin hidup kita setiap harinya.

Maka dalam Ibrani 12 : 28 firman Tuhan telah memberi satu pernyataan yang sangat penting kita ketahui, yaitu: kita telah menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan oleh apapun, yaitu kerajaan sorga. Kerajaan sorga itu adalah perkara yang kekal. Maka sekalipun pada hari-hari terakhir ini kita mendengar atau melihat berita-berita tentang yang telah terjadi diberbagai tempat, seperti halnya gempa bumi, gunung meletus, banjir atau longsor yang telah merenggut banyak nyawa manusia, kita tidak perlu takut sebab Tuhan pasti membela dan memelihara hidup kita. Bahkan sekalipun dunia ini sedang digoncang oleh bencana-bencana yang sangat mengerikan, kehilangan harta benda, kehilangan istri, suami, anak-anak, kelaurga, tetapi kita yang telah menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan itu tidak akan ditimpa kebinasaaan tersebut. Bahkan sekali pun dunia ini sedang berada dalam ketakutan, tetapi kita tidak perlu takut sebab ada Kristus Yesus yang tampil sebagai Pembela dan Pemelihara hidup kita.
Maka sebagai orang percaya kita harus berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah supaya berhak mendapatkan jaminan pemeliharaan dari Tuhan. Ingat! Perlindungan kita hanya ada di dalam Tuhan dan yang menjamin keselamatan kita hanyalah Tuhan Yesus Kristus saja. Yesaya 32 : 17 firman Tuhan menjelaskan jika kita sudah berada dalam kebenaran maka oleh kebenaran itu akan tumbuh damai sejahtera, ada ketenangan dan ketentraman yang menguasai dan memimpin hidup kita.
Bahkan dalam Mazmur 65 : 5 firman Tuhan juga telah mengatakan: berbahagia orang yang telah dipilih Tuhan dan yang mau mendekat untuk diam di pelataran Tuhan. Artinya: setiap orang yang telah berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan akan berbahagia, berhak mendapatkan hidup kekal bersama dengan Kristus Yesus.

Yang akan kita alami selama di bumi:
- Mazmur 65 : 5 b = menjadi kenyang dengan segala yang baik dari Tuhan, diberi kelimpahan berkat.
- Mazmur 65 : 6 = Tuhan akan menjawab segala doa dan permohonan kita dengan perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan.
- Mazmur 65 : 7 - 8 = Tuhan menegakkan gunung-gunung dan meredakan deru lautan dan deru gelombang-gelombangnya dengan kekuatan & keperkasaan. Maksudnya hanya Tuhan Allah saja yang bisa menjamin keselamatan bagi orang-orang yang berlindung pada Tuhan.

Dunia boleh saja membuat ramalan-ramalan atau memprediksi apa yang akan terjadi, tetapi bagi umat Tuhan yang sudah masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, Tuhan sendiri yang akan membuat atau memagari tahun-tahun ini dengan kebaikan dan dengan rahmat yang besar sehingga kita semua mendapat jaminan pembelaan dan pemeliharan. Sekalipun sedang berada di tahun-tahun yang sukar tetapi Tuhan mampu memberkati kita dengan segala kebaikan. Dengan demikian Tuhan pasti akan selalu menjawab segala dosa dan pergumulan kita.

Yang harus kita lakukan: BERTOBAT, sebab setiap orang yang sudah bertobat yang benar maka jalannya pasti lurus.
- Hasilnya suami yang sudah bertobat, maka jalannya pasti lurus baik ketika di rumah maupun ketika di luar rumah. Sebaliknya kalau suami belum bertobat jalannya pasti bengkok, ketika di rumah bisa saja mesra dengan istri dan anaknya tetapi kalau sudah ke luar rumah ia akan hidup dalam dosa.
- Istri yang sudah bertobat jalannya juga pasti lurus, sikap dan perbuatannya pasti bisa berkenan di hati suami maupun anak-anaknya. Sebaliknya kalau tidak bertobat, ia akan hidup sesuai dengan keinginannya dan selalu melakukan hal-hal yang tidak disukakan dalam rumah tangganya.
- Demikian juga setiap anak-anak yang sudah bertobat jalannya pasti lurus, baik ketika di depan orang tuanya maupun ketika diluar rumah sikap dan perbuatannya pasti mencerminkan seorang anak yang taat dan beribadah. Sebaliknya setiap anak yang belum bertobat maka jalannya pasti bengkok, ketika di depan orang tuanya baik sikapnya tetapi kalau sudah keluar dari rumah sikap dan perbuatannya jauh dari kebenaran, ia akan hidup menurut keinginan hatinya.

Maka kalau kita lihat firman Tuhan yang berhak mendapat pembelaan dari Tuhan adalah mereka yang selalu ada hubungannya dengan Abraham, maksudnya yang hidup dalam iman Abraham dan yang selalu percaya kepada firman Tuhan walau pun sedang berada di tengah-tengah kesukaran/kelaparan.
Ibrani 2 : 18 menyatakan bahwa yang dikasihi Tuhan bukanlah malaikat-malaikat melainkan keturunan Abraham, yang dimaksud keturunan Abraham adalah:
1. Yang selalu percaya kepada Tuhan
2. Yang terikat perjanjian dengan Tuhan
3. Yang hidup dalam iman Abraham.


