Rabu, 07 Juli 2010

Buletin J U L I 2010

“MEMANDANG SALIB KRISTUS”


Minggu - 04 Juli 2010



Melayani yang benar harus didasari dengan kasih dan dengan pengabdian diri secara sepenuhnya kepada Tuhan. Maka yang disebut melayani itu adalah seberapa besar kita telah berbuat bagi bagi Tuhan dan seberapa besar kita berguna baik kepada Tuhan mau pun kepada sesama manusia. Sebab yang disebut melayani bukan hanya sekedar melayani begitu saja dan bukan hanya sekedar berbuat begitu saja, tetapi dengan arah dan tujuan yang jelas.

Saudara-saudara, Tuhan ingin menguasai hati kita, hasrat atau pun keinginan kita, Dia mau supaya hanya Dia saja yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Tetapi yang menjadi masalah adalah dari diri manusia itu sendiri. Sebab banyak orang tidak mau memperhatikan kebenaran dan tidak mau hidup sesuai dengan firman Tuhan. Kerinduan Tuhan Yesus supaya kita mampu menyangkal diri dan memikul salib setiap hari, tetapi banyak orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan keinginan Tuhan Yesus tersebut.

SALIB itu menunjuk kepada penderitaan, kita harus mampu mengikut Tuhan walau pun harus mengalami banyak penderitaan. Tetapi menderita disini bukan karena dosa atau karena pelanggaran, melainkan karena nama Tuhan, menderita karena mau melakukan firman Tuhan. Sama seperti Tuhan Yesus, ketika Ia disalibkan bukan karena dosa-Nya sendiri dan bukan karena kejahatan-Nya, tetapi karena dosa-dosa manusia. Ia tersalib supaya terbuka jalan keselamatan bagi kita, jalan yang membawa kita kepada kehendak Tuhan. Dan kehendak Tuhan itu ialah kita harus berjalan dalam salib, berjalan menuruti kehendak Tuhan. Berjalan dalam salib itu bukan karena paksaan dan bukan pula karena keinginan diri sendiri tetapi sepenuhnya harus karena kehendak Tuhan sendiri.
Yesus disalibkan bukan karena terpaksa tetapi murni karena kehendak Tuhan sendiri. Tetapi kalau kita lihat lewat salib itu Tuhan Yesus dipermuliakan, sebab sekali pun Ia telah mati namun Ia hidup kembali dan naik ke sorga dipermuliakan di dalam kerajaan-Nya.
Bagi kita sekarang, salib itu menjadi sumber pertolongan, sumber pengharapan, sumber keselamatan, sumber kemenangan, salib itu juga menjadi sumber pengurapan dari Roh Kudus yang bisa membawa kita untuk memperoleh kemenangan demi kemenangan. 1 Korintus 1 : 18 firman Tuhan berkata: “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”
- Bagi orang-orang yang akan binasa pemberitaan tentang salib itu adalah kebodohan, mereka menganggapnya sebagai suatu kebodohan karena mereka tidak sanggup menerima jalan salib tersebut. Maka kalau ada orang Kristen yang berani menolak salib, berarti ia sedang menolak firman Tuhan, ia sedang menolak kemuliaan = menolak sorga maka ia akan mati binasa di api neraka.

- Tetapi bagi kita, yang mau menderita karena mengikut Tuhan, pemberitaan tentang salib itu bukanlah suatu kebodohan, sebaliknya menjadi berkat. Sebab lewat salib itu kita telah diselamatkan, segala dosa dan pelanggaran kita telah dihapuskan dan lewat salib itu ada janji-janji Tuhan yang besar. Jadi bagi kita pemberitaan tentang salib itu merupakan kekuatan Allah, artinya kalau kita mau menderita karena firman Tuhan, maka kekuatan Allah akan diberikan kepada kita. Ada kekuatan atau kemampuan berjalan bersama dengan Kristus.

Roma 8 : 22 - 23 firman Tuhan menjelaskan jalan salib itu diibaratkan seperti “seorang ibu” yang sedang merasa sakit bersalin, yang mengalami banyak kesakitan. Tetapi jika tetap sabar, kesakitan itu akan berubah menjadi sukacita yang besar, sebab jika kita tetap setia mengikut Tuhan maka kita akan menerima karunia sulung Roh, Tuhan akan memenuhi kita dengan Roh Kudus-Nya yang memberi penghiburan dan pertolongan.
Sekali pun dalam memikul salib itu hati kita juga mengeluh, namun Tuhan akan memberi kekuatan dan penghiburan sambil kita menantikan pengangkatan, kita dipermuliakan bersama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya.

Saudara-saudara, pada hari-hari yang lalu kita sudah melihat Abraham sebagai contoh seorang yang hidup dalam iman, yang tetap percaya kepada Allah walau pun harus mengalami penderitaan yang besar. Namun Abraham tetap percaya dan berharap kepada Tuhan, oleh iman itu ia mampu meninggalkan negerinya, rumah bapanya dan sanak saudaranya. Dan oleh iman itu juga Abraham mampu berjalan dan pergi ke tempat yang belum pernah ia jalani. Kita bisa melihatnya dalam Kejadian 12 : 1 - 3 ketika pertama kali Allah mulai memanggil Abram supaya meninggalkan negerinya, rumah bapanya dan sanak saudaranya. Janji yang diberikan Tuhan kepadanya masih disebut “akan” yang berarti belum diberikan, tetapi masih akan diberikan. Tetapi sekali pun demikian, karena imannya ia tetap berjalan ke tempat yang telah dijanjikan Tuhan kepadanya.
Demikian juga setiap orang yang rindu disebut sebagai keturunan Abraham, kita harus mau meneladani sikap Abraham. Kalau kita sudah hidup dalam iman, maka iman itu akan kita pakai untuk memperoleh apa yang telah dijanjikan Tuhan. Dan kalau kita sudah hidup dalam iman, maka berkat Abraham akan turun kepada kita. Kalau kita sudah hidup dalam iman, berarti kita juga akan disebut sebagai anak-anak janji, yang telah dilahirkan dari benih ilahi. Maleakhi 2 : 15 yang paling diinginkan Tuhan adalah keturunan ilahi, inilah orang-orang yang telah dilahirkan dari Allah, yang sudah hidup dalam iman.
Karena itu supaya kita bisa hidup dalam iman, ada satu perkara yang sangat penting kita perhatikan, perkara ini sifatnya mengikat dan membuat manusia jauh dari kebenaran, yaitu “adat istiadat” atau ajaran turun temurn dari nenek moyang. Kolose 2 : 20 - 23 firman Tuhan menjelaskan yang disebut orang-orang merdeka adalah mereka yang sudah bebas dari roh-roh dunia. Apakah yang dimaksud dengan roh-roh dunia tersebut? yaitu rupa-rupa peraturan, perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia, yang tidak berdasarkan kebenaran = inilah adat istiadat tersebut.
Ajaran-ajaran manusia itu memang nampaknya penuh hikmat tetapi banyak peraturannya yang membuat manusia itu menjadi terikat, sehingga tidak heran banyak orang sukar sekali melepaskan diri dari adat istiadat. Kalau kita lihat sekarang ini banyak orang punya prinsip: lebih takut disebut tidak punya adat, lebih takut dikucilkan dari sanak saudara dari pada memperhatikan firman Tuhan. Ini prinsip yang salah, tidak boleh dipertahankan. Keselamatan itu kita peroleh hanya dari Tuhan Yesus lewat mengerjakan apa yang menjadi kehendak-Nya, bukan karena melakukan adat istiadat atau peraturan-peraturan manusia.

Maka setiap orang yang masih terikat dengan adat istiadat berarti:
- ia masih diikat oleh roh-roh dunia
- ia sedang menaklukkan dirinya pada rupa-rupa peraturan manusia yang tidak menurut firman
- ia bukan melakukan firman Tuhan tetapi ajaran manusia

Adat istiadat atau peraturan-peraturan manusai itu nampaknya memang baik, sepertinya bisa merendahkan diri dan sepertinya penuh hikmat, tetapi menurut firman Tuhan ini tidak berguna selain hanya untuk memuaskan hidup duniawi. Setiap orang yang masih terikat dengan adat istiadat atau ajaran-ajaran dari nenek moyang, ia sedang melakukannya untuk manusia bukan untuk Tuhan, ia sedang memuaskan hawa nafsunya. Kalau tetap seperti ini keselamatan yang dari pada Tuhan itu tidak akan menjadi miliknya. Sebab dalam Markus 7 : 7 - 9 Tuhan Yesus menjelaskan bagaimana bahaya adat istiadat tersebut. Walau pun beribadah bahkan sekalipun masih tetap melayani, tetapi kalau yang dilakukan itu hanya karena perintah manusia (adat istiadat = kebiasaan) dihadapan Tuhan semua itu percuma saja. Tuhan Yesus menyebutnya sebagai orang-orang yang munafik.
Jadi supaya kita bisa bebas dari roh-roh dunia atau dari adat istiadat, syaratnya: kita harus mampu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Yaitu mengalami proses mati dan bangkit bersama dengan Kristus. Jadi setiap orang yang rela meninggal kan adat istiadatnya sama dengan merelakan diri untuk memandang salib Kristus, mau menderita karena melakukan firman Tuhan.
Galatia 5 : 16 jika kita sudah hidup oleh Roh, maka kita tidak akan menuruti keinginan daging, oleh Roh Kudus itu kita dapat mematikan segala keinginan daging. Sebaliknya kalau tidak hidup oleh Roh, ia akan selalu menuruti keinginan daging yang sebenarnya tidak dikehendakinya. Mengapa demikian? sebab di dalam dirinya tidak ada kekuatan atau kuasa untuk mematikan segala keinginan dagingnya.

Maka dalam 2 Korintus 5 : 17 firman Tuhan mengatakan yang layak disebut “di dalam Kristus” adalah mereka yang sudah diciptakan menjadi ciptaan baru, yaitu yang sudah mengalami tanda pembaharuan sehingga yang lama sudah berlalu dan sekarang yang datang adalah yang baru, yaitu perkara-perkara yang rohani.
DAUD adalah contoh orang yang cinta Tuhan, yang cinta kebenaran dan yang cinta firman Tuhan. 2 Samuel 16 : 5 - 14 sekalipun Daud pernah diejek bahkan dikutuki oleh Simei, tetapi Daud tidak tersinggung. Mengapa? sebab ia sudah hidup dalam Roh. Demikian lah setiap orang yang sudah hidup dalam Roh, ia akan dipimpin oleh Roh untuk menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.




“BERJALAN DALAM SALIB KRISTUS”

Minggu - 11 J u l y 2010


Terpujilah Tuhan kita, Yesus Kristus, Kepala gereja dan Mempelai Pria sorga yang menyertai dan yang memberkati kita terus menerus sampai Ia datang kembali. Kita patut bersyukur karena firman Tuhan terus menerus diperdengarkan dan diberikan kepada kita. Betapa pentingnya kita tetap memandang salib Kristus, sumber pertolongan bagi kita, sumber pengurapan dari Roh Kudus. Walaupun salib itu berbicara kepada kematian, tetapi inilah sumber yang menghidupkan kita supaya kita semua layak disebut milik Kristus. Kita semua harus mau berjalan dalam salib Kristus.
Dalam Ibadah pendalaman Alkitab, pada hari-hari yang lalu, kita sudah melihat bahwa untuk mendapatkan minyak urapan harus terbuat dari bahan-bahan yang telah ditentukan sendiri oleh Tuhan, tidak boleh ditambah dengan bahan-bahan yang lain, sepenuhnya Tuhan yang menentukan. Yaitu dari rempah-rempah pilihan, seperti mur tetesan lima ratus syikal, kayu manis, tebu yang baik, kayu teja dan minyak zaitun (Keluaran 30 : 22 - 25).
Khusus untuk mendapatkan mur tetesan lima ratus syikal, pohonnya harus dilukai supaya keluar tetesan mur. Ini berbicara jalan salib, sebagai umat Tuhan kita harus tetap berjalan di dalam salib supaya Roh Kudus mengurapi kita. Jalan salib = menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Sebelum Yesus disalibkan, terlebih dahulu Ia harus mengalami penderitaan yang begitu berat setelah itu barulah Ia mati di kayu salib, darah-Nya menetes bagaikan tetesan minyak mur yang keluar dari pohon yang telah dilukai. Kalau Saudara mau hidup rohanimu, harus mau menghargai salib Kristus.

Jadi mur tetesan itu menunjuk jalan salib, Tuhan Yesus sedang membawa kita berjalan dalam jalan salib supaya kita bisa mati terhadap segala keinginan diri sendiri, mati terhadap ego.

Angka lima ratus syikal = angka penuntasan terhadap segala keinginan daging. Setiap orang yang ingin diurapi oleh Roh Kudus, ia harus mau mematikan segala keinginan dagingnya.

Jalan salib itu bukan jalan yang tepaksa, Yesus mati di kayu salib bukan karena terpaksa, tetapi karena telah ditentukan sendiri oleh Tuhan supaya menjadi korban penebusan dan pendamaian bagi kita. Kalau seandainya Tuhan Yesus tidak rela mati di kayu, atau jika seandainya Yesus karena terpaksa saja mati di kayu salib, maka keselamatan tidak akan pernah menjasdi milik kita, dar tidak akan ada satu paku pun yang bisa menembus tangan-Nya atau kaki-Nya. Karena itu kalau pun sekarang ini Tuhan sengaja membawa kita berjalan dalam salib, jangan dengan paksaan tetapi harus dengan kerelaan, jalani semua dengan sukacita. Sebab kalau dengan paksaan maka Saudara tidak akan pernah melihat mujizat yang besar, tidak akan pernah mengalami keselamatan dan tidak mungkin bisa masuk ke dalam kerajaan sorga. Kalau pun dengan seijin Tuhan kita harus berjalan dalam salib, jangan mengelak dan jangan dengan paksaan, INGAT! ini jalan untuk mendekatkan kita kepada Tuhan.

