Senin, 15 Juli 2013

Bible Study

HARI PENTAKOSTA 

Kamis Juli 2013

Saudara-saudara, Ulangan 1 : 11 janji Allah kepada bangsa Israel akan menambahi mereka ”seribu kali” lagi dari jumlah yang sekarang dan akan “memberkati” mereka. Angka “seribu” = angka ruangan maha kudus yang terdiri dari seribu hasta luasnya. Artinya: Tuhan berjanji mau membawa bangsa Israel kepada kesempurnaan spy bisa menjadi sama seperti Kristus yg adalah sempurna. Bagi kita sekarang Tuhan Allah juga berjanji mau membawa kita kepada kesem - purnaan sampai sama seperti Yesus Kristus. Walaupun manusia itu jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, tetapi Allah bekerja lewat Yesus dengan menyediakan korban penebu- san dan pendamaian lewat kematiaan-Nya di atas kayu salib. Karena itu supaya kita bisa menjadi sama seperti Yesus dalam kesempurnaan-Nya, ada dua (2) hal penting yang harus kita perhatikan: 
1. 1 Timotius 1 : 18 - 20 kita harus memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. Kepada Timotius rasul Paulus memberikan tugas sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirinya supaya Timotius memperjuangkan perjuangan yang baik dengan hati nurani yang murni. Sebab ada banyak orang yang telah menolak hati nuraninya yang murni krn terjerat dengan tipu daya Iblis, terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi bahkan kalah oleh keinginan dagingnya sendiri. 
2. Galatia 5 : 5 jangan bersandar kepada manusia atau kepada diri sendiri tetapi dengan iman me- nantikan kebenaran yang sedang kita harapkan. Sebab kalau kita lihat pada zaman akhir ini banyak orang Kristen suka mengandalkan manusia, lebih percaya kepada diri sendiri dari pada kepada kebe- naran bahkan banyak juga orang yang masih percaya kepada dukun-dukun. Maka kepada perempuan Samaria, Yesus menawarkan air kehidupan yang sangat berbeda dengan air yang ada di sumur Yakub. Kalau selama ini perempuan Samaria selalu datang ke sumur Yakub untuk menimba air tetapi selalu haus, tetapi Yesus menawarkan ada air yang lain yang bisa memberi kepuasan, yaitu air kehidupan. Yohanes 4 : 14 air kehidupan yang diberikan Tuhan Yesus itu membuat orang tidak harus lagi untuk selama-lamanya sebab air yang diberikan Yesus itu akan menjadi “mata air” yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. 

Sebelum perempuan Samaria itu bertemu dengan Yesus, selama ini ia selalu datang ke sumur untuk menimba air dengan tu- juan untuk mendapatkan kepuasan. Kalau kita mau datang kepada Tuhan Yesus maka Yesus juga akan memberikan air kehidupan kepada kita, yaitu air yang mampu memberi kepuasan dan kebaha- giaan supaya kita tidak lagi mengandalkan diri sendiri tetapi sepenuhnya mau menyerahkan diri hanya kepada Tuhan. AIR itu berbicara firman dan Roh Kudus, sebagai sarana yang disediakan oleh Yesus supaya kita bisa memperjuangkan perjuangan dengan hati nurani yang murni. Kalau Kristus sudah ada di dalam hidup kita maka firman dan Roh Kudus-Nya akan menjadi sumber kekuatan, sumber kehidupan, sumber pengharapan dan sumber berkat yang terus menerus dapat kita rasakan. Ibrani 6 : 11 - 12 supaya pengharapan itu bisa menjadi milik kita yang pasti sampai kepada akhirnya, kita jangan menjadi orang yang lamban tetapi kita harus menjadi penurut-penurut Tuhan dalam iman dan kesabaran yang menuntun kita sampai berhasil sesuai dengan kehendak Tuhan.

Buletin Minggu

“KEMBALI KEPADA MAKSUD ALLAH YANG SEMULA” 


Minggu, Juli 2013



Saudara-saudara, Matius 11 : 28 - 30 Tuhan Yesus mengajak supaya kita datang dan belajar kepada-Nya. Kalau kita mau datang kepada Yesus maka Yesus akan memasangkan “kuk” supaya kita bisa belajar kepada-Nya. Sebab kalau tidak mau memikul kuk maka seseorang itu sangat sulit diajak belajar kepada Yesus. Bagi kita belajar kepada Yesus itu merupakan jalan supaya kita bisa mengetahui segala kehendak Tuhan dalam hidup kita. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku karena Aku lemah lembut dan redah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Kuk itu berbicara ibadah atau pelayanan, tanggung jawab yang dibebankan Tuhan untuk kita lakukan sampai kepada kedatangan-Nya. Walaupun dipikulkan kuk tetapi kalau kita melakukannya dengan sungguh-sungguh maka yang datang adalah sukacita yang dapat kita rasakan dalam hidup kita sehari-hari. Bersukacita dalam mengikut Tuhan, bersukacita walaupun mengalami berbagai-bagai pencobaan dan penderitaan. Sebab Tuhan Yesus sendiri akan memberi pertolongan dan kekuatan sehingga kita dapat menanggungnya. Dan kalau kita mau belajar kepada Yesus maka sesungguhnya sifat-sifat Yesus itu akan masuk ke dalam hidup kita sehingga kita benar-benar bisa menjadi sama seperti Yesus. 

