Senin, 11 April 2011

Buletin - April 2011

"NASIHAT SUPAYA BERJAGA-JAGA"


Minggu- 03 April 2011


Puji Tuhan!
Sampai dengan hari ini Tuhan Yesus, Kepala gereja masih menyertai, memelihar, membela dan memberkati kita semua. Lewat firman pengajaran-Nya yagn besar dan ajaib, kita dapat melihat rencana Tuhan dalam hidup kita, yaitu: selain telah menyelamatkan Ia mau menjadikan kita sebagai sidang mempelai perempuan Kristus, yagn dikuduskan dan disempurnakan supaya layak bagi-Nya.
Kalau pada kedatangan-Nya yagn pertama, Kristus datang sebagai Juruselamat dunia yang menghapus segala dosa dunia, tetapi khusus pada kedatangan-Nya yagn kedua kali, Ia akan datang sebagai Raja di atas segala raja yagn akan menikah dengan gereja-Nya yang telah siap sedia. Inilah yang disebut sebagai sidang mempelai perempuan Kristus yang akan menikah dengan Kristus sebagai Kepala jemaat. Wahyu 19 : 9 firman Tuhan telah mengatakan: "Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba."

Jadi Kristus akan datang sebagai Raja yang siap menikah dengan gereja-Nya yang telah dikuduskan dan disempurnakan menjadi mempelai perempuan-Nya. Tuhan Yesus mau membawa kita masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba yang penuh dengan kemuliaan, suatu pesta yang sangat meriah lebih dari segala pesta yang ada di dunia ini. Pesta kawin Anak Domba itu jauh lebih meriah dari pesta seorang anak raja atau pangeran yang dinikahkan di istananya, jauh lebih mulia dari segala pesta yang pernah kita lihat di dunia ini.

Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita semua harus mempersipakan diri supaya layak masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba ini, kita harus lebih sungguh-sungguh lagi baik dalam beribadah maupun dalam melayani Tuhan. Caranya: TAAT & SETIA dalam hidup, dalam melakukan segala perintah Tuhan dan MENJAUHI segala larangan-Nya.
Firman Tuhan dalam Matius 24 : 37 - 42 telah memberikan nasihat supaya kita TETAP BERJAGA-JAGA sampai Tuhan Yesus datang kembali. Kita perlu berjaga-jaga sebab dunia yang sekarang sedang kita tempati ini sedang berada dalam kegelapan yang diakibatkan oleh dosa dan kejahatan, dalam dosa percabulan dan perzinahan, dll, dan semakin banyaknya terjadi malapetaka-malapetaka yang diakibatkan oleh gempa bumi, tsunami, peperangan, kelaparan, teror di mana-mana. Ini semua sebagai peringatan supaya kita lebih sungguh mempersiapkan diri dan tetap berjaga-jaga dengan hidup dalam kebenaran. INGAT! di dunia ini tidak ada lagi tempat yang aman.
Maka kalau kita lihat Matius psl 24 ini Tuhan Yesus sengaja mengutip kembali apa yang pernah terjadi pada zaman Nuh, di mana pada zaman itu manusia dihukum dengan air bah bersama-sama dengan binatang-binatang. Penyebabnya: karena semua manusia menjalankan HIDUP YANG RUSAK, PENUH DENGAN KEKERASAN, CENDERUNG MELAKUKAN KEHENDAK DIRI SENDIRI DAN TIDAK MAU MEMPERHATIKAN FIRMAN TUHAN (Baca= Kejadian psl 6). Itu sebabnya Tuhan Yesus mengangkat kembali zaman Nuh ini supaya gereja Tuhan yang hidup di akahir zaman ini tidak meniru cara hidup mereka. Segala yang dilakukan manusia pada zaman Nuh ini merupakan peringatan bagi kita semua supaya kita bisa melakukan apa yagn menjadi kehendak Allah.

Yang dilakukan manusia pada zaman Nuh:
- makan dan minum (=hidup dalam pesta pora dan kemabukan)
- kawin dan mengawinkan (=hidup dalam hawa nafsu daging)

Dan inilah juga yang sedang dilakukan manusia pada zaman akhir ini, kebanyakan orang lebih sibuk memperhatikan perkara makan dan minum dari pada perkara yang rohani, banyak orang lebih cenderung memuaskan hawa nafsunya dengan hidup dalam percabulan dan kenajisan daripada memperhatikan firman Tuhan, bahkan lebih cenderung melakukan kekerasan demi untuk mendapatkan kepuasannya sendiri. Keadaan manusia pada zaman akhir ini sudah hampir mirip dengan keadaan manusia pada zaman Nuh, dosa sudah semakin memuncak, hati manusia cenderung melakukan kejahatan sehingga tidak ada seorang pun yang bisa menahannya lagi.

Maka firman Tuhan dalam 2 Petrus 3 : 9 menjelaskan kepada kita: sebenarnya Tuhan itu tidak lalai menepati janji tentang kedatangan-Nya, bukan karena Ia lupa akan kejahatan yang telah dilakukan manusia. Tetapi ada satu yang sedang dilakukan Tuhan: Ia sedang menunjukkan kasih-Nya yang besar dan luar biasa supaya manusia itu BERTOBAT dan kembali kepada ALlah. Kehendak Tuhan dalam hidup manusia: supaya tidak ada seorangpun YANG DIBINASAKAN di dalam api neraka, melainkan supaya semua orang diselamatkan dan dibawa masuk ke dalam kemuliaan-Nya yang besar dan kekal. Sehingga sekalipun langit dan bumi ini akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, tetapi oleh kuasa firman, Ia akan menyelamatkan orang-orang yagn mau hidup dalam kebenaran.

NUH = adalah contoh orang yang berhasil selamat dari murka ALlah, yaitu dari air bah.
Sebab setelah ALlah berfirman kepada Nuh supaya MEMBANGUN SEBUAH BAHTERA, Nuh melakukannya dengan TAAT DAN SETIA sampai bahtera itu selesai, semua dilakukannya sesuai dengan firman Tuhan. Ketika Nuh sedang membangun bahtera itu, ia sudah tahu rencana ALlah bahwa ALlah bahwa suatu ketika ALlah akan mendatangkan malapetaka yang dahsyat untuk menghukum semua manusia yang jahat. Itu sebabnya maka Nuh dengan taat dan setia membangun bahtera itu walau dengan harga yang mahal, dengan waktu yang bagitu lama dan dengan perjuangan yang begitu besar.
HASILNYA: NUH BESETA ISTRI, ANAK-ANAK DAN MENANTU-MENANTUNYA SELAMA DARI AIR BAH.

Saudara-saudara, ada satu hal penting yang harus kita ketahui dari sifat manusia yagn paling mendasar, yaitu: manusia itu mudah lemah dan mudah sekali terpengaruh dengan keadaan disekitarnya, baik itu dari sanak saudaranya, dari kelaurganya sendiri maupun dari pihak-pihak luar. Kelemahan ini memang sepela nampaknya sehingga banyak orang tidak sungguh-sungguh memperhatikan firman Tuhan, mereka tidak mengetahui bahwa dampak atau akibatnya sangat besar sebab bisa membawa manusia itu jatuh ke dalam dosa. Bukan hanya jatuh ke dalam dosa saja, tetapi juga masuk ke dalam api neraka.
Contohnya: perempuan pertama yang dijadikan Tuhan di taman Eden, yaitu HAWA yang dengan mudah dipengaruhi atau diperdaya oleh si ular supaya memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat yang telah dilarang oleh ALlah untuk dimakan (Kejadian psl 3). Tetapi perempuan itu dengan mudah sekali terpengaruh sehingga ia mengambil buah itu dan memakannya. Dan bukan hanya disitu saja, perempuan itu juga memberikannya kepada suaminya, yaitu Adam supaya memakannya. Maka mereka berduapun jatuh ke dalam dosa dan diusir dari taman Eden.
Maka dalam 2 Korintus 11 : 1 - 3 Paulus sebagai rasul Kristus begitu takut melihat keadaan jemaat di Korintus, takut melihat rohani jemaat di Korintus yang mudah sekali terpengaruh dengan keadaan. Jemaat di Korintus ini memang sudah dipertunangkan kepada satu laki-laki, yaitu kepada Kristus, tetapi Paulus takut kalau-kalau mereka telah diperdaya dan pikiran mereka disesatkan dari kesetiaan yang sejati, yaitu dari firman Tuhan. Maka rasul Paulus memberi nasihat yang begitu tegas untuk MENGINGATKAN supaya jemaat di Korintus bahkan supaya kita semua jemaat-jemaat yang telah ditebus dengan darah Kristus, tidak terpengaruh dengan segala bentuk pencobaan, kita semua harus tetap berpegang teguh kepada kebenaran.
Firman Tuhan mengangkat kembali apa yagn telah terjadi menimpa Hawa ini untuk mengingatkan gereja Tuhan di akhir zaman ini supaya jangan mau diperdaya oleh iblis. Ingat! Iblis itu sangat licik, dia bisa memperdaya pikiran manusia, iblis bisa memperdaya jemaat-jemaat bahkan juga hamba-hamba Tuhan. Itu sebabnya kita semua harus memeprhatikan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan melakukannya dengan taat dan setia, sama seperti Nuh dengan taat dan setia membangun bahtera, demikian juga kita harus taat dan setia supaya kita juga selamat dari segala malapetaka yang akan menimpa dunia. Firman Tuhan itu sebagai pelita untuk menerangi hati dan pikiran supaya jangan terpengaruh oleh rayuan siiblis.

Karena itu cerita ini merupaka suatu peringatan bagi kita semua, khususnya kepada ISTRI-ISTRI atau SUAMI-SUAMI supaya lebih memperhatikan firman Tuhan dan hidup dalam kebenaran. SEBAGAI ISTRI yagn benar: jangan suka membuka diri kepada yang bukan kebenaran, jangan coba-coba memisahkan diri dari persekutuan yang benar supaya jerat iblis jangan merusak hidupmu. SEBAGAI SUAMI yang benar: jadilah sebagai kepala dalam rumah tanggamu yagn kuat dalam Tuhan, tetap perhatikan firman Tuhan dan lakukan dengan taat maka Tuhan akan mengaruniakan segalanya kepadamu.
Seperti halnya AYUB, ia tetap memperhatikan firman Tuhan dan tidak terpengaruh dengan perkataan istrinya yagn selalu melemahkan imannya, Ayub tetap tekun kepada ALlah dan tidak mau mengutuki Allahnya, bahkan ia juga tidak menganggap penderitaan itu sebagai hukuman Allah kepadanya.
Sebagai suami istri yang hidup dalam kebenaran, jangan mudah terpengaruh dnegna keadaan, jangan mudah putus asa dalam menghadapi penderitaan, kita semua harus mampu menjaga diri. Walau pun dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya tetapi keinginan kita harus tetap kepada Tuhan, keinginan kita harus berfokus kepada kebenaran firman Tuhan. Maka Tuhan Allah akan mengaruniakan keselamatan kepada kita semua.
HALELUYA.......!!!!




“NASIHAT SUPAYA BERJAGA-JAGA”


Minggu- 10 April 2011


Saudara-saudara, pekerjaan Tuhan itu ada dua bentuk bagaikan HUJAN AWAL & HUJAN AKHIR:
1. HUJAN AWAL = berbicara kegerakan rohani pada gereja mula-mula, kegerakan yang dikerjakan sepenuhnya oleh Roh Kudus dalam pencurahan Roh Kudus yang pertama setelah Tuhan Yesus naik ke sorga. Hujan Awal ini juga menunjukkan pekerjaan Tuhan Allah untuk melepaskan/membebaskan umat-Nya dari dosa maupun dari kuasa maut supaya layak diterima sebagai jemaat Allah.
Biasanya hujan awal itu berfungsi untuk membuat supaya hati manusia itu bisa lembut, bagaikan tanah yang diairi supaya siap ditaburi dengan benih. Kalau tanah sudah diairi maka tanah itu akan menjadi gembur, sehingga ketika benih ditaburkan maka benihpun bisa bertumbuh dengan baik.
Sikap kita: harus membuka hati, mengijinkan Roh Kudus itu masuk ke dalam hati kita supaya Tuhan menaburkan benih firman-Nya di dalam hati kita. Dan bukan hanya itu saja, untuk menerima keselamatan harus ditandai dengan sikap yang baik, mau menghargai keselamatan yang telah dikerjakan Tuhan Yesus.

2. HUJAN AKHIR = berbicara kegerakan rohani yang terjadi pada zaman akhir, yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Bagi tanaman, hujan akhir itu berfungsi untuk mempersiapkan supaya tanaman itu siap dituai dan dimasukkan ke dalam lumbung, yaitu tanam-tanaman yang telah menerima hujan awal.
Bagi gereja Tuhan diakhir zaman ini, hujan akhir ini berfungsi untuk mempersiapkan gereja Tuhan supaya siap diangkat menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, bagaikan gandum yang telah menguning lalu dituai dan dibawa masuk ke dalam lumbungnya.
Karena itu supaya kita bisa mengalami kegerakan hujan akhir ini, kita semua harus punya sikap yang baik dan benar, yang disertai dengan perbuatan-perbuatan yang benar, yaitu menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan, kita semua harus membuka hati supaya Roh Kudus masuk dan bekerja di dalam hati kita untuk membaharui kita. Yaitu menjadi jemaat yang dikuduskan baik dari dosa-dosa maupun dari segala sikap dan karakter yang selama ini bertentangan dengan firman Tuhan. Tidak ada ceritanya orang bisa masuk ke dalam sorga kalau ia sendiri tidak menjadi pelaku firman Tuhan, ia hanya bagaikan orang yang bermimpi-mimpian saja.
Karena itu kalau kita ingin mengetahui pekerjaan Tuhan maupun kegerakan hujan akhir, kita perlu memperhatikan perumpamaan yang diangkat Tuhan Yesus dalam Matius 13 : 1 - 23 ada empat contoh tanah yang sama-sama ditaburi dengan benih, yaitu:

1. benih yang jatuh di pinggir jalan (ayat 4, 18) ini berbicara tentang sikap orang ketika mendengar firman Tuhan, memang ia menerimanya dengan gembira tetapi hanya sekedar mendengar saja, tidak disertai dengan tindakan atau perbuatan.