Yesaya 53 : 3 - 5 nubuat tentang penderitaan yang dialami Tuhan Yesus. Kematian Kristus di kayu salib adalah untuk menanggung penyakit kita, kesengsaraan kita, kita dan pemberontakankejahatan kita. Oleh kematian Yesus di kayu salib, maka ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita telah ditimpakan kepada Tuhan Yesus (=jalan salib). Sehingga sekali pun kita sedang mengalami banyak penderitaan, itu bukan lagi karena dosa tetapi karena seijin Tuhan, kita harus menjalaninya dengan kerelaan.
Jalan salib adalah jalan yang telah ditentukan Tuhan supaya kita diselamatkan, supaya kita diberkati, supaya kita dipelihara sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua kali. Kita lihat dalam Filipi 1 : 29 firman Tuhan menjelaskan: kepada kita dikaruniakan bukan hanya percaya saja, tetapi menderita untuk Kristus (=jalan dalam salib). Jadi kalau kita mau menderita karena Kristus, menderita karena melakukan kebenaran, penderitaan yang kita alami itu adalah untuk Kristus. Kalau hanya untuk percaya saja siapa pun bisa, apalagi kalau hanya untuk diberkati, pasti lebih banyak orang percaya kepada Tuhan. Tetapi bagaimana jika Saudara sedang dibawa berjalan dalam salib, apakah Saudara mau? Tidak ada jalan lain yang bisa menyelamatkan kita dari dosa, tidak ada jalan lain yang bisa membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, selain jalan dalam salib.

Salah satu jemaat yang berjalan dalam jalan salib adalah jemaat di Tesalonika, yang berhasil hidup dalam iman, tetap berharap kepada Tuhan dan hidup dalam kasih sehingga Tuhan sendiri telah memilih mereka. Dalam terang Tabernakel kitab Tesalonika ini berbicara pakaian imam, yang menunjuk sikap dan perbuatan yang benar sehingga kita layak disebut sebagai imam-imam bagi Allah. Artinya jika kita ingin seperti jemaat di Tesalonika yang berhasil menjadi orang yang dipilih oleh Tuhan, maka kita juga harus mau berjalan dalam jalan salib. 1 Tesalonika 1 : 6 dijelaskan: sekali pun jemaat di Tesalonika ini hidup dalam penindasan yang berat, tetapi mereka berhasil menerima firman Tuhan dengan sukacita, bukan dengan paksaan dan Roh Kudus pun bekerja dengan leluasa dalam hidup mereka. Sehingga firman Tuhan mengatakan bahwa mereka telah berhasil menjadi teladan untuk semua orang (ayat 7).

Proses supaya kita bisa berjalan dalam salib:
- kita harus mau hidup dalam kebenaran,
- kita harus diurapi dengan Roh Kudus.

Firman Tuhan dalam 1 Petrus 4 : 12 - 16 menjelaskan penderitaan itu bentuknya seperti nyala api siksaan yang datang sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kita. Tetapi sekali pun demikian, karena penderitaan itu seijin Tuhan, kita harus bergembira dan bersukacita menerimanya, jangan dengan paksaan dan jangan menolak jika hal ini datang menimpa kita. Kalau kita sabar, berkatnya maka Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada pada kita.
Demikian juga dalam 2 Korintus 4 : 16 - 17 firman Tuhan mengatakan Tuhan sedang membawa kita masuk ke dalam penderitaan, untuk itu kita tidak boleh tawar hati. Mengapa? sebab penderitaan itu mengerjakan bagi kita kemuliaan yang kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari penderitaan yang sedang kita alami. Sebab justru lewat penderitaan itu manusia batiniah kita sedang dibaharui dari sehari ke sehari sampai kita memperoleh kemuliaan yang kekal (ayat 18). Penderitaan yang datang dengan seijin Tuhan itu berfungsi untuk membaharui kita, termasuk hati dan pikiran, supaya tetap berharap hanya kepada Tuhan saja, tidak mengandalkan diri sendiri apalagi tidak mengandalkan orang lain.
Hidup manusia itu sebenarnya sangat singkat dan tidak banyak yang bisa diperbuat. Tidak ada jalan lain yang bisa membawa kita kepada kehidupan yang kekal selain lewat jalan salib. Dunia ini memang selalu menawarkan yang baik-baik, banyak orang yang ingin kaya, jabatan yang bagus, pekerjaan yang bagus, usaha yang maju, tidak sadar mereka sedang tertipu.
Bahkan dalam pelayanan banyak orang berkhotbah hanya berfokus kepada berkat-berkat saja, khotbah yang paling dikejar orang adalah khotbah soal berkat-berkat jasmani. dan kesembuhan secara jasmani saja. Mereka tidak sadar bahwa perkara-perkara yang jasmani itu bisa membawa mereka jauh dari pada Tuhan. Wahyu 2 : 4 - 5 firman Tuhan menjelaskan tentang keadaan jemaat di Efesus yang ditegur oleh Tuhan dengan keras sebab ada pekerjaan mereka yang tidak berkenan kepada Tuhan. Firman Tuhan mengatakan bahwa kejatuhan yang paling dalam itu bukan karena berzinah, bukan karena mencuri atau membunuh. Tetapi dimata Tuhan, kejatuhan yang paling dalam adalah meninggalkan kasih yang mula-mula. Meninggalkan kasih yang mula-mula itu juga termasuk di dalamnya karena tidak mau lagi menderita karena kebenaran, tidak mau menderita karena melakukan firman Tuhan, dengan kata lain tidak mau berjalan dalam salib.
Sauadara-saudara, kita semua mempunyai jalan salib masing-masing. Baik sebagai suami mempunyai jalan salib sendiri, baik sebagai istri mempunyai jalan salib sendiri, demikian juga sebagai hamba Tuhan mempunyai jalan salib sendiri. Seorang yang sedang mengalami jalan salib karena Kristus tidak boleh digantikan dengan yang lain. Misalnya suami tidak bisa menyerahkan jalan salibnya kepada istri demikian sebaliknya istri tidak bisa menyerahkan jalan salibnya kepada suaminya. Masing-masing harus menjalaninya dengan taat dan setia sambil beribadah dan melayani Tuhan. Sebagai seorang suami ataupun sebagai seorang istri, harus mau memikul salib yang telah dipikulkan Tuhan kepadanya, tidak boleh diserahkan kepada yang lain.
Orang yang mau berjalan dalam salib Kristus, yang mau menderita karena melakukan firman Tuhan, berkatnya: pandangannya akan diubahkan oleh Tuhan. Fokus pandangannya bukan kepada yang sementara, bukan kepada yang dapat kelihatan, tetapi kepada yang tidak dapat kelihatan, yaitu yang kekal.

MUSA
adalah contoh orang yang sudah diubahkan pandangannya. Ibrani 11 : 24 - 26:
- mampu menolak disebut sebagai putri Firaun (=berubah menjadi anak Tuhan)
- lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah (=mau berjalan dalam jalan salib)
- menganggap penderitaan itu sebagai kekayaan yang lebih besar dari semua harta Mesir (=membuat jalan salib itu sebagai kebanggan bukan karena paksaan).

Sebagai jemaat Tuhan, kita patut kagum melihat tindakan Musa ini sebab, yang ditinggalkan Musa di Mesir itu bukan harta yang sedikit, bukan jabatan yang rendah, tetapi kekayaan yang luar biasa besarnya. Namun walaupun demikian Musa mampu meninggalkan semua itu setelah pandangannya diubah, sekarang pandangannya sudah diarahkan kepada upah, yaitu untuk memperoleh hidup yang kekal.
Demikian juga kalau kita mau meniru sikap Musa tersebut, jika kita mau berjalan dalam salib Kristus, pandangan kita juga akan diubahkan untuk memperoleh hidup yang kekal di dalam kerajaan Sorga. Karena itu jangan mengelak dari jalan salib yang sudah ditentukan Tuhan untuk kita jalani, jangan bersungut-sungut dan jangan menganggap penderitaan itu sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan. Ingat! dibalik jalan salib itu sudah tersedia berkat yang besar, sudah tersedia hidup kekal yang disediakan bagi kita di dalam kerajaan sorga.
H A L E L U Y A ..................!!!!!!!!!!!!!



“BERJALAN DALAM SALIB KRISTUS”


Minggu - 18 July 2010


SALIB adalah hikmat Tuhan yang sanggup membawa kita kepada keselamatan, hikmat Tuhan yang bisa membawa kita mendekat kepada Allah. Maka bagi kita jalan salib itu adalah jalan yang sudah ditentukan untuk kita jalani, tidak ada seorang pun yang bisa mengelak dari jalan salib ini.
Kalau Tuhan sengaja membawa kita berjalan dalam salib, berarti Tuhan sedang mengajar supaya kita bisa menjadi nol, yaitu menganggap diri tidak ada apa-apanya, tidak lagi mengandalkan diri sendiri tetapi sepenuhnya sudah bergantung harap hanya kepada Tuhan Yesus saja. Dalam 2 Korintus 12 : 7 - 10 firman Tuhan menjelaskan apa yang dialami oleh rasul Paulus ketika di dalam dirinya Tuhan sengaja menaruh suatu “duri” di dalam dagingnya.
Duri dalam daging itu adalah utusan iblis yang datang untuk menggocoh (=mengacau) hidupnya. Paulus sebagai rasul Kristus sudah tiga kali berseru kepada Tuhan supaya utusan iblis itu undur dari padanya, tetapi Tuhan tidak menjawab doanya, duri dalam dagingnya itu tidak dicabut. Justru Tuhan berkata kepadanya: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Tuhan Allah sengaja mengijinkan utusan iblis itu bagaikan duri dalam daging supaya Paulus tetap bersandar hanya kepada Tuhan dan supaya Paulus jangan sampai mengandalkan kehebatannya.
Intinya:
- Tuhan mau supaya hanya Dia saja yang lebih dominan dalam hidupnya.
- Tuhan mau hanya Dia saja diandalkan.


Mazmur 49 : 6 - 8 ciri-ciri atau keadaan manusia kalau Tuhan tidak dominan di dalam dirinya:
- menaruh percaya hanya kepada harta benda.
- kemegahan/kebanggaannya hanya kepada banyaknya harta kekayaannya.


Firman Tuhan dalam Mazmur 49 : 8 - 9 mengatakan “Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya.”

Saudara-saudara, kalau bukan Tuhan yang dominan maka tidak ada seorang pun yang dapat membebaskan dirinya dari dosa atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya. Mengapa? karena seberapa pun besarnya harta kekayaan yang kita miliki, semua itu tidak bisa membebaskan kita dari dosa. Walaupun hartanya melimpah, walau pun pangkatnya tinggi, jabatannya juga tinggi, ini juga tidak bisa melepaskan manusia dari dosa.
Justru firman Tuhan dengan tegas mengatakan: “Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.” Jadi kalau bukan Tuhan yang lebih dominan di dalam diri manusia, nasib manusia itu akan menjadi sama dengan binatang (ayat 21). Mereka akan sama seperti domba yang meluncur ke dunia orang mati, digembalakan langsung oleh maut. Selama manusia itu bergantung kepada apa yang ada padanya, semua itu bisa berubah, semua bisa mengecewakan dan semua bisa meninggalkannya dengan tiba-tiba.
- Ketika engkau punya sahabat, saudara atau orang yang paling dekat dengan dirimu, suatu saat mereka bisa saja meninggalkan engkau.
- Ketika engkau punya segala-galanya, engkau dihormati orang lain, banyak orang yang kagum karena kekayaan atau karena jabatanmu, tetapi ketika engkau tidak punya apa-apa lagi mereka semua dengan segera akan meninggalkan engkau.

Itulah dunia dan itulah juga sifat manusia, sifatnya tidak kekal hanya sementara saja, semua bisa berubah dengan segera. Hanya satu saja sifatnya yang kekal, yaitu jika kita berjalan bersama dengan Kristus dalam jalan salib, Tuhan Yesus pasti setia menemani kita sampai berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga. Satu-satunya yang bisa membebaskan kita dari dosa hanyalah darah Kristus yang telah memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga. Karena itu kalau Saudara ingin diperdamaikan dengan Kristus, harus ada kerelaan berjalan bersama dengan Kristus dalam salib. Bagi Tuhan tidak terlalu sulit untuk memberikan pertolongan.
Saudara-saudara, sebenarnya tidak terlalu sulit bagi Tuhan untuk melepaskan bangsa Israel dari Mesir, dan tidak terlalu sulit bagi Tuhan untuk memberikan apa yang mereka perlukan di padang gurun, ketika bangsa Israel keluar Tuhan bersedia mencukupkan segala kebutuhan mereka. Tetapi yang jadi masalah adalah dari pihak bangsa Israel sendiri, yaitu karena mereka tidak dapat mengikuti apa yang menjadi kehendak Tuhan, mereka tidak taat dan tidak dengar-dengaran kepada firman Tuhan. Bangsa Israel tidak dapat mengalahkan kehendak diri sendiri = tidak mampu berjalan dalam salib.
Sebagai jemaat Tuhan yang benar, kita harus tahu bahwa kita di dunia ini hanyalah sebagai PENDATANG & PERANTAU (1 Petrus 2 : 11).
Maksudnya adalah:
- Tuhan mau supaya kita semua tidak terikat dengan perkara-perkara yang duniawi.
- Tuhan mau supaya hanya Dia saja yang lebih dominan dalam hidup kita.

Sehingga kalaupun Tuhan sengaja mengijinkan kita berjalan dalam salib, pederitaan atau pencobaan itu datang silih berganti, ingat! Tuhan selalu bersedia memberi jalan keluarnya, Dia pasti akan memberi pertolongan tepat pada waktunya.
1 Raja-raja 18 : 36 - 40 ketika nabi Elia berhadapan dengan nabi-nabi Baal, bangsa Israel sudah beribadah kepada allah lain. Dan setelah nabi Elia memperbaiki mezbah dan ia sendiri berdoa kepada Tuhan memohon supaya Tuhan menjawab doanya, setelah Tuhan melihat Elia sudah menyerahkan dirinya kepada Tuhan, maka Tuhan pun menjawab doanya.
Musa sebelum diutus ke Mesir memang sudah punya tongkat, tetapi tongkatnya ini belum punya kuasa, ketika tongkatnya itu dilemparkan ke tanah tongkat itu berubah menjadi ular. Ini berbicara sebelum Tuhan mendominasi dalam hidup manusia, maka kuasa Tuhan tidak akan menjadi nyata. Tetapi setelah Tuhan mendominasi dalam hidupnya dan setelah pola pikir Musa diubahkan, tongkat yang ditangan Musa itu menjadi tongkat Tuhan yang dipakai untuk menunjukkan kuasa Tuhan baik kepada orang Mesir mau pun kepada bangsa Israel sendiri bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya yang sanggup memberi kelepasan dari Mesir. Tongkat inilah yang dipakai oleh Musa untuk mengadakan mujizat selama di padang gurun, dan tongkat inilah juga yang dipakai untuk memimpin mereka selama di padang gurun. Supaya bangsa Israel mampu berjalan di padang gurun, kemampuan Tuhan harus di atas segala-galanya.
Saudara-saudara, jalan salib itu berfungsi membuat hidup kita menjadi tidak kelihatan lagi (=dihadapan Tuhan menjadi nol) namun lewat jalan salib itu juga kuasa Tuhan akan menjadi nyata yang memberi pertolongan tepat pada waktunya. Asalkan Kristus yang mendominasi dalam hiaup kita, maka kuasa Tuhan itu akan memimpin hidup kita. Tuhan itu akan hidup di dalam kita, kuasa Tuhan itu akan menjadi nyata dalam kehidupan kita yang dikendalikan oleh Tuhan.
Yeremia 29 : 11
menjelaskan rancangan Tuhan dalam hidup kita bukanlah rancangan kecelakaan, tetapi rancangan yang mendatangkan damai sejahtera untuk memberikan hari depan yang penuh harapan. Teladan supaya kita bisa berjalan dalam salib adalah pribadi Tuhan Yesus sendiri yang telah meninggalkan teladan yang baik kepada kita semua. Kristus telah menderita untuk kita maka kita wajib mengikuti teladannya tersebut, kita harus mengikuti jejak-Nya (1 Petrus 2 : 21). Jika sudah demikian, maka kasih karunia Allah akan nyata dalam hidup kita, kita hidup tetapi bukan kita lagi melainkan Kristus yang diam di dalam kita.