Sebagaimana Yesus demikian juga kita akan sama seperti Yesus: lemah lembut dan rendah hati. Inilah yang membuat sehingga jiwa kitapun mendapatkan ketenangan. Kalau kita sudah mengerti tentang beban atau kuk yang dipasangkan Tuhan Yesus itu maka kita pasti bisa mengerti dan menerima bahwa kuk yang dipasangkan Tuhan Yesus itu benar-benar enak. Mazmur 16 : 5 - 6 setiap orang yang mau melayani Tuhan maka sesungguhnya Tuhanlah yang menjadi bagiannya, warisannya dan pialanya. Sebab Tuhan sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan atau yang ditentukan dengan berkat yang teristimewa. Tidak ada alasan mengikut Tuhan itu susah atau melayani Tuhan itu paksaan. Sebab kalau kita sudah mengerti arti ibadah dan pelayanan, maka lewat ibadah dan pelayanan itulah Tuhan sedang bekerja untuk menjadikan kita segambar dan serupa dengan Allah. Mengapa Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dan manusia? Efesus 1 : 3 - 14 firman Tuhan menjelaskan ada dua (2) alasan mengapa Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dan juga manusia : 
- karena Tuhan Allah mau menunjukkan kasih-Nya kepada ciptaan-Nya 
- karena Tuhan Allah mau menunjukkan hikmat dan kuasa-Nya dalam memperbaiki ciptaan-Nya. Sebenarnya sejak masih di sorga pun Iblis sudah berdosa kepada Allah karena pemberontakannya, Iblis dijatuhkan ke bumi bersama dengan malaikat-malaikatnya. Walaupun Iblis masih bisa turun naik ke sorga tetapi pada dasarnya Iblis sadar bahwa ia tidak punya tempat lagi di sorga. 

Karena itu Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi, menciptakan segala isinya termasuk manusia dan menempatkan manusia itu di taman Eden sebagai tempat Allah untuk bertemu dengan manusia. Ketika Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi, Tuhan sudah punya rencana dalam kehendak-Nya untuk mempersiapkan korban penebusan dari dosa. Itu sebabnya firman Tuhan menegaskan kepada kita bahwa di dalam Kristus, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Allah telah menetukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk dijadikan sebagai anak-anak Allah sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya di dalam Yesus Kristus. Kalau Tuhan Allah menciptakan manusia, tentu Tuhan bertanggung jawab penuh atasnya. Walaupun manusia itu telah jatuh ke dalam dosa tetapi Allah sendiri yang menyediakan korban penebusan dan pendamaian supaya manusia itu bisa diterima kembali di hadapan Allah. Semua ini telah dikaruniakan Allah kepada kita di dalam Yesus Kristus yang sangat dikasihi-Nya untuk membuktikan betapa Allah sangat-sangat menagisihi manusia. Hanya Iblis dan malaikat-malaikatnya tidak mendapat kesempatan lagi untuk diperbaharui, Iblis dan malaikat-malaikatnya telah ditentukan untuk menerima kematian yang kekal di dalam api neraka. Tetapi manusia berdosa yang mau datang dan belajar kepada Yesus akan mendapat kelegaan. 

Maksudnya kalau mau datang kepada Yesus dan mau sungguh-sungguh belajar kepada-Nya maka Tuhan Yesus akan bekerja untuk membawa kita kepada maksud Allah yang semula. Maleakhi 1 : 2 - 5 firman Tuhan memberikan contoh tentang orang yang sangat dikasihi maupun yang sangat dibenci oleh Allah. Allah menunjukkan kasih-Nya kepada Yakub tetapi kepada Esau Allah menunjukkan kebencian-Nya. * Yakub = seorang yang tenang dan yang suka tinggal di kemah. Walaupun pada awalnya Yakub itu sebenarnya seorang penipu, tetapi karena ia tenang dan suka tinggal dikemah, Yakub selalu mendapat arahan dari ibunya. Ibunyalah yang bertanggung jawab untuk memperhatikan dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukannya. Maka ketika Ishak hendak memberkati Esau, Ribka yang mendengar hal itu langsung memanggil Yakub. Ribka memanggil Yakub dan mengatakan apa yang harus dipersiapkan supaya Yakub yang diberkati bukan Esau. ** Esau = seorang yang suka tinggal di padang dan berburu binatang tidak berhasil diberkati Ishak. Sebab ketika Esau sedang berburu binatang untuk diolah, Yakub sudah datang kepada Ishak dan membawa makanan untuk dimakan oleh Ishak. 