2. benih yang jatu di tanah yang bebatu-batu (ayat 5, 6, 20, 21) ini berbicara tentang sikap seseorang ketika mendengar atau menerima firman Tuhan, memang ia mendengarnya dengan gembira, tetapi sayang benih itu bertumbuh hanya sebentar saja sebab ketika datang terik matahari, benih itu segera layu dan menjadi kering, tidak sempat berakar. Penyebabnya: karena hatinya keras, karakternya keras, tidak mau menyesuaikan diri dengan firman Tuhan. Akibatnya ia hanya menjadi orang Kristen yang biasa-biasa saja. Orang Kristen yang seperti ini akan murtad dan meninggalkan Tuhan Yesus ketika datang penindasan karena firman Tuhan.

3. benih yang jatuh di tengah semak duri (ayat 7, 22) ini berbicara tentang sikap seseorang ketika mendengar atau menerima firman Tuhan lalu kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan menghimpit firman Tuhan itu sehingga tidak sempat menghasilkan buah-buah yang baik. Bagaikan benih yang dihimpit oleh semak duri sampai mati demikianlah orang Kristen kalau tidak bertumbuh rohaninya akan menjadi mati rohani, ia tidak akan pernah berhasil menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan.

4. benih yang jatuh di tanah yang baik (ayat 8, 23) ini berbicara tentang sikap seseorang ketika mendengarkan firman Tuhan, ia menerimanya dengan baik dan memasukkan firman Tuhan itu ke dalam hatinya yang baik pula. Sehingga benih firman Tuhan itu bisa menghasilkan buah-buah yang baik, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang tiga puluh kali lipat.

Setiap orang yang mau mendengar dan menerima firman Tuhan dengan sikap yang baik, maka firman Tuhan akan bekerja di dalam hidupnya. Tuhan Allah akan bekerja di dalam hidup kita bagaikan hujan awal yang mengairi hati kita dan yang berfungsi untuk melembutkan hati demikianlah Tuhan Allah akan menggarapkerjakan kita, dan bagaikan hujan akhir yang mengairi hati kita untuk mempersiapkan kita menjadi jemaat yang siap sedia diangkat pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Pekerjaan Tuhan memang sungguh luar biasa dalam hidup setiap orang yang mau membuka hatinya untuk menerima kegerakan hujan awal dan hujan akhir, Ia sendiri yang akan mempersiapkan kita.

Saudara-saudara, kesucian ibadah itu harus dijaga dengan baik dengan cara beribadah yang benar, berkorban yang benar yang disertai dengan sikap dan perbuatan yang benar pula. Sebab kalau kita lihat dalam Wahyu 11 : 1 - 3 firman Tuhan menjelaskan yang diukur Tuhan itu ada tiga, yaitu: Bait Suci, Mezbah dan orang-orang yang beribadah di dalamnya. Sedangkan pelataran (=halaman) tidak diukur sebab telah ditentukan untuk diserahkan kepada bangsa-bangsa lain, yaitu antikristus yang akan menganiaya orang-orang Kristen yang tidak masuk ke dalam ukuran Tuhan. Dalam kitab Wahyu 11 ini firman Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa ibadah itu harus dijaga kesuciannya, tidak boleh sembarangan.

Matius 7 : 21 - 23 Tuhan Yesus mengatakan:
- banyak orang berhasil berseru-seru kepada Tuhan tetapi tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga.
- banyak orang berhasil mengadakan banyak mujizat, sudah bernubuat dan bahkan sudah berhasil mengusir setan demi nama Yesus, tetapi juga tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga.
Ayat ini menunjukkan bahwa kehadiran Tuhan itu belum menentukan seseorang itu berkenan kepada Allah kalau tidak disertai dengan perbuatan yang benar. Sekalipun mereka mampu mengadakan banyak mujizat, mampu bernubuat (=berkhotbah) dan mengusir setan demi nama Yesus, semua itu belum menjadi ukuran berhasil atau tidaknya seseorang masuk ke dalam kerajaan sorga. Mengapa bisa demikian? sebab mereka melakukan pelayanan itu tidak didasari dengan kasih akan Tuhan, tidak ada sikap yang baik untuk melakukan kebenaran firman Tuhan.
Itu sebabnya firman Tuhan menegaskan supaya kita tetap berjaga-jaga dan sadar, supaya apabila Tuhan mengukur Bait Suci dan mezbah Ia mendapati kita dalam keadaan siap sedia sebab sudah sesuai dengan ukuran Tuhan. 1 Timotius 6 : 12 nasihat firman Tuhan: kita sedang berada dalam pertandingan iman karena itu marilah kita bertanding dengan benar supaya bisa merebut kemenangan dan berhasil merebut hidup yang kekal. Berjaga-jaga yang benar menurut firman Tuhan adalah berjaga-jaga sambil beraktivitas, tetap dalam ibadah dan pelayanan. Dalam berjaga-jaga jangan seperti orang yang sedang menunggu kereta api tanpa ada aktivitas, justru dalam berjaga-jaga ini aktivitas pelayanan kita harus semakin ditingkatkan.



“NASIHAT SUPAYA BERJAGA-JAGA”


Minggu - 17 April 2011


Sebagaimana telah kita dengar pada minggu-minggu yang lalu, sebagai anak-anak terang kita harus tetap hidup di dalam kebenaran firman Tuhan. Yang dimaksud dengan anak-anak terang itu adalah tidak seperti orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Artinya: hidupnya tidak dikuasai oleh kegelapan dan tidak terpengaruh lagi dengan cara-cara hidup orang fasik.

Kebiasaan orang-orang malam atau orang-orang kegelapan:
- tidur pada waktu malam,
artinya tidak punya aktivitas, baik dalam hal beribadah apalagi melayani Tuhan. Sama seperti orang yang sedang tidur, ia tidak tahu apa yang terjadi, ia tidak sadar dengan apa yang ada disekelilingnya. Demikian juga orang Kristen yang terjebak dengan suasana malam rohaninya akan tidur sehingga ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Walau dunia ini sedang ditimpa malapetaka, ia tidak tahu bahwa itu adalah penggenapan firman Tuhan. Intinya orang yang terjebak dalam suasana malam ia tidak mengerti firman Tuhan.
- mabuk pada waktu malam,
artinya lebih menuruti hawa nafsunya atau lebih menuruti keinginan dagingnya sampai bagaikan orang mabuk. Kebiasaan orang yang sedang mabuk: ia tidak sadar siapa dirinya, tidak sadar apa yang sedang dilakukan, yang dilakukannya hanya untuk kepentingan dirinya saja. Demikian juga orang Kristen yang sedang mabuk, ia akan lebih cenderung menuruti hawa nafsunya dari pada memperhatikan firman Tuhan, sikapnya selalu bertentangan dengan firman Tuhan.

Inilah yang sekarang ini sedang dilakukan manusia pada akhir zaman ini, di tengah masa-masa yang sukar ini justru banyak orang yang sedang tidur rohaninya, tidak ada aktivitasnya lagi, rohaninya tidak bertumbuh sehingga tidak berjaga-jaga. Firman Tuhan dalam 2 Timotius 3 : 1 - 5 menjelas kan keadaan manusia dan yang akan dilakukannya pada akhir zaman, di tengah masa yang sukar itu manusia cenderung menjadi hamba uang, tidak tahu berterimakasih kepada Tuhan dan tidak mempedulikan agama. Memang secara lahiriah mereka masih datang beribadah bahkan masih melayani, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya (=tidak percaya lagi kepada firman Tuhan). Sikap seperti ini harus kita jauhkan dari hidup kita, justru di tengah-tengah keadaan dunia yang semakin sukar ini kita harus lebih sungguh-sungguh lagi baik dalam beribadah maupun dalam melayani Tuhan.

Karena itu sebagai anak-anak terang yang hidup dalam kebenaran firman Tuhan, ada tiga (3) hal mendasar yang patut kita syukuri kepada Tuhan, yaitu:
1. Kolose 1 : 12 mengucap syukur kepada Bapa karena kita layak mendapat bagian dalam KERAJAAN TERANG.
1 Petrus 1 : 18 - 19; 2 : 9 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bagaimana pekerjaan Tuhan Yesus yang luar biasa, Ia rela mati di kayu salib untuk menebus kita dari cara-cara hidup yang sia-sia untuk dijadikan sebagai umat kepunyaan Allah sendiri. Oleh kematian Kristus di kayu salib, Ia telah melepas kan kita dari cengkraman dosa dan dari kuasa kegelapan untuk dipindahkan ke dalam kerajaan terang (=kerajaan sorga). Demikian juga dalam Mazmur 107: 1 kita patut bersyukur kepada Allah karena Ia baik dan sungguh baik, penuh dengan kasih setia. Sebagai anak-anak terang yang telah mengalami penebusan oleh darah Kristus, kita harus bisa mengucap syukur kepada Allah atas segala sesuatu yang telah dikerjakan-Nya bagi kita. Jangan hidup dalam hawa nafsu, jangan hidup dalam suasana kegelapan, jangan membalas yang jahat dengan kejahatan, mampu memberi penghiburan kepada orang yang sedang tawar hatinya dan sabar dalam menanggung segala sesuatu. Kuasa korban Kristus itu juga akan menyucikan hati nurani kita dari segala perbuatan yang sia-sia (Ibrani 9 : 14).

2. Matius 11 : 25 kita patut mengucap syukur kepada Allah karena Ia telah membukakan rahasia firman, yaitu rahasia tentang keselamatan.
Firman Tuhan itu perlu dibuka rahasianya supaya kita bisa mengerti dan mengetahui segala rencana Tuhan dalam hidup kita, supaya kita mengetahui apa yang sedang terjadi di tengah-tengah dunia ini. Maka supaya kita bisa menerima/mengerti rahasia firman Tuhan itu kita harus mempunyai sikap yang benar: mau menjadi kecil (=mau merendahkan diri di hadapan Tuhan serendah-rendahnya) sama seperti seorang anak kecil yang selalu bergantung harap kepada bapanya, demikian juga kita harus tetap bergantung harap hanya kepada Tuhan Yesus Krisus saja. Di hadapan Tuhan, kita harus punya sikap: menganggap diri lebih kecil dari pada firman Tuhan. Inilah yang membuat sehingga Yesus sendiri mengucap syukur kepada Bapa karena menutup rahasia firman Tuhan itu kepada orang-orang bijak atau orang pandai tetapi membukakan nya kepada orang-orang yang mau menjadi kecil.
Walaupun Saudara punya jabatan/pangkat yang tinggi, punya harta yang melimpah, dll, tetapi kalau di hadapan Tuhan harus mampu menganggap diri tidak ada apa-apanya, semua yang ada itu hanya karena kasih karunia Tuhan saja. Efesus 1 : 9 - 10 Kristus telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita , yaitu rencana kerelaan untuk memper-satukan kita di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

3. Ibrani 12 : 28 kita mengucap syukur kepada Allah karena kita bisa beribadah menurut cara yang berkenan kepada-Nya: dengan HORMAT & TAKUT.
Setiap orang yang sudah disebut sebagai anak-anak terang, berarti ia sudah berada di dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan. Mengapa? sebab anak-anak terang itu sudah beribadah dengan cara yang benar dan berkenan kepada Allah. Roma 12 : 1 firman Tuhan menasihatkan supaya kita bisa mempersembahkan TUBUH sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Firman Tuhan menegaskan inilah yang disebut ibadah yang sejati.
Disebut ibadah yang sejati karena menyangkut dengan penyerahan diri/hidup yang sepenuhnya kepada Allah dengan cara:
- tidak menjadi serupa dengan dunia ini, artinya tidak lagi hidup menurut keinginan daging, tidak terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi.
- berubah oleh pembaharuan budi, artinya setelah menerima tanda pendamaian oleh korban Kristus selanjutnya mengalami tanda pembaharuan yang dikerjakan sepenuhnya oleh firman dan Roh Kudus.
- dapat membedakan mana kehendak Allah dan yang sempurna, artinya mampu menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan dan mampu menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan.

Puncaknya kita bisa mengerti tentang kesempurnaan Kristus dan mempersiapkan diri untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan supaya kita juga menjadi sempurna dan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus.

Roma 8 : 13 kalau hidup menurut daging: akan mati. Tetapi kalau hidup menurut Roh apalagi kalau sampai dipimpin oleh Roh Allah maka kita akan mematikan segala perbuatan-perbuatan tubuh(=perbuatan-perbuatan daging), dengan demikian kita akan hidup dan akan disebut sebagai anak-anak Allah (ayat 14).
Mazmur 62 : 2, 6 sikap yang harus kita lakukan supaya kita bisa melakukan segala kehendak Allah:
- kita harus dekat dengan Allah, mendekatkan diri kepada Allah lewat beribadah dan melayani Tuhan.
- kita harus tinggal di dalam Allah, yaitu kita harus tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya harus tinggal di dalam kita.
Jika hal ini sudah kita lakukan berkat yang akan kita alami: kita akan menjadi tenang dan keselamatan yang dari Tuhan menjadi milik kita. HALELUYA........!!!



“NASIHAT SUPAYA BERJAGA-JAGA”


Minggu - 24 April 2011


Puji Tuhan...!!!

Berjaga-jaga yang diinginkan Tuhan dalam hidup kita: berjaga-jaga sambil beraktivitas dengan hidup dalam ibadah dan pelayanan yang benar kepada Allah. Firman Tuhan memberi nasihat supaya kita berjaga-jaga merupakan nasihat yang harus kita perhatikan dengan baik-baik, dan harus kita responi dengan baik pula. Kita harus mengetahui bahwa dunia ini sedang dikuasai oleh kegelapan karena dosa, dunia ini sedang mengalami banyak malapetaka demi malapetaka dan sedang terjadi di mana-mana, jadi kapan saja dan di mana saja kita tidak tahu apa yang akan terjadi menimpa dunia ini. Tuhan tahu akan hal ini maka Ia memberi firman-Nya untuk menasihat kan kita semua supaya hidup dalam kebenaran dan berjaga-jaga sambi beraktivitas.

