Jumat, 06 Maret 2009

Buletin Maret 2009

Minggu I Maret 2009

KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT

Kalau Kristus sudah datang dalam kemuliaan-Nya sebagai Hakim yang benar dan adil, tidak ada seorangpun yang bisa menyembunyikan sesuatu dihadapan Tuhan. Satu-satunya yang bisa menyambut Kristus dalam segala kemuliaan-Nya hanyalah gereja yang sudah jadi mempelai. Inilah gereja yang sudah lepas dari segala pengaruh dunia dan yang sudah bebas dari ikatan dosa. Karena itu kalau kita sudah mengenal Kristus sebagai Kepala atau sebagai Mempelai Pria Sorga, banyak orang akan menilai kita dengan penilaian yang salah bahkan mereka juga akan mengucilkan kita. Karena itu kalau kita lihat di dalam Alkitab, khusus nya kitab Perjanjian Baru, di dalamnya akan kita temukan tentang:
- Keselamatan hanya ada di dalam Kristus.
- Bagaimana cara supaya manusia itu bisa diselamatkan.
- Bagaimana cara supaya gereja Tuhan itu dapat mengenal Kristus sebagai Kepala.
Kalau tidak masuk ke dalam pengenalan yang benar tentang Kristus, maka mereka dikategorikan sebagai orang yang sesat. Matius 22 : 29 yang disebut sesat adalah mereka yang tidak mengerti tentang kitab suci maupun kuasa Allah. Tidak mengerti kitab suci sama artinya dengan tidak mengerti firman Tuhan, dan kalau tidak mengerti akan firman Tuhan tentu tidak mungkin bisa mengenal Kristus dengan tepat dan benar, baik sebagai Tuhan, sebagai Juruselamat maupun sebagai Kepala atau sebagai Mempelai Pria. Mengapa tidak bisa mengenal Kristus dengan benar?Jawabannya : Karena mereka sendiri yang menolak pengenalan tentang Kristus sebagai Kepala. Hal ini dapat kita lihat dalam Hosea 4 : 6, firman Tuhan mengatakan: “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” Dari ayat ini dapat kita lihat setiap orang yang tidak dapat mengenal Kristus dengan tepat dan benar, penyebabnya adalah karena mereka sendiri yang menolak pengenalan itu. Praktek hidup orang yang tidak mengenal Kristus sebagai Kepala : menolak firman pengajaran. Maka tidak heran kalau sampai sekarang masih banyak orang yang enggan mendengar firman pengajaran ini, baik dari kalangan hamba-hamba Tuhan maupun dari kalangan jemaat-jemaat. Sebagai resiko kalau tetap menolak firman pengajaran : Tuhan akan melupakan anak-anaknya. Saudara-saudara, di mana Allah hadir, di mana Allah berhadirat, di sanalah kerajaan Allah ada. Dan ketika Allah hadir, saat itu Allah mau menya-takan segala rencana-Nya bagi kita. Ketika Allah hadir di taman Eden, manusia itu bisa bercakap-cakap dengan Allah tanpa ada yang membatasi. Ini membuktikan Allah itu hadir dan mau menyatakan segala kehendak-Nya kepada manusia. Tetapi sayang, setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa, manusia itu bukan hanya diusir dari taman Eden, lebih dari itu hubungan dgn Allah menjadi putus.Sebagai akibat karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa, yang hilang bukan hanya kemuliaan tetapi juga kebahagiaan. Seorang pengusaha besar yang sangat kaya dan yang sangat terkenal di dunia pernah berkata demikian: “Kebahagaiaan itu adalah sebesar apa manusia dapat menikmatinya.” Dari pernyataan ini dapat kita lihat sekalipun ia kaya, terhormat, namun ia sendiri menyatakan kebahagiaan itu tidak dapat diukur kalau hanya dengan kekayaan yang duniawi melainkan sebesar apa manusia itu dapat menikmati kebahagiaan tersebut. Walau manusia itu kaya, walau jabatannya tinggi, dll, tetapi kalau ia tidak dapat menikmatinya, itu namanya bukan kebahagiaan. Saudara-saudara, ungkapan ‘berbahagia’ itu ditujukan tidak kepada semua orang, melainkan hanya kepada gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Wahyu 19 : 9 yang berbahagia adalah gereja Tuhan yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba, dan yang masuk ke dalam perjamuan kawin Anak Domba itulah yang disebut “mempelai perempuan Kristus”. Kemudian dalam Matius 5 : 3 ketika Tuhan Yesus memulai pembicaraan tentang berbahagia, pertama-tama ungkapan berbahagia itu ditujukan justru kepada orang miskin bukan kepada orang kaya. Secara logika hal ini mustahil, tetapi inilah firman yang telah dikatakan sendiri oleh Tuhan Yesus. Maka supaya kita dapat menikmati kebahagiaan itu, kita harus menempatkan diri dihadapan Tuhan sebagai orang yang tidak punya apa-apa, selalu bergantung harap kepada Kristus. Inilah kelebihan gereja yang menempatkan Kristus sebagai Kepala, menaruh harapannya secara sepenuh hanya kepada Kristus. Maka Tuhan Allah sebagai sumber kebahagiaan itu akan memberikan kesempatan supaya kita dapat menikmati kebahagiaan tersebut. Itu sebabnya kalau tidak jadi mempelai, tidak mungkin bisa menikmati kebahagiaan sebab mereka akan diserahkan ketangan antikristus. Memperta-hankan kebenaran diri sendiri berarti di dalam dirinya tidak ada kebenaran, dan kalau tidak ada kebenaran maka damai sejahtera atau kebahagiaan itu akan jauh dari hidupnya, demikian juga kasih karunia Allah akan jauh dari hidupnya.Saudara-saudara, kalau kita lihat firman Tuhan dalam Keluaran 33 : 12 - 23 ada empat (4) hal yang akan kita alami sebagai tanda kasih karunia Allah ada pada kita, yaitu :
1. ADA JALAN KELUAR (ayat 12 -13).
Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, di padang gurun, Tuhan Allah selalu memberikan jalan keluar kepada mereka. Inilah salah satu permohonan yang dimohonkan oleh Musa kepada Allah, supaya dalam segala perjalanan Allah selalu memberikan jalan keluar. Demikian juga dalam Kejadian 6 : 5 - 8, di tengah-tengah kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, Tuhan Allah memberikan kasih karunia kepada Nuh. Bukti Nuh mendapat kasih karunia, Tuhan Allah memberikan jalan keluar supaya Nuh membangun bahtera (ayat 13 - 17) dengan demikian ada jalan keluar dari kebinasaan. Bagi kita sekarang ini, satu-satunya jalan keluar supaya kita bisa selamat adalah menerima Yesus secara pribadi. Yohanes 14 : 6 Yesuslah satu-satunya jalan yang bisa membawa kita kepada keselamatan lewat kematian-Nya di kayu salib.
2. TUHAN BIMBING (ayat 14).
Kalau kita sudah mendapat kasih karunia di mata Allah, Dia sendiri yang akan memimpin/membimbing kita dan yang akan memberikan ketenteraman yang sangat kita perlukan, terutama dalam rumah tangga. Kalau tidak ada ketenteraman, maka rumah tangga itu akan hancur.
3. DISERTAI TUHAN (ayat 16 - 17).
Setelah Tuhan berjanji memberikan bimbingan dan ketenteraman, Musa memohon kembali supaya Tuhan Allah menyertai mereka. Sebagai bukti Tuhan menyertai mereka: selama dalam perjalanan di padang gurun Tuhan Allah berjalan bersama-sama dengan mereka, inilah bukti penyertaan Tuhan ada di tengah-tengah bangsa Israel.
4. MENDAPAT KEMULIAAN (ayat 18 - 23).
Setelah Tuhan Allah memberikan jalan keluar, dibimbing, disertai, Musa juga memohonkan kepada Allah, supaya Allah memperlihatkan kemuliaan-Nya kepada Musa. Kemuliaan itu menentukan apakah kita sudah layak disebut sebagai milik Kristus atau justru sebaliknya belum menjadi milik Kristus. Tuhan mem-berikan kemuliaan hanya kepada mempelai-Nya.


Minggu III Maret 2009

KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT

Saudara-saudara, pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia itu segambar dan serupa dengan Allah. Oleh sebab itu rencana Allah yang telah ada sejak dari semula itu tidak akan pernah berubah sampai sekarang, bahkan sampai Ia datang kembali. Dapat kita lihat dalam Kejadian 1 : 26 - 27 Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, baik laki-laki dan perempuan diciptakan segambar dengan Allah. Ayat 28 = karena manusia itu diciptakan segambar dengan Allah, mereka layak diberkati Allah supaya beranak cucu dan bertambah banyak, kemudian mereka layak menerima kuasa untuk menaklukkan bumi dengan segala isinya. Keturunan = sebagai berkat dalam rumah tangga, oleh sebab itu jangan sampai ada keluarga yang mencoba menunda-nunda atau menolak kehamilannya, apalagi sampai melenyapkan (=menggugurkan) kehamilannya. Hal ini jahat dimata Tuhan, saudara harus memperhatikan firman Tuhan ini. Kecuali karena sesuatu hal yang tidak memungkinkan lagi untuk hamil, atau mungkin juga karena keluarga berencana. Tetapi sayang manusia itu jatuh ke dalam dosa oleh kelicikan ular yang telah memperdaya perempuan, sehingga mereka harus kehilangan semuanya. Dosa itu membuat mereka harus kehilangan kemuliaan Allah, kehilangan pemeliharaan dan juga harus diusir dari taman Eden. Roma 8 : 28 - 30 firman Tuhan men-jelaskan kepada kita bagaimana rencana Tuhan sejak semula bagi manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa Allah ingin supaya kita membali kepada Tuhan.Setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa, Allah kembali melanjutkan rencana-Nya bagi kita, yaitu dengan cara “memanggil” supaya kembali kepada rencana-Nya yang semula. Untuk itu Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Allah, yaitu bagi mereka yang telah dipanggil sesuai dengan rencana Allah (ayat 28). Tujuan Tuhan memanggil kita : supaya kita mengalami tanda keubahan hidup, dari orang berdosa menjadi orang yang berkenan kepada Allah. Setelah kita dipanggil, Allah juga telah memilih kita untuk ditentukan dari semula menjadi serupa dengan gambaran, Anak-Nya, yaitu Kristus sebagai Kepala Jemaat. Jadi rencana Allah sejak dari semula itu adalah untuk menjadikan kita segambar dan serupa dengan Allah. Inilah gereja Tuhan yang layak jadi mempelai perempuan Kristus. Mengapa manusia itu harus mengalami tanda keubahan hidup?
Jawabannya: sebab darah dan daging tidak mendapat bagian dalam kerajaan sorga dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa, yaitu darah dan daging yang tidak mengalami tanda keubahan (lihat dalam 1 Korintus 15 : 50 - 53). Dan yang dapat mengubah hidup manusia yang dapat binasa ini supaya mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa adalah firman Tuhan, yaitu firman pengajaran. Sebab lewat firman pengajaran inilah dosa kita dibongkar, hidup kita disucikan sehingga kita dibaharui dari hari ke hari.Maka kalau kita lihat dalam Markus 2 : 21 - 22, Tuhan Yesus menjelaskan bagaimana kehidupan manusia yang tidak mengalami tanda keubahan, diibaratkan seperti secarik kain yang tua atau seperti kantong kulit yang tua. Ayat 21 = menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, kain penambal itu akan mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Baju yang tua ini berbicara tentang kehidupan yang tidak/belum mengalami tanda pembaharuan. Ayat 22 = mengisi anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, maka anggur itu akan mengoyakkan kantong kulit yang tua, sehingga anggur itu dan kantongnya kedua-duanya terbuang. Kantong kulit yang tua ini juga berbicara tentang kehidupan yang tidak/belum mengalami tanda pembaharuan. Satu-satunya jalan supaya bisa mengalami tanda pembaharuan : harus ada kerelaan untuk menanggalkan atau membuang segala sesuatu yang lama, yaitu sifat-sifat atau karakter yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kolose 3 : 5 - 12 menjelaskan kepada kita tentang pembaharuan yang dikerjakan oleh firman Tuhan:
* Ayat 5 - 6 = ada lima (5) hal dari luar yang harus dimatikan, yaitu : percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.
** Ayat 7 - 8 = ada lima (5) hal yang harus dibuang, yang najis dan yang tersimpan di dalam hati manusia, yaitu: marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut.
*** Ayat 12 = ada lima (5) hal yang harus kita kenakan, yang harus menjadi sikap dan perbuatan kita sehari-hari, yaitu: belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Jadi kehidupan yang sudah mengalami tanda keubahan itu ditandai dengan ada yang harus dimatikan dan ada yang harus dibuang kemudian ada yang harus dikenakan. Contoh kita bisa melihat Yohanes pasal 2, ini berbicara tentang pembaharuan yang dikerjakan oleh Yesus, yaitu pembaharuan dalam rumah tangga dan dalam hal ibadah. Maka dalam Yohanes psl 2 ini ada dua bentuk penampilan Kristus, yaitu: 1. Yohanes 2 : 1 - 11 = penampilan Kristus sebagai Kepala dalam rumah tangga, yaitu rumah tangga yang sudah mengalami pembaharuan yang ditandai dengan adanya sukacita karena anggur baru. 2. Yohanes 2 : 13 - 25 = penampilan Kristus sebagai Kepala dalam Bait Allah, yaitu Bait Allah yang sudah mengalami tanda pembaharuan. Bait Allah yang sudah mengalami tanda pembaharuan: beribadah tidak mencari untung, pelayanan juga tidak untuk mencari untung. Itu sebabnya Tuhan Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dengan semua kambing domba dan lembu, uang penukar-penukar dihamburkan ke tanah dan meja-meja dibalikkan. Tuhan Yesus tidak mau Bait Allah itu dijadikan menjadi tempat berjualan untuk mencari keuntungan, tetapi harus sungguh-sungguh sebagai tempat beribadah, sebagai rumah doa untuk memuliakan nama Tuhan Allah. Saudara-saudara, manusia itu memang masih punya daging dan darah, dan tidak ada seorangpun yang namanya manusia yang tidak punya darah dan daging. Sebab kalau tidak punya darah dan daging itu namanya bukan manusia, tetapi hantu. Tetapi sekalipun manusia itu punya darah dan daging yang tidak luput dari dosa dan kelemahan, kita beroleh kesempatan untuk diubahkan yaitu oleh darah dan daging Tuhan Yesus yang sama sekali tidak berdosa. Yohanes 1 : 1, 14 menjelaskna kepada kita, Yesus itu adalah firman/ Allah yang telah menjadi manusia, punya darah dan daging tetapi tidak berdosa. Yohanes 6 : 55 Yesus berkata: “Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.” Jadi Tuhan Yesus sudah menyediakan daging dan darah-Nya sebagai sarana untuk membaharui dan menyucikan darah dan daging kita supaya beroleh kesempatan tinggal di dalam Kristus. Setiap orang yang makan daging dan minum darah Yesus akan hidup (ayat 56 - 58). Efesus 4 : 20 - 21, cara Tuhan mengubah hidup kita yaitu lewat mendengar dan menerima/melakukan firman pengajaran. Karena itu dalam setiap ibadah yang menjadi fokus utama harus ada kesediaan untuk menerima firman pengajaran. Sebab lewat mendengar dan menerima firman pengajaran kita akan dibaharui dalam roh dan pikiran supaya dapat mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah, menjadi mempelai perempuan Kristus.