Saudara-saudara, sifat manusia itu cenderung merasa damai dan aman, seolah-olah dunia ini tidak akan ditimpa kebinasaan bahkan sekali pun dunia sedang ditimpa banyak malapetaka namun masih saja menganggap masih damai dan aman.
Mengapa mereka selalu menganggap damai dan aman? sebab mereka hidup dalam kegelapan, kegelapan itulah yang telah menutupi mata rohaninya sehingga tidak dapat melihat rencana Tuhan. Orang yang buta rohaninya tidak mungkin bisa mengerti rencana Tuhan, orang yang buta rohaninya tidak mungkin bisa melihat pekerjaan Tuhan.
Matius 25 : 1 - 13 persoalan berat yang dihadapi oleh gadis yang bijaksana maupun yang bodoh adalah persoalan kegelapan, baik kelima gadis yang bodoh maupun kelima gadis yang bijaksana ini sama-sama diperhadapkan kepada suasana kegelapan. Lima gadis bodoh punya pelita tetapi tidak punya minyak, akibatnya pelitanya padam sehingga masuk ke dalam suasana kegelapan. Tetapi lima gadis bijaksana karena punya pelita dan minyak dalam buli-buli, pelitanya tetap menyala sehingga tidak kalah oleh kegelapan. Demikian juga setiap orang yang sudah berkenan kepada Tuhan, ia tidak akan kalah oleh kegelapan, melainkan ia akan hidup dalam kebenaran.

Kamis, 18 November 2010

Buletin November 2010

“MEMILIH MENDERITA KARENA BENAR
DARI PADA BERSENANG-SENANG KARENA DOSA”

Minggu, 14 November 2010


Saudara-saudara, Firman Tuhan mengatakan bahwa hidup ini hanya seperti uap yang sebentar saja, yang berlalu begitu cepat. Namun walaupun demikian kita harus tetap mempunyai pengharapan untuk memperoleh hidup yang kekal. Sebab jika kita mempunyai pengharapan untuk memperoleh hidup yang kekal, maka kita akan dibuat menjadi semangat dan bergairah menjalani semuanya. Baik ketika sedang diberkati, ketika sedang sakit, maupun dalam penderitaan sekalipun.
Pada minggu-minggu yang lalu kita sudah melihat bahwa bagaimana firman Tuhan yang menekankan bahwa kita harus mampu membuat penderitaan itu menjadi pilihan dalam hidup, yang harus kita tetap jalani sampai Tuhan Yesus datang kembali. Dan kita juga sudah melihat bahwa penderitaan itu adalah sarana yang dipakai Tuhan untuk membentuk dan mempersiapkan kita menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang layak dan berkenan kepada-Nya. Karena Kristus itu sempurna, maka kita juga harus sempurna sama seperti Bapa (Matius 5 : 48).
Firman Tuhan dalam Ibrani 2 : 10 mengatakan: “....... juga menyempurnakan Yesus yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” Tuhan Yesus itu adalah sempurna adanya, namun demikian ketika Yesus mengambil rupa dan menjadi manusia, IA juga harus mengalami banyak penderitaan yang bertujuan untuk memberi teladan bagi kita. Maksudnya supaya gereja yang hidup diakhir zaman ini mau membuat penderitaan Kristus itu menjadi teladan, menjadi pilihan yang tidak perlu disesali.
Saudara-saudara, sampai dengan hari ini bangsa Israel belum percaya kepada Kristus sebab mereka masih mengeraskan hati terhadap firman Tuhan. Karena itu Tuhan akan menghajar bangsa Israel dengan cara-Nya supaya lewat hajaran itu mereka mau mengaku kepada Yesus dan supaya mereka mau mengakui bahwa keselamatan itu hanya ada di dalam Yesus Kristus. Tuhan akan menghajar mereka dengan cara mengijinkan mereka dikuasai antikristus sehingga mereka benar-benar mengalami penderitaan yang begitu hebat.

Penyempurnaan yang dikerjakan Tuhan di dalam kita ada dua (2) hal:
- disempurnakan secara alami
- disempurnakan secara fakta