Saudara-saudara, Yesus akan datang sebagai Raja di atas segala raja, penuh dengan kemuliaan dan kuasa dan akan menikah dengan mempelai perempuan-Nya, itulah gereja Tuhan yang telah dikuduskan dan disempurnakan menjadi sama seperti Kristus dalam kesempurnaan-Nya yang besar. Puncak rencana Tuhan khususnya kepada gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini adalah menjadikan kita menjadi sidang mempelai perempuan-Nya. Kristus sudah mati di kayu salib sebagai korban pendamaian bagi kita maka sekarang Ia sedang bekerja dengan kuasa firman dan Roh Kudus-Nya untuk mempersiapkan dan membentuk kita supaya menjadi sidang mempelai perempuan-Nya, karena itu kita harus tetap hidup di dalam kebenaran, dalam pimpinan firman dan Roh Kudus-Nya.
Sikap kita dalam menanggapi firman Tuhan: berjaga-jaga dengan hidup dalam kebenaran. Matius 24 : 9 - 14 Tuhan Yesus telah mengatakan apa yang akan kita hadapi pada akhir zaman ini: akan diserahkan supaya disiksa dan akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa karena nama Yesus. Sekarang ini kita sedang berada di zaman akhir untuk menggenapi apa yang telah dikatakan Tuhan Yesus tersebut. Sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini akan masuk dan akan mengalami ujian yang begitu besar dan berat pula. Oleh karena nama Yesus dan oleh karena kebenaran banyak orang akan mengalami penganiayaan, baik itu dari pihak istri yang tidak bertobat, dari pihak suami yang tidak bertobat, dari pihak anak yang tidak bertobat ataupun dari sanak saudara yang tidak bertobat. Mereka yang tidak mengenal kebenaran akan dengan rela menyerah kan sanak saudaranya untuk dianiaya oleh antikristus. Bahkan mereka tidak segan-segan menganiaya sesamanya untuk melakukan kehendak Iblis yang memperbudak mereka.

Keadaan rohani manusia pada zaman akhir:
- kedurhakaan semakin bermbah
- kasih akan menjadi dingin


Inilah yang membuat sehingga walaupun percaya kepada Tuhan tetapi akan murtad dan meninggal kan kebenaran, bahkan akan saling menyerahkan dan saling membenci. Tetapi setiap orang yang hidup dalam kebenaran dan yang mau menjauhkan segala larangan Tuhan akan dibela dan dipelihara.

Karena itu supaya kita bisa waspada dan berjaga-jaga sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, salah satu hal penting yang harus kita waspadai: pengajaran yang mengganti nama Allah, yaitu orang-orang yang anti menyebut nama Allah karena mereka menganggap nama Allah itu adalah nama dewa. Mereka sengaja tidak mau tahu bahwa firman Allah telah mengatakan dalam Kisah Para Rasul 2 : 5 - 11 Allah memakai banyak bahasa untuk memuliakan nama-Nya, diantaranya orang Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Yudea, Kapadokia, dan temasuk bahasa Arab. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah sendiri tidak anti bahasa tertentu tetapi Ia memakai semua bahasa di dunia ini untuk memuliakan nama-Nya.
Karena itu kalau ada orang atau golongan tertentu yang anti menyebut nama Allah berarti mereka tidak mengakui kebenaran dan sudah keluar dari firman Tuhan, mereka tidak mau menyesuaikan diri dengan kebenaran firman Tuhan yang telah tertulis di dalam Alkitab.
Wahyu 13 : 4 yang tidak hidup dalam kebenaran itu akan terjebak menyembah naga atau binatang, inilah antikristus yang akan datang menguasai dunia dan semua orang yang diam di dalamnya. Tetapi yang dimaksud adalah orang-orang yang tidak berjaga-jaga dan yang tidak berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Maka kepada binatang (=antikristus) itu akan diberi kuasa selama empat puluh dua bulan (3 ½ tahun). Kemudian antikristus itu akan diijinkan berperang untuk melawan orang-orang kudus dan akan mengalahkan mereka. Maka jadi orang kudus saja belum cukup harus ditingkatkan terus sampai menjadi sempurna.

Sifat antikristus:
# menghujat Allah, menghujat nama Allah, menghujat kemah kediaman Allah (=sorga) dan semua orang yang diam di sorga #

Abraham adalah contoh orang yang taat dan dengar-dengaran akan kebenaran. Kejadian psl 12 setelah Allah memanggil Abraham supaya pergi dan meninggalkan kampung halamannya dan sanak saudaranya, ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju. Abraham tetap pergi walaupun ia belum pernah melalui tempat itu. Walaupun Abraham menderita tetapi ia tatap hidup dalam kebenaran dan diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah ia sedang berada disuatu tanah asing dan ia tetap setia kepada Allah walapun ia masih tinggal di kemah-kemah.
Yang dilakukan Abraham: menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang dirancang dan dibangun oleh Allah sendiri itulah sorga.
Mengapa Abraham mampu melakukan semua itu?
karena ia sangat mengasihi Allah, sangat memperhatikan firman Allah dan rindu masuk ke kota Yerusalem yang baru.

Hal-hal yang perlu kita perhatikan supaya kita berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus:
1). harus mau tunduk kepada Kristus dalam segala sesuatu (Efesus 5 : 22 - 24). Gereja Tuhan itu diumpamakan seperti seorang istri dan Kristus itu sebagai Kepala atau sebagai Suami, maka sama seperti seorang istri tunduk kepada suaminya dalam segala sesuatu demikian juga kita harus tunduk kepada Kristus sebagai Kepala. Ketundukan kita kepada firman Tuhan harus dalam segala sesuatu.
Orang Kristen kalau tidak mau melakukan seluruh firman Tuhan berarti ia tidak mau tunduk kepada Kristus sebagai Kepala. Dan kalau tidak mau tunduk kepada Kristus maka keselamatan tidak akan menjadi miliknya, sebab yang berhak mendapatkan keselamatan itu adalah gereja Tuhan yang mau tunduk kepada firman-Nya.
2). harus disucikan/dikuduskan dengan memandikannya dengan air dan firman (Efesus 5 : 25 - 27). Gereja Tuhan itu tidak cukup kalau hanya menerima tanda darah saja, tetapi harus dilanjutkan menerima penyucian lewat air dan firman Tuhan. Roh Kudus itu sering sekali digambarkan seperti air yang mengalir ke tampat yang rendah, air itu berfungsi untuk membersihkan segala sesuatu yang kotor. Itu sebabnya sebagai jemaat Tuhan, kita tidak cukup hanya dikudus kan oleh darah Kristus tetapi harus mau disucikan oleh firman dan Roh Kudus. Mengapa harus demikian? karena Tuhan mau menempatkan gereja-Nya itu dihadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut, Tuhan mau menempatkan kita menjadi jemaat yang kudus dan tidak bercela. Inilah yang disebut ada peningkatan, setelah dikuduskan semakin ditingkatkan terus menerus sampai menjadi sempurna.
Haleluya..!!!

Selasa, 15 Maret 2011

Buletin - Maret 2011

"PERBUATAN BAIK BERDASARKAN IMAN"


Minggu, 13 Maret 2011

II. KEADILAN

Kita patut bersyukur kepada Bapa di sorga yang telah memberikan firman-Nya yang membentuk kita menjadi sidang mempelai perempuan-Nya, yang dijadikan sebagai anak-anak terang yang tidak ditetapkan untuk ditimpa murka. Oleh karena kasih-Nya yang besar keselamatan itu telah menjadi milik kita yang pasti. Karena itu berkali-kali telah ditekankan dalam penyampaian firman Tuhan supaya kita semua hidup sebagai anak-anak terang yang hidup dalam kebenaran. Sikap hidup sebagai anak-anak terang berbuahkan: kebaikan, keadilan dan kebenaran.
Saudara-saudara, hidup manusia itu sebenarnya begitu singkat umurnya, firman Tuhan mengatakan hanya sampai tujuh puluh tahun dan kalau kuat paling bisa sampai umur delapan puluh tahun (Mazmur 90 : 10). Jadi sudah selayaknya kita serius baik dalam beribadah, dalam melayani maupun dalam melakukan firman Tuhan. Lihat dunia yang sudah semakin sukar, banyak kejadian-kejadian terjadi di luar kehendak manusia dan tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi.
Setelah kita melihat perbuatan-perbuatan baik, sekarang kita akan masuk ke poin yang kedua, yaitu KEADILAN. Firman Tuhan dalam Mazmur 89 : 15 mengatakan: “Keadilan dan hukum adalah tumpuan kaki-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.”
Jika demikian halnya mengapa firman Tuhan begitu menekankan supaya anak-anak terang itu berbuah-kan keadilan? Tujuannya adalah supaya Allah bertahta dalam hati kita dan menguasai hidup kita sepenuhnya.
Kalau Tuhan itu bertahta dalam hidup kita itu berari Tuhan mau menguasai seluruh hidup kita, Ia mau memimpin dan membawa kita kepada seluruh kehendak-Nya. Tuhan mau supaya kita menjadi gereja Tuhan yang selalu berkemenangan. Sebab kalau Tuhan tidak bertahta, maka ada yang berusaha ingin menguasai hidupmu, yang pertama iblis kemudian antikristus yang akan menguasai dunia ini dalam tiga hal: politik, ekonomi dan agama, pada akhirnya antikristus itu akan menguasai seluruh pemerintahan dunia, seluruh ekonomi dunia bahkan seluruh agama di dunia ini. Semua orang akan dipaksa untuk menyembah patung yang didirikan oleh antikristus, dan yang tidak mau menyembah akan dianiaya. Wahyu 13 : 4 mengatakan bahwa mereka akan menyembah naga itu karena iblis telah memberikan kekuasaan kepada antikristus untuk menguasai dunia ini.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus memperhatikan firman Tuhan ini dengan baik-baik, jangan main-main lagi, tetapi mari kita lebih serius baik dalam beribadah maupun dalam melayani Tuhan. Sebab jika kita telah melakukan semua itu dengan baik, maka Tuhan akan mengangkat kita supaya jangan masuk ke dalam aniaya antikristus tersebut. Jika ekonomi dunia ini sudah dipegang oleh antikristus, maka tidak ada seorangpun yang dapat bertahan. Sebab dalam Wahyu 13 : 7 menjelaskan kepada kita bahwa antikristus itu diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkannya.
Yang dimaksud orang-orang kudus di sini adalah orang-orang yang sudah dikuduskan oleh darah Yesus tetapi tidak sempat menjadi sempurna. Kalau tidak masuk ke dalam kesempurnaan, maka sekali pun sudah kudus tetapi masih diserahkan ke tangan antikristus dan antikristus akan mengalahkan mereka. Puncaknya Wahyu 13 : 16 - 17 antikristus itu menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu bilangan binatang itu atau bilangan namanya. Jadi antikristus ini akan segera menguasai dunia, menguasai ekonomi, menguasai ibadah/agama dan seluruh pemerintahan dunia. Disatu sisi memang lebih baik kalau mati sekarang dari pada masuk ke dalam aniaya antikristus, sebab kalau mati sekarang di dalam Tuhan pasti akan masuk ke dalam sorga dan tidak akan masuk ke dalam aniaya antikristus.
Tetapi kalau Saudara mau hidup menjadi anak-anak terang, kalau Saudara mau menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan, maka Saudara akan dikuduskan dan semakin dikuduskan sampai menjadi sempurna sama seperti Kristus.
Kuncinya: taat dan setialah baik dalam beribadah maupun dalam penggembalaan yang benar.
Yang perlu dihindari: jangan hidup hanya untuk diri sendiri, jangan mementingkan kepentingan diri sendiri, tetapi lebih mengutamakan kebenaran.

Saudara-saudara dalam Tabernakel tumpuan tahta Tuhan itu di Ruangan Maha Kudus, tepatnya di dalam Peti Perjanjian yang menggambarkan gereja Tuhan yang telah menjadi sempurna dan yang berisikan:

1). Buli-buli emas berisi manna = iman yang yang telah disempurnakan.
2). Tongkat Harun yang bertunas = pengharapan yang sempurna.
3). Dua loh batu berisi hukum Allah = kasih yang telah disempurnakan.

