Minggu, 03 Mei 2009

Buletin Mei 2009

Minggu I Mei 2009

KUASA PENEBUSAN DARAH KRISTUS

Penyebab Elimelekh pergi ke Moab : karena di Betlehem sedang terjadi kelaparan. Mereka mencoba mencari jalan keluar dari kesukaran, tetapi sebaliknya yang terjadi justru Elimelekh mati dan kedua anaknya, yaitu Kilyon dan Mahlon juga mati. LAPAR = karena ada sesuatu yang kurang/ yang tidak tercukupi, tidak ada kepuasan lagi. Untung Naomi dan Rut cepat-cepat pulang kembali ke Betlehem setelah ia mendengar bahwa di Betlehem Tuhan telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. Setelah Naomi dan Rut sampai ke Betlehem, pekerjaan Rut adalah memungut jelai-jelai dan membawanya pulang kepada Naomi, mertuanya. Memungut jelai = merupakan sikap yang benar dalam penggembalaan, supaya kita berhasil mendapatkan firman Tuhan, kita harus mempunyai sikap yang baik: ada sikap mendengar dengan baik dan mengisi hidup dengan firman Tuhan. Sebab kalau firman itu sudah tinggal di dalam hidup kita, maka firman itu akan menjadi firman iman, artinya firman yang menimbulkan iman. Kalau di dalam seseorang tidak ada firman Tuhan, maka tidak mungkin imannya bertumbuh. Jadi kita harus membuat firman itu menjadi firman iman. Saudara-saudara, beribadah kepada Tuhan bukan hanya untuk mencari perkara-perkara yang lahiriah saja, tetapi harus lebih mengutamakan perkara rohani. Karena itu kalau beribadah harus karena didorong oleh Roh Kudus supaya dapat menghargai perkara-perkara yang rohani.Lukas 10 : 38 - 42 = Maria dan Marta perbedaannya terletak pada telinga. Marta sibuk bekerja menyediakan makanan, sedangkan Maria mengambil sikap yang terbaik, yaitu duduk mendengar segala perkataan Yesus. Karena Maria berhasil mengambil sikap yang terbaik, maka Yesus sangat memuji Maria, berbeda dengan Marta yang akhirnya jatuh kedalam dosa persungut-sungutan. Kalau ibadah dan penggembalaan itu sudah ditandai/didasari dengan tanda pendamaian, maka di dalamnya pasti ada kasih, yang seorang dapat mengasihi yang lain, tidak saling menjelek-jelekkan. Sebab kalau kita lihat firman Tuhan dalam Keluaran 12 : 19 - 20, yang diakui sebagai jemaah adalah mereka yang telah mengadakan Paskah, yang telah dipersekutukan dengan Tuhan lewat korban Paskah. Demikian juga dalam Efesus 5 : 25, yang dikasihi Tuhan adalah mereka yang sudah disebut sebagai jemaat. Maka siapapun kita, baik pendeta, pelayan-pelayan, baik orang awam, dihadapan Tuhan kita semua adalah jemaat. Filipi 3 : 1b - 3 dalam ibadah dan penggembalaan supaya kita dapat menjaga kebenaran yang sejati, ada beberapa hal yang kita perhatikan, yaitu: anjing-anjing, pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu. Ini adalah pekerjaan iblis yang memakai manusia untuk melemahkan dan menggugurkan iman banyak orang. Untuk itulah ibadah itu harus didasari oleh korban Kristus, yang beribadah oleh Roh Allah dan yang tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.1 Korintus 15 : 53 - 54 menjelaskan: = yang dapat binasa harus mengenakan yang tidak dapat binasa. = yang dapat mati harus mengenakan yang tidak dapat mati. Yang dapat binasa dan yang dapat mati ini menunjuk kepada tubuh alamiah/jasmaniah, yang lemah dan mudah hancur sama dengan tubuh yang hina (Filipi 3 : 20 - 21). Tetapi sekalipun demikian, kalau tubuh yang dapat binasa dan yang dapat mati ini sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati, maka mautpun dapat ditelan dalam kemenangan. Kuncinya: kita harus termasuk kewargaan di dalam sorga, maka Tuhan akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Maka sebagai jemaat Tuhan, kita harus memperhatikan bahwa selain tubuh yang jasmani ini masih ada tubuh yang rohani, tubuh yang akan diberikan Tuhan kepada setiap orang yang sudah mengalami tanda kelahiran baru. Sebab apabila kita sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati, barulah kita dapat mengalami kemenangan demi kemenangan, sebab maut telah dikalahkan dalam kemenangan. Sebaliknya kalau masih tetap mengenakan yang dapat binasa dan yang dapat mati, maka ia akan mengalami kekalahan demi kekalahan. Proses supaya kita dapat mengenakan/memakai yang tidak dapat binasa atau yang tidak dapat mati, kita harus masuk ke dalam ibadah dan penggem-balaan yang benar. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap setia beribadah dan digembalakan dalam penggembalaan yang benar. Sebab di dalam penggembalaan yang benar, kita akan mendapatkan firman pengajaran yang telah dibukakan rahasianya, firman yang dapat memberi pengertian yang benar. Sama seperti Naomi, setelah mengalami kematian dan penderitaan yang begitu besar, ia kembali ke Betlehem bersama Rut menantunya, dan mengalami penebusan.
Kalau kita sudah masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, ada dua (2) berkat yang akan kita peroleh, yaitu:
I. KITA DIPERHATIKAN TUHAN.
Rut 2 : 8 = Boas sangat memperhatikan Rut, orang Moab yang sibuk memungut jelai dan seketikapun ia tidak berhenti. Rut mendapat perhatian dari Boas karena Rut sudah berada di ladang Boas memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai di belakang penyabit-penyabit. LADANG itu berbicara ibadah dan penggembalaan, sarana yang dipakai Tuhan untuk memperhatikan jemaat. Bukti perhatian Boas kepada Rut, Boas berkata:
1. Tidak usah pergi memungut jelai ke ladang lain = artinya tetaplah berada di dalam penggembalaan yang benar, di dalam persekutuan yang benar dengan Allah.
2. Tidak usah engkau pergi dari sini = artinya jangan coba-coba tinggalkan ibadah dan penggem-balaan yang benar, yang di dalamnya sudah ada firman pengajaran. Sebab kalau sudah tinggal di dalam firman pengajaran, maka Tuhan akan memberikan perhatian secara khusus untuk membela, memelihara bahkan mempersiapkan kita menjadi sidang mempelai perempuan yang kudus dan sempurna.
3. Tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan = artinya adakan/ikatkan diri dalam persekutuan baik bukan hanya kepada Tuhan saja, tetapi juga dengan hamba Tuhan (gembala sidang), dengan pelayan-pelayan Tuhan maupun dengan jemaat-jemaat.
II. KITA DIBELA DAN DIPELIHARA.
Rut 2 : 9 = Rut sangat dibela oleh Boas dijamin tidak diganggu oleh pengerja-pengerja lelaki dan jika haus Rut boleh pergi ke tempayan-tempayan dan minum air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu. Ini membuk-tikan pembelaan dan pemeliharaan Tuhan di dalam hidup setiap orang yang sudah disebut sebagai jemaat. Tuhan menjamin keamanannya, tidak ada yang dapat mengganggu hidupnya, kemudian segala kebutuhan hidupnya dijamin, Tuhan sendiri yang akan menyedia-kan lewat kuasa-Nya yang bekerja di dalam hidup kita. Mazmur 23 : 1 - 3 membuktikan pembelaan dan peme-liharaan Tuhan di dalam diri jemaat-jemaat yang sudah disebut sebagai domba. Kalau kita sudah berada di dalam penggembalaan yang benar: *dijamin tidak keku-rangan jasmani maupun rohani sebab Tuhan membaringkan kita di padang yang berumput hijau, **dijamin ada ketena-ngan sebab Tuhan yang membimbing kita ke air yang tenang.


Minggu II Mei 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

Sebagaimana telah kita lihat pada minggu-minggu yang lalu, kelanjutan Hari Raya Paskah adalah merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi. Keluaran 12 : 19 selama tujuh hari tidak boleh ada ragi di dalam rumah, sebab apabila ada ragi orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel. Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, barulah mereka disebut/diakui sebagai jemaah Tuhan. Umat yang sudah mengalami tanda penebusan lewat Paskah akan digelari sebagai jemaah Tuhan, baik dari Israel asli maupun dari latar belakang kafir. Jadi berbicara tentang merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi adalah menjaga hidup supaya tetap kudus, dengan kuasa firman pengajaran yang murni. Untuk itulah Tuhan Allah memberi perintah, suatu etetapan yang harus dilakukan supaya merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi, tujuannya adalah supaya kita belajar melakukan firman Tuhan, belajar taat kepada perintah Tuhan.
1 Korintus 15 : 7 - 8 ada beberapa ragi yang harus dibuang supaya dapat berpesta, yaitu: ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan. RAGI YANG LAMA itu menunjuk = pengajaran-pengajaran yang lama, seperti adat istiadat/tradisi-tradisi dari nenek moyang. Sebab supaya dapat berpesta dengan baik, yaitu dengan kemurnian dan kebenaran lebih dahulu kita harus membuang ragi-ragi tersebut di atas. Sebab kalau ragi-ragi tersebut masih ada, kita tidak dapat berpesta dengan baik dan kita tidak dapat menikmati suasana sukacita yang besar, yang dikerja-kan Allah hanya kepada mereka yang kudus.Kalau kita lihat firman Tuhan dalam Imamat 20 : 7 - 8; Bilangan 15 : 40, Tuhan Allah menguduskan hidup kita karena ketaatan dan karena mau berpegang pada ketetapan-ketetapan Tuhan. Demikian juga dalam 1 Petrus 1 : 22 buah ketaatan itu adalah hidup kita dikuduskan. Artinya: supaya kita dapat hidup kudus sesuai dengan kehendak Allah, kita harus dengan taat melakukan segala perintah Tuhan, taat dan dengar-dengaran akan firman pengajaran. Dan praktek hidup orang yang sudah taat kepada firman Tuhan adalah: dapat mengamalkan kasih persaudaraan dengan tulus iklas, inilah yang sering kita sebut dengan kasih FILADELFIA.
Yeremia 3 : 9 - 10 Tuhan itu paling benci dengan yang namanya kepura-puraan, kepura-puraan itu disejajarkan dengan orang berzinah. Tuhan mengharapkan bangsa Israel dan Yehuda itu supaya menjadi mempelai Tuhan, tetapi mereka tidak mau. Mereka memang masih datang dan beribadah kepada Tuhan tetapi tidak dengan tulus iklas melainkan dengan kepura-puraan. Mereka masih datang beribadah kepada Allah dan mempersembahkan korban kepada Allah tetapi masih tetap mencemarkan diri dengan menyembah batu dan kayu. Sebagai jemaat Tuhan, kita tidak bisa beribadah kepada Allah dan kepada berhala, harus menentukan mengikut Tuhan atau mengikut berhala. Kalau mau mengikut Tuhan dengan benar, maka jauhkan sikap kepura-puraan, datang kepada Allah dengan hati yang tulus iklas.Saudara-saudara, setelah Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati, Ia telah mengalahkan maut. Itu sebabnya kuasa kebangkitan Kristus itu jauh lebih tinggi dari segala pemerintah, penguasa, kekuasaan dan kerajaan. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Efesus 1 : 19 - 23, firman Tuhan menjelaskan kepada kita betapa hebat kuasa Allah yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut. Kuasa kebangkitan Kristus itu bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang, yaitu sampai ke sorga. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengalami kuasa kebangkitan Kristus di dalam hidup kita pribadi-pribadi. Tujuannya: supaya kuasa Allah juga dinyatakan kepada kita semua sama seperti yang telah dikerja-kan Allah kepada jemaat di Filadelfia. Jemaat di Filadelfia bisa mengalami kemenangan demi kemenangan bersama dengan Allah karena jemaat di Filadelfia ini adalah jemaat yang “memurit firman Tuhan” dan “tidak menyangkal nama Tuhan”. Karena itu kalau kita lihat Wahyu 3 : 7 - 12 sama seperti kepada jemaat di Filadelfia akan ada 3 (tiga) hal yang akan diperhadapkan Allah kepada dunia, yaitu:
1. MENGHADAPI PINTU YANG TERTUTUP/ ayat 8.
Diluar Tuhan ada banyak masalah atau persoalan yang tidak dapat diatasi oleh siapapun, seperti halnya penyakit sampar, aids/hiv yang belum ada obatnya, masalah krisis global yang telah membuat pusing banyak pakar-pakar dunia. Tetapi khusus kepada jemaat di Filadelfia, Tuhan berjanji akan membuka pintu yang tidak dapat ditutup oleh siapapun. Artinya: Tuhan akan memberikan jalan keluar kepada setiap orang supaya dapat menyele-saikan masalah/persoalan, Tuhan selalu akan memberikan jalan keluar dalam segala perkara. Kuncinya: milikilah sikap seperti jemaat di Filadelfia yang selalu menuruti firman Tuhan dan yang tidak menyangkal nama Tuhan. Sebab kalau Tuhan yang membuka pintu, maka tidak akan ada - yang dapat menutup, demikian sebaliknya jika Tuhan yang menutup pintu maka tidak akan ada seorangpun yang dapat membuka. PINTU = berbicara tentang pribadi Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan bagi setiap orang. Yohanes 10 : 9 ketika Yesus berkata: “Akulah pintu”, Ia sedang membuka dan memberikan jalan keselamatan kepada semua orang dan menawar kan jalan keluar dari segala masalah, supaya setiap orang yang percaya kepada Kristus akan selamat.
2. MENGHADAPI JEMAAH IBLIS/ ayat 9.
Sejak dalam Perjanjian Lama, orang Yahudilah yang pertama-tama menyembah Allah yang benar, yang dimulai sejak Abraham, Ishak, Yakub dan sampai kepada Israel. Jemaah iblis ini juga beribadah kepada Allah, menyebut dirinya sebagai orang Yahudi, tetapi sebenarnya mereka berdusta. Jadi yang dimaksud dengan jemaah iblis ini adalah mereka yang mengaku beribadah kepada Allah yang hidup dan menyembah Allah, tetapi pekerjaannya adalah berdusta dan mem-bunuh sama seperti yang dilakukan oleh iblis sebagai bapa pendusta. Kita harus tetap hati-hati terhadap jemaah iblis ini, sebab sekarang ini banyak orang yang mengaku menyembah Allah dan yang selalu beribadah kepada Allah, tetapi sayang pekerjaan mereka suka membunuh. Mereka menganggap kalau membunuh orang seolah-olah berbuat bakti kepada Allah, mereka tidak sadar membunuh itu adalah pekerjaan iblis. Hanya gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai perempuan Kristuslah yang dapat selamat dari jemaah iblis ini, sebab Tuhan sendiri yang akan membela dan memelihara sampai kepada kedatangan-Nya.
3. MENGHADAPI PENCOBAAN/ ayat 10.
Pada zaman akhir ini, pencobaan yang kita hadapi itu bukan pencobaan yang kecil tetapi sudah pencobaan yang besar dan sudah menimpa seluruh dunia. Dan kalau pencobaan ini sudah datang, tidak ada seorang pun yang dapat melepaskan diri kecuali oleh kuasa Allah. Ayat 11 = kalau ketiga hal tersebut sudah terjadi, maka Tuhan akan datang segera, sikap yang harus kita miliki: “Peganglah apa yang ada padamu”, artinya lakukan firman Tuhan dengan setia dan dengan setia melakukan seluruh perintah Allah. Yang kita lakukan itu harus yang nyata, yaitu ajaran yang sehat bagaikan harta yang indah dan yang tidak ternilai harganya.


Minggu ke-III Mei 2009

KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

5 berita kabar baik tentang Kristus :
1. Tentang kelahiran Tuhan Yesus.
2. Tentang kamatian Kristus di kayu salib.
3. Tentang kebangkitan Kristus.
4. Tentang Kenaikan Kristus.
5. Tentang kedatangan-Nya yang kedua kali.
Jika kita sudah mati bersama dengan Kristus, maka kita juga akan bangkit bersama dengan Kristus. Sebaliknya jika kita tidak mati bersama dengan Kristus, maka kita juga tidak akan bangkit bersama dengan Kristus dan Kristus tidak akan pernah hidup di dalam hidup kita. Penyebabnya adalah karena manusia lama kita ini adalah manusia yang telah terkutuk oleh karena dosa dan pelanggaran kita. Jadi satu-satunya jalan supaya kita layak diberkati dan supaya Kristus hidup di dalam kita adalah manusia lama kita ini harus mengalami proses kematian supaya dosa-dosa itu hilang kuasanya. 2 Korintus 5 : 17 menjelaskan supaya kita bisa disebut sebagai manusia baru: kita harus hidup di dalam Kristus. Tanpa mengalami proses kematian bersama dengan Kristus, manusia lama kita ini sedang berada dalam bayang-bayang maut, sedang terancam masuk ke dalam neraka. Tetapi jika kita sudah mengalami proses kematian bersama dengan Kristus, maka kita akan menjadi manusia/ciptaan baru. Kemudian dalam Kolose 3 : 10 supaya kita dapat mengenakan manusia baru kita harus terus menerus diperbaharui dari hari ke hari untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang gambar Khaliknya.Keluaran 12 : 16 - 20 Tuhan memberikan perintah kepada bangsa Israel setelah merayakan Paskah harus dilanjutkan dengan merayakan Hari Raya Roti Yang Tidak Beragi. Ini berbicara tentang ketaatan dalam melakukan segala perintah Tuhan, taat melakukan firman pengajaran yang murni. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengkonsumsi firman pengajaran yang murni, yaitu firman yang tidak bercampur dengan ajaran-ajaran/doktrin manusia. Sebab pada zaman sekarang ini, ada banyak orang yang sudah terhenti imannya, tidak bertumbuh lagi imannya disebabkan karena salah mengkonsumsi firman yang didengarnya. Sebab yang dipraktekkan bukan lagi firman Tuhan tetapi ajaran-ajaran nenek moyang/tradisi-tradisi atau dokrtin-doktrin gereja. Wahyu 3 : 8 firman Tuhan mengakui bahwa kekuatan jemaat di Filadelfia itu sebenarnya tidak seberapa, tetapi mereka adalah jemaat yang menuruti firman Tuhan dan yang tidak menyangkal nama Tuhan. Saudara-saudara, kalau kita lihat Roma 5 : 1 - 2 hasil pembenaran setelah kita menerima korban Kristus, kita akan hidup dengan Allah dalam damai sejahtera (ayat 1), kita akan beroleh jalan masuk ke dalam kerajaan sorga oleh iman (ayat 2a) dan kita mempunyai pengharapan akan kemuliaan Allah sebagai mempelai perempuan Kristus (ayat 2b). Sebaliknya setiap orang yang masih tetap hidup di dalam, sesungguhnya ia sedang bermusuhan dengan Allah dan belum berdamai dengan Allah.Kalau kita perhatikan firman Tuhan dalam Lukas psl 12 ada 5 (lima) tabiat/keinginan daging yang harus kita matikan, yaitu:
1. Ayat 1 - 3 = KEMUNAFIKAN atau KEPURA-PURAAN.
Yang dimaksud dengan pura-pura/munafik adalah tidak sesuai apa yang di luar dengan apa yang di dalam. Itu sebabnya terhadap orang Farisi, Tuhan Yesus sangat tegas memberikan teguran sebab mereka adalah orang munafik, apa yang mereka perbuat tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Sekalipun demikian, kemunafikan itu pada akhirnya akan terbongkar juga. Yesus sendiri yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibukakan dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Satu-satunya yang dapat membongkar kemunafikan adalah firman pengajaran, yang tegas dan tajam menusuk hati setiap orang. Karena itu kalau saat ini Tuhan membongkar kemunafikan, itu tandanya Tuhan sangat mengasihi kita sebab Tuhan mau supaya apa yang di dalam itu sesuai dengan apa yang ke luar demikian sebaliknya apa yang keluar itu harus sesuai dengan apa yang ada di dalam. Kalau sekarang ini Tuhan membongkar segala dosa dan pelanggaran kita, merupakan kesempatan supaya kita dapat bertobat. Tetapi apabila setelah Tuhan datang, Ia membuka dosa-dosa kita itu namanya hukuman. Jadi marilah kita beribadah dan melayani Tuhan dengan tulus iklas jangan dalam kemunafikan dan jangan pura-pura.
2. Ayat 4 - 12 = RASA TAKUT.
Apa yang ditakutkan oleh manusia?
Biasanya manusia itu takut kalau kebutuhannya tidak tercukupi, kalau ia sedang sakit apalagi kalau ia sudah dekat kepada kematian. Mengapa manusia itu takut ?
Kejadian 3 : 10 manusia itu takut karena disebabkan oleh dosa. Dan biasanya kalau manusia itu sudah jatuh ke dalam dosa, ia akan menutupi dosanya dengan dusta sehingga dosanya bertambah-tambah. Jadi supaya jangan takut: bereskan dosa, akui semua pelanggaranmu maka Tuhan akan mengampuni segala dosa-dosamu.Sebagai jemaat Tuhan, kita tidak perlu takut. Apalagi kalau kita sudah menerima dan hidup di dalam firman pengajaran, firman itu akan memberikan kekuatan dan meneguhkan supaya kita tetap percaya kepada Allah. Yesus sendiri telah berkata janganlah takut, Yesus sendiri akan menunjukkan kepada kita siapa yang harus kita takuti. Satu-satunya yang harus kita takuti ialah Tuhan.
3. Ayat 13 - 21 = KETAMAKAN/
KEINGINAN AKAN MAMMON.
Khusus dalam hal ketamakan dengan tegas Tuhan Yesus memberi peringatan supaya kita tetap berjaga-jaga dan waspada. Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada hartanya dan harta itu tidak dapat menyelamat kan orang dari murka Allah. Justru sebaliknya harta itulah yang sering membawa orang keluar dari rencana Tuhan dan hidup di dalam dosa.
4. Ayat 22 - 34 = KEKUATIRAN.
Kekuatiran adalah tanda ketidak percayaan kepada firman Tuhan maka tidak heran orang yang masih kuatir disejajarkan dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Karena itu Yesus berkata: “Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.” Untuk mengingatkan orang yang suka kuatir, Yesus mengatakana supaya memandang burung-burung gagak dan memperhatikan bunga bakung. Ayat 32 = walaupun kita adalah kawanan kecil, kita tidak perlu takut sebab Bapa di sorga telah berkenan memberikan kerajaan Allah. Filipi 4 : 19 firman Tuhan mengatakan kelau kita percaya kepada firman Tuhan, maka Allah akan memenuhi segala keperlua/kebutuhan kita menurut kakayaan dan kemuliaan-Nya.
5. Ayat 35 - 46 = BERJAGA-JAGA/KELALAIAN.
Sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap berjaga-jaga seperti seorang hamba yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera pintu dibuka. Ini merupakan peringatan dari Tuhan supaya kita jangan sampai lalai tetapi berjaga-jaga dan apabila Ia datang, maka kita akan di bawa masuk ke dalam kerjaan sorga.



Minggu ke - IV Mei 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

Puncak rencana Tuhan: supaya gereja Tuhan itu segambar dan serupa dengan Allah dalam kemuliaan-Nya. Dan puncak kesempurnaan gereja Tuhan itu sendiri ialah menjadi mempelai perempuan Kristus, yang akan diangkat hidup-hidup pada kedatangan-Nya yang kedua kali. Maka kalau kita lihat khususnya dalam kitab Perjanjian Lama, ada dua (2) kitab yang sangat menonjol yang berbicara tentang mempelai, yaitu KITAB ESTER dan KITAB RUT. KITAB ESTER = adalah kitab yang menceritakan bagaimana bangsa Israel diterima Tuhan menjadi istri-Nya, Ester gambaran umat Tuhan yang berasal dari bangsa Israel yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Sedangkan KITAB RUT = adalah kitab yang menceritakan bagaimana gereja Tuhan yang berasal dari bangsa Kafir diterima menajadi istri Tuhan, Rut adalah gambaran gereja Tuhan dari bangsa Kafir yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Maka kalau kita lihat kitab Ester, supaya umat Allah itu berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, ada beberapa syarat yang harus dimiliki, yaitu:
1). Harus cantik-cantik, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya (Ester 2 : 1 - 2). Dalam Amsal 31 : 29 - 31 yang disebut perempuan cantik/elok adalah mereka yang memiliki rasa takut akan Tuhan. Walaupun parasnya cantik, tetapi kalau tidak takut akan Tuhan kecantikan itu adalah bohong. Kemudian dalam Amsal 8 : 13 yang disebut takut akan Tuhan itu adalah membenci kejahatan, kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat dan mulut yang penuh dengan tipu muslihat.
2). Harus mau dikumpulkan di benteng Susan, balai perempuan (Ester 2 : 3 - 4). Sebelum Ester dipilih menjadi ratu, ia dan anak-anak dara yang lain harus dikumpulkan dan menempatkan mereka di benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai untuk memberikan wangi-wangian kepada mereka. Saudara-saudara, bagi kita sekarang, gembala itu adalah pengawas yang dipercayakan Tuhan untuk mengawasi seluruh hidup kita, baik dalam nikah/keluarga, dalam pekerjaan, dalam usaha, dalam ibadah maupun dalam pelayanan. Dalam rumah tangga ada dua (2) hal penting yang harus dijauhkan, yaitu persundalan dan pertengkaran, sebab kedua hal ini sering membuat rumah tangga hancur. Persundalan itu adalah dosa yang terjadi karena adanya ketidakpuasan, atau keinginan yang tidak terpuaskan. Demikian juga pertengkaran/ perselisihan adalah dosa, yang timbul karena hawa nafsu yang saling berjuang di dalam tubuh (Yakobus 4 : 1 - 2).
3). Harus taat dan dengar-dengaran (Ester 2 : 15). Setelah Ester berada dalam pengawasan Hegai, ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, penjaga para perempuan. Ini adalah sikap yang baik, taat dan dengar-dengaran akan suara pemimpin. Praktek jemaat yang mau digembalakan: taat dan dengar-dengaran kepada suara penggembalaan, tidak mau mendengar yang lain kecuali kepada suara kebenaran, yaitu firman Tuhan. Dalam Kidung Agung 4 : 1, 7, 12 = kecantikan gereja yang sudah jadi mempelai perempuan itu bagaikan “KEBUN TERTUTUP”, yang artinya tertutup kepada yang lain, yang di luar kebenaran tetapi terbuka hanya kepada kebenaran, yaitu firman pengajaran yang mampu membawa kita kepada Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Maka kalau kita lihat, Ester 2 : 2 = untuk mempersiapkan Ester supaya berhasil menjadi mempelai, membutuhkan waktu sebagai sarana untuk mendandani hidupnya supaya indah di pemandangan raja. 6 bulan untuk memakai minyak Mur dan 6 bulan untuk memakai minyak kasai. Angka ini menunjuk kepada ke 66 kitab, yang digabung menjadi satu yang disebut Alkitab. Jadi yang sanggup menjadikan kita menjadi mempelai perempuan Kristus adalah sepenuhnya pekerjaan firman pengajaran, firman yang sanggup mengubahkan hidup kita supaya indah dipemandangan Tuhan. Dari semua gadis-gadis yang cantik-cantik tersebut, yang sudah dipersiapkan dibawah pengawasan Hegai, hanya Ester yang paling elok, yang dapat memikat hati raja. Penyebabnya adalah karena Ester tidak mau mengarahkan diri kepada yang lain kecuali hanya kepada perkataan yang diterimanya lewat pengawasnya. Jadi Ester itu adalah orang yang benar-benar taat dan dengar-dengaran kepada suara penggembalaan. Demikian juga, supaya kita berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, kita juga harus taat dan dengar-dengaran hanya kepada firman pengajaran, jangan terpikat kepada yang lain, yang di luar kebenaran.
4). Harus memiliki penyerahan diri secara total (Ester 4 : 14 - 17). Pada saat Haman bermaksud memunahkan seluruh orang Yahudi, Ester dan dayang-dayangnya mengambil sikap yang baik, yaitu merendahkan diri dihadapan Tuhan dengan berpuasa selama tiga hari. Bahkan ia sendiri mau mempertaruhkan nyawanya demi untuk membela bangsanya. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memohon kemurahan hati raja. Demikian juga kita harus menyerahkan diri secara sepenuh kepada Kristus supaya Ia berkenan akan hidup kita dan membela kita dalam segala perkara. Sedangkan dari bangsa Kafir, supaya bisa diterima Kristus menjadi istri-Nya, ada syarat utama yang harus ditinggalkan, yaitu : HARUS MENING-GALKAN SIFAT-SIFAT KEKAFIRAN. Mengapa harus demikian? Karena kalau tidak mengalami penebusan, bangsa kafir itu tidak akan pernah layak disebut umat Tuhan. Untuk merubah kutuk menjadi berkat, besar harga yang harus dibayar oleh Yesus. Galatia 3 : 13 untuk melepaskan kita dari kutuk dosa, Kristus telah mati di kayu salib sebagai korban penebus dosa, tujuannya untuk menebus kita dari kutuk dosa dan untuk melepaskan kita dari sifat-sifat kekafiran. Karena itu kalau kedua orang disisi Tuhan Yesus, mereka disalibkan karena dosa dan pelanggaran mereka sendiri, sedangkan Tuhan Yesus bukan karena dosa-Nya tetapi untuk menanggung kutuk yang seharusnya diperuntukkan kepada kita.
Kolose 2 : 8 =praktek hidup orang yang masih terikat dengan sifat kekafiran: hidupnya masih ditawan oleh filsafat-filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dari nenek moyang dan menurut roh-roh dunia. Tetapi syukur kepada Allah, dalam 1 Petrus 1 : 18 = kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang, yaitu dari adat istiadat atau tradisi-tradisi yang sangat bertentangan dengan firman Tuhan. Pada dasarnya selama ini yang kita warisi adalah warisan dari nenek moyang yang jauh dari kebenaran. Sebab kalau kita lihat dalam Roma 3 : 1 - 2, firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa sebenarnya firman Tuhan itu pertama-tama diperca-yakan oleh Allah bukan kepada bangsa kafir, tetapi kepada bangsa Israel, yang disebut orang Yahudi. Jadi kalau kepada kita sekarang telah dipercayakan firman Tuhan, ini adalah kasih karunia Allah yang terjadi karena penebusan dalam darah Kristus, yang telah mati sebagai korban pendamaian. Rut berhasil mengalami penebusan dan berhasil menjadi istri Boas karena Rut mau meninggalkan Moab, ia rela mening-galkan sifat-sifat kekafirannya selama ini. Sedangkan Orpa, ia memang sempat mengikut Naomi tetapi tidak sampai ke Betlehem. Orpa adalah gambaran orang Kristen yang sudah sempat mengikut Tuhan, tetapi mundur dan pulang kembali ke pada hidup yang lama. Orpa ini juga adalah gambaran orang Kristen yang tidak mau lepas dari noda kekafiran, beribadah tetapi masih terikat dengan adat tradisi tradisi nenek moyang.



Minggu V Mei 2009

“HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH”

Sebagaimana telah kita lihat bersama, bahwa puncak rencana Tuhan bagi gereja-Nya adalah: supaya gereja-Nya itu segambar dan serupa dengan Allah, sempurna sama seperti Bapa adalah sempurna adanya. Inilah gereja yang disebut sebagai mempelai perempuan Kristus, yang telah dikuduskan dan disempurnakan supaya sama seperti Kristus, Mempelai Pria Sorga.
Di bawah ini ada beberapa nama yang sudah terangkat ke sorga, yaitu:
1). HENOHK /Kejadian 5 : 21 - 24.
2). ELIA /2 Raja-raja 2 : 11.
3). MUSA /Ulangan 34 : 5 - 6, Yudas 1 : 9.
4). TUHAN YESUS /Kisah Rasul 1 : 9
Selain Henokh, Elia, Musa dan Tuhan Yesus, masih ada satu lagi yang akan terangkat ke sorga dengan hidup-hidup, yaitu gereja Tuhan yang sudah disempurnakan yang disebut sebagai mempelai perempuan Kristus. Saudara-saudara, kalau kita lihat dalam Alkitab agenda atau rencana Tuhan dalam penyelamatan begitu indah dan teratur dengan begitu rapinya. Dimulai dari dari kelahiran-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke sorga dan juga tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, semua begitu indah tersusun dengan rapi. Mengapa dalam Alkitab dicatat bahwa ada orang-orang yang telah naik ke sorga? Tujuannya adalah: untuk menunjukkan dan meyakinkan bahwa sorga itu ada dan nyata, tidak perlu diragukan lagi. Karena itu supaya kita bisa masuk ke sorga, ada beberapa syarat yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. Kita harus bergaul dengan Allah yang ditandai dengan adanya penyembahan yang benar. Henokh terangkat ke sorga karena ia telah berhasil bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun. Angka 300 = Bahtera Nuh panjangnya 300 hasta menunjuk kepada suatu pergaulan yang erat dengan Allah, taat dan dengar-dengaran akan perintah Allah. Pada zaman Henokh belum ada kelimpahan firman Tuhan, belum mengalami kepenuhan Roh Kudus, sangat jauh berbeda dengan keadaan gereja pada zaman sekarang ini, yang sudah mendengar dan menerima firman pengajaran dan juga sudah mengalami pencurahan Roh Kudus. Tetapi sekalipun demikian, Henokh telah berhasil hidup bergaul dengan Allah dan telah dicatat dalam Alkitab bahwa ia telah diangkat oleh Allah ke sorga untuk mengingatkan supaya kita juga hidup bergaul dengan Allah. Kemudian dalam Hakim-hakim 7 : 5 - 6 angka 300 ini juga menunjuk kesetiaan, sebanyak 300 orang menghirup air dengan membawa tangannya ke mulutnya. Ini berbicara sikap yang tidak ada rasa bosan dalam mencari firman Tuhan tetapi dengan setia datang kepada Tuhan. Sehingga yang ketiga ratus orang inilah yang di bawa ke medan peperangan untuk merebut kemenangan. Demikian juga kalau kita rindu diangkat hidup-hidup, kita harus tetap setia, taat dan dengar-dengaran akan firman pengajaran supaya kita dibentuk menjadi mempelai perempuan Kristus. 2. Kita harus bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus, dipenuhi dan dikuasai oleh Roh Kudus. Di mana saja kita berada, dalam suasana atau dalam keadaan apapun, hati kita harus tetap berpaut kepada Allah dan kita harus tetap bergaul dengan Allah. Tanda keubahan, yang diubah menjadi manusia baru menjadi syarat supaya kita bisa hidup bergaul dengan Allah. Elia memang pernah putus asa, punya keterbatasan dalam menghadapi masalah, tetapi karena ia sudah bergaul dengan Allah dan Roh Allah memberi kemampuan kepadanya, maka Elia dianggap layak untuk diangkat ke sorga. Roma 8 : 15 - 16 semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah dan oleh roh Allah itu kita menjadi tidak takut lagi. Kemudian dalam Yohanes 14 : 16 - 17 Yesus mencoba menerangkan kepada murid-murid-Nya tentang tugas atau fungsi Roh Kudus di dalam hidup kita, yaitu untuk menyertai kita selama-lamanya. Roh Kudus itu adalah Penolong yang diutus sendiri oleh Allah untuk menyertai kita sampai selama-lamanya. Mengapa Yesus harus mengutus roh Kudus ? Sebab Yesus tahu keterbatasan murid-murid-Nya, demikian juga Ia tahu tentang keterbatasan gereja yang hidup diakhir zaman ini, itu sebabnya sebelum Yesus terangkat ke sorga, Ia telah berjanji untuk mengutus Penolong yang lain untuk menolong dalam segala keterbatasan kita. Yohanes 14 : 26 nama lain dari Roh Kudus adalah Penghibur, yang diutus Bapa untuk mengajarkan segala sesuatu dan untuk mengingatkan kita akan firman Tuhan. Kemudian dalam Yohanes 16 : 8 - 11 pekerjaan lain dari Roh Kudus itu adalah untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan akan penghakiman. Jadi tanpa Roh Kudus, tidak mungkin seseorang itu bisa sadar akan dosa nya, tidak mungkin bisa mengasihi kebenaran dan juga tidak mungkin bisa lolos dari penghakiman yang akan menimpa dunia ini. Jadi Roh bagi kita, Roh Kudus itu akan bekerja supaya kita dapat menyelesaikan segala kekuarangan/keterbatasan, bahkan untuk membereskan segala dosa kita. Sebab kalau kita lihat dalam 2 Korintus 4 : 7 tanpa Roh Kudus, keadaan manusia itu tidak jauh beda dengan bejana tanah liat yang mudah pecah.Tetapi kalau kita sudah bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus, maka Tuhan akan memberi kekuatan yang luar biasa. 2 Korintus 4 : 8 kalau Roh Kudus sudah menguasai hidup kita: *dalam segala hal ditindas, namun tidak terjepit, **habis akal, namun tidak putus asa, ***dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, ****dihempaskan, namun tidak binasa. Paulus sebagai rasul Kristus, juga pernah berkata sebenarnya ia ingin melakukan apa yang baik dan benar, tetapi sebaliknya yang dilakukan justru yang jahat. Karena itu baik sebagai jemaat-jemaat, sebagai pelayan-pelayan maupun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita semua harus bergaul dengan Allah dalam pimpinan Roh Kudus. Kita harus tetap dipenuhi Roh Kudus dan tetap berada dalam kekuasaan-Nya. Syaratnya: jangan mendukakan Roh Kudus (Efesus 4 : 30) sebab Roh Kudus itu akan memeteraikan kita sebagai milik Allah bahkan Allah telah memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita (2 Korintus 1 : 21 - 22). Jadi tanpa Roh Kudus, tidak mungkin kita bisa berkenan kepada Allah.
3. Kita harus bergaul dengan Allah dalam kuasa firman-Nya. Ketika Allah menyatakan segala kehendak-Nya di tengah-tengah umat-Nya dan memberikan petunjuk untuk membangun Tabernakel, Musa ketika di atas gunung tahan berpuasa selama 40 hari 40 malam. Jadi Musa diangkat karena ia telah menerima hukum Taurat dan petunjuk untuk membangun Tabernakel. Itu sebabnya setelah Musa mati di tanah Moab, ia dikuburkan oleh Allah dan tidak ada seorangpun yang tahu sampai hari ini (Ulangan 34 : 5 - 6). Kemudian dalam Yudas 1 : 9 malaikat Tuhan datang dan merampas mayat Musa dan dibawa ke sorga. Setiap orang yang berpengharapan kepada Kristus, ia harus menyucikan diri sama seperti Kristus yang adalah suci (1 Yohanes 3 : 2 - 3). Yohanes 17 : 17 = jalan Tuhan menyucikan hidup kita, terima firman Tuhan dan hidup setia dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Kemudian Kolose 1 : 28 = jalan Tuhan menyempurnakan hidup kita, terima firman pengajaran, mau dinasehati, mau diajari dalam segala hikmat untuk memimpin kita kepada kesempur naan dalam Kristus. Bagi kita sekarang pengharapan yang tertinggi adalah menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga.

Kamis, 02 April 2009

Buletin April 2009

Minggu II April 2009

KUASA KORBAN KRISTUS DALAM PASKAH

PASKAH : berbicara tentang korban Kristus yang telah mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian untuk dosa-dosa manusia. Maka sejak dalam kitab Perjanjian Lama, Tuhan Allah sudah memerintahkan supaya bangsa Israel mera-yakan PASKAH dan membuat PASKAH itu menjadi permulaan segala bulan, menjadi bulan pertama tiap-tiap tahun. Dan sasaran PASKAH itu pertama-tama dan terutama ialah kepada tiap-tiap keluarga/rumah tangga, supaya rumah tangga itu diperdamaikan dengan Allah dan supaya di dalam nya ada kasih persaudaraan, yang seorang dapat mengasihi yang lain (Keluaran psl 12). Bagi kita korban Kristus itu adalah: sumber keselamatan yang dapat mengangkat kita menjadi imam, raja dan umat pilihan Allah. Keluaran 19 : 5 & 6 keseluruhan suku Israel diangkat menjadi imam, tetapi dalam Keluaran 32 : 26 - 29, setelah bangsa Israel jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala, maka yang diangkat menjadi imam tidak lagi semua suku Israel, tetapi hanya suku Lewi, sebab suku Lewi lah yang mau berpaut kepada Allah. Pada saat itu, bangsa Israel bukan hanya terjebak kepada penyem-bahan berhala saja, tetapi juga sudah terjebak kepada ibadah buatan tangan sendiri, mereka sudah mendiri kan kebenaran sendiri. Untuk itulah Kristus harus mati di atas kayu salib supaya kita diperdamaikan kembali dengan Allah. Karena manusia itu sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, maka jalan satu-satunya kita harus menerima korban PASKAH.Mengapa kita harus merayakan PASKAH?
1. Karena lewat PASKAH, orang kafir beroleh kesempatan dipersekutukan dan diperdamaikan dengan Allah. Firman Tuhan dalam Roma 3 : 23 - 24 menjelaskan kepada kita: sebenarnya semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Tetapi oleh kasih karunia Allah, kita telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kalau tidak mengalami penebusan lewat PASKAH, dimata Tuhan sebenarnya keadaan manusia itu tidak beda dengan “Bangkai-bangkai”. Bangsa kafir yang belum mengalami korban PASKAH atau yang belum menerima korban Kristus, mereka hanya seperti bangkai-bangkai manusia yang sudah mati, dimata Tuhan tidak berguna (Yesaya 34 : 3; 66 : 24). Bangkai-bangkai itu adalah lambang pemberon-takan bangsa bangsa yang memberontak dan yang tidak mengenal Allah. Roma 5 : 6 - 11 = orang kafir diperdamaikan dengan Allah dan menerima keselamatan yang dari Allah setelah menerima korban Kristus, itulah PASKAH. Sebab Kristus telah mati ketika kita masih berdosa supaya kita dibenarkan oleh darah-Nya. Jadi bangsa kafir itu telah diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Kristus di atas kayu salib, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah supaya kita mempunyai hidup dan supaya kita diselamatkan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati.2. Karena lewat PASKAH: kita diangkat menjadi IMAM, RAJA dan UMAT PILIHAN ALLAH. Orang kafir itu sebenarnya tidak punya hak untuk disebut sebagai imam, raja dan tidak layak disebut sebagai umat pilihan Allah sebab pada dasarnya bangsa Israel lah yang telah diangkat oleh Allah menjadi suatu kerajaan imam (lihat Keluaran 19 : 5 - 6). Tetapi karena kasih karunia Allah oleh korban Kristus, bangsa-bangsa kafir telah beroleh kesempatan diperdamaikan dan di persekutukan dengan Allah. 1 Petrus 2 : 9 - 10 firman Tuhan menjelaskan kepada kita: bahwa oleh darah Kristus, kita telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib. Tujuannya: “supaya kita layak disebut menjadi bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.” Jadi hanya lewat korban PASKAH saja semua bangsa termasuk bangsa kafir telah beroleh penebusan dalam darah Kristus sebagai korban penebus dosa, kita telah diberi kesempatan supaya menjadi kerajaan imam yang dipakai untuk melayani Allah. Kita bisa melihat dalam Wahyu 1 : 4 - 6 = oleh darah Kristus, kita telah dilepaskan dari dosa untuk menjadikan kita suatu kerajaan dan imam-imam bagi Allah. Bagi Tuhan, jemaat-jemaat yang sudah percaya itu bisa menjadi tidak berarti kalau tidak mau diangkat menjadi imam untuk melayani Allah. Karena itu kalau saudara rindu disebut menjadi harta kesayangan Tuhan, maka saudara harus mau melayani Tuhan. Sebab kalau kita lihat dalam Yohanes 12 : 26, kepada setiap orang yang mau melayani Tuhan, ia dihormati Bapa. Yang disebut melayani Tuhan, bukan hanya karena ia seorang pendeta atau pelayan-pelayan di gereja, jemaat-jemaatpun bisa melayani Tuhan walaupun mungkin pelayanan itu hanya pelayanan yang kecil. Syarat supaya kita bisa melayani Tuhan: kita harus tetap setia mengikut Tuhan supaya di mana Tuhan berada, disitu juga kita berada. Karena itu sebagai imam atau pelayan Tuhan, ada dua (2) hal yang perlu kita perhatikan, yaitu: “Kita harus tetap setia & kita harus bisa dipercaya oleh Tuhan.” Kita bisa dipercaya kalau kita tetap setia melakukan firman.Maka kalau kita lihat dalam Yesaya 43 : 1 - 2 = kalau kita sudah menjadi umat kepunyaan Allah, berkatnya:
- Menyeberang melalui sungai-sungai, tetapi tidak akan hanyut oleh air.
- Berjalan melalui api, tetapi tidak akan di hanguskan oleh nyala api.
Artinya: Tuhan tidak akan mengijinkan kita masuk ke dalam malapetaka-malapetaka yang akan datang menimpa dunia ini dan juga kita tidak akan masuk ke dalam aniaya antikristus.
3. Karena lewat PASKAH: kita diangkat menjadi mempelai perempuan Kristus.
Hosea 2 : 18 - 19 = puncak rencana Tuhan bagi setiap umat-Nya adalah untuk menjadikan umat-Nya itu menjadi Istri-Nya untuk selama-lamanya dalam keadilan dan kebenaran dalam kasih setia dan kasih sayang. Demikian juga dalam Yesaya 54 : 5 firman Tuhan mengatakan: Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Tuhan semesta alam nama-Nya. Kalau puncak rencana Tuhan bagi umat-Nya Israel ialah untuk menjadikan mereka menjadi istri Tuhan, demikian juga kepada kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, puncak rencana Tuhan bagi kita juga adalah untuk menjadikan kita sebagai istri-Nya, yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus yang kudus dan yang sempurna. RUT adalah contoh atau gambaran gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Memang Rut itu adalah orang kafir, dari Moab, tetapi karena ia setia mengikut Naomi, mertuanya sampai ke Betlehem, maka Rut mendapat kesempatan menjadi istri Boas. Rut adalah gambaran gereja Tuhan yang setia kepada Tuhan, yang mau melakukan apapun yang diperintahkan Naomi kepadanya. Maka tidak heran kalau Rut berhasil menjadi istri Boas, demikian juga gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir asal mau melakukan firman Tuhan dan setia melayani Tuhan, maka ia juga beroleh kesempatan untuk dijadikan sebagai istri Tuhan. Jadi bagi kita, PASKAH itu besar artinya, patut kita hargai dan rayakan setiap tahun. Demikian juga kuasa korban Kristus, yang telah mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian bagi dunia, harus tetap kita junjung tinggi. Dialah sumber keselamatan kita, yang mengangkat kita menjadi imam dan raja, bahkan yang membuat kita menjadi pelayan-pelayan Tuhan.


Minggu III April 2009

“KUASA KEBANGKITAN KRISTUS”

PASKAH = adalah tanda kelepasan dari dosa dan maut, kita telah dibebaskan oleh darah Kristus. Bagi kita Paskah itu merupakan tanda kelepasan yang dikerjakan sendiri oleh Tuhan Yesus Kristus yang tidak pernah ada batasnya bagi hidup manusia, juga untuk mengatasi segala krisis yang terjadi di tengah-tengah dunia ini.
KEBANGKITAN TUHAN YESUS = menjadi bukti kuasa Allah yang tidak terbatas untuk memberikan kehidupan dan kemenangan bagi setiap orang yang telah mengalami korban Paskah. Kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati juga menjadi tempat perlindungan bagi semua orang yang berharap kepada-Nya. Maka bagi kita sekarang Kebangkitan Tuhan Yesus merupakan hari kemenangan, sebab hari kebangkitan Tuhan Yesus itu menjadi hari untuk beribadah. Lukas 24 : 1 - 2 Yesus bangkit pada “hari pertama minggu itu” menunjuk hari Minggu, hari yang kita pakai untuk beribadah kepada Tuhan. Jadi latar belakang mengapa kita beribadah pada hari Minggu bukan pada hari Sabat atau hari Sabtu adalah karena Yesus bangkit pada hari pertama minggu itu, dan sebagai hari pertama minggu itu ialah hari Minggu. Saudara-saudara dalam Keluaran 36 : 8 - 38 kalau kita lihat ada 4 (empat) tudung Tabernakel, yaitu:
- Kulit domba jantan dicelup merah ( tidak ada ukuran).
- Kulit Lumba-lumba (tidak ada ukuran)
- Kulit Lumba-lumba (tidak ada ukuran)
- Kulit Bulu Kambing (ada ukuran)
Setiap Tudung Tabernakel yang tidak ada ukurannya ini melambangkan kasih Allah yang tidak terukur dan tidak terbatas yang telah diberikan kepada semua orang. Kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus tidak hanya kepada sekelompok orang, tetapi kepada semua orang, semua bangsa. Kuncinya: kita harus menerima korban Kristus dan alami kuasa kebangkitan-Nya yang memberi kehidupan. Dalam Yohanes 6 : 1 - 15 dapat kita lihat memang kuasa Allah itu tidak terbatas untuk memberikan pertolongan bagi semua orang yang mau mengikut Yesus.
= Tuhan Yesus membuktikan kasih-Nya yang tidak terbatas itu dengan memberi makan lima ribu orang walau pada saat itu yang ada hanya lima roti dan dua ikan, mereka semua kenyang makan bahkan masih ada sisanya. Membuktikan Tuhan Yesus memperhatikan umat-Nya dengan tidak terbatas.
= Bagi murid-murid memberi makan lima ribu orang adalah merupakan masalah besar karena saat itu disekitar mereka tidak ada perse-diaan roti yang cukup bahkan sekalipun ada yang menjual makanan, tetapi tidak cukup uang untuk membeli makanan. Tetapi karena kuasa Tuhan itu tidak terbatas, apa yang tidak mungkin bagi murid-murid dapat dilakukan oleh Yesus.
Maka dalam 1 Korintus 15 : 1 - 5 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa hari kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah sesuai dengan kitab suci artinya sesuai dengan firman Tuhan.Ayat 3 & 4 = berita yang sangat penting itu adalah berita tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, Kristus telah mati karena dosa-dosa kita. Berbicara tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus ini sangat erat kaitannya dengan babtisan. Karena itu menurut firman Tuhan orang yang paling sia-sia hidupnya adalah mereka yang percaya kepada Yesus tetapi tidak mau memberi diri dibabtis. Sebab dalam Roma 6 : 3 babtisan itu adalah “tanda kematian”, setiap orang yang telah dibabtis dalam Kristus, berarti ia telah dibabtis dalam kematian-Nya. Ayat 4 = kalau kita sudah dibabtis dalam babtisan kematian berarti kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Kristus dalam babtisan kematian supaya kita hidup dalam hidup yang baru. Inilah kehidupan yang sudah mengala-mi tanda kebangkitan, menjadi baru di dalam Kristus. 1 Korintus 10 : 1 - 5 untuk menjadi pengikut Musa, bangsa Israel telah dibabtis dalam awan dan dalam laut. Artinya mereka telah mengalami tanda kematian dan kebangkitan bersama dengan Kristus. Tetapi sekalipun mereka telah melewati laut Kolsom, di padang gurun banyak diantara mereka yang mati karena ditewaskan oleh Allah. Penyebabnya karena mereka melakukan percabulan, mencobai Tuhan dan bersungut-sungut kepada Allah. Khusus dalam Bilangan 11 : 31 - 35 ketika Allah memberikan daging kepada bangsa Israel, bangkitlah murka Tuhan terhadap mereka dan Tuhan memukul mereka dengan suatu tulah yang sangat besar selagi daging burung puyuh itu masih di mulut mereka. Penyebabnya adalah karena mereka telah di rasuk oleh nafsu rakus. Jadi kalau kita sudah mengalami tanda kematian dan kebangkitan Kristus dalam babtisan kematian, maka kita juga harus menjauhkan diri dari nafsu rakus, jangan lagi menuruti hawa nafsu yang membawa kepada kematian. Filipi 3 : 10 - 11 kita harus meneladani rasul Paulus menghendaki pengenalan akan Kristus dalam kuasa kebangkitan-Nya, persekutuan dalam penderitaan-Nya, supaya kita juga serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya. Sebab kalau kita sudah serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya maka kita akan beroleh kebangkitan dari kematian.Pengenalan yang benar tentang kematian dan kebangkitan Kristus, membuat kita dapat melepaskan semua perkara-perkara yang duniawi bahkan kita juga dapat menganggapnya sampah. Pengenalan akan Kristus inilah yang membuat sehingga Paulus berkata: “Berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” (ayat 9). Jadi kepercayaan kepada kebenaran itulah yang membuat sehingga kita dapat mengenal Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Tanpa kebenaran firman Tuhan, tidak ada seorangpun yang dapat mengenal Kristus. Ayub menyadari bahwa Allah benar-benar hidup dan berkuasa, maka Ayub mencabut segala perkataannya yang selama ini mencoba membenarkan diri sendiri. Ayub itu memang adalah seorang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Tetapi pada akhirnya, Ayub mencabut segala perkataannya itu karena ia sadar bahwa hanya Kristuslah yang benar. Memang sudah menjadi kelemahan bagi orang yang saleh selalu membenarkan diri atau menganggap diri lebih benar dari pada orang lain. Ayub 42 : 5 - 6 setelah Ayub sadar kalau selama ini ia percaya kepada Tuhan hanya karena kata orang, sekarang setelah ia mengenal Allah dan setelah matanya sendiri memandang Tuhan, maka ia mencabut segala perkataannya dan dengan menyesali semua perkataannya. Maka Tuhan memu-lihkan keadaan Ayub dan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Demikian juga dosa orang Kristen zaman sekarang sering sekali merasa diri benar, merasa diri sudah suci, merasa tidak seperti orang lain. Kita manusia sangat memerlukan penyucian dari Tuhan, berbeda dengan Yesus, sebab Yesus adalah firman yang menjadi manusia jadi Ia tidak perlu disucikan, tetapi kita harus disucikan. Yeremia 15 : 16 = jika kita sudah bertemu dengan perkataan-perkataan Tuhan, yaitu menikmati firman Tuhan, maka firman itu akan menjadi kegirangan dan menjadi kesukaan hati kita. Firman Tuhan itulah yang dapat membawa kita kepada pengenalan yang benar akan Kristus Yesus sebagai Kepala dari segala sesuatu. 1 Korintus 11 : 3 Kristus kepala dari tiap laki-laki, menunjuk kepada posisi Kristus sebagai Kepala dari segala sesuatu, menjadi pusat kehidupan kita.

Minggu IV April 2009

“KUASA PENEBUSAN DARAH KRISTUS”

Sebagaimana telah kita lihat bersama PASKAH menunjukkan kepada kita betapa hebat kuasa Allah yang telah melepaskan manusia dari dosa dan maut. 1 Korintus 15 : 26 membuktikan Yesus sebagai korban paskah telah menantang maut dan maut itu telah dikalahkan di bawah kaki Kristus. Dan karena maut telah ditaklukkan di bawah kaki Kristus, maka Allah menjadi semua di dalam semua.
Mengapa kita harus mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus?Jawabannya: supaya kita mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati. 1 Korintus 15 : 53 - 54 menjelaskan = yang dapat binasa harus mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati harus mengenakan yang tidak dapat mati. Sebab kalau kita sudah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati ini, barulah kita dapat menantang maut atau mengalah kan maut sama seperti Kristus, sebab Kristus itu tidak dapat binasa oleh apapun. MAUT = berbicara tentang kematian, suatu perkara yang sangat ditakuti oleh manusia. Tetapi jika kita telah mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang tidak dapat mati ini, maka sekalipun tubuh mengalami kematian jasmani tetapi tidak disebut mati, tetapi istirahat. Hanya orang-orang yang di luar Tuhan saja kalau mengalami kematian disebut mati, tetapi orang yang di dalam Tuhan disebut hanya istirahat saja. Saudara-saudara, dalam kitab Rut telah digambarkan tentang kehidupan yang mengalami kematian.Yaitu keluarga Elimelekh, pada saat terjadi kelaparan pergi ke Moab meninggalkan Betlehem. Karena mereka mencoba mencari jalan keluar dengan pergi ke Moab, maka ada tiga (3) kematian yang dialami Naomi, yaitu:
- Kematian Elimelekh
- Kematian Mahlon
- Kematian Kilyon
Ini menunjuk tiga kematian yang akan dialami oleh setiap orang yang meninggalkan Tuhan, yaitu:
- kematian jasmani
- kematian rohani
- kematian di dalam api neraka.
Tetapi untung Naomi cepat-cepat sadar dan segera pulang kembali ke Betlehem bersama dengan Rut, menantunya. Sebab lewat ketaatan Rut dalam melakukan segala perkataan Naomi, akhirnya mereka mengalami penebusan. Sejak Naomi dan Rut sampai ke Betlehem, mereka sudah mulai menunjukkan perbuatan yang baik, terutama Rut yang selalu setia melakukan segala perintah Naomi. Maka segala kebutuhan mereka selalu tercukupi, tanah milik Elimelekh dibebus kembali dan Rut berhasil menjadi istri Boas. Ada tiga (3) yang hal yang ditebus, yaitu: orang-orangnya, rumahnya dan juga tanah atau ladangnya. Demikian juga kerinduan Tuhan, Ia mau bukan hanya untuk menebus kita saja, tetapi Ia juga ingin memberkati kita dalam segala hal. Roma 7 : 4 puncak kerinduan Tuhan adalah supaya kita dapat menghasilkan buah-buah yang baik dan berkenan kepada Tuhan.Kalau saudara rindu diberkati Tuhan, langkah pertama yang harus dilakukan ialah: lebih mengu-tamakan mencari Tuhan, mencari kebenaran. Hal ini sudah dikatakan oleh Yesus, ketika Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6 : 33). Sebab kalau kita lebih dahulu mencari Kerajaan Allah serta kebenarnnya, maka Tuhan akan memberkati kita dan mencukupkan seluruh kebutuhan kita. Imamat 25 : 23 - 28 berbicara tentang “penebusan tanah”, tanah itu adalah milik Tuhan, maka harus diberi kesempatan untuk menebusnya kembali Kemudian Imamat 25 : 29 - 34 berbicara tentang “penebusan rumah”. Penebusan ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Kitab Rut psl 4 yang dialami oleh Naomi dan Rut, baik ladang dan segala miliknya ditebus oleh Boas. Sebenarnya masih ada penebus lain yang bisa menebus Rut selain dari Boas, tetapi penebus itu tidak mau menebus Rut, yang mereka tebus hanya tanah milik Elimelekh. Maka Boas tampil menjadi penebus, yang ditebus bukan hanya tanah milik Elimelek saja tetapi juga Rut, orang Moab. BOAS adalah gambaran Kristus, satu-satunya yang sanggup menebus kita dari segala dosa hanyalah Kristus, dan hanya Dia sajalah yang sanggup menjadikan kita menjadi mempelai perempuan Kristus yang kudus dan sempurna. Saudara-saudara, ada dua (2) fungsi mengapa manusia itu harus mengalami penebusan, yaitu:
1. Untuk MENGEMBALIKAN apa yang telah hilang atau terjual.
Ketika manusia pertama diciptakan oleh Allah di taman Eden, pada dasarnya kemuliaan Allah menutupi mereka, walaupun mereka telanjang tetapi mereka tidak malu sebab ada kemuliaan Allah yang menutupi mereka. Tetapi setelah mereka jatuh ke dalam dosa, kemuliaan itu telah hilang dan mereka harus diusir dari taman Eden. Firman Tuhan dalam Roma 3 : 23 mengatakan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Inilah yang menjadi kerinduan Tuhan dalam hidup kita, Ia mau mengembalikan kita kepada kemuliaan-Nya yang semula, yang pernah diberikan kepada manusia.Maka tidak heran kalau kitab Rut itu adalah berbicara tentang kuasa penebusan Kristus dalam penggemba-laan yan di dalamnya ada firman Tuhan. Walaupun Rut itu adalah orang kafir, tetapi karena ia setia mengikuti Naomi sampai ke Betlehem dan taat melakukan segala apa yang diperintahkan Naomi kepadanya, Rut beroleh penebusan dan menjadi istri Boas. Setelah mengalami tanda penebusan, hasilnya mengalami tanda kebangkitan. Naomi yang dahulu sempat berkata: “Jangan sebut aku Naomi, tetapi sebut saja aku Mara” sekarang telah mengalami tanda kebangkitan, hidupnya dipulihkan kembali dan segala kepunyaan-nya yang dahulu baik rumahnya ladang atau tanah-nya telah beroleh penebusan kembali. Kisah Rasul 4 : 4 = kuasa pemberitaan Injil tentang kematian dan kebangkitan Kristus: banyak orang menjadi percaya dan jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Dan kalau kita lihat perkembangan setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, mulai dari sebelas murid meningkat menjadi seratus dua puluh (Kisah Rasul 1 : 15) = meningkat menjadi tiga ribu orang (Kisah Rasul 2 : 41) = meningkat menjadi lima ribu orang (Kisah Rasul 4 : 4) dan puncaknya tidak terhitung nyaknya.
2. Untuk MENGEMBALIKAN damai sejahtera.
Damai sejahtera itu bersumber hanya dari Allah saja, damai sejahtera yang sangat diperlukan oleh semua orang. Yohanes 20 : 19 - 23 setelah Yesus bangkit dari antara orang mati Ia menampakkan diri-Nya kepada murid-murid di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci, Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Yesus tahu setelah Ia mati, murid-murid-Nya telah kehilangan damai sejahtera, itu sebabnya setelah Ia bangkit, Ia tahu apa yang paling dibutuhkan murid-murid, yaitu damai sejahtera. Yesus mau supaya murid-murid jangan tetap di dalam kebimbangan tetapi supaya mereka memiliki pengharapan bahwa di dalam kematian dan kebangki-tan ada kuasa, yang sanggup mengatasi segala masalah. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap hidup di dalam kebenaran supaya kita juga dapat menikmati kuasa kematian dan kebangkitan. Yaitu kuasa yang sanggup mengembalikan apa yang telah hilang dari dalam hidup kita, baik kemuliaan maupun damai sejahtera yang sangat berguna bagi kita.

Jumat, 06 Maret 2009

Buletin Maret 2009

Minggu I Maret 2009

KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT

Kalau Kristus sudah datang dalam kemuliaan-Nya sebagai Hakim yang benar dan adil, tidak ada seorangpun yang bisa menyembunyikan sesuatu dihadapan Tuhan. Satu-satunya yang bisa menyambut Kristus dalam segala kemuliaan-Nya hanyalah gereja yang sudah jadi mempelai. Inilah gereja yang sudah lepas dari segala pengaruh dunia dan yang sudah bebas dari ikatan dosa. Karena itu kalau kita sudah mengenal Kristus sebagai Kepala atau sebagai Mempelai Pria Sorga, banyak orang akan menilai kita dengan penilaian yang salah bahkan mereka juga akan mengucilkan kita. Karena itu kalau kita lihat di dalam Alkitab, khusus nya kitab Perjanjian Baru, di dalamnya akan kita temukan tentang:
- Keselamatan hanya ada di dalam Kristus.
- Bagaimana cara supaya manusia itu bisa diselamatkan.
- Bagaimana cara supaya gereja Tuhan itu dapat mengenal Kristus sebagai Kepala.
Kalau tidak masuk ke dalam pengenalan yang benar tentang Kristus, maka mereka dikategorikan sebagai orang yang sesat. Matius 22 : 29 yang disebut sesat adalah mereka yang tidak mengerti tentang kitab suci maupun kuasa Allah. Tidak mengerti kitab suci sama artinya dengan tidak mengerti firman Tuhan, dan kalau tidak mengerti akan firman Tuhan tentu tidak mungkin bisa mengenal Kristus dengan tepat dan benar, baik sebagai Tuhan, sebagai Juruselamat maupun sebagai Kepala atau sebagai Mempelai Pria. Mengapa tidak bisa mengenal Kristus dengan benar?Jawabannya : Karena mereka sendiri yang menolak pengenalan tentang Kristus sebagai Kepala. Hal ini dapat kita lihat dalam Hosea 4 : 6, firman Tuhan mengatakan: “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” Dari ayat ini dapat kita lihat setiap orang yang tidak dapat mengenal Kristus dengan tepat dan benar, penyebabnya adalah karena mereka sendiri yang menolak pengenalan itu. Praktek hidup orang yang tidak mengenal Kristus sebagai Kepala : menolak firman pengajaran. Maka tidak heran kalau sampai sekarang masih banyak orang yang enggan mendengar firman pengajaran ini, baik dari kalangan hamba-hamba Tuhan maupun dari kalangan jemaat-jemaat. Sebagai resiko kalau tetap menolak firman pengajaran : Tuhan akan melupakan anak-anaknya. Saudara-saudara, di mana Allah hadir, di mana Allah berhadirat, di sanalah kerajaan Allah ada. Dan ketika Allah hadir, saat itu Allah mau menya-takan segala rencana-Nya bagi kita. Ketika Allah hadir di taman Eden, manusia itu bisa bercakap-cakap dengan Allah tanpa ada yang membatasi. Ini membuktikan Allah itu hadir dan mau menyatakan segala kehendak-Nya kepada manusia. Tetapi sayang, setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa, manusia itu bukan hanya diusir dari taman Eden, lebih dari itu hubungan dgn Allah menjadi putus.Sebagai akibat karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa, yang hilang bukan hanya kemuliaan tetapi juga kebahagiaan. Seorang pengusaha besar yang sangat kaya dan yang sangat terkenal di dunia pernah berkata demikian: “Kebahagaiaan itu adalah sebesar apa manusia dapat menikmatinya.” Dari pernyataan ini dapat kita lihat sekalipun ia kaya, terhormat, namun ia sendiri menyatakan kebahagiaan itu tidak dapat diukur kalau hanya dengan kekayaan yang duniawi melainkan sebesar apa manusia itu dapat menikmati kebahagiaan tersebut. Walau manusia itu kaya, walau jabatannya tinggi, dll, tetapi kalau ia tidak dapat menikmatinya, itu namanya bukan kebahagiaan. Saudara-saudara, ungkapan ‘berbahagia’ itu ditujukan tidak kepada semua orang, melainkan hanya kepada gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Wahyu 19 : 9 yang berbahagia adalah gereja Tuhan yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba, dan yang masuk ke dalam perjamuan kawin Anak Domba itulah yang disebut “mempelai perempuan Kristus”. Kemudian dalam Matius 5 : 3 ketika Tuhan Yesus memulai pembicaraan tentang berbahagia, pertama-tama ungkapan berbahagia itu ditujukan justru kepada orang miskin bukan kepada orang kaya. Secara logika hal ini mustahil, tetapi inilah firman yang telah dikatakan sendiri oleh Tuhan Yesus. Maka supaya kita dapat menikmati kebahagiaan itu, kita harus menempatkan diri dihadapan Tuhan sebagai orang yang tidak punya apa-apa, selalu bergantung harap kepada Kristus. Inilah kelebihan gereja yang menempatkan Kristus sebagai Kepala, menaruh harapannya secara sepenuh hanya kepada Kristus. Maka Tuhan Allah sebagai sumber kebahagiaan itu akan memberikan kesempatan supaya kita dapat menikmati kebahagiaan tersebut. Itu sebabnya kalau tidak jadi mempelai, tidak mungkin bisa menikmati kebahagiaan sebab mereka akan diserahkan ketangan antikristus. Memperta-hankan kebenaran diri sendiri berarti di dalam dirinya tidak ada kebenaran, dan kalau tidak ada kebenaran maka damai sejahtera atau kebahagiaan itu akan jauh dari hidupnya, demikian juga kasih karunia Allah akan jauh dari hidupnya.Saudara-saudara, kalau kita lihat firman Tuhan dalam Keluaran 33 : 12 - 23 ada empat (4) hal yang akan kita alami sebagai tanda kasih karunia Allah ada pada kita, yaitu :
1. ADA JALAN KELUAR (ayat 12 -13).
Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, di padang gurun, Tuhan Allah selalu memberikan jalan keluar kepada mereka. Inilah salah satu permohonan yang dimohonkan oleh Musa kepada Allah, supaya dalam segala perjalanan Allah selalu memberikan jalan keluar. Demikian juga dalam Kejadian 6 : 5 - 8, di tengah-tengah kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, Tuhan Allah memberikan kasih karunia kepada Nuh. Bukti Nuh mendapat kasih karunia, Tuhan Allah memberikan jalan keluar supaya Nuh membangun bahtera (ayat 13 - 17) dengan demikian ada jalan keluar dari kebinasaan. Bagi kita sekarang ini, satu-satunya jalan keluar supaya kita bisa selamat adalah menerima Yesus secara pribadi. Yohanes 14 : 6 Yesuslah satu-satunya jalan yang bisa membawa kita kepada keselamatan lewat kematian-Nya di kayu salib.
2. TUHAN BIMBING (ayat 14).
Kalau kita sudah mendapat kasih karunia di mata Allah, Dia sendiri yang akan memimpin/membimbing kita dan yang akan memberikan ketenteraman yang sangat kita perlukan, terutama dalam rumah tangga. Kalau tidak ada ketenteraman, maka rumah tangga itu akan hancur.
3. DISERTAI TUHAN (ayat 16 - 17).
Setelah Tuhan berjanji memberikan bimbingan dan ketenteraman, Musa memohon kembali supaya Tuhan Allah menyertai mereka. Sebagai bukti Tuhan menyertai mereka: selama dalam perjalanan di padang gurun Tuhan Allah berjalan bersama-sama dengan mereka, inilah bukti penyertaan Tuhan ada di tengah-tengah bangsa Israel.
4. MENDAPAT KEMULIAAN (ayat 18 - 23).
Setelah Tuhan Allah memberikan jalan keluar, dibimbing, disertai, Musa juga memohonkan kepada Allah, supaya Allah memperlihatkan kemuliaan-Nya kepada Musa. Kemuliaan itu menentukan apakah kita sudah layak disebut sebagai milik Kristus atau justru sebaliknya belum menjadi milik Kristus. Tuhan mem-berikan kemuliaan hanya kepada mempelai-Nya.


Minggu III Maret 2009

KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT

Saudara-saudara, pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia itu segambar dan serupa dengan Allah. Oleh sebab itu rencana Allah yang telah ada sejak dari semula itu tidak akan pernah berubah sampai sekarang, bahkan sampai Ia datang kembali. Dapat kita lihat dalam Kejadian 1 : 26 - 27 Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, baik laki-laki dan perempuan diciptakan segambar dengan Allah. Ayat 28 = karena manusia itu diciptakan segambar dengan Allah, mereka layak diberkati Allah supaya beranak cucu dan bertambah banyak, kemudian mereka layak menerima kuasa untuk menaklukkan bumi dengan segala isinya. Keturunan = sebagai berkat dalam rumah tangga, oleh sebab itu jangan sampai ada keluarga yang mencoba menunda-nunda atau menolak kehamilannya, apalagi sampai melenyapkan (=menggugurkan) kehamilannya. Hal ini jahat dimata Tuhan, saudara harus memperhatikan firman Tuhan ini. Kecuali karena sesuatu hal yang tidak memungkinkan lagi untuk hamil, atau mungkin juga karena keluarga berencana. Tetapi sayang manusia itu jatuh ke dalam dosa oleh kelicikan ular yang telah memperdaya perempuan, sehingga mereka harus kehilangan semuanya. Dosa itu membuat mereka harus kehilangan kemuliaan Allah, kehilangan pemeliharaan dan juga harus diusir dari taman Eden. Roma 8 : 28 - 30 firman Tuhan men-jelaskan kepada kita bagaimana rencana Tuhan sejak semula bagi manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa Allah ingin supaya kita membali kepada Tuhan.Setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa, Allah kembali melanjutkan rencana-Nya bagi kita, yaitu dengan cara “memanggil” supaya kembali kepada rencana-Nya yang semula. Untuk itu Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Allah, yaitu bagi mereka yang telah dipanggil sesuai dengan rencana Allah (ayat 28). Tujuan Tuhan memanggil kita : supaya kita mengalami tanda keubahan hidup, dari orang berdosa menjadi orang yang berkenan kepada Allah. Setelah kita dipanggil, Allah juga telah memilih kita untuk ditentukan dari semula menjadi serupa dengan gambaran, Anak-Nya, yaitu Kristus sebagai Kepala Jemaat. Jadi rencana Allah sejak dari semula itu adalah untuk menjadikan kita segambar dan serupa dengan Allah. Inilah gereja Tuhan yang layak jadi mempelai perempuan Kristus. Mengapa manusia itu harus mengalami tanda keubahan hidup?
Jawabannya: sebab darah dan daging tidak mendapat bagian dalam kerajaan sorga dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa, yaitu darah dan daging yang tidak mengalami tanda keubahan (lihat dalam 1 Korintus 15 : 50 - 53). Dan yang dapat mengubah hidup manusia yang dapat binasa ini supaya mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa adalah firman Tuhan, yaitu firman pengajaran. Sebab lewat firman pengajaran inilah dosa kita dibongkar, hidup kita disucikan sehingga kita dibaharui dari hari ke hari.Maka kalau kita lihat dalam Markus 2 : 21 - 22, Tuhan Yesus menjelaskan bagaimana kehidupan manusia yang tidak mengalami tanda keubahan, diibaratkan seperti secarik kain yang tua atau seperti kantong kulit yang tua. Ayat 21 = menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, kain penambal itu akan mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Baju yang tua ini berbicara tentang kehidupan yang tidak/belum mengalami tanda pembaharuan. Ayat 22 = mengisi anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, maka anggur itu akan mengoyakkan kantong kulit yang tua, sehingga anggur itu dan kantongnya kedua-duanya terbuang. Kantong kulit yang tua ini juga berbicara tentang kehidupan yang tidak/belum mengalami tanda pembaharuan. Satu-satunya jalan supaya bisa mengalami tanda pembaharuan : harus ada kerelaan untuk menanggalkan atau membuang segala sesuatu yang lama, yaitu sifat-sifat atau karakter yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kolose 3 : 5 - 12 menjelaskan kepada kita tentang pembaharuan yang dikerjakan oleh firman Tuhan:
* Ayat 5 - 6 = ada lima (5) hal dari luar yang harus dimatikan, yaitu : percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.
** Ayat 7 - 8 = ada lima (5) hal yang harus dibuang, yang najis dan yang tersimpan di dalam hati manusia, yaitu: marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut.
*** Ayat 12 = ada lima (5) hal yang harus kita kenakan, yang harus menjadi sikap dan perbuatan kita sehari-hari, yaitu: belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Jadi kehidupan yang sudah mengalami tanda keubahan itu ditandai dengan ada yang harus dimatikan dan ada yang harus dibuang kemudian ada yang harus dikenakan. Contoh kita bisa melihat Yohanes pasal 2, ini berbicara tentang pembaharuan yang dikerjakan oleh Yesus, yaitu pembaharuan dalam rumah tangga dan dalam hal ibadah. Maka dalam Yohanes psl 2 ini ada dua bentuk penampilan Kristus, yaitu: 1. Yohanes 2 : 1 - 11 = penampilan Kristus sebagai Kepala dalam rumah tangga, yaitu rumah tangga yang sudah mengalami pembaharuan yang ditandai dengan adanya sukacita karena anggur baru. 2. Yohanes 2 : 13 - 25 = penampilan Kristus sebagai Kepala dalam Bait Allah, yaitu Bait Allah yang sudah mengalami tanda pembaharuan. Bait Allah yang sudah mengalami tanda pembaharuan: beribadah tidak mencari untung, pelayanan juga tidak untuk mencari untung. Itu sebabnya Tuhan Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dengan semua kambing domba dan lembu, uang penukar-penukar dihamburkan ke tanah dan meja-meja dibalikkan. Tuhan Yesus tidak mau Bait Allah itu dijadikan menjadi tempat berjualan untuk mencari keuntungan, tetapi harus sungguh-sungguh sebagai tempat beribadah, sebagai rumah doa untuk memuliakan nama Tuhan Allah. Saudara-saudara, manusia itu memang masih punya daging dan darah, dan tidak ada seorangpun yang namanya manusia yang tidak punya darah dan daging. Sebab kalau tidak punya darah dan daging itu namanya bukan manusia, tetapi hantu. Tetapi sekalipun manusia itu punya darah dan daging yang tidak luput dari dosa dan kelemahan, kita beroleh kesempatan untuk diubahkan yaitu oleh darah dan daging Tuhan Yesus yang sama sekali tidak berdosa. Yohanes 1 : 1, 14 menjelaskna kepada kita, Yesus itu adalah firman/ Allah yang telah menjadi manusia, punya darah dan daging tetapi tidak berdosa. Yohanes 6 : 55 Yesus berkata: “Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.” Jadi Tuhan Yesus sudah menyediakan daging dan darah-Nya sebagai sarana untuk membaharui dan menyucikan darah dan daging kita supaya beroleh kesempatan tinggal di dalam Kristus. Setiap orang yang makan daging dan minum darah Yesus akan hidup (ayat 56 - 58). Efesus 4 : 20 - 21, cara Tuhan mengubah hidup kita yaitu lewat mendengar dan menerima/melakukan firman pengajaran. Karena itu dalam setiap ibadah yang menjadi fokus utama harus ada kesediaan untuk menerima firman pengajaran. Sebab lewat mendengar dan menerima firman pengajaran kita akan dibaharui dalam roh dan pikiran supaya dapat mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah, menjadi mempelai perempuan Kristus.



Minggu IV Maret 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Kristus sebagai Kepala jemaat adalah rahasia Allah yang terbesar, yang telah diungkap bukakan khususnya kepada jemaat-jemaat yang mau menguduskan dirinya. Kolose 1 : 25 - 27 rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan keturunan, sekarang telah dibukakan kepada orang-orang kudus-Nya. Itu sebabnya perjalanan untuk menempatkan Kristus sebagai Kepala jemaat sangat panjang, membutuhkan waktu dan pengorbanan yang sangat besar. Ibrani 3 : 6 Kristus sebagai Kepala jemaat, harus setia dahulu sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya. Sebelum Kristus ditempat kan sebagai Kepala, terlebih dahulu Ia harus setia sebagai Anak atau sebagai Hamba. Dan dalam proses Kristus sebagai Anak, Ia harus rela lahir sebagai manusia dan menjadi seorang hamba. Puncaknya: Ia harus mati di atas kayu salib sebagai korban pendamaian untuk memperdamaikan kita dengan Allah. Ini bukti Kristus setia sebagai Anak. Saudara-saudara, kalau kita lihat Matius 25 : 1 - 11 yang sanggup menyambut kedatangan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga adalah lima gadis yang bijaksana. Dari ayat ini dapat kita ketahui ada tiga (3) sikap yang harus kita miliki, yaitu:
1. Harus bijaksana.
2. Punya pelita yang menyala dan minyak dalam buli-buli.
3. Mempunyai sumbu.
Supaya pelita tetap menyala: minyak harus cukup dan harus ada sumbu yang siap untuk dibakar, yaitu rela menderita karena melakukan firman Tuhan.1 Petrus 4 : 12 - 13 supaya pelita kita tetap menyala, harus ada kerelaan menderita bersama-sama dengan Kristus walaupun penderitaan itu seperti nyala api siksaan yang datang sebagai ujian. Namun sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap bersukacita sesuai dengan bagian yang telah ditentukan oleh Kristus dalam penderitaan-Nya. Ujian itu sifatnya seperti nyala api siksaan, jadi sangat bertentangan dengan keinginan daging. Tetapi sekalipun demi-kian jika kita tetap setia dan tetap hidup di dalam kebenaran, kita akan bergembira dan bersukacita pada waktu Kristus menyatakan diri dalam segala kemuliaan-Nya. Salah satu kelengkapan yang harus kita miliki adalah minyak yang cukup. MINYAK adalah lambang Roh Kudus, supaya minyak bisa tetap melimpah kita harus banyak berdoa. Kita bisa melihat salah satu contoh supaya jangan sampai kehabisan minyak. 2 Raja-raja 4 : 1 - 7 ketika penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua anaknya menjadi budak orang lain, ada dua (2) sikap yang harus dilakukan, yaitu:
*masuk ke dalam rumah dan tutup pintu **sediakan bejana-bejana.
Maka perempuan itu melakukan tepat seperti yang dikatakan Elisa kepadanya maka penuhlah seluruh bejana yang telah disediakan tersebut. Kemudian Elisa berkata kepadanya: “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu” (ayat 7). Pertama-tama fungsi minyak: dapat membereskan segala hutang.HUTANG = berbicara hutang dosa, supaya dosa kita dibereskan harus menerima pekerjaan Roh Kudus. Minyak itu juga berbicara urapan dari Roh Kudus, kalau urapan Roh Kudus sudah turun, Ia sanggup melakukan perkara yang besar dan ajaib. Demikian juga dalam ibadah, kalau Roh Kudus sudah turun maka kita dapat merasakan kuasa Allah dinyatakan di dalam kita. Kalau kita lihat dalam ayat ini, fungsi minyak/urapan Roh Kudus itu adalah untuk membayar hutang dosa, untuk menutupi segala kekurangan dan juga untuk memelihara hidup kita. Maka supaya bejana bisa penuh dengan minyak sikap yang harus kita lakukan : masuk ke dalam kamar dan tutup pintu. Matius 6 : 6 Yesus juga mengajar murid-murid-Nya bagaimana berdoa yang benar. Yesus berkata: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” TUTUP PINTU = berbicara “berdoa & menyembah Tuhan”, tujuannya supaya jangan terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi atau keinginan-keinginan daging dan supaya jangan terpengaruh dengan dosa. Sebab kalau kita lihat Yakobus 4 : 3 ada doa yang tidak dijawab oleh Tuhan, tidak dijawab karena yang diminta (yang didoakan) itu hendak dipakai hanya untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri. Hal ini perlu kita perhatikan dengan baik-baik supaya doa kita dijawab oleh Tuhan.
SEDIAKAN BEJANA= berbicara siapkan diri atau buka hati supaya Roh Kudus masuk dan memenuhi hidup kita. Sebab kalau Roh Kudus sudah masuk, 2 Korintus 4 : 7 firman Tuhan mengatakan kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal bukan dari diri kita lagi tetapi dari Allah. Paulus sebagai rasul Kristus, mensejajarkan dirinya seperti bejana tanah liat yang di dalamnya sudah tersimpan harta rohani, yaitu firman Tuhan dan Roh Kudus. Karena itu sekalipun ditindas, namun tidak terjepit, habis akal, namun tidak putus asa, dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, dihempaskan, namun tidak binasa (ayat 8). Inilah pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita.Karena itu kalau kita lihat khusus Yohanes psl 2, ada dua (2) penampilan Kristus sebagai Kepala, yaitu:
1. Yohanes 2 : 1 - 11 = Kristus tampil sebagai Kepala dalam rumah tangga.
2. Yohanes 2 : 13 - 25 = Kristus tampil sebagai Kepala dalam bait Allah.
Ad. 1. Ketika terjadi perkawinan di Kana, ada yang disebut mempelai laki-laki, ada pemimpin pesta dan juga pelayan-pelayan. Tetapi ketika terjadi kekurangan anggur, mereka semua tidak dapat mengatasinya. Baik pemimpin pesta maupun mempelai laki-laki itu tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut. Tetapi karena Yesus ada di pesta itu, Dialah yang sanggup mengatasi masalah kehabisan anggur tersebut. Kuncinya lakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Karena pelayan-pelayan itu mau melakukan tepat seperti yang diperintahkan Yesus, maka Tuhan mengadakan muji-zat air menjadi anggur. Inilah mujizat pertama dan yang terbesar yang dilakukan Tuhan Yesus, dilakukan dalam rumah tangga. Anggur itu menunjuk sukacita karena Tuhan, ini modal dalam membentuk rumah tangga supaya rumah tangga itu dapat bertahan. Tidak ada seorangpun yang sanggup membuat rumah tangga nya berjalah dengan manis, kecuali Kristus. Karena itu sudah selayaknya Kristus kita tempatkan sebagai Kepala dalam rumah tangga kita.
Ad. 2. Sebagai Kepala dalam Bait Allah, Kristus yang berkuasa merombak dan membangun-nya kembali dalam tiga hari. Intinya: membawa tanda pembaharuan supaya Bait Allah itu benar-benar pada fungsinya sebagai rumah doa. Itu sebabnya ketika Tuhan Yesus melihat Bait Allah sudah berubah fungsi menjadi, Tuhan Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci. Tuhan Yesus tidak mau Bait Allah itu dijadikan sebagai tempat berdagang atau untuk mencari keuntungan. Pada zaman sekarang ini, gereja juga sudah banyak yang berubah fungsi, memang masih beribadah dan melayani tetapi tujuannya hanya untuk mencari keuntungan. Hal seperti ini tidak boleh terjadi dalam pembangunan tubuh Kristus, ibadah dan pelayanan itu harus berpusat hanya kepada Kristus. Apalagi pada saat-saat paskah, perhatian Tuhan Yesus sangat tertuju kepada Bait Suci, Ia rindu supaya kita benar-benar menempatkan Kristus sebagai Kepala jemaat.

Jumat, 06 Februari 2009

Buletin Februari 2009

Minggu I Februari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

“Kristus Adalah Penolong Tepat Pada Waktunya.”
Yesaya 54 : 6 bangsa Israel pernah punya pengalaman seperti seorang istri yang ditinggalkan suami dan bersusah hati. Tetapi kita patut kagum melihat kasih Allah kepada umat-Nya, walaupun umat-Nya itu telah meninggalkan Allah, namun Allah masih tetap memberikan kesempatan untuk memanggil mereka kembali dan memulihkan mereka supaya kembali menjadi umat Allah. Pengalaman bangsa Israel ini, merupakan gambaran perjalanan gereja Tuhan di akhir zaman ini kalau tetap hidup di dalam dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran juga akan ditinggalkan Tuhan. Tetapi Tuhan Allah akan kembali datang dengan kasih-Nya seperi kepada bangsa Israel, untuk mengangkat dan memulihkan keadaan umat-Nya. Walaupun mungkin keadaannya sudah hampir-hampir binasa, tetapi Kristus yang adalah Kepala jemaat, Mempelai Pria Sorga akan tampil dengan kasih-Nya yang setia untuk mengambil kita kembali dan memulihkan keadaan kita, supaya kembali menjadi milik Tuhan. Allah itu adalah Allah yang penuh kasih dan setia, kudus dan sempurna adanya, inilah sifat Allah yang tidak pernah berubah sampai kapanpun. Karena Allah itu adalah setia, kudus dan sempurna adanya, maka Ia sanggup memulihkan keadaan umat-Nya dengan cara mengangkatnya dari segala dosa, dikuduskan bakan sampai disempurnakan. Jika seandainya Allah itu tidak setia, tidak kudus dan tidak sempurna, maka sudah pasti Allah tidak mungkin bisa mengangkat umat-Nya yang telah jatuh ke dalam dosa. Maka kalau kita lihat dalam Ulangan 31 : 6 - 8 penampilan Kristus sebagai Kepala menampilkan diri-Nya sebagai “PEMIMPIN” yang memimpin umat-Nya supaya bisa sampai kepada tujuan. Suatu pernyataan yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah gemetar, sebab Tuhan sendiri yang akan berjalan di depan umat-Nya, Dia sendiri yang turun untuk menyertai mereka. Dalam ayat ini dapat kita lihat dengan jelas, bagaimana pertolongan Tuhan yang diberikan kepada umat-Nya tepat pada waktunya yang tidak membiarkan dan yang tidak meninggalkan mereka. Tetapi kalau kita lihat dalam Yesaya 63 : 7 - 9, Tuhan memberikan pertolongan tepat pada waktunya tidaklah kepada semua orang dan tidak kepada sembarang orang. Hanya kepada setiap orang yang sudah diakui sebagai “Umat Allah”, yaitu mereka yang tidak berlaku curang. Kemudian dalam Wahyu 21 : 2 - 3 yang dakui sebagai umat Tuhan itu adalah mereka yang sudah diangkat dan dibangun menjadi mempelai perempuan Kristus, dimana Tabernakel Allah sudah dibangun di dalam dirinya, kepada merekalah Tuhan mau memberikan pertolongan. Jadi yang diakui sebagai umat Allah dan yang layak dibangun menjadi mempelai perempuan Kristus adalah mereka yang tidak berlaku curang.Yesaya 30 : 9 - 11 yang disebut “anak-anak yang berlaku curang” adalah: *orang-orang yang suka memberontak, **suka bohong, ***enggan mendengar firman pengajaran, ****tidak suka akan penglihatan, *****lebih suka hal-hal manis dan semu, ******tidak suka mendengar tentang yang sempurna. Akibatnya : bagi mereka dosa itu akan seperti pecahan yang mau jatuh, dan kehancurannya datang dengan tiba-tiba dalam sekejap mata, tidak dapat tertolong lagi (ayat 13).
Karena itu kalau saudara-saudara rindu disebut sebagai anak-anak yang tidak berlaku curang, harus belajar berkata jujur dan jangan coba-coba menyimpan kebohongan. Kita harus mau mengakui di mana kita dilahirkan, siapa orang yang telah melayani kita. Demikian juga, kalau saudara rindu memiliki hidup : hiduplah di dalam kasih, teladani Kristus sebagai Kepala yang selalu setia dalam kasih-Nya. 2 Korintus 11 : 1 - 6 dalam pelayanan Paulus sebagai rasul Kristus, ia telah mempertunangkan jemaat itu kepada satu laki-laki untuk membawa jemaat itu sebagai perawan suci, dan laki-laki itu adalah menunjuk kepada Kristus sebagai Kepala jemaat.
Dari skema di atas dapat kita lihat bagaimana nasib orang-orang yang hidup di dalam firman kebenaran maupaun yang tidak hidup di dalam kebenaran. 1 Yohanes 3 : 11 - 14 model anak-anak Allah: meneladani sikap Habel hidup di dalam kasih, di dalam dirinya ada sifat Allah yang adalah kasih. Maka setiap orang yang mau meneladani sikap Habel akan memperoleh hidup yang kekal. Sedangkan model anak-anak iblis di dalam dirinya tidak ada kasih, tetapi yang ada adalah kejahatan, kecurangan dan pemberontakan terhadap kebenaran, yang berakhir kepada kebencian.Kain itu berasal dari sijahat, maka setiap orang yang mewarisi sifat Kain, di dalam dirinya tidak ada kasih terhadap saudara. Firman Tuhan mengatakan: “Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya” (ayat 15). Jadi jelas setiap orang yang meneladani sikap Kain, di dalam dirinya tidak ada hidup kekal, yang ada adalah maut, yaitu kematian selama-lamanya.
Karena itu suatu jaminan telah diberikan Tuhan Allah kepada umat-Nya, supaya layak mendapat pertolongan ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu: Yeremia 42 : 9 - 11 “tetap tinggal di negeri ini, jangan pergi ke Mesir untuk mencari pertolongan” artinya : jangan tinggalkan Ibadah dan penggembalaan yang benar untuk mencari pertolongan kepada dunia dan kepada manusia. Sebab setiap orang yang tetap tinggal di dalam penggem-balaan yang benar, inilah jemaat yang dijamin Tuhan mendapat pertolongan tepat pada waktunya. Firman Tuhan menjelaskan kepada kita, gereja yang jadi mempelai itu adalah mereka yang sudah ditebus dari tiga (3) hal, yaitu sudah ditebus dari dosa, sudah ditebus dari bumi /dunia dan sudah di tebus dari antara manusia (lihat Wahyu 5 : 9 - 10; 14 : 3 - 4). Benar-benar sudah terpisah dari cara hidup duniawi. Karena itu supaya kita layak disebut sebagai mempelai perempuan Kristus, kita harus mau dibangun menjadi tempat kediaman Allah. Kejadian 2 : 21 - 22 perempuan pertama ada karena dibangun sendiri oleh Allah dari tulang rusuk Adam. Arti kata “DIBANGUN” juga dipakai untuk membangun gereja yang mau jadi menjadi mempelai perempuan. Dapat kita lihat dalam Matius 7 : 24 -27 orang yang membangun rumahnya di atas batu disebut orang yang bijaksana sedangkan yang membangun di atas pasir disebut orang yang bodoh. Karena orang bijaksana ini mau mendengar dan melakukan firman Tuhan, walau datang angin, hujan dan banjir, imannya tetap kuat, tidak tergoyahkan. Gereja yang jadi mempelai itu adlah anak-anak atau jemaat-jemaat yang dibangun kero-haniannya dan terus bertumbuh ke arah Kristus sebagai Kepala hingga menjadi sama seperti Kristus dalam kekudusan dan kesempurnaan-Nya. Efesus 4 : 16, jemaat yang dibangun itu akan rapih tersusun dan diikat menjadi satu kearah Kristus sebagai Kepala, menjadi tubuh Kristus yang kudus dan sempurna.


Minggu II Februari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

“Kristus Adalah Penolong Tepat Pada Waktunya.”
Mengapa kita memerlukan pertolongan dari Tuhan tepat pada waktunya?
Matius 24 : 29 = sebab pada zaman akhir ini dunia akan mengalami goncangan yang sangat hebat. Digambarkan seperti matahari menjadi gelap, bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit. Inilah kegelapan yang paling gelap yang segera terjadi, kegelapan yang menimbul kan kekacauan dan penderitaan yang sangat hebat. Dalam kitab Kejadian 1 : 2 “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” Dalam terjemahan baru dikatakan: “Bumi belum berbentuk dan kosong” sebenarnya dalam terjemahan lama dikatakan: “Bumi kacau balau” jadi kalau kegelapan menguasai bumi yang terjadi adalah kekacauan. Demikian juga kalau kegelapan dosa sudah menguasai dunia, maka yang terjadi adalah kekacauan. Setiap orang yang tidak hidup di dalam kebenaran, mereka akan mengalami goncangan yang hebat dan tidak akan tetap tinggal di dalam Tuhan. Matahari menjadi gelap, bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit. Sebenarnya ini menunjuk kepada pribadi Allah sendiri dan pekerjaan Allah yang tidak lagi menerangi hati manusia.
Matahari = Allah Bapa, kalau matahari menjadi gelap artinya manusia sudah kehilangan kasih Allah.Allah itu adalah kasih, jadi setiap orang yang sudah kehilangan kasih, Allah tidak lagi bekerja di dalam dirinya.
Bulan tidak bercahaya = Allah Anak, di dalam korban Kristus, tidak ada lagi rasa takut akan Tuhan, tidak ada lagi pertobatan karena tidak menghargai korban Kristus.
Bintang-bintang berjatuhan = Allah Roh Kudus, tidak ada lagi kesadaran atau yang menyadarkan manusia supaya mencari Tuhan.
Apabila pribadi Allah tidak lagi menerangi hati manusia dan apabila pribadi Allah tidak lagi beraktivitas di tengah-tengah dunia ini, saat itulah dunia ini mengalami goncangan yang hebat, dunia sepenuhnya dikuasai oleh setan dan antikristus. Dan jika iblis sudah menjadi penguasa tunggal di bumi, maka ia akan memberikan kekuasaan kepada antikristus untuk memaksa semua manusia supaya menyembah setan/iblis. Pada saat itu tidak ada seorangpun yang boleh menyembah selain setan, tidak ada seorangpun yang bisa beribadah kepada Allah. Wahyu 13 : 4 naga memberikan kekuasaan kepada binatang, naga itu menunjuk pribadi setan/ iblis, sedangkan binatang itu adalah antikristus. Mereka yang menyembah binatang itu kagum melihat perbuatan setan dan antikiristus tersebut seolah-olah tidak ada lagi yang seperti binatang itu. Pekerjaannya: membuat mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua yang diam di dalam sorga.Wahyu 13 : 7 = antikristus diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, yaitu gereja yang tidak jadi mempelai perempuan Kristus dan yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba. Orang-orang kudus yang tidak jadi mempelai itu sudah termasuk di dalamnya: jemaat-jemaat dan hamba-hamba Tuhan yang tidak masuk ke dalam kesempurnaan. Mengapa nama mereka tidak terdaftar di dalam kitab kehidupan Anak Domba? jawabannya: karena mereka tidak pernah mengalami kelahiran yang benar, belum lahir dari Allah atau belum lahir dari firman Tuhan. Sebab kalau kita lihat kembali dalam Mazmur 87 : 5 - 7, yang tercatat namanya dan yang diakui Allah adalah mereka yang sudah lahir di Sion. Pada waktu Tuhan menghitung dan mencatat bangsa-bangsa, Tuhan sendiri yang mengakui: “Ini dilahirkan di sana.” Yesaya 2 : 2 - 3 lahir di Sion sama dengan lahir dari firman Tuhan lahir dari firman pengajaran. Karena itu sebelum matahari, bulan dan bintang berubah menjadi gelap, ambil kesempatan dengan sebaik-baiknya, terima firman pengajaran dan alami kuasa kelahiran baru oleh firman Tuhan. Sebab jika matahari, bulan dan bintang sudah berubah menjadi gelap, dunia ini benar-benar berada dalam kekuasaan setan dan antikristus sehingga tidak ada kesempatan untuk bertobat. Tidak ada lagi kesempatan untuk mencari Tuhan, demikian juga tidak ada lagi pendeta yang menyampaikan firman Tuhan. Sekarang selagi masih ada kesempatan, datanglah dengan sungguh-sungguh terima firman pengajaran yang sanggup mengajar kita tentang kebenaran. Ibrani 12 : 5, firman Tuhan menekankan supaya jangan ada seorangpun yang menganggap enteng akan didikan Tuhan dan jangan putus asa apabila engkau diperingatkan. Sebab jika kita harus menanggung ganjaran, berarti Allah masih memperlakukan kita seperti anak. Ketika Tuhan memberi ganjaran, pertama-tama yang datang memang bukan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian apabila kita tetap setia, ganjaran itu akan menghasilkan “buah kebenaran” yang memberikan damai kepada orang yang dilatihnya (ayat 7 - 11). Saudara-saudara, kalau kita lihat kembali firman Tuhan dalam Yesaya 41 : 10, 13 - 14 Tuhan itu memberikan pertolongan tidak kepada semua orang, tetapi kepada Yakub yang disebut “Sicacing” dan kepada Israel yang disebut “Siulat”.
Cacing dan ulat adalah binatang yang menjijikkan, yang selalu dihindari orang, tetapi dapat mengambil tempat di tempat yang baik sehingga dapat mengalami perubahan. CACING = mengambil tempat di tanah yang subur, yang sangat berguna bagi tumbuh-tumbu-han. Kalau cacing sudah mengambil tempat di tanah yang subur, maka setiap tanaman yang di tanam di tanah yang subur itu pasti dapat bertumbuh dan dapat menghasilkan buah-buah yang banyak. ULAT = mengambil tempat di tempat yang banyak rumputnya, memakan rumput, kemudian mengalami perubahan dari ulat menjadi kepompong, dan dari kepompong berubah menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah dipandang mata. Yesaya 11 : 2 - 3 pekerjaan Roh Kudus ditengah-tengah manusia: untuk memberikan roh takut akan Tuhan. Tujuannya supaya di dalam diri manusia itu ada rasa takut akan Tuhan. Kemudian kalau rasa takut akan Tuhan itu sudah ada, sikapnya:
* Amsal 8 : 13 = yang takut akan Allah itu benci kejahatan, benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat dan mulut penuh tipu muslihat. Artinya dapat menjauhi segala sifat dan perbuatan-perbuatan kejahatan.
** Wahyu 14 : 7a = yang takut akan Allah dapat memuliakan Allah dengan mulutnya, dapat mengakui bahwa Allah itulah satu-satunya yang harus dipermuliakan.
*** Wahyu 14 : 7b = yang takut akan Allah itu dapat menyembah Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi. Kalau sudah ada Roh Kudus, maka Roh itulah yang mendorong kita untuk menyembah Allah dengan tepat dan benar.
Roma 8 : 28 salah satu pekerjaan Roh Kudus yang harus kita terima, Roh Kudus itu turut membantu kita dalam kelemahan kita dan kelemahan kita itu ialah kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa. Tetapi setelah Roh Kudus tinggal di dalam kita, maka Roh Kudus itulah yang menuntun kita dan membawa kita kepada penyembahan yang benar, mulut dan bibir kita dapat memuliakan & menyembah Allah dengan benar.

Minggu ke-III Februari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Pesta nikah Anak Domba : menjadi pengharapan tertinggi bagi gereja Tuhan, demikian juga menjadi mempelai perempuan Kristus harus menjadi fokus utama, menjadi tujuan tertinggi. Percaya kepada Tuhan, bertobat, dibabtis memang sudah bagus, demikian juga menjadi anak Tuhan atau menjadi sahabat Tuhan sudah bagus tetapi ini belum cukup, harus ditingkatkan lagi dengan masuk ke dalam penyucian dan pengudusan. Hidup kita ini harus dibawa kepada penyucian dan pengudusan supaya kita dapat di bawa kepada kesempurnaan, yaitu menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Inilah hubungan yang paling erat/dekat dengan Tuhan, suatu hubungan yang paling pribadi yang di dalamnya ada kehangatan cinta. Maka kalau berdoa, jangan hanya meminta supaya diberkati, jangan hanya meminta kesembuhan, dll, tetapi lebih dari pada itu, kita harus berdoa supaya Kristus, Kepala jemaat memberikan kehangatan cinta yang membuat kita bergairah mengasihi Tuhan. Matius 25 : 1 - 13 = lima gadis bodoh gagal masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba karena tidak mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Sebab setelah lima gadis bijaksana itu masuk, barulah kelima gadis bodoh itu mengetahui bahwa mereka sedang kekurangan minyak dalam buli-buli. Dan ketika mereka sedang sibuk mencari/membeli minyak, pada saat itulah pintu ditutup dan mereka pun tinggal diluar. Walau mereka datang kembali, tetapi sudah terlambat, Tuhan tidak mengenalnya. Ibrani 3 : 6, sebagai Kepala jemaat, Kristus tidak setia kepada semua orang, kesetiaan Kristus sebagai Suami ditujukan hanya di dalam rumah-Nya. Dan rumah-Nya itu ialah gereja Tuhan yang sudah jadi mempelai. Yang diakui rumah Tuhan adalah jika sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus berpegang teguh kepada Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah, yaitu firman Tuhan yang mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Mempelai Pria Sorga. Dalam Perjanjian Lama rumah Tuhan itu disebut Tabernakel. Karena itu dalam membangun rumah Tuhan/ Tabernakel ada 4 (empat) poin yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. CONTOHNYA, Keluaran 25 : 8 - 9 untuk membangun Tabernakel pertama-tama yang harus diperhatikan ialah contohnya harus sesuai dengan contoh yang diberikan Tuhan kepada Musa. Kepada Musa, Allah berkata: “Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.” Demikian juga dalam hal membangun rumah rohani, supaya Kristus setia sebagai Kepala, kita harus menyesuaikan diri dengan contoh yang telah ditetapkan oleh Allah. Bangunan rohani itu contohnya dari sorga, bukan dari dunia. Pusatnya ialah Kristus harus menjadi contoh dan teladan kita.Pola ibadah dan pelayanan itu harus sepenuhnya mencontoh pola dari sorga, demikian juga nikah/ keluarga harus mencontoh pola dari sorga. Adam, manusia pertama diciptakan Allah dan perempuan yang dibangun oleh Allah itu sebenarnya harus menjadi contoh bagi kita tetapi karena ia lebih mendengar kata istrinya daripada mendengar firman Tuhan, maka ia gagal. Tetapi sayang contoh yang pertama itu gagal, nikah/keluarga mereka masuk ke dalam kutuk karena dosa mereka sendiri. Adam jatuh ke dalam dosa bukan karena telah digoda oleh iblis melainkan karena istrinya sendiri. Kejadian 3 : 17 menjelaskan Adam gagal karena lebih mendengar perkataan istrinya dari pada memperhatikan perkataan Tuhan. Istri itu bisa menjadi baik dan bisa menjadi penolong bagi suaminya, tetapi sebaliknya istri itu juga bisa menjadi istri yang jahat dan merusak rumah tangga nya karena membuka peluang kepada iblis. Karena Adam yang pertama itu gagal, maka Kristus tampil sebagai Adam yang akhir untuk memberikan contoh kepada kita jemaat-Nya (Roma 5 : 12 -14; 1 Korintus 15 : 45).
Di tengah-tengah penggembalaan, pertama-tama yang menjadi contoh adalah gembala jemaat. Dalam 1 Petrus 5 : 2 - 3 seorang gembala jemaat yang baik dan benar, tidak bermotifasi untuk mencari keuntungan pribadi, tetapi dengan pengabdian diri dan tidak dengan paksaan. Seorang gembala jemaat yang baik dan benar, harus bisa menjadi teladan bagi jemaat dalam imannya, dalam rumah tangganya maupun dalam sikapnya. Maka kalau seorang gembala jemaat sudah bisa menjadi teladan, akan menerima “MAHKOTA KEMULIAAN” yang tidak dapat layu dari Kristus yang adalah Gembala agung.
2. MELENGKAPI KEMAH SUCI .
Setelah ada contoh, segala perabotan dan perlengkapan untuk membangun kemah suci juga harus dilengkapi, termasuk di dalam kaitannya, papannya, kayu lintangnya, tiangnya dan alasnya, tudung dari kulit domba jantan yang diwarnai merah, tudung dari kulit lumba-lumba, tabir penudung, dsb. Keluaran 39 : 32 - 43 Orang Israel melakukannya tepat seperti yang diperintahkan.Ibrani 13 : 20 - 21 sebagai jemaat kita harus diperlengkapi dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak Allah, untuk mengerjakan di dalam diri kita apa yang berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus. Kristus sebagai Gembala Agung yang memperlengkapi jemaat dengan segala yang baik, Dialah yang sanggup memperlengkapi kita. 1 Tawarikh 29 : 17 - 19 setelah Daud mempersembahkan korban kepada Tuhan dengan sukarela dan tulus hati, dia berdoa dan memohon kepada Allah supaya Allah memeliharan kecenderungan hati umat Israel sehingga hati orang Israel tetap tertuju kepada Allah. Daud juga berdoa supaya Allah memberikan kepada anaknya Salomo, hati yang tulus untuk berpegang kepada segala perintah, peringatan dan ketetapan Tuhan, sehingga Salomo berhasil membangun/mendirikan bait Allah yang telah disediakan oleh Daud.
3. MENDIRIKAN (Keluaran 40 : 1 - 32). Setelah ada contoh, setelah ada perlengkapannya, barulah rumah Allah itu mulai didirikan/dibangun. Mendirikan bait Allah sangat erat kaitannya dengan pembaharuan, artinya supaya kita bisa disebut sebagai rumah Allah maka kita harus lebih dahulu mengalami pembaharuan yang dikerjakan sepenuhnya oleh firman dan Roh Kudus. Tabernakel itu dibangun pada hari pertama dari bulan yang pertama, ini berbicara tentang hidup yang sudah mengalami pembaharuan, dibaharui setelah menerima korban Kristus kemudian masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar.
4. ADA PENYELESAIAN (Keluaran 40 : 33 - 38).
Setelah kemah suci didirikan dengan segala perlengkapannya, tahap terakhir adalah penyelesaian. Tabernakel itu selesai dibangun tepat seperti yang diperintahkan Allah kepada Musa. Setelah Tabernakel itu selesai dibangun, barulah kemuliaan Tuhan turun memenuhi kemah suci. Bukti Rumah Tuhan itu selesai dibangun : ada kemuliaan Tuhan memenuhinya. Gereja Tuhan yang sudah selesai dibangun menjadi mempelai perempuan Kristus, akan dipermuliakan bersama dengan Kristus dalam pesta kawin Anak Domba. Maka dalam Wahyu 21 : 1 - 4, gereja Tuhan yang sudah selesai dibangun itu disebut: Yerusalem Baru, yang turun dari sorga, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yg berdandan untuk suaminya.

Minggu ke-IV Februari 2009

“KRISTUS ADALAH KEPALA JEMAAT”

Manusia itu pada dasarnya sudah berdosa kepada Allah sehingga tidak layak lagi menerima kemuliaan Allah. Dosa itulah yang membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23; 6 : 23). Untuk itulah Allah datang memberikan kasih karunia-Nya yang terbesar supaya manusia itu dapat diselamatkan, yaitu dengan jalan memberikan memberikan Kristus sebagai Kepala jemaat. Sebab dengan diberikannya Kristus sebagai Kepala, maka manusia itu beroleh kesempatan dilepaskan dari dosa dan maut. Firman Tuhan dalam Mazmur 49 : 8 - 10 mengatakan “Tidak ada seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya.” Dalam Perjanjian Lama, darah binatang yang pernah disembelih sebagai korban penghapus salah dan korban penghapus dosa, hanya merupakan bayangan dari korban Kristus yang telah mati di kayu salib sebagai korban penyelamatan. Darah Yesus yang telah tercurah di atas kayu salib itu merupakan korban untuk menghapus segala dosa dan pelanggaran kita di hadapan Tuhan, sehingga lewat korban Kristus, kita diperdamaikan kembali dengan Allah.
Dapat kita lihat dalam Efesus 1 : 22 firman Tuhan menjelaskan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Kristus itu telah diberikan kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada, satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita.Yesus Kristus diberikan kepada kita semua sebagai Kepala menjadi bukti Allah sangat mengasihi manusia, supaya dengan demikian Allah mengaru-niakan segala sesuatu (Roma 8 : 32). Jadi segala sesuatu yang telah diperbuat bangsa Israel untuk menghapus dosa dan kesalahan merupakan bayangan dari apa yang akan datang, sebelum Kristus diberikan kepada manusia sebab wujudnya ialah Kristus (Kolose 2 : 16 - 17). Tetapi setelah Kristus diberikan, kita diselamatkan bukan lagi oleh darah binatang, melainkan oleh darah Yesus.
Saudara-saudara, bicara tentang keselamatan bukanlah sesuatu yang biasa yang bisa ditawar-tawar, tidak perlu diragukan, sebab keselamatan itu benar-benar merupakan suatu kepastian. Setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus atau orang Kristen yang benar-benar sudah hidup dalam firman kebenaran, tidak perlu meragukan lagi tentang keselamatannya. Asal kita percaya dan mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, serta melakukan firman-Nya, maka keselamatan itu pasti menjadi milik kita. Ibrani 4 : 12, supaya kita bisa selamat, hanya ada satu nama yang bisa menyelamatkan, yaitu nama Tuhan Yesus Kristus. Maka kepada murid-murid, Yesus pernah bertanya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (Matius 16 : 13 - 20). Kepada Yesus, murid-murid menjawab, menurut orang banyak Yesus itu adalah Yohanes pembabtis, Elia, Yeremia atau salah seorang dari para nabi.Kalau kita lihat, dari semua pengenalan itu tidak ada seorangpun dari antara orang banyak itu yang dapat mengenal Yesus dengan tepat dan benar. Mereka belum dapat mengenal Yesus sebagai Kepala jemaat, ataupun sebagai Mempelai Pria Sorga. Karena itu Yesus bertanya kembali kepada murid-murid: “Tetapi apa katamu, siapakah Anak Manusia itu?” Maka Simon Petrus tampil dan menjawab: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mesias = Kristus) Jadi karena Petrus dapat menjawab dengan tepat dan benar, Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” (ayat 17) Ini berarti setiap orang yang dapat mengenal Yesus Kristus dengan tepat dan benar, sebagai Kepala atau sebagai Mempelai Pria Sorga, dimata Tuhan ia adalah orang yang berbahagia, Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan demikian. Karena itu, kalau sekarang kita sudah mengenal Kristus sebagai Kepala jemaat, ini merupakan kasih karunia Tuhan yang besar bagi kita, yang harus tetap kita hargai. Apalagi kalau Tuhan sudah memberikan firman pengajaran-Nya yang besar dan mulia, harus kita terima dengan baik dan tetap kita hargai. Sebab kalau kita lihat dalam Hosea 4 : 6 firman Tuhan menjelaskan setiap orang yang menolak pengenalan akan Tuhan akan binasa, sebab setiap orang yang menolak pengenalan akan Tuhan berarti ia menolak keselamatan. Dan kalau kita lihat ayat ini, praktek hidup yang menolak keselamatan itu adalah MENOLAK FIRMAN PENGAJARAN. Resikonya: bukan hanya diri nya saja yang ditolak Allah, tetapi anak-anaknya (=keturunan) juga akan ditolak Allah.
Yohanes 17 : 3 pengenalan yang benar : mengenal Allah sebagai satu-satunya yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus atau yang telah diberikan Allah sebagai jalan kesela-matan kepada semua orang. Kalau pengenalan kita sudah seperti di atas, maka Tuhan sendiri yang menjamin hidup kekal itu menjadi bagian atau milik kita, Tuhan akan memberikan hidup kekal kepada kita. Dan kalau kita mau mengenal Dia sebagai Kepala, maka Tuhan akan membangun kita menjadi sidang mempelai perempuan-Nya.Pada buletin Minggu yang lalu, kita sudah melihat ada empat (4) penampilan Kristus jika Ia datang dalam segala kemuliaan-Nya, yaitu : sebagai Hakim yang adil dan benar, sebagai Raja, sebagai Mempelai Pria Sorga dan sebagai Imam Besar Agung (Wahyu 19 : 1 - 16). Karena itu kalau kita lihat dalam Matius 25 : 31 - 46, kalau Tuhan Yesus datang dalam kemuliaan-Nya, maka akan ada dua (2) golongan jemaat, yaitu: GOLONGAN DOMBA & GOLONGAN KAMBING.
GOLONGAN DOMBA : menunjuk kepada orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh dan setia melakukan segala kehendak Allah disebut sebagai orang-orang benar. Setia digembalakan, setia dalam persekutuan dan setia dalam doa dan penyembahan. ESTER masuk ke dalam pengawasan yang terbaik dan karena tetap setia akhirnya ia berhasil dibentuk sehingga ia layak menjadi istri bagi raja Ahasyweros. Ini gambaran jemaat Tuhan, yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Berhasil kalau mau seperti Ester masuk ke dalam penggembalaan, setia beribadah dan melakukan segala kehendak Allah, akan menjadi mempelai perempuan Kristus. Kisah Rasul 20 : 32 Jemaat itu diserahkan kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia yang berkuasa membangun kita dan juga menganugerah-kan kepada kita bagian yang telah ditentukan bagi semua orang yang dikuduskan. Demikian juga sebagai jemaat Tuhan, kita harus diserahkan bukan saja kepada Tuhan tetapi juga kepada firman kasih karunia-Nya. Kasih karunia itu sangat perlu:
*Kejadian 6 : 8 = untuk mengatasi kegelapan dosa sebagaimana Nuh telah mendapat kasih karunia dimata Tuhan sehingga selamat dari air bah.
**Kisah Rasul 7 : 7 = untuk mengatasi masalah kelaparan, yaitu masa-masa yang sukar seperti sekarang ini.
***Wahyu 22 : 20 - 21 = untuk mempersiapkan kita menyambut kedatangan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga.
GOLONGAN KAMBING menunjuk kepada orang-orang Kristen yang tidak menghargai keselamatan, tidak setia beribadah dan digembalakan. Justru mereka akan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Orang-orang seperti ini disebut sebagai orang-orang terkutuk, tidak layak masuk ke dalam sorga.