Kalau Saudara mau disempurnakan secara alami: harus mau menderita. Manusia itu pada dasarnya tidak mau menderita, jangankan untuk menderita, untuk percaya kepada firman Tuhan saja manusia itu sangat sulit. Maka salah satu cara Tuhan untuk menyempurnakan gereja Tuhan diakhir zaman ini adalah lewat penderitaan.
Maka kalaupun kita sedang melihat dunia ini mengalami goncangan yang hebat lewat bencana alam seperti gempa bumi dan meletusnya gunung merapi, ini semua merupakan cara Tuhan untuk membawa manusia itu kepada penderitaan, cara Tuhan untuk membentuk manusia itu supaya serupa dan segambar dengan Tuhan Allah. Mungkin saat ini Saudara tidak mengalami gempa bumi, Tsunami ataupun gunung merapi.
Namun Tuhan tidak kehilangan cara mendatangkan penderitaan sampai ke tengah-tengahmu, mungkin berbeda dengan Saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana alam, namun ingatlah penderitaan itu pasti bisa datang menimpa semua orang.
Saudara-saudara, kalau kita lihat dalam Alkitab rangkaian firman Tuhan menjelaskan bahwa di dunia ini terdiri dari beberapa kerajaan. Sejak manusia pertama diciptakan, Tuhan Allah telah memberikan kuasa kepada mereka, Tuhan telah mendelegasikan kerajaan-Nya di tengah-tengah manusia. Namun kita lihat, setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa, Iblis juga sedang membangun kerajaannya di bumi ini. Iblis juga memakai manusia untuk mendelegasikan kerajaannya di tengah-tengah dunia ini. Pembangunan kerajaan iblis di dunia ini tidak terlepas dari manusia berdosa yang selalu hidup dalam kejahatan.
Maka kalau kita lihat dalam Kejadian 4 : 17 - 24 Iblis memakai keturunan Kain untuk membangun kota-kota untuk mendelegasikan kerajaannya, keturunan yang tidak mengenal Tuhan. Dan kota-kota inilah yang nantinya yang dipakai Iblis untuk membangun kerajaannya, Iblis akan mendudukkan antikris sebagai penguasa. Setiap kota yang telah dibangun Iblis maka Iblis juga akan mendudukkan orang-orang berdosa untuk menguasai kota itu.
Kalau kita lihat dalam ayat 18, setelah keturunan Kain itu berhasil membangun kota, mereka juga langsung melakukan perkawinan poligami. Kemudian mereka juga berhasil menjadi peternak, menjadi ahli musik, menjadi tukang tembaga dan tukang besi, jadi secara duniawi manusia itu berhasil berkembang (ayat 19 - 22).
Tidak cukup sampai di situ saja, setelah Allah membinasakan manusia pada zaman Nuh, Iblis juga masih memakai keturunan Nuh untuk mendelega-sikan kerajaannya. Manusia boleh mati tetapi Iblisnya belum mati, ia masih mencari manusia lain untuk membangun kerajaannya sampai kepada akhir zaman ini. Puncaknya Iblis akan menyerahkan kuasanya kepada antikris, yaitu manusia binatang yang tidak hidup dalam kebenaran. Mazmur 49 : 21 firman Tuhan menjelaskan yang dimaksud dengan “manusia binatang” itu adalah manusia yang tidak mempunyai pengertian akan firman Tuhan.
Manusia binatang inilah nantinya yang akan dipakai Iblis untuk membangun kerajaannya, ia akan menyerahkan kuasanya kepada antikristus untuk mewujudkan keinginannya. Namun sekalipun manusia itu berhasil membangun kota-kota, pada akhirnya semua itu akan berlalu, semua akan dihancurkan oleh Allah. Wahyu 21 : 1 firman Tuhan telah menubuatkan bahwa langit yang lama dan bumi yang lama ini akan dilenyapkan, dan tempatnya pun tidak ada lagi.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus membuat firman Tuhan menjadi pedoman dalam hidup supaya jangan dipakai Iblis untuk mewujudkan kehendaknya. Kita harus tetap waspada supaya jangan terjebak kepada generasi yang tidak mengenal Allah. Sebab sekalipun Allah pernah membinasakan manusia pada zaman Nuh, tetapi Iblisnya masih hidup dan mencari keturunan Nuh yang bisa dipakai untuk mendelegasi kan rencananya. Sekalipun nenek moyang kita tidak ada lagi, tetapi Iblis masih tetap bekerja untuk mencari orang-orang yang bisa dipakainya untuk mendirikan kerajaannya di bumi ini.
Maka kita harus memilih satu dari dua kerajaan tersebut, yaitu kita harus dibangun di dalam kerajaan Allah. Kolose 1 : 12 firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan “memindahkan” kita kepada kerajaan Allah untuk mendapatkan bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerjaan terang. Itu sebabnya setiap orang yang menyebut dirinya sebagai orang Kristen, sudah seharusnya hidup dalam terang firman Tuhan, sudah seharusnya melepaskan diri dari cara-cara hidup nenek moyang yang dulunya dikuasai kegelapan. Jangan lagi ada yang mempunyai hubungan dengan ritual-ritual, jangan lagi ada yang terikat dengan dukun-dukun, jangan lagi terikat dengan adat istiadat nenek moyang yang tidak berguna. Tetapi kita harus membuat Kristus menjadi Kepala, yang memimpin dan mengatur hidup kita kepada seluruh terang firman Tuhan.

Mengapa kita harus dipindahkan ke dalam kerajaan Tuhan?
2 Petrus 3 : 10 sebab bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Kita dipindahkan supaya kita dipersiapkan hidup kudus, supaya kita siap masuk ke dalam langit yang baru dan bumi yang baru, yaitu masuk ke dalam kerajaan sorga. Haleluya........!!!!!!

Selasa, 09 November 2010

Buletin Oktober 2010

“MEMILIH MENDERITA KARENA BENAR
DARI PADA BERSENANG-SENANG KARENA DOSA”

Minggu - 07 November 2010


Saudara-saudara, sekarang saatnya bagi kita untuk memperbaiki dan membersihkan diri dari dosa-dosa dan dari segala sifat dan karakter yang bertentangan dengan firman Tuhan. Kita perlu melihat beberapa kejadian yang telah menimpa bangsa dan negara kita, seperti gempa bumi yang disetai dengan Tsunami dan juga meletusnya gunung merapi di Yokyakarta. Tidak sedikit nyawa manusia yang melayang belum lagi kerugian harta benda serta penderitaan demi penderitaan yang sedang mereka alami setelah terjadinya tragedi tersebut.
Semua yang terjadi ini merupakan penggenapan firman Tuhan yang telah dinubuatkan dalam Alkitab. Kita sebagai jemaat Tuhan harus punya sikap: lebih teliti memperhatikan firman Tuhan supaya kita juga bisa mempersiapkan diri dalam segala waktu. Kita tidak boleh bersantai-santai lagi, jangan merasa aman dan jangan menganggap gempa atau Tsunami itu tidak mungkin terjadi di tengah-tengah kita. Kalau Tuhan Allah sudah mengijinkan, kapan saja dan di mana pun melapetaka itu bisa datang dengan tiba-tiba menimpa semua orang.
Firman Tuhan dalam Zepanya 1 : 14 - 16 menjelaskan jika hari Tuhan itu sudah datang, pahlawan pun menangis. Mengapa? sebab tidak ada seorang pun yang dapat tahan menghadapi hari Tuhan itu dengan kekuatan diri sendiri. Walau pun selama ini merasa kuat, selalu menang, tidak pernah mengalami sakit penyakit, tetapi jika hari Tuhan itu telah datang semua orang yang tidak berada dalam perlindungan Tuhan akan mengalami kesusahan besar.
Hari Tuhan itu dikatakan “pahit” karena Tuhan telah datang dengan “Kegemasan-Nya” untuk menghukum semua orang yang tidak hidup sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Tidak ada ceritanya orang yang tidak bertobat itu mendapat pembelaan dari Tuhan, bahkan tidak ada ceritanya Tuhan membawa mereka masuk ke dalam kerajaan sorga. Justru Tuhan akan menghukum dunia ini dengan berbagai-bagai malapetaka dengan maksud mendatangkan kesusahan dan penderitaan. Karena Tuhan itu datang dengan kegemasan sehingga hari Tuhan itu disebut:

- hari kesusahan dan kesulitan
- hari kemusnahan dan pemusnahan
- hari kegelapan dan kesuraman
- hari berawan dan kelam
- hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi.


Tuhan Allah sengaja mengijinkan semua itu terjadi supaya gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini benar-benar tahu mempergunakan waktu dan kesempatan yang ada ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini telah dikatakan firman Tuhan dalam 2 Petrus 3 : 9 bahwa Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, justru Ia sedang menunjukkan kesabaran-Nya karena Ia menghendaki supaya jangan ada seorangpun yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tuhan Allah mau supaya gereja yang hidup di akhir zaman ini tahu mempergunakan waktu untuk memperbaiki diri dan kelakuannya.
Saudara-saudara, firman Tuhan dalam 1 Korintus 15 : 43 menjelaskan : ADAM sebagai manusia pertama yang telah diciptakan Allah menjadi makhluk yang hidup. Tetapi ADAM YANG AKHIR menjadi roh yang menghidupkan.
Adam sebagai manusia pertama: mewarisi sifat dan tabiat daging yang mudah jatuh ke dalam dosa, mudah lemah, mudah putus asa, mudah sakit, dll. Tetapi “manusia yang akhir”, yaitu Tuhan Yesus Kristus adalah roh yang menghidupkan mewarisi sifat-sifat Allah yang sesungguhnya: kudus dan sempurna adanya. Tujuannya supaya semua orang yang telah mati karena dosa-dosa itu diberi kesempatan menjadi anak-anak Allah. Dengan cara: semua orang yang percaya kepada nama Yesus “diberi kuasa” supaya menjadi anak-anak Allah (lihat Yohanes 1 : 12). Inilah yang orang-orang yang telah beroleh kesempatan untuk dihidupkan kembali oleh Yesus Kristus yang adalah Adam yang akhir. Maksudnya segala dosa-dosa yang telah diwarisi dari nenek moyang telah dilepaskan/dibebaskan oleh korban penebusan dalam darah Kristus sehingga bisa hidup di dalam Kristus.
Karena itu sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, sekaranglah saatnya kita harus bisa membuat pilihan yang tepat: “lebih baik menderita karena kebenaran daripada bersenang-senang karena dosa.” Ini adalah pilihan yang paling tepat dan benar, sehingga tidak perlu disesali apabila penderitaan itu datang. Pada minggu yang lalu kita sudah melihat supaya bisa membuat pilihan yang tepat kita harus memiliki dua (2) sikap, yaitu:

- pikiran yang dewasa
- tunduk kepada otoritas Allah


2 Tesalonika 1 : 5 menderita karena kebenaran disebut pilihan yang tepat dan benar karena lewat penderitaan itu Tuhan akan menyatakanan bahwa: kita layak menjadi warga kerajaan Allah. Jadi jelas bagi kita sekarang bahwa penderitaan yang kita alami itu menjadi sarana yang dipakai Tuhan untuk memper-siapkan kita supaya layak menjadi warga kerajaan Allah. Luar biasa bukan?
Karena itu supaya kita bisa membuat pilihan yang tepat dan benar itu, kalau memilih jangan dengan perasasan atau pikiran sebab kalau memilih dengan perasaan atau dengan pikiran bisa menjadi salah.
Contoh yang memilih dengan perasaan dan pikiran: Hawa. Dalam Kejadian 3 : 6 Hawa memakai pikiran dan perasaannya maka iapun jatuhlah ke dalam dosa. Sebab ketika ia melihat (=memakai pikiran/perasaan), bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian lalu iapun mengambil dari buahnya dan memakannya, kemudian ia juga memberikan buah itu kepada suaminya dan suaminya pun memakannya juga. Karena perempuan itu melihat dengan memakai perasaan dan pikirannya maka dengan sendirinya hatinyapun menjadi terpikat sehingga ia tidak lagi memperhatikan firman Tuhan. Setiap orang yang selalu memakai pikiran dan perasaan, ia juga tidak akan memperhatikan firman Tuhan.
Tetapi kita yang sudah menerima firman pengajaran sudah saatnya memilih bukan dengan perasaan atau pikiran lagi tetapi memilih dengan iman. Seperti Musa setelah dewasa (=dewasa dalam iman) mampu memilih lebih baik menderita karena kebenaran daripada harus bersenang-senang karena dosa.
Demikian juga dengan Paulus yang telah ditetapkan menjadi rasul Kristus, sebagai pemberita dan sebagai guru telah mengalami banyak penderitaan dengan tidak malu sebab ia tahu kepada siapa ia percaya. Ditengah-tengah penderitaan itu ia percaya bahwa Allah berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya hingga pada hari Tuhan (2 Timotius 1 : 11). Kisah Para Rasul 21 : 10 - 14 menceritakan pengalaman rasul Paulus yang telah memilih dengan iman walaupun harus mati di Yerusalem. Sebab pada waktu itu telah dinubuatkan bahwa Paulus akan diikat seperti ikat pinggang oleh orang Yahudi dan akan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain. Walaupun nubuat itu benar dan harus terjadi, Paulus tidak mundur, justru ia rela mati demi kebenaran dalam pemberitaan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Paulus tidak terpengaruh dengan suara orang banyak, bahkan walaupun sebenarnya nasehat mereka itu baik tetapi Paulus tidak gentar dan tidak mundur. Dan akhirnya orang banyak itupun menyerah dan berkata: “Jadilah kehendak Tuhan.” Jadi penderitaan karena melakukan kebenaran itu adalah kehendak Tuhan. Jika kita mau memilih menderita karena kebenaran, tujuannya adalah supaya kita tidak bebas lagi menikmati hal-hal yang duniawi, tetapi sepenuhnya hidup dalam kebenaran firman Tuhan.