Jadi gereja Tuhan itu disebut sempurna kalau di dalam hidupnya sudah ada iman, pengharapan dan kasih, sebab iman, harap dan kasih inilah yang bisa membawa kita sampai kepada kesempurnaan.
Tetapi untuk membuat Peti Perjanjian itu tidak mudah, membutuhkan waktu yang panjang, dibutuhkan kerelaan untuk dibentuk sampai sesuai dengan kehendak Allah, bagaikan kayu yang dipotong dan dibentuk sesuai dengan ukuran Tuhan sendiri. Kayu penaga itu warnanya kehitam-hitaman, tetapi kalau sudah dibentuk sesuai dengan ukuran Tuhan, maka kayu itu akan dilapisi dengan emas sehingga tidak nampak lagi kayunya. Gereja Tuhan yang mau dibentuk sesuai dengan kehendak Tuhan itu yang nampak bukan lagi dirinya, bukan lagi sifatnya, tetapi sifat Kristus. Sebab jika kita mau hidup sebagai anak-anak terang, maka Tuhan akan menutupbungkus kita dengan sifat-ilahi-Nya, Ia mau memasukkan firman dan Roh Kudus-Nya ke dalam hidup kita.
Karena Tuhan itu adil, maka Tuhan mau memasukkan keadilan itu ke dalam hidup kita supaya kita bisa memiliki sifat yang sama dengan Kristus. Mikha 6 : 8 firman Tuhan mengatakan yang dituntut Tuhan dari kita adalah: berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Karena Allah itu adalah adil, maka Ia menghukum orang yang berdosa dan membinasakan mereka di api neraka, sedangkan orang yang mau hidup dalam kebenaran sekali pun pernah hidup dalam dosa tetapi kalau mau mengakuinya kepada Allah, maka Allah yang adil itu akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1 : 9 ). Jika sudah demikian maka kita akan layak disebut sebagai anak-anak terang yang hidup dalam kebenaran, kita akan bagaikan Peti Perjanjian sebagai tempat Allah bertahta, Ia mau tinggal di dalam hidup kita.
Firman Tuhan dalam Roma 8 menekankan supaya kita hidup dalam Roh, sebab jika kita sudah hidup di dalam Roh maka kita akan dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut, keinginan Roh itu adalah hidup dan damai sejahtera. Dan kalau kita sudah hidup oleh Roh, maka Roh itu akan memimpin hidup kita untuk melakukan apa yang baik dan berkenan kepada Allah, kita akan mampu hidup dalam kebenaran dan berlaku adil terhadap Tuhan. Bukti berlaku adil: setia beribadah, setia melayani, setia berkorban, setia melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup kita.
Sebaliknya kalau tetap hidup menurut daging, keinginan daging itu adalah perseteruan terhadap Allah, ia tidak takluk kepada hukum Allah. Maka setiap orang yang tetap menuruti keinginan dagingnya, tidak mungkin bisa berkenan kepada Allah, tidak mungkin bisa berlaku adil. Justru dalam 1 Korintus 6 : 9 - 10 firman Tuhan telah menegaskan bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah, sebab orang yang melakukan hal-hal yang demikian disejajar dengan cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu. Karena itu hiduplah dalam kebenaran dan dalam keadilan.
Haleluya.........!!!



“PERBUATAN BAIK BERDASARKAN IMAN”


Minggu - 20 Maret 2011


III. KEBENARAN.

Pada minggu yang lalu kita sudah melihat bahwa buah terang itu ada tiga (3), yaitu: kebaikan, keadilan dan kebenaran. Dan kita sudah mempelajari buah kebaikan dan keadilan yang sanggup membawa kita lebih dekat kepada Tuhan. Maka saat ini kita akan mempelajari buah yang ketiga, yaitu buah kebenaran.
Pada dasarnya manusia itu sudah punya sifat dan karakter yang sebenarnya tidak mudah diubah, seperti kemabukan, perzinahan, kemarahan, sombong, perjudian, dll. Dan tidak ada seorangpun yang bisa mengubah sifat dan karakternya itu dengan cara atau dengan kekuatan diri sendiri. Misalnya saja kalau seseorang itu sudah terikat dengan dosa kemabukan atau dosa judi, maka hati dan pikirannya akan terikat sehingga seluruh hidupnya akan dikendalikan oleh dosa tersebut. Ia tidak akan puas sebelum melakukan dosa-dosa tersebut. Sekalipun ia datang beribadah dan mendengarkan firman Tuhan, bahkan sekalipun ia masih melayani Tuhan, rohani nya tidak akan bertumbuh dan pelayanannya tidak akan pernah berkenan kepada Allah.
Karena itu supaya kita bisa mengalahkan dan membuang segala sifat dan karakter tersebut, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah: HIDUP DALAM KEBENARAN, maksudnya hiduplah sesuai dengan firman Tuhan. Setiap orang yang hidup dalam kebenaran, maka hidupnya akan dikendalikan oleh firman Tuhan, ia akan dibawa untuk melakukan seluruh kehendak Allah.

1 Tesalonika 5 : 9 - 10 yang dijamin selamat adalah gereja Tuhan yang sudah hidup sebagai anak-anak terang, inilah yang ditetapkan tidak ditimpa oleh malapetaka-malapetaka, kalau dunia ini akan hancur malapetaka dari Tuhan tetapi anak-anak terang dijamin selamat sebab Tuhan akan tampil sebagai pembela dan pemelihara.
Karena itu firman Tuhan dalam Roma 8 : 6 - 8 menegaskan bahwa setiap orang yang hidup menurut daging akan menuai maut, ia sendiri yang membuat dirinya bermusuhan dengan Allah. Dan kalau tetap hidup menurut daging, maka tidak mungkin ia bisa berkenan kepada Allah.

SAUL
= adalah contoh orang yang tidak tinggal dalam kebenaran. Sebenarnya pada awalnya Saul itu sangat mantap kehidupannya, ia diangkat dari suku yang terkecil menjadi raja bagi bangsa Israel, yaitu dari suku Benyamin.
- Saul dipilih dengan undi dan diurapi menjadi raja untuk memimpin bangsa Israel.
- Saul pernah mengalami kepenuhan Roh Allah sama seperti nabi.
Tetapi ada satu kesalahan Saul yang sangat fatal, yaitu tidak dengar-dengaran kepada firman Allah dan tidak melakukan firman Allah itu dengan sepenuh hati. Akibatnya karena seijin Allah, Saul diganggu oleh roh jahat yang membuat hidupnya tidak tenang. Roh jahat itu selalu menggangu Saul dan membuat hidupnya penuh dengan ketakutan, penuh dengan iri hati/dengki, sehingga Saul tidak bisa mengatasi segala masalah dalam hidupnya.
Karena ketidakdengar-dengarannya kepada firman Tuhan, maka Saul dipecat jadi raja Israel dan digantikan dengan orang yang hidup dalam kebenaran, yaitu Daud. Dan yang dialami oleh Saul tidak cukup sampai disitu saja, Saul harus mengakhiri hidupnya dengan tidak wajar, Saul mengambil pedangnya dan menjatuhkan dirinya ke atasnya (1 Samuel 31). Jadi sangat jelas setiap orang yang tetap hidup menurut daging, ia akan menuai maut, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Yeremia 13 : 23 firman Tuhan mempertanyakan:
- dapatkan orang Etiopia mengganti kulitnya?
- dapatkah macan tutul mengubah belangnya?
Mengapa firman Tuhan mempertanyakan hal yang demikian? Sebab kalau orang sudah terbiasa berbuat jahat, kalau sudah terbiasa berbuat dosa, maka sangat sukar mengalami tanda keubahan, sulit diajak untuk berbuat kebenaran, bahkan tidak mungkin mau melakukan kebenaran. Jadi pertanyaan ini ditujukan khusus kepada orang-orang yang selalu membiasakan dirinya berbuat jahat, inilah yang tidak memperhatikan firman Tuhan.

Sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap mengingat bahwa Allah mau menjadikan umat-Nya itu menjadi istri-Nya dalam keadilan, dalam kebenaran, dalam kasih sayang dan dalam kasih setia (Hosea 2 : 18 - 19). Inilah sifat Allah yang akan dimasukkan ke dalam hidup kita supaya kita semua menjadi satu sifat dengan Allah. Sebab jika kita sudah menjadi satu sifat dengan Allah, itu berarti kita sudah menjadi sama dengan Allah.
Saudara-saudara, pada akhir zaman ini khusunya dalam menghadapi masa-masa yang sukar atau malapetaka-malapetaka yang sedang menimpa dunia ini, yang paling kita butuhkan adalah KEBENARAN, sebab dengan hidup dalam kebenaranlah maka kita akan diselamatkan dari murka Allah ini. Amsal 11 : 4 firman Tuhan mengatakan dengan tegas bahwa pada hari kemurkaan harta tidak berguna, artinya kalau Tuhan sudah mendatangkan malapetaka harta itu tidak dapat menyelamatkan manusia dari maut. Seperti halnya gempa bumi dan tsunami yang telah terjadi di Jepang tidak ada seorang pun yang bisa mencegah nya, banyak nyawa yang hilang, dan harta yang banyakpun tidak bisa memberi pertolongan.
Tetapi kebenaranlah yang bisa melepaskan orang dari maut, artinya satu-satunya yang bisa melepaskan manusia dari segala malapetaka yang sedang mengancam dunia ini adalah kebenaran. Caranya: hiduplah dalam kebenaran, dengar firman Tuhan dengan baik-baik dan lakukan maka Tuhan Allah sendiri yang menjamin kita selamat. Kalau gereja Tuhan itu hidup dalam kebenaran, mau melakukan apa yang menjadi kehendak Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka Tuhan sendiri yang menjamin hidup kita.
Roma 5 : 8 - 10 firman Tuhan menegaskan: Allah telah menunjukkan kasih-Nya kepada kita oleh kematian Yesus Kristus di kayu salib supaya kita dibenarkan oleh darah-Nya. Dan kalau kita sudah dibenarkan oleh darah Kristus itu berarti kita sudah diperdamaikan dengan Allah, dengan demikian maka kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sekalipun di dunia ini sedang banyak terjadi kejadian-kejadian yang mengerikan, malapetaka bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tetapi gereja Tuhan yang hidup dalam kebenaran itu dijamin hidupnya. Kebenaran yang ada di dalam hidupnya itu menjadi jaminan.
Itu sebabnya firman Tuhan sendiri telah mengangkat Abraham sebagai contoh dan sebagai bapa bagi orang percaya, sebab lewat Abrahamlah Yesus Kristus lahir sebagai kegenapan janji Allah sehingga lewat Abraham ini juga maka berkat Allah sampai kepada bangsa-bangsa lain (Galatia 3 : 14, 16). Maksudnya supaya berkat Abraham itu bisa turun kepada kita maka :
- kita harus hidup dalam iman sama seperti Abraham yang hidup dalam iman.
- kita harus hidup dalam kebenaran sama seperti Abraham hidup dalam kebenaran.

1 Yohanes 2 : 15 - 17 supaya kita bisa hidup dalam kebenaran: “Jangan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya” yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Setiap orang yang lebih mengasihi dunia maka kasih akan Bapa tidak akan ada di dalam dirinya, justru ia akan lenyap dengan segala keinginan nya tersebut. Tetapi kalau kita mau memperhatikan kebenaran dan hidup di dalamnya, maka kita akan tetap hidup selama-lamanya. Sekalipun dunia dan segala yang ada di dalamnya termasuk kemegahannya akan lenyap, hanya ada satu yang tidak akan lenyap yaitu firman Tuhan (Matius 24 : 36). Jadi kebenaran itu adalah jaminan supaya kita selamat dari malapetaka.



“PERBUATAN BAIK BERDASARKAN IMAN”


Minggu - 27 Maret 2011


Saudara-saudara tidak ada seorangpun yang tahu kapan Tuhan Yesus datang kali yang kedua, bulan berapa dan tahun berapa tidak ada seorangpun yang tahu. Justru dalam Matius 24 : 42 - 44 Tuhan Yesus telah mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu pada hari mana Tuhan datang, sebab Ia datang pada saat yang tidak kita duga. Namun demikian sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap siap sedia dengan hidup dalam kebenaran, tetap setia baik dalam beribadah maupun dalam melayani Tuhan. Supaya jika Tuhan datang kali yang kedua, Ia mendapati kita dalam keadaan siap sedia dan dibawa masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
Dalam Tabernakel, kalau kita sudah masuk ke Halaman pertama-tama pandangan mata kita sudah dibatasi oleh tiang-tiang Tabernakel yang tingginya 5 hasta = 2, 25 meter (1 hasta = 45 cm), memang masih bisa melihat ke atas tetapi tidak bisa melihat ke kiri atau ke kanan. Apalagi kalau sudah masuk ke dalam Ruangan Suci lebih dibatasi lagi, tidak bisa lagi melihat ke atas apalagi kalau melihat ke kiri atau ke kanan, sebab Ruangan Suci itu benar-benar tertutup oleh keempat tudung Tabernakel. Bahkan Ruangan Kudus ini juga kedap suara sehingga tidak bisa mendengar suara yang dari luar demikian juga suara dari dalam tidak bisa di dengar di luar. Itu sebabnya pada zaman Musa tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke dalam Ruangan Suci ini kecuali imam-imam yang melayani, apalagi ke dalam Ruangan Maha Suci hanya imam besar saja yang bisa masuk itupun hanya satu kali saja dalam satu tahun.

Bagi kita sekarang hal ini mengandung arti yang sangat besar dan perlu kita pahami dengan baik-baik supaya kita dapat mengerti sampai dimana kepengikutan kita kepada Tuhan. Setelah kita dipanggil menjadi orang percaya, kemudian bertobat dan dibabtis dengan air dengan Roh Kudus berarti kita sudah masuk ke dalam suasana Halaman, maka pertama-tama yang akan kita alami adalah pandangan kita sudah dipersempit/ dibatasi sebab firman Tuhan telah mengarahkan kita supaya mata rohani tetap tertuju kepada Tuhan Yesus saja, kita harus tetap fokus hanya kepada perkara-perkara rohani saja. Sikap kita sebagai jemaat Tuhan: kita harus lebih memikirkan dan mencari perkara-perkara yang di atas, yaitu Sorga.
Terlebih lagi setelah rohani kita semakin bertumbuh menjadi dewasa dan masuk ke dalam susana Ruangan Suci maka firman Tuhan itu lebih membatasi pandangan mata kita supaya jangan sampai terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi atau tabiat daging. Setelah kita masuk ke dalam suasana Ruangan Suci Firman Tuhan sedang mengarahkan kita supaya tetap memandang kepada firman Tuhan (=Meja Roti), memandang kepada persekutuan/pelayanan (=Pelita) dan supaya kita tetap hidup dalam doa dan penyembahan yang benar (=Mezbah Dupa). Tiga alat ini menunjuk ketiga persekutuan yang bisa membawa kita lebih dekat lagi kepada Allah. Sekarang ini Tuhan Allah sedang bekerja untuk memperbaharui hidup kita melalui firman-Nya supaya kita bisa hidup kudus dan berkenan kepada-Nya.