“BERJALAN DALAM SALIB KRISTUS”


Minggu - 25 Juli 2010


Mengapa kita harus beribadah?
Tujuannya : untuk membawa kepada Tuhan sebuah persembahan yang hidup dan yang berkenan kepada-Nya, yaitu tubuh kita sendiri.
Kita datang beribadah ke gereja jangan karena suatu aturan dan peraturan, jangan hanya karena agama Kristen, jangan hanya untuk bertemu dengan teman-teman yang lain, bukan supaya dikenal oleh orang lain, tetapi sepenuhnya untuk membawa dan mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan, supaya hidup kita bisa berkenan kepada Tuhan. Beribadah itu bukan hanya sekedar datang ke gereja saja, beribadah itu bukan hanya sekedar membawa korban persembahan, tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan dan untuk mengambil hati Tuhan.

Kejadian 4 : 1 - 7 Adam mempunyai dua orang anak, yang pertama bernama Kain dan yang kedua bernama Habel. Kain menjadi seorang “petani” yang mengusahakan tanah yang telah dikutuk karena dosa, sedangkan Habel menjadi seorang “gembala” kambing domba.Setelah mereka besar, mereka sama-sama beribadah dan berkorban kepada Tuhan. Kain mempersem-bahkan sebagian dari hasil tanahnya, sedangkan Habel mempersembahkan korban persembahan dari “anak sulung” kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya.

Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan Tuhan, sedangkan Habel diindahkan Tuhan. Karena persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan, maka hatinya menjadi panas dan mukanya muram.Walau pun firman Tuhan datang mengingatkan Kain tetapi Kain tidak memperhatikannya, sehingga Kain menjadi seorang pembunuh dan yang dibunuhnya adalah saudara kandungnya sendiri, bukan orang lain.

Yang perlu kita pelajari dari ayat tersebut di atas adalah bahwa ibadah dan persembahan yang benar itu harus didasari dengan adanya korban yang benar, yang di dalamnya ada penumpahan darah sebagai lambang korban Kristus di kayu salib sebagai Anak Domba yang disembelih.
Kain dan korban persembahannya tidak diindah kan Tuhan, karena yang dipersembahkan adalah dari hasil tanah. Segala sesuatu yang dipersembahkan kepada Tuhan jika berasal dari tanah, maka persembahan itu tidak mungkin bisa berkenan kepada Tuhan. Mengapa? karena tanah itu sudah dikutuk oleh Allah ketika Adam dan istrinya sudah jatuh ke dalam dosa. Kejadian 2 : 7 manusia itu dibuat dan dibentuk oleh Allah dari debu tanah menjadi makhluk yang hidup. Sedangkan dalam Kejadian 3 : 17 tanah itu menjadi terkutuk setelah Adam dan istrinya jatuh ke dalam dosa. Jadi yang dipersembahkan Kain kepada Tuhan adalah hasil tanah yang telah dikutuk.

Bagi kita sekarang, arti korban persembahan dari hasil tanah itu sama dengan ibadah dan pelayanan yang bercampur dengan keinginan daging. Segala sesuatu yang dipersembahkan kepada Tuhan yang bercampur dengan keinginan daging, atau untuk kepentingan diri sendiri saja, tidak mungkin bisa berkenan kepada Allah.

Yohanes 3 : 6 Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus: “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh.” Setiap orang yang dilahirkan dari daging kalau belum mengalami tanda keubahan hidup, ia sama seperti angin yang bertiup ke mana ia mau, memang orang bisa mendengar suaranya tetapi kita tidak tahu dari mana ia datang dan ke mana ia pergi (ayat 8a). Walaupun sudah seperti Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi, kalau tidak mengalami tanda kelahiran baru, ia hanya seperti angin saja.

Berbeda dengan Habel dan korban persembahannya, karena yang dipersembahkan itu adalah anak sulung dari kambing domba, maka Habel dan korban persembahannya diindahkan oleh Tuhan. Tuhan Allah sangat berkenan jika yang dipersembahkan itu dari ternak peliharaan.

Kambing domba itu adalah ternak peliharaan, yang mau dijaga dan dipelihara dengan baik dalam penggembalaan. Ini menunjuk sikap hidup yang benar, jemaat yang mau digembalakan dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, yang mau dipimpin dan dipelihara dengan firman Tuhan. Sebab jika kita sudah hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka kita juga akan disebut sebagai “domba-dombanya Tuhan” yang digembalakan dalam firman pengajaran.
Tuhan Yesus Kristus juga disebut sebagai “Anak Domba Allah” yang telah disembelih (Wahyu 5 : 6, 9) karena Yesus mau menurut dan melakukan seluruh kehendak Bapa. Karena itu jika kita mau melakukan seluruh kehendak Tuhan, kita juga akan disebut sebagai domba-dombanya Tuhan yang digembalakan dalam firman pengajaran.
DOMBA = gambaran pribadi Yesus . Maka setiap orang yang di dalam dirinya sudah ada pribadi Yesus Kristus, sudah ada sikap seperti domba yang telah dipelihara, maka ibadah dan persembahan kita juga pasti akan berkenan kepada Tuhan.

Sebab arti yang sesungguhnya “mempersembahkan kambing domba” itu sama dengan:
- mempersembahkan sikap hidup yang benar, bagaikan domba yang disembelih supaya bisadipersembahkan di atas mezbah.
- mau berjalan dalam jalan salib, sama seperti domba yang disembelih memang sakit tetapi domba itu tidak mengelak ketika disembelih.


Jadi jelas, Kain dan korban persembahannya tidak di-indahkan Tuhan karena yang dipersembahkan adalah dari hasil tanah, persembahan yang tidak ditandai dengan sikap hidup yang benar. Setiap orang yang tidak berhasil mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan, sikap hidupnya:
- tidak dapat menerima orang lain.
- di dalam dirinya hanya ada kebencian dan iri hati.
Puncaknya: Kain menjadi seorang pembunuh dan yang dibunuhnya adalah adik kandungnya sendiri, satu ayah dan satu ibu. Jadi Kain adalah gambaran orang Kristen yang tidak berhasil mempersembahkan sikap yang benar kepada Tuhan.

Dalam Filipi 1 : 21 ada dua (2) hal penting yang perlu kita perhatikan, yaitu:
- HIDUP ADALAH KRISTUS
- MATI ADALAH KEUNTUNGAN

Ayat firman Tuhan ini berbicara sikap hidup orang Kristen yang benar, yang di dalam dirinya pribadi Kristus benar-benar nyata, jadi baik ketika hidup bahkan ketika mati sekalipun dalam kuasa Tuhan.
Sebagai jemaat Tuhan maupun sebagai hamba Tuhan, kita hidup harus untuk Kristus, hidup jangan hanya untuk diri sendiri, jangan hanya untuk istri, suami atau anak-anak, hidup itu bukan hanya untuk orang lain, tetapi sepenuhnya untuk Kristus. Kita harus sama seperti domba yang disembelih, baik ketika hidup mau pun setelah mati sama-sama berguna untuk Tuhan.
Kalau hidup bukan untuk Tuhan, berarti ia hidup hanya untuk dirinya sendiri, hanya untuk istri, untuk suami atau untuk anak-anaknya saja. Orang yang seperti ini pasti akan ditolak oleh Tuhan, sama seperti Tuhan menolak Kain dan korban persembahannya yang berasal dari tanah, demikianlah ia akan ditolak walaupun ia berkorban juga. Habel dan korban persembahannya diindahkan Tuhan karena yang dipersembahkan dari kambing domba, rohaninya hidup, ibadahnya hidup maka persembahannya pun harum dihadapan Tuhan.
Galatia 2 : 19 - 20 firman Tuhan menjelaskan, jika kita sudah mati oleh hukum Taurat dan untuk hukum Taurat, maka kita akan hidup untuk Allah. Sehingga sekali pun kita hidup, tetapi bukan hanya kita sendiri lagi yang hidup, melainkan Kristus juga sudah hidup di dalam hidup kita. Setelah itu barulah kita bisa menyerah kan seluruh hidup sebagai persembahan yang benar.

Minggu, 20 Juni 2010

Buletin - J U N I 2010

"HARI PENTAKOSTA"

Minggu - 06 Juni 2010


Saudara-saudara, Roh Kudus dicurahkan setelah Yesus ditinggikan, yaitu setelah Ia naik ke sorga. Proses Yesus ditinggikan dimulai sejak Ia mati di kayu salib, kemudian dibangkitkan pada hari yang ketiga dan setelah itu barulah Ia nai kembali ke sorga.
Andaikata Yesus tidak mati, berarti Ia juga tidak akan pernah bangkit, dan andaikata Yesus tidak bangkit berarti Ia juga tidak akan pernah naik. Dan seandainya Yesus tidak naik ke sorga, maka Roh Kudus tidak akan pernah dicurahkan kepada murid-murid-Nya, sehingga keselamatan itu akan menjasi sia-sia saja. Yesus itu menjadi berarti bagi kita, baik sebagai Juruselamat, baik sebagai Tuhan mau pun sebagai Mempelai Pria Sorga, setelah Ia ditinggikan dengan cara naik ke sorga.

MEngapa manusia itu harus menerima Roh Kudus?

1. Supaya manusia jasmani yang mudah rapuh dan yang mudah lemah ini mendapatkan kekuatan.
Manusia itu sebenarnya terlalu rapuh dan terlalu lemath. Walau pun badannya nampak sehat, gemuk, tidak kekurangan sesuatupun, tetapi ketika diperhadapkan kepada masalah, saat itulah akan nampak bagaimana kekuatannya yang sebenarnya, benar-benar rapuh, mudah putus asa, mudah lemah.
Firman Tuhan dalam 2 Korintus 4 : 7 memperlihatkan kepada kita bagaimana keadaan manusia yang sebenarnya, tidak ubahnya seperti "bejana tanah liat" yang mudah pecah/hancur. Kalau tidak diisi dengan kekuatan yang dari Tuhan, yaitu dengan firman dan Roh Kudus, maka manusia itu lemah, mudah hancur bahkan akan putus asa.
Maka firman Tuhan dalam Zakharia 4 : 6 berkata: "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman Tuhan semesta alam." Tuhan mau supaya hidup manusia itu diisi dengan dengan kuasa Tuhan lewat firman dan Roh Kudus.
Mengapa manusia itu mudah jatuh ke dalam dosa?
jawabannya: karena manusia itu dibentuk dan diciptakan dari debu tanah (Kejadian 2 : 7).
Ketika Tuhan menciptakan di taman Eden, manusia itu memang segambar dan serupa dengan ALlah, bahkan dibentuk langsung dengan tangan-Nya. Namun walaupun manusia itu segambar dengan Tuhan ALlah, tetapi karena berasal dari debu tanah, manusia itu terlalu mudah jatuh ke dalam dosa. Perempuan itu terlalu mudah digoda oleh ular, mereka tidak mengingat firman yang telah dikatakan Tuhan ALlah.
Untuk itulah firman Tuhan datang kepada kita dan mengatakan bahwa bukan karena keperkasaan dan bukan pula karena kekuatan secara manusia, tetapi harus dengan Roh Tuhan. Sekali pun manusia itu sama seperti bejana tanah liat yang mudah pecah dan mudah hancur, tetapi jika hidup kita sudah diisi dengan harta rohani, yaitu dengan firman dan Roh Kudus, maka hidup kita akan menerima kuasa, diberi kekuatan untuk menolak dosa, diberi kekuatan untuk mengatasi segala masalah, dan diberi kuasa supaya tetap bersama dengan Tuhan. Manusia yang rapuh dan lemah kalau sudah diisi dengan firman dan Roh Kudus, akan menjadi kuat, tidak mudah goyah dan tidak akan meninggalkan Tuhan walau sedang dalam penderitaan.
Buktinya 2 Korintus 4 : 8 - 9:
- walau ditindas, namun tidak terjepit
- walau habis akal, namun tidak putus asa
- walau dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian
- walau dihempaskan, namun tidak binasa


Saudara-saudara, pada zaman akhir ini, yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesu yang kedua kali, akan datang masa-masa yang sukar (lihat 2 Timotius 3 : 1 - 4). Manusia akan mengalami banyak pencobaan atau penderitaan bagaikan beban yang menindas hidup manusia sehingga manusia itu bisa putus asa dan habis akal. Tetapi kalau hidup kita ini sudah diisi dengan firman Tuhan dan dengan Roh Kudus, tidak akan putus asa dan tidak akan habis akal, selalu ada pertolongan dari Tuhan. Bahkan sekali pun sedang mengalami penganiayaan, tetap merasa tidak ditinggalkan sendirian, dan sekalipun dihempaskan namun tidak akan binasa. Biasanya kalau bejana tanah liat dihempaskan ke tanah, pasti akan pecah dan hancur, tetapi kalau hidup kita sudah diisi dengan harta rohani yang berasal dari Tuhan, sekalipun masalah itu datang bertubi-tubi, hidup kita tidak akan pernah hancur. Mengapa? sebab sudah diisi dengan kuasa Tuhan. Haleluya

2. Supaya kita tahu apa yagn telah dikaruniakan Tuhan kepada kita.

Firman Tuhan dalam 1 Korintus 2 : 10 - 12 berkata: "Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari ALlah, supaya kita tahu, apa yagn dikaruniakan ALlah kepada kita."
Jadi Roh Kudus yang dicurahkan di dalam hidup kita bekerja supaya kita tahu apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita, supaya kita bisa mengerti akan janji Tuhan, bukan hanya tentang berkat-berkat jasmani saja tetapi terlebih lagi tentang keselamatan. Roh Kudus yang berasal dari ALlah itu bekerja untuk menyatakan betapa besarnya dan betapa mahalnya keselamatan itu.
Pada zaman sekarang ini banyak orang tidak menyadari akan kasih karunia Tuhan yang begitu besar ini. Efesus 5 : 17 firman Tuhan mengingatkan supaya kita jangan menjadi bodoh, sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengerti apa yang sudah menjadi kehendak Tuhan supaya kita dapat melakukannya dengan baik. Misalnya: tidak boleh mabuk oleh anggur, sebab anggur (=minuman keras) itu menimbulkan hawa nafsu yang membawa manusia itu terjebak ke dalam dosa. Hanya zaman sekarang ini banyak orang Kristen menganggap sepele akan hal ini, mereka merasa tidak apa-apa kalau mabuk dengan minuman keras, bahkan mereka merasa tidak dosa sekali pun mabuk oleh minuman keras yang memabukkan. Mengapa? sebab mereka tidak mengerti akan firman Tuhan. Karena itu orang yang bodoh tidak mungkin bisa mengerti apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya. Bahkan mereka tidak akan sadar bahwa tanpa Tuhan hidup manusia itu tidak ada bedanya dengan bejana tanah liat yang mudah hancur dan mudah pecah. Manusia itu bisa menjadi berguna dan berharga dimata Tuhan hanya apabila sudah diisi dengan kuasa Tuhan lewat firman dan Roh Kudus-Nya.