Selasa, 12 Oktober 2010

Buletin - September '10

"TANDA PENEBUSAN"


Minggu - 05 September 2010


Saudara-saudara, saat ini tidak saatnya lagi jemaat dipisahkan oleh tembok-tembok gereja atau organisasi, bukan saatnya lagi mempertahankan kebenaran diri sendiri atau kepentingan diri sendiri, bahkan tidak saatnya lagi mempertahankan tradisi/ajaran dari nenek moyang. Semua ini tidak berguna dan bisa membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Organisasi gereja boleh berbeda, cara beribadah atau liturgi boleh berbeda, tetapi ada satu yang tidak boleh berubah, yaitu: DOKRIN atau dasar pengajaran, ini harus sama tidak boleh diubah, tidak boleh ditambah atau pun dikurangi. Semua organisasi gereja harus kembali kepada kebenaran yang sudah dituangkan dalam firman Tuhan.

Mengapa kita semua memerlukan Tuhan Yesus dan firman Tuhan?
Kita semua memerlukan Tuhan Yesus karena hanya Dia saja Tuhan dan Juruselamat, tidak ada seorang pun yang bisa beroleh keselamatan kalau tidak datang kepada Tuhan Yesus Kristus. Hal ini dapat kita lihat dalam Kisah Para Rasul 4 : 12 "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Jadi jelas keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam nama Yesus, dan tidak ada seorang pun yang bisa selamat kalau tidak mau datang kepada Yesus. Dia yang telah mati dikayu salib dan yang sudah menanggung penderitaan yang begitu berat, tujuannya adalah :

- untuk menanggung penyakit kita
- untuk memikul kesesangsaraan kita
- untuk menanggung segala pemberontakan dan kejahatan kita


Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya (Yesaya 53 : 4 - 5) supaya kita semua bisa bebas dari perbudakan dosa. Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib dan darah-Nya telah tercurah adalah untuk memberikan tanda penebusan dan pengampunan dosa bagi semua orang. Korban penebusan telah diberikan kepada dunia supaya setiap orang yang sadar dan datang kepada Tuhan mengalami tanda penebusan ini.

Tujuan tanda penebusan yang dikerjakan Yesus adalah untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa yang selanjutnya dijadikan sebagai kerajaan imam-imam bagi ALlah kita.

Saudara-saudara, kita harus selalu mengingat dosa itu sifatnya mengikat bahkan memperbudak. Demikain juga dengan sifat-sifat atau tabiat-tabiat daging sifatnya mengikat, sehingga setiap orang yang sudah terikat itu tidak bisa datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kalau tidak mengalami tanda penebusan, jangankan dosa atau pun tabiat daging, segala aktivitas, segala usaha dan pekerjaan bisa mengikat dan memperbudak sehingga kebanyakan orang tanpa sadar hidupnya. Kalau tidak bisa menguasai diri, segala aktivitas itu bisa membuat orang lupa kepada Tuhan, lupa beribadah bahkan bisa lupa melayani Tuhan.
Kita bisa melihat pengalaman bangsa Israel: lebih lama mereka diperbudak di Mesir dari pada berjalan di padang gurun menuju tanah Kanaan. Kalau di Mesir mereka diperbudak kurang lebih selama empat ratus tahun sedangkan dalam perjalan di padang gurun hanya selama empat puluh tahun saja. Jadi tidak sebanding antara lamanya mereka di Mesir dengan diperjalanan di padang gurun.
Untuk itulah Tuhan Allah mengutus Musa kembali ke Mesir, tujuannya untuk melepaskan bangsa Israel dari perbudakan dan membawa mereka ke tanah Kanaan. Sebab kalau bukan karena pekerjaan Tuhan, maka dari antara orang Israel itu tidak ada seorang pun yang bisa lepas atau bebas dari tangan Firaun.
Demikian juga dengan gereja Tuhan diakhir zaman ini, tidak ada seorang pun yagn bisa melepaskan dirinya dari perbudakan dosa kecuali oleh darah Yesus yagn dikerjakan-Nya lewat tanda penebusan. Seorang hamba Tuhan/pendeta jemaat, walau pun sudah terkenal dan luar biasa dipakai dalam hal mengadakan mujizat, tetap saja ia seorang manusia yang tidak dapat menebus jemaatnya dari dosa. Tidak ada seorang pun yang bisa ditebusnya, baik dirinya, baik istrinya, baik anak-anaknya maupun jemaatnya, sebab dirinya sendiri pun haru memerlukan tanda penebusan yang dari Tuhan Yesus Kristus.