Sama seperti imam-imam yang masuk dan melayani di Bait Allah, demikian juga kita akan diangkat menjadi imam-imam untuk melayani Tuhan dengan apa yang ada pada kita. Jadi kita semua harus memiliki pertumbuhan rohani yang benar dan memiliki pengenalan yang benar supaya jangan sampai terseret oleh keinginan-keinginan yang duniawi maupun oleh pengajaran palsu. Tidak boleh lemah tetapi harus tetap fokus kepada Allah.

Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 2 : 17 memberi satu pernyataan bahwa dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya. Dunia yang dimaksud bukan dunia secara hurufiah tetapi yang dimaksud adalah orang-orang yang selalu menuruti hawa nafsunya, yang selalu hidup dalam dosa dan pelanggaran. Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, firman Tuhan sendiri yang mempertanyakan tidak mungkin orang Etiopia bisa mengganti kulitnya atau macan tutul mengganti belangnya (Yeremia 13 : 23). Mengapa? sebab itulah warna dasarnya yang tidak bisa diubah lagi. Maka setiap orang yang selalu membiasakan dirinya berbuat jahat, yang selalu membiasakan dirinya tidak datang beribadah kepada Tuhan, tidak mau melakukan firman Tuhan tidak mungkin bisa melakukan apa yang baik. Seperti orang Etiopia yang tidak bisa mengganti kulitnya atau seperti macan tutul yang tidak bisa mengubah belangnya, demikianlah orang sudah terbiasa melakukan yang jahat tidak mungkin bisa lagi hidup dalam kebenaran. Sekalipun datang beribadah bahkan sekalipun masih dalam pelayanan, tetapi semua itu dilakukan hanya sebagai rutinitas saja, tanpa di dasari dengan kasih kepada ALlah. Maka kalau tetap seperti ini, ketika Tuhan Yesus datang kali yang kedua mereka akan masuk ke dalam penghukuman yang kekal sampai selama-lamanya sebab akan dilemparkan ke dalam api neraka, kematian yang kekal.

Tetapi setiap orang yang melakukan kehendak Allah dan yang selalu berfokus kepada kebenaran akan tetap hidup selama-lamanya. Walaupun dunia ini sedang ditimpa oleh malapetaka-malapetaka yang besar, tetapi orang-orang yang hidup dalam kebenaran akan tetap selamat dan tidak akan ditimpa oleh murka Allah (Amsal 11 : 4). Inilah janji Allah yang besar yang akan diberikan kepada semua orang yang mau hidup dalam kebenaran.

DAUD = adalah contoh orang yang selalu sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran, sungguh-sungguh melakukan kehendak Allah. Hal ini dijelaskan dalam Kisah Para Rasul 2 : 25 - 28 bukti Daud selalu berfokus kepada Allah:
- senantiasa memandang kepada Tuhan
artinya: setiap hari dan setiap saat bahkan dalam setiap tindakannya selalu mengingat dan mengan-dalkan Tuhan, hidup Daud selalu fokus kepada firman Tuhan.
- menempatkan Kristus disebelah kanan
artinya: menempatkan dan membuat Tuhan ditempat yang terutama, yang terutama bukan hartanya, bukan kedudukannya dan bukan pula istrinya, tetapi Tuhanlah yang pertama dan yang terutama dalam hidupnya sehingga Daud itu menjadi orang yang paling berkenan kepada Tuhan.
Karena sikap Daud benar dimata Tuhan maka Daud pun tidak goyah, hatinya bisa bersukacita, jiwanya bersorak-sorak, tubuhnya diam dengan tenteram, dan Tuhan tidak menyerahkan Daud kepada maut tetapi memberikan jalan kehidupan dan melimpahinya dengan sukacita di hadapan Tuhan.

Saudara-saudara, sebagai jemaat Tuhan kita harus selalu berfokus kepada Tuhan dan menempatkan Kristus lebih utama dari segala sesuatu, Kristus itu harus lebih utama dari harta kita, Kristus itu harus lebih utama dari usaha atau pekerjaan kita, caranya:
- hiduplah dalam ibadah dan penggembalaan yang benar dan layani Tuhan dengan apa yang ada padamu.
- hiduplah dalam persekutuan yang benar dengan Tuhan, baik dengan firman-Nya maupun dengan Roh Kudus-Nya dan disertai dalam doa dan penyembahan yang berdasakan kasih akan Allah.
Dan kalau kita sudah berfokus kepada Allah sama seperti Daud selalu berfokus hanya kepada Allah, maka apa yang dialami Daud akan kita alami juga, apa yang telah diterima Daud dari Allah akan kita terima juga. Allah akan melimpahi kita dengan sukacita, dengan kekuatan dan dengan damai sejahtera.
Selain Daud, kita juga bisa melihat kehidupan RAHAB, seorang perempuan sundal yang diselamatkan dari Yerikho pada detik-detik terakhir sebelum Yerikho dihancurkan. Mengapa Rahab diselamatkan? karena Rahab juga mau berfokus kepada Tuhan,
caranya Yosua 2 : 18 =
1. Tali dari benang kirmizi harus diikatkan pada jendela rumahnya = lambang salib/korban Kristus.
2. Ayah dan ibunya dan semua keluarganya harus berkumpul bersama di dalam rumah = tetap dalam ibadah dan persekutuan.
Walaupun Rahab tidak tahu kapan orang Israel akan menyerang Yerikho, bahkan sekalipun Rahab itu tinggal di tembok Yerikho, tetapi karena Rahab mau melakukan tepat seperti yang dikatakan pengintai itu, maka Rahab dan seisi rumahnya diselamatkan, tidak turut binasa bersama dengan orang-orang Yerikho.
Cerita tentang Rahab ini merupakan satu pelajaran penting bagi kita bahwa keselamatan itu didapat tidak begitu saja, keselamatan itu bersyarat, yaitu: kita harus tetap percaya kepada Tuhan, tetap taat melakukan kehendak Tuhan dan jangan hidup dalam hawa nafsu (baca: Yudas 1 : 5 - 7). Kita harus mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar disertai dengan perbuatan-perbuatan baik yang berdasarkan iman. Maka apabila Tuhan Yesus datang kali yang kedua, maka Ia akan mendapati kita dalam keadaan layak, dalam keadaan hidup kudus tak bercela. Keselamatan itu kita peroleh harus disertai dengan sikap dan perbuatan yang benar. H A L E L U Y A ......!!!!

Kamis, 10 Februari 2011

Buletin Februari 2011

“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Minggu - 06 Februari 2011


Saudara-saudara, menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya akan datang krisis ekonomi yang sangat dahsyat. Wahyu 6 : 5 - 6 firman Tuhan menjelaskan keadaan ekonomi dunia yang segera akan tergenapi: “Secupak gandum sedinar dan tiga cupak jelai sedinar.” Ini berbicara tentang krisis pangan yang segera akan terjadi menimpa seluruh dunia karena sulitnya mendapatkan mekanan maka harga nya pun sangat mahal.

Secupak gandum = kebutuhan satu kali makan sedangkan Satu dinar = gaji satu hari.

Jadi kalau firman Tuhan ini sudah digenapi maka sulitnya untuk mendapatkan makanan maka harga untuk mendapatkan satu kali makan saja harus mengeluarkan uang sebanyak gaji satu hari. Jadi semua orang, baik kecil maupun besar, baik kaya ataupun miskin, baik bangsa yang sudah maju atau pun bangsa yang sedang berkembang, sama-sama akan mengalami krisis pangan yang mengerikan. Dan apabila hal ini sudah tergenapi, maka saat itulah antikristus akan tampil memberi pertolongan, tetapi dengan syarat: harus diberi tanda 666 pada dahi mau pun pada tangan kanan. Sebab kalau tidak diberi tanda 666 maka tidak boleh menjual ataupun membeli, akan kelaparan.
Kalau demikian halnya akan terjadi menimpa dunia ini, bagaimana dengan nasib gereja Tuhan? dan apakah yang harus kita lakukan?
Wahyu 12 : 13 - 14 firman Tuhan menjelaskan setelah naga (=iblis) sadar telah dilemparkan ke bumi, ia memburu perempuan yang telah melahirkan Anak laki-laki, yaitu gereja Tuhan yang telah sempurna.
Perempuan yang melahirkan Anak laki-laki ini menunjuk GEREJA TUHAN yang telah berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang telah dikuduskan dan telah disempurnakan.
Gereja Tuhan yang telah dikuduskan itu akan diberi sayap dari burung nasar yang besar supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu. Artinya gereja Tuhan yang telah dikuduskan dan yang telah disempurnakan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus itu berhak mendapatkan jaminan pemeliharaan dari Tuhan, baik dari krisis pangan terlebih lagi dari tangan antikristus. Kalau seluruh dunia termasuk orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh akan jatuh ke tangan antikristus, tetapi gereja Tuhan yang telah menjadi mempelai perempuan itu terjamin oleh pemeliharaan dari Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga.

Maka untuk mencapai kesempurnaan itu kita harus dikuduskan oleh darah Yesus Kristus dan disempurnakan oleh firman dan Roh Kudus.

Roma 12 : 17 - 21 menjelaskan sikap dan perbuatan yang harus kita lakukan sebagai anak-anak terang:
- tidak membalas kejahatan dengan kejahatan
- mampu melakukan apa yang baik
- hidup dalam perdamaian dengan semua orang
- tidak menuntut pembalasan
- jika seteru lapar atau haus, harus mampu beri mereka makan dan minum
- jangan kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.

Contoh orang yang berhasil melakukan yang baik, yang mampu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan adalah YUSUF. Yusuf itu adalah anak kesayangan Yakub, tetapi sekali pun demikian dengan seiijin Tuhan, Yusuf harus mengalami banyak penderitaan dari kakak-kakaknya sendiri:
- ia dibenci oleh kakak-kakaknya
- dijatuhkan ke dalam sumur
- dijual kepada Potifar
- difitnah telah meniduri istri Potifar
- dipenjarakan walau bukan karena kesalahan
- dilupakan oleh orang yang pernah ditolong
Dalam kesemua itu Yusuf mampu tidak membalas yang jahat dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan. Mengapa Yusuf mampu membalas kejahatan dengan kebaikan? karena Yusuf itu seorang yang lembut hatinya. Buktinya dalam Kejadian 45 : 1 - 2 Yusuf bisa menangis dengan keras sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun.

Karena itu untuk memperoleh hati yang lembut dan supaya kita mampu melakukan segala yang baik ada empat (4) hal yang harus kita lakukan, yaitu:

1. KITA HARUS BELAJAR.
Tidak ada seorang pun yang bisa memperoleh hati yang lembut tanpa belajar kepada firman Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang mampu melakukan segala yang baik kalau tidak belajar kepada firman Tuhan. Sebab kelemahlembutan itu datang tidak dengan tiba-tiba, tidak datang tanpa pengorbanan, tetapi kelemahlembutan itu akan kita miliki jika kita punya sikap: mau belajar kepada firman Tuhan.
Dalam Matius 11 : 28 - 30 Tuhan Yesus mengundang supaya kita datang kepada-Nya dan belajar kepada Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Setelah kita datang kepada Tuhan Yesus dan percaya kepada-Nya, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah kita harus belajar tentang kelemahlembutan dan kerendahan hati tuhan Yesus, dengan kata lain belajar menurut kepada firman Tuhan. Dan cara belajar kepada Yesus adalah dengan cara memikul kuk yang dipasangkan, artinya: ketika diberi tanggung jawab, ketika diberi tugas atau pekerjaan atau pelayanan, pikul dan lakukan semua itu dengan taat dan setia, jangan dengan terpaksa apalagi dengan sungut-sungut. Maka Tuhan Allah pasti akan berkenan kepada kita.

2. MENGERTI KEHENDAK TUHAN.
Kejadian 45 : 7 - 8 setelah Yusuf memperkenalkan diri, kepada kakak-kakaknya Yusuf menjelaskan mengapa Yusuf bisa sampai ke Mesir dan menjadi bapa bagi Firaun dan sebagai kuasa seluruh Mesir: karena Yusuf mengerti akan kehendak Allah. Sekalipun Yusuf harus mengalami banyak penderitaan, tetapi Yusuf mengerti karena Allahlah yang telah menyuruh Yusuf ke Mesir untuk menjamin kelanjutan keturunan Israel dan untuk memelihara hidup mereka dari masa kelaparan yang begitu hebat menimpa seluruh dunia. Jadi karena Yusuf itu sangat mengerti akan kehendak Tuhan sekali pun kakak-kakaknya telah membencinya dan menjual nya tetapi ia tidak benci dan tidak membalaskan kejahatan kakak-kakaknya itu dengan kejahatan.
Demikian juga jika kita mengerti kehendak Tuhan maka kita juga pasti akan mendapatkan jaminan pemeliharaan dari Tuhan, dijamin tidak akan mengalami krisis pangan, dijamin tidak akan masuk ke tangan antikristus.

3. MAMPU BERKORBAN.
Kejadian 45 : 10 - 11 setelah Yusuf memperkenalkan dirinya, Yusuf melanjutkan dengan berbuat baik kepada kakak-kakaknya dengan cara menyediakan tempat yang terbaik di tanah Gosyen sebagai tempat tinggal bagi mereka serta anak-anak mereka, tempat bagi kambing domba, lembu sapi serta segala yang dimiliki mereka.
Sebagai jemaat Tuhan yang rindu mendapat jaminan pemeliharaan dari Tuhan, kepada kita dituntut tidak cukup hanya memberi pengampunan saja tetapi juga harus mampu berkorban, yaitu memberi apa yang bisa kita berikan. Inilah perbuatan-perbuatan baik yang bisa kita lakukan demi untuk memperoleh jaminan pemeliharaan dari Tuhan.

