Senin, 10 November 2008

Oktober 2008 (Minggu)

MINGGU I OKTOBER 2008

DOA YANG DIJAWAB TUHAN SERI 4

2. MENCARI, sikap kita dalam berdoa supaya dijawab oleh Tuhan meminta, mencari dan mengetok pintu. Pada minggu-minggu yang lalu sudah dijelaskan bagaimana sikap kita dalam meminta kepada Tuhan, dan sekarang kita akan melihat bagaimana sikap kita dalam mencari. Sebab firman Tuhan dalam Roma 3 : 10 - 11 menjelaskan kepada kita bahwa dasarnya manusia itu tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak seorangpun yang mencari Tuhan. Kalau saudara-saudara pada saat ini sudah berada dalam posisi yang benar sebagai anak-anak Tuhan, yang mencari Tuhan, ini suatu kasih karunia yang harus kita hargai. Mencari itu adalah suatu pekerjaan yang wajar, kita harus mau mencari apa yang kita butuhkan dalam hidup ini, mungkin itu pekerjaan, jodoh, dll, kita harus mencarinya di dalam kebenaran.Manusia pertama saja berusaha mencari pasangannya, hanya sayangnya ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Kejadian 2 : 20, ketika manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, dalam konteks ayat ini dapat kita lihat bahwa sebenarnya manusia pertama itu sendiri berusaha mencari pasangannya. Tetapi dari semua binatang-binatang itu tidak ada satupun yang cocok dan tidak ada yang tepat menjadi pasangannya. Untuk itulah Tuhan membangun seorang perempuan yang diambil dari tulang rusuknya sebagai pasangan hidup yang sepadan dengan dia. Yesaya 55 : 6 - 7 = Waktu yang tepat untuk mencari Tuhan adalah : pada saat Tuhan masih berkenan ditemui dan pada saat Tuhan masih dekat. Cara mencari Tuhan yang benar : *orang fasik harus meninggalkan jalannya, dan **orang jahat harus meninggalkan rancangannya. Sebab kalau kita mau mencari Tuhan dengan benar, maka Tuhan akan mengasihani kita dan akan memberi pengampunan dengan limpahnya.

Apakah yang perlu kita cari ?

Yang perlu kita cari adalah : “FIRMAN PENGA-JARAN & KESAKSIAN.” Sebagaimana telah dikatakan firman Tuhan dalam Yesaya 8 : 20 - 22 “Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar. Kalau tidak ada firman pengajaran dan kesaksian, baginya tidak terbit fajar, artinya tidak ada terang firman Tuhan yang menerangi hatinya. Dan kalau tidak ada terang firman Tuhan, akibatnya : mereka akan lalu lalang, melarat dan lapar. Sebagai akibat kalau lapar adalah mereka akan gusar dan pekerjaannya mengutuki rajanya dan Allahnya.
Lalu lalang = artinya tidak ada tujuan, tidak ada arah yang pasti, jadi kalau tidak ada firman pengajaran hidup seseorang itu tidak punya tujuan yang pasti. Beribadah tetapi tidak punya arah yang pasti, berkorbanpun tanpa tujuan yang pasti. Kalau tetap seperti ini, maka perjalanan hidupnya akan tetap bagaikan orang yang lalu lalang.Melarat dan lapar = ini berbicara miskin rohani, karena tidak ada firman Tuhan maka hidupnya diibaratkan bagaikan orang yang melarat dan lapar. Kalau lapar rohaninya, tanda-tandanya selalu gusar, artinya tidak ada ketenangan dalam hidupnya, dan setiap orang yang tidak tenang pekerjaannya adalah mengutuk rajanya, dan juga Allahnya. Dan yang lebih parah lagi, dalam Yesaya 5 : 24 firman Tuhan sangat tegas mengatakan bahwa setiap orang yang selalu menolak pengajaran Tuhan semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, mereka diumpamakan seperti jerami dan seperti rumput kering, yang habis lenyap dalam nyala api, akar-akar mereka akan menjadi busuk dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu. Bagi orang yang tidak mencari firman pengajaran, baginya langit akan lenyap, bumi akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk, sama sekali tidak ada lagi arti hidupnya. Demikian juga dalam Yesaya 57 : 20 - 21, orang-orang fasik yang tidak mau mencari firman pengajaran, nasibnya akan sama seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tenang, arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. Jadi tidak ada ketenangan dan pengenalan yang benar bagi orang-orang yang tidak mencari firman pengajaran. Tetapi khusus bagi orang-orang yang mau mencari firman pengajaran, firman Tuhan menganjurkan supaya memandang gunung batu yang dari padanya kamu terpahat dan kepada lobang penggalian batu yang daripadanya kamu tergali. Juga dianjurkan untuk memandang Abraham, bapa leluhur dan Sara yang melahirkan kita (Yesaya 51 : 1 - 5). Memandang kepada gunung batu sama dengan memandang Kristus, menuju kepada peningkatan rohani, sedangkan memandang kepada Abraham, tujuannnya adalah supaya kita semua punya iman yang besar, sama seperti Abraham yang disebut sebagai bapa orang beriman. Kepada setiap orang yang mau mencari Tuhan dalam firman pengajaran, baginya akan terbit terang yang menerangi hatinya, dan dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada Tuhan sudah dekat dan kelepasan yang diberikan Tuhan akan tiba. Sebab pengajaran itu datang dari pada Tuhan dan hukum-Nya akan berguna sebagai terang untuk bangsa-bangsa. Setiap orang yang mencari firman pengajaran pasti akan diberkati oleh Tuhan. HALELUYA…!!