Pada saat itulah Yakub diberkati sebagai anak yang berhak mendapatkan hak kesulungan dan dengan warisan yang sangat luar biasa harganya. Esau karena tidak mengerti arti hak kesulungan menjualnya kepada Yakub. Sebab Yakub tahu walaupun berkat kesulungan itu belum kelihatan tetapi berkat dan kegunaannya sangat besar dikemudian hari. Lewat arahan dari ibunyalah maka Yakub berhasil diberkati oleh Ishak. Walaupun Ishak sempat bertanya: “Benarkah engkau ini anakku Esau?” tetapi Yakub tetap diberkati. Saudara-saudara, apa yang dilakukan oleh Yakub ini merupakan penggenapan firman Tuhan bahwa yang tua akan menjadi hamba kepada yang muda. Arti Yakub memang penipu, tetapi karena ia suka tinggal di kemah maka ia beroleh kesempatan untuk dibaharui. Bagi kita sekarang, walaupun kita semua dari latang belakang hidup yang gelap sebagai orang-orang berdosa, tetapi kalau kita mau seperti Yakub maka kita juga akan beroleh kesempatan diubahkan. Kuncinya: kita harus mau setia beribadah kepada Tuhan dan melayani Tuhan di dalam bait-Nya. Kita pasti akan dikuduskan dan disucikan dari segala dosa dan pelanggaran kita. Kalau kita tetap tenang dan setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka Tuhan sendiri yang akan memperbaiki hidup kita lewat firman Tuhan yang kita terima. Wahyu 7 : 14 - 17 menjelaskan kepada kita yang berhak mendapat jaminan perlindungan dari segala malapetaka yang akan menimpa dunia ini adalah orang-orang yang telah mencuci jubahnya dalam darah Anak Domba dan yang mau melayani siang dan malam di bait suci-Nya. 

Inilah orang-orang yang telah mengalami tanda pembaruan dan yang tetap setia berada dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Maka Yesus sebagai Anak Domba akan menggembalakan dan yang menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka. Demikianlah akan terjadi bagi setiap orang yang mau dibawa kembali ke dalam rencana Allah yang semula.

Senin, 08 Juli 2013

Bible Study

HARI PENTAKOSTA 

 Kamis Juli 2013
 
Roma 8 : 13 - 17 firman Tuhan menegaskan kepada kita tentang orang-orang yang hidup menurut daging dan menurut Roh. Firman Tuhan mengingatkan supaya kita hidup me- nurut Roh jangan menurut daging. Sebab setiap orang yang hidup menurut daging akan mati sebab ia akan diperbudak dan dikuasai oleh keinginan dirinya sendiri yang tentunya sama dengan menuruti keinginan Iblis. Ditegaskan juga bahwa keinginan daging itu adalah perseteruan terhadap Allah karena tidak takluk kepada hukum Allah, dan setiap orang yang hidup menurut daging tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kalau kita hidup menurut Roh maka kita akan hidup.

Sebab kalau kita hidup menurut Roh dan dipimpin oleh Roh maka oleh Roh itu kita akan dimampukan mematikan segala perbuatan-perbuatan tubuh, yaitu keinginan atau tabiat daging. Kalau hidup menurut daging akan menjadi takut tetapi kalau hidup menurut Roh, Roh itulah yang menjadikan kita sebagai “anak-anak Allah.” Roh itu akan bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah yang berhak menjadi ahli waris, yang berhak menerima janji-janji Allah tentang hidup yang kekal. Roma 8 : 26 kalau sudah hidup menurut Roh maka Roh itu akan membantu kita dalam kelemahan sebab Roh itu akan berdoa untuk kita dgn keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Mazmur 23 : 1 - 6 berkat bagi orang-orang yang tergembala dengan baik : “tidak akan kekurangan” sebab Yesus sebagai gembala yang baik akan membaringkan kita di padang yang berumput hijau, Ia akan membimbing kita ke air yang tenang, Ia yang menyegar kan jiwa kita, Ia yang menuntun kita ke jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Bahkan sekalipun kita berjalan dalam lembah kekelaman, kita tidak usah takut bahaya sebab Tuhan beserta kita dan akan memberikan penghiburan.