4. MENGAMPUNI TANPA BATAS.
Kejadian 45 : 13 - 15 setelah Yusuf meperkenalkan diri dan memberi tempat kepada saudara-saudaranya, Yusuf mampu mengampuni mereka tanpa batas dan tanpa syarat dengan tidak mengingat-ingat lagi akan kesalahan yang telah diperbuat oleh kakak-kakanya tersebut. Justru yang dilakukan Yusuf: ia memeluk Benyamin dan juga memeluk kakak-kakaknya yang telah berbuat jahat kepadanya dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya itu bercakap-cakap dengan Yusuf. Kasih persudaraan itu kembali terjalin setelah Yusuf mampu mengampuni saudara-saudaranya tanpa batas.

Memberi pengampunan tanpa batas itu adalah perbuatan gereja Tuhan yang sudah hidup dalam terang firman pengajaran sebab hatinya telah diterangi oleh firman Tuhan. Setiap orang yang mengaku mengasihi Allah, yang rindu dikuduskan dan disempurnakan ia juga harus mampu melakukan hal tersebut di atas. Puncaknya: mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang baik kepada semua orang, baik kepada saudara sendiri, kepada orang tua, kepada sesama jemaat bahkan kepada musuh sekali pun. Haleluya...............!~!!!!



“PERBUATAN BAIK BERDASARKAN IMAN”


Minggu - 27 February 2011


Puji Tuhan!
Kita patut bersyukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang oleh karena kasih karunia-Nya yang besar telah memanggil dan menjadikan kita sebagai umat-Nya. Puncak kerinduan Tuhan dalam hidup kita: kita harus berhasil menjadi anak-anak terang, yaitu menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah. Untuk itulah dalam setiap ibadah Tuhan selalu memberikan firman-Nya yang berguna untuk mengubah dan membentuk kita dari hari ke hari sampai berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah.
Sebagai jemaat Tuhan yang rindu menjadi anak-anak terang, satu hal yang patut kita waspadai bahwa menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali akan ada bahaya penyesatan. Yaitu munculnya pengajaran-pengajaran baru atau kelompok-kelompok yang mengaku pengajarannya lebih murni. Misalnya saja kelompok pengagum Yahweh yang sekarang ini sedang gencar-gencarnya mengajar kan ajarannya dan telah menyeret banyak orang. Pengagum Yahweh ini memang masih menyebut dirinya orang Kristen tetapi pada dasarnya pengajaran mereka sudah menyimpang dari kebenaran yang sebenarnya.

Pengajaran pengagum Yahweh yang perlu diwaspadai:
- tidak mau menyebut nama Allah
- tidak mengakui Yesus itu sebagai nama Tuhan
- mengganti hari ibadah dari hari minggu menjadi hari Sabat


Dan banyak orang terseret baik dari kalangan jemaat maupun dari kalangan hamba-hamba Tuhan. Kalau tidak mempunyai pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran, dengan mudah akan banyak orang yang terseret apalagi kalau diiming-imingi dengan uang.
Saudara-saudara, kita harus mempergunakan waktu-waktu yang akhir ini dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan cara hidup dalam kebenaran, beribadah yang benar dan melayani Tuhan dengan tulus. Firman Tuhan dalam 2 Petrus 3 menjelaskan sebagai jemaat Tuhan, kita harus mempergunakan kesabaran Tuhan ini dengan hidup dalam kebenaran. Supaya apabila semua penghukuman atau malapetaka-malapetaka itu sudah menimpa dunia ini, kita tetap terpelihara dan tidak akan ditimpa malapetaka tersebut. Memang sudah seharusnya Tuhan Yesus itu datang, tetapi karena kesabaran-Nya, Ia masih memberikan waktu, Ia masih menunggu supaya semua orang berbalik dan bertobat dan meninggalkan cara-cara hidup yang tidak berkenan kepada Allah.
Banyak orang dengan sengaja tidak mau tahu lagi tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ini, bahkan mereka menjadi pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya yang mengatakan seolah-olah Tuhan sudah lalai akan janji tentang kedatangan-Nya tersebut. Sebenarnya Tuhan tidak lalai dan tidak lupa akan kedatangan-Nya, tetapi Tuhan sedang memberikan waktu supaya orang-orang kudus itu lebih mempersiapkan diri lagi. Jadi kalaupun sampai sekarang ini Tuhan belum datang-datang juga bukan berarti karena Ia lupa atau lalai.

Karena itu sebagai anak-anak terang yang sudah hidup dalam firman pengajaran, kita harus memiliki sikap dan perbuatan yang benar yaitu: mampu berbuat baik berdasarkan iman. Sebab banyak orang merasa benar, merasa baik, merasa rohani bahkan merasa sudah banyak berbuat baik kepada Tuhan tetapi tidak mampu menunjukkan cara hidup yang baik. Setiap orang yang merasa diri benar cenderung merasa tidak membutuhkan keselamatan bahkan merasa tidak membutuhkan firman Tuhan.

Contoh orang yang mampu berbuat baik berdasarkan iman: RAHAB.
Ibrani 11 : 30 - 31 ketika orang Israel sedang dalam perjalanan menuju tanah Kanaan hendak melewati Yerikho, Rahab sudah mendengar apa yang telah dilakukan Allah terhadap orang Mesir dan bagaimana orang Israel berjalan melewati laut. Maka setelah Rahab mendengar bahwa orang Israel hendak melewati Yerikho, ia pun tahu bahwa Yerikho pastilah akan dibinasakan. Karena itu ia membuka hati dengan cara menyambut pengintai-pengintai itu dan melayani mereka dengan baik. Sekalipun Yerikho telah menutup pintu gerbangnya tetapi Rahab membuka hati, ia tidak turut dengan sikap dan perbuatan orang-orang Yerikho.
Rahab melakukan semua itu berdasarkan iman, ia tidak mau mati binasa bersama dengan orang Yerikho. Maka sekalipun tembok-tembok Yerikho diruntuhkan atau dihancurkan dan semua orang yang di dalamnya mati binasa, tetapi Rahab dan semua orang yang ada di dalam rumahnya selamat. Sekalipun Rahab itu perempuan sundal tetapi ia tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka.

Menyambut pengintai-pengintai disejajarkan dengan berbuat baik berdasarkan iman.


Orang Yerikho disebut orang durhaka karena menututp pintu terhadap umat Allah. Ini sikap penolakan terhadap firman Tuhan. Jadi menutup hati terhadap firman Tuhan sama dengan menolak Tuhan hadir dalam hidupnya. Seharusnya sikap orang Yerikho membuka pintu dan menyambut orang Israel dengan baik, mereka pasti tidak akan mati binasa. Tetapi yang dilakukan justru menutup pintu-pintu gerbang, mereka tidak suka terhadap orang Israel yang adalah umat Allah.

Kemudian contoh lain yang mampu berbuat baik adalah RAJA ASA, 2 Tawarikh psl 14 menjelaskan raja Asa itu adalah seorang raja yang melakukan yang baik dan benar di mata Tuhan. Dan setelah ia menjadi raja tindakan-tindakan yang dilakukan:

1. ayat 2 - 3 menjauhkan hal-hal yang menyakitkan hati Tuhan, yaitu menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala dan menghancurkan tiang-tiang berhala.
2. ayat 4 - 5 memerintahkan orang Yehuda supaya mencari Allah dan beribadah dengan benar.

Hasilnya Tuhan Allah mengaruniakan keamanan, dan setelah aman maka mereka bisa memperkuat kota-kota dan mengelilinginya dengan tembok-tembok beserta menara-menaranya (ayat 5). Raja Asa ini adalah orang yang sangat mengerti cara mengambil hati Tuhan.

Demikian juga sebagai jemaat Tuhan, kita juga harus mampu berbuat baik kepada semua orang, yaitu berbuat baik berdasarkan iman. Kita sudah tahu bahwa dunia ini akan ditimpa oleh malapetaka yang besar dan dahsyat, karena itu kita harus membuka hati untuk firman Tuhan, membuka diri untuk melakukan apa yang baik. Sebab berbuat baik menurut firman Tuhan itu menjadi kunci supaya rumah tangga kita diberkati, usaha/pekerjaan kita diberkati, pelayanan diberkati dan semakin maju. Dengan berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang campur tangan untuk menjamin keselamatan kita, Dia sendiri yang membela dan memelihara hidup kita terhadap segala hal. Walaupun dunia ini akan dibinasakan bersama-sama dengan orang durhaka, tetapi jemaat Tuhan yang sudah menjadi anak-anak terang itu terjamin keselamatannya.
Setelah kita dipanggil menjadi orang percaya, langkah selanjutnya yang harus kita kerjakan adalah kita harus meninggalkan segala sesuatu yang menyakitkan hati Tuhan, seperti penyembahan berhala, adat istiadat atau tradisi dari nenek moyang, segala sesuatu yang duniawi. Supaya kita bisa melakukan yang baik, kita harus mampu melepaskan segala sesuatu yang menyangkut kepada penyembahan berhala, membuang segala yang dianggap berkuasa. Tidak boleh ada yang lain selain Tuhan Allah saja.

Jadi berbuat baik berdasarkan iman adalah tanggung jawab yang harus kita lakukan dengan hati yang rela maka Tuhan Allah akan berkenan kepada kita.

Kamis, 06 Januari 2011

Buletin - Januari 2011

“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”

Minggu - 02 Januari 2011


Galatia 4 : 4 “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.”
Tetapi sekalipun Yesus itu lahir dari seorang perempuan, bukan karena hasil hubungan antara laki-laki dan perempuan, Yesus itu adalah benar-benar firman yang telah menjadi manusia. Jadi kelahiran Yesus bukan karena hubungan suami istri. Yesus lahir dari seorang perempuan dan menjadi manusia sama seperti kita dengan satu tugas yang sangat mulia, yaitu: untuk menebus semua orang yang telah takluk kepada hukum Taurat. Karena Yesus sudah takluk kepada hukum Taurat, maka Ia diutus untuk menebus setiap orang yang selama ini telah takluk kepada hukum Taurat. Sebab jika kita sudah ditebus dari kutuk hukum Taurat barulah kita layak diterima sebagai anak, yaitu sebagai anak-anak Tuhan.

Sebutan “Kamu adalah anak-anak terang” ditujukan kepada semua orang yang sudah diterima menjadi anak-anak Allah. 1 Yohanes 1 : 5 firman Tuhan menegaskan Allah itu adalah terang, jadi karena Allah itu adalah terang maka jemaat yang disebut anak-anak Tuhan itu juga harus hidup di dalam terang. Yesus telah lahir dan telah menjadi manusia untuk menunjukkan kepada manusia bahwa Yesus telah takluk kepada hukum Taurat, Ia telah berhasil mengalahkan dosa, bahkan Ia sendiri telah menderita sampai mati di atas kayu salib. Tujuannya adalah untuk memberikan kelepasan kepada kita, kita dilepaskan dari kutuk hukum Taurat kemudian dilayakkan menjadi anak-anak terang.
Maka dengan lahirnya Yesus sebagai manusia dan menjadi sama seperti kita, tidak ada lagi alasan bagi manusia itu untuk hidup dalam dosa. Manusia tidak bisa memberi alasan dengan mengatakan: “Yesus mampu menolak dosa, mampu menderita karena Dia adalah Tuhan.” Yesus memang Tuhan tetapi Ia telah mengambil rupa sebagai manusia dan merasakan seperti yang kita rasakan. Kunci mengapa Yesus mampu mengalahkan dosa adalah karena Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia, di dalam Yesus ada firman ALlah.
Jadi kalau Saudara ingin seperti Yesus mampu mengalahkan dosa, mampu menanggung penderitaan, biarlah firman itu menjadi daging dalam dirimu, biarlah firman Tuhan itu menjadi sumber kekuatan yang memberi pengharapan untuk menang terhadap dosa.

NATAL adalah bukti kasih Allah kepada dunia ini untuk mengembalikan manusia itu kepada rencana Allah yang semula. Yaitu menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yang segambar dan serupa dengan Allah, yang penuh dengan kemuliaan.
Ibrani 1 : 5 - 9 menjelaskan: yang lahir dari Allah itu akan disebut sebagai anak-anak Tuhan, yang dibuat Allah lebih tinggi dari malaikat-malaikat. Sebab malaikat-malaikat itu dibuat hanya bagaikan badai dan pelayan-pelayan, tetapi manusia yang sudah menjadi anak-anak terang itu diberi tahta dan tongkat kerajaan yang tetap. Sehingga setiap orang yang sudah disebut sebagai anak-anak terang itu akan diurapi dengan minyak sebagai tanda kesukaan yang melebihi teman-seman sekutu kita.
Yang disebut sebagai Anak Allah itu pertama-tama ditujukan kepada Yesus Kristus sebagai Anak Sulung, barulah kemudian kepada semua orang yang sudah hidup di dalam terang firman Tuhan, yang disebut sebagai anak-anak terang.
Maka untuk menjadikan kita sebagai anak-abak terang, membutuhkan proses yang sangat panjang dan membutuhkan harga yang sangat mahal. Sebab setelah manusia jatuh ke dalam dosa, firman Tuhan sudah menubuatkan bahwa Allah akan membuat permusuhan antara iblis dengan manusia, antara keturunan iblis dengan keturunan manusia (Kejadian 3 : 15). Jadi permusuhan itu sudah terjadi sejak ular itu dikutuk. Setelah itu Allah menunggu dan melihat dari antara keturunan manusia itu siapa yang cocok untuk menurunkan atau menyalurkan rencana-Nya sebelum Yesus lahir. Untuk menurunkan rencana itu Allah memakai orang-orang yang mau hidup dalam terang firman Tuhan, yang dimulai dari Abraham dan seterusnya sampai kepada Daud dan kemudian sampai kepada kelahiran Yesus dari keturunan Daud. Inilah yang membuat sehingga dalam Galatia 4 : 4 firman Tuhan mengatakan setelah genap waktu nya maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Matius 1 : 1 inilah penggenapan rencana Allah untuk menurunkan rencana-Nya dalam hidup manusia. Jadi kelahiran Yesus sebagai manusia adalah untuk memberikan kelepasan kepada kita, yaitu lepas dari dosa dan kutuk hukum Taurat. Yesus disebut sebagai: “anak Daud anak Abraham” Daud nama yang diambil sebab ia adalah seorang raja Israel dan yang paling berkenan kepada Allah, sedangkan nama Abraham diambil karena ia adalah seorang yang bapa orang percaya. Jadi kedua nama ini diambil karena dimata Tuhan mereka adalah benar-benar layak untuk menurunkan berkat kepada kita semua.
Maka supaya kita bisa menerima berkat NATAL, kita harus hidup dihadapan Allah dengan tidak bercela, hidup kudus, artinya kita harus hidup dalam terang firman, yaitu dalam terang firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah. Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, perbuatan baik yang tertinggi adalah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi sebaliknya kita harus mampu membalas kejahatan dengan perbuatan baik.