Penebusan itu terjadi sepenuhnya hanya karena pekerjaan Tuhan Yesus saja, yang telah dikerjakan-Nya lewat kematian-Nya di kayu salib.

Pekerjaan tanda penebusan itu bisa kita lihat dengan jelas dalam Ibrani 9 : 12 yang mengatakan: "dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal." Ayat ini membuktikan bahwa tanda penebusan itu tidak bisa dikerjakan oleh siapa pun selain oleh Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada yang lain yang bisa menyelamatkan manusia dari dosa dan dari maut, selain pribadi Tuhan Yesus.
Ibrani 9 : 13 - 15 menjelaskan "darah Yesus" itu jauh lebih hebat kuasanya dari darah lembu jantan bahkan dari percikan abu lembu muda. Mengapa? sebab darah binatang itu sifatnya hanya menguduskan secara lahiriah saja, tetapi darah Yesus Kristus bisa menguduskan seluruh hidup baik dari dosa mau pun dari segala tabiat daging. Kuasa darah Yesus itu bisa menyucikan hati kita, pikiran kita maupun perasaan kita. Darah Yesus itu bisa membebaskan tubuh yang berdosa ini untuk selanjutnya dijadikan sebagai umat kepunyaan Tuhan sendiri.
Mala dalam Ibrani 9 : 15 Firman Tuhan menjelaskan Kristus menjadi "pengantara" dari suatu perjanjian baru. Tujuannya: supaya setiap orang yang telah dipanggil dapat menerima bagian kekal yang telah dijanjikan.
kemuaian dalam Ibrani 9 : 16 - 18 menjelaskan cara penebusan yang dikerjakan Tuhan Yesus: suatu wasiat barulah sah kalau pembuat wasiat itu sudah mati. Wasiat tidak berlaku selama pembuat wasiat itu masih hidup. Yesus telah ditentukan untuk mati di kayu salib sebagai jalan untuk menebus manusia dari dosa. Maka kalau seandainya Yesus tidak mati di kayu salib, sia-sialah kepercayaan kita kepada Yesus, sia-sialah kita menjadi orang Kristen. Tetapi karena Yesus telah mati "genaplah" seluruh kehendak Allah di dalam diri kita. Pembuat wasiat itu sendiri adalah Yesus, Dia telah mati untuk kita semua.

Keluaran 13 : 13 "Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor anak domba; atau jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung diantara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus."
Dari ayat tersebut dapat kita lihat ada dua (2) golongan yang sangat memerlukan tanda penebusan, yaitu:
- anak keledai
- anak sulung manusia
"ANAK KELEDAI"
gambar bayang dari gereja Tuhan yagn berasal dari bangsa kafir, yagn telah beroleh kesempatan untuk ditebus. Kita harus tetap menyadari bahwa tanda penebusan itu membuat hidup kita berguna dan berharga di mata Tuhan. Sebab jika sendainya kita tidak mengalami tanda penebusan, maka sama seperti anak keledai yang dipatahkan batang lehernya kalau tidak ditebus demikian juga kita akan dibinasakan di api neraka selama-lamanya.
Sedangkan "anak sulung" itu menunjuk kepada bangsa Israel yang telah diangkat menjadi anak. Jadi baik bangsa Israel sendiri mau pun gereja Tuhan yagn berasal dari bangsa kafir sama-sama harus ditebus supaya berhak menjadi umat kepunyaan Tuhan.
Jadi tanda penebusan itu adalah hal yang sangat penting dalam kepengikutan kita kepada Tuhan, baik orang Israel terlebih pula orang kafir. Efesus 2 : 1 - 2 kalau belum mengalami tanda penebusan masih dalam keadaan mati rohani yagn disebabkan oleh pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa. Tetapi dalam Efesus 2 : 8 - 9 dijelaskan kita telah ditebus dan telah dilepaskan dari perbudakan dosa hanya oleh kasih karunia Tuhan saja. Bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi sepenuhnya karena kasih karunia Tuhan saja. Karena itu kita tidak boleh sombong.
Selanjutnya 1 Petrus 1 : 13 kasih karunia Tuhan itulah yagn telah menyucikan dan menguduskan supaya kita bisa hidup kudus sama seperti Yesus yang adalah kudus adanya. Syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, sekarang kita telah beroleh tanda penebusan oleh darah-Nya supaya kita berharga di mata Tuhan. Haleluya................!!!!



"TANDA PENEBUSAN"


Minggu, 19 September 2010


Setelah bangsa Israel dilepaskan dari perbudakan Mesir, selanjutnya Tuhan Allah mau membawa mereka masuk ke tanah Kanaan, yaitu tanah yang telah dijanjikan kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Bangsa Israel tidak cukup hanya dilepaskan begitu saja, mereka juga harus dituntun selama dalam perjalanan supaya mereka bisa sampai ke tanah Kanaan tersebut. Sebab kalau tidak dituntun maka sudah jelas bangsa Israel tidak mungkin bisa masuk ke tanah Kanaan, mereka akan tersesat dan mereka akan habis binasa oleh bangsa-bangsa yang ada di tanah Kanaan.

Intinya: Tuhan ALlah mau menjadikan mereka menjadi "kerajaan imam dan bangsa yang kudus, kepunyaa Allah sendiri."