Bahkan dengan kuasa Allah yg luar biasa, Ia bisa menyediakan hidangan bagi kita di hadapan lawan-lawan kita. Artinya karena Tuhan beserta dengan kita, maka Tuhan sendiri yang akan memberkati dan yang memelihara kita walau sedang berada di tengah-tengah pencobaan atau penderitaan. Sebaliknya kalau tidak tergembala dengan baik maka Roh Kudus tidak akan menuntun hidupnya dan tidak akan mengalami datangnya hari yang baik. Yeremia 17 : 5 - 6 menjelas kan tentang orang-orang yang terkutuk, mereka seperti semak bulus di padang belantara, yang tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Penyebabnya : karena mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatanya sendiri dan karena hatinya jauh dari pada Tuhan. Jadi kita harus hidup menurut Roh supaya kita mampu mematikan segala keinginan daging yang sangat dibenci oleh Tuhan.

Beletin Minggu

“KEMBALI KEPADA MAKSUD ALLAH 
YANG SEMULA” 

Minggu, Juli 2013


 Saudara-saudara, kita sudah melihat mengapa Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah, karena Allah menginginkan manusia itu menjadi satu keluarga yang menyenang kan di hati Allah dan kerinduan Allah memperluas kerajaan-Nya di muka bumi ini. Namun yang menjadi persoalan manusia itu gagal mempertahan kan gambar dan rupa Allah karena telah jatuh ke dalam dosa. Bukan hanya berdosa saja tetapi yang juga kehilangan kemuliaan Allah. Puncaknya dalam Kejadian 6 : 1 - 7 yang terjadi setelah manusia itu bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, Tuhan Allah melihat bahwa kejahatan manusia di bumi sangat besar dan bahwa kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Kejahatan manusia : anak-anak Allah mengambil istri dari anak-anak perempuan itu siapa saja yang disukai mereka karena mereka melihat anak-anak perempuan itu cantik-cantik. 

Apa yang dilakukan manusia itu membuat Allah “menyesal” bahwa Ia telah menjadikan manusia. Bahkan segala kejahatan yang telah dilakukan manusia itu sangat “memilukan” hati Allah. Akibatnya Allah menghukum manusia dengan air bah dan menghapuskan manusia dari muka bumi, baik manusia, maupun hewan-hewan dan binatang-binatang dan burung-burng di udara. Dari sekian banyak manusia yang diam di bumi hanya delapan orang saja yang selamat, yaitu Nuh, istrinya, anak-anaknya dan juga menantu-menantunya karena Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan. Apa yang terjadi pada zaman Nuh ini harus menjadi perhatian kita bersama sebab menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya kejahatan manusia di bumi ini juga akan semakin besar. Tuhan Yesus sendiri yang telah mengatakan sebagainana halnya pada zaman Nuh demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Matius 24 : 37 - 39 hal-hal yang paling menonjol yang dilakukan manusia : - makan dan minum 
                                                                       - kawin dan mengawinkan 

Ketika manusia itu sibuk makan dan minum, kawin dan mengawinkan sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, mereka tidak tahu akan sesuatu sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian juga ketika Tuhan Yesus akan datang kali yang kedua manusia akan sibuk mengurusi perkara makan dan minum, kawin dan mengawinkan, mereka tidak tahu akan kedatangan Tuhan Yesus. Kalau pada zaman Nuh, Allah menghukum manusia dengan air bah tetapi kelak Allah akan menghukum manusia berdosa dalam kematian yang kekal, di neraka. Karena itu supaya kita bisa diterima kembali menjadi keluarga yang menyenangkan hati Allah, hal-hal yang harus kita lakukan : - kita harus keluar dari kegelapan dosa
                                                                                        - pisahkan diri - dan jangan menjamah yang najis  
2 Korintus 6 : 15 - 18 firman Tuhan mengingatkan supaya jangan ada noda kekafiran dalam hidup kita. Firman Tuhan mengingatkan : “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.” Mengapa firman Tuhan mengatakan demikian? sebab tidak ada persamaan antara kebenaran dengan kedurhakaan, terang tidak dapat bersatu dengan gelap, tidak ada persamaan antara Kristus dengan Belial, orang-orang yang tidak percaya tidak akan mendapat bagian bersama-sama dengan orang percaya dan tidak ada hubungan bait Allah dengan berhala. Karena itu sebagai jemaat maupun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita semua harus mengetahui bahwa kebenaran itu berguna hanya bagi orang yang mau memisahkan diri dari perbuatan kegelapan. Sebab kalau kita mau memperhatikan dan melakukan hal-hal tersebut di atas maka Tuhan akan menerima kita kembali dan akan membawa kita kepada rencana-Nya yang semula. 