3. Roh Kudus itu membuat supaya kita mengerti nubuat firman Tuhan yang telah dinubuatkan dalam Alkitab.
Nubuat-nubuat dalam kitab suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak diri sendiri, tidak boleh ditafsir dengan ilmu pengetahuan, tetapi harus oleh Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, biasanya manusia itu akan memakai akal dan pikirannya sendiri untuk menanggapi firman Tuhan, orang yang seperti ini tidak mungkin bisa mengerti nubuat firman Tuhan, justru mereka akan tersesat dan mengikuti kehendak diri sendiri.
Saudara-saudara, dalam Matius 24 ada empat (4) nubuat besar yang telah dikatakan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, yaitu: tanda tentang keagamaan (=munculnya nabi-nabi palsu yang menyesatkan), tentang politik dunia (yang semakin kacau, tidak terkendali), tentang bencana alam (yang akan terjadi menimpa dunia ini) dan tentang keadaan masyarakat dunia menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.
Dan khusus dalam Matius 24 : 1 - 2 Tuhan Yesus telah menubuatjkan tentang bangunan-bangunan Bait ALlah yang di Yerusalem bahwa "tidak ada satu batupun yang dibiarkan terletak diatas batu yang lain." Ini adalah satu nubuatan penting yang harus kita ketahui, yang akan digenapi menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Memang pada tahun 70 sesudah Masehi, Bait ALlah yang di Yerusalem itu sudah pernah dihancurkan oleh Jenderal Titus, tetapi ini belum puncak penggenapan friman nubuat tersebut, sebab pada tahun 300 sesudah Masehi ratu Helena yang bertobat kepada Tuhan membangun kembali bait ALlah tersebut. Dan sampai sekarang Bait ALlah yang di Yerusalem itu sedang diusahakan supaya dibangun kembali dan mata dunia sedang tertuju kesana.
Tetapi sebagai jemaat Tuhan apalagi sebagai hamba Tuhan, kita harus tahu bahwa puncak penggenapan firman nubuat itu akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, yaitu pada saat antikristus diijinkan untuk sesaat lamanya berkuasa di bumi, saat itulah Bait Allah yang di Yerusalem akan dihancurkan, sampai tidak ada satu batu pun yang dibiarkan berdiri di atas batu yang lain. Dan bangsa Israel sendiri akan dikelilingi oleh musuh-musuh dan akan mengalahkan bangsa mereka. Tetapi pada saat mereka kalah itu, mereka akan berseru-seru kepada Tuhan dan memanggil Mesias supaya turun memberikan pertolongan, dan Tuhan Yesus sendiri yang adalah Mesias yang sedang dinanti-nantikan, akan turun untuk memberikan pertolongan kepada umat-Nya. Sehingga tergenapilah firman Tuhan dalam Roma 11 : 26 yang mengatakan: "Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan." mengapa? sebab mereka adalah umat kepunyaan Tuhan, bangsa pilihan Tuhan yang mau berseru-seru kembali memanggil nama Yesus dan mengakui bahwa Yesus itulah Mesias yang sanggup memberi pertolongan.

Firman Tuhan itu harus kita mengerti dan harus menjadi praktek hidup sehari-hari.



“PEKERJAAN ROH KUDUS”

Minggu - 13 Juni 2010


Puji Tuhan!
Oleh karena kemurahan Tuhan yang telah memberikan kesempatan bagi kita untuk mendengar dan menikmati firman pengajaran-Nya. Saat ini kita masih dalam suasana Pentakosta, saat di mana Roh Kudus pernah dicurahkan ketengah-tengah dunia ini untuk menyertai umat-Nya. Dan oleh Roh Tuhan itulah kita beroleh kesempatan dipersekutukan dengan Tuhan supaya berhak mendapatkan segala janji Tuhan. Sebab sesungguhnya sebelum Roh Kristus Kristus , yaitu Roh Kudus diam di dalam diri manusia, maka sebenarnya manusia itu masih hidup tanpa Tuhan dan tanpa keselamatan, bahkan ia tidak layak disebut sebagai milik Kristus.

Efesus 2 : 11 - 13
menjelaskan keadaan kita yang sebenarnya sebelum Kristus tinggal di dalam kita:

-tidak termasuk kewargaan Israel

- tidak mendapat bagian dalam ketentuan-
ketentuan yang dijanjikan.
- tanpa pengharapan dan tanpa Allah


Itu sebabnya pusat keselamatan kita adalah Kristus.
Karena itu ada satu pertanyaan penting yang harus kita ketahui: siapakah yang dapat membawa kita masuk ke dalam Kristus? Jawabannya adalah Roh Kudus. Dijelaskan dalam Efesus 2 : 17 - 18 lewat korban Kristus dan oleh satu Roh kita telah beroleh jalan masuk kepada Bapa. Jadi Roh Kudus itulah yang menggiring supaya kita bisa masuk ke dalam Kristus sehingga kita bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.
Namun pertama-tama yang membuka jalan bagi kita supaya bisa masuk ke dalam Kristus adalah lewat salib, yaitu lewat kematian dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Sebab setelah Yesus bangkit, Ia telah naik ke sorga supaya Roh Kudus itu dicurahkan. Jadi sebenarnya kalau Tuhan memberikan Roh Kudus-Nya kepada kita ada maksud dan tujuannya, yaitu supaya berkat Abraham bisa turun kepada kita. Galatia 3 : 14 firman Tuhan berkata: “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”
Banyak orang menafsirkan berkat Abraham itu hanya berfokus kepada berkat-berkat lahiriah saja, sebenarnya bukan. Kita harus tahu, fokus berkat Abraham itu bukan hanya berkat-berkat jasmani saja, tetapi lebih lagi kepada perkara-perkara yang Rohani, yaitu keselamatan yang sampai kepada bangsa kafir. Jadi berkat yang dijanjikan Tuhan lewat Abraham supaya sampai kepada bangsa-bangsa lain adalah berkat rohani, termasuk Roh Kudus yang akan dicurahkan kepada setiap orang yang mau menerima Tuhan Yesus dengan benar dan percaya bahwa hanya lewat Yesus saja ada keselamatan.
Maka jelas yang bisa membawa kita supaya berhak mendapat berkat Abraham ini hanya lewat Kristus, yaitu oleh Roh Kudus-Nya yang mampu memberikan iman kepada kita semua.
Galatia 3 : 1 - 5 menjelaskan tanpa Injil tidak ada seorang pun yang bisa menerima Roh Kudus. Dan kalau kita lihat dalam Galatia 3 : 1 - 5 ini ada dua (2) hal penting yang harus kita ketahui, bahwa :

1. untuk menerima Roh Kudus, harus di dasari oleh pemberitaan Injil.
2. untuk mengalami mujizat, juga harus di dasari oleh pemberitaan Injil.


Maka tidak heran di mana saja Injil diberitakan, di situ juga Tuhan menyatakan kuasa dan mujizat-Nya yang luar biasa. Sedangkan pemberitaan Injil itu sendiri intinya adalah pemberitaan tentang keselamatan yang dikerjakan Yesus lewat kematian dan kebangkitan-Nya. Kita diperdamaikan dengan Bapa hanya oleh korban Kristus di kayu salib.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kalau datang kepada Tuhan jangan hanya mencari kuasa atau mujizat, tetapi fokuskan dirimu untuk menerima firman Tuhan. Kita bisa melihat Abraham sebagai contoh, setelah ia dipanggil Allah ada tiga (3) tindakan yang dilakukan Abraham, yaitu mau mendengar dengan baik, ia percaya kepada Allah dan mau melakukan kehendak Allah itu dengan taat dan setia. Maka kalau kita lihat dalam Kejadian 12 ada tiga hal yang ditinggalkan Abraham, yaitu negerinya, rumah bapanya dan sanak saudaranya. Ini semua berbicara perkara-perkara yang lahiriah yang harus ditinggalkan untuk memperoleh janji Allah.
Demikian juga berlaku kepada kita sekarang, supaya kita layak menerima berkat Abraham, kita juga harus memiliki sikap seperti Abraham:
- kita harus mendengar firman Tuhan
- kita harus percaya akan janji Tuhan
- kita harus melakukan kehendak Tuhan

Tetapi ingat, kalau percaya kepada Tuhan hanya dalam perkara-perkara yang lahiriah saja, dan kalau mengukur seseorang hanya dengan berkat-berkat jasmani, ini adalah prinsip yang salah. Semua hal-hal yang jasmani stu sifatnya hanya sementara saja dan ini hanya berbciara yang kelihatan saja, suatu saat akan diserahkan kepada Iblis dan kepada antikris. Perjalanan rohani kita sekarang sedang diarahkan bukan kepada perkara-perkara yang duniawi, tetapi untuk memperoleh perkara-perkara yang rohani. Filipi 3 : 3 - 9 Rasul Paulus setelah dipanggil menjadi rasul Kristus, pengenalan akan Kristus itu lebih tinggi nilainya dan lebih mulia dari segala yang ada di dunia ini, bahkan ia menganggapnya sampah. Prinsip Paulus: apa yang dahulu merupakan keuntungan sekarang dianggap rugi karena Kristus.”
Jadi arti iman yang sesungguhnya adalah ada kerelaan meninggalkan perkara-perkara yang lahiriah untuk mengerjar perkara-perkara yang rohani. Sebab Tuhan itu adalah Tuhannya orang-orang yang mau mencari perkara-perkara yang rohani, bukan Tuhannya orang-orang yang hanya mencari perkara-perkara lahiriah saja. Sebab kalau kita sudah mencari perkara-perkara yang rohani, maka Tuhan tidak akan malu kita sebut sebagai Tuhan. Sebaliknya Tuhan itu akan malu kalau orang-orang yang berfokus kepada perkara-perkara yang lahiriah itu menyebutkan nama Tuhan.
Ibrani 11 : 16
menjelaskan orang-orang yang hidup di dalam iman itu merindukan tanah air yang lebih baik yaitu tanah air sorgawi. Tanah air sorgawi itu adalah kota yang mempunyai dasar, yang dirancang dan direncanakan oleh Allah sendiri.
2 Korintus 4 : 18 firman Tuhan menjelaskan perkara-perkara yang lahiriah itu adalah yang kelihatan, sedangkan perkara yang rohani itu tidak kelihatan tetapi sifat nya kekal. Makanya Tuhan tidak mau kalau umat Tuhan itu percaya kepada tetapi hanya dalam perkara-perkara yang lahiriah saja. Tuhan mau membawa kita supaya mempunyai iman, mampu percaya kepada Tuhan walau pun belum kelihatan.
Roma 1 : 21 - 23 bangsa Israel pernah menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat. Mengapa? sebab mereka sudah tidak percaya lagi kepada Tuhan, mereka tidak lagi berharap kepada Tuhan.
Maka supaya kita layak masuk ke dalam sorga yaitu ke rumah Bapa, layak disebut warga kerajaan sorga, lebih dahulu kita harus mau meneladani sikap Abraham, yang rela meninggalkan negerinya, rumah bapanya dan sanak saudaranya. Kita harus tahu ke mana arah gerak kepengikutan kita, kepada Tuhankah atau kepada dunia? Kalau kepada Tuhan, maka hati kita kita akan terikat kepada Tuhan, sebaliknya kalau kepada dunia maka hati kita juga akan terikat dunia. 1 Korintus 15 : 50 mengatakan bahwa darah daging tidak mendapat bagian dalam kerajaan sorga, dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak dapat binasa. Jadi supaya hati kita condong kepada Tuhan: harus ada kerelaan untuk berkorban dengan sukarela dan tulus ikhlas (1 Tawarikh 29 : 19). Sebab yang telah kita korbankan itu mengikat hati kita kepada Tuhan.



“MEMANDANG SALIB KRISTUS”

Minggu - 20 Juni 2010


Saudara-saudara, bangsa Israel ketika diperbudak di Mesir selama empat ratus tiga puluh tahun, tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari tangan Firaun dan tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan diri dari perbudakan. Kecuali karena dipaksa dengan tangan yang kuat, Tuhan Allah menghukum Mesir dengan sepuluh tulah, setelah itu barulah bangsa Israel bisa bebas dari perbudakan.
Maka kalau kita lihat dalam Keluaran 15 : 1 - 21 setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, barulah mereka bisa mengekspresikan sukacita mereka dengan nyanyian sebagai tanda kelepasan. Musa dan bangsa Israel menyanyikan bahwa Tuhan itu tinggi luhur, penuh kuasa sehingga kuda dan penunggang-penungganya dilemparkan ke laut.
Perjalanan bangsa Israel ini merupakan gambaran perjalanan gereja Tuhan di akhir zaman, yang telah dibebaskan dari perbudakan dosa oleh karena korban Kristus. Sama seperti bangsa Israel tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan diri dari perbudakan, demikian juga tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan dirinya dari perbudakan dosa mau pun dari cengkraman iblis kecuali oleh korban Kristus yang telah mati di kayu salib. Bagi kita sekarang, tanda kelepasan itu dimulai dari sejak kita menerima korban Kristus yang menebus dan yang memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga. Seperti bangsa Israel yang bebas dari perbudakan Mesir oleh tanda darah, demikian juga kita telah dibebaskan baik dari dosa mau pun dari cengkraman Iblis, juga oleh tanda darah, yaitu darah Kristus.