Keluaran 19 : 1 - 6 menjelaskan setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, di padang gurun Sinai, Tuhan ALlah berfirman kepada Musa untuk memberi satu pernyataan, Tuhan ALlah akan menjadikan mereka menjadi "harta kesayangan Tuhan" dari antara segala bangsa dan menjadikan mereka sebagai "kerajaan imam". Tetapi ada syaratnya, yaitu: mereka harus mau "mendengar" firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan "berpegang" pada perjanjian Tuhan.

Perjalanan bangsa Israel ini merupakan gambaran perjalanan gereja Tuhan diakhir zaman ini. Setelah kita mengalami tanda kelepasan dari dosa oleh darah Kristus, selanjutnya kita harus dijadikan sebagai kerajaan imam supaya kita berhasil masuk ke dalam kerajaan seribu tahun damai. Sebab dalam Wahyu 20 : 1 - 6 firman Tuhan menjelaskan tentang rencana Tuhan yang begitu besar dan mulia khusus kepada gereja Tuhan diakhir zaman ini, yaitu Tuhan mau membentuk dan mempersiapkan kita menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang dikuduskan dan disempurnakan, yagn dibela dan dipelihara sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Raja di atas segala raja, atau sebagai Mempelai Pria Sorga.
Khusus dalam ayat 6 gereja Tuhan yagn sudah masuk menjadi kerajaan imam itu akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus dalam kerajaan seribu tahun damai, yaitu bagi kita yang dengan sungguh-sungguh "mendengar" firman pengajaran dan melakukannya dalam hidup sehari-hari. Sebagai jemaat terlebih lagi sebagai hamba Tuhan, kita harus membuat firman pengajaran itu menjadi praktek dalam hidup sehari-hari supaya Tuhan berkenan kepada kita. Kalau sudah demikian, kita akan layak masuk ke dalam kerajaan seribu tahun damai dan akan berbahagia sebab kita akan memerintah sebagai raja bersama dengan Kristus.

Kematian yang kedua itu adalah "lautan api", ini berbicara tentang "api neraka" yang kekal dan yang tidak terpadamkan sampai selama-lamanya.

Untuk membuat kita menjadi suatu kerajaan imam bagi Allah, pertama-tama tanda yang harus kita miliki adalah "tanda kelepasan", yaitu dilepaskan dari maut dan dari perbudakan dosa. Kita dilepaskan bukan karena kekuatan diri sendiri dan bukan pula karena orang lain, tetapi hanya oleh darah Kristus yang telah mati di kayu salib sebagai jalan untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Bagi kita, darah Kristus itu sungguh-sungguh luar biasa kuasanya, darah Kristus itu mahal dan tidak ternilai oleh apapun yang ada di dunia ini.

Darah Kristus itu dikatakan hebat dan luar biasa karena:
- hanya darah Kristus saja yang sanggup melepaskan kita dari maut dan dari perbudakan dosa.
- hanya darah Kristus saja yang sanggup mengangkat kita dari maut menjadi suatu kerajaan imam yang berkenan kepada ALlah.
- hanya oleh darah Kristus saja yang sanggup menjadikan kita menjadi mempelai perempuan Kristus, yang dikuduskan dan disempurnakan.

Kalau kita lihat di dunia ini, banyak orang bisa berhasil menjadi pemimpin, misalnya menjadi Bupati, Gubernur, Anggota Dewan bahkan menjadi presiden sekalpun, karena banyaknya orang yang mau memilih mereka atau mengangkat mereka. Sebenarnya jauh lebih mudah seseoragn itu menjadi Bupati, menjadi Gubernur, menjadi anggota dewan bahkan menjadi presiden dari pada menjadi umat kepunyaan ALlah.
Mengapa?
sebab kalau untuk mengangkat seseorang menjadi pemimpin di dunia ini suara orang banyak sangat menentukan bahkan uang yang banyak juga bisa dipakai untuk membeli suara orang banyak.
Tetapi untuk mengangkat kita menjadi kerajaan imam yang berkenan kepada Allah suara yang banyak itu tidak bisa dan uang yagn banyak juga tidak bisa, dengan kata lain segala sesuatu yang ada di dunia ini misalnya kekayaannya atau kehormatannya, tidak bisa mengangkat sesorang menjadi kerajaan imam bagi ALlah. Hanya satu saja yang bisa mengangkat kita dari maut dan dari perbudakan dosa, yaitu darah Kristus lewat tanda penebusan yang telah dikerjakan-Nya lewat kematian-Nya di kayu salib.