Tuhan akan diam bersama-sama dengan kita dan hidup di tengah-tengah keluarga kita. Bukti Tuhan menerima kita : Dia akan menjadi Allah kita dan kita akan menjadi umat-Nya, yaitu menjadi orang-orang yang diakui sebagai miliki kesayangan-Nya sendiri. Kita akan menyebut Tuhan itu sebagai Bapa dan kita akan menjadi anak-anak-Nya laki-laki dan perempuan. Di mata Tuhan tidak ada lagi perbedaan, tidak ada kaya atau miskin, besar atau kecil, hitam atau putih, tetapi di mata Tuhan semua akan menjadi sama. Semua hal ini harus kita pahami dengan benar supaya kita bisa mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita. Dosa itu sifatnya mengikat, merusak dan yang paling rentan hancur akhibat dosa adalah nikah atau keluarga-keluarga orang Kristen. Sebab kalau suami atau istri sudah berdosa maka dengan sendirinya anak-anak atau keturunannya juga sangat dipengaruhi oleh dosa. Tetapi kalau kita mau memperhatikan firman Tuhan maka ada jalan atau kesempatan untuk dipulihkan supaya bisa menjadi keluarga yang bahagia. Sebab dengan memperhatikan dan melakukan firman Tuhan, maka Tuhan sendiri akan bekerja untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Oleh pertolongan Tuhan dalam kuasa firman dan Roh Kudus-Nya kita bisa mengerti kehendak Tuhan yang akan membawa kita ke dalam kekudusan. Kita akan dibaharui dari hari ke hari sampai kita bisa mengerti kehendak Tuhan yang sesungguhnya. 

Tuhan Allah sangat merindukan anak-anak manusia itu bisa menjadi satu keluarga yang bahagia dan yang bisa menyenangkan hati Tuhan. Kalau Iblis sangat mengharapkan supaya keluarga orang Kristen itu hancur tetapi Tuhan sangat merindukan keluarga-keluarga orang Kristen itu menjadi anak-anak yang menyenangkan bagi Tuhan. Sama seperti seorang suami atau istri rindu membuat keluarganya menjadi tempat kesenangan bersama-sama, demikian juga Tuhan Yesus sebagai kepala keluarga rindu membuat keluarga orang Kristen itu sebagai tempat untuk mencurahkan kebahagiaan-Nya. Yesaya 51 : 3 setiap keluarga orang Kristen yang sudah dibangun menjadi bait Allah itu pasti mampu menyenangkan hati Tuhan. Walau rumah tangga itu pernah hancur, tetapi kalau mau dibangun kembali maka Tuhan akan menghiburnya. Tuhan akan menghibur segala reruntuhannya dan akan membangunnya kembali menjadi tempat kediaman-Nya. Bahkan Tuhan akan membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman Tuhan. Artinya di dalam keluarga itu terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring. 

Karena itu supaya Tuhan Allah mau diam di dalam hidup kita : - Keluaran 25 : 8 - 9 kita harus membuat tempat kudus bagi Tuhan, artinya kita harus dibangun menjadi tempat kediaman Tuhan supaya Tuhan mau berdiam di dalam hidup kita. - Yohanes 1 : 14 firman Tuhan yang kita dengar dan terima itu harus menjadi daging, artinya setiap kali mendengarkan firman Tuhan harus menerima firman Tuhan sebagai suatu kebutuhan hidup. Jika demikian maka Tuhan akan diam di dalam hidup kita dan kita akan menerima kasih karunia demi kasih karunia. Kalau kita sudah dibangun menjadi bait Allah maka firman Tuhan itu akan diam di dalam hidup kita. Dan kalau firman Tuhan sudah diam di dalam hidup kita maka kita akan melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan Kristus sebagai Anak Tunggal Bapa yang penuh kasih karunia dan kebenaran. Demikian juga dalam Roma 8 : 17 firman Tuhan menyatakan apabila kita sudah menjadi anak-anak Allah, maka kita akan berhak menjadi ahli waris, yaitu orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah. Haleluya.....!!!

Kamis, 04 Juli 2013

Bible Study

“HARI PENTAKOSTA” 

 Kami, Juli 2013

Kepada orang-orang yang menang Allah berjanji akan memberikan hidup yang kekal bersama dengan Kristus di dalam kerajaan sorga. Pengharapan yang selama ini masih dijanjikan akan menjadi nyata karena Tuhan sudah berkenan menyatakannya. Dan untuk mencapai semua itu kita harus hidup dalam terang firman Tuhan dan dalam pimpinan Roh Kudus, yang membawa kita kepada kekudusan seperti yang diinginkan Tu- han dalam hidup kita. Sebab mustahil seseorang berkenan kepada Tuhan kalau tidak hidup dalam kebenaran apalagi kalau tidak dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus, sebab tanpa Roh Kudus maka keinginan daging yang lebih menonjol. Roma 8 : 13 - 17 menjelaskan tentang orang-orang yang hidup menurut daging dan menurut Roh, firman Tuhan mengajak supaya kita hidup menurut Roh jangan menurut daging. Sebab kalau hidup menurut daging akan mati sebab ia akan diperbudak dan dikuasai oleh keinginan dirinya sendiri yang tentunya sama dengan menuruti keinginan Iblis. 