Lukas 2 : 11 - 12 makna NATAL menurut Injil Lukas:
- Yesus lahir, kita harus menerima Yesus dalam hidup kita atau dengan kata lain kita harus lahir baru.
- dibungkus dengan lampin, dibungkus dengan kemuliaan Allah.
- dibaringkan di dalam palungan, ditempatkan di tempat penggembalaan.
Ini adalah langkah awal dalam mengikut dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Yesus harus lahir dan dibaringkan di dalam hidup kita, firman itu harus menyatu dalam hidup kita supaya kemuliaan Allah dinyatakan kepada kita.
Keselamatan itu tidak bisa diukur siapa kita, tidak tergantung siapa kita, tidak diukur dengan besarnya usaha, dengan jabatan atau dengan golongan. Keselamatan itu tergantung apakah Yesus sudah lahir dan menyatu dalam hidup kita masing-masing. Setelah Yesus lahir dan hadir dalam hidup kita, langkah selanjutnya kita harus bertumbuh terus hingga menjadi dewasa. Sama seperti Yesus, setelah lahir, Ia juga semakin bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Ada empat (4) langkah pertumbuhan Yesus:
1. Lukas 2 : 11 - 12 = Yesus lahir sebagai manusia di kandang domba, sebagai bayi yang baru lahir.
2. Lukas 2 : 40 = Yesus yang sudah lahir itu bertambah besar dan menjadi kuat (=masa remaja).
3. Lukas 2 : 52 = selanjutnya hasil pertumbuhan itu Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikma-Nya, Ia semakin dikasihi Allah dan manusia (=dewasa).
4. Lukas 3 : 23 = setelah Yesus menjadi dewasa barulah Ia memulai pelayanan-Nya dengan sepenuh, pelayanan itu ditentukan setelah menjadi dewasa (=dewasa penuh).

Demikian juga jika Yesus sudah bertumbuh dan menjadi dewasa dalam hidup kita, maka kita akan menjadi kuat dan penuh hikmat. Kekuatan dan hikmat itu harus sejalan. Sebab ada banyak persoalan yang tidak bisa diatasi, tidak bisa diselesaikan dengan baik kalau hanya dengan mengandalkan kekuatan. Tetapi jika dengan hikmat dari Allah segala persoalan pasti bisa diselesaikan, seberat apapun persoalan itu jika dengan hikmat pasti bisa diatasi dengan baik. Apalagi dalam membangun rumah tangga, yang dibutuhkan suami atau istri bukan hanya kekuatan atau pengalamannya, tetapi harus dengan hikmat. Dengan hikmat dari Tuhan segala masalah pasti bisa beres.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Minggu - 09 Januari 2011


Saudara-saudara, perbuatan baik itu datang tidak dengan tiba-tiba, tidak datang tanpa disadari, tetapi membutuhkan proses demi proses dan pergumulan yang besar. Ada banyak orang bisa berbuat baik, bisa memberi kepada yang lain, bisa melayani orang lain, bisa bersosial kepada banyak orang, tetapi kalau tidak didasari firman Tuhan, perbuatan baik yang demikian belum bisa dikatakan perbuatan baik yang berkenan kepada Tuhan.
Efesus 2 : 10 firman Tuhan menjelaskan ada tujuan yang sangat dirindukan Tuhan dalam hidup manusia yang harus dilakukan, yaitu: “UNTUK MELAKUKAN PERBUATAN BAIK.” Maka supaya kita bisa melakukan pekerjaan/ perbuatan yang baik yang berkenan kepada Tuhan, kita harus dipersiapkan lebih dahulu yaitu kita harus diproses atau dicetak sampai sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau dikatakan “dicetak” berarti ada alat untuk mencetak, dan kalau dikatakan “dicetak” berarti yang dicetak itu harus sesuai dengan cetakannya tersebut. Jadi kalau kita ingin berbuat baik berarti perbuatan baik kita itu harus sesuai dengan firman Tuhan, sebab firman Tuhan itulah cetakannya. Dan untuk mencetak supaya kita benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan kita harus setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar dan dengan sikap yang benar pula, yaitu taat dan setia mendengar & melakukan firman Tuhan. Mendengar dan melakukan firman Tuhan inilah kunci supaya kita bisa melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan dan berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan.

Filipi 4 : 4 puncak pekerjaan baik itu harus bisa diketahui atau dilihat semua orang. Yang namanya perbuatan baik itu tidak cukup hanya dikalangan tertentu saja seperti dalam keluarganya saja, tidak cukup dalam komunitas gerejanya saja, tetapi harus bisa diketahui dan dilihat semua orang termasuk kepada orang-orang yang bukan komunitas kita. Sebab kalau hanya dalam komunitasnya saja bisa berbuat baik tetapi kepada orang lain tidak, maka itu bukan perbuatan baik yang bisa bisa dilihat semua orang tetapi hanya orang-orang tertentu saja. Perbuatan baik yang diinginkan Tuhan itu bukan yang demikian, tetapi harus bisa kepada semua orang, dilihat semua orang.
Maka kalau kita lihat dalam Efesus 5 : 8 - 9 firman Tuhan menjelaskan kepada kita buah terang itu ada tiga (3), yaitu: KEBAIKAN, KEADILAN DAN KEBENARAN. Kemudian kalau kita lihat dalam Hosea 2 : 18 - 19 kebaikan, keadilan dan kebenaran itu adalah perbuatan-perbuatan umat Tuhan yang berhasil disebut sebagai istri Tuhan, yaitu mempelai perempuan Kristus. Maka tidak heran kalau dalam Hosea 2 : 18 - 19 puncak kerinduan Tuhan ialah untuk menjadikan umat-Nya itu sebagai istri-Nya dalam keadilan, kebenaran dan kasih setia atau kasih sayang.
Kisah Para Rasul 10 : 35, 38 supaya kita bisa berbuat baik kita harus memiliki rasa takut akan Tuhan dan mengamalkan kebenaran, maka yang diperlukan:
- pengurapan dari Roh Kudus
- penyertaan Tuhan
Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, yang disebut Anak Allah itu adalah pertama-tama Yesus sebagai Anak yang sulung kemudian barulah ditujukan kepada gereja Tuhan yang mau hidup di dalam terang firman Tuhan. Kita juga akan disebut sebagai Anak-anak Allah jika kita memang sudah hidup berkenan kepada Allah sama seperti Yesus diakui sebagai Anak yang berkenan kepada Allah (Matius 3 : 16 - 17). Setiap orang yang hidup sebagai anak-anak terang akan diakui sebagai orang yang berkenan kepada Allah.
Matius 11 : 27 karena Yesus berkenan kepada Bapa maka semua diserahkan Bapa kepada Yesus. Demikian juga jika kita sudah berhasil menjadi orang yang berkenan kepada Allah, maka semua akan dipercayakan Tuhan kepada kita, Tuhan akan membuat kita berbeda dengan orang yang lain.
Pengkhotbah 2 : 26 berkat yang akan disediakan dan dinyatakan Tuhan kepada orang yang dikenan oleh Allah, yaitu:
- Tuhan akan mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan
- orang berdosa ditugaskan untuk menghimpun & menimbun segala sesuatu, tetapi kemudian
harus diberikan kepada orang yang dikenan
Itu sebabnya untuk menjadi orang yang berkenan kepada Allah kita harus ditempa lebih dahulu sama seperti Yesus yang dibentuk sampai benar-benar berkenan kepada Bapa. Maka tidak heran kalau untuk menjadi orang yang berkenan itu jauh lebih lama membentuknya atau mencetaknya sampai ia sesuai dengan firman Tuhan.

Contohnya Yesus,
lebih lama ketika dibentuk atau dipersiapkan dari pada melayani. Memang pada umur 12 tahun Yesus sudah mampu bertanya jawab dengan orang-orang Farisi, tetapi pada saat itu Bapa belum merekomendasikan tugas atau pelayanan itu kepada-Nya, masih harus menunggu sampai saat yang tepat yaitu sampai selesai dahulu dibabtis oleh Yohanes pembabtis di sungai Yordan. Setelah Yesus selesai dibabtis pada umur 30 tahun, barulah Bapa memberi rekomendasi atau kepercayaan untuk melayani. Pengakuan Bapa kepada Yesus: “Inilah Anak yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3 : 17; Lukas 3 : 23). Jemaat yang sudah hidup di dalam terang, hidupnya pasti berkenan kepada Tuhan. Memang dahulu kita adalah orang-orang kegelapan, tetapi syukur Tuhan Yesus telah mati sebagai korban pendamaian untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Dan lewat kematian-Nya itu kita telah dipindahkan dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib supaya kita bisa hidup sebagai anak-anak terang yang berkenan kepada Allah (Efesus 5 : 8 - 9).

Menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah harus menjadi prioritas dalam hidup kita. Sebab kalau tidak berkenan kepada Tuhan, segala sesuatu yang kita punya, seperti halnya harta, jabatan atau kehormatan, termasuk hidup kita ini tidak berguna bagi Tuhan sebab akan dilemparkan ke dalam api neraka. Firman Tuhan dalam Efesus 2 : 10 menjelaskan bahwa kita ini adalah ciptaan dan buatan tangan Tuhan, maka kita harus mampu melakukan pekerjaan yang baik, Tuhan mau supaya kita menjadi pelaku-pelaku firman Tuhan. Inilah yang disebut berkenan kepada Tuhan.
Contoh orang yang berkenan kepada Tuhan: NUH, seorang yang benar, tidak bercela di antara orang sezamannya dan hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6 : 9). Maka berkat yang disediakan Allah kepada Nuh juga sangat besar, ia dan keluarganya selamat dari air bah yang diijinkan Allah untuk menghukum segala makluk di bumi ini. Bahkan kalau kita lihat dalam Ibrani 11 : 7 berkat yang diberikan kepada Nuh itu bukan hanya selamat dari air bah saja, tetapi lewat iman dan perbuatan baik yang dilakukan Nuh itu:
- ia menghukum dunia
- ia ditentukan untuk menerima kebenaran

Sama halnya dalam Imamat 22 : 17 - 20 bangsa Israel ditugaskan Allah supaya mereka tetap mengutamakan ibadah. Karena itu kepada bangsa Israel ditekankan supaya membawa korban persembahan, baik persembahan nazar maupun persembahan sukarela harus membawa yang tidak bercacat badannya. Sekarang bagi kita, Tuhan Allah menugaskan supaya kita juga tetap setia beribadah dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, sebab dengan melakukan yang demikian maka Tuhan akan berkenan kepada kita. Dan khusus dalam mengawali tahun 2011 ini kita harus mengutamakan ibadah sebagai korban sulung, membuat ibadah itu sebagai keharusan yang tidak boleh digantikan dengan yang lain. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus memiliki rasa takut akan Tuhan dan mengamalkan kebenaran itu dengan setia.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Minggu - 16 Januri 2011


Puji Tuhan!
Kita patut bersyukur karena Tuhan selalu mengaruniakan firman-Nya kepada kita, khususnya dalam suasana tahun 2011 ini Tuhan memberikan lembaran-lembaran yang baru untuk kita isi dengan baik, dengan pola yang dari Tuhan, dengan kehidupan yang sesuai dengan firman Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan yang benar, kita harus mengisi lembaran-lembaran hidup ini dengan hal-hal yang baik, jangan dengan perbuatan-perbuatan yang jahat dan jangan coba-coba menjauhkan diri dari Tuhan. Tuhan sudah menentukan supaya lembaran-lembaran hidup ini kita isi dengan segala perbuatan yang berkenan kepada Tuhan, sampai pada puncaknya Tuhan sendiri mengakui kita layak MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN KEPADA ALLAH. Hidup yang berkenan kepada Allah itu harus menjadi cerminan hidup kita.

Saudara-saudara, firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah ini benar-benar menjadi kebutuhan semua orang, kebutuhan semua kalangan, kebutuhan semua gereja. kebutuhan semua jemaat bahkan menjadi kebutuhan semua hamba-hamba Tuhan. Sebab dalam pemberitaan firman pengajaran ini firman Tuhan begitu dibukakan rahasianya yang begitu dalam sehingga kita dapat melihat dan mengetahui apa maksud dan rencana Tuhan dalam hidup kita, tidak cukup hanya sebagai orang percaya saja tetapi meningkat menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Jadi dengan firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah ini pula kita dipersiapkan menjadi anak-anak terang, atau menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah.

Setiap orang yang tidak hidup dalam firman pengajaran sulit mengerti apa rencana Tuhan dalam hidupnya dan tidak mungkin bisa berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah, akibatnya:
- ia akan gagal masuk ke dalam kerajaan sorga
- ia akan masuk ke dalam api neraka, disiksa selama-lamanya.