Bangsa Israel pernah mengalami kejatuhan yagn paling dalam sampai ke titik yang paling rendah, yaitu menjadi budak bagi bangsa-bangsa lain. Mereka diijinkan Tuhan mengalami hal yang demikian tentu ada penyebabnya, yaitu karena mereka tidak lagi memperhatikan dan melakukan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh melainkan telah membelakangi Tuhan dengan berbuat yang tidak pantas.
Pemazmur pernah bertanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?" (Mazmur 8 : 5). Pemazmur bertanya demikian tentu karena mereka telah melihat dan mengalami bagaimana sakitnya kalau sedang ditinggalkan Tuhan, mereka sendiri mengalami tidak ada artinya lagi, bagi Tuhan mereka tidak ada apa-apanya.
Bahkan yang lebih parah lagi dalam Mazmur 49 : 13, 21 firman Tuhan memberi satu pernyataan yang tegas: "Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan." Kalau manusia sampai disamakan dengan hewan yagn dibinasakan, bukankan ini sudah merupakan suatu pernyataan yang menyatakan bahwa manusia itu sudah jatuh sampai ke titik yang paling rendah? Manusia yang dulunya diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, manusia yang diakui sebagai ciptaan Allah yang paling mulia dari segala makhluk, sekarang telah disamakan dengan hewan yang dibinasakan. Inilah kejatuhan manusia yang paling dalam, sudah sampai ke titik yang paling rendah. Karena itu tidak ada seorang pun yang bisa mengangkat dirinya dari kejatuhan tersebut dan tidak ada orang lain yang bisa mengangkat dirinya. Bankan tidak ada seorang pun yagn bisa memberikan tebusan kepada ALlah ganti nyawanya, mungkin kekayaannya, jabatannya, atau apapun yang ada padanya tidak ada yang bisa diberikan kepada ALlah sebagai ganti tebusan nyawanya.
Tetapi di sinilah perlu kita ketahui bahwa "TANDA PENEBUSAN" yang dikerjakan oleh Yesus Kristus di kayu salib menjadi berkat bagi kita semua. Walaupun manusia itu sudah sempat jatuh sampai ke titik yang paling rendah bahkan sekalipun sudah sempat disamakan dengan hewan yagn dibinasakan, ada satu pribadi yang sanggup mengangkat kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Oleh darah-Nya dan oleh kematian-Nya di kayu salib, Ia telah mengangkat kita dari kejatuhan yang paling dalam, Ia juga telah menebus kita dari segala dosa dan pelanggaran untuk diangkat menjadi kerajaan imam bagi ALlah.
Maka kalau kita lihat dalam Mazmur 8 : 6 oleh darah Kristus kita telah diangkat dan dibuat menjadi "hampir sama" seperti Allah untuk selanjutnya dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Manusia yang tadinya sudah berada pada titik yang terendah dan yang sudah sempai disamakan dengan hewan yagn dibinasakan, sekarang Tuhan mau memahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Mazmur 149 : 4 firman Tuhan menjelaskan: Tuhan ALlah mau memahkotai manusia itu dengan keselamatan. Kalau kita kaitkan dengan Mazmur 8 : 6, mahkota kita bukan hanya kemuliaan dan hormat, tetapi juga dengan keselamatan. Inilah mahkota yagn paling tinggi dari segala mahkota yagn ada di dunia ini. Kalau kemuliaan dan hormat, semua orang bisa mendapatkannya karena kekayaannya, karena jabatannya yang tinggi, dll, tetapi mahkota keselamatan dunia tidak dapat memberi. Mengapa? sebab dunia ini hanya sementara saja sehingga tidak memiliki yang kekal sifatnya, keselamatan itu kita peroleh hanya lewat Pribadi Tuhan Yesus Kristus saja.

Maka sebagai jemaat Tuhan, maupun sebagai hamba Tuhan, jengan hanya sibut mencari mahkota yagn ada di dunia ini saja tetapi berjuanglah sampai berhasil mendapatkan mahkota keselamatan yagn dari Tuhan. Saudara boleh bekerja, boleh berusaha, boleh kaya, boleh punya jabatan yang tinggi, tetapi jangan sampai menyia-nyiakan tanda penebusan yagn telah dikerjakan Yesus Kristus, disamping segala aktivitas yang kita lakukan kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan taat dan setia.
Maka kalau kita lihat kembali dalam Mazmur 149 : 4 mahkota keselamatan itu diberikan tidak kepada sembarang orang, yagn dimahkota dengan keselamatan itu hanyal orang-orang yang "rendah hati."
Maksudnya Tuhan menuntut supaya kita mempunyai sikap: "rendah hati", sama seperti Yesus rendah hati demikian juga kita harus memiliki sikap rendah hati (Matius 11 : 29). Tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke dalam kerajaan sorga kalau tidak berlajar kepada Yesus, dan tidak ada seorang pun yang bisa menjadi sama seperti Kristus kalau ia tidak berlajar kepada Yesus. Ada dua sikap yang dimiliki Yesus yang juga harus menjadi sikap kita, yaitu: LEMAH LEMBUT & RENDAH HATI.
Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam Filipi 2 : 5 - 11 ketika Yesus lahir ke dunia ini untuk memberikan keselamatan kepada manusia, Ia telah mengosingkan diri-Nya dan menjadi hamba untuk melayani kita. Bukti kerendahan hati Tuhan Yesus: "IA TAAT SAMPAI MATI, BAHKAN SAMPAI MATI DI KAYU SALIB, sebagai hukuman yang harus ditanggung untuk mengangkat kita dari titik yang paling rendah. Karena kita sudah jatuh sampai ke titik yang paling rendah, maka Tuhan Yesus juga harus mengalami hukuman yang paling supaya kita bisa diangkat. Jadi kalau Saudara rindu menerima mahkota keselamatan, harus disetai dengan sikap yang rendah hati, harus mau taat mendengar dan melakukan firman pengajaran.
Selanjutnya manusia yagn sudah dimahkotai dengan keselamatan itu:
- Tuhan mau membuat dia berkuasa atas segala buatan tangan Tuhan.
- Tuhan mau membuat segala-galanya diletakkan dibawah kakinya, bukan di atas kepala.

Jadi segala harta yagn ada di dunia ini bukan mahkota, bukan kemuliaan, itu semua sifatnya hanya sementara saja, jangan sampai Saudara menempatkan harta kekayaan itu lebih tinggi dari keselamatanmu, tetapi tempatkanlah firman itu diatas segala-galanya yang sanggup merubah dan memperbaharui hidupmu. Maka tanda penebusan yagn dikerjakan Tuhan Yesus itu akan berguna bagimu. HALELUYA........!!!!