Dan setelah kita dibebaskan dari perbudakan dosa, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah kita harus:
- percaya yang benar, artinya percaya harus karena didorong oleh firman Tuhan
- bertobat yang benar, artinya harus karena kesadaran setelah menerima firman Tuhan
- dibabtis yang benar yaitu dengan air dan Roh bukan karena paksaan dan bukan karena
aturan dan peraturan.


Tetapi sebenarnya perjalanan kita tidak cukup sampai di sini saja, harus ditingkatkan lagi sampai dikuduskan dan disempurnakan supaya sama seperti Yesus. Sebab sekali pun kita sudah dibebaskan dari kutuk dosa dan dari cengkraman iblis, perjalanan kita tidak boleh terhenti sampai di sini saja, tetapi harus terus dilanjutkan, kita harus tetap setia mengikuti dan melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.
Mengapa kita harus tetap setia?
Sebab kalau kita lihat kembali perjalanan bangsa Israel, setelah mereka berjalan selama tiga hari dari Mesir ke padang gurun sambil menyanyikan nyanyian pujian kepada Tuhan, dalam Keluaran 15 : 22 - 26 sampailah mereka ke Mara. Tetapi ketika mereka haus akan air, mereka tidak dapat meminum air karena pahit rasanya. Kalau dalam ayat sebelumnya mereka yang tadinya mengatakan: “Tuhan itu tinggi luhur” sekarang sudah berubah mereka mengatakan: “Apakah yang harus kami minum?” mereka mengatakannya sambil bersungut-sungut kepada Musa.
Jadi kepahitan itu menjadi masalah besar sebab banyak dari antara mereka yang tidak tahan sehingga mendatangkan sungut-sungut. Mereka yang tadinya bersukacita dan memuji Tuhan, kepahitan hidup merubah nyanyian itu menjadi sungut-sungut.
Berbeda dengan Musa, sekali pun seluruh bangsa Israel itu bersungut-sungut kepada Musa, Musa tidak terpengaruh, yang dilakukan Musa justru berseru-seru kepada Tuhan memohon petunjuk (Keluaran 15 : 25). Maka Tuhan menunjukkan kepadanya “sepotong kayu” supaya melemparkan kayu itu ke dalam air yang pahit rasanya, lalu air itu pun menjadi manis rasanya sehingga seluruh bangsa Israel dapat meminum air yang di Mara tersebut.
Perjalanan bangsa Israel selama “tiga hari” ini menggambarkan perjalanan kepengikutan kita kepada Tuhan Yesus yang disertai dengan “memikul salib”, artinya harus ada kerelaan walau menderita tetapi harus tetap setia mengikut Yesus.
Sedangkan SEPOTONG KAYU = menggambarkan SALIP KRISTUS yang dikerjakan lewat kematian dan kebangkitan-Nya.
Mengikut Yesus ada harga yang harus dibayar, yaitu harus mau menderita. Setiap orang yang mau memandang kepada salib Kristus dan percaya bahwa salib itu adalah sumber pengharapan, maka sepahit apapun penderitaannya, separah apapun penyakitnya, Tuhan Yesus pasti akan memberi pertolongan. Oleh salib Kristus penderitaan yang pahit pun bisa menjadi manis. Mengapa? sebab bagi kita salib Kristus itu adalah sumber pengharapan dan sumber pertolongan. Ingat Filipi 1 : 29 firman Tuhan telah mengatakan bahwa kepada kita dikaruniakan bukan hanya untuk percaya saja, tetapi juga untuk menderita untuk Kristus. Menderita = memikul salib, tetap memandang kepada salib Kristus yang menjadi sumber pertolongan.
Untuk itu dalam Lukas 9 : 23 Tuhan Yesus mengatakan: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Kalau Tuhan Yesus memikul salib hanya satu kali saja, tetapi kita memikul salib tidak cukup hanya satu kali saja tetapi harus setiap hari. Itu sebabnya di atas telah dikatakan, bahwa orang Kristen yang benar itu tidak cukup kalau hanya percaya, bertobat dan dibabtis, harus ditingkatkan terus dengan cara mengikuti dan melakukan segala kehendak Tuhan dengan taat dan setia sampai berhasil memperoleh segala janji-janji Tuhan.
Memandang salib Kristus = ini juga berbicara ada sikap menyalibkan daging dengan segala keinginannya. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam Galatia 5 : 24 firman Tuhan menjelaskan bahwa setiap orang yang ingin menjadi milik Kristus Yesus, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu: ia harus mampu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Bagaimana caranya supaya kita mampu menyalibkan segala keinginan daging? Galatia 5 : 25 firman Tuhan memberi solusi, yaitu: kita harus hidup oleh Roh Kudus dan juga harus dipimpin oleh Roh Kudus.

Kolose 3 : 5 - 9 praktek menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya:

1. Mematikan segala sesuatu yang duniawi, seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan (ayat 5 - 6).
2. Membuang marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut (ayat 8).
3. Menanggalkan manusia lama & kelakuannya (ayat 9).


Setelah kita berhasil mematikan segala sesuatu yang duniawi, membuang yang ada di dalam hati dan menanggalkan manusia lama, barulah kita layak “mengenakan manusia baru” yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya (ayat 11 ).
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus meneladani sikap rasul Paulus: kemegahan kita tidak ada selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus. Mengapa? sebab oleh salib itu dunia telah disalibkan bagi kita dan kita bagi dunia (Galatia 6 : 14). Maka sekali pun penderitaan itu pahit rasanya dan sekali pun engkau sedang memikul salib, tetaplah pandang salib Kristus yang sanggup memberi jalan keluar. Tuhan sanggup mengubah perjalanan hidupmu yang pahit menjadi manis, sehingga dapat mengucap syukur kepada Tuhan. Kalau orang lain bersungut-sungut tetapi kita tidak, kalau orang lain putus asa tetapi kita tetap punya pengharapan, bahkan kalau pun orang lain rela meninggalkan Tuhan tetapi kita tetap setia kepada Tuhan. Roma 8 : 10 - 11 jika Kristus ada di dalam kita, kita akan dihidupkan kembali oleh Roh. Sama seperti Yesus yang dibangkitkan dari antara orang mati oleh Roh, demikian juga kita akan dibangkitkan, kita akan mengalami seperti yang dialami oleh Tuhan Yesus. HALELUYA...........!!!!!!!!!!!!



“MEMANDANG SALIB KRISTUS”

Minggu - 27 Juni 2010


Saudara-saudara, menjadi orang percaya tidak sulit, menjadi orang yang bertobat tidak begitu sulit, demikian juga untuk dibabtis tidaklah begitu sulit, sebab semua itu telah dikerjakan oleh kasih karunia Tuhan.
Tetapi yang menjadi masalah adalah bagaimana kita sebagai jemaat menanggapi dan mengerjakan kasih karunia dan keselamatan yang telah dikerjakan Tuhan ditengah-tengah kehidupan kita. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus menghargai dan mengerjakan kasih karunia itu dengan cara: TAAT & SETIA melakukan apa yang telah menjadi kehendak Tuhan, yaitu dengan beribadah dan melayani dengan sungguh-sungguh.

Dan salah satu kehendak Tuhan dalam hidup kita adalah: kita harus mampu menyangkal diri dan menyalibkan segala keinginan daging. Sebagaimana telah dikatakan dalam Galatia 5 : 24: “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.”
Dari ayat firman Tuhan ini dapat kita lihat bahwa yang layak disebut sebagai milik Kristus Yesus adalah mereka yang sudah berhasil menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Yaitu: yang tidak lagi menuruti keinginan diri sendiri, tidak mengikuti keinginan hati, melainkan menuruti kebenaran firman Tuhan, seluruh hidupnya benar-benar dipimpim dan dikuasi oleh Tuhan. Kehendak Tuhan dalam hidup kita bukan hanya percaya percaya begitu saja, bukan hanya sekedar beribadah atau melayani begitu saja, tetapi harus karena didorong oleh kasih.
Dan pada minggu yang lalu kita juga sudah melihat, bahwa arti menyalibkan segala keinginan daging itu sama dengan memandang kepada salib Kristus, dimana Kristus telah mati dan dibangkitkan untuk menghapus segala dosa-dosa manusia. Sama seperti Kristus telah disalibkan karena dosa manusia, demikian juga daging dengan segala keinginannya harus disalibkan.
Tetapi yang dimaksud "disalibkan" disini bukan tubuh secara jasmani disalibkan dikayu salib melainkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, itulah yang harus disalibkan = dimatikan keinginannya
Mengapa harus disalibkan?
supaya segala keinginan daging ini bisa dimatikan. Karena kalau keinginan daging ini tidak disalibkan, maka keinginan daging ini akan terus menggoda supaya berbuat dosa sehingga manusia tidak lagi memperhatikan firman Tuhan.
Kalau Kristus disalibkan karena dosa manusia, demikian juga kita menyalibkan daging dengan segala hawa nafsunya supaya kita jangan lagi dikuasai oleh dosa.
Kalau kita lihat kembali perjalanan bangsa Israel setelah mereka keluar dari Mesir, mereka memang sudah lepas dari tangan Firaun yang selama ini memperbudak mereka, tetapi di tengah jalan timbul masalah-masalah besar yang membuat Tuhan Allah murka dan banyak dari antara mereka yang ditewaskan ditengah jalan. Apa penyebabnya? karena mereka tidak mampu menyalibkan hawa nafsu dan keinginan mereka.

1 Korintus 10 : 1 - 11 firman Tuhan mengangkat perjalanan bangsa Israel itu sebagai contoh untuk memperingatkan gereja di akhir zaman. Sekali pun sudah melihat perbuatan tangan Tuhan yang luar biasa bahkan sekali pun sudah mengalami mujizat-mujizat, tetapi di tengah jalan mereka tidak setia kepada Tuhan Allah.
- Mereka menjadi penyembah-penyembah berhala,
- mereka melakukan percabulan,
- mereka mencobai Tuhan
- bahkan mereka juga bersungut-sungut kepada Tuhan.
Inilah yang membuat sehingga Tuhan mengijinkan mereka dibinasakan oleh malaikat maut.
Jadi hal ini sengaja dituliskan kembali sebagai contoh untuk memperingatkan kita supaya kita jangan sampai meniru perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan. Firman Tuhan dalam 1 Korintus 15 : 19 menerangkan kalau kita percaya kepada Kristus hanya dalam hal-hal lahiriah saja, firman Tuhan mengatakan akan menjadi orang yang paling malang dari antara semua manusia. Dikatakan disini menjadi orang “yang paling malang dari antara semua manusia”, jadi sekali pun engkau orang yang paling kaya, punya jabatan atau pangkat yang tinggi, dan sekali pun engkau paling dihormat oleh manusia, tetapi kalau percaya kepada Tuhan hanya dalam hal-hal pahiriah saja, firman Tuhan mengatakan engkau adalah orang yang paling malang dari antara semua manusia.

Mengapa kita harus tetap memandang kepada salib Kristus?
Sebab “TANDA SALIB” ini adalah tanda yang tidak pernah hilang dari diri Tuhan Yesus, tanda salib ini masih tetap menjadi tanda sampai Ia naik ke sorga, bahkan sampai kepada pesta kawin Anak Domba. Yesus sendiri setelah naik ke sorga tidak melepaskan tanda salib tersebut, Ia disebut sebagai “Anak Domba yang telah disembelih” = ini menunjuk kepada tanda salib dimana Yesus pernah disalibkan di bukit Golgota sebagai korban untuk menghapus segala dosa-dosa kita. (Wahyu 5 : 6, 9).
Itulah sebabnya, kita sebagai jemaat Tuhan, kita juga harus tetap memandang kepada salib Kristus supaya kita mampu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Apalagi untuk menjadi mempelai perempuan Kristus, tanda salib itu harus ada pada kita supaya layak masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba. Jika Kristus sebagai Mempelai Pria sorga masih memiliki tanda salib, demikian juga kita sebagai mempelai perempuan Kristus harus memiliki tanda salib.
Roma 8 : 6 mengatakan bahwa keinginan daging adalah maut, setiap orang yang masih tetap mengikuti keinginan dagingnya masih tetap menjadi seteru Allah. Mengapa? karena keinginan dagingnya itu ia tidak takluk kepada hukum Allah. Jadi statusnya jelas: selama manusia itu tidak menyalibkan keinginan dagingnya, ia masih menjadi musuh Tuhan dan tidak mungkin bisa berkenan. Sehingga walau pun diberi firman, walau pun diberkati, walau pun badannya sehat, tetapi tetap saja hidupnya menjadi musuh Tuhan.

Karena itu firman Tuhan telah mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang melepaskan diri dari dosa kecuali oleh oleh kuasa Tuhan lewat darah, oleh firman dan Roh Kudus-Nya.

Firman Tuhan memberi jalan keluar supaya kita mampu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya: kita harus hidup oleh Roh. Firman Tuhan dalam Roma 8 : 13 “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Jadi jelas jika kita sudah hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh, barulah kita bisa dimerdekakan dari hukum dosa, kita akan hidup. Atau dengan kata lain: “kita akan mampu memandang salib Kristus.”
Kalau kita sudah hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh, barulah kita layak disebut sebagai “anak-anak Allah” yang memiliki cara hidup yang benar. Dan karena kita sudah hidup oleh Roh Kudus, maka kita tidak akan menerima roh perbudakan yang membuat orang menjadi takut. Roh perbudakan itulah yang sering menyeret orang ke dalam dosa, roh perbudakan itulah yang membuat hidup manusia jauh dari Tuhan.

Cara hidup orang yang tetap menurut daging:
- tetap berseteru dengan Allah
- tidak takluk kepada hukum Allah
- tidak berkenan kepada Allah
- akan mati (masuk ke dalam api neraka)


Tetapi jika kita sudah hidup menurut Roh:
-sudah bebas/dimerdekakan dari hukum maut
- beroleh hidup dan damai sejahtera.
- kita menjadi milik Kristus yang berhak menerima janji-janji Allah.
- kita akan dipermuliakan bersama dengan Kristus.