MINGGU II OKTOBER 2008

LAHIR DARI FIRMAN PENGAJARAN SERI1

Memiliki tanda kelahiran yang benar itu sangat penting, sebab sangat erat kaitannya dengan nama yang terdaftar di dalam kitab kehidupan Anak Domba. Sebagaimana telah kita lihat pada Buletin minggu yang lalu, bahwa yang layak disebut sebagai anak-anak Allah adalah mereka yang sudah memiliki tanda penebusan dan memiliki tanda kelahiran, lahir bukan dari darah dan daging, tetapi lahir dari benih firman Tuhan. Supaya kita bisa memiliki tanda kelahiran yang benar, sebagai jemaat Tuhan, kita harus tahu dari mana kita dilahirkan, kita harus lahir dari perempuan yang merdeka. Dalam Galatia 4 : 26 - 28 firman Tuhan menjelaskan yang disebut anak-anak janji itu adalah anak yang lahir dari perempuan merdeka, lahir dari rahim perempuan merdeka bukan dari perempuan hamba. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa yang layak disebut sebagai anak-anak Allah adalah mereka yang sudah dilahirkan dari perempuan yang merdeka. Mengapa kita harus lahir dari perempuan merdeka? Ayub 14 : 1 -2, sebab setiap orang yang dilahirkan dari perempuan, artinya yang belum memiliki tanda kelahiran yang benar, umurnya singkat dan penuh kegelisahan. Mazmur 87 : 5 - 6 tanda kelahiran yang benar, harus lahir di Sion, dan cara kelahirannyapun “Seorang demi seorang”, artinya lahir karena firman Tuhan. Yang disebut lahir di Sion : lahir karena mendengar dan menerima firman pengajaran (Yesaya 2 : 1 - 3), kalau sudah lahir dari firman pengajaran barulah kita diakui Tuhan:”Ini dilahirkan disana”.Dan kalau kita sudah dilahirkan dari firman pengajaran : *Tuhan akan menegakkan kita, artinya kita memiliki pendirian yang kuat terhadap firman Tuhan dan tidak mudah goyah. **Pada waktu pencatatan bangsa-bangsa, nama kita diakui sebagai orang yang berkenan kepada Allah, sehingga dengan demikian kita dapat menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai karena sukacita yang dikerjakan Allah dalam hidup kita lewat firman pengajaran tersebut. Sebagaimana telah dikatakan juga dalam Ibrani 12 : 22 - 23, kalau kita sudah datang ke bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi, berarti kita sudah termasuk kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga. Sebab setiap orang yang namanya tidak terdaftar di dalam kitab kehidupan Anak Domba, ia tidak termasuk kepada jemaat yang telah diperbaharui, mereka akan dilemparkan ke dalam lautan api, dicampakkan ke dalam api neraka (Wahyu 20 : 15).
Menjadi jemaat anak-anak sulung atau yang diakui Allah sebagai milik-Nya dapat kita lihat dalam Yohanes 6 : 44 - 45, Tuhan Yesus sendiri yang telah mengatakan bahwa yang bisa datang kepada Bapa adalah mereka yang sudah diajar, yaitu mereka yang sudah mendengar dan menerima firman pengajaran. Ayat 45 : “Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi : Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan mererima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.” Jadi jelas, bahwa yang bisa masuk kategori sebagai jemaat anak-anak sulung adalah mereka yang sudah mendengar dan menerima firman pengajaran. Kalau sudah mau mendengar dan menerima firman pengajaran, berarti ia sudah datang kepada Bapa, masuk menjadi kumpulan jemaat-jemaat yang berkenan kepada Allah. Sebaliknya kalau kita lihat ayat firman Tuhan ini, setiap orang yang tidak mau mendengar dan menerima firman pengajaran berarti ia belum datang kepada Bapa. Jadi jalan satu-satunya supaya kita layak disebut sebagai sidang mempelai perempuan Kristus adalah : dengar dan terima firman pengajaran. Jangan seperti kebanyakan orang, jangankan merima, mendengar firman pengajaran saja tidak mau, bagaimana mungkin bisa menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Jadi jalan satu-satunya supaya kita bisa disebut sebagai sidang mempelai perempuan Kristus adalah dengar dan terimalah firman pengajaran dan lakukan dengan sungguh-sungguh.