Tetapi kalau kita hidup menurut Roh maka sesungguhnya kita akan mematikan segala keinginan daging dan segala perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus itulah yang akan men- jadikan kita sebagai anak-anak Tuhan dan Roh itu juga yang bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah yang berhak menerima janji-janji Allah. Roma 8 : 26 setiap orang yang hidup menurut Roh maka Roh itu akan membantu kita dalam kelemahan sebab Roh itu akan berdoa untuk kita. Mazmur 23 : 1 - 3 berkat khusus bagi orang-orang yang hidup tergembala dengan baik : tidak akan kekura- ngan, sebab Yesus sebagai Gembala yang baik akan memelihara, membela dan memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Dan Yeremia 17 : 5 menjelaskan tentang orang-orang yang terkutuk karena selalu mengandalkan kekuatan diri sendiri, mengandalkan manusia dan hatinya selalu menjauh dari Tuhan. Akibatnya ia akan sama seperti tanah angus yang tidak mendapatkan air pemeliharaan, tidak mendapat perhatian dari Tuhan, ia akan terbuang jauh dari hadapan Allah. Karena itu sebagai jemaat maupun sebagai hamba-ham- ba Tuhan kita harus tetap berada dalam kebenaran dan jangan mau menyimpang dari kebenaran. Devenisi “sesat” = menyimpang, tidak tetap pada tujuan dan tidak berada lagi dalam kebenaran firman Tuhan. Maka Yohanes 16 : 13 fungsi Roh Kudus dalam hidup kita : 
 - untuk memimpin kita kepada seluruh kebenaran 
 - untuk memberitahukan hal-hal yang akan datang. 
Inilah yang yang dikerjakan oleh Roh Kudus kepada setiap orang yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus, sebab Roh Kudus itulah penuntun yang bisa membawa kita kepada seluruh kebenaran dan Roh Kudus itu jugalah yang akan memberitahukan hal-hal yang akan datang, yang menyangkut tentang tanda-tanda akhir zaman maupun tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. 

Kalau tidak dipenuhi oleh Roh Kudus, sulit orang Kristen mempercayai tentang tanda-tanda akhir zaman, mereka menganggap semua yang terjadi itu hanyalah kejadian yang terjadi begitu saja. Bahkan kalau tidak dipenuhi Roh Kudus sangat sulit sekali orang Kristen mempercayai tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Mereka menganggap kedatangan Tuhan Yesus itu hanya dongeng saja. Tetapi kalau hidup kita sudah dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus, maka Roh Kudus itulah yang akan memberi keyakinan, memberi pengertian bahwa Tuhan Yesus benar-benar akan datang kembali dan bahwa dunia ini akan hilang lenyap. Dengan demikian kita bisa yakin bahwa hidup ini adalah anugerah yang harus dihargai dengan sebaik-baiknya, harus diisi dengan hidup dalam kebenaran & berada dalam rencana Allah yang sesungguhnya. Dengan cara : hidup dalam ibadah dan penggembalaan yang benar serta dengan taat dan setia melakukan segala kehendak Allah. Haleluya....!!!

Buletin Minggu

“KEMBALI KEPADA MAKSUD ALLAH 
YANG SEMULA” 
Minggu, Juni 2013

Puji Tuhan! Saudara-saudara, bersama-sama telah kita melihat dan mempelajari tema firman Tuhan “Kembali kepada maksud Allah yang semula” tema firman Tuhan yang sangat memberkati kita semua sebab firman Tuhan tersebut mengajak kita semua supaya bisa mengerti maksud Allah yang semula. Sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita harus benar-benar mengerti apa maksud Allah yang semula di dalam diri manusia. Sebagaimana telah kita lihat Kejadian 1 : 26 - 27 Allah menciptakan manusia itu menurut gambar dan rupa Allah dengan tujuan supaya manusia itu bisa berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka dasar pertama mengapa Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dan menjadikan manusia segambar dan serupa dengan diri-Nya adalah : Karena Allah merindukan supaya manusia itu menjadi satu keluarga yang bisa menyenangkan hati Allah, Allah merindukan manusia itu bermain-main di hadapan-Nya. Karena Allah ingin memperluas kerajaan-Nya dan menjadikan manusia itu sebagai pusat perhatian-Nya yang teristimewa Jadi tujuan Tuhan mengapa manusia itu diciptakan segambar dan serupa dengan diri-Nya adalah supaya manusia itu diperlengkapi dengan kuasa sehingga bisa berkuasa atas segala sesuatu yang telah diciptakan Allah di atas muka bumi ini. 