Maka supaya kita bisa menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah, kita harus mempersiapkan diri dalam ibadah yang berkenan. Mengapa? sebab pada zaman akhir ini banyak ibadah-ibadah yang sudah keluar dari kebenaran firman Tuhan, ibadah yang dibuat hanya untuk menyenangkan hati jemaat, asal beribadah saja, asal melayani, asal menyampaikan firman saja. Maka dalam Ibrani 12 : 28 firman Tuhan menegaskan cara beribadah yang berkenan kepada Allah itu adalah beribadah yang disertai dengan sikap hormat dan takut. Ukuran yang berkenan itu ukuran Tuhan sendiri, bukan ukuran manusia. Sejak awal-awal Tuhan mengajak umat-Nya beribadah, Tuhan Allah sudah memberi pola beribadah yang benar, sudah diajarkan cara berkorban yang benar. Tetapi sayang ketika di padang gurun, bangsa Israel pernah memaksa supaya Harun membuat patung lembu emas dan beribadah kepada yang bukan Allah. Mereka menyembah yang bukan Allah.
Demikian juga sekarang ini, banyak gereja meniru model ibadah bangsa Israel yang memaksa pendetanya untuk menuruti model-model ibadah yang tidak sesuai dengan firman Tuhan bahkan mereka berani mengatur pendeta untuk mengikuti ibadah buatan manusia. Tujuannya memang baik tetapi dengan melakukan yang demikian, mereka sudah melangkah keluar dari kebenaran dan mengganti ibadah itu dengan tata cara buatan sendiri. Setiap ibadah buatan tangan manusia tidak akan bisa membawa manusia dekat kepada Allah.
Jadi karena kita akan menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, maka kita harus beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan kepada Allah, yaitu dengan takut dan gentar. Maka tolak ukurnya harus firman Tuhan yang Alkitabiah, firman yang telah dibukakan rahasianya supaya jemaat itu bisa mengerti dan mengenal Tuhan Yesus dengan tepat dan benar. Sampai kita semua mencapai pengenalan yang benar akan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga.
Karena itu perlu kita ketahui pada zaman sekarang ini persoalan besar yang menghancurkan gereja, yang menghancurkan jemaat bahkan yang menghancurkan hamba Tuhan adalah ibadah dan pelayanan yang salah.
Kita bisa melihat bangsa Israel ketika sedang berjalan di padang gurun, Harun sendiri sebagai imam besar yang memimpin ibadah bangsa Israel terseret oleh permintaan bangsa Israel untuk membuat lembu emas sebagai allah untuk membawa mereka ke tanah Kanaan. Padahal pada saat itu Musa sedang berada di atas gunung menunggu hukum yang akan dibawa kepada bangsa Israel, Musa sedang menerima firman dari Allah tentang cara ibadah dan cara berkorban yang benar. Tetapi bangsa Israel tidak sabar menunggu sampai Musa turun dari gunung, sehingga mereka memaksa Harun supaya membuat lembu emas.
Saudara-saudara, secara logika saja tidak mungkin patung lembu emas itu bisa memimpin bangsa Israel, berjalan saja harus diangkat bagaimana bisa memimpin. Walaupun patung lembu itu terbuat dari emas tetapi tetap saja tidak ada kuasanya, tetap saja tidak bisa memimpin. Patung lembu emas itu adalah buatan tangan manusia, bukan Allah.
Karena itu setelah kita menjadi orang percaya, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, yaitu yang di dalamnya ada firman pengajaran yang dibukakan rahasianya. Sebab dengan firman pengajaran itu mata rohani kita dicelikkan sehingga kita dapat mengenal Tuhan dengan tepat dan benar dan dapat beribadah dengan cara yang berkenan kepada Tuhan.
Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, devenisi takut akan Tuhan adalah percaya bahwa apa yang difirmankan Tuhan itu pasti terjadi.
Kepercayaan kepada firman Tuhan itu membuat kita bergairah mencari Tuhan, bergairah beribadah mau pun melayani Tuhan. Dan jika kita sudah percaya bahwa apa yang difirmankan itu pasti terjadi maka firman itu akan membuat supaya kita berpusat kepada Tuhan bukan kepada diri sendiri, firman itu akan membuat supaya kita lebih mencari perkara yang di atas bukan kepentingan diri sendiri. Maka tidak heran kalau orang benar itu selalu rindu beribadah dan selalu ingin berbuat untuk Tuhan, orang benar itu selalu mengutamakan Tuhan dari pada diri sendiri. Sedangkan orang fasik itu tidak suka beribadah dan kalau pun datang ke gereja ibadahnya tidak dengan sungguh-sungguh.
Mazmur 89 : 18 kalau kita sudah menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah, maka berkat khusus yang disedianan Tuhan bagi kita: Tuhan akan meninggikan tanduk kita. TANDUK = kekuatan, ada kuasa yang akan diberikan Tuhan kepada kita untuk mengalahkan dosa, untuk mengalahkan dunia dan apa yang ada di dalamnya, bahkan kita diberi kuasa untuk mengalahkan segala pekerjaan dan tipu muslihat Iblis. Kalau Tuhan sudah meninggikan tanduk, maka Tuhan akan memberi kekuatan dan kuasa supaya kita mampu berjalan di tengah-tengah kesukaran atau penderitaan.
Dunia ini memang sudah semakin sukar dan semakin banyak terjadi kejadian-kejadian yang menimpa dunia ini, tetapi sekali pun demikian kita tidak perlu takut. Sebab jika kita sudah berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan, maka Tuhan sendiri yang turut campur tangan untuk membela dan memelihara kita, bahkan Tuhan sendiri akan melindungi kita dari malapetaka-malapaetaka tersebut. Tuhan tidak akan mengijinkan orang yang dikenan itu mengalami kebinasaan dan Tuhan juga tidak akan mengijinkan orang yang dikenan itu berada di tengah-tengah penderitaan. Mengapat? karena Tuhan sudah berjanji meninggikan tanduk kita. Ini berarti Tuhan bersedia memberi kekuatan supaya kita mampu berjalan sekali pun sedang berada di tengah-tengah penderitaan. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus membuang sikap seperti yang dilakukan bangsa Israel yang mendirikan lembu emas karena tidak sabar menunggu Musa turun dari gunung. Kita harus tetap sabar menunggu sampai Tuhan sendiri yang menyatakan kita layak dan berkenan kepada-Nya, menjadi jemaat yang dikenan.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Minggu - 30 Januari 2011


Segala sesuatu yang diidolakan, segala sesuatu yang dipuji/dipuja, seperti diri sendiri, orang lain, harta kekayaan, kehormatan, dll, inilah yang disebut dengan penyembahan berhala. Sekali pun manusia itu bisa memberi sesuatu, sekali pun seseorang itu terkenal, tetapi tidak boleh diidolakan melebihi Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Allah pernah hendak membinasakan bangsa Israel karena mereka telah membuat lembuat emas untuk disembah sebagai allah, mereka telah mendiri kan lembu emas untuk memimpin mereka ke tanah Kanaan. Tuhan Allah tidak mau ada yang lain yang disembah sebagai allah, tidak boleh ada yang lain yang diidolakan selain dari Tuhan Allah sendiri. Ketika Tuhan Allah hendak membinasakan bangsa Israel, maka Musa sebagai hamba Tuhan tampil memohon dan mempertaruhkan nyawanya sendiri demi bangsanya supaya jangan dibinasakan Allah.

Beberapa hal yang perlu kita perhatikan:
- Setelah kita menerima tanda korban Kristus dan percaya kepada nama Yesus maka sejak saat itu kita telah masuk ke dalam pemerintahannya Tuhan Yesus, yang dibela, dipelihara, diberkati dan diperhatikan setiap hari.
- Setelah kita dimerdekakan dari dosa, maka sejak saat itu kita telah masuk ke dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan, yaitu menjadi warga kerajaan Sorga.
- Setelah kita masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka sejak saat itu kita telah dipimpin kebenaran dan kebenaran itulah yang akan memimpin hidup kita setiap harinya.

Maka dalam Ibrani 12 : 28 firman Tuhan telah memberi satu pernyataan yang sangat penting kita ketahui, yaitu: kita telah menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan oleh apapun, yaitu kerajaan sorga. Kerajaan sorga itu adalah perkara yang kekal. Maka sekalipun pada hari-hari terakhir ini kita mendengar atau melihat berita-berita tentang yang telah terjadi diberbagai tempat, seperti halnya gempa bumi, gunung meletus, banjir atau longsor yang telah merenggut banyak nyawa manusia, kita tidak perlu takut sebab Tuhan pasti membela dan memelihara hidup kita. Bahkan sekalipun dunia ini sedang digoncang oleh bencana-bencana yang sangat mengerikan, kehilangan harta benda, kehilangan istri, suami, anak-anak, kelaurga, tetapi kita yang telah menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan itu tidak akan ditimpa kebinasaaan tersebut. Bahkan sekali pun dunia ini sedang berada dalam ketakutan, tetapi kita tidak perlu takut sebab ada Kristus Yesus yang tampil sebagai Pembela dan Pemelihara hidup kita.
Maka sebagai orang percaya kita harus berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah supaya berhak mendapatkan jaminan pemeliharaan dari Tuhan. Ingat! Perlindungan kita hanya ada di dalam Tuhan dan yang menjamin keselamatan kita hanyalah Tuhan Yesus Kristus saja. Yesaya 32 : 17 firman Tuhan menjelaskan jika kita sudah berada dalam kebenaran maka oleh kebenaran itu akan tumbuh damai sejahtera, ada ketenangan dan ketentraman yang menguasai dan memimpin hidup kita.
Bahkan dalam Mazmur 65 : 5 firman Tuhan juga telah mengatakan: berbahagia orang yang telah dipilih Tuhan dan yang mau mendekat untuk diam di pelataran Tuhan. Artinya: setiap orang yang telah berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan akan berbahagia, berhak mendapatkan hidup kekal bersama dengan Kristus Yesus.

Yang akan kita alami selama di bumi:
- Mazmur 65 : 5 b = menjadi kenyang dengan segala yang baik dari Tuhan, diberi kelimpahan berkat.
- Mazmur 65 : 6 = Tuhan akan menjawab segala doa dan permohonan kita dengan perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan.
- Mazmur 65 : 7 - 8 = Tuhan menegakkan gunung-gunung dan meredakan deru lautan dan deru gelombang-gelombangnya dengan kekuatan & keperkasaan. Maksudnya hanya Tuhan Allah saja yang bisa menjamin keselamatan bagi orang-orang yang berlindung pada Tuhan.

Dunia boleh saja membuat ramalan-ramalan atau memprediksi apa yang akan terjadi, tetapi bagi umat Tuhan yang sudah masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, Tuhan sendiri yang akan membuat atau memagari tahun-tahun ini dengan kebaikan dan dengan rahmat yang besar sehingga kita semua mendapat jaminan pembelaan dan pemeliharan. Sekalipun sedang berada di tahun-tahun yang sukar tetapi Tuhan mampu memberkati kita dengan segala kebaikan. Dengan demikian Tuhan pasti akan selalu menjawab segala dosa dan pergumulan kita.

Yang harus kita lakukan: BERTOBAT, sebab setiap orang yang sudah bertobat yang benar maka jalannya pasti lurus.
- Hasilnya suami yang sudah bertobat, maka jalannya pasti lurus baik ketika di rumah maupun ketika di luar rumah. Sebaliknya kalau suami belum bertobat jalannya pasti bengkok, ketika di rumah bisa saja mesra dengan istri dan anaknya tetapi kalau sudah ke luar rumah ia akan hidup dalam dosa.
- Istri yang sudah bertobat jalannya juga pasti lurus, sikap dan perbuatannya pasti bisa berkenan di hati suami maupun anak-anaknya. Sebaliknya kalau tidak bertobat, ia akan hidup sesuai dengan keinginannya dan selalu melakukan hal-hal yang tidak disukakan dalam rumah tangganya.
- Demikian juga setiap anak-anak yang sudah bertobat jalannya pasti lurus, baik ketika di depan orang tuanya maupun ketika diluar rumah sikap dan perbuatannya pasti mencerminkan seorang anak yang taat dan beribadah. Sebaliknya setiap anak yang belum bertobat maka jalannya pasti bengkok, ketika di depan orang tuanya baik sikapnya tetapi kalau sudah keluar dari rumah sikap dan perbuatannya jauh dari kebenaran, ia akan hidup menurut keinginan hatinya.

Maka kalau kita lihat firman Tuhan yang berhak mendapat pembelaan dari Tuhan adalah mereka yang selalu ada hubungannya dengan Abraham, maksudnya yang hidup dalam iman Abraham dan yang selalu percaya kepada firman Tuhan walau pun sedang berada di tengah-tengah kesukaran/kelaparan.
Ibrani 2 : 18 menyatakan bahwa yang dikasihi Tuhan bukanlah malaikat-malaikat melainkan keturunan Abraham, yang dimaksud keturunan Abraham adalah:
1. Yang selalu percaya kepada Tuhan
2. Yang terikat perjanjian dengan Tuhan
3. Yang hidup dalam iman Abraham.


Saudara-saudara, sifat manusia itu cenderung merasa damai dan aman, seolah-olah dunia ini tidak akan ditimpa kebinasaan bahkan sekali pun dunia sedang ditimpa banyak malapetaka namun masih saja menganggap masih damai dan aman.
Mengapa mereka selalu menganggap damai dan aman? sebab mereka hidup dalam kegelapan, kegelapan itulah yang telah menutupi mata rohaninya sehingga tidak dapat melihat rencana Tuhan. Orang yang buta rohaninya tidak mungkin bisa mengerti rencana Tuhan, orang yang buta rohaninya tidak mungkin bisa melihat pekerjaan Tuhan.
Matius 25 : 1 - 13 persoalan berat yang dihadapi oleh gadis yang bijaksana maupun yang bodoh adalah persoalan kegelapan, baik kelima gadis yang bodoh maupun kelima gadis yang bijaksana ini sama-sama diperhadapkan kepada suasana kegelapan. Lima gadis bodoh punya pelita tetapi tidak punya minyak, akibatnya pelitanya padam sehingga masuk ke dalam suasana kegelapan. Tetapi lima gadis bijaksana karena punya pelita dan minyak dalam buli-buli, pelitanya tetap menyala sehingga tidak kalah oleh kegelapan. Demikian juga setiap orang yang sudah berkenan kepada Tuhan, ia tidak akan kalah oleh kegelapan, melainkan ia akan hidup dalam kebenaran.