Mazmur 125 : 1 - 2, orang-orang yang sudah lahir di Sion punya pendirian yang kokoh, tidak tergoyahkan, tetap untuk selama-lamanya sebab Tuhan ada disekeliling umat-Nya. Dan kalau ada orang yang bertanya : “Mengapa kita harus di lahirkan di Sion?” tujuannya adalah supaya Tuhan tinggal di tengah-tengah kita, supaya Tuhan benar-benar hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Mazmur 132 : 13 - 14, Tuhan telah memilih Sion dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya, sebagai tempat perhentian selama-lamanya. Tuhan menyatakan didi-Nya tidak kepada semua orang apalagi untuk menjadi tempat kediaman-Nya tidak segampang yang dikatakan orang. Kalau kita lihat dalam Yesaya 62 : 5, supaya kita bisa disebut sebagai tempat kedudukan Tuhan, kita harus lebih dahulu dibangun sebagai Bait Allah, tempat Roh Allah berdiam. Dalam Yesaya 62 : 5 ini yang dimaksud dengan mempelai perempuan itu seperti seorang anak dara yagn dibangun menjadi istriseorang muda belia, demikianlah Tuhan yang membangun kita akan menjadi Suami, atau yang sering kita sebut sebagai Mempelai Pria Sorga, Dialah Kepala Jemaat.Demikian juga dalam Efesus 1 : 22 - 23, firman Tuhan telah menjelaskan kepada kita bahwa Kristus telah diberikan kita sebagai Kepala dari segala yang ada, jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Supaya ini bisa terwujut, kita harus dibangun lebih dahulu lewat mendengar dan menerima firman pengajaran. Kita di bangun menjadi Bait Allah, yaitu tempat Allah berhadirat. 1 Korintus 3 : 16 mengatakan : “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” Ketika kita setia beribadah kepada Tuhan dan mau melakukan segala perintah Allah dengan setia, maka saat itulah Allah sedang membangun kita menjadi Bait-Nya yang kudus. Jadi berikanlah dirimu di bangun menjadi Bait Allah supaya Allah benar-benar hadir dalam hidupmu. Saudara-saudara, firman Tuhan dalam 2 Raja-raja 19 : 29 - 31 merupakan suatu nubuatan firman Tuhan tentang Sion yang telah diberitahukan Allah kepada raja Hizkia. Orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas. Ini suatu nubuatan tentang SION, yaitu gereja Tuhan yang menjadi mempelai perempuan Kristus, pertumbuhannya baik dan benar. BERAKAR KE BAWAH artinya : memiliki pendirian yang kuat akan firman pengajaran, tidak goyah untuk selama-lamanya, MENGHASILKAN BUAH KE ATAS artinya : bisa menjadi saksi kepada semua orang, bisa menghasilkan buah-buah yang dapat dinikmati orang lain dan berkenan kepada Allah. Karena begitu berharganya Sion itu dimata Tuhan, firman Tuhan sendiri berkata : “Giat cemburu Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini.” Demi terbentuknya tubuh Kristus yang sempurna, yaitu gereja Tuhan yang menjadi mempelai perempuan Kristus, usaha Tuhan sangat besar untuk Sion. Karena itu kalau kita sudah berada di Sion, Tuhan akan diam di tengah-tengah kita dan Ia akan memberikan perlindungan-Nya kepada kita. Mazmur 76 : 3 - 4 kalaupun datang panah yang berkilat, perisai dan alat-alat perang akan dipatahkan oleh Tuhan. Berkat bagi orang-orang yagn sudah menerima firman pengajaran itu sangat besar segala senjata apapun tidak mempan sebab Tuhan sendiri yang memberikan perlindungan. Karena itu marilah kita dengan sungguh-sungguh beribadah dan menerima firman pengajaran. Haleluya!