Dan setelah Allah menciptakan manusia itu maka Allah menempatkan manusia itu di taman Eden, taman Allah, tempat Allah untuk bertemu dengan manusia. Ketika di taman Eden, Allah benar-benar bisa melihat dan menyaksikan manusia itu sebagai ciptaan yang paling mulia dari segala ciptaan-Nya. Tetapi setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa maka Adam dan Hawa diusir dari taman Eden. Akibat-akibat yang terjadi akibat dosa itu antara lain : - Adam dan Hawa harus mengusakan tanah dan harus bersusah payah mencari rejeki - keturunan Adam menjadi pembunuh - kejahatan manusia semakin besar di bumi dan kecenderungan hatinya selalu berbuahkan kejahatan semata-mata Inilah yang membuat mengapa Allah pernah menyesal bahwa Ia telah menciptakan manusia di bumi. Semua kejahatan yang dilakukan manusia itu sangat memilukan hati Tuhan. 

Bencana yang terjadi akibat dosa yang memilukan hati Tuhan : air bah, Allah mendatangkan air bah yang meliputi seluruh bumi untuk membinasakan manusia dan binatang-binatang. Allah benar-benar membinasakan manusia dan membuat nasibnya sama dengan binatang-binatang. Dari semua yang ada di dalam dunia pada waktu itu hanya tersisa delapan orang saja, yaitu Nuh dan istrinya, tiga orang anaknya serta tiga orang menantunya. Selebihnya dari manusia itu dibinasakan Allah bersama-sama dengan binatang dengan air bah. Allah membinasakan manusia dengan air bah karena Allah melihat manusia itu telah mewarisi sifat-sifat dan perbuatan Iblis. Allah melihat bahwa di dalam diri manusia itu sudah tumbuh kejahatan-kejahatan yang luar biasa sehingga sulit diajak untuk mencari Tuhan. Namun demikian setelah Allah membinasa kan manusia itu dengan air bah, dari keturunan Nuh yaitu Ham masih juga mewarisi sifat yang jahat sebab ia memandang rendah akan Nuh. Sehingga dari mulut Nuh keluar kutuk tentang yang akan terjadi kelak bagi keturunan Ham. Jadi dari keturunan Nuh ini tidak sepenuhnya bisa terlaksana rencana Allah di dalam diri manusia, sebab perbuatan Ham itu sangat tidak menyenangkan di hati Tuhan. Maka dalam Kejadian 12 : 1 - 7 Allah mulai memanggil Abraham dan berfirman supaya ia pergi dari negerinya dan dari sanak saudaranya ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Allah melihat bahwa Abraham ini bisa mewujudkan rencana-Nya di dalam diri manusia, Abraham bisa dipercaya untuk meneruskan rencana Allah yang semula di dalam diri manusia. Lewat Abraham inilah Allah mencoba kembali mewujudkan rencana-Nya yang semula di dalam diri manusia itu. Puncaknya bisa kita lihat dengan jelas dalam Galatia 3 : 14, 16 lewat keturunan Abraham, yaitu lewat Yesus Kristus yang lahir sebagai keturunan Abraham maksud Allah yang semula itu benar-benar bisa terlaksana. 

Dijelaskan bahwa kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini adalah untuk membawa maksud Allah, yaitu keselamatan yang dikerjakan-Nya lewat pendamaian di kayu salib. Dan kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia ini bukan hanya untuk mati di atas kayu salib tetapi untuk membawa gambar dan rupa Allah. Maksudnya supaya setiap orang yang mau percaya kepada Yesus dan yang telah menerima tanda pendamaian akan dilepaskan dan diselamatkan dari dosa. Allah telah membuat lewat Yesus Kristus berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain sehingga oleh iman kita bisa menerima Roh yang telah dijanjikan Allah. Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah lewat iman kepada Yesus Kristus. Tuhan Allah mau membuat manusia itu menjadi satu keluarga yang beriman kepada Yesus Kristus supaya dilayakkan menerima kerajaan Sorga dan menerima hidup yang kekal.Allah membinasakan manusia dengan air bah karena Allah melihat manusia itu telah mewarisi sifat-sifat dan perbuatan Iblis. Allah melihat bahwa di dalam diri manusia itu sudah tumbuh kejahatan-kejahatan yang luar biasa sehingga sulit diajak untuk mencari Tuhan. 