Minggu IV Maret 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Kristus sebagai Kepala jemaat adalah rahasia Allah yang terbesar, yang telah diungkap bukakan khususnya kepada jemaat-jemaat yang mau menguduskan dirinya. Kolose 1 : 25 - 27 rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan keturunan, sekarang telah dibukakan kepada orang-orang kudus-Nya. Itu sebabnya perjalanan untuk menempatkan Kristus sebagai Kepala jemaat sangat panjang, membutuhkan waktu dan pengorbanan yang sangat besar. Ibrani 3 : 6 Kristus sebagai Kepala jemaat, harus setia dahulu sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya. Sebelum Kristus ditempat kan sebagai Kepala, terlebih dahulu Ia harus setia sebagai Anak atau sebagai Hamba. Dan dalam proses Kristus sebagai Anak, Ia harus rela lahir sebagai manusia dan menjadi seorang hamba. Puncaknya: Ia harus mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Ini bukti Kristus setia sebagai Anak. Saudara-saudara, kalau kita lihat Matius 25 : 1 - 11 yang sanggup menyambut kedatangan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga adalah lima gadis yang bijaksana. Dari ayat ini dapat kita ketahui ada tiga (3) sikap yang harus kita miliki, yaitu:
1. Harus bijaksana.
2. Punya pelita yang menyala dan minyak dalam buli-buli.
3. Mempunyai sumbu.
Supaya pelita tetap menyala: minyak harus cukup dan harus ada sumbu yang siap untuk dibakar, yaitu rela menderita karena melakukan firman Tuhan.1 Petrus 4 : 12 - 13 supaya pelita kita tetap menyala, harus ada kerelaan menderita bersama-sama dengan Kristus walaupun penderitaan itu seperti nyala api siksaan yang datang sebagai ujian. Namun sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap bersukacita sesuai dengan bagian yang telah ditentukan oleh Kristus dalam penderitaan-Nya. Ujian itu sifatnya seperti nyala api siksaan, jadi sangat bertentangan dengan keinginan daging. Tetapi sekalipun demi-kian jika kita tetap setia dan tetap hidup di dalam kebenaran, kita akan bergembira dan bersukacita pada waktu Kristus menyatakan diri dalam segala kemuliaan-Nya. Salah satu kelengkapan yang harus kita miliki adalah minyak yang cukup. MINYAK adalah lambang Roh Kudus, supaya minyak bisa tetap melimpah kita harus banyak berdoa. Kita bisa melihat salah satu contoh supaya jangan sampai kehabisan minyak. 2 Raja-raja 4 : 1 - 7 ketika penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua anaknya menjadi budak orang lain, ada dua (2) sikap yang harus dilakukan, yaitu:
*masuk ke dalam rumah dan tutup pintu **sediakan bejana-bejana.
Maka perempuan itu melakukan tepat seperti yang dikatakan Elisa kepadanya maka penuhlah seluruh bejana yang telah disediakan tersebut. Kemudian Elisa berkata kepadanya: “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu” (ayat 7). Pertama-tama fungsi minyak: dapat membereskan segala hutang.HUTANG = berbicara hutang dosa, supaya dosa kita dibereskan harus menerima pekerjaan Roh Kudus. Minyak itu juga berbicara urapan dari Roh Kudus, kalau urapan Roh Kudus sudah turun, Ia sanggup melakukan perkara yang besar dan ajaib. Demikian juga dalam ibadah, kalau Roh Kudus sudah turun maka kita dapat merasakan kuasa Allah dinyatakan di dalam kita. Kalau kita lihat dalam ayat ini, fungsi minyak/urapan Roh Kudus itu adalah untuk membayar hutang dosa, untuk menutupi segala kekurangan dan juga untuk memelihara hidup kita. Maka supaya bejana bisa penuh dengan minyak sikap yang harus kita lakukan : masuk ke dalam kamar dan tutup pintu. Matius 6 : 6 Yesus juga mengajar murid-murid-Nya bagaimana berdoa yang benar. Yesus berkata: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” TUTUP PINTU = berbicara “berdoa & menyembah Tuhan”, tujuannya supaya jangan terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi atau keinginan-keinginan daging dan supaya jangan terpengaruh dengan dosa. Sebab kalau kita lihat Yakobus 4 : 3 ada doa yang tidak dijawab oleh Tuhan, tidak dijawab karena yang diminta (yang didoakan) itu hendak dipakai hanya untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri. Hal ini perlu kita perhatikan dengan baik-baik supaya doa kita dijawab oleh Tuhan.
SEDIAKAN BEJANA= berbicara siapkan diri atau buka hati supaya Roh Kudus masuk dan memenuhi hidup kita. Sebab kalau Roh Kudus sudah masuk, 2 Korintus 4 : 7 firman Tuhan mengatakan kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal bukan dari diri kita lagi tetapi dari Allah. Paulus sebagai rasul Kristus, mensejajarkan dirinya seperti bejana tanah liat yang di dalamnya sudah tersimpan harta rohani, yaitu firman Tuhan dan Roh Kudus. Karena itu sekalipun ditindas, namun tidak terjepit, habis akal, namun tidak putus asa, dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, dihempaskan, namun tidak binasa (ayat 8). Inilah pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita.Karena itu kalau kita lihat khusus Yohanes psl 2, ada dua (2) penampilan Kristus sebagai Kepala, yaitu:
1. Yohanes 2 : 1 - 11 = Kristus tampil sebagai Kepala dalam rumah tangga.
2. Yohanes 2 : 13 - 25 = Kristus tampil sebagai Kepala dalam bait Allah.
Ad. 1. Ketika terjadi perkawinan di Kana, ada yang disebut mempelai laki-laki, ada pemimpin pesta dan juga pelayan-pelayan. Tetapi ketika terjadi kekurangan anggur, mereka semua tidak dapat mengatasinya. Baik pemimpin pesta maupun mempelai laki-laki itu tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut. Tetapi karena Yesus ada di pesta itu, Dialah yang sanggup mengatasi masalah kehabisan anggur tersebut. Kuncinya lakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Karena pelayan-pelayan itu mau melakukan tepat seperti yang diperintahkan Yesus, maka Tuhan mengadakan muji-zat air menjadi anggur. Inilah mujizat pertama dan yang terbesar yang dilakukan Tuhan Yesus, dilakukan dalam rumah tangga. Anggur itu menunjuk sukacita karena Tuhan, ini modal dalam membentuk rumah tangga supaya rumah tangga itu dapat bertahan. Tidak ada seorangpun yang sanggup membuat rumah tangga nya berjalah dengan manis, kecuali Kristus. Karena itu sudah selayaknya Kristus kita tempatkan sebagai Kepala dalam rumah tangga kita.
Ad. 2. Sebagai Kepala dalam Bait Allah, Kristus yang berkuasa merombak dan membangun-nya kembali dalam tiga hari. Intinya: membawa tanda pembaharuan supaya Bait Allah itu benar-benar pada fungsinya sebagai rumah doa. Itu sebabnya ketika Tuhan Yesus melihat Bait Allah sudah berubah fungsi menjadi, Tuhan Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci. Tuhan Yesus tidak mau Bait Allah itu dijadikan sebagai tempat berdagang atau untuk mencari keuntungan. Pada zaman sekarang ini, gereja juga sudah banyak yang berubah fungsi, memang masih beribadah dan melayani tetapi tujuannya hanya untuk mencari keuntungan. Hal seperti ini tidak boleh terjadi dalam pembangunan tubuh Kristus, ibadah dan pelayanan itu harus berpusat hanya kepada Kristus. Apalagi pada saat-saat paskah, perhatian Tuhan Yesus sangat tertuju kepada Bait Suci, Ia rindu supaya kita benar-benar menempatkan Kristus sebagai Kepala jemaat.

Jumat, 06 Februari 2009

Buletin Februari 2009

Minggu I Februari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

“Kristus Adalah Penolong Tepat Pada Waktunya.”
Yesaya 54 : 6 bangsa Israel pernah punya pengalaman seperti seorang istri yang ditinggalkan suami dan bersusah hati. Tetapi kita patut kagum melihat kasih Allah kepada umat-Nya, walaupun umat-Nya itu telah meninggalkan Allah, namun Allah masih tetap memberikan kesempatan untuk memanggil mereka kembali dan memulihkan mereka supaya kembali menjadi umat Allah. Pengalaman bangsa Israel ini, merupakan gambaran perjalanan gereja Tuhan di akhir zaman ini kalau tetap hidup di dalam dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran juga akan ditinggalkan Tuhan. Tetapi Tuhan Allah akan kembali datang dengan kasih-Nya seperi kepada bangsa Israel, untuk mengangkat dan memulihkan keadaan umat-Nya. Walaupun mungkin keadaannya sudah hampir-hampir binasa, tetapi Kristus yang adalah Kepala jemaat, Mempelai Pria Sorga akan tampil dengan kasih-Nya yang setia untuk mengambil kita kembali dan memulihkan keadaan kita, supaya kembali menjadi milik Tuhan. Allah itu adalah Allah yang penuh kasih dan setia, kudus dan sempurna adanya, inilah sifat Allah yang tidak pernah berubah sampai kapanpun. Karena Allah itu adalah setia, kudus dan sempurna adanya, maka Ia sanggup memulihkan keadaan umat-Nya dengan cara mengangkatnya dari segala dosa, dikuduskan bakan sampai disempurnakan. Jika seandainya Allah itu tidak setia, tidak kudus dan tidak sempurna, maka sudah pasti Allah tidak mungkin bisa mengangkat umat-Nya yang telah jatuh ke dalam dosa. Maka kalau kita lihat dalam Ulangan 31 : 6 - 8 penampilan Kristus sebagai Kepala menampilkan diri-Nya sebagai “PEMIMPIN” yang memimpin umat-Nya supaya bisa sampai kepada tujuan. Suatu pernyataan yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah gemetar, sebab Tuhan sendiri yang akan berjalan di depan umat-Nya, Dia sendiri yang turun untuk menyertai mereka. Dalam ayat ini dapat kita lihat dengan jelas, bagaimana pertolongan Tuhan yang diberikan kepada umat-Nya tepat pada waktunya yang tidak membiarkan dan yang tidak meninggalkan mereka. Tetapi kalau kita lihat dalam Yesaya 63 : 7 - 9, Tuhan memberikan pertolongan tepat pada waktunya tidaklah kepada semua orang dan tidak kepada sembarang orang. Hanya kepada setiap orang yang sudah diakui sebagai “Umat Allah”, yaitu mereka yang tidak berlaku curang. Kemudian dalam Wahyu 21 : 2 - 3 yang dakui sebagai umat Tuhan itu adalah mereka yang sudah diangkat dan dibangun menjadi mempelai perempuan Kristus, dimana Tabernakel Allah sudah dibangun di dalam dirinya, kepada merekalah Tuhan mau memberikan pertolongan. Jadi yang diakui sebagai umat Allah dan yang layak dibangun menjadi mempelai perempuan Kristus adalah mereka yang tidak berlaku curang.Yesaya 30 : 9 - 11 yang disebut “anak-anak yang berlaku curang” adalah: *orang-orang yang suka memberontak, **suka bohong, ***enggan mendengar firman pengajaran, ****tidak suka akan penglihatan, *****lebih suka hal-hal manis dan semu, ******tidak suka mendengar tentang yang sempurna. Akibatnya : bagi mereka dosa itu akan seperti pecahan yang mau jatuh, dan kehancurannya datang dengan tiba-tiba dalam sekejap mata, tidak dapat tertolong lagi (ayat 13).
Karena itu kalau saudara-saudara rindu disebut sebagai anak-anak yang tidak berlaku curang, harus belajar berkata jujur dan jangan coba-coba menyimpan kebohongan. Kita harus mau mengakui di mana kita dilahirkan, siapa orang yang telah melayani kita. Demikian juga, kalau saudara rindu memiliki hidup : hiduplah di dalam kasih, teladani Kristus sebagai Kepala yang selalu setia dalam kasih-Nya. 2 Korintus 11 : 1 - 6 dalam pelayanan Paulus sebagai rasul Kristus, ia telah mempertunangkan jemaat itu kepada satu laki-laki untuk membawa jemaat itu sebagai perawan suci, dan laki-laki itu adalah menunjuk kepada Kristus sebagai Kepala jemaat.
Dari skema di atas dapat kita lihat bagaimana nasib orang-orang yang hidup di dalam firman kebenaran maupaun yang tidak hidup di dalam kebenaran. 1 Yohanes 3 : 11 - 14 model anak-anak Allah: meneladani sikap Habel hidup di dalam kasih, di dalam dirinya ada sifat Allah yang adalah kasih. Maka setiap orang yang mau meneladani sikap Habel akan memperoleh hidup yang kekal. Sedangkan model anak-anak iblis di dalam dirinya tidak ada kasih, tetapi yang ada adalah kejahatan, kecurangan dan pemberontakan terhadap kebenaran, yang berakhir kepada kebencian.Kain itu berasal dari sijahat, maka setiap orang yang mewarisi sifat Kain, di dalam dirinya tidak ada kasih terhadap saudara. Firman Tuhan mengatakan: “Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya” (ayat 15). Jadi jelas setiap orang yang meneladani sikap Kain, di dalam dirinya tidak ada hidup kekal, yang ada adalah maut, yaitu kematian selama-lamanya.
Karena itu suatu jaminan telah diberikan Tuhan Allah kepada umat-Nya, supaya layak mendapat pertolongan ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu: Yeremia 42 : 9 - 11 “tetap tinggal di negeri ini, jangan pergi ke Mesir untuk mencari pertolongan” artinya : jangan tinggalkan Ibadah dan penggembalaan yang benar untuk mencari pertolongan kepada dunia dan kepada manusia. Sebab setiap orang yang tetap tinggal di dalam penggem-balaan yang benar, inilah jemaat yang dijamin Tuhan mendapat pertolongan tepat pada waktunya. Firman Tuhan menjelaskan kepada kita, gereja yang jadi mempelai itu adalah mereka yang sudah ditebus dari tiga (3) hal, yaitu sudah ditebus dari dosa, sudah ditebus dari bumi /dunia dan sudah di tebus dari antara manusia (lihat Wahyu 5 : 9 - 10; 14 : 3 - 4). Benar-benar sudah terpisah dari cara hidup duniawi. Karena itu supaya kita layak disebut sebagai mempelai perempuan Kristus, kita harus mau dibangun menjadi tempat kediaman Allah. Kejadian 2 : 21 - 22 perempuan pertama ada karena dibangun sendiri oleh Allah dari tulang rusuk Adam. Arti kata “DIBANGUN” juga dipakai untuk membangun gereja yang mau jadi menjadi mempelai perempuan. Dapat kita lihat dalam Matius 7 : 24 -27 orang yang membangun rumahnya di atas batu disebut orang yang bijaksana sedangkan yang membangun di atas pasir disebut orang yang bodoh. Karena orang bijaksana ini mau mendengar dan melakukan firman Tuhan, walau datang angin, hujan dan banjir, imannya tetap kuat, tidak tergoyahkan. Gereja yang jadi mempelai itu adlah anak-anak atau jemaat-jemaat yang dibangun kero-haniannya dan terus bertumbuh ke arah Kristus sebagai Kepala hingga menjadi sama seperti Kristus dalam kekudusan dan kesempurnaan-Nya. Efesus 4 : 16, jemaat yang dibangun itu akan rapih tersusun dan diikat menjadi satu kearah Kristus sebagai Kepala, menjadi tubuh Kristus yang kudus dan sempurna.


Minggu II Februari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

“Kristus Adalah Penolong Tepat Pada Waktunya.”
Mengapa kita memerlukan pertolongan dari Tuhan tepat pada waktunya?
Matius 24 : 29 = sebab pada zaman akhir ini dunia akan mengalami goncangan yang sangat hebat. Digambarkan seperti matahari menjadi gelap, bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit. Inilah kegelapan yang paling gelap yang segera terjadi, kegelapan yang menimbul kan kekacauan dan penderitaan yang sangat hebat. Dalam kitab Kejadian 1 : 2 “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Dalam terjemahan baru dikatakan: “Bumi belum berbentuk dan kosong” sebenarnya dalam terjemahan lama dikatakan: “Bumi kacau balau” jadi kalau kegelapan menguasai bumi yang terjadi adalah kekacauan. Demikian juga kalau kegelapan dosa sudah menguasai dunia, maka yang terjadi adalah kekacauan. Setiap orang yang tidak hidup di dalam kebenaran, mereka akan mengalami goncangan yang hebat dan tidak akan tetap tinggal di dalam Tuhan. Matahari menjadi gelap, bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit. Sebenarnya ini menunjuk kepada pribadi Allah sendiri dan pekerjaan Allah yang tidak lagi menerangi hati manusia.
Matahari = Allah Bapa, kalau matahari menjadi gelap artinya manusia sudah kehilangan kasih Allah.Allah itu adalah kasih, jadi setiap orang yang sudah kehilangan kasih, Allah tidak lagi bekerja di dalam dirinya.
Bulan tidak bercahaya = Allah Anak, di dalam korban Kristus, tidak ada lagi rasa takut akan Tuhan, tidak ada lagi pertobatan karena tidak menghargai korban Kristus.
Bintang-bintang berjatuhan = Allah Roh Kudus, tidak ada lagi kesadaran atau yang menyadarkan manusia supaya mencari Tuhan.
Apabila pribadi Allah tidak lagi menerangi hati manusia dan apabila pribadi Allah tidak lagi beraktivitas di tengah-tengah dunia ini, saat itulah dunia ini mengalami goncangan yang hebat, dunia sepenuhnya dikuasai oleh setan dan antikristus. Dan jika iblis sudah menjadi penguasa tunggal di bumi, maka ia akan memberikan kekuasaan kepada antikristus untuk memaksa semua manusia supaya menyembah setan/iblis. Pada saat itu tidak ada seorangpun yang boleh menyembah selain setan, tidak ada seorangpun yang bisa beribadah kepada Allah. Wahyu 13 : 4 naga memberikan kekuasaan kepada binatang, naga itu menunjuk pribadi setan/ iblis, sedangkan binatang itu adalah antikristus. Mereka yang menyembah binatang itu kagum melihat perbuatan setan dan antikiristus tersebut seolah-olah tidak ada lagi yang seperti binatang itu. Pekerjaannya: membuat mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua yang diam di dalam sorga.Wahyu 13 : 7 = antikristus diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, yaitu gereja yang tidak jadi mempelai perempuan Kristus dan yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba. Orang-orang kudus yang tidak jadi mempelai itu sudah termasuk di dalamnya: jemaat-jemaat dan hamba-hamba Tuhan yang tidak masuk ke dalam kesempurnaan. Mengapa nama mereka tidak terdaftar di dalam kitab kehidupan Anak Domba? jawabannya: karena mereka tidak pernah mengalami kelahiran yang benar, belum lahir dari Allah atau belum lahir dari firman Tuhan. Sebab kalau kita lihat kembali dalam Mazmur 87 : 5 - 7, yang tercatat namanya dan yang diakui Allah adalah mereka yang sudah lahir di Sion. Pada waktu Tuhan menghitung dan mencatat bangsa-bangsa, Tuhan sendiri yang mengakui: “Ini dilahirkan di sana.” Yesaya 2 : 2 - 3 lahir di Sion sama dengan lahir dari firman Tuhan lahir dari firman pengajaran. Karena itu sebelum matahari, bulan dan bintang berubah menjadi gelap, ambil kesempatan dengan sebaik-baiknya, terima firman pengajaran dan alami kuasa kelahiran baru oleh firman Tuhan. Sebab jika matahari, bulan dan bintang sudah berubah menjadi gelap, dunia ini benar-benar berada dalam kekuasaan setan dan antikristus sehingga tidak ada kesempatan untuk bertobat. Tidak ada lagi kesempatan untuk mencari Tuhan, demikian juga tidak ada lagi pendeta yang menyampaikan firman Tuhan. Sekarang selagi masih ada kesempatan, datanglah dengan sungguh-sungguh terima firman pengajaran yang sanggup mengajar kita tentang kebenaran. Ibrani 12 : 5, firman Tuhan menekankan supaya jangan ada seorangpun yang menganggap enteng akan didikan Tuhan dan jangan putus asa apabila engkau diperingatkan. Sebab jika kita harus menanggung ganjaran, berarti Allah masih memperlakukan kita seperti anak. Ketika Tuhan memberi ganjaran, pertama-tama yang datang memang bukan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian apabila kita tetap setia, ganjaran itu akan menghasilkan “buah kebenaran” yang memberikan damai kepada orang yang dilatihnya (ayat 7 - 11). Saudara-saudara, kalau kita lihat kembali firman Tuhan dalam Yesaya 41 : 10, 13 - 14 Tuhan itu memberikan pertolongan tidak kepada semua orang, tetapi kepada Yakub yang disebut “Sicacing” dan kepada Israel yang disebut “Siulat”.
Cacing dan ulat adalah binatang yang menjijikkan, yang selalu dihindari orang, tetapi dapat mengambil tempat di tempat yang baik sehingga dapat mengalami perubahan. CACING = mengambil tempat di tanah yang subur, yang sangat berguna bagi tumbuh-tumbu-han. Kalau cacing sudah mengambil tempat di tanah yang subur, maka setiap tanaman yang di tanam di tanah yang subur itu pasti dapat bertumbuh dan dapat menghasilkan buah-buah yang banyak. ULAT = mengambil tempat di tempat yang banyak rumputnya, memakan rumput, kemudian mengalami perubahan dari ulat menjadi kepompong, dan dari kepompong berubah menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah dipandang mata. Yesaya 11 : 2 - 3 pekerjaan Roh Kudus ditengah-tengah manusia: untuk memberikan roh takut akan Tuhan. Tujuannya supaya di dalam diri manusia itu ada rasa takut akan Tuhan. Kemudian kalau rasa takut akan Tuhan itu sudah ada, sikapnya:
* Amsal 8 : 13 = yang takut akan Allah itu benci kejahatan, benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat dan mulut penuh tipu muslihat. Artinya dapat menjauhi segala sifat dan perbuatan-perbuatan kejahatan.
** Wahyu 14 : 7a = yang takut akan Allah dapat memuliakan Allah dengan mulutnya, dapat mengakui bahwa Allah itulah satu-satunya yang harus dipermuliakan.
*** Wahyu 14 : 7b = yang takut akan Allah itu dapat menyembah Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi. Kalau sudah ada Roh Kudus, maka Roh itulah yang mendorong kita untuk menyembah Allah dengan tepat dan benar.
Roma 8 : 28 salah satu pekerjaan Roh Kudus yang harus kita terima, Roh Kudus itu turut membantu kita dalam kelemahan kita dan kelemahan kita itu ialah kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Tetapi setelah Roh Kudus tinggal di dalam kita, maka Roh Kudus itulah yang menuntun kita dan membawa kita kepada penyembahan yang benar, mulut dan bibir kita dapat memuliakan & menyembah Allah dengan benar.

Minggu ke-III Februari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Pesta nikah Anak Domba : menjadi pengharapan tertinggi bagi gereja Tuhan, demikian juga menjadi mempelai perempuan Kristus harus menjadi fokus utama, menjadi tujuan tertinggi. Percaya kepada Tuhan, bertobat, dibabtis memang sudah bagus, demikian juga menjadi anak Tuhan atau menjadi sahabat Tuhan sudah bagus tetapi ini belum cukup, harus ditingkatkan lagi dengan masuk ke dalam penyucian dan pengudusan. Hidup kita ini harus dibawa kepada penyucian dan pengudusan supaya kita dapat di bawa kepada kesempurnaan, yaitu menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Inilah hubungan yang paling erat/dekat dengan Tuhan, suatu hubungan yang paling pribadi yang di dalamnya ada kehangatan cinta. Maka kalau berdoa, jangan hanya meminta supaya diberkati, jangan hanya meminta kesembuhan, dll, tetapi lebih dari pada itu, kita harus berdoa supaya Kristus, Kepala jemaat memberikan kehangatan cinta yang membuat kita bergairah mengasihi Tuhan. Matius 25 : 1 - 13 = lima gadis bodoh gagal masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba karena tidak mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Sebab setelah lima gadis bijaksana itu masuk, barulah kelima gadis bodoh itu mengetahui bahwa mereka sedang kekurangan minyak dalam buli-buli. Dan ketika mereka sedang sibuk mencari/membeli minyak, pada saat itulah pintu ditutup dan mereka pun tinggal diluar. Walau mereka datang kembali, tetapi sudah terlambat, Tuhan tidak mengenalnya. Ibrani 3 : 6, sebagai Kepala jemaat, Kristus tidak setia kepada semua orang, kesetiaan Kristus sebagai Suami ditujukan hanya di dalam rumah-Nya. Dan rumah-Nya itu ialah gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai. Yang diakui rumah Tuhan adalah jika sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus berpegang teguh kepada Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah, yaitu firman Tuhan yang mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Mempelai Pria Sorga. Dalam Perjanjian Lama rumah Tuhan itu disebut Tabernakel. Karena itu dalam membangun rumah Tuhan/ Tabernakel ada 4 (empat) poin yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. CONTOHNYA, Keluaran 25 : 8 - 9 untuk membangun Tabernakel pertama-tama yang harus diperhatikan ialah contohnya harus sesuai dengan contoh yang diberikan Tuhan kepada Musa. Kepada Musa, Allah berkata: “Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.” Demikian juga dalam hal membangun rumah rohani, supaya Kristus setia sebagai Kepala, kita harus menyesuaikan diri dengan contoh yang telah ditetapkan oleh Allah. Bangunan rohani itu contohnya dari sorga, bukan dari dunia. Pusatnya ialah Kristus harus menjadi contoh dan teladan kita.Pola ibadah dan pelayanan itu harus sepenuhnya mencontoh pola dari sorga, demikian juga nikah/ keluarga harus mencontoh pola dari sorga. Adam, manusia pertama diciptakan Allah dan perempuan yang dibangun oleh Allah itu sebenarnya harus menjadi contoh bagi kita tetapi karena ia lebih mendengar kata istrinya daripada mendengar firman Tuhan, maka ia gagal. Tetapi sayang contoh yang pertama itu gagal, nikah/keluarga mereka masuk ke dalam kutuk karena dosa mereka sendiri. Adam jatuh ke dalam dosa bukan karena telah digoda oleh iblis melainkan karena istrinya sendiri. Kejadian 3 : 17 menjelaskan Adam gagal karena lebih mendengar perkataan istrinya dari pada memperhatikan perkataan Tuhan. Istri itu bisa menjadi baik dan bisa menjadi penolong bagi suaminya, tetapi sebaliknya istri itu juga bisa menjadi istri yang jahat dan merusak rumah tangga nya karena membuka peluang kepada iblis. Karena Adam yang pertama itu gagal, maka Kristus tampil sebagai Adam yang akhir untuk memberikan contoh kepada kita jemaat-Nya (Roma 5 : 12 -14; 1 Korintus 15 : 45).
Di tengah-tengah penggembalaan, pertama-tama yang menjadi contoh adalah gembala jemaat. Dalam 1 Petrus 5 : 2 - 3 seorang gembala jemaat yang baik dan benar, tidak bermotifasi untuk mencari keuntungan pribadi, tetapi dengan pengabdian diri dan tidak dengan paksaan. Seorang gembala jemaat yang baik dan benar, harus bisa menjadi teladan bagi jemaat dalam imannya, dalam rumah tangganya maupun dalam sikapnya. Maka kalau seorang gembala jemaat sudah bisa menjadi teladan, akan menerima “MAHKOTA KEMULIAAN” yang tidak dapat layu dari Kristus yang adalah Gembala agung.
2. MELENGKAPI KEMAH SUCI .
Setelah ada contoh, segala perabotan dan perlengkapan untuk membangun kemah suci juga harus dilengkapi, termasuk di dalam kaitannya, papannya, kayu lintangnya, tiangnya dan alasnya, tudung dari kulit domba jantan yang diwarnai merah, tudung dari kulit lumba-lumba, tabir penudung, dsb. Keluaran 39 : 32 - 43 Orang Israel melakukannya tepat seperti yang diperintahkan.Ibrani 13 : 20 - 21 sebagai jemaat kita harus diperlengkapi dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak Allah, untuk mengerjakan di dalam diri kita apa yang berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus. Kristus sebagai Gembala Agung yang memperlengkapi jemaat dengan segala yang baik, Dialah yang sanggup memperlengkapi kita. 1 Tawarikh 29 : 17 - 19 setelah Daud mempersembahkan korban kepada Tuhan dengan sukarela dan tulus hati, dia berdoa dan memohon kepada Allah supaya Allah memeliharan kecenderungan hati umat Israel sehingga hati orang Israel tetap tertuju kepada Allah. Daud juga berdoa supaya Allah memberikan kepada anaknya Salomo, hati yang tulus untuk berpegang kepada segala perintah, peringatan dan ketetapan Tuhan, sehingga Salomo berhasil membangun/mendirikan bait Allah yang telah disediakan oleh Daud.
3. MENDIRIKAN (Keluaran 40 : 1 - 32). Setelah ada contoh, setelah ada perlengkapannya, barulah rumah Allah itu mulai didirikan/dibangun. Mendirikan bait Allah sangat erat kaitannya dengan pembaharuan, artinya supaya kita bisa disebut sebagai rumah Allah maka kita harus lebih dahulu mengalami pembaharuan yang dikerjakan sepenuhnya oleh firman dan Roh Kudus. Tabernakel itu dibangun pada hari pertama dari bulan yang pertama, ini berbicara tentang hidup yang sudah mengalami pembaharuan, dibaharui setelah menerima korban Kristus kemudian masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar.
4. ADA PENYELESAIAN (Keluaran 40 : 33 - 38).
Setelah kemah suci didirikan dengan segala perlengkapannya, tahap terakhir adalah penyelesaian. Tabernakel itu selesai dibangun tepat seperti yang diperintahkan Allah kepada Musa. Setelah Tabernakel itu selesai dibangun, barulah kemuliaan Tuhan turun memenuhi kemah suci. Bukti Rumah Tuhan itu selesai dibangun : ada kemuliaan Tuhan memenuhinya. Gereja Tuhan yang sudah selesai dibangun menjadi mempelai perempuan Kristus, akan dipermuliakan bersama dengan Kristus dalam pesta kawin Anak Domba. Maka dalam Wahyu 21 : 1 - 4, gereja Tuhan yang sudah selesai dibangun itu disebut: Yerusalem Baru, yang turun dari sorga, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yg berdandan untuk suaminya.

Minggu ke-IV Februari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Manusia itu pada dasarnya sudah berdosa kepada Allah sehingga tidak layak lagi menerima kemuliaan Allah. Dosa itulah yang membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23; 6 : 23). Untuk itulah Allah datang memberikan kasih karunia-Nya yang terbesar supaya manusia itu dapat diselamatkan, yaitu dengan jalan memberikan memberikan Kristus sebagai Kepala jemaat. Sebab dengan diberikannya Kristus sebagai Kepala, maka manusia itu beroleh kesempatan dilepaskan dari dosa dan maut. Firman Tuhan dalam Mazmur 49 : 8 - 10 mengatakan “Tidak ada seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya.” Dalam Perjanjian Lama, darah binatang yang pernah disembelih sebagai korban penghapus salah dan korban penghapus dosa, hanya merupakan bayangan dari korban Kristus yang telah mati di kayu salib sebagai korban penyelamatan. Darah Yesus yang telah tercurah di atas kayu salib itu merupakan korban untuk menghapus segala dosa dan pelanggaran kita di hadapan Tuhan, sehingga lewat korban Kristus, kita diperdamaikan kembali dengan Allah.
Dapat kita lihat dalam Efesus 1 : 22 firman Tuhan menjelaskan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Kristus itu telah diberikan kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada, satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita.Yesus Kristus diberikan kepada kita semua sebagai Kepala menjadi bukti Allah sangat mengasihi manusia, supaya dengan demikian Allah mengaru-niakan segala sesuatu (Roma 8 : 32). Jadi segala sesuatu yang telah diperbuat bangsa Israel untuk menghapus dosa dan kesalahan merupakan bayangan dari apa yang akan datang, sebelum Kristus diberikan kepada manusia sebab wujudnya ialah Kristus (Kolose 2 : 16 - 17). Tetapi setelah Kristus diberikan, kita diselamatkan bukan lagi oleh darah binatang, melainkan oleh darah Yesus.
Saudara-saudara, bicara tentang keselamatan bukanlah sesuatu yang biasa yang bisa ditawar-tawar, tidak perlu diragukan, sebab keselamatan itu benar-benar merupakan suatu kepastian. Setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus atau orang Kristen yang benar-benar sudah hidup dalam firman kebenaran, tidak perlu meragukan lagi tentang keselamatannya. Asal kita percaya dan mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, serta melakukan firman-Nya, maka keselamatan itu pasti menjadi milik kita. Ibrani 4 : 12, supaya kita bisa selamat, hanya ada satu nama yang bisa menyelamatkan, yaitu nama Tuhan Yesus Kristus. Maka kepada murid-murid, Yesus pernah bertanya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (Matius 16 : 13 - 20). Kepada Yesus, murid-murid menjawab, menurut orang banyak Yesus itu adalah Yohanes pembabtis, Elia, Yeremia atau salah seorang dari para nabi.Kalau kita lihat, dari semua pengenalan itu tidak ada seorangpun dari antara orang banyak itu yang dapat mengenal Yesus dengan tepat dan benar. Mereka belum dapat mengenal Yesus sebagai Kepala jemaat, ataupun sebagai Mempelai Pria Sorga. Karena itu Yesus bertanya kembali kepada murid-murid: “Tetapi apa katamu, siapakah Anak Manusia itu?” Maka Simon Petrus tampil dan menjawab: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mesias = Kristus) Jadi karena Petrus dapat menjawab dengan tepat dan benar, Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” (ayat 17) Ini berarti setiap orang yang dapat mengenal Yesus Kristus dengan tepat dan benar, sebagai Kepala atau sebagai Mempelai Pria Sorga, dimata Tuhan ia adalah orang yang berbahagia, Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan demikian. Karena itu, kalau sekarang kita sudah mengenal Kristus sebagai Kepala jemaat, ini merupakan kasih karunia Tuhan yang besar bagi kita, yang harus tetap kita hargai. Apalagi kalau Tuhan sudah memberikan firman pengajaran-Nya yang besar dan mulia, harus kita terima dengan baik dan tetap kita hargai. Sebab kalau kita lihat dalam Hosea 4 : 6 firman Tuhan menjelaskan setiap orang yang menolak pengenalan akan Tuhan akan binasa, sebab setiap orang yang menolak pengenalan akan Tuhan berarti ia menolak keselamatan. Dan kalau kita lihat ayat ini, praktek hidup yang menolak keselamatan itu adalah MENOLAK FIRMAN PENGAJARAN. Resikonya: bukan hanya diri nya saja yang ditolak Allah, tetapi anak-anaknya (=keturunan) juga akan ditolak Allah.
Yohanes 17 : 3 pengenalan yang benar : mengenal Allah sebagai satu-satunya yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus atau yang telah diberikan Allah sebagai jalan kesela-matan kepada semua orang. Kalau pengenalan kita sudah seperti di atas, maka Tuhan sendiri yang menjamin hidup kekal itu menjadi bagian atau milik kita, Tuhan akan memberikan hidup kekal kepada kita. Dan kalau kita mau mengenal Dia sebagai Kepala, maka Tuhan akan membangun kita menjadi sidang mempelai perempuan-Nya.Pada buletin Minggu yang lalu, kita sudah melihat ada empat (4) penampilan Kristus jika Ia datang dalam segala kemuliaan-Nya, yaitu : sebagai Hakim yang adil dan benar, sebagai Raja, sebagai Mempelai Pria Sorga dan sebagai Imam Besar Agung (Wahyu 19 : 1 - 16). Karena itu kalau kita lihat dalam Matius 25 : 31 - 46, kalau Tuhan Yesus datang dalam kemuliaan-Nya, maka akan ada dua (2) golongan jemaat, yaitu: GOLONGAN DOMBA & GOLONGAN KAMBING.
GOLONGAN DOMBA : menunjuk kepada orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh dan setia melakukan segala kehendak Allah disebut sebagai orang-orang benar. Setia digembalakan, setia dalam persekutuan dan setia dalam doa dan penyembahan. ESTER masuk ke dalam pengawasan yang terbaik dan karena tetap setia akhirnya ia berhasil dibentuk sehingga ia layak menjadi istri bagi raja Ahasyweros. Ini gambaran jemaat Tuhan, yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Berhasil kalau mau seperti Ester masuk ke dalam penggembalaan, setia beribadah dan melakukan segala kehendak Allah, akan menjadi mempelai perempuan Kristus. Kisah Rasul 20 : 32 Jemaat itu diserahkan kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia yang berkuasa membangun kita dan juga menganugerah-kan kepada kita bagian yang telah ditentukan bagi semua orang yang dikuduskan. Demikian juga sebagai jemaat Tuhan, kita harus diserahkan bukan saja kepada Tuhan tetapi juga kepada firman kasih karunia-Nya. Kasih karunia itu sangat perlu:
*Kejadian 6 : 8 = untuk mengatasi kegelapan dosa sebagaimana Nuh telah mendapat kasih karunia dimata Tuhan sehingga selamat dari air bah.
**Kisah Rasul 7 : 7 = untuk mengatasi masalah kelaparan, yaitu masa-masa yang sukar seperti sekarang ini.
***Wahyu 22 : 20 - 21 = untuk mempersiapkan kita menyambut kedatangan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga.
GOLONGAN KAMBING menunjuk kepada orang-orang Kristen yang tidak menghargai keselamatan, tidak setia beribadah dan digembalakan. Justru mereka akan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Orang-orang seperti ini disebut sebagai orang-orang terkutuk, tidak layak masuk ke dalam sorga.

Jumat, 02 Januari 2009

Buletin Januari 2009

Buletin Minggu I Januari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Pengkhotbah 4 : 9 - 12 “Berdua lebih baik dari pada seorang diri” inilah persekutuan yang benar berarti ada persekutuan yang satu dengan yang lain, persekutuan yang saling membutuhkan. Kalau ada yang jatuh ada yang mengangkat, kalau ada yang lemah ada yang menguatkan dan kalau ada yang susah ada yang menghiburkan. Sebaliknya kalau hanya seorang diri, ketika jatuh tidak ada yang mengangkat, ketika lemah tidak ada yang menguatkan atau ketika susah tidak ada yang menghiburkan. Ayat 11 : “Kalau orang tidur berdua, mereka akan menjadi panas” inilah persekutuan yang memberikan kehangatan, ada gairah/semangat dalam memuji Tuhan. ”Seorang dapat dialahkan/ dikalahkan” inilah akibat karena tidak berada di dalam persekutuan, tidak ada kekuatan dan tidak ada yang datang memberikan pertolongan. Mengapa bisa demikian? penyebabnya karena kasihnya dingin/tidak ada gairah. 1 Korintus 16 : 22 kalau tidak mengasihi Tuhan : terkutuk.
Dalam Yesaya 30 : 1, ada persekutuan yang salah yaitu : persekutuan yang menambah dosa, masuk ke dalam persekutuan tetapi dosanya bertambah karena tidak sesuai dengan firman Tuhan. Persekutuan yang menambah dosa adalah yang memasuki persekutuan yang tidak di dorong oleh Roh Kudus, disejajarkan dengan orang yang tidak taat kepada firman Tuhan. Orang yang tidak percaya kepada Tuhan dengan orang yang tidak taat kepada firman nasibnya sama, yaitu sama-sama dibakar di api neraka.Mungkin ada orang yang berkata: “Saya kan sudah percaya kepada Tuhan dan rajin ke gereja.” tetapi kalau saudara tidak taat kepada firman Tuhan, nasibmu masih sama dengan orang yang belum percaya kepada Tuhan. Misalnya: Saudara memang sudah percaya dan disebut orang Kristen, tatapi kalau masih mau makan darah, berarti saudara sedang melanggar firman Tuhan, melanggar apa yang dilarang oleh Allah. Inilah yang dikatakan dengan orang Kristen yang tidak taat kepada firman Tuhan, nasibnya tetap sama dengan orang yang belum percaya kepada Yesus. Ketidaktaatan itu akibatnya sangat fatal. Bangsa Israel ketika sedang dalam perjalanan di padang gurun menuju tanah Kanaan banyak yang mati ditewaskan sendiri oleh Allah karena ketidaktaatan mereka kepada firman Tuhan. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam 1 Korintus 10, bangsa Israel diangkat sebagai contoh untuk memperingat kan kita, gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini, supaya kita jangan mengambil bagian seperti yang telah mereka lakukan. Penyembahan berhala, melakukan hal-hal yang jahat, percabulan, mencobai Tuhan dan bersungut-sungut merupakan contoh ketidaktaatan yang harus kita buang dari hidup kita. Firman Tuhan sengaja mengangkat bangsa Israel sebagai contoh untuk memperingatkan kita yang hidup diakhir zaman ini. Ayat 11 : Tuhan tidak melihat karena banyaknya, tetapi melihat siapa yang taat kepada firman. Penampilan Kristus sebagai Kepala, dalam Perjanjian Lama penampilan-Nya ada di atas Tabut Perjanjian. Sebab disanalah Tuhan Allah menyatakan kemuliaan-Nya kepada Musa dan kepada bangsa Israel. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap dikendalikan oleh Tuhan, harus tetap berpusat kepada Kristus sebagai Kepala. Mengapa harus demikian? Sebab semua yang ada di dalam dunia ini akan mengalami goncangan, baik ekonomi, politik, dll, termasuk pekerjaan juga pasti mengalami goncangan. Dalam Perjanjian Lama, kalau kita lihat dalam perjalanan bangsa Israel, setiap kali mereka berpusat kepada Allah, mereka selalu berhasil dan selalu menang. Karena Tuhan menyertai mereka, tidak ada satu bangsapun yang tidak takut kepada mereka. Tetapi setiap kali mereka tidak berpusat kepada Allah, mereka selalu kalah, musuh selalu menghancurkan dan merampas mereka. Tidak mau diatur atau dipimpin oleh Tuhan sudah sama dengan melawan Tuhan. Ini yang membuat Tuhan tidak menyertai umat-Nya sehingga membiarkan mereka dikalahkan oleh musuh-musuhnya. Contohnya dalam 1 Samuel 4, pada zaman imam Eli sebagai imam di Israel, Tuhan Allah tidak lagi mengendalikan Israel sebab Israel telah berdosa terhadap Allah dan pada saat itu Tabut Allah telah dirampas oleh orang Filistin. Imam-imamnya pun tidak hidup dalam kebenaran, termasuk Hofni dan Pinehas yang bukan hanya cenderung kepada harta duniawi, tetapi juga berzinah dengan perempuan-perempuan yang melayani di Bait Allah. Inilah yang membuat kemuliaan Tuhan hilang atau lenyap dari Israel. Karena kemuliaan Allah telah hilang, walaupun mereka membawa Tabut Allah ke medan perang, mereka tetap saja kalah, imam Eli tewas lehernya patah, Hofni dan Pinehas juga tewas. Tetapi dalam 1 Samuel 7 : 2 - 14 setelah 20 tahun, bangsa Israel kembali kepada Allah dalam pimpinan nabi Samuel, mereka berbalik kepada Allah dan beribadah hanya kepada Allah saja. Dan dalam ayat 12 kemudian Samuel mendirikan Eben-Haezer yang artinya “Sampai disini Tuhan menolong kita”. Karena mereka sudah dikendalikan Allah, maka mereka dapat melepas kan diri dan mengalahkan orang Filistin.Karena itu sebagai Jemaat Tuhan, Kristus harus menjadi Kepala dalam hidup kita untuk memimpin dan mengendalikan kita. Dalam Kolose 1 : 15 - 20 firman Tuhan menjelaskan bagaimana keutamaan Kristus sebagai Kepala jemaat, Ialah yang sulung yang pertama bangkit dari antara orang mati sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu. Sebaliknya kalau tidak mambuat Kristus sebagai yang terutama, Ia akan cemburu dan kecemburuan Tuhan itu bagaikan api yang dapat menghanguskan segala sesuatu. Kata “cemburu” ini biasanya sering dipakai dalam hubungan suami istri. Seorang suami akan cemburu kalau istrinya tidak membuat suaminya lebih utama dari laki-laki lain, demikian juga seorang istri akan cemburu apabila suaminya membuat perempuan lain yang lebih utama. Demikian juga dalam hubungan antara Kristus dengan jemaat, karena Kristus adalah Kepala jemaat, Dialah suami bagi gereja-Nya, yang terutama dari segala sesuatu. Maka kita harus membuat Kristus lebih utama dari segala sesuatu supaya hidup kita dikendalikan sepenuhnya oleh Dia. Tahun 2009 sudah mulai kita jalani, tahun yang penuh dengan tantangan, dunia memprediksi tahun 2009 adalah tanah yang sangat sulit dalam segala bidang. Tidak ada jalan lain selain kita mendekatkan diri kepada Suami kita, yaitu Kristus, kita harus membuat Dia yang terutama dalam segala sesuatu. Bukti kalau kita sudah mengutamakan Kristus : kita tenang. Yesaya 30 : 15 firman Tuhan mengatakan: “Dengan tinggal diam dan tenang terletak kekuatanmu.” Kalau kita sudah tenang dan percaya kepada firman Tuhan, maka Tuhan akan menunjukkan kuasanya yang hebat dan besar. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 4 : 7 juga menekankan tentang ketenangan, supaya kita dapat berdoa kita harus tenang. Ibrani 13 : 5 - 7 berkat kalau sudah membuat Kristus lebih utama, dari pihak Tuhan: Tuhan tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan umat-Nya, dari pihak kita : kita dapat berkata “Tuhan adalah penolongku. Aku tidak akan takut.” Walaupun dunia dan seluruh kerajaan tergoncang, tetapi gereja Tuhan yang sudah mengutamakan Kristus tidak akan tergoncang lagi. Mengapa demikian? Karena Kristus yang adalah Kepala jemaat akan membela dan memelihara kita semua. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, tidak ada jalan lain selain mendekatkan diri kepada Kristus, mari kita membuat Kristus lebih utama dari segala sesuatu.


Buletin Minggu II Januari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Saudara-saudara, kalau kita lihat firman Tuhan dalam Yesaya 62 : 12 ada beberapa sebutan untuk gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai, yaitu : “Bangsa yang kudus”, “orang-orang tebusan Tuhan” dan puncaknya mempelai perempuan itu akan disebut: “yang dicari” atau “kota yang tidak ditinggalkan”. Mengapa demikian? karena Kristus sebagai Kepala sudah memenuhi dan mengendali kan seluruh kehidupan mempelai. Karena itu sekalipun dunia ini akan mengalami goncangan yang hebat, hanya gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai saja yang tidak mengalami goncangan. Sebagaimana telah dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 24 : 29 - 31 matahari akan menjadi gelap, bulan tidak bercahaya, bintang-bintang akan berjatuhan dan kuasa-kuasa langit akan goncang, semua bangsa akan meratap di bumi tetapi gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai itu tidak akan mengalami goncangan. Sebab justru sebaliknya gereja yang jadi mempelai itu tidak mengalami goncangan sebab sudah berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Inilah puncak penampilan gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai perempuan Kristus, seluruh hidupnya diterangi oleh terang kemuliaan Allah. Karena itu kalau kita lihat lebih dalam lagi dalam Yesaya 13 : 9 - 10, bagi orang-orang yang belum menempatkan Kristus sebagai Kepala, mereka pasti akan mengalami goncangan-goncangan yang besar.Kepada mereka akan datang waktunya matahari akan menjadi gelap, bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan. Ini berbicara tentang keadaan akhir zaman yang segera akan datang menimpa semua orang fasik atau orang-orang berdosa. Tujuannya untuk memperingatkan dan untuk menghukum setiap orang yang tidak percaya kepada Yesus dan yang selalu hidup berbuat dosa. Maksud Tuhan menggocang dunia ini adalah untuk membalaskan kejahatan orang-orang fasik dan untuk merontokkan kesombongan manusia (ayat 11). Karena itu mereka akan seperti kijang yang dikejar-kejar, seperti domba yang tidak digembalakan, mereka akan melarikan diri masing-masing ke negerinya (ayat 14). Dan yang lebih parah lagi dalam ayat 15 - 16 setiap orang yang didapati akan ditikam, setiap orang yang tertangkap akan rebah mati oleh pedang, bayi-bayi mereka akan diremukkan di depan mata mereka, rumah-rumah mereka akan dirampoki, dan istri-istri mereka akan ditiduri/diperkosa. Inilah akibat kalau tidak mau menerima firman pengajaran yang mengajarkan Kristus sebagai Kepala atau sebagai Mempelai Pria Sorga. Mereka tidak akan mengalami pekerjaan Kristus sebagai Kepala yang membela dan memelihara jemaat yang adalah tubuh-Nya. Satu-satunya yang mampu memelihara dan melindung kita pada akhir zaman ini hanyalah Tuhan Yesus Kristus, yang dapat kita kenal dlm firman pengajaran Mempelai Alkitabiah.1 Samuel 7 : 12 EBEN-HAEZER artinya adalah “Sampai disini Tuhan menolong kita” arti dari bahasa aslinya “Sampai sekarang Tuhan menolong kita.” Dalam 1 Samuel psl 4 & 5 pada zaman imam Eli, bangsa Israel pernah meninggalkan Allah, akibatnya walaupun mereka dekat dengan Eben-Haezer, mereka tetap saja kalah terhadap orang Filistin, Tabut Tuhan dirampas dan dibawa ketanah orang Filistin. Akibatnya kemuliaan Tuhan lenyap dari tengah-tengah mereka, imam Eli mati dengan batang lehernya patah, demikian juga dengan Hofni dan Pinehas dalam peperangan. Tetapi setelah Samuel menjadi imam, ia mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana, ia menamainya: “EBEN-HAEZER” yang artinya: “Sampai disini (=sampai sekarang) Tuhan menolong kita.” Jadi kalau kita sudah membuat Kristus sebagai Kepala yang mengendalikan hidup kita, maka kita akan dapat merasakan pertolongan-Nya yang begitu ajaib dan besar. Demikian juga dalam Ibrani 3 : 1 - 6, sebagai Kepala, Kristus disebut sebagai Rasul dan Imam Besar. Pekerjaan Rasul = untuk melayani jemaat-jemaat Tuhan, sebagai dalam perjalanan gereja mula-mula, pekerjaan rasul-rasul yang paling menonjol adalah untuk melayani dan menetapkan jemaat-jemaat supaya tetap di dalam Kristus Yesus. Pekerjaan Imam Besar = untuk memimpin jemaat-jemaat dan membawanya kepada hidup yang kekal. Dalam Perjanjian Lama yang disebut imam besar adalah Harun sebagai pemimpin bagi bangsa Israel dalam mempersembahkan korban kepada Allah. Kemudian dalam Ibrani 3 : 1 - 6 firman Tuhan menekankan khususnya kepada orang-orang kudus yang telah mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, kita harus memandang kepada Kristus sebagai Rasul dan Imam Besar yang telah kita akui, yaitu Yesus, yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya. Sebagaimana Kristus telah setia sebagai Anak mengepalai rumah-Nya demikian juga kita harus setia sebab rumah-Nya itu ialah kita sendiri. Khususnya pada akhir zaman ini, dimana dunia sedang mengalami goncangan yang hebat, tidak ada jalan lain yang dapat memberi pertolongan selain Kristus yang adalah Kepala.Pekerjaan Kristus sebagai Kepala dan sebagai Imam Besar yang dapat memberi pertolongan, dapat kita lihat dengan jelas dalam Ibrani 4 : 14 - 16. Kristus sebagai Imam Besar, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, justru sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai dan merasakan apa yang telah kita rasakan, hanya Ia tidak berbuat dosa. Tujuan utama Kristus tampil sebagai Imam Besar adalah supaya jemaat-jemaat yang adalah tubuh-Nya mendapat pertolongan tepat pada waktunya (ayat 16). Jadi kalau saudara ingin mendapat pertolongan tepat pada waktunya, baik itu dari malapetaka, dari penderitaan, dari sakit penyakit, dari segala cobaan iblis, tempatkanlah Kristus sebagai Kepala, sebagai Rasul dan sebagai Imam Besar, maka Ia akan tampil untuk memberikan pertolongan dalam segala perkara tepat pada waktunya. Inilah yang menjadi buktinya bahwa gereja yang sudah jadi mempelai itu adalah benar-benar bagaikan kota yang dicari atau bagaikan kota yang tidak ditinggalkan. Kristus yang adalah Kepala Jemaat akan tetap hadir untuk memberikan pertolongan. Yesaya 54 : 6 - 7 gereja yang jadi mempelai itu disebut sebagai cinta pertamanya Tuhan. Dahulu memang Tuhan pernah meninggalkan mereka karena berselingkuh dengan menyembah berhala, tetapi karena kasih sayang yang besar Tuhan mengambil mereka kembali dan menjadi-kannya sebagai mempelai perempuan. Dijelaskan dalam ayat 6 & 7 = karena Tuhan telah meninggalkan mereka, mereka seperti istri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati. Tetapi karena mereka adalah istri dari masa muda, hanya sesaat saja Tuhan meninggal kan mereka sebab dengan kasih sayang yang besar Tuhan mengambil mereka kembali. Inilah penampilan kasih Krtistus sebagai Mempelai Pria Sorga, yang memanggil mereka kembali untuk dijadikan sebagai istri-Nya. Yesaya 62 : 1 untuk Sion dan Yerusalem, Tuhan tidak dapat berdiam diri dan tidak akan tinggal tenang sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. Sion itu adalah menunjuk gereja Tuhan yang jadi mempelai perempuan Kristus, maka Tuhan tidak akan tinggal diam sampai sampai gereja-Nya itu terbentuk menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang sempurna. Wujudnya berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan dua belas bintang di atas kepalanya.


Buletin Minggu III Januari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Firman Tuhan dalam Ibrani 13 : 5 - 6 berkata: Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” Kristus akan tampil sebagai Penolong tepat pada waktunya apabila kita mau mendengar dan menerima firman Tuhan dengan baik. Setiap orang yang mau mendengarkan firman Tuhan dengan baik-baik, maka Tuhan sendiri akan berkata kepadanya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Dari ayat ini jelas kita lihat, Tuhan menampilkan diri-Nya sebagai Penolong tidak kepada semua orang, hanya kepada mereka yang sudah mendengar dan menerima firman Tuhan. Oleh sebab itu, pada saat dunia ini sedang mengalami goncangan yang hebat, masih ada yang tidak akan mengalami goncangan, yaitu: gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai perempuan Kristus. Mengapa tidak mengalami goncangan? karena Kristus sebagai Kepala akan tampil sebagai pembela dan pemelihara, tepat pada waktunya Ia akan tampil sebagai satu-satunya Penolong yang bisa melepaskan mempelai itu dari segala goncangan.
Kalau kita lihat dalam Yesaya 62 : 12 gereja yang sudah jadi mempelai itu disebut sebagai:
- bangsa yang kudus
- orang-orang tebusan Tuhan
- yang dicari
- kota yang tidak ditinggalkan
Dalam ayat ini dapat kita lihat, salah satu sebutan kepada gereja yang jadi mempelai itu adalah: KOTA YANG TIDAK DITINGGALKAN, ini menjadi bukti bahwa gereja yang sudah jadi mempelai perempuan Kristus itu tidak akan mengalami goncangan, sebab Kristus sebagai Kepala tidak akan pernah meninggalkannya. Karena itu, walaupun dunia ini mengalami goncangan yang begitu hebat, mempelai itu tidak akan tergoncangkan sebab Kristus selalu menyer-tainya. Wahyu 21 : 9 - 10, disini juga dijelaskan bahwa mempelai Anak Domba itu digambarkan sebagai kota yang kudus, Yerusalem yang turun dari sorga, sama dengan sebutan yang diberikan Tuhan kepada gereja yang jadi mempelai dalam Yesaya 62 : 12. Jadi berbicara tentang “kota yang tidak ditinggalkan” itu adalah berbicara tentang gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai perempuan Kristus. Yesaya 54 : 5 Tuhan Allah menampilkan diri-Nya sebagai Suami = kepala jemaat, kemudian dalam ayat 9 - 10 kasih Allah sebagai Suami itu dikatakan tidak akan beranjak dan perjanjian damai Tuhan tidak akan bergoyang. Suatu jaminan kepada kita, bahwa gereja yang sudah menjadi mempelai itu tidak akan mengalami goncangan. Disana dikatakan bahwa biarpun gunung-gunung beran-jak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia Tuhan sebagai Kepala tidak akan beranjak dari mempelai perempuan-Nya.Kasih setia Tuhan akan memimpin disetiap waktu dan pertolongan Tuhan akan tepat pada waktunya. Yesaya 24 : 1 - 20 merupakan suatu peringatan kepada semua orang, firman Tuhan telah menubuatkan tentang keadaan akhir zaman bahwa bumi ini akan dihancurkan. Tuhan akan menan-duskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya dan akan menyerak-kan penduduknya sehingga nasib rakyat sama dengan nasib imam(=nasib jemaat akan sama dengan nasib pendeta), nasib hamba akan sama dengan nasib tuannya, nasib hamba perempuan sama dengan nasib nyonyanya, dst. Ini merupakan suatu nubuatan firman Tuhan yang akan terjadi pada zaman akhir, menjelang kedatangan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Kemudian diulang lagi dalam Wahyu 6 : 12 - 17, ketika terjadi goncangan yang hebat itu, raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, orang-orang kaya, orang yang berkuasa, semua budak serta orang merdeka, mereka semua akan sama nasibnya sebab sama-sama akan melarikan diri karena tidak tahan melihat murka Anak Domba itu yang menggoncang dunia dengan goncangan yang begitu hebat. Jadi tidak ada satu orangpun yang tahan melihat apabila murka Anak Domba itu sudah ditumpahkan ke atas dunia ini. Karena itu pada zaman akhir ini pemisahan itu akan semakin nyata kelihatan, seperti domba dipi-sahkan daripada kambing atau seperti gandum yang dipisahkan daripada lalang. Orang-orang yang cinta kepada Tuhan dan yang mau menerima firman pengajaran mempelai akan nampak perbe-daannya dengan mereka yang tidak mau menerima firman pengajaran. Hal ini dapat kita lihat dalam Wahyu 11 : 1 - 2, dalam ayat ini dapat kita lihat ada tiga (3) yang akan diukur Tuhan, yaitu: BAIT SUCI ALLAH, MEZBAH & IBADAH. Khusus halaman/pelataran tidak disuruh untuk diukur sebab sudah diserahkan kepada antikris untuk menginjak-injaknya selama 3 ½ tahun. Setiap orang yang sudah percaya, sudah bertobat, sudah dibabtis dengan air dan Roh, tetapi kalau tidak meningkat kerohaniannya, masih diserahkan kedatangan antikristus. Tidak meningkat karena selalu menuruti keinginan dagingnya.Jangan heran kalau dalam Wahyu 13 : 7 antikris itu diperkenankan Tuhan untuk berperang melawan orang-orang kudus, dan akan mengalahkan orang-orang kudus tersebut. Jadi orang-orang kuduspun tidak menjadi jaminan selamat dari tangan antikris, harus meningkat jadi mempelai perempuan Kristus. Dalam 1 Yohanes 2 : 3 juga dapat kita lihat, kalau posisi kita masih anak-anak rohani saja, firman Tuhan berkata: “Belum nyata keadaan kita kelak.” artinya kalau tidak sampai jadi mempelai keadaannya masih dipertanyakan. Ada beberapa hal yang membuktikan kita sebagai orang yang sudah dewasa rohani, yaitu: hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, hidup di dalam doa dan penyembahan dan hidup di dalam firman pengajaran. Contoh: NUH, mendapat kasih karunia dimata Tuhan, diselamatkan dari air bah, karena ia adalah seorang yang benar, tidak bercela di antara orang-orang sezamannya dan bergaul dengan Allah (Kejadian 6 : 8 - 9). Kejadian ini menjadi satu contoh kepada gereja yang jadi mempelai, Tuhan sudah memberikan firman-Nya sama seperti Tuhan berfirman kepada Nuh untuk membangun bahtera. Supaya kita selamat dari antikris maka kita harus mau mendengar dan melakukan firman Tuhan, terima firman pengajaran yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Kepala Jemaat atau Mempelai Pria Sorga yang akan datang untuk menjemput mempelai-Nya. Gereja Tuhan yang jadi mempelai itu akan terhindar dari segala goncangan yang menimpa dunia ini, karena Tuhan sudah memberikan firman pengajaran-Nya. Dalam Mazmur 118 : 5 - 7, 17, kalau Tuhan sudah dipihak kita, Tuhan akan menolong, kita tidak akan mati tetapi hidup dan akan menceritakan perbuatan tangan Tuhan. Yang tidak mengalami kematian itu hanyalah gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai perempuan, Tuhan sendiri yang telah memberikan jaminannya: tidak akan mati. Kepada mempelai, Kristus akan tampil sebagai Kepala yang memberikan pertolongan supaya kita tetap hidup. Mazmur 118 : 13 disebelah kanan = berbicara posisi yang paling dekat dengan Allah, suatu hubungan yang paling dekat dan yang tidak terpisahkan lagi. Kemudian dalam Kolose 1 : 18 disebelah kanan Tuhan sama dengan yang lebih utama dari segala sesuatu. Demikianlah mempelai perempuan itu menjadi lebih utama dari yang lainnya.

Buletin Minggu IV Januari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

“Kristus Adalah Penolong Tepat Pada Waktunya.”
Akibat dosa : pertama-tama yang rusak adalah nikah/keluarga, yang mengakibatkan ‘saling mempersalahkan satu dengan yang lain, suami menyalahkan istri demikian sebaliknya istri menyalahkan suaminya. Adam melemparkan kesalahan kepada istrinya, hawa melemparkan kesalahan kepada ular. Dosa inilah yang menjadi pemisah yang memisahkan hubungan manusia dengan Allah, yang memisahkan suami dari istri, yang memisahkan istri dari suami, anak-anak dengan orang tuanya sendiri. Kemudian kalau kita lihat dalam Kejadian 11 : 1 - 9 akibat dosa, bahasa manusia menjadi kacau balau, yang satu dengan yang lain tidak bisa mengerti bahasa masing-masing. Kristus adalah satu-satunya pribadi yang dapat memberi pertolongan tepat pada waktunya. Yesaya 63 : 7 sebagai Penolong, Ia menjadi juruselamat semua orang khususnya bagi mereka yang tidak berlaku curang. Ia datang bukan hanya menebus, tetapi juga untuk mengangkat, kita diangkat karena sudah jatuh ke dalam dosa dan orang yang sudah jatuh itulah yang perlu diangkat. Selain mengangkat, Ia juga menggendong kita seperti seorang ibu yang menggendong anaknya dipangkuannya. Tuhan menggendong : merupakan wujud kasih sayang Tuhan yang ditunjukkan-Nya bagi setiap orang yang mengasihi Allah untuk menunjukkan Ia mau merawat serta mengasuh umat-Nya.Maka kalau kita lihat dalam Yesaya 63 : 7 - 9 ini ada dua jenis anak, yaitu anak-anak yang tidak berlaku curang dan anak-anak yang berlaku curang.
*Anak-anak yang berlaku tidak curang : menunjuk kepada orang-orang yang sudah lahir di Sion, yaitu yang sudah menerima firman pengajaran. Dalam Mazmur 87 : 5 yang lahir di Sion itu namanya sudah diakui oleh Tuhan, namanya disebut seorang demi seorang. Kemudian dalam Ibrani 12 : 22 - 23 nama yang sudah terdaftar di sorga itu disebut anak-anak sulung, nama benar-benar sudah diakui oleh Tuhan.
**Anak-anak yang berlaku curang : menunjuk kepada orang-orang yang tidak jujur, yang belum lahir dari firman pengajaran, belum lahir di Sion. Ini menunjuk kepada orang-orang Kristen yang belum bertobat, suka melakukan kejahatan, tidak suka beribadah dan tidak mau melakukan firman Tuhan. Keluaran 32 : 33 bangsa Israel pernah berlaku curang terhadap Allah dengan membangun anak lembu emas. Akibatnya Allah berkata kepada Musa : “Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.” setiap orang yang telah berdosa kepada Allah, nama mereka tidak diakui oleh Allah, tidak tertulis di dalam kitab kehidupan. Demikian juga dalam Matius 7 : 21 - 23, kepada orang berlaku curang Yesus berkata kepada mereka: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Mereka memang melayani Tuhan, bisa mengusir setan demi nama Yesus, bernubuat dan mengadakan banyak mujizat, tetapi nama mereka tidak diakui oleh Tuhan. Kecurangan yang mereka lakukan disamping melayani, bernubuat dan mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan Yesus, mereka juga melakukan kejahatan. Ini suatu kecurangan yang besar dimata Tuhan, sebab berlaku curang itu sama dengan melakukan kejahatan. Maka dalam Yesaya 63 : 10 sebagai akibat kalau tidak mau memperhatikan firman Tuhan, mereka akan memberontak dan mendukakan Roh Kudus Allah, Tuhan akan berubah menjadi musuh dan Ia akan berperang melawan mereka sendiri. Jadi kalau berlaku curang kepada Allah : Tuhan Allah akan menjadi musuh. Karena itu kepada umat Israel, dengan tegas Allah mengingatkan supaya umat Israel itu jangan pergi mengungsi, tetapi supaya mereka tetap tinggal di negeri, tetap tinggal di Yehuda. Maka Tuhan akan membangun mereka dan tidak akan meruntuhkan mereka, Tuhan Allah akan membuat mereka bertumbuh dan tidak ada yang dapat mencabut mereka dari pada Tuhan. Saudara-saudara, kalau kita lihat firman Tuhan dalam Yesaya 41 : 13, kepada umat-Nya, Allah berjanji akan memberikan pertolongan supaya jangan takut terhadap apapun, sebab Tuhan akan memegang tangan kanan mereka. Dalam ayat 14 : Tuhan memberikan pertolongan itu bukan kepada orang yang kuat sebaliknya Tuhan memberikan pertolongan itu justtru kepada orang yang kecil, orang yang lemah. Tuhan Allah menyebut Yakub hanyalah bagaikan cacing dan Israel hanya bagaikan ulat. Binatang yang lemah, yang dihindari orang tidak ada yang suka melihatnya. Tetapi kesanalah Tuhan menunjukkan perhatian-Nya untuk memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Tuhan itu mau memberikan pertolongan tidak kepada sembarang orang, tidak kepada orang yang menganggap dirinya hebat, mampu, kaya, Tuhan mau menunjukkan pertolongan-Nya hanya kepada mereka yang merasa tidak mampu hidup tanpa Tuhan dan karena itu mereka menyerahkan diri secara sepenuhnya kepada Kristus sebagai Kepala.Kepada sicacing Yakub dan siulat Israel, Tuhan tampil sebagai Penolong dan sebagai Penebus.
Sebagai Penebus = berbicara korban Kristus yang telah diberikan kepada semua bangsa untuk menebus mereka dari segala dosa dan pelanggaran. Puncak Kristus sebagai Penebus dapat kita lihat dalam Yesaya 54 : 5 sebagai Penebus = Ia menampilkan diri-Nya sebagai SUAMI atau sebagai Mempelai Pria Sorga bagi gereja-Nya. Jadi Tuhan mau menyatakan diri-Nya sebagai Suami, sebagai Kepala, atau sebagai Mempelai Pria Sorga yang memberikan pertolongan tepat pada waktunya hanya kepada orang-orang yang mau menganggap dirinya kecil, hina, menganggap dirinya tidak ada apa-apanya. Saudara-saudara, dalam kitab Daniel 9 : 24 Tuhan Allah telah menentukan “Tujuh puluh kali tujuh masa” bagi dunia ini untuk melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapus segala kesalahan, mendatangkan keadilan, untuk menggenapkan penglihatan dan untuk mengurapi Yang Maha Kudus. Tetapi dunia sekarang yang sedang kita tempati ini belum dihancurkan, masih digoncang saja dengan maksud supaya gereja Tuhan terbentuk dulu menjadi mempelai perempuan Kristus. Matius 24 : 3 - 14 tanda-tanda kedatangan Tuhan dan tentang tanda kesudahan dunia memang sudah mulai digenapi. Diantaranya tentang penyesatan, terjadinya peperangan, kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Semua ini menjadi tenda-tanda zaman akhir menjelang zaman baru. Tetapi sekalipun demikian, Tuhan belum mengijinkan puncak goncangan itu terjadi, dunia ini belum diijinkan untuk dihancurkan, mengapa demikian? karena gereja Tuhan masih di bumi ini, mempelai perempuan Kristus belum disingkirkan. Dalam 2 Tesalonika 2 : 6 dunia ini belum dihancurkan karena masih ada yang menahan, yaitu mempelai perempuan Kristus masih berada di bumi ini. Tetapi apabila mempelai itu sudah disingkirkan, saat itulah dunia ini diberikan kepada antikristus untuk menganiaya gereja yang tidak jadi mempelai dalam aniaya besar antikris selama 3 ½ tahun. Sebagaimana telah dikatakan dalam Wahyu 11 : 1 - 2 gereja yang jadi mempelai itu sudah masuk ke dalam ukuran Tuhan, sudah memenuhi syarat. Tetapi yang tidak masuk ukuran Tuhan akan diserahkan ketangan antikris selama 3 ½ tahun untuk dianiaya.

Kamis, 04 Desember 2008

Desember 2008 (Minggu)

Buletin Minggu I Desember 2008

MENGIKUT KRISTUS SEBAGAI KEPALA Seri-4

Sebagai jemaat Tuhan yang rindu diangkat pada kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya sebagai Mempelai Pria Sorga, kita sudah harus memiliki iman, harap dan kasih. Sebab dalam mengikut Kristus sebagai Kepala, kepada kita akan diperhadapkan banyak rintangan sama seperti murid-murid pernah diperhadapkan kepada banyak rintangan. Murid-murid bisa melewati semua rintangan itu karena Kristus ada menyertai mereka, mengajar supaya murid-murid itu benar-benar punya iman, harap dan kasih. Demikian juga supaya kita bisa melewati semua rintangan yang datang bahkan pada zaman akhir ini rintangan itu akan semakin besar, supaya kita bisa melewatinya dan supaya kita bisa menang, kita juga harus berhasil punya iman, harap dan kasih. Sebab apabila seseorang itu hidup tanpa iman, harap dan kasih, ketika datang pencobaan maka ia akan undur dari Tuhan dan tidak akan pernah mengalami kemenangan demi kemenangan, imannya akan goyah, hilang pengharapan dan hatinya pasti lemah. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, seharusnya kita sudah punya iman, harap dan kasih, dan kasih itu adalah perekat yang paling kuat untuk tetap mengikat kita dengan Allah walaupun sedang mengalami banyak penderitaan. Puncak pengikutan kita kepada Kristus sebagai Kepala : kita harus hidup di dalam kasih. Kidung Agung 8 : 6 - 7, firman Tuhan menjelaskan cinta (=kasih) itu seperti meterai, kuat seperti maut, nyalanya seperti nyala api Tuhan.Saudara-saudara, pada waktu pesta perkawinan di Kana ada yang disebut kepala rumah tangga dan juga pemimpin pesta tetapi mereka tidak dapat menjamin pesta perkawinan itu berjalan dengan baik. Dalam Yohanes 2 : 1 - 11 ini ada tiga yang disebut kepala, yaitu : pemimpin pesta, yang nikah, dan Yesus. Pemimpin pesta juga disebut kepala, yang menikah juga disebut kepala, tetapi kemampuan mereka terbatas, sebab sukacita dalam pesta itu hanya tahan sebentar saja, mereka tetap dalam masalah yang besar. Supaya pesta di Kana ini bisa tertolong, mereka harus mau menerima Yesus sebagai Kepala/Pemimpin. Untuk menolong perkawinan di Kana ini, Maria, ibu Yesus berkata : “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu” Maria tahu apa mereka kehabisan anggur dan perlu segera ditolong. Langkah pertama supaya perkawinan di Kana ini tertolong : lakukan apa yang difirmankan Tuhan (ayat 5). Maka Yesus berkata kepada pelayan-pelayan : “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” supaya mujizat terjadi, pelayan-pelayan itu harus mau melakukan apa yang diperintahkan Yesus yaitu mengisi tempayan-tempayan itu penuh dengan air. Arti enam tempayan = angka enam adalah angka penciptaan, jadi untuk menolong rumah tangga yang akan kehabisan air anggur, harus kembali kepada firman penciptaan. Artinya : harus percaya bahwa Tuhan Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan kekuatan-Nya yg besar (Yer 32 : 17).Firman penciptaan itu adalah Tuhan Allah adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan firman-Nya.
**Mengisi tempayan penuh dengan air yang disediakan untuk pembasuhan = berbicara kepada firman Tuhan yang sanggup membasuh manusia dari segala dosanya supaya disucikan atau dikudus kan. Efesus 5 : 26 - 27 kita dimandikan dengan air dan firman, fungsinya : untuk membasuh segala dosa supaya kita bisa ditempatkan dihadapan Tuhan sebagai jemaat yang cemerlang tanpa cacat atau kerut dan supaya kita bisa menjadi jemaat yang kudus dan tidak bercela. Inilah yang dimaksud dengan jemaat yang sempurna layak menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Setelah keenam tempayan itu diisi penuh dengan air, Yesus mengadakan mujizat : AIR MENJADI ANGGUR, tidak semua air bisa menjadi anggur, hanya tempayan yang telah diisi penuh dengan air. ANGGUR ini berbicara sukacita dalam rumah tangga, jadi Tuhan Yesus tidak sembarangan menolong nikah/keluarga, hanya nikah/keluarga yang mau mengisi hidupnya dengan air penyucian yaitu dengan firman Tuhan.
Dan yang layak menerima anggur sukacita ini tidak lah semua orang, hanya orang-orang yang telah pulang dan berada di SION, pulang dengan sorak-sorai, dengan sukacita abadi. Ini dikatakan firman Tuhan dalam Yesaya 35 : 8 - 10, kalau firman penyucian sudah diterima : maka akan ada jalan raya, yang disebut jalan kudus, orang-orang yang tidak tahir (yang belum dibasuh dengan air firman) tidak akan melintasinya, orang-orang pandirpun tidak mengembara di atasnya. Mengapa harus di Sion? karena Sion itu adalah tempat firman pengajaran, jadi setiap orang yang telah menerima dan melakukan firman pengajaran, merekalah yang layak berada di Sion. Demikian juga dalam Yoel 2 : 23 - 24, kalau kita sudah berada di Sion akan ada sorak sorai dan sukacita yang besar karena Tuhan Allah telah memberikan hujan pada awal musim dan hujan pada akhir musim. Di Sion ada gandum, ada anggur dan juga minyak yang sangat dibutuhkan oleh gereja Tuhan supaya berhasil dijadikan menjadi gereja Tuhan yang kudus dan sempurna, menjadi mempelai Kristus.Demikian juga dalam Yesaya 25 : 6, di gunung Sion Tuhan Allah menyediakan suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar. Di gunung Sion ini, Tuhan Allah akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada semua bangsa. Semua bangsa akan berkabung, tetapi Sion tidak akan berkabung. Bahkan dalam ayat 8 : Tuhan Allah akan meniadakan maut untuk seterusnya.
Kalau tidak menerima firman penyucian, maka nasibnya akan sama seperti keturunan Kain. Kain, setelah membunuh adiknya, sebenarnya masih diberi kesempatan oleh Tuhan dengan menaruh tanda supaya jangan dibunuh oleh siapapun yang bertemu dengan dia. Tetapi Kain tidak mau memperhatikan firman Tuhan, tidak mau melakukan apa yang dikatakan Allah, sebaliknya ia malah pergi dari hadapan Tuhan dan menetap di tanah Nod, disebelah Timur Eden. Dalam Kejadian 4 : 17 - 26 karena Kain pergi dari hadapan Tuhan dan menetap di tanah Nod, pekerjaan keturu-nannya adalah mendirikan/membangun kota.
YABAL : menjadi bapa orang yang diam di kemah = ahli dalam hal membangun, YUBAL : menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling = ahli dalam hal dunia hiburan, TUBAL KAIN : menjadi bapa semua tukang tembaga dan tukang besi = ahli dalam hal membuat senjata. Jadi keturunan Kain ini adalah orang-orang yang ahli dalam berbagai bidang, ahli dalam membangun/kontraktor, ahli dalam dunia hiburan dan ahli dalam hal membangun kota. Tetapi sayang, dari semua keturunan Kain ini tidak ada seorangpun yang selamat dari air bah, semua mati dibinasakan Allah. Dan memang sekarang ini, dunia sedang sibuk dalam hal membangun sama seperti keturunan Kain, banyak orang-orang pintar yang muncul. Tetapi sekalipun demikian, kalau tidak menerima firman penyucian, manusia itu akan sama nasibnya seperti keturunan Kain, dibinasakan pada waktu Tuhan Yesus Kristus datang kembali. Setiap orang yang tidak mengalami penyucian, tidak akan mengalami sukacita Mempelai sebaliknya akan mengalami ratap dan tangis. Karena itu supaya kita benar-benar layak disebut sebagai mempelai perempuan Kristus, kita harus menerima firman penyucian yagn penampilannya sama seperti air yang dipakai untuk pembasuhan kaki. HALELUYA!

Buletin Minggu II Desember 2008

MENGIKUT KRISTUS SEBAGAI KEPALA Seri-5

Puji Tuhan! Pada kesempatan ini firman Tuhan masih tetap bertemakan : “Mengikut Kristus Sebagai Kepala” dan sudah sampai pada seri yang ke-5. Sebagaimana telah kita lihat bahwa mengikut Kristus sebagai Kepala, kita akan diperha-dapkan kepada berbagai-bagai rintangan yang berat. Salah satu yang akan kita hadapi adalah gelombang yang mencoba menghantam perahu kita. Tetapi Yesus sudah memberikan firman-Nya sebagai kekuatan supaya kita jangan takut dan gentar, yaitu : “DIAM! TENANG!” (Matius 8 : 28 - 34, Markus 4 : 35 - 41). Artinya : ketika kita sedang menghadapi rintangan yang datang bagaikan gelombang yang besar, kita harus tetap diam dan tenang. Hal ini dapat kita lihat juga dalam Yesaya 30 : 15 firman Tuhan mengatakan: “Dengan bertobat dan tinggal DIAM kamu akan diselamatkan, dalam tinggal TENANG dan percaya terletak kekuatanmu.” Jadi jelas dalam menghadapi berbagai-bagai rintangan hidup, kita harus tetap diam dan tenang, tetap bergantung harap sepenuh kepada Kristus.
Saudara-saudara, kalau kita lihat khusus 9 : 35 - 38 salah satu syarat supaya kita bisa mengikut Kristus sebagai Kepala kita harus mengikut Kristus dengan iman dan doa. Maksudnya sebagai jemaat Tuhan, kita harus memiliki iman dan tetap di dalam doa. Karena itu fokus doa kita jangan hanya berfokus kepada perkara-perkara yang jasmani saja, lebih dari itu kita juga harus berdoa supaya kita bisa tetap berada di dalam penggembalaan yang benar.Ada tiga (3) hal yang sangat perlu kita doakan, yaitu: *Supaya dosa kita dihapuskan, **Supaya segala kelemahan kita diangkat dan ***Supaya kita bisa tergembala dengan baik. Kita harus tahu, yang bisa menghapus dosa kita, yang bisa mengangkat segala kelemahan kita hanyalah Kristus yang adalah Kepala jemaat, Dialah Gembala Agung yang menggembalakan kita dengan aman dan tenteram. Ini bisa kita dapatkan kalau kita sudah mengikut Kristus dengan iman dan doa.
Kalau kita periksa kembali Matius 9 : 35 - 38, ketika Tuhan Yesus berkeliling kesua kota dan desa dan mengajar di rumah-rumah ibadat, ada dua hal yang sangat diperhatikan Tuhan, yaitu :
1. Yesus melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Penyakit yang paling parah bukanlah penyakit jasmani, tetapi penyakit yang timbul karena dosa dan pelanggaran. Sebab penyakit dan kelemahan yang timbula karena dosa ini tidak dapat disembuhkan oleh siapapun kecuali oleh karunia Tuhan saja. Apalagi yang namanya kelemahan, tidak ada seorangpun yang dapat mengangkatnya, kecuali hanya Yesus saja, Kristus yang adalah Kepala jemaat.
2. Menyelamatkan domba-domba yang lelah karena tidak tergembala.
Setiap orang yang masih tetap hidup di dalam dosa, dosa itulah yang membuat manusia menjadi terlantar bahkan tersiksa sebab jauh dari Tuhan. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Mazmur 107 : 17 - 20, disana dikatakan : ada orang-orang yang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka, bahkan posisinya sudah dekat pada pintu gerbang maut. Inilah yang dimaksud dengan domba-domba yang lelah dan terlantar yang diakibatkan karena tidak tergembala. Cara hidup orang yang terlantar : sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalannya sendiri (Yesaya 53 : 6 - 7). Dan kalau tidak mau digemba-lakan nasibnya akan sama seperti domba yang meluncur ke dunia orang mati, akan digembalakan oleh maut(Mazmur 49 : 15). Dan yang lebih parah lagi, setiap orang yang tetap hidup di dalam dosa dan pelanggaran-pelanggaran, menurut firman Tuhan dalam Filipi 2 : 1 - 2 sudah mati . Untuk itulah Kristus harus menjadi Kepala dalam hidup kita, sebab hanya Dia saja yang mampu mengangkat segala dosa dan kelemahan kita. Efesus 5 : 25 - 27 bukti pekerjaan Kristus sebagai Kepala : Ia akan menguduskan dan menyucikan kita dengan memandikan kita dengan air dan firman. Tujuannya : supaya kita bisa menjadi jemaat yang cemerlang, tanpa cacat atau kerut, menjadi jemaat yang kudus dan tidak bercela. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, doa kita jangan hanya berfokus kepada berkat-berkat jasmani saja, tetapi fokuskan dirimu supaya disucikan oleh firman Tuhan. Memang kita perlu berkat jasmani, tetapi ingat bukan itu tujuan utama dalam mengikut Kristus. Sebab kalau sudah disucikan dari segala dosa dan pelanggaran, kitalah yang layak diberkati oleh Tuhan. Sebab hidup dalam kesucian itu besar berkatnya. Jangan takut walaupun iblis mencoba mengintimidasi hidupmu, ingat bahwa segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan dan milik Tuhan. Walaupun iblis pernah mencobai Yesus dan menawarkan seluruh dunia ini kepada-Nya, Yesus tidak tergiur, sebab semua isi dunia ini adalah ciptaan Tuhan sendiri. Kita harus bisa meyakin diri bahwa Kristus yang adalah Kepala pasti akan memberkati kita.Saudara-saudara, penyakit yang tidak bisa disembuhkan yang diakibatkan oleh dosa dan pelanggaran adalah dosa yang tidak disadari. Sebab kalau kita lihat dalam 1 Yohanes 5 : 16 - 17, firman Tuhan menjelaskan ada dua (2) jenis dosa, yaitu : dosa yang mendatangkan maut dan dosa yang tidak mendatangkan maut. Dosa yang mendatangkan maut adalah dosa yang tidak cepat-cepat disadari, sudah berdosa kepada Tuhan tetapi tidak segera meminta ampun kepada Tuhan. Akibatnya sekalipun hidup, sekalipun bisa beraktivitas tetapi dimata Tuhan sudah mati (Efesus 2 : 1 - 2). *Contoh yang tidak menyadari kesalahannya : SAUL, berulang-ulang ia jatuh ke dalam kesalahan, melanggar firman Tuhan tetapi ia tidak pernah menyadari kesala-hannya. Akibatnya ia dipecat oleh Tuhan sebagai raja Israel dan matinyapun bunuh diri. Dosa yang tidak mendatangkan maut adalah : dosa/ kesalahan yang segera disadari dan cepat-cepat mohon ampun kepada Tuhan Allah. Walaupun sudah berdosa kepada Tuhan, tetapi kalau cepat-cepat disadari dan mohon ampun kepada Tuhan maka dosa itu tidak akan mendatangkan maut sebab dosanya sudah diampuni. Mengapa dosa itu bisa disadari? karena tegoran dari Tuhan dan karena diingatkan oleh Roh Kudus, atau bisa saja karena pukulan atau cambukan yang datang dari Tuhan sehingga cepat-cepat sadar dan berbalik kepada Tuhan. Contoh orang yang cepat-cepat menyadari kesalahannya : DAUD, memang pernah jatuh ke dalam dosa tetapi tidak berlama-lama dalam kesalahannya. Sebab setelah ia berdosa kepada Tuhan, ia cepat-cepat sadar dan menyesali segala perbuatannya, ia langsung merendahkan dirinya dan memohon ampun. Karena sikap dan perbuatannya ini, maka Tuhan mengampuni dosanya dan memulihkannya kembali. Daud tidak mati dalam dosanya berbeda dengan Saul yang mati dalam dosa. Karena itu kalau kita lihat dalam Ibrani 12 : 7 - 11 penampilan Kristus bagaikan seorang Bapa yang menghajar anak-Nya untuk mendatangkan kebaikan, tujuannya supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Oleh sebab itu jangan menunggu sampai hari penghakiman, segala jenis kesalahan harus cepat-cepat disadari, mohon pengampunan supaya dosa itu jangan sampai mendatangkan maut. Kristus sebagai Kepala bersedia mengangkat segala dosa kita.

Buletin Minggu Ke III Desember 2008

“NATAL YANG MEMBAWA PEMBAHARUAN”
Seri ke-2

Pada NATAL yang pertama, ketika Yesus dilahirkan, Ia diperkenalkan bukan hanya sebagai Juruselamat saja, tetapi juga sebagai Gembala, sebagai Mesias, sebagai Raja yang puncaknya sebagai Mempelai Pria Sorga. Sebagai Gembala, Yesus harus lahir di kandang domba, tempat penggembalaan. Ini berarti NATAL itu tidak boleh lepas dari penggembalaan, sebagai jemaat Tuhan kalau kita rindu mengalami keselama-tan, kita harus tetap berada di dalam penggembalaan yang benar supaya Yesus benar-benar menyatakan diri-Nya kepada kita. Bukti Yesus lahir di dalam penggembalaan : Lukas 2 : 6, 7, 12 ketika Yesus lahir Ia dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan di dalam palungan. PALUNGAN = adalah tempat peristirahatan dan tempat yang aman bagi domba-domba, sebab disana ada rumput yang menjadi makanannya. Demikian juga bagi kita sekarang, penggembalaan itu adalah tempat yang paling aman, tempat yang memberikan ketenangan bagi jiwa kita. Yang dapat disebut sebagai jemaat bukanlah semua orang percaya, tetapi hanya mereka yang mau digembalakan. Kalau ada orang mengaku sebagai orang Kristen tetapi tidak hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, ia adalah domba yang sedang tersesat, tidak ada yang memelihara dan memimpin hidupnya. Hal ini dapat kita lihat dalam 1 Petrus 2 : 25, seseorang itu kalau belum kembali kepada Yesus sebagai Gembala yang baik, dikategorikan seperti domba yang sesat.Mengapa sesat? karena selalu mengikuti jalannya sendiri, percaya kepada dirinya sendiri (Mazmur 49 : 14 - 15). Saudara-saudara, berita tentang kelahiran Tuhan Yesus sebagai Gembala, pertama-tama dan yang paling teristimewa diberitakan adalah kepada para gembala-gembala (Lukas 2 : 8 - 20). Ketika Yesus lahir sebagai Gembala : ada sukacita yang besar, termasuk para malaikatpun bersukacita dengan lahirnya Yesus sebagai Gembala. Lukas 2 : 13 - 14 sejumlah besar bala tentara sorga turut serta memuji Allah, walaupun sebenarnya mereka tidak perlu akan keselamatan, tetapi mereka juga turut atas lahirnya Yesus sebagai Gembala. Seharusnya kita sebagai jemaat Tuhan harus bisa lebih bersukacita lagi daripada para malaikat tersebut, sebab Yesus lahir sebagai gembala bukan untuk para malaikat melainkan untuk kita, orang berdosa yang perlu diselamatkan. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus menghargai ibadah dan penggembalaan, kita harus tetap hidup dengan setia di dalamnya. Demikian juga dalam Matius 9 : 35 - 38, ketika Yesus berkeliling kesemua kota dan desa, IA melihat orang banyak, lalu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Kalau kita lihat dalam ayat ini, penggembalaan itu sangat erat kaitannya dengan sukacita seperti musim panen atau masa panen.Kalau belum kembali ke dalam penggembalaan, belum bisa disebut sebagai jemaat. Maka dalam Matius psl 9 ini, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya supaya berdoa meminta supaya Tuhan mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. NATAL itu bagaikan sukacita karena musim menuai/panen, sukacita yang besar yang tidak ada bandingannya sebab di dalamnya cukacita karena Tuhan. Panen di Mesir itu berbeda dengan panen di Israel, Ulangan 11 : 13 - 21 panen di Israel Tuhan sendiri yang memberi hujan awal dan hujan akhir, dalam hal ini pekerjaan Tuhan yang paling menonjol. Sedangkan panen di Mesir, Ulangan 11 : 10, setelah ditabur dengan benih, harus diairi dengan jerih payah, disini yang paling menonjol adalah usaha manusia. Sebagaimana telah dikatakan di atas, Yesus diperkenalkan kepada dunia bukan hanya sebagai Juruselamat, tetapi juga sebagai Gembala, sebagai Mesias, sebagai Raja, puncaknya Yesus diperkenalkan sebagai Suami atau sebagai Mempelai Pria Sorga. Pada zaman akhir ini, setan/iblis paling suka menutup-nutupi supaya Yesus jangan diperkenal kan sebagai Suami/Mempelai Pria, dan banyak orang yang tidak mau mengenal Yesus sebagai Suami. Padahal sejak dahulu, Allah sendiri telah memperkenalkan diri-Nya sebagai Suami. Inilah berita firman Tuhan yang sudah sejak dahulu diberitakan Allah kepada umat-Nya (Yesaya 54 : 5) demikian juga dalam Efesus 5 : 29 - 31 firman Tuhan menjelaskan rahasia Allah yang besar, yaitu hubungan antara jemaat sebagai tubuh dengan Kristus sebagai Kepala jemaat, jangan tertutup hati kepada rahasia Kristus sebagai Mempelai Pria. Tanggung jawab Kristus sebagai Kepala : untuk MERAWAT & MENGASUH supaya menjadi jemaat yang kudus dan sempurna. Dengan kata lain supaya jemaat itu layak ditempatkan sebagai tubuh/istri Tuhan. Istri yang benar selalu bergantung harap secara sepenuh kepada suaminya, demikian juga jemaat yang benar adalah jemaat yang bergantung harap sepenuh kepada Kristus sebagai Kepala. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita sangat memerlukan kasih Kristus sebagai Kepala untuk mengasuh dan merawat, baik tubuh, jiwa maupun roh kita.Saudara-saudara, dalam Alkitab penggembalaan itu digambarkan seperti “SUMUR”, tempat menimba air dan memberi minum domba-domba. Ketika Musa melarikan diri dari hadapan Firaun, ia tiba di tanah Midian lalu duduk-duduk di tepi sebuah sumur. Ada dua (2) yang didapatkan Musa di sana, yaitu : mendapat keselamatan dan istri. Mendapat keselamatan karena Musa lepas dari tangan Firaun yang ingin membunuh nya, mendapat istri anak Rehuel, imam di Midian. Demikian juga di dalam penggembalaan yang benar, kita akan menemukan keselamatan dan juga masa depan yang bahagia. Sebaliknya kalau tidak berada di dalam penggembalaan yang benar, berarti ia sedang meninggalkan Tuhan Allah. Dalam Yeremia 2 : 13 bangsa Israel telah berbuat jahat karena telah meninggalkan Allah sebagai sumber air hidup untuk menggali kolam bagi mereka sendiri. Menggali kolam sendiri sama dengan meninggalkan penggembalaan, telah meninggalkan Tuhan sebagai Gembala. Akibatnya : bangsa Israel menjadi budak dan menjadi rampasan. Karena mereka tidak terperlihara di dalam penggembalaan, maka orang-orang Memfis dan Tanpanhes telah menggundul batu kepala mereka, kepala menjadi gundul karena beratnya tekanan, dan sters karena banyaknya yang dipikirkan. Dalam Yeremia 3 : 6 Israel digambarkan sebagai perempuan murtad karena telah bersundal di bawah setiap pohon yang rimbun, dan dalam Mazmur 73 : 27 setiap orang yang telah meninggalkan Tuhan sama dengan berzinah, Tuhan akan membinasakan mereka. Karena itu sebagai Jemaat Tuhan, jangan coba-coba meninggalkan Tuhan sebagai sumber air hidup dengan menggali kolam yang bocor. Atau jangan coba-coba pergi ke sumur yang kering, yang tidak ada airnya, sebab di sana tidak ada kehidupan/keselamatan. Dalam 2 Petrus 2 : 17 yang disebut sumur yang kering itu adalah guru-guru palsu, yang mengajarkan yang palsu, mereka sama seperti kabut yang dihalaukan taufan. Orang-orang yang tidak setia dalam penggem-balaan tempatnya samadengan guru-guru palsu, yaitu di dalam kegelapan yang paling dahsyat. Jadi pada NATAL ini kita harus berjanji setia digembalakan, jangan seperti Israel yang pernah meninggalkan Allah sebagai sumber air hidup. Pada NATAL ini mari kita terima Kristus sebagai Juruselamat, sebagai Mesias, sebagai Gembala dan sebagai mempelai Pria Sorga.