MINGGU III OKTOBER 2008

LAHIR DARI FIRMAN PENGAJARAN SERI 2

Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah (Roma 3 : 10 - 11). Firman Tuhan yang begitu tegas menyatakan tentang keadaan manusia yang sebenarnya, bahwa tidak ada seorangpun yang benar dan tidak ada seorangpun yang mencari Tuhan. Tidak ada seorangpun yang memungkiri ayat ini. Kalau kita bisa seperti sekarang ini dilepaskan dari dosa dan hidup di dalam ibadah, ini semua bukan karena perbuatan kita, melainkan kasih karunia Allah yang talah melepaskan kita dari ikatan dosa. Tuhan Allah sendirilah yang telah mencari kita, bukan dengan ututsan, tetapi Dia sendirilah yang telah turun menjadi manusia dan mati di atas kayu salib sebagai korban untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Yesus turun mencari manusia yang selama ini tidak mencari Allah supaya mencari Allah dan hidup di dalam kebenaran. Yohanes 1 : 1 Firman itu adalah Allah sendiri, kemudian dalam ayat 14 dijelaskan firman itu telah menjadi manusia dan diam ditengah-tengah kita. Firman yang telah menjadi manusia itu adalah pribadi Allah sendiri yang mengambil rupa sebagai seorang manusia, tujuannya : untuk mencari kita. Kristus mati di kayu salib dn bangkit : tujuannya adalah supaya kita menjadi milik Kristus dan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Sebab dalam Roma 7 : 4 dikatakan, jika kita sudah terima firman Tuhan, berarti kita telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, spy kita menjadi milik Kristus.Maka kalau kita lihat dalam Yohanes 5 : 24, Tuhan Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” Dalam ayat ini ditegaskan, yang bisa lepas dari maut adalah apabila sudah mendengar dan menerima firman Tuhan. Yang disebut milik Tuhan itu tidaklah semua orang tetapi hanya mereka yang sudah mendengar dan menerima firman Tuhan. Inilah yang disebut sebagai milik Kristus sebab sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup dan tidak turut dihukum lagi. Yesaya 43 : 1 - 2, kalau kita sudah disebut “MILIK ALLAH”, bukti bahwa kita sudah kepunyaan Allah : *Tuhan menyertai ketika kita menyeberang melalui air dan sungai-sungai tidak akan menghanyutkan kita, **berjalan melalui api tetapi nyala api tidak akan membakar. Sebaliknya kalau belum menjadi milik Allah, akan ada air sebesar sungai yang disemburkan ular untuk menghanyut-kan (Wahyu 12 : 15). Gereja Tuhan yang sudah memiliki tanda sebagai milik Allah tidak dapat di-hanyutkan oleh air sebesar sungai tersebut, hanya mereka yang belum menjadi milik Allah yaitu mereka yang belum memiliki tanda kelahiran yang benar. Gereja Tuhan yang jadi mempelai tidak akan mempan terhadap air tersebut sebab ada kuasa Allah yang menaungi dan melindunginya. Saudara-saudara, dalam 1 Petrus 1 : 2 - 5 dapat kita ketahui dengan pasti bagaimana rencana Tuhan yang sesungguhnya di dalam hidup kita. Kita bisa menjadi orang yang berkenan kepada Allah setelah mengalami proses : KELAHIRAN KEMBALI, oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada satu hidup yang penuh pengharapan. Disamping itu kita juga dikuduskan lebih dahulu oleh Roh Kudus supaya kita bisa taat kepada Yesus Kristus. Sebab tidak ada seorangpun yang bisa taat kepada Kristus kalau tidak dikudus-kan lebih dahulu oleh Roh Kudus. Karena itu kalau kita lihat ayat firman Tuhan ini, sasaran kepengikutan kita kepada Tuhan mengapa kita harus dilahirkan kembali, tujuannya adalah :