Namun demikian setelah Allah membinasa kan manusia itu dengan air bah, dari keturunan Nuh yaitu Ham masih juga mewarisi sifat yang jahat sebab ia memandang rendah akan Nuh. Sehingga dari mulut Nuh keluar kutuk tentang yang akan terjadi kelak bagi keturunan Ham. Jadi dari keturunan Nuh ini tidak sepenuhnya bisa terlaksana rencana Allah di dalam diri manusia, sebab perbuatan Ham itu sangat tidak menyenangkan di hati Tuhan. Maka dalam Kejadian 12 : 1 - 7 Allah mulai memanggil Abraham dan berfirman supaya ia pergi dari negerinya dan dari sanak saudaranya ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Allah melihat bahwa Abraham ini bisa mewujudkan rencana-Nya di dalam diri manusia, Abraham bisa dipercaya untuk meneruskan rencana Allah yang semula di dalam diri manusia. Lewat Abraham inilah Allah mencoba kembali mewujudkan rencana-Nya yang semula di dalam diri manusia itu. Puncaknya bisa kita lihat dengan jelas dalam Galatia 3 : 14, 16 lewat keturunan Abraham, yaitu lewat Yesus Kristus yang lahir sebagai keturunan Abraham maksud Allah yang semula itu benar-benar bisa terlaksana. Dijelaskan bahwa kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini adalah untuk membawa maksud Allah, yaitu keselamatan yang dikerjakan-Nya lewat pendamaian di kayu salib. 

Dan kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia ini bukan hanya untuk mati di atas kayu salib tetapi untuk membawa gambar dan rupa Allah. Maksudnya supaya setiap orang yang mau percaya kepada Yesus dan yang telah menerima tanda pendamaian akan dilepaskan dan diselamatkan dari dosa. Allah telah membuat lewat Yesus Kristus berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain sehingga oleh iman kita bisa menerima Roh yang telah dijanjikan Allah. Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah lewat iman kepada Yesus Kristus. Tuhan Allah mau membuat manusia itu menjadi satu keluarga yang beriman kepada Yesus Kristus supaya dilayakkan menerima kerajaan Sorga dan menerima hidup yang kekal. Amsal 8 : 27 - 32 Firman Tuhan menjelaskan kepada kita tentang penciptaan dan tentang kehendak-Nya di tengah-tengah manusia. Dalam ayat ini dinubuatkan tentang Yesus sebagai anak kesayangan yang setiap hari menjadi kesenangan dan senantiasa bermain-main di hadapan Allah. Inilah niat atau rencana Allah dari semula, Allah merindukan supaya anak-anak manusia itu menjadi kesenangan bagi Allah. 

Dan ayat ini membuktikan betapa Allah itu sangat merindukan anak-anak manusia itu menjadi satu keluarga yang menyenangkan di hati Allah. Tanpa dibatasi oleh suku, bahasa atau perbedaan-perbedaan tetapi supaya semua orang menjadi satu keluarga Allah. Walau manusia itu telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Allah tetap punya rencana indah di dalam diri manusia. Allah tidak mau rencana-Nya itu gagal, Allah tidak mau kalau manusia itu hilang selama-lamanya dari rencana Allah. Allah melihat orang-orang yang bisa mewujudkan rencana-Nya, yang dimulai dari Enos dan sampai kepada Abraham. Abraham inilah yang dipakai oleh Allah untuk menurunkan Yesus yang disebut sebagai keturunan Abraham ( Matius 1 : 1). Inilah cara Tuhan untuk mengembalikan manusia itu kepada maksud Allah yang semula, Yesus datang sebagai manusia dan sebagai Juruselamat yang menyelamatkan manusia dari dosa. 

Di luar Yesus, manusia itu akan tetap berada dalam perbudakan dosa, sedang berada dalam bayang-banyang kuasa sijahat dan kalau tidak diselamatkan maka akan disiksa di dalam api neraka yang kekal. Tetapi setiap orang yang percaya dan yang berada di dalam Yesus Kristus, maka keselamatan itu menjadi milik yang pasti, ia telah dilepaskan dari bayang-bayang maut. Dan kalau kita sudah berada di dalam Kristus, kitalah orang-orang yang layak diberkati Tuhan, layak disebut sebagai anak-anak Tuhan. Kolose 1 : 12 - 13 lewat Yesus Kristus, kita telah dilepaskan dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Kristus. Dengan demikian kita telah dilayakkan untuk mendapatkan bagian dalam apa yang telah ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Mazmur 24 : 1 - 2; 47 : 1 - 2 Tuhanlah yang empunya bumi dan segala isinya, Dialah yang mendasarkannya di atas lautan supaya kita bisa bersyukur dengan memuji-muji Allah dan mengelu-elukan nama-Nya dengan sorak-sorai.