Roma 8 : 16 - 17
menjelaskan jika kita sudah dipimpin oleh Roh Kudus, Roh itulah yang akan bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah “anak-anak Allah” yang menjadi ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerima nya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita telah menderita bersama-sama dengan Kristus, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya yang kekal.
Janji Allah kepada bangsa Israel: akan masuk ke tanah Kanaan yang menjadi milik pusaka yang limpah dengan susu dan madunya.
Sedangkan janji Tuhan kepada kita: akan masuk ke dalam sorga bersama-sama dengan Kristus selama-lamanya.
Bahkan khusus gereja Tuhan yang telah dikuduskan dan disempurnakan akan dijadi kan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, akan dibawa masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba. Haleluya......!!!!!!!!!!1

Senin, 10 Mei 2010

BULETIN M E I - 2010

“KEBANGKITAN KRISTUS”

Minggu - 02 Mei 2010


Puji Tuhan, lewat kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, kita telah dimerdekakan dan telah mengalami pembaharuan. Lewat kematian dan kebangkitan Kristus ini kita telah diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Karena itu berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus ini adalah berita yang paling besar, yang paling aktual, berita yang paling penting dan yang harus terus menerus diberitakan secara continue. Baik di dalam ibadah mau pun dalam pelayanan, berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus harus menjadi pusat pemberitaan. 1 Korintus 15 : 1 - 3 firman Tuhan mengatakan bahwa kita telah diselamatkan oleh berita Injil yang memberitakan tentang kematian dan kebangkitan Kristus. Sampai ditekankan bahwa berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus ini adalah berita yang sangat penting, kalau dikatakan “penting” berarti berita ini tidak boleh disepelekan, tidak boleh dilupakan dan tidak boleh ditutup-tutupi, tetapi harus diberitakan secara terbuka supaya jemaat bisa mengalami kuasa-Nya.
2 Timotius 2 : 8 Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati, inilah inti pemberitaan Injil yang benar, yang disampaikan rasul Paulus kepada banyak orang dalam pelayanannya. Walaupun oleh berita Injil itu sendiri, rasul Paulus mengalami banyak penderitaan sampai-sampai ia dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi ia rela menanggung semua sebab firman Tuhan tidak akan terbelanggu, berita tentang keselamatan itu harus sampai kepada semua orang.
Karena itu kalau kita sudah mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, maka kita harus tetap berdiri dan berpegang teguh dalam Injil Kristus ini. Kalau tidak, maka saudara akan menjadi orang Kristen yang sia-sia saja menjadi orang yang percaya kepada Kristus, sia-sia saja beribadah dan melayani Tuhan. Akibat kalau tidak mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus : akan tetap hidup di dalam dosa, tetap di dalam kegelapan dan tidak punya pengharapan untuk masuk ke dalam sorga.
Saudara-saudara, berita tentang kematian dan kebangkitan ini sangat erat kaitannya dengan:

- pengampunan dosa
- pertobatan (tanda keubahan hidup)
- kekudusan dan kesempurnaan

Artinya: setiap orang yang sudah mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, segala dosa-dosanya sudah diampuni/dihapuskan, sudah mengalami tanda pertobatan, sudah dikuduskan dan akan dibawa ke dalam kesempurnaan. Puncaknya menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang telah siap sedia masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba. Khusus dalam kitab Roma 5 : 6 firman Tuhan berkata: “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.” Kematian Kristus ini adalah untuk menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar yang telah diberikan kepada semua orang terutama bagi mereka yang mau percaya kepada Yesus dan yang hidup di dalam kebenaran. Keselamatan itu bisa kita peroleh tentunya dengan syarat: mau menghargai korban Kristus.
Kemudian dalam ayat 9 firman Tuhan mengatakan bahwa oleh darah Yesus, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah, dan oleh korban Kristus ini kita telah diperdamaikan dengan Allah. Sebesar apapun dosa dan kelemahan kita, kalau mau menerima korban Kristus semua bisa dibereskan, kuncinya: hidup dalam kebenaran firman Tuhan.
Kalau kita lihat dalam ayat ini, firman Tuhan dengan pasti telah mendeklarasikan (menyatakan) bahwa hanya darah Yesus saja yang mampu menyelamatkan kita dari dosa, dan hanya oleh darah Yesus saja kita bisa dibenarkan dan diperdamaikan dengan Allah. Itu sebabnya di atas telah dikatakan, bahwa berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus ini adalah berita yang paling besar, yang paling penting, yang paling aktual dan yang paling akbar, sebab memang inilah satu-satunya berita yang sanggup menyelamatkan manusia dari segala dosa-dosanya. Betapa luar biasanya darah Kristus ini, mampu mendeklarasikan kita sebagai milik Kristus, yang telah ditebus dan diperdamaikan supaya layak disebut sebagai umat kepunyaan Tuhan sendiri.Dengan satu ketentuan sebagaimana dikatakan dalam Kisah Para Rasul 17 : 30 dimana-mana semua orang harus bertobat. Jadi tanda pertobatan ini adalah tanda yang menunjukkan seseorang itu sudah mengalami tanda kematian dan kebangkitan Kristus.
Saudara-saudara, Tuhan telah menetapkan suatu hari untuk menghakimi dunia dan semua orang yang diam di dalamnya. Karena itu kalau kita lihat firman Tuhan, ada lima (5) dosa yang akan dihakimi oleh Tuhan, yaitu:

1. Dosa yang tersembunyi dalam hati.

Roma 2 : 16 mengatakan Tuhan akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus. Kemudian dalam Markus 7 : 21 - 23 Tuhan Yesus menjelaskan secara terperinci jenis-jenis dosa yang tersembunyi di dalam hati manusia. Dan dosa yang tersembunyi ini istilah firman Tuhan dalam Efesus 5 : 27 seperti kerut, yaitu kotoran yang tersembunyi dalam lipatan kulit. Kalau tidak segera dibereskan dosa yang tersembunyi ini akan dihakimi sekaligus dengan orangnya. Maka untuk membuka dosa yang tersembunyi ini yang paling dibutuhkan adalah firman Tuhan yang hidup, yang penampilannya lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, yang sanggup menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh. Ibrani 4 : 12 firman Tuhan mengatakan: "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih jatam dari pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Harus kita ingat: walaupun dosa itu masih tersembunyi/tersimpan, namanya tetap saja dosa dan upahnyapun sama dengan dosa yang lain, yaitu maut. Karena itu sebagai jemaat Tuhan maupun sebagai hamba Tuhan, jangan main-main dengan jenis dosa ini.

2. Dosa yang sudah diperbuat/dilakukan.

2 Korintus 5 : 10 “Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik atau jahat.” Ini berbicara tentang dosa yang sudah diperbuat, maka segala dosa yang telah dilakukan dalam hidupnya kalau tidak dibereskan dengan segera, maka akan dihakimi. Bagi Tuhan tidak ada istilah lupa, saudara boleh lupa tetapi Tuhan tidak bisa lupa, akan tetap dituntut dan Tuhan akan membawa engkau ke dalam pengadilan. Jenis-jenis dosa perbuatan ini sangat banyak, lihat Galatia 5 : 19 - 21, Kolose 3 : 5. Cara untuk membereskan: akui dosa dan kesalahanmu, maka Tuhan akan mengampuni engkau (1 Yohanes 1 : 9).

3. Perkataan yang sia-sia.

Matius 12 : 36 - 37 Tuhan Yesus berkata bahwa setiap kata sia-sia yang diucapakan orang harus dipertang-gungjawabkannya pada hari penghakiman. Misalnya: mengata-ngatai, menjelek-jelekkan atau yang mengutuk orang lain tentang sesuatu padahal tidak benar, ini sama dengan memfitnah, dimata Tuhan sama dengan dosa. Baik itu terhadap sesama, terhadap keluarga, terhadap pelayanan akan dibawa ke pengadilan untuk dipertangggungjawabkan.

4. Menghakimi orang lain.

Matius 7 : 1 - 2 Tuhan Yesus memperingatkan supaya jangan suka menghakimi orang lain, karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. Setiap orang yang suka menghakimi orang lain tanpa alasan yang benar, dihadapan Tuhan adalah dosa.

5. Yang tidak melakukan seperti yang dikehendaki Tuhan.

Segala sesuatu yang sudah diperintahkan Tuhan tetapi kalau tidak dilakukan, ini adalah kejahatan dimata Tuhan. Sudah digerakkan oleh Tuhan bahkan sudah diingatkan, tetapi tidak juga melakukannya. Maka dalam Matius 25 : 41 - 46 tanpa disadari banyak sekali orang-orang Kristen yang terjebak ke dalam dosa ini. Pada saat terjadinya pemisahan domba dari kambing, kambing-kambing diusir dari hadapan Tuhan, akan masuk ke tempat siksaan yang kekal. Penyebabnya: karena tidak melakukan seperti yang dikehendaki Tuhan (ayat 45).
Karena itu kita semua, baik sebagai jemaat mau pun sebagai hamba Tuhan harus tetap hidup di dalam terang firman Tuhan supaya kelima jenis dosa ini bisa diselesaikan, sebab lewat firman Tuhan hidup kita ini akan mengalami tanda pembaharuan dari segala perkara, baik dari dosa yang sudah kita perbuat, yang sedang kita perbuat maupun yang akan kita perbuat. Hanya firman Tuhan dan Roh Kudus saja yang mampu mengubah hidup kita. H A L E L U Y A ........!!!!!!



“KEBANGKITAN KRISTUS”

Minggu - 09 M e i 2 0 1 0


Puji Tuhan!
Sorga itu bagi orang percaya adalah tempat yang nyata, tidak perlu diragukan. Sorga itu adalah tahta Allah, tempat di mana Tuhan tinggal. Karena itu Tuhan mau membawa kita bukan hanya di halaman sorga saja, tetapi Ia juga mau membawa kita masuk sampai ke dalam. Kalau kita berharap kepada Tuhan, maka sebaiknya pengharapan kita itu hendaknya pengharapan yang pasti, jangan mudah goyah. Di Taman Firdaus ada pohon kehidupan yang tidak pernah berhenti menghasilkan buah, daun-daunnya saja bisa menjadi obat bagi yang percaya kepada Tuhan.
Namun sebelum masuk ke dalam sorga, ada syarat utama yang harus kita miliki, yaitu: harus mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus. Sebab yang bisa menikmati kemuliaan Tuhan adalah mereka yang sudah memiliki tanda kematian dan kebangkitan Kristus. 1 Korintus 15 : 20 mengatakan Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal. Maka setiap orang yang sudah memiliki tanda kematian dan kebangkitan Kristus juga akan dipermuliakan bersama dengan Kristus.

1 Korintus 15 : 21 - 22
menjelaskan kepada kita:
- maut datang karena satu orang manusia, yaitu lewat Adam yang pertama dan semua orang akan mati dalam persekutuan dengan Adam.
- kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia, yaitu lewat Yesus Kristus, dansemua orang yang berada dalam persekutuan dengan Kristus ini akan dihidupkan.

Oleh sebab itu dalam kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, kita telah diberi kesempatan untuk dihidupkan kembali. Kalau seandainya kita tidak beralih dari kehidupan yang lama kepada kehidupan yang baru, maka sebenarnya kita tidak layak diberkati, tidak layak dipelihara dan tidak layak disertai oleh Tuhan. Sebaik apapun manusia itu tetapi kalau tidak mengalami kuasa kematian dan kebangkitan bersama dengan Kristus, semua itu tidak berguna.
1 Petrus 1 : 3 mengatakan dengan matinya Yesus di kayu salib dan lewat kebangkitan-Nya, kita telah dilahirkan kembali kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. Jadi jelas lewat kuasa kematian dan kebangkitan Kristus ini membawa berkat yang sangat besar di dalam hidup kita, yaitu membuat kita mempunyai pengharapan. Dan pengharapan kita itu adalah untuk mendapatkan:

1. bagian yang tidak dapat binasa
2. bagian yang tidak dapat cemar
3. bagian yang tidak dapat layu

Saudara-saudara, kalau kita lihat di dunia ini tidak ada pengharapan yang lebih indah dan lebih besar selain pengharapan yang telah dijanjikan Tuhan. Mengapa? sebab semua yang ada di dunia ini sifatnya hanya sementara saja, mudah hancur, mudah binasa, mudah layu, dll. Tetapi puji Tuhan, lewat kematian dan kebangkitan Kristus ini kita semua telah mempunyai pengharapan, sehingga kita ada gairah/semangat baik untuk bekerja, untuk berusaha maupun untuk melayani Tuhan.
Mengapa kita harus dilahirkan kembali? Sebab dahulu kita sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa (Efesus 2 : 1). Jadi lewat kematian dan kebangkitan Kristus, kita telah dihidupkan kembali supaya memiliki pengharapan.
Suadara-saudara, Tuhan tidak akan memberkati kalau belum meninggalkan cara hidup yang lama. Tuhan bukan karena kurang kuasa, Tuhan bukan karena kurang dahsyat, di mana pun Tuhan sanggup memberkati, di mana pun Tuhan sanggup menolong dan dalam keadaan apa pun Tuhan sanggup melakukan perkara yang besar. Maka jangan lupa, Tuhan mau melakukan semua itu kalau kita sudah meninggalkan cara-cara hidup yang lama.
Kejadian 12 : 1 - 3 sebelum Allah memberkati Abram ada syarat yang harus dilakukan, yaitu: harus ada kerelaan meninggalkan negerinya, sanak saudara, rumah bapanya dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Tuhan memberkati Abram bukan tanpa syarat, Abram harus keluar dulu harus ada sikap melakukan firman Tuhan. Demikian juga dalam Ulangan 8 : 18 firman Tuhan sudah mengatakan supaya bangsa Israel tetap mengingat Tuhan dalam segala keadaan. Sebab jika mereka mengingat Tuhan, maka Tuhan akan memberi kekuatan untuk memperoleh kekuatan.
Maka dalam ayat ini dapat kita lihat, cara Tuhan memberkati kita adalah dengan memberi kekuatan sehingga kita dapat melakukan segala pekerjaan atau usaha kita dengan baik. Bukan seperti sikap orang yang tidak punya pengharapan, maunya mereka Tuhan itu memberkati tanpa syarat. Sering sekali orang hanya memakai satu ayat saja, misalnya Mazmur 127 : 2 waktu tidurpun Tuhan akan memberkati kita. Sehingga dengan ayat ini mereka tidak ada usaha melakukan firman Tuhan, mereka menjadi orang Kristen yang pemalas, yang selalu berharap Tuhan yang berbuat tanpa ada sikap melakukan firman Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap mengingat Ulangan 8 : 18 cara untuk memperoleh kekayaan/kebahagiaan adalah Tuhan sendiri yang akan memberi kekuatan kepada kita.
Sama seperti Abraham, setelah ia mendapatkan anak nya Ishak, Tuhan meminta kembali anak yang sudah ditunggu-tunggunya sekian lama, anak tunggal, yang satu-satunya lahir dari istrinya Sarah.
Mengapa Abraham mampu membawa anaknya ke atas gunung Moria dan mempersembahkannya kepada Tuhan?
Dalam Roma 4 : 17 - 18 ada dua (2) hal yang membuat Abraham mampu membawa dan mempersembahkan anaknya kepada Tuhan, yaitu:

1. Abraham itu percaya bahwa Allah sanggup menghidupkan orang mati, maka sekalipun Ishak itu harus disembelih dan dipersembahkan kepada Tuhan, Abraham percaya Tuhan pasti menghidupkan Ishak kembali.
2. Abraham percaya bahwa Allah sanggup menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Inilah yang dikerjakan Tuhan di dalam diri Abraham, Tuhan benar-benar memberikan kekuatan kepada Abraham sehingga ia mampu melakukan seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Abraham percaya bahwa ia sudah ditetapkan Tuhan menjadi bapa banyak bangsa dan keturunannya akan seperti bintang-bintang banyaknya. Kejadian 13 : 1 - 2 setelah Abram pergi, Tuhan sudah memberkati Abram, bahkan sebelum nama Abram diganti menjadi Abraham, Tuhan sudah menunjukkan penyertaan-Nya.
Demikian juga jika kita sudah memiliki tanda kehidupan yang baru, Tuhan akan memberikan kekuatan supaya kita mampu melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya. Bahkan Tuhan juga akan bersedia memberkati kita dalam segala hal.
Kolose 3 : 10 puncak rencana Tuhan dalam hidup kita adalah supaya kita mengenakan “manusia baru” yang terus menerus diperbaharui sampai kita segambar kembali dengan Allah. Pembaharuan itu tidak cukup hanya satu kali, tetapi terus menerus, sepanjang hidup kita berada dalam kehendak Tuhan.
Mengapa kita harus diperbaharui dari hari ke hari? sebab perjalanan hidup kita ini sering sekali kotor, sering sekali menyerempet ke dalam dosa.
Maka dalam Yohenes 13 : 1 - 11 Tuhan Yesus pernah membasuh kaki murid-murid-Nya. Kaki itu menggambarkan perjalanan hidup manusia yang sering sekali kotor karena dosa. Kalau dulu Tuhan membasuh kaki tetapi sekarang Tuhan sedang membasuh perjalanan hidup kita yang sering sekali menyerempet ke dalam dosa. Cara Tuhan membasuh perjalanan hidup kita, Kolose 2 : 11 - 12 kita harus disunat dengan sunat Kristus yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa. Sebab jika kita sudah disunat dengan sunat Kristus, itu berarti kita sudah mengalami kuasa kematian dan kebangkitan.




“KEBANGKITAN KRISTUS”

Minggu - 16 Mei 2010


Saudara-saudara, keselamatan itu hanya ada di dalam nama Yesus, keselamatan itu hanya bersumber dari Tuhan Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 4 : 12: "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (=Tuhan Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Jadi keselamatan itu benar-benar hanya ada ada di dalam nama Yesus dan hanya bersumber dari Dia saja.

Dengan cara bagaimana Tuhan Yesus memberikan keselamatan kepada dunia?
Dengan cara: Ia harus mati di atas kayu salib, sebagai korban untuk memperdamaikan manusia dengan Tuhan dan untuk menghapus segala dosa dan pelanggaran yang telah dilakukan.

Jelas sekali dalam Yesaya 53 : 4 - 5 firman Tuhan menjelaskan kepada kita, kematian Tuhan Yesus itu adalah untuk menanggung penyakit kita, memikul kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita telah ditimpakan kepada-Nya. Jadi kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah untuk menanggung kutuk dosa yang seharusnya ditanggungkan kepada kita bahkan kematian-Nya juga untuk menanggung kutuk yang seharusnya ditanggungkan kepada kita. Dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati adalah untuk memberikan kemenangan kepada kita sebagai tanda kita telah bebas dari kutuk dosa dan maut. Kematian dan kebangkitan Kristus ini menjadi berkat bagi kita semua asal mau percaya dan menerima Yesus dalam hidupnya.
Kemudian dalam Yesaya 59 : 16 - 17 ini berbicara tentang kasih Kristus dan pekerjaan-Nya di tengah-tengah kehidupan yang percaya dan yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Kalau kita lihat dalam ayat ini, Tuhan Allah telah melihat bahwa tidak ada seorang pun yang bisa tampil untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa dan pelanggaran mereka, bahkan tidak ada seorang pun yang bisa membela. Karena itu Allah sendiri turun dan tangan-Nya sendiri yang memberi pertolongan kepada umat-Nya. Inilah pekerjaan Tuhan Yesus yang dikerjakan-Nya ketika Ia turun ke dunia ini mengambil rupa sebagai seorang manusia dan menjadi hamba. Sehingga nyatalah bahwa tidak ada keselamatan selain di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ia turun untuk merasakan segala penderitaan yang kita alami supaya Ia menolong kita dan memberikan kepada kita apa yang pantas bagi orang percaya.

Dengan cara bagaimanakah Tuhan Yesus menyelamatkan kita? dengan cara: kita harus tinggal di dalam Kristus dan Kristus juga harus tinggal di dalam hidup kita.

Yohanes 1 : 12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Jadi setiap orang yang mau percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan dijadikan sebagai “anak-anak Allah” yang diberi kuasa. Tuhan Yesus akan tinggal di dalam hidupnya untuk memberi pertolongan di dalam segala hal. Yang disebut "anak-anak Allah" di sini adalah mereka yang sudah percaya kepada firman Tuhan, yaitu yang telah menyucikan diri oleh ketaatan kepada kebenaran dan yang telah dilahirkan kembali oleh firman Allah yang hidup dan yang kekal (1 Petrus 1 : 22 - 23). Kemudian dalam 1 Yohanes 3 : 2 - 3 sikap hidup orang yang sudah disebut sebagai "anak-anak Allah" selalu menaruh pengharapan kepada Kristus dengan cara menyucikan diri sama seperti Kristus adalah suci. Kalau ada orang mengaku milik Kristus tetapi ia tidak hidup di dalam kebenaran melainkan dalam dosa, maka keselamatannya tidak pasti. Jadi jelas supaya diselamatkan, tidak cukup kalau hanya percaya saja tetapi harus menerima kebenaran di dalam hati supaya Kristus berkenan tinggal di dalam hidup kita.
Saudara-saudara, Yesus adalah hakim, maka Ia akan datang sebagai hakim untuk mengadili semua orang dan memberi balasan yang setimpal dengan perbuatan masing-masing. Tuhan Yesus tidak akan pernah salah baik dalam menghakimi mau pun dalam menjatuhkan hukuman. Karena itu setiap orang yang percaya kepada Yesus dan mau melakukan seluruh kehendak-Nya akan masuk ke dalam kerajaan sorga tetapi setiap orang yang percaya tetapi tidak melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan, ia akan tinggal dan akan masuk ke dalam aniaya antikristus sebelum masuk ke dalam api neraka yang kekal.

Matius 25 : 1 - 13:
- kepada kelima gadis bijaksana, Ia datang sebagai Mempelai Pria sorga dan membawa kelima gadis bijaksana itu ke dalam ruang perjamuan.
- tetapi kepada kelima gadis bodoh, Yesus datang sebagai hakim menjatuhkan fonis hukuman.

Maka perlu kita perhatikan, supaya berhasil menyambut kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Pria sorga, harus seperti kelima gadis bijaksana, yaitu mempunyai persiapan yang tepat dan benar dengan hidup dalam kesucian. Matius 25 : 6 ketika ada suara yang mengatakan: “Mempelai datang! Songsonglah dia!” yang paling perlu kita persiapkan adalah “pelita yang menyala” dengan "minyak dalam buli-buli."
Pelita yang menyala berbicara:
- hidup di dalam terang firman pengajaran
- ada aktifitas, beribadah dan melayani
Maka kalau kita lihat dalam 2 Petrus 1 : 19 memperhatikan pelita yang bercahaya sama dengan memperhatikan firman pengajaran, khususnya memperhatikan firman nubuat supaya tidak kalah oleh kegelapan dosa. Maka baik sebagai jemaat Tuhan mau pun sebagai hamba Tuhan, kita semua harus memperhatikan pelita, hiduplah di dalam terang firman pengajaran. Maka firman pengajaran ini akan menuntun hidup kita dan mempersiapkan kita menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, kudus dan sempurna adanya.
Sedangkan lima gadis bodoh, memang punya pelita tetapi tidak punya minyak dalam buli-buli, akibatnya pelita hampir padam. Berarti tidak ada sikap mempersiapkan diri, tidak mau mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, tidak mau hidup dalam terang firman pengajaran. Pelita hampir padam, ini juga berbicara tidak ada aktifitas baik dalam ibadah mau pun dalam pelayanan. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan tetapi kalau tidak mau beribadah dan melayani, akan disejajarkan dengan lima gadis bodoh, punya pelita tetapi hampir padam. Punya pelita tapi tak punya minyak dalam buli-buli menunjuk kepada orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh mengikut Tuhan, tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan.
Maka sikap hidup orang yang tidak hidup di dalam terang firman pengajaran akan meninggalkan kasih yang mula-mula. Wahyu 2 : 1 - 7 jemaat di Efesus diakui punya aktifitas yang luar biasa (ayat 2 - 3) tetapi sangat dicela oleh Tuhan. Mengapa? sebab mereka telah “meninggalkan kasih yang mula-mula” yang artinya melayani tetapi tanpa di dasari dengan kasih akan Allah, beribadah tetapi tidak ditandai dengan adanya sikap hidup yang telah diubahkan. Meninggalkan kasih yang mula-mula, akibatnya kaki dian/pelita akan diambil. Dan kalau pelita sudah diambil maka gelaplah seluruh tubuh, artinya hidupnya akan dikuasai oleh dosa. Sedangkan lima gadis bodoh saja masih punya pelita, gagal masuk ke dalam ruang perjamuan karena pelitanya hampir padam.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita tidak cukup kalau sudah percaya, sudah bertobat, sudah dibabtis dengan air dan dengan Roh Kudus, tetapi harus terus meningkat sampai memiliki pelita yang menyala, barulah akan masuk ke dalam pesta atau ke perjamuan kawin Anak Domba.

Markus 4 : 21 - 22 praktek hidup orang yang sudah berada di dalan terang firman pengajaran:
1. Tidak ada lagi dosa yang disembunyikan.
Roma 2 : 16 salah satu dosa yang perlu kita ketahui supaya segera dibereskan adalah dosa yang tersembunyi di dalam hati sebab jenis dosa ini akan dibawa ke penghakiman. Kemudian kalau Saudara ingin mengetahui jenis-jenis dosa yang tersembunyi di dalam hati, lihat dan baca Markus 7 : 20 - 13, semua jenis dosa tersebut akan menajiskan orang.
Maka sebagai jemaat Tuhan, jangan suka menyembunyikan dosa/pelanggaran sebab akibatnya sangat fatal. Apa akibatnya? setiap orang yang suka menyembunyikan pelanggarannya (=dosa) tidak akan beruntung (Amsal 18 : 13). Artinya: tidak layak masuk ke dalam kerajaan sorga apalagi menjadi mempelai perempuan Kristus.
Jalan keluar supaya jangan sampai menyembunyikan dosa:
- terima firman Tuhan (Ibrani 4 : 12)
- mengakui dan meninggalkan (Amsal 28 : 13b)

2. Tidak menyembunyikan talenta.
Talenta = karunia dalam pelayanan yang diberikan/dipercayakan oleh Tuhan, ini tidak boleh disembunyikan tetapi harus dilakukan dengan setia. Sebab kalau disembunyikan akibatnya sangat fatal. Matius 25 : 24 - 30 orang yang menyembunyikan talenta ke dalam tanah disebut sebagai “hamba yang jahat dan malas” dan ia juga harus menanggung akibatnya, bukan hanya talenta yang diambil, tetapi ia juga dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Karena itu jangan coba-coba menyembunyikan talenta, jangan coba-coba menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan Tuhan kepadamu, lakukan dengan baik dan setia. Jangan puas kalau sudah menjadi jemaat biasa, harus meningkat menjadi jemaat yagn aktif, yaitu yang mau melibatkan diri dalam pelayanan walau sekecil apa pun pelayanan itu. Asal dilakukan dengan setia, sekecil apa pun pelayanan itu Tuhan pasti perhitungkan apa yang menjadi upah kita. Sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengobarkan karunia yang telah diberikan Allah. 2 Timotius 1 : 6 - 7 kalau sudah mengobarkan karunia, Tuhan akan memberikan kepada kita bukan roha ketakutan, tetapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Tuhan sendiri yang akan memberi kekuatan supaya kita mampu mjelakukannya. Haleluya.......!!!!!!!!!



“YESUS TERANGKAT KE SORGA”


Minggu - 23 M e i 2010


Puji Tuhan!
Tuhan Yesus sudah mati dan bangkit untuk memberikan korban penebusan bagi kita semua, untuk membuktikan betapa Tuhan itu sangat mengasihi kita yang mau percaya dan mengasihi Dia. 1 Petrus 1 : 3 - 4 lewat kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, Ia telah melahirkan kita kembali dan membawa kita kepada suatu hidup yang penuh pengharapan untuk menerima bagian:

- yang tidak dapat binasa
- yang tidak dapat cemar
- yang tidak dapat layu

Dan setelah kita mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, Kolose 3 : 1 - 4 ada dua (2) hal yang harus kita kerjakan, yaitu:
1. Mencari perkara yang di atas
2. Memikirkan perkara yang di atas
Ini berbicara: untuk syarat memperoleh hidup kekal di dalam kerajaan sorga, yaitu tempat yang telah disediakan Tuhan Yesus bagi setiap orang yang hidup berkenan kepada-Nya. Yohanes 14 : 1 - 3, sebelum Tuhan Yesus ditangkap, bahkan sebelum Ia mati di atas kayu salib, Ia sudah memberitahukan lebih dahulu kepada murid-murid-Nya apa yang akan dikerjakan-Nya setelah Ia naik ke sorga.
Yesus naik ke sorga adalah untuk menyediakan tempat bagi kita semua, supaya di tempat di mana Ia berada, kita juga berada. Karena itu sebelum Yesus naik ke sorga, Yesus berpesan supaya hati kita jangan gelisah, kita harus tetap percaya kepada Bapa dan kepada Yesus, percaya bahwa Ia akan datang kembali untuk menjemput yang menaruh harap kepada-Nya. Kisah Para Rasul 1 : 1 - 3 setelah Tuhan Yesus bangkit dari antara orang mati, dengan banyak tanda dan dengan berulang-ulang Yesus membuktikan bahwa Ia hidup. Selama empat puluh hari Yesus menampakkan diri dan berbicara kepada murid-murid tentang kerajaan Allah, dengan maksud supaya murid-murid tetap setia mengikuti dan melayani Tuhan Yesus.
Kisah Para Rasul 1 : 4 - 5 dan sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga, Ia memberi satu larangan supaya murid-murid jangan meninggalkan Yerusalem, mereka harus menantikan janji Bapa, yaitu supaya mereka dibabtis dengan Roh Kudus. Tinggal di Yerusalem artinya: setia menantikan janji Bapa yang ada kaitannya dengan kekudusan/kesucian hidup. Sebab tanpa kekudusan, tidak mungkin seseorang itu berkenan kepada Tuhan, kalau tidak hidup dalam kekudusan tidak mungkin seseorang itu dipenuhi dengan Roh Kudus. Untuk itulah Tuhan Yesus melarang murid-murid supaya jangan meninggalkan Yerusalem sebelum mereka dipenuhi dengan Roh Kudus. Tuhan Yesus mau memberikan kuasa-Nya kepada murid-murid sebagai tanda penyertaan Tuhan ada di tengah-tengah mereka.
Murid-murid dilarang supaya jangan meninggalkan Yeruselam. Bagi kita, gereja Tuhan yang hidup diakhir zaman ini, Yerusalem itu mengandung arti yang sangat besar.
YERUSALEM :
- pusat ibadah
- tempat firman pengajaran.
Maka dalam Yesaya 8 : 20 - 22 firman Tuhan mengatakan supaya kita mencari pengajaran dan kesaksian, kalau tidak maka tidak akan terbit fajar. Setiap orang yang tidak hidup di dalam terang firman pengajaran, ia akan hidup di dalam kegelapan karena dosa, hidupnya dikendalikan oleh dosa. Akibatnya: MELARAT & LAPAR. Tetapi yang dimaksud melarat dan lapar disini bukan akan makanan dan minuman, sebab akan datang saatnya dunia akan lapar untuk mendengarkan firman Tuhan, ingin mendengarkan firman Tuhan, tetapi tidak ada lagi (Amos 8 : 11 - 12). Mengapa? sebab sudah terlambat, sebab setiap orang yang tidak mau menghargai waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk mendengarkan firman Tuhan, kesempatan itu akan tertutup baginya. Nasibnya akan sama dengan nasib kelima gadis yang bodoh, mencari minyak setelah pintu ditutup, tidak ada artinya lagi sebab sudah terlambat.
Dan kalau sudah melarat dan lapar, biasanya orang akan mengutuki rajanya (=pemimpinnya) bahkan Allahnya, sehingga mereka hanya melihat ke bumi yang di dalamnya hanya ada kesesakan, kegelapan dan kesuraman yang menghimpit. Puncaknya mereka akan dibuang ke dalam kabut, yaitu masuk ke dalam aniaya antikristus.
Lukas 21 : 20 - 24 Tuhan Yesus mengatakan Yerusalem yang sekarang akan ditinggalkan dan akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan akan dibawa sebagai tawanan. Penyebabnya: karena mereka tidak mengenal Allah dan tidak tetap tinggal di dalam firman Tuhan.
Kemudian dalam Galatia 4 : 24 menjelaskan yang dimaksud Yerusalem yang sekarang itu ialah menunjuk kepada orang-orang yang hidup dalam dosa, yang diperhamba keinginannya sendiri.
Lukas 10 : 30 - 35 firman Tuhan memberikan satu contoh tentang kehidupan orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Akibatnya ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun, yang bukan saja merampok nya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Ingat! Pekerjaan iblis adalah untuk mencuri, membunuh dan membinasakan (Yohanes 10 : 10) karena itu jangan coba-coba tinggalkan Yerusalem, jangan mencoba memisahkan diri dari kebenaran.
Sikap kita baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai jemaat, harus tetap tinggal di Yerusalem, setia menanti janji Bapa. Dalam Ibrani 12 : 22 - 23 dapat kita lihat bahwa puncak kepengikutan kita kepada Kristus adalah: datang ke bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, yaitu Yerusalem sorgawi. Yang bisa masuk ke Yerusalem sorgawi ini adalah mereka yang sudah disebut sebagai jemaat anak-anak sulung, yang namanya sudah terdaftar di sorga.
Wahyu 20 : 11 - 15 kalau nama tidak terdaftar/tertulis di dalam kitab kehidupan, mereka akan dihakimi masing-masing menurut perbuatannya dan akan dilemparkan ke dalam lautan api (=neraka).
Wahyu 20 : 6
penyebab nama tidak tertulis di dalam kitab kehidupan:
- karena tidak setia mengikuti Tuhan,
-tidak setia mengikuti gerak firman pengajaran
- tidak setia melayani Tuhan
Tetapi kalau setia mengikuti dan melayani Tuhan:
- nama tertulis dalam kitab kehidupan
- diangkat menjadi imam (=melayani)
- memerintah sebagai raja
Kisah Para Rasul 1 : 9 - 11 pada saat Yesus terangkat ke sorga, Ia disaksikan oleh murid-murid dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Dua orang yang berpakaian putih dekat mereka berkata: “Hai orang-orang Gelilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia ke sorga.”
Tuhan Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama, artinya yang bisa menyaksikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah orang-orang yang seperti murid, yang sudah dipulihkan dan yang tetap setia mengikuti Tuhan walau pun harus mengalami banyak penderitaan. Kalau setia mengikuti dan melayani Tuhan, Wahyu 21 : 2, 9 disebut bagaikan Yerusalem baru yang turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Inilah yang disebut mempelai Anak Domba atau yang kita sebut mempelai perempuan Kristus. Maka bagi kita tidak ada alasan untuk tidak beribadah, kita harus setia beribadah dan melayani Tuhan, kita harus setia mengikuti gerak firman pengajaran sampai Tuhan Yesus datang kembali. Maka apabila Tuhan Yesus datang kembali, kita akan dipermuliakan.



“HARI PENTAKOSTA”

Minggu - 30 M e i 2010


Saudara-saudara, dosa membuat manusia berada di dalam kutuk, dosa membuat manusia jauh dari Tuhan dan dosa itu pula yang membuat manusia tidak berbahagia. Tetapi syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, Ia telah mati dan bangkit untuk melepaskan kita dari dosa dan maut, supaya kita diperdamaikan dengan Bapa di sorga. Dan tidak cukup hanya disitu saja, Yesus juga sudah naik ke sorga untuk menyediakan tempat supaya di tempat di mana Yesus berada, di situ juga kita berada.
Yohanes 3 : 13 Tuhan Yesus berkata: “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.” Khusus kepada murid-murid, Tuhan Yesus sudah lebih dahulu memberitakan tentang kenaikan-Nya ke sorga. Dari ayat tersebut dapat kita lihat bahwa tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga selain hanya Yesus sendiri. Tujuan Yesus naik ke sorga adalah untuk menyediakan tempat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya dan yang setia melakukan segala kehendak-Nya (Yohanes 14 : 1 - 3).
Karena itu supaya keselamatan itu terjadi di tengah-tengah kehidupan kita, syaratnya kita harus meninggikan Tuhan Yesus (ayat 14 - 15).
Cara meninggikan Tuhan Yesus: dengar firman-Nya dan lakukan dengan setia. Setiap orang yang setia beribadah di dalam penggembalaan yang benar, Tuhan Yesus akan menyatakan diri-Nya kepada mereka dan akan membawa mereka masuk ke dalam kerajaan sorga. Jadi kenaikan Tuhan Yesus ke sorga membawa berkat yang besar bagi kita semua.
Saudara-saudara, Tuhan Yesus telah mati dan bangkit dari antara orang mati, Ia juga telah naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita. Namun sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga, Ia telah berjanji untuk memberikan Roh Kudus untuk menyertai kita sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua kali. Kuncinya: tinggal di Yerusalem sambil menantikan janji Bapa. Sekarang Roh Kudus telah dicurahkan, bukan hanya kepada rasul-rasul saja, bukan hanya kepada orang-orang dewasa saja, tetapi juga kepada anak-anak.

Mengapa kita harus dipenuhi Roh Kudus?

1. Supaya kita dapat memandang kepada Yesus
yang telah ditinggikan.
2. Supaya kita diberi kekuatan.

2 Korintus 1 : 8, Paulus sebagai rasul Kristus mengaku telah putus asa oleh sebab penderitaan/ beban yang begitu berat ditanggungkan kepadanya. Dari ayat ini dapat kita lihat, manusia itu kekuatan nya sangat terbatas, siapa pun dia, baik rasul, baik hamba Tuhan mau pun jemaat-jemaat. Untuk itulah Roh Kudus dicurahkan untuk memenuhi hidup kita supaya diberi kekuatan, baik untuk menolak dosa mau pun menghadapi penderitaan atau pencobaan.
Demikian juga dalam Roma 8 : 9 firman Tuhan mengatakan bahwa jika orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Dan kalau manusia itu tidak dipenuhi Roh Kudus, maka ia akan menuruti keinginan dagingnya dan selalu memikirkan hal-hal dari daging (ayat 5 - 7). Maka dalam Yohanes 16 : 7 Tuhan Yesus telah mengatakan: “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jika Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”
Dari ayat ini kita ketahui adalah lebih baik jika Yesus naik ke sorga dari pada harus tinggal di dunia ini, sebab jika Yesus naik maka Roh Kudus akan dicurahkan untuk memenuhi hati kita. Jadi Roh Kudus itu dicurahkan setelah Yesus lebih dahulu melewati proses kematian dan kebangkitan, salib adalah langkah untuk memperoleh Roh Kudus. Kita harus tahu bahwa Roh Kudus itu adalah pribari Tuhan Yesus sendiri yang diberikan untuk menyertai kita semua. Maka kalau seandainya Tuhan Yesus tidak naik ke sorga, maka Roh Kudus tidak akan dicurahkan ke dunia ini.
Pekerjaan penting dari Roh Kudus:
1. Yohanes 16 : 8 - 10 Untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.
Pada zaman sekarang ini banyak orang percaya kepada Yesus tetapi tetap saja dalam dosa, tidak hidup di dalam kebenaran, tidak percaya akan hari penghakiman. Karena itu Roh Kudus lah yang mampu untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan akan penghakiman, Roh Kuduslah yang mampu mengubah sikap atau cara hidup supaya kembali kepada Tuhan.
Keluaran 27 : 20 - 21 supaya pelita tetap menyala diperlukan minyak zaitun tumbuk yang murni. Ini menggambarkan pekerjaan Tuhan Yesus yang telah mengalami proses demi proses, mulai dari kematian-Nya sampai kepada kenaikan-Nya. Demikian juga supaya kita dipenuhi dengan Roh Kudus, kita juga harus mengalami proses demi proses, dilepaskan dari dosa dan hidup dalam kebenaran.
ZAITUN = pribadi Tuhan Yesus yang rela mati di kayu salib, tubuh-Nya mengalami penderitaan/ siksaan yang begitu berat sampai mengeluarkan darah. Darah inilah yang telah membersihkan kita dari segala pelanggaran dan dosa supaya bisa hidup di dalam kebenaran.

2. Roma 5 : 5 supaya kasih Allah dicurahkan di dalam hati kita.
Kita semua sangat memerlukan kasih Allah, sebab kasih inilah yang mampu mengangkat hidup kita. Kejadian 49 : 5 - 7 ada dua suku Israel yang sebenarnya sedang berada di dalam kutuk, yaitu Simeon dan Lewi sebab senjata mereka adalah alat kekerasan. Tetapi karena suku Lewi mau berpihak kepada Tuhan dan berbakti untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati, sejak saat itu suku Lewi sudah bebas dari kutuk (Keluaran 32 : 25 - 29).
Demikian juga berlaku bagi kita sekarang, salah satu pekerjaan yang harus kita lakukan supaya lepas dari kutuk, baik dari kutuk dosa yang telah kita lakukan mau pun dari kutuk dosa keturunan, kita harus mau menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Setelah kita ditebus dengan darah Kristus dan diperdamaikan dengan Allah, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dengan apa yang bisa kita perbuat.
Sebaliknya, kalau tidak mau menyerahkan diri untuk melayani Tuhan, walau pun sudah ditebus dengan darah Kristus, bahkan walau pun dosa sudah diampuni tetapi dosa itu bisa datang kembali. Mengapa? sebab tidak ada aktivitas yang mengikatkan dirinya dengan Tuhan.
Untuk itulah Tuhan Yesus naik ke sorga dan mencurahkan Roh Kudus-Nya untuk menyadarkan/ menginsafkan supaya kita mau melayani Tuhan. Roh Kudus itu punya peranan menyadarkan kita akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Sebab setiap orang yang sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, hatinya pasti meluap dengan sukacita, selalu ingin beribadah, suka merenungkan firman Tuhan dan Roh Kudus itu juga akan mendorong kita supaya mau melayani Tuhan.
Dalam Alkitab, ada tiga (3) hari raya besar yang selalu dirayakan setiap tahun, yaitu:
1. HARI RAYA PASKAH
2. HARI RAYA TUJUH MINGGU
(= HARI PENTAKOSTA)
3. HARI RAYA PONDOK DAUN.
Hari raya Paskah dan hari raya Tujuh Minggu sudah digenapi, sebab Yesus telah mati di kayu salib sebagai korban penghapus dosa dan Ia juga telah naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya. Masih tinggal satu lagi yang belum digenapi tetapi yang segera akan digenapi, yaitu Hari Raya Pondok Daun, ini berbicara tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, Ia akan datang sebagai Mempelai Pria Sorga untuk menjemput gereja-Nya yang sudah hidup dalam kebenaran, dalam kekudusan. Inilah nanti yang akan disempurnakan oleh Tuhan Yesus. menjadi mempelai perempuan-Nya. Karena itu sekarang kita sedang menanti-nantikan penggenapan hari raya terakhir, Yesus akan datang sebagai Mempelai Pria Sorga dalam segala kemuliaan-Nya. Haleluya.......!!!!!!!!!!