Untuk menerima bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, yang tidak dapat layu, yang tersimpan disorga.
Semua ini berbicara tentang kerajaan sorga yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berhasil memposisikan diri sebagai anak-anak Allah. Tuhan menyediakan kemuliaan yang tidak ada bandingannya dengan apa yang ada di dunia ini. Untuk mendapatkan kemuliaan itu kita harus lahir dahulu dari Allah dan melayani Tuhan. Tuhan menyediakan kemuliaan itu bukan hanya kepada satu orang/pribadi, bukan hanya kepada murid-murid, tetapi untuk semua orang.
Tidak seperti murid-murid, Yakobus dan Yohanes yang meminta kepada Yesus supaya hanya mereka berdua saja yang menerima kemuliaan dari Allah. Kepada Yakobus dan Yohanes, Yesus memberitahukan syarat yang harus dilakukan supaya dapat menerima kemuliaan dari Allah :
1. Meminum cawan yang harus diminum Yesus, artinya : dipersekutukan dengan darah Yesus Kristus, sebagai jemaat Tuhan, kita harus mampu bersekutu dengan Yesus dalam penderitaan-Nya, ini juga menunjuk perjamuan kudus. Sebab kalau tidak mau meminum cawan yang diminum Tuhan Yesus, maka akan meminum cawan yang lain, yaitu cawan yang penuh kegeraman murka dari Allah (Wahyu 16). Untuk itulah Tuhan Yesus mengatakan supaya minum dari cawan Tuhan supaya kita jangan sampai kena kepada cawan murka Allah . 2. Dibabtis dengan babtisan yang diterima Tuhan Yesus, artinya : babptisan kita harus sama seperti babtisan yang telah diterima Tuhan Yesus, tidak beoleh berbeda. Kalau Yesus dibabtis dengan babtisan selam atau ditenggelamkan, maka kita juga harus ditenggelamkan. Maksudnya supaya kita bisa menjadi sama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya. Sebab kalau babtisan kita saja belum sama dengan babtisan yang diterima Tuhan Yesus, maka sudah jelas, tidak mungkin bisa bersama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya, tidak mungkin bisa menerima bagian yang tidak dapat binasa, tidak akan menerima bagian yang tidak dapat cemar, tidak akan menerima bagian yang tidak dapat layu dan tidak mungkin bisa menerima bagian yang tersimpan di sorga.
Karena itu, kalau kita tidak turun ke Markus 10 : 32 - 34, penyebab mengapa Yakobus dan Yohanes berkata kepada Yesus : “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi disebelah kanan-Mu dan yang seorang disebelah kiri-Mu.” karena mereka semua sudah merasa cemas dan takut setelah mereka mendengar bahwa sebentar lagi Yesus akan ditangkap, diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh. Pandangan murid-murid hanya melihat kepada kematian Tuhan Yesus saja, terbukti pada waktu Yesus ditangkap, mereka semua melarikan diri dan mening-galkan Tuhan Yesus. Dalam kitab Lukas 21 : 25 - 28, cemas dan takut itu sangat fatal akibatnya, yaitu banyak orang akan mati karena ketakutan ketika mereka melihat tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya, tetapi mereka sendiri tidak akan menerima kemuliaan dari Allah. Mengapa bisa terjadi demikian? Penyebabnya : karena mereka tidak mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memperhati-kan tanda kelahirannya. Karena itu, sebagai jemaat Tuhan, berita yang kita terima jangan hanya sebatas berita tentang kemataan-Nya saja, tetapi harus dilanjutkan dengan menerima berita tentang kebangkitan-Nya bahkan berita tentang kedatangan-Nya dalam segala kemuliaan-Nya. HALELUYA…!!

Tidak ada komentar: